AyamSehatku: Solusi bagi Kerugian Peternak Kecil di Yogyakarta

Peternak ayam perlu memilah dengan cermat pedagang perantara, memerhatikan permintaan dan penawaran pasar, dan membangun hubungan timbal-balik yang menguntungkan.


1
1 point

Pembagian lima ribu ayam secara gratis oleh peternak ayam di Yogyakarta mengundang perhatian masyarakat. Aksi ini didasarkan atas ketimpangan harga beli oleh pedagang dengan biaya produksi perternak yang terpaut jauh. Selisih harga ini menyebabkan peternak merugi dan memilih untuk membagikan ayam secara gratis sebagai wujud protes. Peternak mengaku untuk harga pokok produksi sebesar Rp18.500,00 per kilogram, sedangkan harga beli dari pedagang sebesar Rp8.000,00 hingga Rp9.000,00. Namun, harga ayam di pasaran cenderung stabil yaitu Rp29.000,00 hingga Rp30.000,00.[i] Informasi ini memicu persepsi bahwa pedagang mengambil keuntungan terlalu banyak.

Pedagang tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Perbedaan harga ini dapat terjadi karena dua akibat: Pertama, produk mengalami beberapa kali perpindahan oleh dua hingga tiga pedagang perantara sehingga harga yang dijual pedagang ke konsumen akhir menjadi tinggi. Kedua, produksi ayam terlalu banyak padahal permintaan konsumen sudah terpenuhi atau tetap, akibatnya harga ayam hidup peternak menjadi jatuh. 

Pedagang perantara terdapat tiga macam yaitu bakul, broker, dan lapak.[ii] Masing-masing pedagang memiliki perbedaan yang dapat menyebabkan perubahan harga. Broker adalah pedagang perantara yang membeli ayam dengan cara memberi sejumlah modal kepada peternak dalam jumlah yang besar. Dengan pembelian jumlah besar, pedagang jenis ini dapat menjual kembali ayam kepada bakul lain dengan via Delivery Order. Bakul adalah jenis pedagang perantara yang mengambil ayam hidup secara mandiri kepada peternak ataupun broker sedangkan lapak adalah pedagang perantara akhir yang menjualkan ayam dalam wujud daging kepada konsumen akhir di pasar.

Dari ketiga bagan di atas, peternak setidaknya perlu melewati dua hingga tiga pedagang perantara sampai ke tangan konsumen akhir. Permintaan konsumen yang tetap membuat lapak turut membeli ayam kepada bakul dengan jumlah yang tetap. Begitu pula dengan bakul, pedagang perantara skala kecil ini akan membeli ayam dengan jumlah yang sesuai permintaan dari lapak. Permintaan pasar yang tetap tetapi peternak memiliki ayam dengan jumlah banyak mengakibatkan potensi kerugian akan semakin besar. Potensi kerugian diakibatkan karena ayam tidak dapat terjual sehingga pedagang membeli ayam dengan harga sangat murah bahkan harga beli dapat dibawah biaya produksi peternak.

Jika ditinjau dari ilmu manajemen, khususnya pemasaran, permasalahan ini bisa diselesaikan dengan implementasi konsep dari pemasaran, Understanding the Marketplace and Customer Needs (memahami pasar dan kebutuhan konsumen). Dalam memahami pasar dan kebutuhan konsumen, pemasar atau marketers perlu mengerti lima hal yang dapat membantu pemasar menjualkan produknya. Lima hal tersebut adalah (1) Kebutuhan, keinginan, dan permintaan konsumen (Customer Needs, Wants, and Demands); (2) Penawaran pasar (Products, Services, and Experiences); (3) Nilai dan kepuasan konsumen (Customer Value and Satisfaction); (4) Timbal balik dan hubungan (Exchanges and Relationship); dan (5) Pasar (Markets).[iii]

Pertama, pemasar perlu memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan konsumen

Konsumen membutuhkan berbagai macam hal; kebutuhan fisik seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal; kebutuhan psikis seperti rasa kebanggaan, rasa hormat, dan kasih sayang; dan kebutuhan lainnya. Kebutuhan merupakan sesuatu yang mendasar bagi manusia sehingga pemasar tidak menciptakan kebutuhn manusia. Berbeda dengan kebutuhan, keinginan setiap manusia berbeda-beda tergantung oleh budaya dan lingkungan. Misalkan orang Amerika menginginkan roti isi sedangkan orang Jepang menginginkan nasi sebagai sarapan. Adanya keinginan dan kebutuhan setiap manusia akan menciptakan permintaan (demands) terhadap barang dan jasa tertentu. Jika permasalahan tersebut dikaji dengan konsep diatas, pelaku bisnis perlu mengetahui keinginan dari peternak dan pelanggan. Peternak menginginkan ayam hidup milik mereka dijual dengan harga yang layak, sedangkan lapak menginginkan keuntungan yang pantas dari penjualan daging ayam potong. 

Kedua, pemasar perlu memahami penawaran pasar-produk, jasa, dan pengalaman. 

Setiap kebutuhan, keinginan, dan permintaan konsumen dapat dipenuhi dengan penawaran pasar (market offerings). Penawaran pasar bisa beraneka ragam tergantung dari permintaan konsumen. Misalkan konsumen merupakan orang Amerika yang menginginkan roti isi, pemasar menyediakan toko roti seperti BreadTalk, Holland Bakery, dan lain sebagainya. Jika permasalahan tersebut dikaji dengan konsep diatas, pemasar perlu menyediakan produk atau jasa yang dapat memberikan keuntungan dan pengalaman sesuai dengan permintaan peternak dan lapak penjual. Contohnya pemasar menyediakan jasa yang dapat mempertemukan keinginan peternak dan lapak penjual. Pemasar bisa menjadi perantara antara peternak dan lapak penjual. Perantara bisa membeli ayam hidup dari peternak dengan harga yang pantas dan bisa menjualkan ayam hidup ke lapak-lapak kecil dengan kualitas yang bagus sehingga lapak-lapak tersebut dapat menjualnya ke konsumen dan memperoleh keuntungan.

Ketiga, pemasar perlu memahami nilai dan kepuasan konsumen. 

Setiap konsumen dihadapkan dengan berbagai macam barang dan jasa yang ditawarkan oleh pasar. Pemasar yang dapat memberikan kepuasan terhadap konsumen akan tetap eksis di pasar sedangkan pemasar yang mengecewakan konsumen akan kehilangan konsumen. Pemasar perlu memberikan nilai lebih dari produk dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Nilai lebih tersebut yang dapat membedakan produk atau jasa yang ditawarkan dengan produk atau jasa yang lain. Jika permasalahan tersebut dikaji dengan konsep diatas, pemasar harus memuaskan peternak dan lapak-lapak kecil sekaligus memberikan nilai tambah dari jasa yang diberikan. Untuk memuaskan peternak, pemasar menjamin bahwa ayam akan dibeli dengan harga yang pantas selama kualitas ayam terkontrol. Untuk memuaskan lapak kecil, pemasar menjamin bahwa ayam yang dijual berkualitas baik dan akan diminati oleh konsumen akhir. Nilai tambah yang diberikan dari pemasar adalah perlindungan terhadap peternak kecil sehingga tidak merugi kembali. 

Keempat, pemasar perlu memahami hubungan timbal balik antar pelaku pasar. 

Setiap konsumen merasa puas dengan produk atau jasa yang ditawarkan dan pemasar memperoleh keuntungan dari penjualan barang atau jasa tersebut. Pelaku usaha perlu membangun hubungan yang baik kepada konsumen dengan memberikan nilai unggul. Jika permasalah tersebut dikaji dengan konsep diatas, pemasar perlu memberikan hubungan timbal balik antar pemasar dengan peternak dan pemasar dengan lapak-lapak kecil. Hubungan timbal balik antara pemasar dan peternak seperti peternak yang menternakkan ayam dengan kualitas terkontrol serta berhasil menekan biaya produksi ayam. Hubungan timbal balik antar pemasar dan lapak kecil adalah mereka membeli daging ayam dengan harga yang pantas dari pemasar karena pemasar tidak memainkan harga ayam.

Kelima, pemasar harus mengelola pasar dengan membangun hubungan konsumen yang menguntungkan.

Penjual harus mencari dan menarik pembeli, mengidentifikasi kebutuhan mereka, merencanakan penawaran pasar yang bagus, menetapkan harga, mempromosikannya, menjualnya, dan mendistribuskannya. Aktivitas seperti riset pasar, pengembangan produk, komunikasi, distribusi, penetapan harga, dan pelayanan adalah inti dari kegiatan pemasaran. Jika permasalahan tersebut dikaji dengan konsep diatas, pemasar harus mengedukasi lapak-lapak kecil agar tidak membeli dari broker yang mempermainkan harga dan merugikan peternak kecil. Pemasar perlu mempromosikan usahanya agar dapat bersaing dengan broker yang nakal.

            Dengan demikian, perlu adanya pihak ketiga antara peternak dengan lapak. Pihak ketiga ini tidak seperti pedagang, tetapi berfungsi sebagai perantara antara peternak dengan lapak. Tujuannya agar peternak dapat menjualkan ayam hidup dengan harga yang pantas serta lapak dapat menjualkan daging ayam dengan harga pasar yang berlaku. Pihak ketiga ini berfungsi untuk memastikan peternak tradisional tidak mengalami kerugian, ayam yang dihasilkan berkualitas, dan dapat dijual dengan harga yang pantas. Oleh karena itu, kami menggagaskan AyamSehatku, sebuah badan usaha yang dapat menggantikan broker-broker nakal dan menyelamatkan peternak kecil dari kerugian. AyamSehatku menerapkan konsep pemasaran yang telah dijelaskan diatas. Dengan adanya AyamSehatku, perekonomian peternak kecil dapat terbantu dan tercegah dari kerugian besar.

Sumber :

[i]“Harga Anjlok karena Dipermainkan, Peternak Ayam di Jogja Besok Pilih Bagi-bagi Ayam Gratis”. Tribun News.   Juni 25, 2019. Diakses tanggal Agustus 15, 2019.

[ii]Purwaningsih, R., Arief, M., & Rahmawati, D. (2016). Analisis Rantai pasok dan Distribusi Ayam Pedaging. Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Gadjah Mada. Hal: 180-181.

[iii]Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.

Author :

Rahmat Hidayat 

Indra Bagus K 

Amalia Wikandari 


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
OVERACHIEVERS

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format