Sang Kembar Penjaga Kebudayaan: Kyoto dan Jogja

Menjaga dan melestarikan budaya menjadi misi utama dua kota ini, namun masih ada masalah di Jogja.


4
4 points

Berbagai negara kian berlomba-lomba untuk menawarkan destinasi wisatanya. Tentunya tidak terlepas dari potensi pendapatan devisa yang dapat diterima. Di Indonesia, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam menunjang perekonomian. Berdasarkan data tahun 2016, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia sebesar 11.525.963 juta jiwa lebih atau tumbuh sebesar 10,79% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Tahun 2018, sektor pariwisata menempati urutan kedua dalam penghasil devisa setelah komoditi minyak sawit mentah (CPO).

Sumber: Katadata.co.id

Grafik diatas menunjukkan pendapatan devisa Indonesia dari tahun 2009 hingga tahun 2018, dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa pendapatan devisa dari sektor pariwisata mengalami peningkatan setiap tahunnya (Katadata, 2018). Hal ini tentunya tidak terlepas dari citra Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan alam dan budaya. Indonesia memiliki 17.508 pulau dimana 6.000 di antaranya tidak dihuni, beriklim kombinasi tropis, serta memiliki garis pantai terpanjang ketiga di dunia setelah Kanada dan Uni Eropa.

Jumlah Wisatawan DIY 2014-2018. Sumber: Statistik Kepariwisataan DIY (2018)

Salah satu kota dengan tingkat pariwisata tertinggi di Indonesia adalah Yogyakarta, kota ini dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah dengan pesona alam serta kekentalan seni budayanya. 


Grafik Perkembangan Wisatawan ke DIY tahun 2014-2018

Sumber: Statistik Kepariwisataan DIY (2018)

Grafik diatas menunjukkan bahwa wisatawan nusantara maupun mancanegara yang datang ke DI Yogyakarta dari tahun 2014 hingga tahun 2018 selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2019, ada 70 ribu tenaga kerja bidang pariwisata yang ditargetkan mengantongi sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Disisi lain, jika dicermati lebih dalam, karakteristik Yogyakarta juga dimiliki oleh salah satu kota di Jepang, yakni Kyoto. 

Sektor pariwisata Jepang sendiri mencatatkan rekor bersejarah akibat membludaknya wisatawan ke negeri Bunga Sakura ini. Pada tahun 2008 Jepang menetapkan target yang sangat tinggi di industri pariwisatanya, yaitu menarik sebanyak 20 juta wisatawan ke negeri sakura sampai tahun 2020. Bahkan sebelum tahun 2020, di mana Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade, Jepang sudah berhasil mencapai targetnya. Di 2017, jumlah wisatawan mencapai 28.7 juta jiwa atau mengalami pertumbuhan sampai 20% dibandingkan tahun 2016. Tingkat pertumbuhan ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pelemahan Yen secara umum, yang turun 10% terhadap dolar lebih dari lima tahun terakhir, dan juga semakin longgarnya persyaratan memperoleh visa untuk kunjungan ke Jepang, terutama untuk negara-negara penting di Kawasan China (China, Hong Kong, Macau, Taiwan).


Yogyakarta dan Kyoto 

Trend pencarian kata kunci “kyoto” dan “yogyakarta” global. Sumber: Google Trends.

Yogyakarta dalam bahasa Jawa: Kutha Ngayogyakarta adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia yang mana tempat kediaman bagi Sultan Hamengkubuwono dan Adipati Paku Alam. Kotagede, yang merupakan salah satu kecamatan di Yogyakarta, pernah menjadi pusat Kesultanan Kerajaan Mataram pada tahun 1575 hingga tahun 1640. Sedangkan keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Kergaton Ngayogyakarta dan Puro Pakualaman, yang merupakan pecahan dari Kesultanan Mataram. Pada masa revolusi, Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota Indonesia antara tahun 1946 hingga tahun 1950.

Jepang juga memiliki beberapa kota dengan tingkat pariwisata tinggi, salah satunya adalah Kyoto (京都市 Kyōto-shi) – kota yang terletak di Pulau Honshu, Jepang. Kota ini merupakan bagian dari daerah metropolitan Osaka-Kobe-Kyoto. Kyoto memiliki banyak situs bersejarah dan merupakan ibu kota Prefektur Kyoto. Pada abad ke 11, sama seperti Yogyakarta, Kyoto juga sempat menjadi ibu kota negara Jepang pada tahun 1946 hingga tahun 1949. 

Secara umum, perbandingan karakteristik Yogyakarta dan Kyoto dapat dilihat dalam tabel berikut.

Sumber: Statistik Kepariwisataan DIY (2018), Laporan Akhir Analisis Belanja Wisatawan (2018) dan Statistik Kepariwisataan Kyoto (2018)

Tabel perbandingan diatas menunjukkan bahwa walaupun karakteristik antara Yogyakarta dan Kyoto relatif sama namun dapat dilihat bahwa wisatawan Kyoto jauh melampaui wisatawan Yogyakarta. Wisatawan yang datang ke Kyoto kurang lebih 10 kali lipat dari total wisatawan Yogyakarta pada tahun 2018.

Kota pelajar, juga merupakan julukan bagi kota Yogyakarta. Banyaknya universitas negeri maupun swasta merupakan penyumbang utamanya. Menurut data Kemenristekdikti (2019), setidaknya terdapat 137 institusi pendidikan yang tersebar di DIY. Disisi lain, Kyoto juga dikenal sebagai kota pelajar di Jepang. Setidaknya terdapat lebih dari 37 universitas dan akademi di dalam kota tersebut. Tiga universitas terbesar dan paling terkenal diantaranya adalah Universitas Kyoto, Universitas Dōshisha dan Universitas Ritsumeikan. Universitas Kyoto dianggap sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang paling prestisius di Jepang dan telah menghasilkan beberapa penerima hadiah Nobel.

Selanjutnya akan dibahas perbandingan lebih dalam antara Yogyakarta dan Kyoto dengan menggunakan konsep supply chains.

Contoh Supply Chain di industri pariwisata.


Perbandingan Harga: Kuala Lumpur – Yogyakarta dan Kuala Lumpur – Kyoto

Paket Travel Kuala Lumpur-Yogyakarta 2D/1N. Sumber: Traveloka.com

Paket Travel Kuala Lumpur – Kyoto 2D/1N. Sumber: Traveloka.com

Gambar diatas merupakan paket wisata dari Kuala Lumpur ke Kyoto dan dari Kuala Lumpur ke Yogyakarta. Jika dilihat dari perbandingan harga, paket wisata ke Kyoto hampir mencapai 2 kali lipat dari harga paket wisata ke Yogyakarta. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dari masing-masing negara mengingat Jepang termasuk negara yang maju. Objek wisata yang dimiliki Kota Kyoto dan Kota Yogyakarta memiliki banyak kesamaan, salah satunya sebagai kota dengan adat yang masih kental sehingga menjadi pilihan tujuan wisatawan yang ingin mencari suasana dengan adat yang kental. Candi merupakan salah satu objek wisata yang mempunyai sejarah dan adat yang paling diminati oleh wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Hal ini sama seperti kuil yang ada di Kota Kyoto. Selain itu, kedua kota tersebut juga diramaikan oleh pelajar atau disebut kota pelajar. Kota Kyoto unggul dalam hal menjaga kebersihan baik itu kotanya maupun objek wisatanya sehingga banyak peminat yang datang berkunjung. Selain itu Kota Kyoto juga terkenal dengan pemandangan yang sangat indah dan antik dengan ciri khas kebudayaan Jepang kuno.

Transportasi Yogyakarta dan Transportasi Kyoto

Kemudahan transportasi juga menjadi bahan pertimbangan kunjungan wisatawan pada suatu destinasi wisata. 

Kyoto, sama seperti di Tokyo dan kota kota lainya di Jepang, Bus dan Kereta adalah transportasi utama yang umum digunakan. Namun, sebagai daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Negara Matahari Terbit ini, maka pemerintah Jepang pun memfasilitasi pengguna transportasi umum maupun pelancong berbagai paket hemat public transportation. Salah satunya adalah paket hemat subway dan city bus untuk satu hari dari Stasiun JR Kyoto menuju area Kawaramachi, Karasuma, dan Gion. 

Kyoto Train Station. Sumber: Tokyonarita.jp

Kemudian, wisatawan juga dapat memanfaatkan fasilitas dari Kyoto Municipal Subway, yaitu Line Karasuma yang menghubungkan bagian utara dan selatan Kota Kyoto, dan Line Tozai yang menghubungkan bagian barat dan timur Kota Kyoto. Berbagai penawaran tersebut dapat dikatakan sangat praktis dan biayanya juga tidak mahal. Selanjutnya juga terdapat tiket dengan harga murah untuk subway, yaitu “Kyoto City Subway One-Day Pass” dan tersedia pula untuk bus, “City Bus One-Day Pass”. Kedua tiket ini dapat dipakai sepuasnya dalam satu hari. Sangat cocok bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi banyak tempat dalam satu hari. Bagi wisatawan yang ingin menggunakan Subway dan City Bus sekaligus, dapat dengan mudah membeli “Kyoto Sightseeing One – and Two-day Pass Card” di Kyoto City Bus & Subway Information Center. 

 

Di Jogja juga tidak kalah variansi transportasi penunjang. Contohnya adalah transjogja yang telah beroperasi sejak tahun 2008, dengan menggunakan sistem bus berukuran sedang bus transjogja ini akan membawa keliling jogja dengan harga Rp. 3500 saja, bagi para wisatawan yang ingin berlama lama di Jogja ada baiknya mengisi kartu prabayar untuk mempermudah proses pembayaran. Jika antara halte yang hendak dituju dengan halte keberangkatan kurang dari 1 jam pertama maka penumpang tidak dikenakan biaya tambahan. 

Sumber: Travelingyuk.com

Sumber: Thingstodoinjogja.asia

Selain itu jika para wisatawan ingin merasakan autentik nya kota Jogja maka wisatawan dapat menggunakan jasa Andong untuk berkeliling kota. Hanya dengan uang sebesar 100 ribu rupiah wisatawan dapat menelusuri wisata belanja Malioboro, lalu menuju Jl. Bhayangkara hingga ke Jl. Pasar Kembang. Namun juga ada rute dari Jl. Malioboro menuju Keraton Yogyakarta, biasanya kurir andong dapat ditemui di Titik Nol Jogja. Bila para wisatawan ingin merasakan indahnya jogja dengan pasangan maka disarankan untuk menggunakan alat transportasi Becak. Namun para wisatawan juga harus pintar dalam menawar tarif menggunakan alat transportasi tersebut, karena pada umumnya harga yang ditawarkan akan sangat berbeda jika menggunakan bahasa lokal dengan bahasa Indonesia tahu bahasa daerah lain. Enaknya dengan menggunakan becak yaitu kita dapat request untuk mengantarkannya ke pusat perbelanjaan ataupun oleh-oleh. Alat transportasi lain yang dapat digunakan oleh wisatawan pada zaman modern ini yaitu dengan menggunakan Ojek Online, alat transportasi ini lebih efektif dan efisien daripada alat transportasi yang lain karena wisatawan tidak perlu mencari kesana kemari untuk mendapatkanya.


Destinasi Wisata Yogyakarta dan Kyoto

Destinasi Wisata Yogyakarta

  • Museum Ullen Sentalu, berisi koleksi mengenai sejarah dan budaya Kerajaan Mataram yang merupakan cikal bakal dari Kerajaan Yogyakarta dan Solo. Berkunjung ke Ullen Sentalu akan menambah wawasan Anda mengenai sejarah kebudayaan Jawa.

Sumber: Casaindonesia.com

  • Goa Pindul merupakan goa yang terkenal dengan kegiatan cave tubing-nya. Goa ini memiliki panjang 350 meter, lebarnya sekitar 5 meter dan kedalaman air antara 5 sampai 12 meter. Goa ini terdiri dari 3 zona yaitu zona terang, zona remang dan zona gelap. 

Sumber: Satujam.com

Sumber: Alvarotrans.com

  • Candi Ratu Boko terletak sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan. Kawasan Ratu Boko yang berlokasi di atas sebuah bukit dengan ketinggian ± 195.97 m diatas permukaan laut. Situs Ratu Boko sebenarnya bukan sebuah candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan. Oleh karena itu, Candi Ratu Boko sering disebut juga Kraton Ratu Boko.

Sumber: Panoramio.com

  • Taman Sari adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.

Sumber: Anekatempatwisata.com

Destinasi Wisata Kyoto

Bila dilihat sebagai kota pariwisata, Kyoto memiliki peninggalan kebudayaan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan nasional maupun internasional. Warisan sejarah Kyoto kuno merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang ditetapkan UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Yang termasuk di dalamnya antara lain:

  • Nijo Castle merupakan sebuah kastil yang berada di Kyoto. Istana ini merupakan salah satu warisan dunia.  terletak hampir di pusat kota dengan luas 500 m x 400 m dengan dikelilingi parit. 1603 adalah tahun benteng ini didirikan, sebagai rumah peristirahatan bagi shogun Tokugawa Ieyasu. Istana ini telah diperbaharui dan diperbesar bangunan yang dahulu hanya setengah dari ukurannya sekarang.

Sumber: Tourtopia.com

  • Ryonji Temple atau dalam bahasa Indonesia yang berarti “Kuil Naga Damai” adalah sebuah kuil Zen yang terletak di sebelah barat Kyoto. Kuil ini merupakan salah satu “Bangunan Bersejarah Kyoto Kuno”, dan juga satu dari Situs Warisan Dunia yang diresmikan oleh UNESCO. 

Sumber: Japan-guide.com

  • Fushimi Inari Shrine. Kuil ini merupakan salah satu dari pusat wisatawan di Kyoto karena mempunyai gerbang berwarna merah yang panjang di depan kuilnya. Kuil ini berada di Fushimi-ku. Kuil ini pun merupakan kuil pusat dari 40.000 kuil inari yang memuja Inari. 

Sumber: Jpninfo.com

Marketing: Festival Yogyakarta dan Festival Kyoto

Yakni upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Pemasaran daerah wisata dapat dilakukan dengan mengadakan kegiatan festival. Festival merupakan sebuah rangkaian acara “pesta besar” yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Festival juga dimaksudkan untuk melestarikan warisan budaya nenek moyang suatu daerah.

Yogyakarta tidak hanya memiliki seni budaya yang kental, namun juga memiliki festival tahunan yang sangat unik dan menarik. Berbagai festival di Yogyakarta dimaksudkan untuk melestarikan budaya nenek moyang, memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus menarik minat wisatawan. Beberapa festival yang rutin diadakan setiap tahun di Yogyakarta diantaranya:

  • Festival Kesenian Yogyakarta (FKY)

Sumber: Antaranews.com

  • Festival Grebek Maulud/ Sekaten

Sumber: Travelingyuk.com

  • Festival Gamelan Yogyakarta (YGF)

Sumber: Goodnewsfromindonesia.id

  • Festival Jajanan Kekinian

Sumber: Hipwee.com

Tidak kalah dengan Yogyakarta, Kyoto juga memiliki berbagai festival tahunan menarik yang diadakan, diantaranya adalah:

  • Hatsumode, perayaan tahun baru dengan mengunjungi kuil pada tanggal satu, dua dan tiga Januari bertujuan untuk membayar keberuntungan, kesuksesan dan kesehatan di tahun Baru. 

Sumber: Sharing-kyoto.com

  • Setsubun Festival, pada tanggal dua dan tiga februari diadakan acara tahunan Setsubun menandai awal musim semi menurut kalender lunar tua di Jepang. Karena itu menandai awal yang baru, inilah saatnya untuk membuang hal-hal buruk lama dan mengundang hal-hal baru yang baik. “Oni wa soto! Fuku wa uchi! ”(Setan keluar! Semoga beruntung!). Berbagai kuil dan tempat suci di sekitar Kyoto mengadakan acara Setsubun, termasuk Kuil Yasaka-jinja, Kuil Hiean-jingu, Kuil Yoshida-jinja, dan Kuil Tenryu-ji. 

Sumber: Discoverkyoto.com

  • Miyako Odori Geisha Dance Festival, adalah populer dan sangat ditunggu wisatawan lokal maupun internasional dimana diadakan pesta yang sangat meriah di distrik Geisha, Gion.

 

Sumber: 2aussietravellers.com


Keberlanjutan dan “Green Operations”

Karena masalah keberlanjutan menjadi semakin penting bagi pemangku kepentingan dan konsumen, faktor ini sangat signifikan untuk reputasi daerah wisata seperti Yogyakarta dan Kyoto. Masalah seperti polusi air oleh lalu lintas yang deras atau pencemaran air oleh pabrik-pabrik merusak citra tempat yang ingin menarik pengunjung, terutama wisatawan. Manajemen yang berkelanjutan dari “bahan baku” rantai pasokannya (supply chain) dapat memberikan area keunggulan kompetitif yang memungkinkannya mengungguli destinasi wisata yang bersaing. Karena itu, perlu bagi kota-kota yang diamati Kyoto dan Yogyakarta untuk memfokuskan konservasi sumber daya alam mereka.

Salah satu langkah penting dalam proses ini adalah restorasi berkelanjutan, rekondisi dan perlindungan pemandangan budaya di Yogyakarta, yang misalnya dilakukan antara tahun 1975 dan 1982 di Borobodur oleh pemerintah Indonesia dan UNESCO atau melalui pembentukan taman nasional, seperti nasional Kalibiru taman di wilayah Yogyakarta. Menurut Air Quality Index (AQI), Yogyakarta memiliki peringkat 65,5, yang dianggap moderat. Kyoto sebagai perbandingan memiliki indeks rata-rata 55 dan oleh karena itu berada pada level yang sama dengan banyak metropol di Eropa. Sementara indeks Yogyakarta meningkat tajam di masa lalu, Kyoto pada dasarnya bisa mempertahankan levelnya. Kerananya, kota Indonesia harus mengerjakan infrastruktur, transportasi umum, dan teknologi transportasi alternatif untuk mengurangi polusi.

Selain itu, di Yogyakarta serta di Kyoto akses mudah ke alam sekitarnya diberikan, tetapi urban sprawl bisa menjadi ancaman. Tempat-tempat seperti sudut pandang, air terjun, pantai, dan taman nasional adalah magnet wisata yang harus dilestarikan dan dikelola oleh penduduk. Penyebaran daerah perkotaan yang tidak terkendali dapat membahayakan sifat ini. Menurut beberapa studi kasus yang meneliti daerah pinggiran kota di sekitar Yogyakarta yang mentransformasikan secara regional, distribusi spasial terutama terkait dengan sambungan jalan dan infrastruktur yang lebih baik. Sejauh ini, infrastruktur terus berkembang di wilayah khusus Yogyakarta dan menghubungkan desa-desa dengan jalur perdagangan dan transportasi yang lebih baik. Di Kyoto, di samping itu, pertumbuhan kota sebagian besar terjadi pada 1970-an setelah perang. Sejak saat itu, pertumbuhan telah menurun. Namun, Kyoto-Osaka-Kobe adalah bagian dari conurbation ke 12 terbesar (urban area) di dunia. Karena waktu pertumbuhan besar sudah berakhir, urban sprawl bukanlah masalah utama di sana. Namun di Yogyakarta, penyebaran perkotaan harus diperhatikan dengan cermat dalam beberapa tahun mendatang. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dan dikembangkan saat menargetkan green operations adalah masalah waste management dan perubahan iklim.

Sumber

https://visitingjogja.com/19962/statistik-pariwisata-diy-2018/

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/09/10/berapa-pendapatan-devisa-dari-sektor-pariwisata-indonesia

https://radarjogja.jawapos.com/2019/05/04/sektor-pariwisata-serap-banyak-tenaga-kerja/

http://visitingjogja.com/downloads/Laporan%20Akhir%20Analisa%20Belanja%20Wisatawan.pdf

https://www.city.kyoto.lg.jp/sankan/cmsfiles/contents/0000254/254268/tyosa.pdf

https://en.tokyonarita.jp/destinations/kyoto/do/kyoto-station/

https://travelingyuk.com/atraksi-wisata-di-jogja/5093/

https://thingstodoinjogja.asia/474-riding-andong-in-jogja/

https://www.casaindonesia.com/article/read/1/2019/868/10-Hal-tentang-Museum-Ullen-Sentalu-yang-Menawan

https://satujam.com/goa-pindul/

https://www.alvarotrans.com/news-keraton-yogyakarta--sejarah-rute-dan-tiket-masuk--alvaro-transport-22

http://anekatempatwisata.com/wisata-jogja-istana-air-taman-sari/

https://www.touropia.com/tourist-attractions-in-kyoto/

https://www.japan-guide.com/e/e3909.html

https://jpninfo.com/926

https://otomotif.antaranews.com/foto/729393/festival-kesenian-yogyakarta

https://travelingyuk.com/desa-wisata-setulang-malinau/213073

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/08/16/yogyakarta-gamelan-festival-2019-new-gamelan-siap-digelar

https://www.hipwee.com/list/7-annual-festival-unik-dan-seru-yang-ada-di-jogja/

https://sharing-kyoto.com/See-Do/magazine/td008311

https://www.discoverkyoto.com/event-calendar/february/setsubun-sai-heian-jingu/

https://www.2aussietravellers.com/geisha-dance-tea-ceremony-at-the-miyako-odori/

https://www.numbeo.com/pollution/in/Yogyakarta

https://aqicn.org/city/kyoto/


Won Direction

  • A. Anandyanto
  • G. Budiono
  • M. Nikawa
  • M. Noerrahman
  • M. Padriano
  • S. Singgih
  • K. Wiedemann

Like it? Share with your friends!

4
4 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
4
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
Won Direction

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format