Mutiara Hitam Di Dusun Jengglik

Mengubah salak menjadi mutiara dari dusun Jengglik yang tertinggal.


12
12 points

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam. Masing-masing daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, kenyataannya potensi ini belum dimanfaatkan dengan optimal, khususnya melalui pengembangan daerah. Padahal pengembangan melalui daerah diharapkan dapat membantu dalam meringankan beban pemerintah pusat dalam mencapai target pembangunan. Hal ini dikarenakan sebuah desa memiliki otonomi dalam mengatur dan mengembangkan daerahnya sendiri. Jumlah daerah atau desa tertinggal di Indonesia tidak sedikit, BPS (2019) menyatakan bahwa setidaknya terdapat 14.461 desa tertinggal di Indonesia. Daerah tertinggal merupakan daerah yang relatif kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lainnya dalam skala nasional dan berpenduduk relatif tertinggal (Bappenas, 2016).Pada Peraturan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No.3 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penentuan Indikator Daerah Tertinggal secara Nasional, suatu daerah dikatakan merupakan daerah tertinggal berdasar kriteria: a.) Perekonomian Daerah; b.) Sumber daya manusia; c.) Sarana dan prasarana; d.) Kemampuan keuangan daerah; e.) Aksesibilitas; dan f.) Karakteristik Daerah.

Pengembangan suatu daerah dapat dilakukan melalui berbagai program terkait dengan potensi pada masing-masing wilayah. Salah satunya dengan pengembangan dalam bidang pariwisata. Pemberdayaan pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui aspek ekonomi, sosial, budaya maupun lingkungan. Salah satu daerah dengan potensi pengembangan bidang pariwisata adalah Jawa Tengah.

Jawa Tengah merupakan salah satu Provinsi di Indonesia memiliki keindahan alam, sehingga melalui hal tersebut banyak destinasi wisata yang dapat dikembangkan di Jawa Tengah. Misalnya Gunung Merapi, salah satu gunung paling aktif di Indonesia, bahkan di dunia. Lereng gunung ini memiliki pemandangan alam yang eksotis, keindahan alam gunung yang terletak dalam wilayah administrasi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini sudah dikenal hingga ke mancanegara. Wilayah hutan sekitarnya ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak 2004. Walaupun demikian, ternyata terdapat kebun salak yang terletak di bawah lereng Gunung Merapi yang belum banyak diketahui orang, tepatnya di Dusun Jengglik, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.


Desa Ngablak

Desa Ngablak memiliki luas wilayah sekitar 361.866 HA. Sementara Dusun Jengglik adalah salah satu dari 7 dusun pada Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang dan merupakan salah satu dusun tertinggi yang terletak di lereng Gunung Merapi yang berada di bagian paling utara dari Desa Ngablak. Sisi timur Dusun Jengglik berbatasan langsung dengan Sungai Batang, sisi barat berbatasan langsung dengan Sungai Putih, sementara sisi selatan berbatasan langsung dengan Dusun Srikaton.

Lokasi desa yang terletak di bawah lereng gunung membuat desa ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan membuka destinasi wisata untuk camping, outbound, tracking ataupun touring dengan konsep alam yang menawan bagi masyarakat sekitar dan mengundang wisatawan dari berbagai daerah lain. Jalur transportasi Dusun Jengglik sudah tergolong baik juga turut mendukung potensi yang ada pada desa ini, walaupun ada beberapa daerah yang jalannya masih berupa jalan setapak. Selain ditunjang dari letak geografisnya, desa ini juga memiliki tradisi yang dapat menarik minat para wisatawan, misalnya tradisi “lutungan” yang diadakan untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia, dan tradisi “menggono” yang diadakan pada hari besar Ied/ Idul Adha.

Pengembangan kawasan wisata desa tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk desa.

Namun, hal ini masih terhambat oleh beberapa hal. Yang pertama, lokasi desa ini yang terletak di bawah lereng Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunung paling aktif di dunia. Sehingga, rentan terhadap bencana erupsi gunung merapi. Hingga tahun 2018, jumlah erupsi Gunung Merapi mencapai hingga lebih dari 100 kali. Status waspada terpanjang sejarah Gunung Merapi terjadi pada tahun 2018, pada tahun tersebut pula terjadi erupsi Freatik, dengan mengeluarkan abu vulkanik, pasir serta material piroklatik.

Kedua, pengembangan suatu daerah tentunya tidak terlepas dari dukungan pemberdayaan sumber daya manusia daerah itu sendiri. Kurangnya inisiatif dari warga desa terhadap pengembangan bidang pariwisata disebabkan karena para warga sudah merasa bahwa bekerja di kebun salak sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Selain itu mayoritas penduduk dusun Jengglik yang merupakan petani salak memiliki latar belakang pendidikan rata-rata lulusan Sekolah Dasar sehingga gagap teknologi adalah salah satu barrier yang mereka miliki dalam mengembangkan dan pemasaran potensi daerahnya.

Secara garis besar wilayah Dusun Jengglik diperuntukan sebagai lahan pertanian serta sebagian besar lahannya digunakan untuk perkebunan salak sehingga mayoritas penduduk desa memanfaatkan lahan tersebut sebagai mata pencaharian. Lahan budidaya salak yang cukup luas merupakan milik perorangan. Kebun salak tersebut dapat menjadi sebuah potensi bagi Desa Ngablak guna pengembangan daerahnya. Misalnya dengan membuka destinasi wisata “desa salak” dengan menyajikan berbagai inovasi baru olahan buah salak, seperti kopi biji salak.


Produksi Kopi Biji Salak dan Teh Kulit Salak

                                                   

Buah salak memiliki nilai yang sangat mungkin untuk di kembangkan menjadi produk baru, daging salak bisa diolah menjadi asinan, manisan, keripik, kue, dan lain sebagainya. Namun, inovasi pengolahan dengan menggunakan daging salak masih kurang gila untuk diterapkan pada generasi millenial. Selama ini, pengetahuan masyarakat terhadap kopi adalah minuman yang berasal dari biji kopi yang disangrai light, medium maupun dark. Kebanyakan dari orang menyebutnya kopi hitam. Namun, saat ini sudah banyak minuman kopi yang bukan berasal dari biji kopi yaitu kopi biji salak. Biji buah salak bisa disulap menjadi bubuk kopi yang sangat nikmat dengan rasa yang cukup unik. Mungkin bagi sebagian orang kopi dari biji salak memiliki citarasa yang berbeda dari kopi pada umumnya. Buah salak yang memiliki kulit sedikit berduri dan juga terdapat biji yang cukup besar di dalamnya bisa dimanfaatkan sebagai minuman penghilang penat. Untuk mendapatkan kopi dari biji salak dapat dilakukan dengan memilih biji salak tua, kemudian dicuci dan dijemur dibawah sinar matahari hingga satu minggu. Kemudian biji salak tersebut akan disangrai hingga berwarna hitam pekat. Setelah itu dilakukan proses penumbukan dan penyaringan untuk mendapatkan bubuk kopi salak yang halus. Kopi biji salak siap dinikmati.

Selain biji salak, kulit salak juga dapat diolah menjadi produk minuman teh. Proses pembuatannya sangatlah mudah dan bahan yang dibutuhkan juga sedikit, adapun cara membuatnya dilakukan dengan merebus kulit salak dengan air secukupnya, kemudian air dari proses perebusan tersebut yang akan dijadikan sebagai minuman teh.

                                           

Teh dari kulit salak memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia, diantaranya untuk penyakit Diabetes, Ambeien, dan juga untuk obat Sembelit.

Bisnis kopi biji salak dan teh salak dapat dikembangkan dengan pemanfaatan sumber daya manusia yang berada di Dusun Jengglik tersebut. Cara yang paling tepat untuk mengembangkan bisnis berbasis pengembangan desa ini adalah dengan membentuk koperasi kewirausahaan. Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan kekeluargaan. Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.

Selain itu, dalam Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Lantas anggota koperasi bisa memanfaatkan sosial media seperti facebook, twitter dan lainnya sebagai sarana pemasaran, dan juga melakukan endorse beberapa public figure dan influencers untuk membuat produk olahan desa dikenal masyarakat luas.


Organisasi Bisnis di Dusun Jengglik

Struktur organisasi bisnis yang paling optimal untuk fase awal bisnis Dusun Jengglik adalah koperasi yang terdiri dari unit-unit usaha yang lebih kecil, bertanggung jawab untuk setiap sisi produksi. Seperti penjagaan dan produksi buah salak akan dipegang oleh satu unit, memproses buah salak menjadi keripik salak bisa dijadikan satu unit yang juga kemudian bertanggung jawab untuk mengumpulkan biji salak untuk dialihkan ke unit produksi kopi biji salak, kemudian diakhiri dengan grup yang mengolah kulit salak menjadi teh kulit salak. Contoh dari struktur organisasi yang bisa digunakan adalah seperti berikut.

                                               

Koperasi adalah sebuah bisnis yang mengutamakan masyarakat, dimana sebuah koperasi bukanlah didorong oleh nilai keuntungan semata, namun sesuai dengan visi dari International Cooperative Alliance (ICA), koperasi adalah sebuah bisnis yang bertujuan membangun kemakmuran masyarakat dan memberi lahan pekerjaan. Hal ini sangat penting untuk sebuah area atau daerah yang tertinggal, sebelum bisnis di daerah tersebut berpotensi untuk di ekspansi ke struktur yang lebih lebar dengan permodalan yang lebih besar. Di sebuah koperasi, setiap individu di dalam rantai nilai produksi adalah seorang stakeholder koperasi tersebut dimana dari petani salak hingga penjual kopi salak mempunyai tanggung jawab untuk kemajuan koperasi ini. Seiring dengan tanggung jawab setiap individu yang menjalani usaha terkait salak di dusun ini, pengelolaan koperasi ini akan berbasis demokrasi, dimana setiap pihak di dalam koperasi ini mempunyai suara dan hak untuk menyampaikan masukan mereka tentang koperasi ini. 

Nilai-nilai utama yang harus diutarakan ketika Koperasi Dusun Jengglik dibentuk adalah demokrasi di dalam koperasi tersebut, keanggotaan koperasi adalah sukarela dan terbuka, otonomi dan kebebasan setiap anggota koperasi tersebut dan pengembangan anggota koperasi tersebut melalui pendidikan dan pelatihan. Hal-hal ini adalah nilai prinsip atau identitas sebuah koperasi yang sangat penting menurut ICA. Mengulas pernyataan tentang pembangunan masyarakat Dusun Jengglik melalui pendidikan dan pelatihan, hal ini akan sangat dipermudahkan ketika adanya koperasi, dimana pendapatan harus dikembalikan kepada semua anggota koperasi, melalui jalur finansial maupun melalui pelatihan untuk para anggota yang dibiayai melalui pendapatan koperasi. Koperasi dapat bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian untuk mengadakan pelatihan terkait produksi hasil salak, atau dengan Kementerian Pertanian untuk membantu para petani salak mengoptimalisasi produksi salak mereka. 

Mensejahterakan sebuah dusun yang tertinggal harus menjadi objektif utama koperasi ini. Dengan sistem koperasi, semua penduduk dusun yang ikut serta di dalam koperasi akan menerima bagi hasil dari pendapatan koperasi. Dengan meningkatkan pendapatan penduduk Dusun Jengglik, dengan secara langsung kondisi dusun akan membaik karena penduduk akan mampu meningkatkan pengeluaran untuk hal seperti pembangunan rumah, kendaraan dan pendidikan anak-anak di Dusun Jengglik. 

Juga sangat penting untuk usaha-usaha di era Industri 4.0 sekarang untuk memiliki lapak digital. Dengan adanya lapak online seperti Tokopedia dan Bukalapak, Koperasi Dusun Jengglik dapat memasarkan produk-produk mereka ke seantero Indonesia dan mencakup lebih banyak konsumen.

Objektif di fase awal ini adalah untuk mengangkat potensi di dusun ini dan juga meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat setempat. Namun, ketika potensi semakin meningkat dan bisnis di dusun ini semakin menguntungkan, akan makin banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti perlunya meningkatkan modal untuk pertumbuhan bisnis di dusun ini. Peningkatan modal bisa dilakukan dengan permodalan dari individu perorangan maupun perusahaan dari luar Dusun Jengglik. Hal ini sangat memungkinkan ketika koperasi di dusun ini terlihat sangat menguntungkan dan mendapat lirikan dari investor-investor yang melihat potensi Dusun Jengglik. 

Pada fase seterusnya, koperasi Dusun Jengglik bisa berevolusi menjadi PT. Jengglik. Dimana PT. Jengglik merupakan sebuah perseroan terbatas yang bisa mendapatkan modal dari investor yang dimana investor akan memiliki sebagian saham. Anggota dari koperasi sebelumnya juga akan diberikan saham dari perusahaan ini, dimana anggota masih akan bisa menikmati bagian dari pendapatan usaha ini melalui dividen. Anggota-anggota yang berada di posisi aktif juga bisa menerima gaji secara langsung dari perusahaan. Ketika Koperasi Dusun Jengglik berubah menjadi PT. Jengglik, struktur organisasi usaha akan juga berubah, contoh seperti berikut.

                                         

Dengan modal yang lebih besar dan badan usaha yang lebih terstruktur untuk peningkatan keuntungan. Peningkatan keuntungan memerlukan modal. Modal digunakan untuk pengembangan produk-produk baru yang sebelumnya tidak bisa diproduksi karena keterbatasan mesin atau kapital maupun inovasi dari sisi pertanian. Dengan berevolusi menjadi sebuah perseroan terbatas, Koperasi Dusun Jengglik mampu meningkatkan modal melalui penjualan saham secara publik maupun tertutup. 

Seiring dengan pengembangan usaha, PT. Jengglik juga mampu membangun desa-desa disekitarnya, dengan memberi suntikan dana untuk pembangunan unit-unit usaha dan menjual hasil produksi dari desa-desa tersebut. Dibantu oleh permodalan yang lebih tetap dan berukuran besar, PT. Jengglik juga mampu melakukan ekspansi ke sisi retail, dengan melakukan penjualan secara langsung di gerai-gerai maupun toko di kota-kota seluruh Indonesia. Selain retail, PT. Jengglik juga mempunyai potensi untuk sebuah sistem franchising kafe kopi salak dan olahan salak.

Inovasi bisnis demikian terinspirasi dari PT Ketiara Coffee Gayo yang berlokasi di Jln. Raya Umang Kampung Umang No.76, Sadong Juru Mudi, Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh 24552. Sebuah bisnis produksi kopi organik yang telah tersertifikasi oleh Control Union dan juga Fairtrade International (FLO). Bisnis ini awalnya dimulai dari sebuah koperasi bernama KETIARA yang didirikan pada tahun 2009 dengan anggota awal sejumlah 38 orang. Koperasi Ketiara bergerak dibidang pengolahan dan jual beli kopi Arabika dari Gayo, dan jenis kopi lainnya. Koperasi ini semakin berkembang dengan bergabung dalam gerakan Fair Trade, dan memutuskan untuk menata ulang organisasi ini secara keseluruhan yaitu menjadi 100% organisasi petani kecil dengan jumlah anggota yang pada saat ini hampir 1000 orang.

Awalnya Ibu Rahmah, sang perintis inovasi tersebut hanya sebagai penjual kecil-kecilan yaitu membeli beberapa kilo kopi dalam bentuk cherry dan diproses secara manual yang kemudian dijual ke beberapa pedagang yang ada di daerah sekitarnya. Saat ini produksi kopi mampu menjual sekitar 70 ton kopi per bulannya.

Tidak hanya berkembang di ranah nasional, bisnis ini kini melebarkan sayapnya hingga ke dunia internasional. PT. Ketiara bahkan menjadi supplier bagi beberapa pedagang dan eksportir untuk produk kopi hijau (green bean) mereka. Pangsa pasarnya tersebar di beberapa negara, diantaranya Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Australia, Arab Saudi, Asia dan negara-negara lainnya dengan rata-rata harga dollar atas kopi kontrak yaitu US$ 7,16.

Peningkatan volume produksi dan penjualan turut menggairahkan perekonomian warga, khususnya petani kopi sendiri, karena pendirian koperasi ini dimaksudkan oleh Rahmah untuk mengeksplor potensi daerah dan pemberdayaan petani kopi khususnya kaum hawa.


http://www.agroindustri.id/kopi-biji-salak-inovasi-minuman-berkhasiat/

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4336391/masih-ada-14000-desa-tertinggal-di-ri

https://www.voaindonesia.com/a/satu-tahun-status-waspada-merapi/4929274.html

http://www.agrobisnisinfo.com/2015/07/cara-membuat-biji-salak-menjadi-serbuk.html

https://radarpekalongan.co.id/18565/manfaat-rebusan-kulit-salak-bagi-kesehatan/

https://www.ica.coop/en/cooperatives/what-is-a-cooperative

http://ketiaracoffee.com/


Won Direction
  • A. Anandyanto
  • G. Budiono
  • M. Nikawa
  • M. Noerrahman
  • M. Padriano
  • S. Singgih
  • K. Wiedemann

Like it? Share with your friends!

12
12 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
10
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
6
Win
Won Direction

One Comment

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format