PULAU PISANG: BRING THE HIDDEN PARADISE ON!

Berlayar dari Pantai Labuhan Jukung menuju Pulau Pisang, anda akan mendapatkan keseruan berlayar ditemani Ikan Lumba-Lumba laiknya Pantai Lovina di Pulau Dewata. . .


19
19 points

STRATEGI MEMBANGUN INTEGRASI EKOSISTEM PARIWISATA DI LOKASI TERPENCIL, TERTINGGAL DAN TERLUAR DI DESA PALING BARAT PROVINSI LAMPUNG

Desa tertinggal menurut pengertian adalah desa definitif yang berdasarkan hasil pengukuran masih di bawah rata-rata ukuran yang ditetapkan oleh pemerintah, penentuan dan penetapan desa tertinggal diukur dalam tiga indikator utama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi (1).Berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 126 Tahun 2017 tentang Penetapan Desa Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, terdapat 17.000 desa dengan status perkembangan yang berdasarkan nilai indeksnya Berkembang dan Tertinggal yang menjadi program Desa Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi(2).

Pembangunan desa tertinggal tentunya diharapkan bisa sustainable dan going concern, dimana tidak hanya berhenti sampai pembangunan fisik sarana dan infrastruktur. Tindakan lebih lanjut dibutuhkan meskipun Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan Prioritas Sasaran Pembangunan Desa di desa-desa tertinggal, dimana pembangunan terbesar di lokasi-lokasi tersebut diarahkan kepada pembangunan fisik infrastruktur.

Penggelontoran dana ±1Milyar per desa yang diharapkan menjadi mulplier effect untuk percepatan pembangunan desa tertinggal akan percuma dan sulit berjalan jika tidak dibarengi dengan dukungan perencanaan yang matang serta manajemen keuangan dan pembangunan yang baik. Lebih dari itu,dibutuhkan juga pembangunan dari sektor lain yang akan menopang desa tersebut sehingga bisa menggerakan roda perekonomian yang pada akhirnya melepaskan ketergantungan dari bantuan pemerintah pusat dan daerah.

Pulau Pisang: Permata di Barat Lampung yang Tertinggal

Gambar 1 Keindahan Pulau Pisang (Sumber)

Beberapa desa yang masih menyandang status Desa Tertinggal salah satunya berada di Pulau Pisang. Pulau Pisang merupakan sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Provinsi Lampung, tepatnya di Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat,Provinsi Lampung. Secara umum pulau ini terletak ±20 KM dari Ibukota Kabupaten Pesisir Barat (Krui) dan ±330 KM dari Ibukota Provinsi Lampung (Bandar Lampung).Pulau Pisang terdiri dari 6 Pekon, Pekon adalah kata yang lazim disebut penduduk sekitar untuk menyebut sebuah desa. 6 Pekon di Pulau Pisang tersebut adalah, Pekon Pasar; Labuhan; Bandar Dalam; Pekon Lok; Sukadana dan Sukamarga(3).

Pulau Pisang adalah Pulau dengan pemandangan magis yang belum terolah, sehingga membuat lokasi tersebut layaknya Permata yang belum diasah. Potensi wisata berupa pemandangan alam yang indah, pasir putih yang membentang di sepanjang mata memandang, hingga deburan ombak dari Samudera Hindia menjadikan Pulau Pisang sangat cocok menjadi destinasi wisata alam hingga menjadi area surfing bagi surfer mancanegara. Ditambah jika anda berkesempatan di pagi hari menaiki perahu nelayan dari Pantai Labuhan Jukung menuju Pulau Pisang, anda akan mendapatkan keseruan berlayar ditemani Ikan Lumba-Lumba laiknya Pantai Lovina di Pulau Dewata.

Gambar 2. Hamparan Pasir Putih di Pulau Pisang (Sumber)

Secara geografis letak Pulau Pisang terletak di Samudera Hindia, sebelah Barat Daya dari Kota Krui. Meski masih berada di Pulau Sumatera, letaknya yang terpisah dari Provinsi Lampung membuat Pulau Pisang berada dalam remote area, dimana untuk menuju ke lokasi tersebut hanya bisa ditempuh dengan menggunakan perahu nelayan, baik dari pantai Labuhan Jukung Krui maupun dari daerah Kecamatan Tembakak. Berdasarkan pengalaman pribadi, waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke sana dari Pantai Labuhan Jukung dengan Kapal Nelayan adalah ±1-1,5 jam perjalanan laut. Akses menuju Pulau Pisang akan bertambah sulit jika kita menuju atau keluar pulau tersebut pada saat musim hujan atau badai, dimana Pulau Pisang bisa menjadi lokasi terisolir pada saat tersebut.

Letaknya yang berada di remote area, membuat Pulau Pisang sulit untuk berkembang, berdasarkan data pada Kepmendes PDTT Nomor 126 Tahun 2017 tentang Penetapan Desa Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, terdapat 3 desa yang berada di Pulau Pisang yang tergolong Desa Tertinggal sebagai berikut:

Sumber:  Kepmendes PDTT Nomor 126 Tahun 2017

Sarana dan Infrastruktur di Pulau Pisang juga masih jauh dari kata cukup untuk disebut memadai. Selain listrik yang secara resmi baru masuk ke Pulau Pisang pada April 2019(4), tidak terdapat fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian sehingga Pulau Pisang masih bergantung dengan dukungan dari luar pulau.

Sumber: Kecamatan Pulau Pisang Dalam Angka 2018: BPS Lampung Barat

Tidak adanya sarana perekonomian di Desa-Desa Kecamatan Pulau Pisang semakin membuatnya tertinggal dibandingkan desa-desa lainnya. Padahal jika mampu dikelola dengan baik. Pulau Pisang bisa berpotensi menjadi salah satu pundi-pundi pendapatan daerah yang cukup besar dari sektor Pariwisata. Jika anda mengamati gambar-gambar di atas, tentu merupakan suatu ironi jika lokasi desa-desa di Pulau Pisang menjadi Desa Tertinggal, sementara di satu sisi memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan sehingga berimplikasi pada peningkatan Pendapatan Asli Desa di Kabupaten Pesisi Barat, dan berujung pada peningkatan kesejahteraan warga di lokasi tersebut.

Gambar 3. Keindahan Garis Pantai Pulau Pisang

Sumber: https://piknikasik.com/pulau-pisang-lampung-surga-tersembunyi-di-ujung-timur-pulau-sumatera

Bandingkan potensi Sektor Pariwisata yang sebenarnya bisa dikembangkan dengan tabel berikut yang menunjukan upaya pengembangan pariwisata di lokasi tersebut berdasarkan ketersediaan sarana dan prasarana sektor pariwisata. Menurut laporan BPS Kabupaten Pesisir Barat tahun 2018, sampai dengan diterbitkannya laporan tersebut, pembangunan sektor pariwisata belum terlihat dikembangkan dengan serius baik oleh pemerintah maupun sektor swasta.

Sumber:  Kecamatan Pulau Pisang Dalam Angka 2018: BPS Lampung Barat

Secara umum, pembangunan desa menuai banyak dilema dalam pelaksanaannya, sebagai berikut:

  1. Dari sisi kebijakan pemerintah, peraturan teknis terkait dana desa yang diterbitkan oleh pemerintah belum koheren dan sinkron dengan aturan yang diterbitkan oleh kementerian-kementerian teknis sehingga kerap mempersulit daerah dalam menaati aturan dan mengimplementasikan aturan tersebut. 
  2. Perangkat desa yang fungsinya adalah sebagai motor penggerak, terkuras energinya untuk melayani administrasi dana desa(10).
  3. Masih adanya penyimpangan dalam penggunaan dana desa. 

Ketiga hal diatas disebabkan beberapa faktor. Kapasitas dan kapabilitas Aparatur Perangkat Desa dalam pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa masih lemah dan aspek pengawasan dana desa dari pihak Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPDES) masih karut-marut(11). Pola pikir masyarakat daerah pedalaman juga masih terbilang konvensional, sehingga pengembangan infrastruktur juga harus diimbangi dengan berkembangnya pola pikir masyarakat. 

Belum lagi masalah pembagian ganti rugi terhadap pembangunan yang dilakukan oleh investor, apakah sesuai atau tidaknya ganti rugi yang diberikan dengan aset yang mereka punya karena selama ini kebanyakan investor memberikan ganti rugi yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Pemberdayaan masyarakat desa terkadang belum maksimal, seringkali masyarakat desa hanya menjadi “tukang sapu” di desanya sendiri akibat kurangnya peningkatan kualitas dalam masyarakat itu sendiri. 

Di sisi lain, pembangunan desa juga sudah menuai banyak pujian. Terciptanya pembangunan infrastruktur mulai dari listrik yang masuk ke desa, jalan beraspal, jembatan penyeberangan dan lain sebagainya memudahkan akses penduduk desa dalam meningkatkan perekonomian. Dana desa berkontribusi bagi pembangunan fasilitas umum (jembatan, jalan, lapangan olahraga, balai pertemuan, dan pasar).Selain itu, dana desa juga telah turut membangun sarana prasarana penunjang kualitas hidup masyarakat desa melalui pembangunan 959.569 unit sarana air bersih, 240.587 unit Mandi Cuci Kakus (MCK), 9.692 unit Polindes, 50.854 unit PAUD, 24.820 unit Posyandu, serta drainase sebanyak 29.557.922 jaringan. Adanya program dana desa juga menurunkan angka kemiskinan dalam masyarakat, penurunan angka stunting dari 37 persen menjadi 30 persen, peningkatan pendapatan per kapita hampir 50 persen, pembukaan lapangan kerja melalui program Padat Karya Tunai (PKT), BUMDes, desa wisata, angka pengangguran di desa turun daripada di kota dan Gini ratio di desa terus meningkat(9).

Dengan adanya pembangunan desa juga dapat membuat desa tersebut dikenal lewat potensi terbesar yang dimiliki desa tersebut seperti sektor pariwisata, dapat membuat desa tersebut terkenal hingga mancanegara karena keindahan alamnya. Modernisasi juga terbangun dalam suatu desa yang dilakukan pembangunan karena masyarakat pun akan sering berkomunikasi dengan para pengunjung sehingga terciptalah pola pikir yang modern dalam masyarakat, sehingga pembangunan infrastruktur juga disertai dengan berkembangnya pola pikir masyarakat. 

Gambar 4. Keindahan Pulau Pisang dari atas

Pembangunan Desa Tertinggal tentunya diharapkan dapat berlangsung secara sustainable dan going concern. Untuk itu, diperlukan dukungan Sarana dan prasarana infrastruktur bersama dengan system management yang baik. Sektor Pariwisata menjadi sektor yang paling menggoda untuk dikembangkan sehingga dapat meningkatkan status desa di Pulau Pisang dari Desa Tertinggal menjadi Desa Berkembang bahkan Desa Maju. Kerjasama antar desa dengan mengusung dan memaksimalkan setiap potensi pariwisata yang ada desa-desa di Pulau Pisang pun harus dikelola dan di-manage sehingga mampu menghasilkan daya tarik pariwisata bagi wisatawan sekaligus tetap menjaga kualitas lingkungan wisata. Diperlukan dukungan dari pemerintah daerah dan desa-desa sekitar untuk menggenjot promosi dan mempermudah akses dari dan menuju pulau pisang dengan cara melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan dan Dinas Kelautan Perikanan setempat. Dengan adanya system managemenyang terintegrasi, didukung sarana dan prasarana yang terintegrasi serta komprehensif, harapan akan kemajuan desa dan pembentukan ekosistem pariwisata yang unggul di daerah tersebut dapat dicapai dengan segera.

Dalam mencapai target level kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Pulau Pisang, terdapat beberapa jenis model bisnis yang dapat dikembangkan. Menurut Ferrel, O.C. dkk dalam buku Business: A Changing World, menyatakan bahwa terdapat 5 jenis model kepemilikan bisnis yang dapat dipilih oleh Desa Pulau Pisang. Kelima model bisnis tersebut adalah:

  1. Sole Proprietorship; dimana bisnis dimiliki dan dijalankan oleh perseorangan 
  2. Partnership; dimana bisnis dijalankan oleh dua orang atau lebih sehingga kedua belah pihak bekerja sama untuk menjalankan suatu bisnis dan bertanggung jawab atas kewajiban dan manajemen bisnis tersebut.
  3. Corporation; Suatu entitas yang dibentuk dimana aset dan kewajibannya terpisah dari pemiliknya.
  4. S Corporation; seperti korporasi, tetapi memiliki keuntungan dari segi perpajakan dimana perpajakannya dikenakan seperti Partnership, dan
  5. Limited Liability Company. Model bisnis dimana kewajibannya terbatas dan perpajakannya seperti Partnership tetapi terdapat lebih sedikit batasan kepada pemegang sahamnya.

Desa Pulau Pisang membutuhkan bantuan dari segi penambahan kapasitas dan kapabilitas manajemen pengelolaan potensi pariwisata Desa Pulau Pisang tanpa mengurangi manfaat yang akan diperoleh oleh Desa Pulau Pisang itu sendiri. Dari beberapa model bisnis yang diatas, dapat ditentukan bahwa model bisnis dengan bentuk Partnership dapat dikatakan paling cocok bagi Desa Pulau Pisang. Kerja sama dengan entrepreneur kreatif, atau dengan menggandeng Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan dan Dinas Kelautan Perikanan pada kabupaten setempat dapat membantu memaksimalkan potensi desa dan sektor-sektor pariwisata unggulan yang ada.

Entrepreneur yang kompeten dibidangnya diharapkan dapat membantu terealisasinya kemajuan level Desa Pulau Pisang dan kesejahteraan masyarakat Desa Pulau Pisang. Entreprenur seperti Chairul Tanjung yang mempunyai perusahaan Trans Corp yang memiliki banyak resort dan hotel serta banyak membangun tempat pariwisata menjadi salah satu Entrepreneur yang dinilai layak untuk menyumbangkan dana, ide dan pikirannya kepada industri pariwisata Desa Pulau Pisang. Chairul Tanjung adalah pengusaha asli Indonesia yang lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni tahun 1962. Pria berusia 57 tahun ini dikenal luas sebagai pendiri sekaligus pemimpin CT Corp yang sebelumnya bernama Para Group(14).

Gambar 5. Chairul Tanjung

Trans Corp diharapkan  dapat menjadikan Pulau Pisang sebagai tempat pariwisata yang "dipandang" oleh turis lokal dan mancanegara, dan membuka mata dunia bahwa ada banyak sekali opsi pariwisata yang menarik di Indonesia, tidak hanya pulau dewata saja, pulau pisang pun menjanjikan keindahan alam indonesia dengan keeksotikan pantainya.

Gambar 6. Trans Luxury Hotel

Kiprah Trans Corp dalam membangun Resort-Resort dan hotel di tempat pariwisata diharapkan dapat membantu perekonomian Pulau Pisang dan daerah sekitarnya agar menjadi tempat pariwisata yang menarik dan diharapkan semakin banyak para investor atau entrepreneur pariwisata di Indonesia yang mau ikut serta dalam mengembangkan pariwisata di pulau pisang ini dan membantu mensejahterakan para warganya serta memiliki penghasilan yang lebih baik dari sektor pariwisata, serta mempunyai dampak positif bagi pembangunan desa.

Menurut Ferrel, O.C. dkk dalam buku Business: A Changing World, keuntungan memilih model bisnis berupa Partnership ini salah satunya adalah terdapat combined knowledge and skills. Entrepreneur seperti CT tentu telah memiliki tim yang berpengalaman dalam bidang marketing, accounting dan jasa. Hal ini akan memudahkan dalam menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri karena marketing yang berpengalaman tentu mengetahui kebutuhan pasar, terutama pasar pada industri pariwisata. Hal ini juga akan memberikan transfer of knowledge terkait manajemen dan pemasaran kepada masyarakat desa dalam mengelola dan mempromosikan potensi Desa Pulau Pisang yang ada.

Salah satu success story desa yang berhasil mengubah Desa tertinggal menjadi produktif dari sektor pariwisata adalah BUMDes Tirta Mandiri di Dusun Umbul, Desa Ponggok, Klaten. Sempat menjadi desa tertinggal dan masuk dalam program Inpres Desa Tertinggal (IDT), BUMDes ini menjadi pembicaraan dimana-mana hingga dari level RT/RW hingga presiden. Didirikan pada tahun 2009, BUMDes ini menunjukkan perkembangan yang fantastis. Pada tahun 2012, BUMDes ini mencetak pendapatan kotor sebesar Rp150juta dan pada 2017 melonjak hingga Rp15Milyar. Desa yang awalnya mayoritas penduduknya adalah masyarakat dibawah garis kemiskinan ini pun perlahan mulai meningkat taraf hidupnya.

Salah satu wisata instagramable desa ponggok

Wisata air Desa Ponggok menjadi atraksi utama para wisatawan, mereka berhasil memanfaatkan dan mengolah potensi kekayaan alam yang dimilikinya. Di tempat ini, wisatawan bisa melakukan snorkling dan berfoto dengan aneka gaya. Pengunjung yang tidak memiliki kamera underwater tidak perlu galau, karena ada jasa penyewaan kamera underwater dengan fotografernya. Ada pula penyewaan alat dan properti untuk foto. Ada paket foto prewedding, paket diving, dan paket power dive(walker).Berkat BUMDes Tirta Mandiri, kini Desa Ponggok menjadi Makmur dan mandiri serta menjadi tempat studi berbagai institusi yang ingin melihat secara langsung praktik membangun desa terjadi(15).

Pengembangkan sektor Pariwisata di Pulau Pisang model Partnership dengan instansi terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan dan Dinas Kelautan Perikanan juga memberikan banyak keuntungan. Masyarakat Desa Pulau Pisang bisa memperoleh pendapatan melalui penjualan hasil alam dan jasa seperti misalnya penjualan cinderamata khas Pulau Pisang, Seafood khas Pulau Pisang, maupun jasa tour guide, sedangkan Dinas Pariwisata dapat membantu dari segi marketing, Dinas Perhubungan dan Kelautan Perikanan dari segi transportasi dari dan ke Pulau Pisang. Ide ini bisa mengintegrasi berbagai pihak untuk mengurangi kesenjangan sosial, sekaligus memberikan kemampuan kepada desa untuk mengangkat perekonomian masyarakat sekitar, memberi nilai edukasi dan sosial dan membantu pencapaian target dan misi dari instansi terkait.

Adapun jenis bisnis pariwisata yang bisa dikelola di Pulau Pisang berupa : 

  • Kerajinan/ Cinderamata Tenun Tapis

Tenun Tapis merupakan kerajinan khas pulau pisang yang memiliki berbagai motif  dengan turunan produknya seperti  selendang, dompet  dan tas. Kisaran harga kerajinan tersebut sekitar 200 ribu -2 juta. Inovasi kerajinan tangan  yang terjangkau dan tak lepas dari  khas budaya pulau pisang, dapat menjadi peluang usaha yang tepat bagi masyarakat lokal. 

  • Kuliner

Dekat dengan laut, merupakan keuntungan bagi penyediaan hasil alam berupa seafood segar yang berlimpah. Hal ini memberikan daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang jarang mencicipi bahan makanan segar. Berbagai jenis ikan, gurita, lobster hingga makanan lokal seperti Seruit, Pisro, keripik pisang, Serbat Kweni, durian kopi luwak dan lain lain merupakan modal yang lebih dari cukup untuk menjadi produk unggulan masyarakat Desa Pulau Pisang.

  • Pariwisata

Dimodali dengan pemandangan laut yang indah dan kearifan lokalnya, potensi pariwisata pada pulau ini dinilai sangat layak dan menarik bagi turis. Namun, kurang gencarnya promosi, keterbatasan fasilitas dan belum terbentuknya fasilitas pendukung di berbagai spot wisata menjadi faktor mengapa pulau ini jarang dikunjungi oleh wisatawan. Kerjasama dengan entrepreneur seperti Chairul Tanjung atau dengan instansi pemda, dapat membantu memberikan pemahaman bagi masyarakat mengenai bagaimana mengelola potensi wisata, dan pemilihan program wisata unggulan dengan kondisi alam yang dimiliki Desa Pulau Pisang. Dari kerjasama itu dapat memuncul ide–ide usaha sampingan bagi masyarakat Desa Pulau Pisang seperti penyewaan alat snorkelling, peralatan diving atau boat, kursus diving, maupun sebagai penyedia jasa seperti lokal travel agent, local tour guide atau local heritage spot.

  • Penginapan

Potensi  usaha penginapan  biasanya diikuti dengan perkembangan wisata pada target lokasi. Dimana pulau pisang sendiri dengan keindahan alamnya menjadi “bonus” modal  masyarakat untuk membangun penginapandengan gaya khas budaya penduduk lokal, memberikan ketertarikan sendiri bagi wisatawan.

J IF YOU FAIL TO PLAN, YOU ARE PLANNING TO FAIL J

DAFTAR PUSTAKA

  1. https://ditjenpdt.kemendesa.go.id/view/detil/46/membangun-kawasan-3t-membangun-beranda-indonesia. Diakses  4 September 2019
  2. Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia No 126 Tahun 2017 tentang Penetapan Desa Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
  3. https://pesisirbaratkab.go.id/kabupaten-pesisir-barat/desa-pekon-dan-kelurahan?highlight=WyJwdWxhdSIsInBpc2FuZyIsInB1bGF1IHBpc2FuZyJd. Diakses 4 September 2019
  4. https://lampungpost.id/lampung/pulau-pisang-dialiri-listrik-pln/.Diakses 4 September 2019
  5. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Barat; Kecamatan Pulau Pisang dalam Angka 2018; Katalog 1102001.1813030;
  6. https://www.backpackerlampung.com/backpacker-lampung-tips-menuju-pulau-pisang-lampung-barat/ Diakses 4 September 2019
  7. http://www.sigerblogger.com/2018/12/paket-open-trip-ke-pulau-pisang-lampung.html. Diakses 4 September 2019
  8. https://piknikasik.com/pulau-pisang-lampung-surga-tersembunyi-di-ujung-timur-pulau-sumatera Diakses  4 September 2019
  9. https://nasional.kompas.com/read/2019/02/26/17333511/total-dana-desa-2019-2024-rp-400-triliun?page=all. Diakses 4 September 2019
  10. https://cpps.ugm.ac.id/dana-desa-pemerintah-harus-jaga-tren-perubahan-positif-desa/ Diakses 4 September 2019
  11. http://library.uinsby.ac.id/?p=2809 Diakses 4 September 2019
  12. Ferrel, O.C. dkk. 2016. Business :  A Changing World. New York: Mc Graw Hill Education.
  13. http://www.berkuliah.com/2014/12/profil-tokoh-indonesia-chairul-tanjung-si-anak-singkong.html Diakses 4 September 2019
  14. https://jenishotel.info/menginap-di-the-trans-luxury-hotel-studio-bandung Diakses 4 September 2019
  15. https://swa.co.id/swa/trends/bumdes-tirta-mandiri-menembus-batas Diakses 4 September 2019
  16. https://deddyhuang.com/pesona-pulau-pisang/. Diakses 4 September 2019
  17. https://www.adventurose.com/2017/04/pulau-pisang-lampung.html Diakses 4 September 2019

CONTRIBUTOR :

  1. FADEL KHALIF MUHAMMAD; 
  2. TOGA PERDANA;
  3. CHITRA ANNISA RAHMANINGTYAS; 
  4. ADITYA JOKO PAMBAYUN;
  5. BRIGITTA TITA GILDANIA; 
  6. VELLA WANI NUZHA; 
  7. RIZZA DWI NUSITA


Like it? Share with your friends!

19
19 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
17
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
8
Win
Goaldigger

3 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format