Transformasi Pengelolaan Wisata Pasar Terapung di Banjarmasin

Festival Pasar Apung merupakan acara tahunan untuk menarik perhatian wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.


2
2 points

Tahukah Anda Indonesia memiliki Pasar Terapung (Floating Market) yang telah ada sejak abad XVI? Ya, Pasar Terapung tersebut adalah Pasar Terapung Muara Sungai Kuin Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasar yang merupakan refleksi budaya orang Banjar ini sudah berlangsung sejak dahulu; ketika perdagangan masih menggunakan sistem barter. Pasar ini juga merupakan gambaran pola hidup masyarakat yang tinggal di atas air. Sehingga bisa dikatakan kalau pasar terapung ini menjadi saksi perkembangan aktivitas perekonomian masyarakat Banjarmasin. Dinamakan pasar terapung karena semua aktivitas jual beli berlangsung di atas muara Sungai Kuin yang terletak di kecamatan Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan. Para penjual dan pembeli pada umumnya melakukan transaksi di atas perahu, yang dalam bahasa Banjar disebut jukung. Tapi ada juga klotok (perahu bermesin) yang ikut meramaikan suasana pasar. Meskipun pasar ini dipenuhi dengan jukung dan klotok yang saling berdesakan, tapi para penjual dan pembeli dengan sigap mengemudikan perahu masing-masing dan saling mengejar untuk bertransaksi. Barang dagangan yang biasanya diperjualbelikan adalah sayur mayur, buah-buahan, dan hasil kebun kampung-kampung yang ada di sepanjang sungai Barito serta anak-anak sungainya. Selain itu, tersedia juga berbagai jenis ikan, kebutuhan rumah tangga, hingga kue-kue tradisional [www.indonesiakaya.com].

Tentunya hal tersebut menjadi salah satu destinasi wisata andalan Pemerintah Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarmasin. Inipun didukung fakta bahwa Banjarmasin hanya seluas 98 kilometer persegi, kurang memiliki sumber daya alam, kecuali 104 sungai membelah kota itu, makanya sungailah yang akan dikembangkan. Pengembangan destinasi wisata ini juga telah didukung Pemerintah Pusat dengan menetapkan Objek Wisata Pasar Terapung ini sebagai Objek wisata Nasional. Berbagai upaya dilakukan Pemkot Banjarmasin untuk mempopulerkan daerah wisata ini, antara lain adanya Festival Pasar Apung yang merupakan acara tahunan untuk menarik perhatian wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Namun sayang, kepopuleran Pasar Terapung tertua di Indonesia ini masih kalah dengan kepopuleran Pasar Terapung Damnoen Saduak di Bangkok, Thailand. Merujuk pada data Mastercard Global Destination Cities Index, Pasar Terapung Damnoen Saduak berkontribusi sangat penting dalam menyumbangkan angka kunjungan wisatawan internasional yang tinggi ke kota Bangkok, sehingga di tahun 2018, Bangkok menempati peringkat satu kota terpopuler di dunia untuk wisatawan dengan jumlah kunjungan 22,78 juta orang, dengan perkiraan pertumbuhan 3,34% di tahun 2019. Masih berdasarkan data yang sama, tidak ada satupun kota di Indonesia semisal Bali atau Yogyakarta yang masuk dalam 10 peringkat teratas. 

Berikut 10 kota teratas yang diperingkat dari tahun kunjungan 2018: 

Sumber : Mastercard Global Destination Cities Index

Sedangkan berdasarkan angka Kementerian Pariwisata RI kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia di tahun 2018 sebesar 15,8 juta orang dan yang berkunjung ke Provinsi Kalimantan Selatan hanya sebesar 1000 an orang. Bahkan menurut Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi, kunjungan wisatawan asing di Kota Banjarmasin menurun pada triwulan ketiga tahun 2019 ketimbang realisasi rata-rata bulanan tahun 2018 [m.kumparan.com].

Bila kita bandingkan dengan Pasar Terapung di Thailand yang para pedagangnya berjualan di pinggir sungai yang bukan sungai mengalir, tapi terlihat seperti danau. Sedangkan di Banjarmasin, pedagang berjualan di atas sampan di sungai alami yang mengalir. Selain itu menurut mytrip.co.id masih terdapat 5 (lima) keunggulan komparatif yang dimiliki Pasar Terapung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dibanding dengan yang ada di Bangkok, Thailand :

  1. Transportasi Murah

Harga tiket pesawat ke Banjarmasin pasti jauh lebih murah dibandingkan ke Thailand. Transportasi lokal dari Bandara Syamsudin Noor ke Sungai Martapura juga banyak pilihan, dengan durasi maks. 1 jam. Naik angkot tidak lebih dari Rp 10.000, naik taksi tidak lebih dari Rp 80.000, dan pastinya aman dari scam.

  1. Asli dan Alami

Pasar terapung di Sungai Martapura ataupun Barito ini alami, bukan lokasi buatan seperti beberapa lokasi di Thailand. Ada nilai-nilai tradisional yang bisa kita lihat dan rasakan. Jadi jangan berharap ada pertunjukan atau gemerlap lampu ya!

  1. Bapanduk

Transaksi jenis ini masih ada lho sampai detik ini. Apa sih itu bapanduk? Barter! Yup, transaksi tanpa uang, saling menukar barang di atas perahu sesuai kebutuhan. Walaupun tidak semua melakukan bapanduk, tapi menarik juga untuk dicoba.

  1. Gratis Tiket Masuk

Gratis bener-bener gratis karena memang nggak ada gerbang masuknya. Coba kalau di beberapa pasar terapung di Thailand, turis dikenakan tiket masuk ada yang 200 bath.

  1. Atmosfer Pedesaan

Leburkan diri Anda di antara sampan para penjual. Selain membeli kebutuhan pokok, Anda juga bisa menikmati makanan kecil khas Indonesia serta kopi. Karena pasar ini hanya hingga jam 8 pagi, jadi passss banget menikmati kopi panas ditiup angin sepoi-sepoi di atas sampan yang terombang ambing. Dan tahukah Anda bahwa sebenarnya Anda bergeser mengikuti arus sungai. Jadi perahu-perahu ini bersama-sama bergeser dari satu titik ke titik yang lain, dan hanya sekejap saja, pemandangan di darat yang Anda lihat selalu berganti.


Lalu, apa yang kurang dilakukan?

Disinilah letak peran Transformasi sebagai bagian paling penting dari Manajemen Operasional yang harus diinisiasi oleh Pemerintah setempat dalam hal ini Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memajukan Pariwisata Pasar Terapung. Dimulai dengan mengidentifikasi masalah-masalah yang terdapat pada “Input”, yaitu : Sumber daya (alam, material/dana, manusia) yang akan digunakan untuk menghasilkan “Output” , yaitu : Peningkatan angka kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara. Untuk mencapai keberhasilan proses ini, maka dibutuhkan “Corrective Action” dari penangan yang telah dilakukan selama ini berupa ide, prosedur, fasilitas yang baru [https://simplicable.com/new/corrective-action-plan].  Secara lebih jelas uraian dari komponen-komponen tersebut dapat dilihat berikut ini : 

Input :

  • Terdapat 3 lokasi Pasar Terapung, namun tinggal 2 yang efektif disebabkan kenyaman yang berbeda

  • Pedagang di Pasar Terapung Kuin, muara Sungai Barito sudah sangat berkurang

  • Kurangnya fasilitas seperti di Thailand yaitu : Perahu, dll

  • Pembuatan kawasan terpadu seperti di Thailand/Venesia, jadi wisatawan bisa berperahu mengelilingi kawasan komersial.

  • Pungut biaya berarti menjanjikan kualitas kenyamanan dan fasilitas yang baik bahkan harus berkesan.

  • Kurang promosi ke mancanegara.

Corrective Action

Terdapat 3 (tiga) lokasi Pasar Terapung yang ada di Banjarmasin yaitu Pasar Terapung di desa Kuin muara Sungai Barito, Pasar Terapung Lok Baintan di sungai Mahakam dan Pasar Terapung di Siring Tendean harus dibuat bersih, rapi, unik dan menarik. Khusus untuk lokasi Pasar Terapung Kuin, di mana para pedagangnya saat ini sudah sangat berkurang harus direvitalisasi, yaitu dengan pengadaan Jukung (Perahu) dan Klotok (Perahu Bermesin) yang disesuaikan dengan karakter pedagang. Sistem perdagangan barter yang sudah sangat jarang ditemui di zaman modern ini harus tetap dipertahankan karena ini adalah sesuatu yang sangat unik mencerminkan kebudayaan nenek moyang Indonesia dari zaman dahulu. Pemerintah kota harus mewadahi pembentukan Koperasi yang dapat menaungi keberadaan dan kegiatan usaha para Pedagang. Sehingga kumpulan pedagang yang tadinya hanya berkegiatan secara tradisional, nantinya lebih terorganisir. Suatu dilema akan kita hadapi manakala meramaikan kembali Pasar Terapung dengan para pedagang yang berjualan sayur, buah, kue, minuman dll, yaitu sampah yang pasti akan bertebaran dan mengotori sungai. Hal ini dapat diatasi dengan inisiasi gerakan “kumpul sampah, dapat uang”. Para Pedagang memiliki kewajiban untuk selalu mengumpulkan sampah akibat aktivitas dagangnya, sehingga Sungai akan selalu terjaga kebersihannya. Sampah ini diserahkan kepada Pos-pos penampungan sampah yang dibuat Dinas Kebersihan, yang akan memberikan uang dengan jumlah tertentu sebagai imbal hasil kepada para Pedagang yang telah menjaga kebersihan Sungai. Ide kreatif ini tentu menjadi terobosan baru dibanding sekedar menggerakkan para petugas kebersihan.

Agar menjadi menarik, objek-objek wisata atau kawasan komersial yang berada berdekatan dengan lokasi Pasar Terapung contohnya Masjid Sultan Suriansyah, Arung Jeram Sungai Kambang, Pulau Kembang, Rumah Anno 1925 yang dekat dengan desa Kuin dapat disatukan menjadi kawasan wisata sungai terpadu, di mana para wisatawan yang akan mengunjungi tempat-tempat ini dapat mempergunakan perahu yang susur sepanjang aliran sungai sehingga semboyan kota Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai tetap terasa. Di kawasan wisata terpadu tersebut juga dapat ditambahkan atraksi-atraksi menarik bertemakan kebudayaan atau hal yang unik yang hanya ada di Banjarmasin. Selain itu di sepanjang pinggiran sungai dapat diperlengkapi dengan bangunan-bangunan Toko atau Kios yang berciri khas Banjarmasin. Untuk merealisasikan hal ini Pemerintah harus menggandeng pihak swasta yang biasanya akan bergerak lebih cepat dan mampu melihat peluang untuk menciptakan komersialisasi. Gambarannya dapat kita lihat pada Peta Lokasi Wisata Damnoen di Bangkok Thailand.

Peta Lokasi Wisata Damnoen di Bangkok Thailand

[https://www.kompasiana.com/srondol/55004559813311c91dfa74ff/seri-thailand-11-mahalnya-wisata-ke-pasar-apung-damnoen-saduak

Potensi Pariwisata Banjarmasin ini harus dipromosikan secara gencar ke taraf internasional. Sejarah unik kawasan 1000 sungai ini harus benar-benar digali, diungkapkan kembali di setiap media promosi. Apalagi di era digitalisasi informasi saat ini, promosi yang cepat, menarik dan murah adalah suatu keniscayaan, misalnya melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dan artikel-artikel Koran Online. Promosi yang gencar ini merupakan aspek yang berada di garda terdepan untuk menghasilkan Output yang diharapkan yaitu meningkatnya kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara ke Banjarmasin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pernah mengatakan bahwa rahasia sukses Pariwisata terletak pada formulasi 3A yakni, atraksi, amenitas dan aksesibilitas. Salah satu daerah yang sudah menjadi best practice yaitu Sulawesi Utara. Suatu kotamadya yang ada di Sulawesi Utara, yaitu Kota Tomohon, setiap tahun menggelar Festival Bunga bertaraf Internasional atau yang disebut Tomohon International Flower Festival (TIFF). Atraksi ini selalu mengundang perhatian wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara.

Kemudian, tersedianya hotel-hotel berkualitas sampai ke homestay kelas backpacker akan menjamin suatu daerah layak dikunjungi mulai dari wisatawan kelas bawah sampai wisatawan super kaya. Pusat perbelanjaan juga masuk dalam kategori amenitas. Wisatawan mancanegara yang paling banyak mengunjungi Sulawesi Utara berasal dari Tiongkok umumnya sangat tertarik dengan berbelanja. Sedangkan akses berhubungan dengan sarana dan prasarana transportasi. Di tahun 2016 Bandara Sam Ratulangi di Manado Sulut ditetapkan sebagai Bandara Internasional. Status ini langsung mendorong dibukanya penerbangan langsung dari beberapa kota penting di Tiongkok, seperti Guangzhou, Shenzhen ke Manado. Hasilnya benar dirasakan masyarakat Sulawesi Utara yang juga sangat concern dan selalu menyambut para wisatawan dengan penuh keramahan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut melonjak menjadi 120.000 kunjungan di tahun 2018 dibandingkan 20.000 kunjungan di tahun 2015 (hampir 6 kali lipat dalam waktu 3 tahun).

Ditulis Oleh : 

  • Cherry Dewiyani Winter

  • Muhammad Alianur

  • Muhammad Iqbal Handewaputra

  • Wilma Aziza


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
4
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
3
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format