Ini yang Harus Dilakukan Uber, Jika Bangkit Kembali di Indonesia


8
8 points

Uber salah satu start-up penyedia transportasi berbasis aplikasi online yang didirikan sejak sepuluh tahun lalu di Amerika Serikat. Berjaya di negara asal start-up  ini didirikan, Uber kemudian memperluas pasarnya dengan membuka cabang di Asia Tenggara dan salah satunya negara yang dimasuki adalah Indonesia. Uber diresmikan di Indonesia tahun 2014 dengan layanan UberBLACK. Uber sempat menuai kontroversi dengan pemerintah karena dianggap tidak memiliki badan hukum dan menghindari pajak. Namun, kontroversi ini akhirnya usai setelah pihak Uber memenuhi persyarataan yang diminta pemerintah. Uber yang termasuk sebagai transportasi online pertama yang datang di Indonesia seharusnya mampu menarik lebih banyak pelanggan, tetapi keadaannya terancam setelah Grab dan Go-Jek muncul di Indonesia. Grab dan Go-Jek adalah start-up yang memiliki kesamaan dengan Uber sebagai penyedia transportasi berbasis aplikasi online, tetapi mereka menggunakan kendaraan motor roda dua sebagai transportasi utama. Kedua start-up ini sangat cepat berkembang dan beradaptasi di Indonesia. Puncaknya di tahun 2018, Uber diakuisisi oleh Grab.

Apa yang menyebabkan Uber Bangkrut?

Semua layanan Uber menggunakan alat transportasi mobil, baik itu layanan UberBlacK maupun UberX, yang membedakan kedua layanan adalah tarif UberX lebih murah daripada UberBLACK. Walaupun pihak Uber mengaku tarif yang ditawarkan oleh kedua layanan tersebut jauh lebih murah daripada taksi konvensional, layanan yang ditawarkan oleh Grab dan Go-Jek tetap jauh lebih murah karena menggunakan kendaraan roda dua, atau sering disebut juga ojek online. Selain itu, Uber menggunakan sistem kredit pada pembayaran layanannya. Padahal Indonesia termasuk negara berkembang yang mayoritas masyarakatnya masih banyak yang berekonomi menengah ke bawah. Hal ini berpengaruh pada akses kredit ke perbankan. Hanya berkisar sepuluh persen masyarakat Indonesia yang memiliki akses kredit ke perbankan. Jumlah pengguna kartu kredit di Indonesia pun tak kalah sedikit yaitu hanya setengah dari jumlah masyarakat yang memiliki akses.[i] 

Kedua masalah ini dapat ditinjau lebih jauh menggunakan lingkungan pemasaran. Lingkungan pemasaran meliputi pelaku dan kekuatan diluar aspek pemasaran yang mempengaruhi manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang sukses dengan konsumen. Lingkungan pemasaran terdiri dari lingkungan mikro dan makro (microenvironment and macroenvironment). Lingkungan mikro (microenvironment) terdiri dari pelaku terdekat perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggannya. Lingkungan makro (macroenvironment) terdiri dari kekuatan sosial yang lebih besar yang mempengaruhi lingkungan mikro.Lingkungan mikro terdiri dari perusahaan itu sendiri, pemasok, perantara pemasaran, pesaing, masyarakat dan pelanggan.

Berbentuk apapun jenis perusahaannya, manajer di setiap departemen harus saling bekerja sama untuk mencapai visi dan misi perusahaan, tidak terkecuali manajer pemasaran. Masing-masing departemen memiliki informasi yang dibutukan manajer pemasaran dalam menentukan keputusan yang terbaik. Informasi tersebut dapat membantu dalam memberikan kepuasan dan nilai kepada pelanggan sehingga pelanggan diharapkan akan tetap menggunakan produk atau jasa perusahaan. Jika dikaitkan dengan masalah Uber, Departemen Riset dan Pengembangan terlambat dalam mencari dan memberi informasi kepada departemen pemasaran. Hal ini dibuktikan dari terlambatnya pihak Uber yang menyadari masyarakat Indonesia lebih menyukai kendaraan bermotor roda dua dibandingkan kendaraan roda empat. Akibatnya, Uber terlambat meluncurkan uberMOTOR di tahun 2016 bukan di tahun 2014, awal masuknya Uber ke Indonesia.[ii]

Dalam lingkungan makro (macroenvironment) perusahaan bisa dipengaruhi oleh kondisi demografi, ekonomi, natural, teknologi, politik, dan juga kultur budaya. Demografi adalah suatu faktor yang terkait dengan kondisi masyarakat dilihat berdasarkan umur, gender, pekerjaan dan lainnya. Uber menyasar pasar Indonesia karena Indonesia khususnya di kota besar memiliki penduduk yang sangat banyak dan layanan transportasi merupakan suatu bisnis yang sangat dibutuhkan. Uber telah menangkap peluang ini dengan menyediakan transpotasi kendaraan mobil yang dapat dipesan kapan saja. Namun, hal itu tidak cukup. Kota besar yang padat penduduk menimbulkan kemacetan. Pengguna membutuhkan layanan transportasi yang cepat untuk sampai ke tujuan. Mobil memang menyediakan transportasi pagi pengguna, tetapi mobil bukan merupakan kendaraan yang cepat di tengah kemacetan. 

Kondisi ekonomi merupakan kondisi yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan juga pola pengeluaran. Uber hadir di saat masyarakat Indonesia mengalami pertumbuhan terhadap pengeluaran. Peningkatan pada pengeluaran per kapita dapat diartikan standar hidup masyarakat ikut membaik.

sumber: databoks.katada.co.id

Grafik di atas menunjukan terjadi peningkatan pengeluaran pada tahun  2010 sampai dengan 2018. [iii] Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya peningkatan pengeluaran per kapita masyarakat ini adalah gaya hidup. Posisi pertama pengeluaran masyakarakat di restoran dan hotel, kemudian transportasi dan komunikasi, dan posisi ketiga adalah makanan dan minuman. [iv]

Uber yang hadir ke pasar Indonesia dengan layanan berbasis aplikasi memudahkan para pengguna dalam bepergian sekaligus mendapatkan layanan serupa taksi konvensional dengan harga yang lebih murah. Uber berusaha mengambil peluang dari adanya peningkatan pengeluaran masyarakat dalam hal transportasi. Pengeluaran tetinggi ketiga setelah transpotasi adalah makanan dan minuman. Uber kembali terlambat menyadari potensi ini hingga pada tahun 2018, tahun diakusisi Uber oleh Grab, Uber tidak menyediakan jasa layanan pengantaran makanan dan minuman, dan peluang ini diambil oleh pesaing Uber. 

Faktor natural merupakan faktor yang mengaitkan kegiatan suatu perusahaan dan dampaknya terhadap lingkungan disekitarnya. Uber memiliki suatu tujuan untuk membuat udara lebih baik dengan cara memberikan tambahan pilihan layanan transportasi umum yang dapat digunakan oleh banyak orang. Dengan adanya layanan UberPOOL, diharapkan para pengguna kendaraan pribadi bisa berkurang sehingga kondisi udara bisa sedikit lebih baik. Uber menekankan sustainability, yaitulebih banyak berbagi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Dalam konteks ini uber beranggapan bahwa dengan sistem layanan transportasi yang memungkinkan satu driver dapat mengangkut banyak penumpang di berbagai waktu dapat mengurangi polusi udara sehingga udara bisa lebih bersih lagi.

Faktor Teknologi merupakan faktor yang menghasilkan teknologi baru dimana juga dapat membuat produk yang baru dan menghasilkan peluang bisnis yang baru juga. Layanan yang ditawarkan oleh uber ini semua bisa digunakan menggunakan layanan digital. Para pengguna bisa mengakses aplikasi Uber dari smartphone nya dan dapat dengan mudah mencari dan mendapatkan layanan yang diinginkan. Uber juga menggunakan iklan sebagai media dalam mempromosikan layanannya dimana dalam iklan tersebut diperlihatkan bahwa layanan uber dapat memudahkan pengguna pergi dari satu tempat ke tempat yang lain. Pengguna Uber mayoritas berumur sekitar 25-34 tahun. Dengan rentang usia tersebut, Uber bisa memiliki sasaran pasar yang jelas untuk menjalankan bisnisnya yaitu Generasi Y. Generasi Y telah dimanjakan dengan perkembangan teknologi. Teknologi yang memberikan kenyaman yang lebih, maka dapat dilirik lebih banyak dibandingkan yang lain. Aplikasi yang dibuat Uber memudahkan pengguna berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus memiliki alat transportasi. Hal ini sangat cocok dengan kaum millenial yang suka melakukan sharing economy, yaitu menggunakan suatu sumber daya secara bersama-sama. 

Unsur Politik juga menjadi salah satu faktor dari macroenvironment dimana urusan politik juga menyangkut masalah mengenai peraturan (Undang-Undang) dan lembaga pemerintah. Pada saat pertama kali uber beroperasi di Indonesia, Uber menuai kecaman karena dianggap tidak berbadan hukum dan dianggap juga menghindari pajak. Oleh karena itu uber akhirnya menuruti peraturan pemerintah Indonesia dan mendapatkan izin untuk beroperasi. 

Faktor terakhir adalah faktor kultur dan budaya, suatu keadaan yang dapat mempengaruh nilai dasar, preferensi dan juga kebiasaan masyarakat. Uber masuk ke Indonesia dan hadir di tiga puluh kota yang tersebar di tujuh pulau. Uber memasuki pasar tersebut dengan harapan bahwa layanan uber bisa menjangkau semua pengguna di seluruh Indonesia. Uber juga berharap dengan hadirnya mereka sebagai satu alternatif transportasi, tendensi masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi bisa berkurang. Dengan itu Uber juga membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat di kota tersebut sehingga tingkat ekonomi dari warga masyarakat bisa meningkat. Hadirnya Uber pun juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di kota kota besar. 

Seberapa kuat Uber melawan Go-Jek dan Grab?

Kekalahan yang terjadi antara Uber dengan pesaing (Grab dan Gojek) menimbulkan banyak pertanyaan, salah satunya seberapa kekuatan Uber melawan kedua pesaing terberatnya tersebut.

Dilihat dari grafik hasil dari analisis digital, data pengguna aplikasi per Desember 2017 Go-Jek memiliki 9,7 juta pengunjung aplikasi. Sementara, Grab memiliki 9,6 juta pengguna aplikasi. Angka ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pengguna Uber yang hanya sebesar dua juta saja. Dari analisis tersebut juga dibahas, 4,2 juta orang dari total pengguna saling menggunakan aplikasi Grab maupun Go-Jek. Selain itu, pengguna Uber ternyata juga menggunakan Go-Jek dan Grab dengan persentase 49,1 persen dan 65,7 persen. Jika data ini diterjemahkan menjadi sebuah kalimat, pengguna uber sebagian besar juga mengunduh aplikasi Go-jek dan Grab secara bersamaan. 

Usia pengguna masing-masing aplikasi, Grab didominasi oleh pengguna berumur 25-43 tahun meskipun pengunjungnya paling banyak berusia 35 tahun keatas. Untuk Go-Jek, penggunanya mayoritas berusia 25-34 tahun. Uber juga sama seperti kedua aplikasi sebelumnya, paling banyak digunakan oleh pengguna 25-34 tahun. Memang, sarana transportasi berbasis aplikasi mobile didominasi oleh generasi millennial 25-35 tahun.[iv]

Strategi baru yang dilakukan Uber jika kembali ke Indonesia

Dari penjelasan konsep lingkungan pemasaran diatas terdapat poin-poin penting yang harus ditangani oleh Uber diantaranya yaitu memperhatikan lingkungan budaya (cultural environment) yang berbeda dengan lingkungan budaya asal Uber, Amerika Utara. Jika Uber kembali ke Indonesia, Uber perlu melakukan rombakan besar pada strategi bisnisnya, agar dapat bersaing kembali di Indonesia. Di Indonesia sendiri, menggunakan taksi sebagai alat bepergian termasuk budaya bagi masyarakat golongan menegah ke atas di Indonesia. Pada umumnya masyarakat menggunakan kendaraan umum dan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil. Kendaraan umum yang lebih sering digunakan adalah angkot, bus, ojek, dan becak, sedangkan taksi pada umumnya hanya populer di kota-kota besar saja.

Jika Uber memperhatikan lingkungan pemasaran macroenvironment, sebenarnya masih banyak celah yang dapat dimasuki oleh Uber. Di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam dan banyak pengguna sarana transportasi wanita lebih menyukai driver wanita pula. Bagi sebagian penumpang wanita yang beragama Islam, mendapat driver yang sesama wanita merupakan kepuasan karena di dalam ajaran agama tidak diperbolehkan berdekatan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Terlebih lagi saat ini banyak kasus pelecehan terhadap penumpang wanita. Misalnya, ada penumpang wanita yang dikirimi foto-foto porno oleh driver lalu ada penumpang wanita lain yang diancam akan disantet, dan perlakuan yang tidak menyenangkan lainnya. Hal tersebut bisa menjadi celah untuk Uber dalam mengeluarkan jasa transportasi yang lebih aman dari Go-Jek dan Grab. Uber bisa menyediakan jasa yang memudahkan penumpang memilih driver berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. 

Untuk sistem pembayaran, Uber dapat membuat uang digital seperti halnya dengan Go-Pay milik Go-Jek dan OVO daripada menyediakan jasa kartu kredit. Sistem uang digital dapat memudahkan penumpang saat mereka tidak memiliki uang cash serta tidak perlu repot membawa dompet. Layanan tersebut bisa menawarkan tarif yang lebih murah daripada menggunakan uang cash. Uang digital tersebut dapat digunakan untuk melakukan transaksi lain seperti memesan tiket bioskop, membeli makanan di restoran, dan lain sebagainya.

Meskipun pasar transportasi Indonesia masih dikuasai oleh Go-Jek dan Grab, Uber masih bisa masuk Indonesia dengan peningkatan mutu dan standar yang lebih terjaga dibanding para pesaingnya. Misalnya dengan pengecekan ulang driver setiap setahun sekali, atau evaluasi terhadap driver yang melanggar kode etik. Meskipun pada awal perekrutan driver telah dilakukan pengecekan, tetapi pada saat beroperasi terkadang melanggar standar aturan yang berlaku. 

Aplikasi Uber bisa dibuat lebih ringan agar pengguna dapat mengunduh walaupun dengan kapasitas penyimpanan yang terbatas. Aplikasi Uber yang lebih ringan menjadi kelebihan dari aplikasi pesaing yang lebih berat dan memerlukan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Salah satu cara agar aplikasi Uber lebih ringan adalah dengan menghilangkan elemen-elemen yang kurang penting yang dapat melencengkan tujuan utama dari aplikasi tersebut.

[i] “Mayoritas Masyarakat Indonesia Masih Susah Mendapatkan Kartu Kredit”. Kompas. Januari 17, 2019. Diakses pada Agustus 29, 2019.

[ii] “Uber Motor datang, Go-Car bertindak”. Tribun. April 20, 2016. Diakses pada Agustus 29, 2019.

[iii] “Pengeluaran Per Kapita Masyarakat 2018 naik 37% menjadi Rp 11 juta/tahun”. Databoks Katadata. April 6,2019. Diakses pada Agustus 30, 2019.

[iv] “ Gaya Hidup Memimpin Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga.” Databoks Katadata. November 7, 2019. Diakses pada Agustus 30, 2019.

[v] “Go-Jek, Grab, dan Uber, Orang Indonesia Paling Sering Pakai Apa?”. Liputan 6. Februari 15, 2018. Diakses pada Agustus 30, 2019.

Author :

Rahmat Hidayat 

Indra Bagus K 

Amalia Wikandari

Fahrian Ghiffari


Like it? Share with your friends!

8
8 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
6
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
5
Win
OVERACHIEVERS

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format