Social Experiment: Wadah Pembelajaran yang Berpotensi Disalahartikan


1
1 point

Di era digital ini, penggunaan internet sudah menjadi bagian dalam kegiatan sehari-hari. Dimulai dari belajar, bersantai, bersosialisasi, hingga mencari nafkah dapat dilakukan lewat internet/ dunia maya. Salah satu situs yang dapat menyediakan itu semua adalah Youtube. Youtube adalah sebuah situs yang memungkinkan penggunanya untuk menonton, mengunggah, maupun mengunduh video. Lewat Youtube, penggunanya dapat menonton video apapun yang mereka inginkan dengan batasan yang telah diatur oleh Youtube. Penggunanya juga dapat menjadi content creator/ youtuber dengan mengunggah video dan memperoleh penghasilan dari Youtube maupun iklan-iklan yang diberikan jika telah memiliki subscriber dan viewers yang cukup. 

Kemudahan yang ditawarkan Youtube membuat masyarakat cukup aktif mengakses situs yang satu ini. Sayangnya banyak diantara para youtuber yang mengambil jalan pintas untuk mencapai ketenaran lewat konten-konten negatif. Salah satu konten yang sering disalah artikan oleh beberapa youtuber adalah dalam membuat konten social experiment. Social Experiment yang tujuan awalnya sebagai wadah pembelajaran untuk memperoleh informasi berbasis penelitian beretika sering digunakan untuk menguji stereotype atau sekedar candaan belaka. Tak jarang pula terdapat youtuber yang memanfaatkan muatan dewasa dalam kontennya.

Sumber: Youtube

Dalam video tersebut, Jr Project mewawancarai 3 orang kenalannya untuk menguji stereotype bahwa perempuan jaman sekarang sudah tidak perawan. Hal yang bersifat pribadi justru ditanyakan secara blak-blakan dan diunggah untuk konsumsi publik. Video tersebut sudah ditonton sebanyak 9,5 juta kali dengan jumlah like 45 ribu, mengalahkan jumlah subscribernya yang hanya mencapai 95 ribu.

Sumber: Youtube

Dalam video tersebut, Atta Halilintar menguji stereotype bahwa restoran mewah memiliki kriteria yang tinggi untuk menjadi pelanggannya dengan mendatangi restoran tersebut sebagai orang gila. Atta berdandan dengan bantuan make up artist agak tubuhnya terlihat lusuh dan compang camping serta rambut yang berantakan. Video tersebut telah ditonton sebanyak 12 juta kali dengan jumlah like 378 ribu. Hingga saat ini jumlah subscribernya sudah mencapai 18,8 juta.

Sumber: Youtube

Dalam video tersebut, Ruang Guru menguji pengetahuan sekelompok warga maupun pendatang tentang pengetahuan mereka mengenai Pancasila. Dalam video tersebut,Ruang Guru berusaha mengedukasi penonton maupun responden mengenai hal-hal apa saja yang berkaitan dengan Pancasila seperti hari kesaktian Pancasila, arti lambang Pancasila, dan arti dari setiap sila. Sejauh ini video tersebut telah ditonton sebanyak 573 kali dengan jumlah like sebanyak 18, dengan jumlah subscriber 433 ribu.

Dari ketiga video tersebut terlihat bahwa konten negatif maupun konten yang tidak berbobot lebih diminati daripada konten positif dan edukatif. Oleh karena itu, kami mencari tahu elemen apa saja yang diperlukan dalam suatu konten agar diminati oleh masyarakat.  

Penelitian ini bersifat eksploratori karena bertujuan untuk memahami studi kasus dari 3 video, yaitu video “Kamu Masih Perawan Gak, Jujur Gak YA ? Sosial Experiment Zaman Now”, “ATTA NYAMAR JADI GEMBEL MASUK RESTO MEWAH!!”, dan “#PekanPancasila – SOCIAL EXPERIMENT: Mengenal Pancasila” . Hasil akhir dari penelitian ini adalah saran untuk video “#PekanPancasila – SOCIAL EXPERIMENT: Mengenal Pancasila” agar selanjutnya dapat membuat video dengan customer engagement yang lebih baik. Berdasarkan Jurnal yang diterbitkan di Elon University, terdapat sembilan elemen yang mempengaruhi video untuk menjadi fenomenal. Kami akan membahas dari sisi sembilan komponen tersebut berdasar studi kasus tiga video, yaitu: panjang dan kepopuleran judul, durasi video, elemen tawa, elemen kejutan, elemen ironi, kehadiran minoritas, kualitas music, kehadiran anak-anak, bakat atau kemampuan.

1.   Judul Video

Dalam research, dijelaskan bahwa video yang viral memiliki judul yang relatif singkat. Pada ketiga video ini, judul-judul video termasuk singkat. Akan tetapi, yang membedakan adalah kata kunci yang digunakan.

Menurut Graham (2015), untuk menjadi viral biasanya sebuah video akan menggunakan kata-kata kunci yang memiliki tren cukup tinggi untuk dijadikan judul atau hashtag. Jika dibandingkan melalui google trends, video dengan kata kunci “atta” dan “prank” memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan kata “pancasila”. Judul yang menarik perhatian penonton akan cenderung lebih diminati.

 

Sumber foto: Google Trends

2.   Panjang durasi video

Video dikatakan memiliki durasi waktu yang singkat jika memiliki durasi waktu yang singkat, yaitu kurang dari 3 menit. Melihat dua studi kasus video viral ini. Video 1 dan 2 memiliki durasi yang cukup panjang, yaitu 6:26 menit dan 8:06 menit. Lalu, bagaimana dengan video yang diproduksi oleh Ruang Guru? Video Ruang Guru berdurasi kurang dari 4 menit. Hal ini menunjukkan bahwa video ini memiliki elemen yang cukup baik terkait durasi video karena tidak terlalu panjang sehingga penonton dapat fokus pada isi konten.

3.   Elemen tawa

Dalam penelitian dijelaskan bahwa elemen tawa menunjukkan bahwa adanya adegan tertawa dalam 30 detik pertama sehingga dapat mengundang gelak tawa penonton. Dua video viral memiliki komponen tawa yang dapat menarik penonton. Sedangkan untuk video Ruang Guru, pengaturan video dibuat bertema serius sehingga sulit mengundang gelak tawa baik untuk narasumber maupun penonton. 

4. Elemen kejutan

Sebuah video dapat dikategorikan memiliki unsur kejutan jika seseorang atau kelompok dalam video tersebut membuat ekspresi kejutan secara visual atau terdengar. Dalam semua video terdapat unsur kejutan yang berupa hal-hal yang tidak terduga oleh para penonton. Unsur kejutan ini sudah dapat memenuhi salah satu kriteria video yang dapat menarik penonton.

5. Elemen Ironi

Setiap video yang menampilkan elemen yang bertentangan dengan apa yang diharapkan dianggap menunjukkan elemen ironi. Ironi dapat berupa kejadian yang melanggar norma sosial. Hal ini membuat ironi cukup sulit untuk diukur. Dalam video Atta Halilintar jelas terlihat ironi dengan Atta mencoba menjadi orang gila yang memasuki sebuah restoran yang pasti membuat penonton penasaran akan hal yang akan terjadi atas tingkah laku yang tidak biasa itu. Pada video Jr Project ironi yang terlihat adalah bagaimana jawaban dari pertanyaan yang bersifat pribadi yang jelas ini adalah suatu hal yang tidak biasa ditanyakan kepada orang lain secara terbuka. Lalu dalam video oleh Ruang Guru tidak ada norma sosial yang bertentangan sehingga video ini kalah menarik dibanding dua video lainnya bagi penonton.

6. Kehadiran minoritas

Setiap video yang menampilkan satu atau lebih orang dari status etnis minoritas memiliki daya tarik yang tinggi. Hal ini disebabkan karena kehadiran minoritas mengundang rasa penasaran bagi penonton. Dalam video Atta Halilintar dan Jr. Project tidak ada kehadiran dari etnis minoritas. Berbeda lagi dengan video milik Ruang Guru yang melibatkan orang dari luar negeri sebagai perwakilan dari etnis minoritas. Penampilan etnis minoritas ini membuat video menjadi lebih menarik bagi penonton. 

7. Kualitas Audio

Kualitas audio yang ditawarkan pada video video Atta Halilintar dan Pekan Pancasila merupakan contoh kualitas audio yang baik. Berbeda dengan kualitas audio pada video Jr Project. Rekaman audio pada video Jr Project terdengar tidak halus dan bising. Sehingga, nampaknya Jr Project tidak menggunakan perekam suara tambahan yang dapat mendukung kualitas audio seperti pada video Atta Halilintar dan Pekan Pancasila. Walaupun begitu, penonton video Jr Project secara signifikan tetap lebih banyak dibanding penonton video Pekan Pancasila. Sehingga, kualitas audio tidak dapat dikatakan mempengaruhi jumlah penonton.

8. Kehadiran Anak-Anak

Pada video Atta Halilintar dan Jr Project, tidak terdapat anak-anak yang dilibatkan pada konten video. Sedangkan pada video Pekan Pancasila, terdapat beberapa anak-anak yang diwawancarai sebagai narasumber terkait pengetahuan umum mengenai Pancasila. Kehadiran anak-anak ini juga tidak mempengaruhi jumlah penonton, justru penonton anak-anak lebih memilih konten video yang mereka anggap menarik seperti pada video Atta Halilintar. Terlihat dari komen yang terdapat pada video  maupun sosial media Atta Halilintar lainnya, banyak pengikut anak-anak yang merupakan fans dari Atta Halilintar. Karena itu, anak-anak memang cenderung menyukai konten yang ringan seperti yang disajikan Atta Halilintar, dibanding konten yang cenderung berat seperti eksperimen sosial Pekan Pancasila.

9. Bakat atau Kemampuan

Tidak terdapat bakat atau kemampuan yang ditunjukkan pada ketiga video yang ada. 

Berikut merupakan tabel analisis dari ketiga video tersebut:

No

Elemen

Kamu Masih Perawan Gak, Jujur Gak YA ? Sosial Experiment Zaman Now

ATTA NYAMAR JADI GEMBEL MASUK RESTO MEWAH!!

#PekanPancasila – SOCIAL EXPERIMENT: Mengenal Pancasila

1

Panjang dan Kepopuleran Judul

Judul panjang dan populer

Judul panjang dan populer

Judul panjang, namun tidak populer

2

Durasi Video

Panjang

Panjang

Panjang

3

Elemen Tawa

Ada

Ada

Tidak ada

4

Elemen Kejutan

Ada

Ada

Ada

5

Elemen Ironi

Ada

Ada

Tidak ada

6

Kehadiran Minoritas

Tidak ada

Tidak ada

Ada

7

Kualitas Audio

Kurang baik

Baik

Baik

8

Kehadiran Anak-Anak

Tidak ada

Tidak ada

Ada

9

Bakat atau Kemampuan.

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Dari penelitian eksploratori yang telah dilakukan terhadap 3 video diatas, dapat dilihat bahwa video yang kurang mendidik masih diminati oleh masyarakat Indonesia dan menjadi video yang terus ditonton sehingga menjadi viral. Justru video yang mendidik tidak mendapat respon dan dukungan sebanyak video yang kurang mendidik. Hal ini menjadi sebuah ironi sekaligus perlu dijadikan bahan evaluasi oleh kita semua. Pada akhirnya, bagaimana cara seorang content creator mengemas sebuah konten menjadi kunci penting terkait apakah video yang dibuat akan menarik perhatian masyarakat atau tidak. 

Sumber:

https://www.elon.edu/docs/e-web/academics/communications/research/vol2no1/08west.pdf

https://thenextweb.com/insider/2015/11/20/9-things-to-help-your-youtube-video-go-viral/

https://trends.google.com/trends/explore?geo=ID&gprop=youtube&q=atta,prank,pancasila

https://www.youtube.com/watch?v=YofeHq_X5Q4

https://www.youtube.com/watch?v=xsOvnNPwbBY

https://www.youtube.com/watch?v=6KRmT32530g

https://www.kaskus.co.id/thread/57a5920ec2cb178e398b4567/social-experiment–pembodohan-masal-atas-nama-sosial-yang-salah/

Penulis: Abraham Mathofano, Alfi Fadhila, Ahda Mujahid, Mumtaz Mahfud, Reza Noor Falaq


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format