4Ocean, Harapan Pantai Lombok Mendatang

Sampah di laut menjadi hal yang tidak terhindarkan bagi semua negara di dunia, termasuk di Indonesia salah satunya di Lombok. 4Ocean dapat menjadi salah satu solusi.


5
5 points

Sumber: Suarantb.com

Sampah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas. Sudah sejak lama sampah menjadi permasalahan yang terjadi secara global tidak terkecuali di Indonesia. Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sudah kodratnya jika manusia menggunakan barang ataupun benda, dimana barang ataupun benda tersebut bisa digunakan secara berulang ataupun sekali pakai. Jika barang atau benda tersebut sudah tidak lagi digunakan maka akan dibuang dan menjadi sampah. Salah satu contohnya dalam kehidupan sehari-hari yaitu saat melakukan perjalanan atau wisata ke pantai bersama teman atau keluarga. Saat pergi berwisata umumnya akan ada minuman dan makanan instan yang dibawa, dan seringkali bungkus atau plastiknya akan ditinggal sehingga menjadi sampah yang ditelantarkan begitu saja. Kurangnya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya membuat sampah di pantai menjadi sangat banyak, bahkan jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun.

Indonesia terkenal dengan identitasnya sebagai negara kepulauan. Sehingga bukan suatu hal yang mengherankan jika Indonesia memiliki tempat wisata pantai mulai dari daerah Sumatera, Kalimantan, Papua, Bali, Nusa Tenggara Barat dan lain-lain. Terlebih pantai juga menawarkan pilihan berwisata yang murah bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan beberapa pantai terbuka untuk umum, sehingga masyarakat dapat datang secara berbondong-bondong bersama keluarga atau rekan. Saat berwisata di pantai pun, masyarakat juga dimudahkan untuk mendapatkan makanan atau bahkan tak jarang di antara para pengunjung ada yang membawa makanan dari rumah. Sayangnya, barang dan benda bawaan para pengunjung seringkali lupa untuk dibawa pulang atau tidak dibuang di tempat sampah. Umumnya barang-barang tersebut adalah plastik (plastik minuman, plastik makanan, dan lain-lain).

Beberapa dekade belakangan ini, Bali menjadi destinasi wisata pantai yang selalu menjadi pilihan wisatawan domestik atau mancanegara. Di pesisir Bali, permasalahan  mengenai sampah sudah menjadi perhatian beberapa warga lokal maupun pendatang yang mana sudah diupayakan beberapa tindakan untuk mengurangi sampah di pesisir pantai Bali. 

Selain Bali, terdapat beberapa pilihan berwisata pantai lainnya yang menjadi rujukan wisatawan asing dan domestik yaitu Nusa Tenggara Barat, terutama pulau Lombok. Pulau Lombok terkenal karena keindahan pantainya. Berbagai festival pun seringkali menghiasi pantai-pantai di Lombok. Salah satunya adalah Festival Bau Nyale yang diadakan satu tahun sekali pada bulan Februari di Pantai Seger. Seperti yang dilansir dalam surat kabar suarantb.com pada tanggal 19 Februari 2019 menurut salah satu pelaku wisata, setelah festival berlangsung, banyak sampah yang berserakan dan permasalahan sampah ini sudah biasa terjadi dari tahun ke tahun. Di akhir pekan, berbagai pantai di Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok, sampah menjadi permasalahan serius. Khususnya pada hari libur atau festival, jumlah sampah plastik yang ada menjadi semakin meningkat. 

Permasalahan mengenai sampah plastik di sekitar pesisir pantai dan laut di Indonesia memang sedang menjadi perhatian. Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulanginya. Tidak hanya pemerintah, namun berbagai organisasi, bahkan warga lokal turut ikut serta membantu dalam mengurangi permasalahan ini. Salah satu organisasi yang bergerak di bidang pengolahan sampah adalah 4Ocean. Organisasi ini telah menjadi pelopor dalam gerakan membersihkan sampah yang ada di pesisir pantai dan di lautan. Organisasi ini mengajak masyarakat, terutama masyarakat di Bali untuk peduli dengan keadaan lingkungan dan pengelolaan sampah. 

Sampah-sampah yang dikumpulkan tersebut bisa dibuat menjadi Tangible product dan Intangible product. Dimana tangible product dapat didefinisikan sebagai benda yang bisa disentuh atau benda tiga dimensi. Intangible product dapat didefinisikan sebagai benda yang tidak dapat dideteksi oleh lima indra manusia (David J. Hoare, 2014). Adapun contoh tangible product 4Ocean adalah berupa gelang, botol minuman, tas dan buku. Sedangkan untuk Intangible product berupa kesadaran akan lingkungan dan kegiatan dalam membersihkan sampah di pesisir pantai dan laut.

Sampah yang telah terkumpul akan didaur ulang menjadi produk-produk yang memiliki nilai. Dengan membeli salah satu produk yang ditawarkan oleh 4Ocean secara langsung konsumen dapat membantu organisasi tersebut untuk melakukan kegiatan dalam membersihkan sampah di pesisir pantai dan juga di lautan. Melalui penjualan yang mereka lakukan dari situs web yang tersedia, mereka akan langsung menyumbangkannya ke beberapa organisasi nirlaba seperti: Guy Harvey Foundation, Florida Atlantic University Marine Research Lab, Bird Life International, dan masih banyak lagi. Selain itu juga dari setiap produk yang terjual, pembeli berkontribusi mengurangi sampah di lautan, sebagai contoh setiap satu gelang yang terjual setara dengan 1 lb (0.4536 kg) sampah yang ada di pesisir pantai dan juga lautan.

Dalam melakukan proses bisnisnya, 4Ocean mengedepankan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, etika sosial dan juga profit. Pada dasarnya mereka tidak hanya fokus pada jumlah keuntungan yang mereka dapatkan dari menjalankan organisasi ini. Keadaan ini dapat dilihat dari bagaimana organisasi tersebut mengalokasikan keuntungan untuk didonasikan dan sebagiannya lagi digunakan untuk dana operasional organisasi sehari-hari. Organisasi ini juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan di sekitar mereka dari masalah yang berkaitan dengan sampah. Dengan cara melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat secara bersama sama dengan pihak 4Ocean untuk peduli terhadap lingkungan mereka sendiri. Dengan seperti itu bagi siapapun yang berkunjung ke lokasi tersebut akan nyaman dan secara tidak langsung akan menambah jumlah wisatawan yang datang dan berkunjung ke tempat tujuan wisata tersebut.

Pada umumnya hal-hal yang telah dilakukan oleh 4Ocean dapat dipraktikkan juga oleh masyarakat di manapun khususnya oleh warga lokal, serta wisatawan yang berkunjung di tempat wisata tersebut. Dengan adanya kesadaran masyarakat tersebut secara langsung dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Misalnya saja permasalahan sampah plastik di pesisir pantai Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok yang telah menjadi masalah serius terutama saat hari libur dan saat berlangsungnya festival di sana. Maka dari itu, 4Ocean dapat dipraktikkan dalam permasalahan sampah di Lombok yang telah menimbulkan beberapa dampak buruk dalam lingkungan dan ekonomi. Dengan adanya organisasi 4Ocean di Lombok akan memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kesadaran lingkungan pada komunitas dan masyarakat khususnya di wilayah pesisir pantai Lombok. Kesadaran akan lingkungan ini diperoleh dari berbagai upaya 4Ocean dalam mengedukasi masyarakat di pesisir pantai, perusahaan, bahkan hingga pemerintah setempat tentang dampak sampah plastik pada lingkungan khususnya laut. Melalui adanya peningkatan kesadaran ini, diharapkan nantinya permasalahan-permasalahan sampah plastik khususnya di Lombok akan segera teratasi. 

Melalui upaya meningkatkan kesadaran lingkungan yang telah dilakukan oleh 4Ocean, maka dapat disimpulkan bahwa 4Ocean membawa konsep untuk mendukung adanya perlindungan pada lingkungan hidup di sekitar pesisir pantai dan laut. Jika ditilik bahwa organisasi ini bergerak dalam hal mendaur ulang sampah di pesisir pantai dan laut yang nantinya akan diproduksi menjadi produk yang berguna. Maka organisasi ini tidak berfokus dalam mendapatkan keuntungan tetapi juga bagaimana tanggung jawab mereka terhadap lingkungan khususnya di laut. Tanggung jawab pada lingkungan ini menjadi hal yang penting bagi sebuah organisasi dalam menghasilkan sebuah produk. Maka dengan adanya 4Ocean di Lombok akan membuat kehidupan pesisir pantai dan laut menjadi sehat kembali. Berbagai biota laut dan pesisir pantai akan kembali menemukan kehidupan yang layak bagi mereka. Berbagai wisatawan pun juga dapat menikmati pantai dan laut di Lombok tanpa ada gangguan dari sampah plastik. Dampak jangka panjangnya, dengan adanya kebersihan pantai dan laut maka akan semakin menarik para wisatawan untuk berkunjung ke pantai-pantai di Lombok.

Selain meningkatnya kesadaran komunitas, adanya 4Ocean juga memberikan dampak positif pada sosial dan ekonomi. Melalui tumpukan sampah di pesisir pantai dan laut di Lombok  akan menarik warga sekitar untuk ikut bekerja bersama 4Ocean. Proses dalam pembuatan produk 4Ocean yang diawali dengan mengumpulkan sampah di laut dan di bibir pantai selama 24 jam dalam 7 hari akan membutuhkan banyak tenaga. Hal ini karena tidak ada kata berhenti dalam proses pengambilan sampah-sampah tersebut. Proses selanjutnya, sampah baru akan dipisahkan dan diproses menjadi produk yang akan dijual. Melalui proses ini, tentu akan memakan waktu dan tenaga, maka dari itu 4Ocean juga akan berkontribusi terhadap ekonomi dengan memberdayakan masyarakat sekitar untuk ikut menjadi bagian dari 4Ocean. 

Keberadaan 4Ocean di Lombok tentu akan sangat membantu kota ini dalam menyelesaikan permasalahan sampah plastik mereka. Bahkan meskipun tidak ikut serta dalam proses pemungutan sampah pun, masyarakat dapat ikut serta membantu proses 4Ocean dengan cara membeli produk-produk mereka. 4Ocean menawarkan berbagai produk mereka seperti gelang, botol minum, dan buku yang terbuat dari plastik-plastik yang telah mereka kumpulkan. Maka dengan membeli produk-produk mereka, konsumen ikut turut serta berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah sampah yang terjadi di Lombok. Meskipun dijual dalam harga yang tinggi, namun hal ini sepertinya tidak menjadi masalah bagi konsumen. Terkadang konsumen tidak akan mempermasalahkan harga suatu produk, ketika dia mendapatkan kepuasan yang setara dengan harga dari produk tersebut. Hal inilah yang akhirnya melandasi sebagian konsumen yang memang peduli pada lingkungan untuk membeli produk-produk yang ditawarkan oleh  4Ocean.

Oleh karena itu, melihat bagaimana kota Bali yang sedang berproses dalam menyelesaikan permasalahan sampah plastik dengan bantuan 4Ocean, maka permasalahan serupa yang terjadi di Lombok juga dapat dipecahkan dengan cara yang sama. 4Ocean telah memberikan inovasi-inovasi yang baik dalam permasalahan mengenai sampah plastik. Sebab tidak hanya sekedar menghasilkan produk yang memiliki profit, tetapi juga bagaimana 4Ocean ikut andil yang besar dalam menjaga lingkungan dan sosial ekonomi. Jangan sampai semua wilayah pantai yang menjadi tujuan wisatawan, satu persatu hilang keindahannya dikarenakan ketidakpedulian dari semua elemen masyarakat di sekitarnya. Diperlukan gerakan nyata untuk mengatasi masalah sampah yang selama ini menjadi masalah skala nasional maupun dalam industri pariwisata. Kerjasama antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat Lombok pun juga harus selaras sehingga tercapai tujuan bersama yaitu menjaga lingkungan yang mendukung kegiatan pariwisata maupun untuk keberlangsungan lingkungan hidup. Dengan menimbulkan kesadaran diri terhadap kebersihan lingkungan, maka seseorang juga akan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sebab lingkungan yang bersih merupakan syarat mutlak untuk pariwisata yang ideal.

Sumber: Pinterest.com

Daftar Pustaka:

Ferrell, O.C., Hirt, Geoffrey A., Ferrell, Linda. 2018. Business Foundations A Changing World. New York: McGraw-Hill Education.

Hoare, David J. 2014. Tangible and Intangible – Business Definitions and Use. Terarsip dalam https://businessecon.org/2014/11/03/tangible-and-intangible-business-definitions-and-use/. Diakses pada Rabu, 14 Agustus 2019 Pukul 11.35 WIB. 

“Laman Resmi 4Ocean” https://4ocean.com/. Diakses pada 13 Agustus 2019.

“Laman Resmi KBBI”https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/sampah. Diakses pada 13 Agustus 2019.

Met. 19 Februari 2017. “Usai Bau Nyale, Sampah Penuhi Pantai Seger”. Terarsip dalam https://www.suarantb.com/gaya.hidup/lingkungan/2017/02/24267/usai.bau.nyale.sampah.penuhi.pantai.seger/. Diakses pada 13 Agustus 2019.

Kontributor: Briyan Reynaldo D. I., Hafiz Syahreva A., Ivana Elysia S., Kartika Natasha, Maulana Rizky N., Muhammad Ali Rois, Richard Chandra C.


Like it? Share with your friends!

5
5 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format