VIRAL : Good Content atau Bad Content?

Bad Content marak beredar di masyarakat. Apa yang sebaiknya dilakukan para creator good content?


3
3 points

LATAR BELAKANG

Seperti yang kita ketahui, berkat kemajuan dunia digital yang amat pesat, banyak bermunculan platform-platform baru berbasis digital seperti media sosial yang kerap lekat dengan kehidupan sehari-hari seperti Youtube, Twitter, Instagram, dan sebagainya. Dampak yang ditimbulkan dari era digital ini pun tidak selamanya bersifat positif melainkan cenderung lebih banyak yang sifatnya negatif. Contoh dari dampak negatif tersebut misalnya seperti konten prank yang marak beredar di Youtube akhir-akhir ini kemudian banyak ditiru oleh masyarakat Indonesia terutama di kalangan remaja dan anak-anak. Walaupun sedikit, ternyata konten-konten yang mendidik atau yang dianggap baik ini tetaplah ada. Sayangnya, konten yang mendidik ini justru cenderung kurang diminati oleh kalangan muda yang merupakan sasaran atau target dari konten positif ini. Walaupun begitu, mereka masih berusaha untuk bertahan dan tidak goyah meskipun supply konten yang kurang mendidik terus meningkat. 

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, salah satunya dikarenakan mayoritas kalangan muda lebih menyukai konten-konten kurang mendidik yang hanya mementingkan sisi entertainment saja atau bahkan tidak memiliki nilai pembelajarannya sama sekali. Selain itu, hal ini juga diakibatkan oleh konten-konten yang cenderung kurang baik tersebut justru mudah menjadi viral di khalayak umum karena dilakukan oleh seorang public figure. Lalu, langkah apakah yang sebaiknya dilakukan oleh para good content creator ini agar mereka dapat menyaingi para bad content creator?

Menggunakan teori pemasaran dalam Managing Marketing Information to Gain Customer Insights kami akan memaparkan apa-apa saja yang membuat suatu konten buruk dapat disukai masyarakat bahkan menjadi viral, kemudian akan kami bandingkan pula dengan konten baik yang cenderung kurang diminati masyarakat.

Good Content

Bad Content


Kok Bisa?

Ricis Official

konten Youtube

QnA MetroTV

Lambe Turah

berita/informasi

Good content yang kami gunakan adalah Kok Bisa? yang merupakan salah satu konten dari Youtube dan QnA MetroTV yang merupakan channel berita di televisi. Sedangkan bad content yang kami gunakan adalah Ricis Official yang merupakan salah satu konten viral di Youtube dan Lambe Turah akun gosip di Instagram.

ANALISIS PERMASALAHAN

Berdasarkan teori pemasaran Managing Marketing Information to Gain Customer Insights. Bad content atau konten buruk bila dianalisis lebih lanjut, maka dapat diketahui bahwa: 

  • Content creator memahami informasi yang ada yaitu mayoritas masyarakat lebih menyukai konten yang terbentuk secara spontan, salah satu contohnya adalah isu atau gosip yang mendadak muncul di media sosial. Simpang siur dari gosip tersebut tentu membuat masyarakat banyak berspekulasi tanpa ada bukti-bukti yang kuat. Hal ini kemudian dapat menyebabkan isu atau gosip tersebut menjadi ramai dibicarakan atau viral. Hal ini dapat dilihat dari salah satu bad content yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pengguna Instagram yaitu Lambe Turah.

Gambar 1. Akun Instagram Lambe Turah

  • Mereka juga memahami bahwa sudah banyak platform-platform yang terintegrasi dengan internet seperti Youtube dan Instagram yang memudahkan mereka untuk mengembangkan kreativitasnya walau hal tersebut bukan konten yang mendidik. Hal ini merupakan dampak dari adanya IoT (Internet of Things) maupun AI (Artificial Intelligence). Hal ini ditunjukkan oleh salah satu content creator sekaligus public figure Ria Ricis di akun Instagram maupun Youtube miliknya.

Gambar 2. Akun Instagram Ria Ricis

Gambar 3. Akun Youtube Ria Ricis

Sedangkan untuk good content, berdasarkan teori pemasaran dalam Managing Marketing Information to Gain Customer Insights, dapat dianalisis lebih lanjut dan akan diketahui bahwa:

  • Kebanyakan konten baik tersebut terlalu mementingkan kualitas produknya tanpa memperhatikan informasi mengenai keinginan dan kebutuhan mayoritas masyarakat yang merupakan target pasarnya, atau dalam kata lain konten baik ini product oriented. 
  • Walaupun kedua konten (good maupun bad) sama-sama menggunakan IoT, AI, Big Data dan lain sebagainya, good content memiliki kekurangan di hal intensitas mereka untuk membuat konten karena untuk membuat sebuah good content memerlukan waktu yang lebih lama dari pada konten-konten yang hanya mementingkan sisi entertainmentnya saja.
  • Banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki tingkat awareness yang tinggi akan konten - konten yang dikonsumsi, ditambah lagi masyarakat Indonesia memiliki sifat yang tidak mau ketinggalan akan suatu trending dan tidak memfilter apakah konten tersebut layak atau tidak untuk menjadi trending.
  • Selain itu, kelemahan dari good content yaitu tidak memiliki tokoh influencer yang kuat yang mampu menarik perhatian masyarakat.

PERBANDINGAN GOOD CONTENT DENGAN BAD CONTENT

Untuk perbandingan good content dengan bad content sendiri, kami munggunakan akun Youtube dari Ricis Official dengan Kok Bisa?.

Gambar 4. Rating Youtube Ria Ricis

Gambar 5. Rating Youtube Kok Bisa?


Gambar 6. Perbandingan nilai konten Kok Bisa? dengan Ricis Official


Gambar 7. Perbandingan pengunjung konten Kok Bisa? dengan Ricis Official

Gambar 8. Perbandingan konten Kok Bisa? dengan Ricis Official


Dari data sekunder ini, dapat terlihat bahwa terjadi perbedaan viewers yang sangat jauh antara konten Ricis Official dengan Kok Bisa?. Selain itu, dapat diartikan pula bahwa masyarakat lebih senang untuk mengonsumsi konten yang dibuat oleh Ricis Official dibandingkan konten yang dibuat Kok Bisa?. Konten-konten yang dibuat oleh Kok Bisa? memiliki kekurangan dalam hal intensitas pembuatan konten sehingga konsumen lebih banyak disodorkan dengan konten-konten Ricis Official yang kurang memiliki nilai pembelajarannya sehingga konten-konten yang bagus seperti yang ada di channel Kok Bisa? mengalami kekalahan dalam persaingan pembuatan konten di Youtube. Ditambah lagi pendapatan yang diterima Ricis Official sangatlah besar yang membuatnya semangat untuk selalu membuat konten yang hanya mementingkan sisi entertainment-nya saja.


SOLUSI BAGI GOOD CONTENT CREATOR

Bagi good content creator mereka dapat menggunakan teori Developing Marketing Information. Mereka perlu menggali informasi tentang target market mereka, bagaimana marketing channels mereka, keadaan competitors mereka, dan pandangan public.

Sumber: Principles of Marketing

  1. 1 Target Markets

    Target market bagi seluruh content creator di platform digital adalah para generasi Z hingga generasi millenial. Merekalah generasi yang sudah ‘melek teknologi’. Creator Kok Bisa ataupun QnA MetroTV harus memahami hal ini sehingga dapat membungkus materi atau konten mereka menjadi lebih menarik yang kemudian dapat menarik perhatian para generasi Z dan generasi millenial.

  2. 2 Marketing Channels

    Pentingnya marketing channels adalah guna memperkuat penyampaian materi yang telah kita buat (dalam konteks content creator). Najwa Shihab, salah satu content creator positif yang sukses, menggandeng beberapa nama besar yang sudah dikenal generasi X, Y, hingga Z guna memperkuat penyampaian materi yang dibuat. Dimulai dari duet musisi Glenn dan Tompi yang ia jadikan pembawa acara talkshow dengan sudut pandang berbeda. Serta dua penyiar radio anak muda yang tergabung dalam channel 'Duo Bujang' di Narasi TV. Hal ini dapat digunakan oleh QnA MetroTV maupun Kok Bisa?, yaitu menggandeng public figure yang dikenal oleh generasi Z dan generasi millenial.

  3. 3 Competitors

    QnA MetroTV maupun Kok Bisa? dapat melakukan menggunakan salah satu alat pemasaran yaitu marketing intelligence. Dengan menggunakan marketing intelligence para good content creator dapat meningkatkan decision making yang mereka buat. Hal ini dikarenakan mereka lebih mengetahui apa-apa saja yang disukai masyarakat sekaligus mengetahui kelemahan dari competitor mereka yaitu bad content creator.

  4. 4 Publics


    Good content creator seperti Kok Bisa?, QnA Metro TV, dan lainnya dapat mengadopsi ide-ide dan topik dari good content lain yang banyak diminati publik seperti TEDxTalk. Konten ini merupakan acara yang mengundang tokoh-tokoh inspiratif dan mereka akan membagikan ide, gagasan, masalah, ilmu dan wawasan dari berbagai bidang. Acara ini awalnya mempunyai target pasar bidang teknologi, entertainment dan desain, kemudian berkembang sekarang ini hingga ke bidang pendidikan, budaya, ilmiah, lingkungan dan lainnya. TED mengundang tokoh-tokoh kompetitif  di bidangnya seperti Sir Ken Robinson, Amy Cuddy, Simon Sinek, Bill Gates dan lainnya yang memberikan inspirasi baru, ide luar biasa dan perspektif luas tentang masalah oleh pengetahuan dan pengalaman professional yang mereka memiliki. Konten video oleh Ken Robinson mencapai 17 juta penonton, diikuti oleh Amy dan Simon sekitar 16 jutapenonton. Good content yang diringkas semenarik mungkin, memberikan gagasan, serta pengetahuan baru bagi penontonnya akan mendapat respon yang positif dari publik.




Penulis

Fathan Muhammad

Kevin Mannuel

Nastiti Nugraheni

Zufar Hilmy P

Zyan Hasna Nadhira


Referensi Buku

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.


Sumber

https://www.instagram.com/riaricis1795/?hl=id diakses 8 September 2019

https://www.youtube.com/channel/UC4tS4Q_Cno5JVcIUXxQOOpA diakses 8 September 2019

https://socialblade.com/youtube/compare/UCu0yQD7NFMyLu_-TmKa4Hqg/ria%20ricis diakses 8 September 2019

https://socialblade.com/youtube/channel/UC4tS4Q_Cno5JVcIUXxQOOpA diakses 8 September 2019

https://socialblade.com/youtube/channel/UCu0yQD7NFMyLu_-TmKa4Hqg diakses 8 September 2019

https://unsplash.com diakses 8 September 2019

https://youtu.be/Ks-_Mh1QhMc diakses 8 september 2019


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
4
Love
OMG OMG
4
OMG
Win Win
4
Win
BountyHunter

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format