Legitnya Martabak Manis ke Kancah Global

Martabak manis memiliki potensi untuk di globalisasi, namun apa tantangannya?


11
11 points

Martabak manis mampu mendunia. Sumber: Flickr.com

Martabak Manis di Era Globalisasi

Era globalisasi membawa potensi perkembangan bisnis dalam suatu negara merambah ke kancah internasional. Di indonesia, saat ini telah banyak bisnis internasional yang telah berkembang pesat, masyarakat semakin tidak asing dengan hadirnya berbagai bisnis internasional seperti McDonald’s, Burger King, dan KFC yang merupakan gerai makanan cepat saji (Fast Food atau Junk Food) dari Amerika Serikat. Gerai-gerai tersebut sangat mudah ditemukan di berbagai supermarket, tempat wisata, hingga sekolah-sekolah. Contohnya KFC, data dari Statista Research Department (2018) menunjukkan terjadi peningkatan jumlah gerai KFC di Indonesia setiap tahunnya, dari tahun 2016 sebesar 421 gerai meningkat menjadi 632 gerai pada tahun 2018.

Pertumbuhan pesat restoran fast food dari luar seperti KFC menunjukkan bahwa preferensi konsumen Indonesia lebih mengarah ke franchise makanan luar. Sumber: Statista.com

Kondisi demikian turut mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia untuk beralih mengkonsumsi makanan cepat saji dibandingkan menikmati masakan restoran lokal, khususnya kalangan anak muda. Mayoritas masyarakat Indonesia memilih bersantap di restoran cepat saji, survei bertajuk Consumer Purchasing Priorities oleh MasterCard (2015), sebanyak 80% masyarakat Indonesia memilih makan di restoran cepat saji, kemudian 61% memilih pusat jajanan/food court, diikuti 22% yang memilih restoran/kafe kelas menengah dan hanya 1% yang memilih mengunjungi restoran jamuan makan (fine dining). 

Selaras dengan data oleh Statista Research Department (2018), terjadi peningkatan konsumen yang mengkonsumsi Fast Food dari tahun 2016 hingga 2018. Dapat dilihat bahwa pada tahun 2016 sebesar 32.83%, meningkat menjadi 34.21%, dan hingga mencapai 36.81%. Terjadi peningkatan sekitar 2% pada setiap tahunnya.

Konsumsi fast food di Indonesia meningkat dalam tiga tahun ke belakang. Sumber: Statista.com

Adanya pandangan yang lebih prestisius terhadap produk makanan cepat saji dan semakin modernnya kehidupan masyarakat dengan tingkat mobilitas yang tinggi menuntut serba cepat dan instan turut menjadi faktor timbulnya gaya hidup serba ‘instan’.

Padahal, produk makanan lokal Indonesia dengan segala keanekaragamannya juga mempunyai potensi untuk ikut bersaing pada dunia internasional. Selaras dengan pernyataan pakar kuliner William Wongso yang menyatakan bahwa makanan cita rasa dari Asia Tenggara mempunyai potensi tren dunia selanjutnya dikarenakan cita rasa bumbu rempah yang tidak dimiliki oleh negara Eropa. Hal ini dibuktikan dari sejarah Bangsa dimana penjajahan oleh Belanda dilakukan untuk menguasai hak atas kepemilikan rempah-rempah Indonesia. William Wongso sangat menyayangkan cita rasa rempah Indonesia yang belum banyak dikenal di kancah Internasional

Makanan khas Indonesia masih kurang dikenal sebagai kuliner yang mampu menggoyang lidah dibandingkan makanan khas Vietnam, Jepang, India dan Thailand dan negara-negara lain berskala internasional. Walaupun demikian, peluang usaha masih terbuka lebar bagi kuliner Indonesia, sehingga akan memberikan cita rasa baru dalam kuliner internasional. Willian Tsu mengatakan bahwa kuliner saat ini sudah mendekati titik jenuh, sehingga diperlukan sebuah inovasi baru.

Martabak manis atau yang lebih dikenal dengan terang bulan adalah kudapan sejenis panekuk dengan berbagai macam toping seperti kacang, coklat, keju, pisang dan lain sebagainya.  Saat ini mulai muncul berbagai variasi martabak manis dengan topping nutella, M&M’s, dan berbagai varian selai. Cita rasa legit yang melekat di lidah, ditunjang dengan kemudahan mendapatkan bahan baku dan pembuatannya menjadikan martabak manis semakin dicintai semua kalangan.

Martabak manis merupakan makanan khas dari Bangka, Indonesia. Awalnya martabak manis dibuat oleh warga keturunan Tionghoa (Hakka) dan nama asli dari makanan ini bernama Hok Lo Pan yang berarti Kue untuk Orang Hoklo. Penyebutan martabak manis berbeda-beda disetiap daerah, di daerah Jawa sering disebut Terang Bulan, di daerah Bandung disebut Kue Bandung.

Variasi dari rasa-rasa martabak masa kini.


Hambatan Ekonomi

Membawa franchise atau produk martabak ke sebuah segmen pasar baru dunia internasional tentunya tidak terlepas dari hambatan dan tantangan. Hambatan pertama datang dari perbedaan biaya produksi, industri makanan sangat erat kaitannya dengan alokasi pembelian bahan baku dalam proses produksinya. Harga, kualitas dan jenis bahan baku akan berbeda-beda di setiap negara dimana sebuah bisnis diharuskan beradaptasi dengan kondisi lokal negara tersebut. Secara umum, bahan-bahan untuk produksi martabak manis mudah diperoleh; diantaranya: telur, tepung, mentega atau margarin, ragi dan baking powder. Namun, harga untuk bahan tersebut bisa berbeda pada setiap negara dengan harga yang berlaku di Indonesia. 

Masih terkait perbedaan biaya produksi, perbedaan besar upah karyawan menjadi hambatan kedua untuk mengembangkan bisnis martabak ke luar negeri. Sebagian besar negara yang mempunyai potensi pasar untuk dipenetrasi dan memiliki daya beli besar tentunya memiliki kebijakan tersendiri terkait upah minimum yang ketat dan memungkinkan dengan tingkat yang jauh lebih tinggi dari Indonesia. Hal ini akan meningkatkan biaya operasional secara drastis. Selain ini, akan ada biaya-biaya tambahan untuk sertifikasi dan pelatihan food safety and food handling untuk para pekerja, dimana di Indonesia bukanlah sesuatu hal yang perlu untuk diterapkan. Sertifikasi dan pelatihan seperti yang dicontohkan mampu menghambat sebuah bisnis secara legal juga dan ini akan dibahas di sisi hambatan legal.

Ketiga terkait lokasi bisnis. Dalam hal ini sebuah bisnis memerlukan lokasi, baik melalui pembelian maupun penyewaan aset yang dapat menjadi salah satu biaya produksi terbesar di dalam sebuah bisnis. Di Indonesia sendiri, martabak manis identik dengan makanan yang diperjualbelikan di pinggir jalan ataupun kaki lima, dimana biaya penyewaan lokasi tidak setinggi biaya penyewaan gedung seperti ruko maupun gerai. Khususnya pada negara-negara yang memiliki regulasi terkait standar kebersihan makanan yang ketat akan menuntut makanan diproduksi dengan higienis, teratur dan terjaga mutunya, misalnya aturan dimana proses produksi harus dilakukan di dalam bangunan atau tempat tertutup. Biaya atas penyewaan gedung akan menjadi sebuah pertimbangan besar untuk sebuah bisnis yang ingin menjual martabak manis.


Hambatan Legalitas

Legalitas seperti sertifikasi food safety dan food hygiene juga menjadi sebuah pertimbangan bagi entitas bisnis yang bergerak dalam bidang kuliner dalam melakukan proses produksi makanan. Setiap negara akan memiliki kode standar dan etik yang berbeda-beda, dimana akan ada kemungkinan tata cara atau teknik produksi martabak manis harus diadaptasikan dengan kode standar lokal. 

Food Safety merupakan standar yang sangat penting dan berbeda pada setiap negara. International Featured Standard (IFS) pada tahun 1977-1984 menemukan bahwa di Amerika Serikat, Belanda, dan Kanada banyak terjadi keracunan makanan karena perbedaan jenis makanan, hal ini disebabkan oleh perbedaan pola makanan dari masing-masing negara, sedangkan pada tahun 2001-2003 data menunjukkan bahwa penyebab utama keracunan di Uni Eropa yaitu berasal dari kacang, beberapa jenis ikan, serta buah dan sayuran. Walaupun sudah ada pengembangan dalam pengawasan operasional kerja hal itu tetap saja kerap terjadi. 

Cara paling efektif dan efisien serta mudah untuk direalisasikan dalam rangka meningkatkan standar pengawasan pangan di eropa yaitu dengan menerapkan konsep HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) – suatu pengawasan dan pembinaan kualitas dalam mengelola pangan berdasarkan pencegahan secara preventif. Konsep ini diyakini lebih efektif daripada sistem konvensional yang masih mengandalkan sampling dan pengujian suatu produk di laboratorium. HACCP lebih menekankan pada upaya pencegahan dengan memberi jaminan keamanan produk pangan.

Lebih lanjut, legalitas paling utama yang perlu dipertimbangkan adalah surat legalitas dalam melakukan perdagangan (SIUP) dikarenakan tanpa hak izin yang mutlak dan sempurna, bisnis tersebut akan berada di posisi tidak sah untuk beroperasi dan bisa dijerat secara hukum. Hal ini bukan menjadi tantangan untuk UMKM yang berjualan martabak manis di Indonesia, dikarenakan hak izin usaha untuk pedagang kaki lima tidak diwajibkan. Namun walaupun demikian, kebijakan setiap negara bisa berbeda-beda, pada beberapa negara, proses memperoleh izin usaha bisa memakan proses dan waktu yang panjang.


Hambatan Sosial dan Budaya

Penerimaan sebuah produk baru di pasar baru akan sangat bergantung pada kebudayaan dan lingkungan sosial setempat. Pola kehidupan masyarakat setempat akan membentuk permintaan sebuah produk, termasuk makanan. Dari segi bahan maupun rasa, citarasa martabak manis mampu diterima banyak khalayak, dengan bahan seperti telur, tepung, gula, yang lumrah digunakan pada kudapan manis lainnya seperti pancake, cake, waffle maupun french toast. Namun, martabak manis tidak tergolong dalam makanan sehat, kandungan lemak dan gula di dalamnya sangat tinggi, berasal dari topping diatasnya seperti coklat, keju hingga susu kental manis. Penampilan martabak manis dapat menimbulkan ekspektasi negatif masyarakat yang belum mengenal martabak manis dengan rupanya. Misalnya pada masyarakat Jepang yang erat dengan pola makan sehat.

Walaupun di Indonesia martabak manis dinilai sebagai makanan yang menggiurkan, masyarakat dari berbagai negara lainnya dapat memiliki perspektif lain. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, martabak manis dapat bernilai negatif pada beberapa masyarakat tertentu. Disini, martabak manis harus diadaptasi ke lidah masyarakat lokal negara tujuan, melalui pengurangan kadar gula atau lemak. Tetapi harga yang harus dibayar disini adalah pengapropriasian dan disintegrasi citarasa asli martabak manis.

Hambatan utama terletak pada masalah konseptual konsumen terkait pengetahuan masyarakat mengenai martabak manis, yakni bentuk, rasa, variasi topping hingga bagaimana penyajiannya. Konsumen Indonesia telah paham konsep dan citarasa apa yang diekspektasi dari martabak manis dengan sangat jelas, sebaliknya pada pangsa pasar di negara lain yang merasa ‘asing’ dengan martabak manis. Ini akan menjadi permasalahan tersendiri yang harus dihadapi dalam kegiatan pemasaran dan pengiklanan. Dapat dibayangkan jika terjadi suatu kondisi terburuk dimana martabak manis tidak sama sekali mendekati ekspektasi dari apa yang dibayangkan oleh konsumen target. Untuk itu, cara mudah pemberian konsep martabak manis kepada konsumen baru adalah pemberian nama lain terhadap martabak manis seperti ‘Indonesian Pancake’ atau ‘Indonesian Griddle Cake’ maupun ‘Indonesian Pudding’ untuk pasar seperti Inggris dimana makanan manis atau makanan pencuci mulut umumnya disebut ‘pudding’.

Martabak manis mampu beradaptasi dengan perubahan citarasa yang berubah-ubah seiring dengan waktu. Sumber: Dapurkobe.co.id


Potensi Marketing

Film dokumenter “Street Food” yang dirilis oleh Netflix telah menyebarkan minat penontonnya terhadap masakan pinggir jalan Asia hingga ke seluruh dunia. Masyarakat pada beberapa negara tanpa budaya makanan pinggir jalan turut tertarik belajar tentang makanan yang belum mereka ketahui. Dengan pemanfaatan media sosial yang saat ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan, dan pengaruh influencer dan selebriti dari berbagai negara bertukar konten video, informasi, dan foto-foto hidangan, termasuk martabak manis yang instagramable. Keunikan video dokumentasi terkait proses pembuatan martabak yang relatif singkat turut ‘mengundang’ selera masyarakat. 

Peluang ekspansi industri mikro makanan jalanan ke negara-negara lain masih terbuka lebar. Pengembangan sektor mikro dapat menunjang perencanaan ekonomi dan pengembangan daerah pedesaan serta pusat-pusat kota. Di Afrika dan Asia, rumah tangga perkotaan menghabiskan 15 hingga 50 persen dari anggaran makanan mereka untuk makanan jalanan (Cohen, 1986). Oleh karena itu, tidak hanya negara-negara industri yang dapat mengambil manfaat dari diperkenalkannya Martabak (yang kemungkinan besar akan menjadi produk gaya hidup) tetapi juga negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Manfaat lain dari penyebaran budaya makanan jalanan seperti Martabak ke tempat-tempat di luar Indonesia dapat dinyatakan sebagai (1) penggunaan berkelanjutan produk lokal, (2) peluang kerja, (3) pendapatan yang memadai untuk pedagang, (4) lebih banyak variasi makanan, (5) layanan yang dapat diakses, (6) peningkatan kualitas dengan lisensi dan inspeksi dan (7) pemenuhan kebutuhan sosial. Adapun reaksi turis dari beberapa daerah di Amerika saat mencoba hidangan martabak manis pada video ini.


Solusi Hambatan

Berbagai permasalahan diatas tentunya bukan serta merta tidak memiliki solusi. Permasalahan biaya produksi terkait penyesuaian harga bahan baku dapat dimitigasi dengan mencari sebanyak mungkin informasi pemasok di negara tersebut, karena pasti terdapat ketersediaan bahan baku pada negara tujuan tanpa harus melakukan ekspor bahan baku dari Indonesia. Selanjutnya untuk tenaga kerja lokal negara yang dituju dapat dilakukan pembinaan lebih lanjut dalam proses produksi martabak manis akan lebih murah daripada membawa tenaga kerja dari Indonesia, dengan pertimbangan biaya tempat tinggal, biaya legalitas tenaga kerja, visa, dan izin lainnya.

Penjualan dengan penggunaan food truck dapat meminimalkan proses legalitas dan cost yang dibutuhkan untuk sewa gedung, proses produksi dan gudang yang terpusat dalam 1 tempat dengan sistem penjualan keliling.

Dalam proses produksi, cara paling efektif dan efisien serta mudah untuk direalisasikan untuk meningkatkan standar pengawasan pangan di eropa yaitu dengan menerapkan konsep HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).

Selanjutnya, untuk permasalahan terkait penyesuaian selera pada beberapa negara akan berbeda pada setiap budaya negara tersebut, seperti halnya di Indonesia martabak manis identik dengan rasa coklat kacang, sedangkan untuk masyarakat Amerika misalnya, rata-rata memiliki alergi pada kacang-kacangan sesuai dengan pembahasan sebelumnya, hal ini dapat dimodifikasi dengan melakukan penggantian kacang dengan biskuit atau bahan substitusi lain sebagai toping, karena martabak manis sendiri sangat mudah dikreasikan sesuai selera di negara berbeda.


 “Holland Martabak from Thye Food Court | Maurina Rara | Flickr.” https://www.flickr.com/photos/maurina/5733197569. Accessed 30 Aug. 2019.

 “• Indonesia – average fast food consumption per week 2016 … – Statista.” https://www.statista.com/statistics/561273/indonesia-average-fast-food-consumption-per-week/. Accessed 30 Aug. 2019.

 “Survei MasterCard: Restoran Cepat Saji Masih Favorit … – Swa.” 28 Jan. 2016, https://swa.co.id/swa/trends/business-research/survei-mastercard-restoran-cepat-saji-masih-menjadi-tempat-favorit-bagi-masyarakat-di-indonesia. Accessed 30 Aug. 2019.

 “Kisah Asal Mula Martabak Manis – Femina.” 25 Sep. 2017, https://www.femina.co.id/food-trend/kisah-asal-mula-martabak-manis. Accessed 30 Aug. 2019.

William Wongso: Makanan Indonesia Akan Menjadi Kiblat Kuliner Dunia.” 29 Sep. 2015, https://travel.kompas.com/read/2015/09/29/082100227/William.Wongso.Makanan.Indonesia.Akan.Menjadi.Kiblat.Kuliner.Dunia. Accessed 30 Aug. 2019.

 “5 Referensi Martabak Manis Medan Yang Tebal – Makanmana.” 20 Mar. 2019, https://makanmana.net/2019/03/20/5-martabak-manis-medan-yang-harus-dicoba/. Accessed 30 Aug. 2019.

 “Di The Best of Street Food Fiesta 2019, Wisman Serbu Martabak Manis.” 3 Mar. 2019, https://travel.kompas.com/read/2019/03/03/095256327/di-the-best-of-street-food-fiesta-2019-wisman-serbu-martabak-manis. Accessed 30 Aug. 2019.

 “Martabak 8 Rasa | Resep dari Dapur KOBE.” http://www.dapurkobe.co.id/martabak-8-rasa. Accessed 30 Aug. 2019.


Won Direction: A.M. Anandyanto, G.K. Budiono, M.A. Nikawa, M.R. Noerrahman, M.K. Padriano, S.A. Singgih, K.N. Wiedemann


Like it? Share with your friends!

11
11 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
7
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
5
Win
Won Direction

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format