Seniman Diadu Peran, Lalu Satunya Kalah Telak dalam Medan Perang Perfilman

Masyarakat mengaku bangga menjadi bagian dari tradisi tidak ternilai harganya. Sayang, film yang mengisahkan tradisi kental ini justru tidak berharga nilainya.


1
1 point

Juno terus tertekan dengan keadaan. Juno adalah sapaan akrab pemuda yang berwatak halus yang menjadi pemeran utama film Kucumbu Tubuh Indahku, seperti salah satu tokoh wayang yang memiliki nama yang sama dengannya, Arjuna. Sejak kecil, Juno tidak mendapat kasih sayang yang tepat. Ia tinggal dengan ayahnya yang hampir gila. Keluarganya antara dibunuh atau dikucilkan lantaran terlibat kasus G30SPKI. Jaman itu, orang-orang yang terlibat gerakan tersebut akan diisolasi dari masyarakat, benar-benar habis riwayatnya, tidak dapat bekerja, dipersempit geraknya, bersosialisasi pun sulit. Hal itu juga dialami oleh Juno, sampai suatu hari ia berkenalan dengan seni tari. Bakat tarinya yang murni berhasil ditemukan oleh guru pertamanya. Dalam perjalanannya beranjak dewasa, ia secara bertubi-tubi ditunjukkan cara mencintai orang yang salah. Ia belajar bahwa mencintai seseorang itu adalah amarah, posesif, dendam, kepentingan, keterbatasan, dan pelampiasan. Juno semakin sulit membedakan hasrat dan kasih sayang. Namun, karena pengalamannya inilah ia belajar emosi, ekspresi, dan karakter hingga ia sadar bahwa seluruh kehidupan sebetulnya bisa ditarikan. Kisah ini terinspirasi oleh penari Indonesia, Riyanto.

Masyarakat Indonesia mengaku bangga menjadi bagian dari warisan turun temurun yang tidak ternilai harganya. Sayang, film yang mengisahkan tentang tradisi kental Tari Lengger ini justru tidak berharga nilainya. Masyarakat kebakaran jenggot setelah mengetahui bahwa film Kucumbu Tubuh Indahku memiliki unsur orientasi seksual yang tidak biasa, lebih dikenal dengan sebutan LGBT, Lesbian Gay Bisexual Transgender. Juno memang memiliki sifat lemah gemulai yang terkesan feminin. Beberapa kali Juno terlihat memperagakan kemolekan seorang penari. Penari Lengger memang dituntut untuk menari secara indah dan halus. Kedekatannya dengan salah satu teman laki-lakinya seolah mengamini kekhawatiran masyarakat. Laman change.org mulai ramai oleh petisi pemboikotan yang ditandatangani oleh ribuan orang, melebihi jumlah penonton saat film ini tayang di bioskop. Khawatir, film ini akan memberi dampak buruk terhadap mental dan tingkah susila penonton. Jumlah penandatangan didominasi oleh orang-orang yang s belum menonton film ini. Mereka terburu-buru menyangsikan hikmah yang berusaha disampaikan oleh Juno, mengesampingkan alur utama dari film ini dan terfokus pada satu hal tabu yang digunjingkan masyarakat. Petisi itu menyebabkan film ini diturunkan lebih cepat, dari 40 bioskop yang menayangkan, hanya tersisa 3, lalu tidak ada sama sekali. Saat itu, hilangnya film Kucumbu Tubuh Indahku dari peradaban bioskop tidak terlalu terasa. Pecinta film superhero sedang heboh dengan penayangan Avengers:Endgame.

Respon yang berbeda didapat oleh film Bohemian Rhapsody. Film ini menceritakan kisah perjalanan Freddie Mercury semua orang mengenalnya. Fred adalah seorang seniman musik, kru band legendaris bernama Queen. Judul film ini diambil dari salah satu lagu yang paling melegenda. Masyarakat berjamaah menonton film ini, setelah keluar dari bioskop wajah-wajah penonton tersenyum puas, semakin mencintai idolanya itu. Bahkan film bajakannya segera bisa ditemukan di laman-laman ilegal sebelum masa film ini habis di bioskop. Pertanda film ini memiliki demand yang tinggi. Orang-orang yang awalnya tidak berencana menonton pun ikut penasaran karena review para penonton cukup baik. Gelombang respon yang ramai tetap terjaga biarpun film ini juga mengandung unsur orientasi seksual yang menyimpang dari pendapat mayoritas orang. Fred memang seorang LGBT, ia penyuka lawan dan sesama jenis. Dari latar belakang cerita yang sama-sama menonjolkan seni, dan tokoh utamanya memiliki unsur orientasi seksual yang tidak biasa, kedua film ini mendapat respon yang saling berlawanan.

Anomali

Sama-sama memuat tentang biografi seniman, sama-sama memiliki unsur negatif, tapi hasil akhirnya berlawanan.

Menurut unsur product, price, place, dan promotion, Film Kucumbu Tubuh Indahku memiliki daya tarik tersendiri. Film ini menyajikan kisah tentang seorang penari Lengger Lanang yang menyukai sesama jenis atau yang lebih dikenal dengan LGBT.Garin Nugroho mengemas film garapannya ini  dengan istimewa. Tidak hanya menampilkan perjalanan lika-liku batin seorang penari Lengger, namun juga tentang penghakiman sepihak yang diterima oleh tokoh dalam film tersebut. “Kucumbu Tubuh Indahku” dikemas supaya masyarakat mengetahui bahwasanya perbedaan yang ada disekitar kita, bukan hanya untuk saling merasa benar satu sama lain, tapi juga untuk saling menumbuhkan rasa menghargai satu dengan yang lainnya.

Munculnya Film ini menimbulkan banyak pro-kontra di masyarakat. Bahkan terdapat petisi untuk membatalkan penayangan film tersebut. Tentunya hal itu sangat merugikan bagi sineas penggarap film ini. Dan benar saja, terbukti dari jumlah bioskop yang menayangkan film ini. “Kucumbu Tubuh Indahku” hanya dapat dinikmati oleh masyarakat di CGV dan XXI saja yang artinya tidak semua bioskop menayangkan film tersebut. Masyarakat dapat membayar sekitar Empat puluh ribu rupiah untuk menikmati film ini. “Kucumbu Tubuh Indahku” tidak banyak menarik animo masyarakat untuk menontonnya.  Bahkan dalam sehari jumlah layar penayangannya pun tidak banyak. Selain itu, film garapan Garin Nugroho ini juga tidak tayang lama di bioskop.

“Kucumbu Tubuh Indahku” mempromosikan filmnya melalui poster yang banyak disebarkan di sosial media. Trailer film juga memiliki peran penting dalam mempromosikan film ini. Garin Nugroho memang tidak mudah dalam mempromosikan film tersebut. Selain karena adanya petisi dan sejumlah penolakan lain untuk membatalkan penayangan film ini. Promosi “Kucumbu Tubuh Indahku” juga banyak terhalang dari persepsi masyarakat yang menganggap tabuh akan  isi cerita dari film ini. Sehingga banyak masyarakat yang sudah salah tangkap ketika melihat trailernya dan memilih untuk tidak menonton filmnya, bahkan ikut memboikot film tersebut.

Bohemian Rhapsody mulai tayang pada 28 Oktober 2018 di bioskop Tanah Air. Dengan melihat judulnya, kita sudah tau bahwa film ini berkisah tentang grup band legendaris asal Inggris, Queen. Pada kenyataannya, Bohemian Rhapsody lebih berfokus pada perjalanan karir sang vokalis, Freddie Mercury. Tokoh yang diperankan oleh aktor Rami Malek ini merupakan seorang imigran biseksual. Tak heran jika film ini mengangkat topik LGBT. Adegan-adegan banyak yang bernuansa musikal sehingga membawa penonton kembali ke masa kejayaan Queen. Tak heran, antusiasme penonton sangat tinggi. Di situs reviu film, Bohemian Rhapsody mendapat nilai 8/10 untuk situs IMDB dan 61% Tomatometer.  Film ini menjadi box office dan memenangkan beberapa penghargaan seperti 4 piala Oscar.

Menurut data yang dibagikan gitaris mereka Brian May, di minggu pertama penayangan di Indonesia film ini berhasil meraup US$ 1.016 juta atau setara dengan Rp 15,2 miliar. Di akhir penayangannya, terkuak bahwa US$ 903,7 juta berhasil didapatkan secara global dari film ini. Anggaran produksinya hanyalah sebesar US$ 52 juta. Ini berarti terdapat return sebesar 1.637,9%.

Bohemian Rhapsody tayang di 402 layar kaca Indonesia (XXI, CGV Blitz, Cinemaxx, Platinum). Meskipun sempat menuai kontroversi, film ini bertahan cukup lama dan menjadi most watched movie hingga 1 bulan lebih sedikit. Di 2 minggu pertama penayangan, setidaknya terdapat 2 teater yang menayangkannya tiap jam dalam 1 bioskop. Minat penonton yang tinggi membuat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyajikan film ini dalam In-Flight Entertainment di setiap armada mereka.

Dari segi promosi, trailer pertama dipublikasikan oleh 20th Century Fox 5 bulan sebelum penayangan. Dibandingkan film box office lainnya, rentang waktu ini terhitung pendek. Namun demikian, film ini sudah sangat ditunggu-tunggu jauh sebelum trailer diluncurkan. Baliho-baliho juga banyak dipasang di jalanan kota-kota besar. Media promosi yang paling signifikan adalah mulut ke mulut. Penikmat karya Queen di Indonesia cukup banyak. Nama Freddie Mercury yang eksentrik dan penuh kontroversi juga sangatlah besar sehingga memudahkan film ini untuk melejit. Selama masa penayangan, lagu-lagu Queen banyak diputar di radio. Kekuatan media social juga membantu karya besutan Bryan Singer ini menjadi popular di Indonesia. 

Berangkat dari Latar Belakang dan Kultur yang Berbeda.

Film Bohemian Rhapsody ini adalah film yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, khususnya generasi millenials atau generasi Z dan baby boomers. Film ini mengangkat salah satu grup musik rock terkenal era 80an yaitu Queen. Grup musik ini pada masanya sangat berpengaruh pada industri musik tahun 80an. Maka dari itu siapapun hidup pada era tersebut pasti mengenal grup musik tersebut.

Tentunya generasi baby boomers yang hidup pada era tersebut memiliki kesan nostalgia ketika menonton film tersebut. Film ini juga disambut antusias oleh kalangan millenials dan generasi Z mengingat bahwa film ini juga merupakan film dengan bernuansa musikal yang hampir semua kalangan tersebut menyukainya.

Dari segi aspek sosial, dapat dikatakan bahwa film ini lebih dinikmati oleh kalangan menengah khususnya kalangan menegah ke atas keatas baik dari generasi millenials dan generasi Z atau Generasi Baby boomers. Hal ini dikarenakan mayoritas kalangan yang terpapar dengan kultur musik era 80an khususnya musik-musik dari Queen merupakan dari kalangan tersebut.

Dari faktor pribadi, tentunya generasi baby boomers yang terpengaruh atau yang menyukai musik-musik queen adalah orang-orang yang menonotn film tersebut. Film ini juga ditonton oleh kalangan muda seperti millenials yang berusia remaja yang menyukai musik-musik aliran rock dikarenakan pengaruh dari selera musik orangtuanya.

Dari segi psikologis, film ini banyak ditonton oleh kalangan baby boomers yang menyukai atau mengidolakan grup musik tersebut mengigat bahwa grup musik tersebut sangat diidolakan oleh baby boomers saat mereka remaja. Untuk generasi millenials dan generasi Z, generasi ini memiliki ciri yaitu selalu mengikuti tren yang ada pada saat itu. Kemunculan film Bohemian rhapsody yang berbeda dari film-film yang lain memunculkan sebuah tren baru dalam industri hiburan. Maka dari itu banyak kalangan dari generasi millenials dan generas Z yang menonton film tersebut.

Jika dilihat dari aspek sosial, dapat dikatakan bahwa penikmat dari film Kucumbu Tubuh Indahku didasari pada lingkungan sosial mereka, misalnya mereka merupakan pegiat dalam bidang toleransi atau pun bidang yang terkait dengan film tersebut, LGBT misalnya. Selain itu, film ini biasa dinikmati oleh semua kalangan menengah generasi millennial maupun gen Z atau pun generasi baby boomers baik kelas pekerja maupun menengah ke atas.

Sedangkan jika dilihat dari aspek budaya, tema yang diangkat begitu dekat dengan kehidupan generasi millennial dan juga gen Z saat ini. Walaupun hal tersebut masih tabuh di Indonesia justru hal itu membuat kalangan tersebut semakin penasaran, sesuai dengan sifat kalangan tersebut juga yang mudah penasaran terhadap sesuatu yang baru. Di sisi lain, generasi baby boomers menganggap hal tersebut terlalu tabuh sehingga sebagian dari mereka membuat petisi untuk menurunkan film tersebut.

Kemudian jika dilihat dari aspek personal, film ini dinikmati oleh kalangan mulai berusia 15 tahun karena sudah memiliki uang saku sehingga bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk menonton film di bioskop. Di sisi lain, banyak dari kalangan seniman menyempatkan untuk menikmati film ini karena di dalamnya juga terdapat tema mengenai kesenian. Namun karena banyak hal tabuh di dalamnya membuat tidak semua orang dapat menerima film ini.

 Selain itu jika dilihat dari aspek psikologi, film ini kebanyakan dinikmati oleh orang orang yang cenderung memiliki minat dalam bidang toleransi, LGBT, atau pun seni. Hal itu karena orang akan cenderung tertarik menonton film yang ada kaitannya dengan dirinya.

Selain berfokus dalam pengerjaan filmnya agar menghasilkan kualitas yang bagus, juga harus memikirkan target pasar yang akan ditujukan. Dalam mengetahui apa saja yang diinginkan oleh pembeli, kita dapat menganalisanya menggunakan karakteristik yang mempengaruhi perilaku konsumen. Hendaknya mengetahui budaya yang berada di sekitar target pasar agar bagaimana film kita dapat diterima target pasar dan dinikmati oleh banyak orang. Tetapi dalam film “Kucumbu Tubuh Indahku” kurang cocok untuk dipasarkan di Indonesia karena film tersebut mengusung hal yang baru dan tabuh di Indonesia sedangkan masyarakat Indonesia sendiri, sebagian besar, kurang memiliki pengetahuan terkait hal baru dan tabuh tersebut sehingga dianggap tidak layak untuk ditampilkan kepada masyarakat.




Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
2
Win
wehunthead

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format