EKSPOR JAMUR MEMBAWA BERKAH, INI STRATEGINYA!

Jejamuran, Potensi Bisnis Eksotis di Dunia Ekspor


24
24 points

Vegan dan Vegetarian, Tren Positif yang Mendunia

Seiring dengan tren perkembangan zaman, pola makan dan gaya hidup banyak dipengaruhi oleh hal-hal yang berkembang dalam tren global. Contoh dalam gaya hidup sehat, akhir-akhir ini makin marak istilah vegan dan vegetarian. Sebenarnya antara vegan dhttps://tirto.id/vegetarian-yang-kian-populer-btyb
an vegetarian sendiri memiliki arti yang cukup berbeda, vegan merupakan individu atau kelompok yang memilih untuk tidak mengkonsumsi hewan atau turunan dari hewan sama sekali. Sedangkan untuk vegetarian sendiri terkadang masih mengkonsumsi turunan dari produk hewan. Kelompok vegan sama sekali tidak menyantap daging dan produk turunan hewan. Mereka mendapat sumber gizi dari sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, umbi-umbian, dan jamur-jamuran [1]. 

Tidak hanya di Indonesia, tapi juga secara global istilah dan gaya hidup ini semakin popular karena banyak memberikan manfaat kesehatan, baik itu mengurangi kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, resiko penyakit jantung hingga diabetes. Pencarian di internet melalui mesin pencari Google mengenai vegetarian dan veganism melonjak dengan sangat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan pengolahan data di Google Trends, pencarian kata kunci vegan di seluruh dunia dalam setahun terakhir melonjak hingga 32 persen [2]. Bahkan sejumlah ilmuwan telah meprediksi bahwa sebagian besar populasi dunia di tahun 2050 nanti akan menjadi vegetarian [3].


Jamur dan Jejamuran

Bagi para penganut gaya hidup vegan maupun vegetarian tentu saja tidak asing dengan makanan pengganti hewani yaitu Jamur. Jamur selain memiliki banyak jenis yang dapat dikonsumsi, juga dapat diolah dalam berbagi jenis masakan ataupun cemilan. sebut saja hamburger, sebuah produk makanan yang hampir dikenal dan diterima oleh banyak negara termasuk indonesia. Jamur dapat dijadikan sebagai bahan baku daging hamburger yang biasanya terbuat dari daging ayam maupun sapi. Hamburger jamur seharusnya memiliki nutrisi rendah lemak serta memiliki rasa dan tekstur yang mirip dengan hamburger daging. Jamur memiliki potensi untuk dijadikan sebagai substitusi makanan hewani dengan kandungan nutrisinya yang lebih sehat dan harga terjangkau.  Selain itu, Beberapa jamur bahkan dapat dijadikan obat berkhasiat, seperti jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris) dan jamur shiitake (Lentinus edulis) [4]. Kandungan nutrisi dalam jamur seperti protein, serat, vitamin dan mineral memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan, karena itu olahan jamur sangat diminati oleh para vegan dan vegetarian.

Jejamuran, merupakan sebuah resto yang dibuka dan dikelola oleh Pak Ratidjo di daerah Sleman, Yogyakarta. Berawal dari belajar mengenai jamur hingga membuka bisnis penjualan jamur, hingga akhirnya beliau memutuskan untuk membuka resto Jejamuran di tahun 2006. Sesuai dengan nama restonya, tentu saja menu yang ditawarkan menjual baik itu masakan berbahan jamur seperti tongseng jamur, sate jamur, jamur penyet hingga ke cemilan dan bahkan ada yang berupa minuman dari jenis jamur enoki. "Jadi selain dijadikan menu fresh makanan sehari-hari, jamur hasil panen juga kami olah menjadi keripik. Kemudian dibuat menu jamur dalam kaleng. Cara memasaknya cepat. Jadi jamur kaleng ini perlahan tapi pasti jadi bekal wajib buat masyarakat yang hendak menunaikan ibadah Haji atau Umrah. Ada pilihan terbaik selain rendang, yang vegetarian malah sudah jadikan jamur kaleng ini jadi pilihan utama," beber Widioko, Supervisor RM Jejamuran [5].

https://jdfoodiary.blogspot.com/2015/06/culinary-jejamuran-resto.html


Jejamuran – Olahan Jamur Lokal yang Berpotensi Mendunia

Sejalan dengan strategi bisnis yang dikembangkan oleh Jejamuran, tidak hanya menyasar bagi mereka para penyuka jamur, tetapi juga para vegan dan vegetarian, Jejamuran mengeluarkan kemasan khusus versi kalengan untuk jamur masak dan cemilan jamur. Baik untuk jamur masak kalengan dan cemilan tersebut memiliki banyak variasi rasa dan jenis jamur, seperti Jamur Rendang, Jamur Brongkos, Jamur Sambal Goreng, Jamur Sambal Goreng Krecek, Jamur Gulai, Jamur Lodeh dan Jamur Opor untuk jamur kalengan. Harga pun bervariasi mulai dari Rp 24.000 hingga ke Rp 32.500. Sedangkan untuk variasi keripik jamur, variasi lebih pada jenis jamur yang digunakan seperti keripik jamur merang, jamur tiram, jamur kancing hingga jamur kuping.D:ADE - Indomie1. Indomie7. Personal FolderPersonalCollegeMatrikulasiPaper WorkBusiness and ManagementSession 2 - Global Business and EnvironmentSourceJejamuran Keripik.jpghttps://shopee.co.id/ANEKA-JAMUR-KALENG-JEJAMURAN-JOGJA-i.45924091.727393000

Dengan variasi olahan rasa lokal yang cukup dikenal diluar seperti sate dan rendang, serta variasi jenis jamur yang digunakan membuat banyak turis yang bepergian ke Yogyakarta membeli kemasan praktis tersebut. Bagi yang belum pernah pergi ke Yogyakarta ataupun belum sempat mampir ke Jejamuran, beberapa toko online pun menjual Jejamuran versi kemasan praktis tersebut, seperti di Shopee, Bukalapak dan Tokopedia. Biasanya para konsumen menjadikannya sebagai oleh-oleh maupun untuk sebagai makanan siap saji atau Ready to eat pengganti lauk, sebagai teman ngemil bagi dan juga sebagai alternatif makanan bagi para vegan dan vegetarian.


Potensi Jamur Olahan di Negara – Negara Vegan dan Vegetarian

Seiring dengan meningkatnya sektor usaha budidaya jamur yang didorong oleh meningkatnya konsumsi akan sayuran eksotis ini, tentu saja sektor usaha ini harus terus dikembangkan baik dari tingkat lokal bahkan sampai ke tingkat internasional. Tahun 2007 Indonesia masuk ke dalam 5 besar negara eksportir jamur kalengan dengan ekspor sebanyak 18.392 ton, ke negara Jerman, Rusia, USA, Jepang bersama China, Belanda, Spanyol, dan Perancis [6].

Sayangnya, ekspor jamur tersebut masih terbatas pada ekspor jamur dan jamur kalengan yang untuk diolah kembali. Padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan dari sektor usaha tersebut dari para pengusaha kuliner lokal. Salah satu usaha kuliner lokal di industri jamur yang cukup berpotensi untuk mengekspor hasil jamur olahan adalah Jejamuran. Selain untuk memperkenalkan kualitas jamur Indonesia, Jejamuran juga dapat mengenalkan ragam budaya kuliner Indonesia melalui variasi rasa dan olahan yang ditawarkan. Untuk mendorong ekspor hasil jamur olahan ini lebih tepatnya bisa dengan menyasar ke negara-negara yang ramah pada vegan dan vegetarian seperti di Afrika bagian Timur, Thailand, Malaysia ataupun negara-negara Asia Tenggara lainnya. Posisi pertama negara yang ramah vegetarian adalah Seychelles di Afrika bagian Timur. Posisi ke dua jatuh pada Thailand, kemudian Malaysia, dilanjutkan Sao Tome dan Principe (Afrika bagian Tengah), Peru, Singapura, Kamboja, Solomon Islands (negara di Oseania), Inggris, dan Bostwana yang berada di posisi sepuluh besar [7].

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk potensi ekspor jamur olahan dari Jejamuran ini salah satunya adalah masa hidup atau shelf life dari produk dalam kemasan tersebut. Rata-rata jamur yang sudah diolah baik itu masakan jamur dalam kaleng maupun berupa keripik jamur, hanya bisa bertahan selama 6 – 7 bulan setelah masa produksi.


Dukungan untuk Ekspor Si Bisnis Eksotis, Jejamuran

Ekspor, merupakan aktivitas yang memungkinkan suatu badan usaha atau pebisnis apapun bentuknya untuk melakukan perdagangan ke luar negara asal. Dalam hal ini pebisnis tersebut harus mengikuti dan patuh pada aturan, baik dari negara asal maupun negara tujuan ekspor. Beruntungnya, Indonesia sebagai bagian dari negara-negara di ASEAN cukup leluasa untuk melakukan ekspor ke negara-negara ASEAN tersebut, sejalan dengan penambahan pendapatan negara melalui ekspor. Saat ini pemerintah berupaya meningkatkan devisa dengan menggenjot arus Ekspor barang. Prosedur ekspor sebenarnya lebih mudah daripada kegiatan prosedur impor karena saat ini lebih banyak aturan yang mengatur tentang impor daripada tentang ekspor, terutama untuk masalah pembayaran pajak [8]. 

Sejak terbentuknya ASEAN Free Trade Area (AFTA) peraturan, proses dan administrasi dalam melakukan ekspor ke negara-negara ASEAN lebih membantu dalam kelancaran bisnis ekspor. Di saat negara-negara lain memberlakukan peraturan yang cukup rumit bagi para ekspotir. Hambatan non tarif alias non-tariff barriers pengaruhi kinerja ekspor produk makanan dan minuman dalam negeri. Beberapa negara seperti China dan Korea Selatan syaratkan aturan baru bagi produk yang diimpor seperti labeling dan kandungan residu dalam produk [9]. 

Beberapa hal diluncurkan untuk memfasilitasi perdagangan di ASEAN, seperti ASEAN Solutions for Investments, Services, and Trade (ASSIST) untuk menyampaikan keluhan atas Non-Tariff Barriers (NTB), ASEAN Trade Repository (ATR) yang mengkompilasi National Trade Repository berisikan kebijakan dan regulasi AMS terkait perdagangan barang, Tariff Finder yang merupakan mekanisme online untuk mendapatkan informasi terkait preferensi tarif yang masuk dalam skema ATIGA maupun ASEAN+1 Free Trade Agreement (FTA), ASEAN Single Window, sejak 1 Januari 2018, 5 (lima) negara AMS yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam telah melaksanakan Live Operation e-Form D [10].

Tergabung dalam ASEAN, negara-negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura merupakan negara tujuan ekspor utama dari Indonesia. Ekspor ke wilayah Asia Tenggara tersebut merupakan salah satu potensi dari bisnis ekspor jamur olahan dari Jejamuran, selain karena ramah akan para vegan dan vegetarian, juga secara kultur budaya serta jenis kuliner yang kaya akan rempah memberikan keuntungan lain bagi potensi bisnis jamur olahan dalam kaleng dan keripik dari Jejamuran. Tentunya faktor fasilitas perdagangan dan juga peraturan di negara Thailand, Malaysia, dan Singapura juga akan mempengaruhi kinerja ekspor produk tersebut. Berikut merupakan peraturan dan ketentuan umum di beberapa negara ASEAN untuk import makanan dalam kemasan:

SINGAPURA

http://setnas-asean.id/potensi-dan-peluang-bisnis/read/singapura

MALAYSIA

http://setnas-asean.id/potensi-dan-peluang-bisnis/read/malaysia

THAILAND

http://setnas-asean.id/potensi-dan-peluang-bisnis/read/thailand

Walaupun dari ketiga negara tujuan di atas, Thailand menerapkan persyaratan yang lebih ketat dalam labelling, akan tetapi secara acuan perdagangan general lebih dipermudah dibandingkan di luar negara-negara ASEAN. Kemudahan dalam peraturan yang diterapkan serta fasilitas perdagangan yang sudah dibentuk di negara-negara ASEAN tujuan ekspor makanan olahan kalengan dan keripik Jejamuran seperti Malaysia, Singapura dan Thailand tentunya sangat mempengaruhi untuk kelancaran potensi bisnis ekspor Jejamuran ke depannya. Berita baiknya adalah baik dari pemerintah Indonesia dan pemerintah di negara-negara ASEAN sudah mempermudah aksesnya, tinggal keinginan dan eksekusi dari pemilik bisnis Jejamuran dalam melihat potensi bisnis ekspor jamur dalam kemasan ini.


Task Environment Ekspor Jejamuran 

Pada dasarnya, Task Enviroment adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ekspor produk Jejamuran di lingkungan global seperti pemasok, distributor, konsumen, kompetitor [11].


Pemasok

Jejamuran perlu memiliki sistem produksi yang dapat menghasilkan produk dengan harga yang murah. Produk Jejamuran yang diekspor ke luar negeri tentunya akan bersaing dengan produk-produk lokal yang mungkin memiliki harga yang lebih murah. Jejamuran perlu menyasar ke segmentasi konsumen yang teapt sehingga produk tersebut dapat diterima di mancanegara. Contohnya, konsumen vegan atau vegetarian memiliki potensi untuk mengkonsumsi produk Jejamuran. 

Distributor

Pemasaran produk Jejamuran di negara lain perlu melibatkan berbagai retailer lokal di negara tujuan ekspor.  Kerjasama ini bertujuan agar Jejamuran dapat mengurangi biaya pemasaran yang diperlukan untuk memperkenalkan produknya terhadap target konsumen luar. Retailer internasional seperti Seven-Eleven misalnya, dapat dijadikan sebagai salah satu mitra distributor di berbagai negara luar. 

Konsumen

Jejamuran perlu memperhatikan selera konsumen di negara tujuan ekspor. Ada banyak variabel yang mempengaruhi selera konsumen seperti makanan pokok misalnya. Konsumen di negara-negara Asia Tenggara cenderung mengkonsumsi produk seperti mie, nasi yang disantap dengan lauk, masakan yang kaya akan citarasa dan rempah, sedangkan konsumen di negara-negara Barat cenderung lebih mengkonsumsi produk seperti roti, burger dan pasta sebagai makanan pokok mereka. Dengan demikian, produk Jejamuran dapat di sesuaikan untuk menjadi makanan pelengkap yang cocok dengan makanan pokok masing-masing konsumen.

Kompetitor

Produk Jejamuran perlu mewaspadai bahwa dengan semakin terbukanya lingkungan global, maka produk dari berbagai negara lain juga dapat dengan mudah menjadi pesaing produk Jejamuran. Dengan memiliki segmentasi target konsumen yang tepat, maka secara produk dan brand proposition yang cukup kuat. Sebagai contoh, jamur bumbu rendang atau jamur bumbu gudeg memiliki rasa dan aroma rempah-rempah asli Indonesia. Oleh sebab itu, jenis produk ini tidak mudah diimitasi oleh perusahaan makanan dari negara pengekspor lain atau negara tujuan ekspor itu sendiri.




Kontributor:

  1. Andrea Rio Iskandar

  2. Felicia Stefanie

  3. Giri Mulyadi

  4. Rohmat Agung Jaya Kumara


Daftar Pustaka

  1. https://travel.kompas.com/read/2018/03/07/141700427/vegan-dan-vegetarian-itu-berbeda--

  2. https://tirto.id/vegetarian-yang-kian-populer-btyb

  3. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2002253/penduduk-dunia-akan-jadi-vegetarian-pada-2050

  4. https://www.fimela.com/beauty-health/read/3708652/jamur-sayuran-pengganti-daging-andalan-vegetarian

  5. https://www.saibumi.com/artikel-75905-jejamuran-berawal-dari-budidaya-menjadi-kuliner-pecinta-jamur-di-sleman.html

  6. https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/agri-usaha/7346-Usaha-Aneka-Jamur-Konsumsi-Ternyata-Berpeluang-Ekspor

  7. https://travel.kompas.com/read/2017/10/22/090300127/daftar-negara-yang-ramah-terhadap-pelancong-vegetarian

  8. http://hsh.co.id/prosedur-dan-tata-cara-ekspor/

  9. https://industri.kontan.co.id/news/ekspor-makanan-minuman-dihadang-aturan-non-tarif

  10. http://setnas-asean.id/pilar-ekonomi

  11. PPT sesi 2. Business in borderless World. 


Like it? Share with your friends!

24
24 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
7
Fun
Genius Genius
8
Genius
Love Love
12
Love
OMG OMG
10
OMG
Win Win
13
Win
I AM BATMAN

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format