Candi Borobudur Miliki Potensi Menyusul Jumlah Wisman Angkor Wat


2
2 points

Candi Borobudur merupakan cagar budaya yang menjadi pilihan destinasi wisata baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemandangan luar biasa yang ditawarkan oleh Candi Borobudur menyebabkan candi ini pernah dinobatkan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Dengan begitu, Candi Borobudur seharusnya dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara daripada destinasi wisata lain. Faktanya, Candi Borobudur saat ini kalah saing dengan Candi Angkor Wat. Jumlah pengunjung luar negeri ke Candi Borobur dibandingkan dengan Candi Angkor Wat terpaut sangat jauh. Dalam setahun, Candi Angkor Wat dapat menarik wisatawan mancanegara sebanyak 2,5 juta orang per tahun sedangkan Candi Borobudur hanya mampu menarik sebanyak 250 ribu orang per tahun.[i] Artinya, jumlah wisatawan mancanegara Candi Borobudur kalah saing sebanyak sepuluh kali lipat dari Candi Angkor Wat. Data dibawah ini menunjukkan bahwa wisatawan domestik candi borobudur jauh lebih banyak dibandingkan wisatawan mancanegara dan mengalami kenaikan tiap tahunnya. Sayangnya kenaikan ini tidak diikuti dengan wisatawan mancanegara yang cenderung tetap bahkan menurun di tahun 2015.

Pemerintah berupaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung mancangera Candi Borobudur menjadi sepuluh kali lipat menyusul jumlah wisatawan Candi Angkor Wat. Target pemerintah untuk menaikkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Candi Borobudur menjadi dua juta per tahun bertentangan dengan pembatasan jumlah pengunjung yang diterapkan oleh pihak pengelola Candi Borobudur. Dilansir dari laman berita Kompas, PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWCPRB) berencana menerapkan pembatasan pengunjung dengan penerapan aplikasi smartphone. Aplikasi tersebut selain dapat berfungsi untuk mengatur jumlah wisatawan yang naik, tetapi juga dapat mengontrol jadwal kunjungan mereka. Hal ini beralasan karena kapasitas pengunjung yang naik ke Candi Borobudur sebesar 123 orang dalam satu waktu, halaman Candi Borobudur berkapasitas 528 orang, dan 10.308 orang untuk area taman Candi Borobudur.[ii]

Tak hanya limitasi terhadap jumlah wisatawan pengunjung, perbedaan jumlah wisatawan mancanegara yang signifikan ini juga disebabkan oleh fasilitas transportasi udara. Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan bahwa bandara Adi Sucipto hanya bisa menampung sebanyak 1,4 juta penumpang. Selain itu, akses dari bandara Adi Sucipto menuju Candi Borobudur cukup jauh untuk dijangkau, sekitar 44 kilometer. Pemerintah sejatinya sudah membangun fasilitas bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA). NYIA diperkirakan dapat menampung sebanyak 14 juta penumpang pertahun atau 9 kali lebih besar dari Bandara Adi Sucipto. Akan tetapi, pembangunan fasilitas bandara baru NYIA tidak cukup untuk meningkatkan jumlah pengunjung mancanegara Candi Borobudur.

Permasalahan di atas dapat dianalisis lebih lanjut dengan marketing mix. Marketing mix adalah sekumpulan strategi pemasaran yang terdiri dari analisis produk, harga, tempat, dan promosi (Product, Price, Place, and Promotion). Keempat analisis tersebut dapat membantu perusahaan untuk memproduksi sesuai target pasar. Pertama, produk (product), berarti kombinasi barang dan jasa yang perusahaan sediakan untuk target pasar. Contohnya, Samsung menyediakan berbagai produk seperti smartphone, home appliance, komputer, dan laptop serta jasa berupa layanan purna jual. 

Analisis yang kedua yakni harga (price), sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan produk. Contohnya, mobil sport dengan mobil keluarga. Harga yang ditawarkan mobil sport lebih mahal dibandingkan dengan mobil keluarga karena mobil sport memiliki fitur yang lebih modern dan desain yang mewah. 

Analisis yang ketiga, tempat (place), kegiatan perusahaan yang membuat produk terjangkau oleh konsumen tertarget. Contohnya, pembangunan cabang perusahaan harus melihat tempat target pasar. Produk makanan berupa pizza yang target pasarnya penduduk kota, jika membuka cabang di desa akan kurang menguntungkan karena sulit dijangkau oleh orang kota dan orang desa tidak terbiasa memakan pizza. 

Analisis yang keempat, promosi (promotion), adalah kegiatan yang mengkomunikasikan dan menawarkan produk kepada target konsumen agar mau membeli produk. Promosi yang dilakukan dapat berupa pemasangan iklan agar menjangkau konsumen secara lebih luas. Beberapa perusahaan menggelontorkan dana yang cukup besar untuk promosi agar produknya dikenal oleh konsumen. Contohnya perusahaan Walt Disney menghabiskan dana sebesar US$ 2,1 miliar untuk pembiayaan iklan.[iii]

Dari konsep marketing mix di atas, analisis yang tepat untuk Candi Borobudur sebagai berikut

Produk (product): Produk yang ditawarkan adalah pengalaman berwisata di tempat cagar budaya dunia yakni Candi Borobudur. Candi Borobudur menawarkan 2672 panel relief, 504 arca Buddha, dan 72 stupa yang menghiasinya. Selain itu Candi Borobudur terdapat tiga zona yang bisa dikunjungi oleh pengunjung, yakni Kamadhatu, Rupadhatu, Arupadhatu. 

Harga (Price): Harga yang ditawarkan untuk berwisata di Candi Borobudur relatif murah untuk wisatawan local maupun wisatawan mancanegara yaitu Rp 30.000,00 per orang dewasa, Rp 12.500,00 per anak ,dan USD 20 untuk wisatawan mancanegara. Untuk harga tiket masuk Candi Borobudur terdapat diskon sebesar 10% bagi pengunjung yang datang rombongan minimal 30 orang untuk umum dan 20 orang untuk pelajar.

Tempat (Place): Tempat Candi Borobudur terletak di Jawa Tengah. Jarak antara Bandara Adi Sucipto ke Candi Borobudur cukup jauh yaitu 44 km. Ada tempat wisata yang berdekatan dengan Candi Borobudur yang dapat dikunjungi wisatawan seperti Jogja Bay Waterpark, Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang telah dibangun di 20 desa di Borobudur.

Promosi (Promosi): Promosi Candi Borobudur ke luar negeri telah dilakukan seperti promosi di Turkish Airlane dan di transportasi Berlin, Jerman oleh Wonderful Indonesia. Selain itu,  promosi di dalam negeri dilakukan dengan pemasangan iklan di majalah penerbangan.

Untuk melengkapi marketing mix, perlu dianalisis berbagai keunggulan dan kelemahan Candi Borobudur terhadap Angkor Wat dengan SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats). Analisis SWOT ini dapat memudahkan pengelola candi untuk meningkatkan pengunjung dengan melihat poin-poin dari keunggulan maupun dari kelemahan tersebut. 

Kekuatan (Strength). Keunggulan Candi Borobudur yaitu candi bersejarah yang berpengaruh di dunia internasional. Candi Borobudur menyediakan 2672 panel relief, 504 arca Buddha, dan 72 stupa yang menghiasinya. Terdapat 20 balkondes di desa sekitar Candi Borobudur yang dapat menjadi alternatif wisata setelah mengunjungi candi. 

Kelemahan (Weakness). Kelemahan Candi Borobudur yakni pembatasan pengunjung pada Candi Borobudur, fasilitas transportasi udara Bandara Adi Sucipto sangat terbatas serta jaraknya jauh dari candi. 

Kesempatan (Opportunity). Adanya bandara baru NYIA dengan kapasitas 14 juta orang pertahun menjadi bandara kedua selain Adi Sucipto yang dapat memfasilitasi penerbangan wisatawan mancanegara. 

Threats (Ancaman). Adanya wisata Candi Angkor Wat dengan jumlah wisatawan yang lebih banyak dari Candi Borobudur.

Setelah dilakukan analisis pemasaran tersebut, terdapat tiga solusi yang dapat kami tawarkan dari pihak pengelola Candi Borobudur : 

Pihak pengelola Candi Borobudur melakukan kerja sama dengan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Kerja sama yang dimaksud dapat berupa memberikan akomodasi sepaket dengan tiket masuk Candi Borobudur. Harapannya pihak pengelola bisa mengalihkan wisatawan mancanegara ke desa wisata agar kawasan Candi Borobudur tidak terlalu penuh dan menjaga kelestarian candi. Selain itu, kondisi ekonomi penduduk balai desa disekitar Candi Borobudur meningkat.

Pihak pengelola Candi Borobudur perlu melakukan kerja sama dan promosi dengan influencer mancanegara. Dengan melakukan promosi melalui influencer seperti selebgram dan youtuber mancanegara, diharapkan dapat meningkatkan wisatawan mancanegara dari Generasi Z dan kaum milenial. Contohnya seperti youtuber yang membuat konten di spot-spot menarik di Candi Borobudur dan selebgram yang mengambil foto menarik di area candi. Bentuk promosi ini diharapkan mampu meraih wisatawan mancanegara lebih luas karena ditonton banyak orang. 

Pihak pengelola Candi Borobudur bekerja sama dengan Traveloka, Tiket.com, dan start-up lain untuk menjual tiket menggunakan promo yang menarik wisatawan mancanegara. Start-up tersebut dapat menjangkau peminat lebih banyak karena konsumen dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai promo yang disediakan dari smartphone masing-masing.

Dengan begitu, Candi Borobudur diharapkan dapat berhasil memenuhi target untuk menaikkan jumlah wisatawan mancangera dan tetap dapat menjaga arca, relief maupun stupa yang ada dari kerusakan agar tetap menjadi aset yang berharga untuk anak cucu bangsa.

Sumber :

[i]“Cegah Kerusakan Sebetulnya Berapa Kapasitas Pengunjung Candi Borobudur”. Kompas. Juli 11,2017. Diakses tanggal Agustus 23, 2019.

[ii] “Menpar Akui Borobudur Kalah Popler Dibanding Angkor Wat”. CNN. Februari, 13 2019. Diakses tanggal Agustus  23, 2019.

[iii]“10 Perusahaan dengan Budget Iklan Paling Besar”.Okezone. Juli 11, 2015. Diakses tanggal Agustus 23, 2019.

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.

Author :

Rahmat Hidayat 

Indra Bagus K 

Amalia Wikandari

Hario Wicaksono

Fahrian Ghiffari


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
2
Win
OVERACHIEVERS

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format