Belajar Agama, Kini Aman atau Rawan?

Masyarakat kini dapat dengan mudah memiliki channel televisi sendiri hanya bermodalkan paket data internet.


1
1 point

Beberapa  bulan yang lalu banyak masyarakat yang membicarakan tentang konspirasi dari masjid bersimbol illuminati di Jawa Barat. Masjid tersebut adalah Masjid Al-Safar yang  berada di rest area KM 88 Tol Cipularang dan Masjid Al-Irsyad di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Masjid ini menjadi banyak dibicarakan setelah video  cuplikan ceramah dari Ustadz Rahmat Baequni viral di masyarakat.  Video dengan judul “ Viral Masjid Yang di Arsitektur Ridwan Kamil Penuh dengan Simbol Iluminati (Dajjal)” telah menarik perhatian masyarakat dan ditonton lebih dari 54 ribu viewers .

Video dengan durasi sepuluh menit empat puluh empat detik ini menampilkan tentang cuplikan ceramah  Ustadz Rahmat Baequni di Yogyakarta. Dalam cuplikan ini Ustadz Rahmat membahas tentang banyaknya simbol-simbol illuminati yang tersebar di masyarakat, bahkan saat ini simbol-simbol tersebut telah masuk ke masjid-masjid melalui desain arsitekturnya.  Contohnya pada Masjid Al-Irsyad dan Masjid Al-Safar yang dianggapnya memiliki desain seperti simbol illuminati.

 Mengapa Ustadz Rahmat Baequni berpendapat demikian karena pada desain Masjid Al-Safar terdapat satu lingkaran di tengah kiblat masjid yang dibingkai dengan bentuk menyerupai segitiga . Sedangkan  Masjid Al-Irsyad memiliki desain kubik dengan lingkaran satu ditengah kiblatnya  dan apabila dibalik akan membentuk simbol segitiga dengan satu lingkaran di tengahnya, seperti simbol illuminati. Kedua masjid ini menjadi semakin banyak diperbincangkan oleh masyarakat, terlebih ketika diketahui bahwasannya arsitek di balik dua masjid tersebut adalah salah satu tokoh tersohor di negeri ini yakni Ridwan Kamil yang merupakan Gubernur Jawa Barat.

Video yang viral tentu bukanlah tanpa alasan. Masyarakat Indonesia masih cenderung menyukai hal-hal yang berbau konspirasi. Terlebih ketika mengaitkannya dengan citra seorang tokoh public. Dapat dipastikan hal tersebut akan viral. Selain itu, video ini menyangkut hal-hal yang menyangkut agama khususnya agama islam mengingat agama adalah bagian yang tak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia. 

Berbeda halnya dengan konten kajian biasa, yang didalamnya tidak ada konspirasi seperti dalam video yang diunggah ke youtube oleh channel Najwa Shihab yang berjudul “Islam yang Disalahpahami l Shihab & Shihab” 

Video tersebut berisi kajian oleh Quraish Shihab yang membahas tentang agama Islam yang masih disalah pahami oleh masyarakat. Meskipun unggahan ini memiliki viewers lebih banyak dari unggahan yang viral tadi, namun video ini tidak banyak diperbincangkan oleh masyarakat.

ANALISIS KUANTITATIF

Elemen dalam Video

 

Element of surpirse

ada

Topik terkini

ada

Ilustrasi dan gambar menarik

ada

Menyudutkan seseorang/kelompok

ada

Ilustrasi gambar bergerak

ada

Alur cerita

ada

Interaktif

ada

Tabu dan kontroversial

ada

Tidak biasa (anti mainstream)

ada

Judul dan Thumbnail yang menarik

ada

Tabel 1.1. Elemen-elemen dalam video Masjid Simbol Illuminati

 

Elemen dalam Video

 

Element of surpirse

tidak ada

Topik terkini

ada

Ilustrasi dan gambar menarik

tidak ada

Menyudutkan seseorang/kelompok

tidak ada

Ilustrasi gambar bergerak

tidak ada

Alur cerita

ada

Interaktif

ada

Tabu dan kontroversial

tidak ada

Tidak biasa (anti mainstream)

tidak ada

Judul dan Thumbnail yang menarik

ada

Tabel 1.2. Elemen-elemen dalam video Islam yang Disalahpahami

Dari analisis kuantitaif diatas, ada beberapa elemen-elemen yang terdapat dalam konten yang viral yang tidak terdapat di konten yang lain. Pertama adalah element of surprise. Surprise dalam bahasa indonesia mempunyi arti yaitu kejutan. Kejutan dapat terjadi akibat seseorang mendapatkan sesuatu yng secara tiba-tiba atau tidak terpikirkan sebelumnya. Dalam video Masjid Simbol Illuminati ini, orang terkejut dengan pernyataan sebuah masjid yang mempunyai simbol illuminati yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Selain itu, illustrasi dan gambar adalah salah satu elemen penting. Menurut penelitian, denga penambahan gambar yang menarik terlebih bila gambar tersebut adalah gambar yang bewarna dan eye catching. Hal ini dapat meningkatkan ketertarikan dan menarik perhatian orang terhadap konten tersebut.

Lalu ada elemen menyudutkan. Elemen menyudutkan ini dapat membuat orang penasaran dan ingin tahu apa isi konten ini yang dapat menyudutkan seseorang atau kelompok.

Terakhir adalah elemen yang tidak biasa (anti mainstream). Menurut Theory of Influence, orang akan lebih menginginkan seusatu yang langka atau tidak biasa. Dari teori tersebut. Dapat dimengerti bahwa sesuatu yang tabu dan kontroversial dapat viral karena hal tersebut adalah sesuatu yang langka atau tidak biasa

Suatu hal yang trending memiliki hal yang dapat menjadikan sesuatu tersebut menjadi trending atau viral. Salah satu komponennya adalah sistem informasi pemasaran yang digunakan di dalamnya. Awalnya dimulai dengan mengumpulkan informasi-informasi yang ada lalu dikembangkan dan disesuaikan dengan konten dan juga kondisi yang terjadi pada saat itu sehingga dapat memudahkan sesuatu tersebut dapat menjadi viral. Dalam sistem informasi pemasaran, ada beberapa hal yang menjadi dasarnya. Yang pertama yaitu internal database. Internal database adalah data bisnis yang dikumpulkan melalui jaringan-jaringan dalam suatu perusahaan itu sendiri.

Berdasarkan video kajian tentang masjid yang memiliki lambang “illumati” di dalamnya, internal databasenya yaitu pengetahuan dan latarbelakang dari penceramahnya, Ust. Rahmat Baequni. Pengetahuan dan latar belakang dari penceramah membentuk kepribadian dan pola pikir dari penceramah itu sendiri sehingga memungkinkan bagi penceramah untuk mengadakan kajian terkait hal tersebut.

Kemudian hal fundamental yang kedua adalah marketing intelligence, yaitu sebuah strategi dari perusahaan untuk memperoleh informasi  dengan pengumpulan data dan analisis pasar yang sesuai dengan keadaan pasar saat ini. Jika ditinjau dari video kajian tentang masjid yang memiliki lambang “illumati” di dalamnya, strategi yang digunakan memanfaatkan keadaan sosial yang ada di Indonesia. Pada saat video tersebut viral, keadaan di Indonesia sedang tidak stabil dalam hal keagamaan. Beberapa insiden mengenai hal itu seperti aksi demo 212 sampai hebohnya HTI. Sehingga saat muncul kajian semacam itu, termasuk video kajian tentang masjid yang memiliki lambang “illumati” di dalamnya, mendapat perhatian lebih dari masyarakat Indonesia sehingga sangat mudah untuk menjadi viral.

Janggalnya, para pembuat konten yang memberikan video yang memiliki efek buruk justru mendapat respon tinggi dari masyarakat. Tidak baik, tapi tinggi. Video mengenai teori konspirasi masjid dan illuminati tiba-tiba saja sudah menjalar, cepat dan sukar dihentikan. Berbanding terbalik dengan video Shihab dan Shihab, responnya kebanyakan positif, walaupun banyak yang menonton tapi tidak banyak dibicarakan orang. Penyebarannya lambat. Perbedaan yang signifikan ini menunjukkan bahwa konten dapat dikatakan viral ketika ia banyak dibicarakan orang, sesuatu yang kontroversial yang mengundang tanya. Sementara konten berbobot tapi biasa saja lebih sulit untuk viral. Para pembuat konten yang menduduki jajaran teratas trending pasti paham betul mengenai riset pasar yang menjadi target penonton mereka.

Masyarakat kini dapat dengan mudah memiliki channel televisi sendiri hanya bermodalkan paket data internet. Para perusahaan pencipta aplikasi online berusaha memenuhi hasrat konsumen mereka untuk memenangkan persaingan. Keinginan pasar Indonesia mudah ditebak. Asal terkenal, sudah afdal. Di Indonesia, banyak dikenal oleh orang dapat membuka banyak sekali peluang dan hubungan. Aplikasi telah dilengkapi fitur-fitur mirip seperti yang dimiliki oleh perusahaan channel televisi. Setiap akun bisa melihat data kuantitatif pasarnya sendiri. Data-data ini meliputi pada jam berapa unggahan video paling tepat agar ditonton oleh banyak penonton, rentan umur berapa orang-orang yang menonton video, bagaimana engagement dengan penonton atau seberapa banyak video mendapat respon, berapa banyak orang yang telah menonton video tersebut, gender penonton, dan masih banyak lagi. Informasi-informasi ini dikumpulkan menjadi riset pemasaran online dan menjadi data sekunder. Dalam video “viral” Masjid yang diarsitektur Ridwan Kamil Penuh dengan Illuminati (Dajjal) ditonton 54.182 penonton dengan like sebanyak 579 akun, sementara Shihab dan Shihab episode Islam yang Disalahpahami ditonton sebanyak 120.375 kali dengan like sebanyak 5.800 orang. Data primer bisa didapatkan melalui kontak dari konsumen dan pembuat konten.

Tim Penulis:

Head Hunters (Nurul Chasanah C, Vika Asri Amanda, Muhammad Hafidz Ramadhan, Aditya Prasetya)

Referensi: 

  1. https://www.youtube.com/watch?v=MLlqH1esQH0
  2. https://www.kompasiana.com/mata_usaha/59d3262d0f64db3d407201b2/marketing-intellegence

  3. https://www.youtube.com/watch?v=jV4z6Cd00lw


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
wehunthead

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format