Disabilitas: Pantaskah Bekerja?

Penyadang disabilitas dapat dan layak diberikan kesempatan untuk bekerja sesuai dengan keahlian serta kemampuan yang dimilikinya.


5
5 points

I choose not to place ‘DIS’, in my ability ―  Robert M. Hensel 

Tidak semua orang terlahir dengan fisik atau mental yang normal ke dunia ataupun selalu menjadi normal secara fisik dan mental selama ia menjalani hidupnya. John C. Maxwell (dalam Shaleh, 2018) mendefinisikan jika disabilitas adalah kelainan dan/atau hal yang dapat mengganggu seseorang dalam melakukan aktifitasnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.kemdikbud.go.id) juga memiliki definisi yang hampir sama mengenai disabilitas yaitu keadaan dimana seseorang dalam keadaan cedera atau sakit sehingga merusak atau membatasi gerak serta kemampuan orang tersebut secara fisik atau mental. 

Manusia dengan disabilitas tidak hanya berada di suatu daerah tertentu dan bukan hanya saja di Indonesia namun berada di seluruh dunia. The World Bank pada laman resminya worldbank.org menyatakan bahwa 1 milyar orang atau hampir 15% dari populasi manusia yang ada di seluruh dunia yang mengalami beberapa bentuk disabilitas, di mana kebanyakan angka disabilitas ini lebih banyak berada di negara berkembang, selain itu ada jumlah orang disabilitas yang mengalami disabilitas cukup parah yaitu sejumlah 110 juta hingga 190 juta orang.

Indonesia juga memiliki data khusus mengenai jumlah penyandang disabilitas. Berdasarkan data yang diperoleh tahun 2012 menurut BPS berdasarkan data dan informasi kesehatan kementerian kesehatan RI tahun 2014, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 2.45%. (Gambar 1). Selain mengenai jumlah persentase disabilitas secara keseluruhan, terdapat data mengenai jumlah penyandang disabilitas disertai tipe dari disabilitas dan jumlah keseluruhan penyandang disabilitas pada tahun 2012 sebesar 3.838.995 orang (Gambar 2).

Gambar 1. Populasi Penyandang Disabilitas Berdasarkan Data Sensus Tahun 2012

Gambar 2. Jumlah Penyandang dan Tipe Disabilitas Berdasarkan Data PPLS Tahun 2012

Jika dilihat pada Gambar 3, dimana jumlah penyandang disabilitas di Indonesia meningkat dari tahun 2003 sebesar 0.69%, tahun 2006 1.38%, tahun 2009 turun menjadi 0.92% dan kembali meningkat di tahun 2012 sebesar 2.45%. Gambar 4 juga menunjukan bahwa lebih dari satu pertiga dari keseluruhan menyandang lebih dari satu jenis disabilitas, yaitu sebesar 39,97%, kemudian terdapat 29.36% penyandang disabilitas penglihatan: tunanetra.

Gambar 3. Persentase Penduduk Penyandang Disabilitas Berdasarkan Data Sensus 2003, 2006, 2009 dan 2012

Gambar 4. Distribusi Penyandang Disabilitas Menurut Jenis  Disabilitas Berdasarkan Data Sensus Tahun 2012

Hal-hal terkait dalam disabilitas bukan hanya saja diperoleh dari data pemerintah atau badan lembaga tertentu, namun juga melalui media massa. Beberapa media massa memuat berita mengenai penyandang disabilitas yang tidak dapat diterima bekerja karena kekurangan yang dimilikinya. Salah satu berita yang cukup menyita perhatian adalah berita yang diliput metro.co.uk, dalam berita tersebut dituliskan mengenai seorang wanita yang bernama Kellie Wilson, ia merupakan wanita berusia 32 tahun yang mengalami disabilitas pendengaran (tunarungu).  Kellie Wilson mengalami tunarungu bukan sejak lahir, melainkan sejak usianya 4 tahun sehingga semenjak itu ia mengandalkan lip-reading untuk memahami lawan bicaranya. Berita mengenai Kellie tidak hanya tersebar di UK namun juga dikisahkan kembali dalam beberapa media massa online di dunia diantaranya di Indonesia dalam wolipop.detik.com serta australia dalam news.com.au.

            Sumber: metro.co.uk                                                          Sumber: kaltim.idntimes.com

Di Indonesia juga sempat terjadi hal yang sama, seperti yang dilansir pada laman kaltim.idtimes.com dimana kejadian ditolak kerja di perusahaan  dikarenakan memiliki disabilitas. Hal menimpa seorang wanita berusia 25 bernama Nabila yang merupakan penyandang disabilitas (tunarungu) yang sudah mencoba mendaftar pekerjaan sebanyak 262 kali di berbagai kota di Indonesia seperti di Balikpapan, Samarinda hingga Yogyakarta namun semuanya gagal dikarenakan alasan komunikasi yang sulit. Nabila bersama Ikatan Kebersamaan Anak Tuli (IKAT) Samarinda mendatangi Gubernur Isran untuk menuangkan keluhannya mengenai sulitnya mencari pekerjaan di Kalimantan Timur dikarenakan penyandang disabilitas sering kali ditolak dalam mengajukan pekerjaan oleh perusahaan.

Sungguh disayangkan mendengar kejadian penolakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas padahal di Indonesia sendiri sudah ada undang-undang yang mengatur yaitu dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. Jika dilihat lebih dalam pada undang-undang tersebut yaitu pada Pasal 11 (pug-pupr.pu.go.id) bagian bahwa penyandang disabilitas berhak mendapatkan pekerjaan dari pihak swasta, pemerintah pusat maupun daerah tanpa ada diskriminasi, pasal 11 bagian b juga menambahkan mengenai upah yang diterima dengan bukan penyandang disabilitas jika memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang sama. Penyandang disabilitas juga memiliki hak dalam membuka dan memajukan usaha sendiri.

Analisis Pekerjaan: Deskripsi dan Spesifikasi

Sebuah bisnis yang ingin memiliki keberlangsungan haruslah memiliki analisis pekerjaan bagi karyawan, analisis pekerjaan merupakan hal yang penting karena berisikan mengenai tanggung jawab akan suatu jabatan dimana didalamnya terdapat penjelasan mengenai jabatan serta pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh seseorang di dalam perusahaan. Menurut Tanuhardjo (2013) Analisis pekerjaan terdiri dari dua bagian yaitu deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Penyandang disabilitas sama dengan karyawan normal lainnya yang harus memiliki spesifikasi tertentu dalam pekerjaannya serta mendapatkan deskripsi pekerjaan yang sesuai dengan keadaan fisik dan mentalnya.

Deskripsi pekerjaan merupakan penjabaran tertulis mengenai tugas, lingkungan kerja, tanggung jawab dan aspek lainnya dalam pekerjaan yang sudah ditentukan oleh perusahaan sedangkan spesifikasi pekerjaan adalah deskripsi perihal kualifikasi yang dibutuhkan bagi seseorang untuk mengisi suatu jabatan, contohnya: pengalaman, pendidikan dan karakteristik fisik tertentu (Ferrell, 20xx). 

Jika dilihat dari penjabaran mengenai spesifikasi dan deskripsi pekerjaan tentu ada berbagai macam pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh calon karyawan penyandang disabilitas. Namun banyak diantara penyandang disabilitas yang mengalami diskriminasi dan stereotip negatif saat melamar menjadi karyawan hanya karena disabilitasnya. Diskriminasi dalam perusahaan atau organisasi menurut (Ferrell, 20xx) adalah tindakan secara sadar menolak perbedaan pemberian kesempatan kepada seseorang dikarenakan perbedaan yang ada.

 

Sumber: www.sbs.com.au

Bentuk Dikiriminasi

Calon/Karyawan dengan disabilitas

Calon/Karyawan tanpa disabilitas

Perusahaan mengetahui jika pelamar pekerjaan memiliki disabilitas (dari surat lamarannya) maka calon tersebut langsung ditolak tanpa adanya interview atau tes lebih lanjut. Walaupun secara sepsifikasi seperti pendidikan dan keahlian khusus sudah dimiliki.

Diberikan beberapa proses wawancara dan tes sebelum perusahaan memutuskan untuk menerima atau menolak calon karyawan tanpa disabilitas.

Saat interview dilakukan pembicaraan mengenai upah dan didapati upah yang perusahaan tawarkan kepadanya lebih rendah dibandingkan karyawan tanpa disabilitas, padahal beban kerjanya sama

Mendapatkan upah yang sesuai dengan tanggung jawab kerjanya.

“Dianggap” akan menyulitkan dan tidak akan mandiri jika bekerja di perusahaan, contoh: disabilitas: menggunakan kursi roda. Sehingga perusahaan harus mempekerjakan hanya di lantai paling dasar atau menambah fasilitas yang membutuhkan biaya tambahan untuk membuat lift (jika bekerja di lantai 2 dst)

“Dianggap” tidak menyulitkan dalam hal penempatan kerja di lantai berapa atau lokasi mana saja karena mampu berjalan normal.

Masih ada perusahaan yang tidak menerima calon karyawan yang melamar jika orang tersebut memiliki disabilitas, selain adanya diskriminasi adanya stereotip negatif dimana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.kemdikbud.go.id) stereotip merupakan pandangan akan suatu golongan yang didasari prasangka subjektif dan tidak tepat. Jones (20xx) juga memiliki definisi yang hampir sama dimana stereotip adalah keyakinan mengenai karakteristik atau khas akan kelompok atau golongan tertentu, dimana keyakinan itu sering kali tidak akurat.

 Stereotip negatif terkait penyandang disabilitas yang banyak muncul di dalam masyarakat terbawa hingga ke perusahaan. Hal ini menyebabkan jika ada calon karyawan yang mengalami disabilitas akan dianggap tidak lebih baik dari karyawan tanpa disabilitas, walaupun memiliki spesifikasi yang sama seperti dalam hal pendidikan dan kemampuan berbahasa asing tertentu.

Berdasarkan stereotip negatif yang sudah timbul di dalam masyarakat dan ketidaksiapan perusahaan dalam menerima serta menghargai perbedaan dalam lingkungan kerja, beberapa perusahaan memutuskan untuk mau menerima karyawan penyandang disabilitas namun dengan memberikan penawaran gaji yang rendah saat dilakukannya wawancara. Seharusnya karyawan maupun calon karyawan harus diperlakukan adil dalam hal penggajian dan bonus. Bukan berarti seorang karyawan atau calon karyawan dengan disabilitas akan digaji dan mendapatkan bonus yang lebih kecil daripada karyawan yang memiliki fisik yang normal. 

Gaji merupakan bayaran yang diterima pekerja yaitu dapat dilakukan mingguan, bulanan atau tahunan, sedangkan bonus adalah hadiah berupa uang yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai insertif dari performa baik yang sudah dilakukan oleh karyawan guna meningkatkan produktivitasnya. Selain memberikan gaji dan bonus kepada karyawan dengan prestasi tertentu, perusahaan juga dapat memberikan benefits kepada karyawan tanpa memandang perbedaan dalam hal fisik, usia, ras dan lain-lain. Benefits merupakan hadiah yang diberikan kepada karyawan namun bukan dalam bentuk uang, bisanya hadiah berupa liburan.

               Sumber: www.terrylifts.co.uk                 Sumber: www.commercialwashroomsltd.co.uk

Calon karyawan dengan disabilitas diangkat akan menyulitkan sesama karyawan dan membengkakan biaya perusahaan. Hal ini harus didukung dengan kesiapan perusahaan jika perusahaan sudah membuka lowongan perusahaan dengan memberikan fasilitas yang memadai, contohnya jika perusahaan menerima karyawan dengan disabilitas: menggunakan kursi roda, perusahaan harus menyediakan kamar mandi yang layak yaitu toilet yang sesuai (www.nibusinessinfo.co.uk) dalam hal lain misalnya perusahaan memiliki beberapa lantai tentunya harus sudah menyediakan lift (www.terrylifts.co.uk).

Diversity of the workforce and environment

Selama bekerja dalam suatu perusahaan tentu ada beberapa perbedaan antara karyawan yang bekerja di dalam perusahaan, apalagi jika perusahaan sudah berskala besar, tentu akan ada beberapa perbedaan, seperti: usia, jenis kelamin, ras dan etnik, agama, keterbatasan atau disabilitas dan beberapa hal lainnya. Bukan berarti perbedaan membuat suatu perusahaan menjadi kurang baik, namun beberapa hal seperti usia, jenis kelamin, ras, disabilitas dan lain-lain merupakan sebuah perbedaan yang ada dikarenakan sebagai makhluk sosial. Tentunya tidak dalam segala hal satu individu  akan sama dengan individu lainya. Perbedaan yang ada disini merupakan perbedaan yang secara mudah dilihat dalam hal fisik maupun perihal keyakinan dalam beragama, namun bukan berarti perbedaan visi dan misi dalam mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Dalam kasus ini, jika adanya karyawan yang disabilitas, bukan berarti karyawan tersebut tidak memiliki kemampuan khusus dalam satu hal. Jika seorang dengan disabilitas yang memiliki kekurangan dan tidak mampu mendengar dengan baik, bukan berarti ia tidak mampu dalam berpikir dengan baik dan menuangkan pikirannya ke dalam tulis yang akhirnya dapat berkontribusi dalam perusahaan.

Kelebihan dan Kekurangan

Calon Pegawai dengan disabilitas

Calon Pegawai tanpa disabilitas

Calon pegawai penyandang disabilitas mental: autis, dianggap tidak pandai secara intelektual, namun sebenarnya mereka memiliki kemampuan yang baik dan bahkan IQ yang tinggi. (autismspeaks.org)

Calon pegawai dengan fisik dan mental normal memiliki berbagai rentan IQ dan kemampuan yang berbeda-beda.

Calon pegawai penyandang disabilitas: tunarungu memiliki kelebihan dalam memahami bahasa tubuh.

Calon pegawai yang tidak mengalami tunarungu, cenderung mendengar hanya dari ucapan dan nada bicara namun tidak dari bahasa tubuh.

Calon pegawai penyandang disabilitas mental: down syndrome. Mereka dapat bekerja namun tentu perusahaan perlu melakukan pelatihan khusus untuk mereka dapat bekerja dengan baik dan efisien

Mayoritas calon pegawai yang tidak mengalami disabilitas: down syndrom dapat lebih mudah untuk diarahkan perihal pekerjaan mereka.

Perusahaan yang melakukan rekrutmen dan memilih untuk membuka lowongan bagi calon karyawan penyandang disabilitas atau tanpa disabilitas, memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan. Ada pandangan yang salah dari masyarakat bahwa penyandang disabilitas: autis, mereka tidak dapat bekerja dengan baik. Hal ini tidaklah sepenuhnya benar dikarenakan banyak penyandang disabilitas: autis yang memiliki IQ yang tinggi dan juga kepintaran diatas rata-rata. Salah satu perusahaan yang sudah membuktikan hal tersebut adalah perusahaan Multinasional Ernst & Young yang mempekerjakan penyandang disabilitas: autis pada bagian riset matematis perusahaannya.

Penyandang disabilitas pendengaran (tunarungu) juga dapat bekerja di perusahaan dan tidak sulit baginya untuk diajak berkomunikasi. Hal ini dikarenakan penyandang tunarungu dapat dengan mudah memahami bahasa tubuh lawan bicaranya dikarenakan ia cenderung lebih peka. Pada sisi lain, dari semua kelebihan yang ada tentu masih saja ada kekurangan dari mempekerjakan penyandang disabilitas, contohnya jika mempekerjakan penyandang disabilitas mental: down syndrome, mereka dapat bekerja namun tentu perusahaan perlu melakukan pelatihan khusus untuk mereka dapat bekerja dengan baik dan efisien. Namun tentunya hal ini bukanlah menjadi satu kendala yang begitu besar bagi perusahaan dikarenakan pelatihan memang sudah sering kali dijadikan proses dalam meningkatkan kemampuan karyawan. 

Rekomendasi

  • Bagi pemerintah:

Upaya pemerintah Indonesia dalam membantu penyandang disabilitas sudah cukup baik dan harus diapresiasi namun akan lebih baik jika adanya beberapa hal yang ditingkatkan bagi pemerintah agar lebih membantu penyandang disabilitas di Indonesia. Beberapa hal yang sudah dilakukan dengan baik oleh pemerintah seperti membuat undang-undang bagi penyandang disabilitas yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang. Pemerintah juga sudah membuat program pelatihan bagi penyandang disabilitas, seperti program pelatihan kewirausahaan, UKM (kominfo.go.id). Pemerintah juga sudah membantu dengan membuat kartu bagi penyandang disabilitas dan bantuan-bantuan lainnya 

Beberapa hal masih bisa ditingkatkan oleh pemerintah, seperti distribusi dan sosialisasi kartu penyandang disabilitas (KPD) kepada masyarakat masih sangat minim terutama bagi masyarakat di daerah (harnas.co). Pemerintah pusat bisa menggandeng pemerintah daerah maupun lembaga-lembaga yang berkaitan dengan penyandang disabilitas dalam pendataan dan distribusinya sehingga bisa lebih cepat disampaikan kepada masyarakat daerah. Diharapkan dengan adanya KPD,  penyandang disabilitas bisa lebih terdata dengan baik dan juga bisa mengikuti program pemerintah seperti pelatihan kerja agar mampu meningkatkan keterampilannya. 

Pemerintah bisa membuat laman resmi yang lebih informatif seperti yang dibuat oleh pemerintah australia yang bisa diakses di dss.gov.au. Di laman tersebut menyediakan kebutuhan serta informasi lembaga-lembaga yang dapat dihubungi, mulai dari rehabilitasi, pendidikan serta karir bagi penyandang disabilitas. Terdapat laman internet, no telepon serta alamat dari masing-masing lembaga terkait.

Sumber: www.dss.gov.au             

  • Bagi Perusahaan

Perusahaan harus dapat memberikan kesempatan dan membuka ruang kerja yang layak bagi para disabilitas untuk memenuhi pekerjaanya. Pengaplikasian yang bisa ditiru dengan baik oleh Indonesia dengan melihat beberapa perusahaan di Amerika yang mempekerjakan karyawan yang menyandang disabilitas seperti di Bitty & Beau’s Coffee yang berlokasi di Wilmington and Charleston, North Carolina yang mempekerjakan karyawan penyandang disabilitas mental yaitu down syndrom untuk mendapatkan pekerjaan seperti layaknya karyawan cafe lainnya. Selain itu dilansir dari www.verywellhealth.com perusahaan perkantoran seperti IBM dan Ernst & Young juga sudah memberikan posisi pekerjaan yang tepat dan fasilitas yang mendukung bagi penyandang disabilitas.

Sumber: https://www.tasteofhome.com

Ernst and Young adalah salah satu perusahaan multinasional yang sudah melakukan perekrutan kerja bagi karyawan dengan disabilitas mulai dari beberapa tahun lalu dan karyawan dengan disabilitas tersebut juga ditempatkan kerja sesuai dengan kemampuan pekerja penyandang disabilitas. Contohnya penyandang disabilitas mental: autis dengan kemampuan matematika dan analisis mendapat pekerjaan sebagai data analisis ungkap Golden selaku abilities strategy leader dalam accountingtoday.com.

Sebelum membuka lapangan pekerjaan, perusahaan harus dapat memberikan lingkungan kerja yang nyaman. Talent Management & HR dalam laman resminya www.tlnt.com memberikan 3 cara untuk membuat lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas, yaitu:

1. Educate your self and team about disability

Pandangan negatif mengenai karyawan disabilitas haruslah dihilangkan dikarenakan karyawan disabilitas dan karyawan dengan kondisi fisik dan mental yang normal juga berhak mendapat perlakukan yang sama. Perusahaan bisa memberikan dukungan dengan mengadakan workshop bagi para karyawan untuk dapat bekerjasama dan menghargai perbedaan yang ada dalam lingkungan kerja.

2. Make reasonable accomodations

Perusahaan dapat mendukung pekerja dengan memberikan beberapa peralatan, software atau akses yang mudah bagi karyawan penyandang disabilitas, hal ini menunjukan bahwa perusahaan sudah siap menerima penyandang disabilitas. Contohnya jika perusahaan merupakan kantor bertingkat dan belum memiliki lift, karyawan dengan disabilitas fisik: menggunakan kursi roda, dapat dipekerjakan di lantai dasar. 

3. Revise company policies and assess the culture

Meningkatkan kesadaran akan menerima penyandang disabilitas tanpa adanya diskriminasi penting dilakukan namun harus sejalan dengan budaya yang ada di dalam perusahaan sendiri. Perusahaan beserta karyawan juga harus menghilangkan stereotipe negatif mengenai penyandang disabilitas. Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan membuka forum diskusi atau memberikan pelatihan sebelum bekerja.

  • Bagi penyandang disabilitas:

Pemerintah sudah membantu masyarakat dengan mengadakan pelatihan bagi penyandang disabilitas, disini calon karyawan juga harus merespon positif dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang disediakan pemerintah tersebut. Kegiatan-kegiatan tersebut sebenarnya juga membantu penyandang disabilitas dalam meningkatkan keterampilan. Diharapkan dengan adanya keterampilan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri dan semangat hidup, sehingga memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang-orang disekitarnya. Berbekal dari keterampilan yang sudah diajarkan seperti menjahit, memasak, memijat dan lain-lain, para penyandang disabilitas bisa mulai memasukan lamaran pekerjaan ke beberapa tempat kerja atau bahkan dapat membuka usahanya sendiri.

Kisah inspiratif yang dapat dijadikan contoh dan semangat seperti yang dilakukan oleh sepasang suami dan istri yang keduanya mengalami tunarungu,  yaitu Russ dan Melody. Sepasang suami istri yang mengalami disabilitas pendengaran ini memutuskan membuka bisnis restaurant bernama Mozzeria pada tahun 2011 dengan membuka sebuah restoran pizza di Washington DC, kemudian mengembangkan bisnisnya pada tahun 2016 dengan membuka food truck yang berlokasi di San Fransisco (Mozzeria.com). 

The New York Times (www.nytimes.com, 2012) melakukan interview dengan Russ dan Melody yang menceritakan perjalanan hidup pasangan tersebut hingga memutuskan membuka sebuah restaurant. Adanya peningkatan fasilitas dalam usaha yang dilakukan Russ dan Melody yang awalnya memiliki restaurant yang sulit untuk diakses bagi pengguna kursi roda dan akhirnya Russ dan Melody langsung memperbaiki serta memberikan akses yang nyaman bagi pengguna kursi roda. 

Russ dan Melody juga mempekerjakan karyawan dengan disabilitas dan memberikan fasilitas yang memadai seluruh karyawan nya yang memiliki disabilitas pendengaran kini Russ dan Melody sudah memiliki hingga 30 karyawan (washingtonexaminer.com). Langkah yang diambil Russ dan Melody bisa menjadi contoh positif bagi seorang disabilitas bahwa dirinya juga bisa menjadi pengusaha yang sukses dan dapat membantu masyarakat dengan mempekerjakan penyandang disabilitas.

Seseorang yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas bukan hanya bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji, namun dengan bekerja mereka dapat meningkatkan keterampilan sosial dan perlakukan dengan baik tanpa adanya diskriminasi. Dari beberapa rekomendasi yang tindakan yang bisa dijadikan contoh positif diharapkan pemerintah dan perusahaan dapat memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan sehingga mereka dapat menjalankan hidup yang layak dengan mendapatkan upah. Penyandang disabilitas juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan sehingga dirinya bisa bertahan hidup dan memberikan manfaat bagi lingkungan dimana ia tumbuh dan berkembang.

Kontributor: Kelompok Gone With The Win

(Briyan Reynaldo D. Iddo, Hafiz Syahreva A., Ivana Elysia Sinarso, Kartika Natasha DH, Maulana Riski N, Muhammad Ali Rois, Richard Chandra)

Buku:

  • Jones, R Gareth and George, Jennifer M. 20xx. Contemporary Management. New York: McGraw Hill Education.

  • Ferrell, O.C., Hirt, A. Geoffrey, and Ferrell, Linda. 20xx. Business Foundations: A Changing World. New York: McGaw Hill Education.


Jurnal:

  • Shaleh, Ismail. (2018). Implementasi Pemenuhan Hak Bagi Penyandang Disabilitas Ketenagakerjaan di Semarang. Kanun Jurnal Ilmu Hukum 20(1), 63-82

  • Tanumihardjo, Shinta. Hakim, Abdul dan Noor, Irwan. (2013). Pengaruh Analisis Jabatan Terhadap Kinerja Pegawai. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 1(6), 1114-1122. 

Situs:

  • Al-Hazza, Latifah. 30 November 2018.  10 Amazing Restaurants That Hire People with Disabilities. Terarsip pada

https://www.tasteofhome.com/collection/amazing-restaurants-that-hire-people-with-disabilities/ Diakses pada 17 September 2019.

https://www.dss.gov.au/our-responsibilities/disability-and-carers/program-services/for-people-with-disability  Diakses pada 17 September 2019.

https://www.accountingtoday.com/news/ey-steps-up-recruitment-of-disabled-and-autism-spectrum-employees Diakses pada 17 September 2019.

  • Lama Resmi Commercial Washrooms. Terarsip pada

https://www.commercialwashroomsltd.co.uk/disabled-toilets/budget-close-coupled-disabled-toilet-room-pack-with-blue-or-white-grab-rails.html Diakses pada 17 September 2019.

  • Gladwell, Hattie. 28 November 2018. Deaf Women Desperately searching for job after 1.000 Rejections. Terarsip pada

https://metro.co.uk/2018/11/28/deaf-woman-desperately-searching-for-job-after-1000-rejections-8182208/ Diakses pada 16 September 2019.

https://www.irex.org/people/elizabeth-achola-mangeni Diakses pada 17 September 2019.

  • Laman Resmi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Terarsip pada 

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/DISABILITAS Diakses pada 16 September 2019.

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:IX8pIgGkxu4J:www.depkes.go.id/download.php%3Ffile%3Ddownload/pusdatin/buletin/buletin-disabilitas.pdf+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id  Diakses pada 16 September 2019.

  • Lama Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Terarsip pada 

https://kominfo.go.id/content/detail/15587/kemensos-hadirkan-beragam-layanan-dan-program-bagi-penyandang-disabilitas/0/artikel_gpr Diakses pada 17 September 2019.

https://www.tlnt.com/3-ways-to-create-a-disability-friendly-workplace/ Diakses pada 17 September 2019.

  • Laman Resmi Mozzaria. Terarisp pada

http://www.mozzeria.com/mozzeria-inc. Diakses pada 17 September 2019.

  • Lama Resm Ni Business Info. Terarsip pada

https://www.nibusinessinfo.co.uk/content/improve-access-and-use-facilities-disabled-employees Diakses pada 17 September 2019.

  • Laman Resmi Pengarusutamaan Gender Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUG-PUPR). Terarsip pada

http://pug-pupr.pu.go.id/_uploads/PP/UU.%20No.%208%20Th.%202016.pdf  Diakses pada 17 September 2019.

  • Stein, Melodi. 13 Oktober 2012. Deaf, Determined and Sold on Mozzarella. Terarsip pada

https://www.nytimes.com/2012/10/14/jobs/a-deaf-couple-realize-a-restaurant-dream.html Diakses pada 17 September 2019.

  • Laman Resmi Terry Lifts. Terarsip pada

https://www.terrylifts.co.uk/lifts/ Diakses pada 17 September 2019.

  • Laman Resmi The World Bank. Terarsip pada 

https://www.worldbank.org/en/topic/disability#1 Diakses pada 16 September 2019.

  • Young, Evan and Jenkins Keira. 2019.  'Not acceptable': Calls for disability act reform after report reveals discrimination still rife. Terarsip pada

https://www.sbs.com.au/news/not-acceptable-calls-for-disability-act-reform-after-report-reveals-discrimination-still-rife Diakses pada 17 September 2019.

 

Youtube:


Like it? Share with your friends!

5
5 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
3
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format