MERUBAH SAMPAH MENJADI ENERGI LISTRIK SEBAGAI SOLUSI EFEKTIF PERMASALAHAN SAMPAH

Sebuah kewajiban bisnis untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat.


5
5 points

Setiap manusia menghasilkan sampah 

Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang kaya akan keindahan alam. Mulai dari pegunungan, pantai, lembah, hingga keindahan bawah lautnya yang beraneka ragam. Namun tahukah kamu bahwa Indonesia menjadi salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia? 

Sampah, permasalahannya tidak (atau belum) pernah terselesaikan di sebagian daerah Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan jumlah timbunan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg.

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya ( PSLB3 ) KLHK menerangkan rata-rata timbunan sampah harian di kota metropolitan ( jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa ) dan kota besar ( jumlah penduduk 500 ribu-1 juta jiwa ) masing-masing adalah 1.300 ton dan 480 ton. (1)

Dilihat dari komposisinya, jenis sampah yang paling dominan dihasilkan di Indonesia adalah organik [sisa makanan dan sisa tumbuhan] sebesar 50%, plastik sebesar 15%, dan kertas sebesar 10%.Kemudian, sisa sampah lainnya adalah logam, karet, kain, kaca, dan lain-lain. Sementara dari sisi sumbernya, yang paling dominan berasal dari rumah tangga (48%), pasar tradisional (24%), dan kawasan komersial (9%). Sisanya dari fasilitas publik, sekolah, kantor, jalan, dan sebagainya. (1)

Sumber : tirto.id

Menurut sifatnya jenis sampah ini dibagi kembali menjadi 2 macam, diantaranya yaitu :

• Sampah organik atau degradable yaitu suatu jenis sampah yang dapat membusuk dan terurai kembali. Sampah ini dapat dijadikan pupuk kompos yang berguna dalam menyuburkan tanaman. Contohnya sisa makanan dari sayur-sayuran, daun kering atau makanan.

• Sampah anorganik atau undegradable yaitu sampah yang susah membusuk dan tidak dapat diuraikan kembali. Namun keunggulannya yaitu dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat. Contohnya botol plastik, kertas bekas, karton, kaleng bekas dan masih banyak lagi.

Dalam pemanfaatannya sampah anorganik dapat dimanfaatkan untuk di daur ulang kembali menjadi produk itu sendiri atau menjadi produk lain. Sedangkan sampah organik  dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, pakan ternak, kerajinan tangan, hingga menjadi sumber energi listrik. 

Sumber:http://hendratetro.blogspot.co.id

https://youtu.be/ijecb7LPFao

Sampah organik sendiri dibagi menjadi:

  • Sampah organik basah
    Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.

  • Sampah organik kering.
    Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.

Pengelolaan sampah organik di Indonesia menjadi topik menarik di kalangan praktisi sampai akademisi. Hal ini dikarenakan Indonesia mencanangkan “Bebas Sampah 2020”, namun belum disertai panduan langkah konkret untuk mengelola sampah dengan efektif. Jumlah sampah organik yang masuk TPA sangat tinggi. Salah satu penyebabnya adalah pengolahan yang kurang menguntungkan. Paradigma masyarakat seharusnya diubah, sampah bukanlah sesuatu yang hanya bisa dibuang tapi sampah adalah sumber daya yang harus dimanfaatkan kembali.

Sebuah kewajiban bisnis untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat. Tahukah anda, jika sebuah pembangkit listrik tenaga sampah mampu memproduksi listrik sebanyak 400 MWh per hari hanya dari 660 ton sampah? Itu artinya satu hari sampah dari Jakarta saja senilai dengan listrik sebanyak 4000 MWh. Dan jika dalam sehari Jakarta membutuhkan pasokan listrik rata-rata sebanyak 120.000 MWh maka sampah tadi akan mampu menghemat energi fosil sebanyak 3%. Angka yang sedikit nampaknya, tapi jika dikonversikan dengan harga batu bara bulan Agustus 2018 (US$107/ton) dan asumsi bahwa setiap produksi listrik 600 MWh membutuhkan batu bara sebanyak 290 ton, maka 3% tersebut senilai dengan US$205.000 per hari. Angka yang cukup fantastis! (2)

Analisis sederhananya untuk mengetahui penggunaan batu bara yang digantikan oleh sampah per tahunnya, dengan menggunakan asumsi diatas. Dapat dirumuskan sebagai berikut:

Asumsi sampah organik per tahun adalah 32 juta ton/ tahun dan dari 660 ton sampah dapat menghasilkan listrik 400 MWh, maka listrik yang dihasilkan dari sampah per tahun sekitar 18 - 20 juta MWh.

Jika 290 ton batu bara dapat menghasilkan listrik 600 MWh,

Maka, 1 MWh membutuhkan sekitar 0,5 ton batubara, maka sampah organik tersebut dapat menggantikan pemakaian batubara sekitar 9 - 10 juta ton.

Dengan menggunakan harga batu bara per Agustus (US$ 107/ton), maka penggunaan sampah sebagai pengganti batu bara sebesar US$900 - US$1,000 juta.

Dari analisis di atas, salah satu yang dapat disimpulkan adalah kita dapat menghemat penggunaan batu bara berkat sampah! Bayangkan dari sampah yang biasanya tidak dimanfaatkan oleh manusia justru sekarang dapat beralih fungsi sebagai penyelamat lingkungan. Mengapa dikatakan penyelamat lingkungan? Pertama, dengan memanfaatkan limbah sampah organik, otomatis tumpukan sampah menjadi berkurang, lingkungan menjadi bersih dan bebas polusi bau sampah. Kedua, dengan memanfaatkan limbah sampah organik menjadi energi listrik, dapat menghemat penggunaan batu bara. Mengingat batu bara adalah salah satu sumber daya alam yang tidak tergantikan, pemanfaatan sampah organik menjadi energi listrik dapat memberikan dampak positif yang sangat besar untuk masyarakat dan juga untuk lingkungan hidup.

Dalam penyelesaian permasalahan sampah di Indonesia tentunya dibutuhkan dukungan dari pemerintah. Dukungan Pemerintah terhadap PLTSa adalah dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2018. Di dalam aturan tersebut, Pemerintah Daerah (PEMDA) bisa menugaskan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), BUMN, atau swasta untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan nanti akan mendapatkan bantuan Biaya Layanan Pengolahan Sampah (BLPS) kepada PEMDA maksimal Rp500 ribu per ton sampah.

Sumber : indonesiabaik.id (5)

Kementerian ESDM menyatakan 12 PLTSa akan siap beroperasi di Indonesia pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2022 meliputi Surabaya, Bekasi, Solo, Denpasar, Palembang, Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Makassar, Tangerang Selatan dan Manado. (3)

https://youtu.be/DyU9taJAUmE

Dengan hadirnya PLTSa menjadi solusi di tengah permasalahan pengelolaan sampah perkotaan yang terus meningkat sekaligus mendorong tercapainya target pemerintah dalam penyediaan energi listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) yang diharapkan pada tahun 2025 produksi energi listrik dari EBT mencapai 23% dari total pembangkitan energi listrik nasional yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan target Percepatan Pembangkit Listrik 35.000 MW.

Sejatinya langkah konkret pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di seluruh Indonesia ini dapat menyelesaikan dua permasalahan sekaligus, seperti pepatah “sekali merengkuh dayung 2-3 pulau terlampaui” dengan adanya PLTSa ini permasalahan pengelolaan sampah organik terkelola dengan baik dan di sisi lain pemanfaatan PLTSa sebagai energi baru dan terbarukan sudah menjadi keniscayaan karena memang Indonesia harus bergerak ke sana sebab cadangan energi fosil (minyak, gas, batu bara) pun terbatas. (By:Atomic Blonde)



Penulis:

Galih Adzanimurti

Tri Setiadji

Dinda Dwicahyarini

Windhi Pranata



Daftar Pustaka :

  1. https://ekonomi.bisnis.com/read/20190221/99/891611/timbulan-sampah-nasional-capai-64-juta-ton-per-tahun

  2. http://artikel-teknologi.com/macam-macam-cara-mengubah-sampah-menjadi-energi-waste-energy/

  3. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190221140147-85-371456/12-pembangkit-listrik-tenaga-sampah-siap-operasi-mulai-2019

  4. Wikipedia.com 

  5. http://indonesiabaik.id/infografis/pltsa-siap-hadir-di-12-kota-indonesia


Like it? Share with your friends!

5
5 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
8
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
2
Win
atomicblonde

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format