Game Of ‘Discrimination’. Disabilitas: Limitasi Atau Keunikan?

Pada dunia kerja, penyandang disabilitas cenderung berjuang dengan persepsi yang dimiliki rekan kerja atau manajer tentang mereka karena stereotip dan bias.


5
5 points

Berbicara mengenai dunia kerja tentunya tidak dapat terlepas dari berbagai permasalahan yang juga mengiringinya salah satunya diskriminasi hak untuk mendapatkan kerja hingga kenyamanan kerja terhadap penyandang disabilitas. Berbeda dengan mereka yang tidak menyandang disabilitas, akses memperoleh pekerjaan yang rendah bagi penyandang disabilitas menjadi permasalahan yang tak kunjung terselesaikan, berbagai bentuk diskriminasi pun tak terelakkan. Saat ini masih banyak kasus diskriminasi yang menimpa penyandang disabilitas khususnya dalam dunia kerja.

Diskriminasi disabilitas, juga disebut Ableism – diskriminasi dan prasangka sosial terhadap para penyandang cacat atau yang dianggap memiliki disabilitas. Bentuk diskriminasi ini muncul ketika penyandang disabilitas diperlakukan dengan kurang baik dalam situasi yang sama atau serupa.

Ada berbagai bentuk diskriminasi disabilitas: Diskriminasi secara langsung yang misalnya terjadi pada wawancara kerja, diskriminasi secara tidak langsung yang misalnya terjadi ketika sebuah organisasi memiliki kebijakan khusus yang merugikan penyandang disabilitas atau bentuk lain diskriminasi penyandang disabilitas adalah kegagalan untuk melakukan penyesuaian yang wajar, diskriminasi yang timbul dari disabilitas, pelecehan dan viktimisasi.

Pada dunia kerja, penyandang disabilitas cenderung berjuang dengan persepsi yang dimiliki rekan kerja atau manajer tentang mereka karena stereotip dan bias, mereka sering dipandang sebagai wakil dari suatu kelompok dan karena itu dihadapkan dengan keyakinan yang sederhana dan sering tidak akurat tentang karakteristik khas kelompok ini. Pelabelan ini mempengaruhi orang-orang yang bersangkutan dengan membatasi opsi mereka untuk bertindak dan mengubah identitas mereka. Masalah semakin dalam dikarenakan baru-baru ini sebuah pengadilan di Amerika Serikat memutuskan bahwa apa yang disebut diskriminasi berdasarkan 'Potensi Masa Depan Cacat' tidak ilegal. 


Persentase Penduduk Miskin Dengan dan Tanpa Disabilitas 2017

Pertumbuhan populasi penyandang disabilitas mengalami peningkatan setiap tahunnya. Grafik diatas menunjukkan bahwa lima negara memiliki rata-rata populasi penduduk miskin dengan penyandang disabilitas lebih tinggi dibandingkan dengan populasi penduduk miskin bukan penyandang disabilitas pada tahun 2017. World Bank menunjukkan bahwa sekitar 15% dari poopulasi dunia adalah orang yang terlahir dengan disabilitas fisik. Hal ini membawa tingkat pengangguran di kalangan 386 juta penyandang disabilitas di seluruh dunia yang berada di usia kerja jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran usia kerja umumnya. Dan yang utama, penyandang disabilitas juga memiliki kebutuhan yang sama seperti manusia pada umumnya, seperti nafkah, pemanfaatan keterampilan untuk memberikan kontribusi pada masyarakat. Sudah semestinya memiliki hak-hak dan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Hambatan-hambatan dapat datang dari fisik, sikap, peraturan, dan juga komunikasi sehingga memberikan tantangan dalam mewujudkan kesempatan kerja yang layak dan merata bagi penyandang disabilitas.

Sebagai bentuk perlindungan dan upaya mewujudkan penyediaan lapangan pekerjaan yang lebih layak bagi penyandang disabilitas, International Labor Organization yang berada dibawah naungan PBB telah menyetujui Konvensi tentang Rehabilitas Keterampilan dan Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas (no. 159, tahun 1983) dan Rekomendasi untuk membantu pemerintah, perusahaan dan juga pekerja dalam meningkatkan kesempatan dan perlakuan yang sama di tempat kerja bagi penyandang disabilitas.

Disabilitas dapat berupa fisik, sensorik, intelektual maupun mental. Dwarfisme atau yang biasa disebut dengan kerdil merupakan disabilitas yang sering terjadi. Dwarfisme adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kelainan tinggi badan kurang dari 120 cm dan juga memiliki ukuran kepala yang cenderung lebih besar dibanding ukuran rata-rata normal manusia. Dwarfisme terbagi menjadi dua, yakni dwarfisme proporsional dan dwarfisme disproporsional. Dwarfisme proporsional, dimana semua anggota tubuh penderita berukuran kecil, disebabkan oleh kurangnya hormon pertumbuhan. Sedangkan dwarfisme disproporsional menyebabkan penderitanya terlihat memiliki bentuk tubuh yang tidak proporsional satu dengan lainnya. dapat ditandai dengan ukuran lengan dan tungkai yang pendek, namun ukuran kepala yang normal. 

Untuk lebih memahami masalah diskriminasi pada penyandang dwarfisme, kita bisa mendengar kisah dari mereka yang mengalami disabilitas dan diskriminasi secara langsung. Terutama orang yang berdiri di depan umum. 

Peter Dinklage at the 2013 San Diego Comic-Con.

Sumber: Wikipedia.org 

Peter Hayden Dinklage, salah satu penyandang dwarfisme dengan tinggi badan hanya mencapai 132 cm, lahir pada 11 Juni 1969 dan merupakan aktor sekaligus produser Amerika Serikat. Karir Dinklage diawali dari belajar akting pada Bennington College, hingga membintangi sejumlah produksi panggung amatir. kemudian, debut filmnya adalah Living in Oblivion (1995) dan terobosannya datang dengan drama komedi The Station Agent (2003). Sejumlah film juga turut Ia bintangi, diantaranya Elf (2003), Find Me Guilty (2006), Underdog (2007), Death at a Funeral (2007), Penelope (2008), The Chronicles of Narnia: Prince Caspian (2008), X-Men: Days of Future Past (2014), Pixels (2015), dan Three Billboard Outside Ebbing, Missouri (2017). Dinklage berhasil menerima penghargaan pertamanya, yakni Screen Actors Guild pada tahun 2018 dari aktingnya sebagai Eitri dalam film Marvel Cinematic Universe Avengers: Infinity War. Selain itu, Dinklage menerima pengakuan universal dari perannya sebagai  Tyrion Lannister di serial televisi HBO, Game of Thrones. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Ia memenangkan tiga Emmet Primetime dari tujuh nominasi. Ia juga menerima Golden Globe untuk perannya pada tahun 2011.

Sumber: Thestatesman.com

Sejak muda Ia sudah terinspirasi untuk berakting. Ia berpikir bahwa dunia perlu tahu tentang kisah yang membara tentang dirinya. Dengan bermodal harapan tersebut, Dinklage meninggalkan kehidupannya yang lama lama untuk mengejar apa yang telah menjadi hasrat dalam dirinya. Aktor dan penulis merupakan adalah apa yang akan Dinklage lakukan, karena baginya gagasan untuk mendapatkan pekerjaan normal bukanlah sesuatu yang dapat Ia bayangkan dengan mudah. Di awal karirnya sebagai seorang yang mengidap kelainan dwarfisme, Dinklage mengaku untuk mendapatkan pekerjaan dan mulai bekerja Ia harus membersihkan piano selama lebih dari 5 bulan. Lalu Ia pindah ke memelihara properti, menghilangkan gulma dan sarang lebah selama setahun penuh. Pekerjaan tersebut Ia lakukan hanya untuk membeli tempat tidur di lantai di sebuah apartemen. Kehidupan tersebut Ia lakukan selama dua tahun, pergi dari pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya dengan berbagai gaji hanya untuk Ia hidup. Yang pada akhirnya Ia bekerja pada perusahaan data processing selama 6 tahun sebelum Ia menjadi aktor 

Pada umur 29 tahun, Ia membuat keputusan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut dan berkomitmen mengejar impiannya sebagai aktor. Dinklage memulai karirnya sebagai aktor pada tahun 1991, awalnya Ia mengaku sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan sebagai aktor dikarenakan Ia menolak untuk mengambil peran yang biasa ditawarkan kepada aktor yang mempunyai kondisi sepertinya. pada tahun 1995, Ia membuat film Living in Oblivion (1995) yang merupakan film debutnya yang dikreditkan dalam komedi independen berbiaya rendah. Ia tampil bersama Steve Buscemi. Film ini sendiri bercerita tentang seorang sutradara, kru, dan pembuatan film independen dengan anggaran rendah di tengah ramainya kota New York.

Dinklage memerankan sebuah aktor frustasi dengan dwarfisme yang mengeluh tentang peran klisenya. Para kritikus pun menerima baik film tersebut. Kemudian, pada tahun berikutnya Ia memerankan seorang manajer bangunan dalam drama kejahatan yang dibintangi oleh Rapper Tupac Shakur. Namun, setelah penampilan aktingnya yang diterima baik oleh para kritikus, Dinklage masih tidak dapat menemukan seorang yang bersedia menjadi agennya. setelah rekomendasi dari Buscemi kepada sutradara Alexandre Rockwell, Ia mendapatkan peran dalam film komedi 13 moons (2002). Peran Dinklage adalah aktor frustasi dengan dwarfisme yang mengeluh tentang peran klisenya. Film ini telah diterima dengan baik oleh para kritikus. Tahun berikutnya ia muncul sebagai manajer bangunan dalam drama kejahatan Bullet yang dibintangi rapper Tupac Shakur. Bahkan setelah penampilannya yang diterima dengan baik di Living in Oblivion, Dinklage masih tidak dapat menemukan seseorang yang bersedia menjadi agennya. Setelah rekomendasi dari Buscemi kepada sutradara Alexandre Rockwell, Dinklage berperan dalam komedi 13 Moons (2002). Hingga pada tahun 2011 dinklage mendapatkan tawaran untuk memainkan sebuah drama series tv yang berjudul Game of Thrones (2011 – 2019) yang merupakan sebuah film yang berhasil menguasai takhta Emmy Awards dengan memenangkan sembilan penghargaan sekaligus.

Kisah Dinklage mengubah perspektif dunia terhadap penyandang disabilitas. Sebagai penyandang disabilitas, Dinklage membuktikan bahwa dwarfisme yang ada pada dirinya bukan menjadi sebuah penghalang baginya untuk mencapai impiannya. Keterbatasan bukanlah alasan untuk tidak berkontribusi dan menunjukkan keterampilan yang Ia miliki. 

Sumber: Bekia.es


Bentuk Diskriminasi

Proses

Pegawai Dengan Disabilitas

Pegawai Tanpa Disabilitas

Proses Recruitment

Walaupun pelamar penyandang disabilitas mungkin memiliki keterampilan dan keahlian dalam bidang pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan dibandingkan pelamar lainnya, namun karena perusahaan melihat kondisi fisik pelamar, perusahaan langsung menolak pelamar tersebut tanpa melihat kemampuan pelamar tersebut.

Pelamar kerja diberikan kesempatan untuk menunjukkan keterampilan dan keahliannya melalui rangkaian tes yang diberikan oleh pihak perusahaan.

Proses Bekerja

Pekerja sebagai penyandang disabilitas dipandang tidak dapat memiliki kebebasan mobilitas dan akan bergantung pada pekerja lainnya.

Pekerja bukan penyandang disabilitas dianggap dapat melakukan tugas mereka dengan baik dan juga tidak bergantung pada bantuan pekerja lain, sehingga pekerjaan dapat selesai sesuai harapan perusahaan.


Keunggulan Mempekerjakan Pegawai Disabilitas:

Pegawai Dengan Disabilitas

Pegawai Tanpa Disabilitas

Cara inovatif untuk menemukan bakat terpendam, pada umumnya penyandang disabilitas memiliki bakat terpendam yang mungkin tidak dimiliki oleh orang normal, bidang IT adalah keunggulan yang sering ditemukan diantaranya, penggunaan komputer yang aktif membuat para disabilitas sering membuat desain grafis yang handal, dan hal itu merupakan faktor yang hampir semua perusahaan butuhkan, jika perusahaan memberi kesempatan, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi pegawai teladan bahkan menjadi pemimpin di masa yang akan datang

Memiliki lebih dari satu bidang bakat yang sama rata, pada umumnya pegawai normal tidak memiliki batasan untuk mengeksplor diri masing-masing, sehingga mereka mencoba berbagai bidang yang diminatinya, hal ini menimbulkan banyak bakat untuk lingkungan kerja yang pada zaman sekarang sangat dibutuhkan skill multitasking. perusahaan tidak perlu berfikir pusing dengan pengembangan dari pegawai normal, hanya perlu menganalisis dan sedikit pelatihan mereka akan pandai pada bidang tersebut. 

Dapat meningkatkan citra positif bagi perusahaan, mempekerjakan pekerja penyandang disabilitas dapat menciptakan citra yang lebih positif untuk bisnis di suatu perusahaan. Hal itu dapat dengan cepat membangun reputasi sebagai perusahaan yang menawarkan tenaga kerja yang lebih beragam. itu dapat membuat lebih menarik bagi calon karyawan, pelanggan dan rekan bisnis. Perusahaan lain di daerah sekitar mungkin terinspirasi untuk mengikuti jejak perusahaan untuk mengambil langkah yang sama, sehingga pada akhirnya menciptakan iklim usaha yang lebih beragam.

Mengurangi biaya untuk tes kesehatan, dibandingkan dengan disabilitas pegawai normal lebih murah dalam melakukan tes kesehatan pada tahap pengrekrutan, setelah penerimaan pegawai dalam proses bekerja disabilitas memerlukan perhatian lebih, pegawai normal tidak perlu penambahan alat ataupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan pegawai disabilitas. hal ini membuat perusahaan lebih mengutamakan pegawai normal dibandingkan pegawai disabilitas karena tidak terlalu memakan biaya lebih.

Merupakan salah satu undang undang dari pemerintah, Dengan memberikan kesempatan untuk penyandang disabilitas dalam bekerja di perusahaan, maka perusahaan telah memenuhi peraturan Undang- Undang No. 4 tahun 1997, khususnya tentang ketentuan  perusahaan yang wajib mempekerjakan penyandang disabilitas minimum 1%.

Pelatihan dan pengembangan lebih mudah dan efisien, dalam proses pengembangan dan pendidikan pegawai biasanya pegawai normal lebih murah prosesnya daripada pegawai disabilitas, karena pegawai normal tidak ada hambatan dalam berbagai hal seperti disabilitas, hal ini membuat perusahaan lebih memilih untuk melakukan pelatihan pada pegawai normal daripada pegawai penyandang disabilitas

Meningkatkan motivasi dan nilai positif di lingkungan kerja, Dengan kehadiran pekerja disabilitas pada lingkungan kerja dapat memberikan inspirasi bagi staff di internal perusahaan dan hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk bekerja lebih baik. Keterbatasan fisik bukan berarti tidak bisa melakukan apa-apa. Sesungguhnya penyandang disabilitas memiliki potensi terpendam yang dapat memberikan keuntungan kepada penyedia kerja. Yang mereka perlukan adalah kesempatan kerja sehingga mereka dapat menjadi insan yang produktif dan pada akhirnya akan mendatangkan keuntungan tidak hanya bagi mereka yang memerlukan pekerjaan tetapi juga bagi penyedia kerja.

Lebih fleksibel dalam rotasi pegawai, perusahaan biasanya melakukan rotasi dari divisi satu ke divisi yang lainnya, hal ini dilakukan agar pegawai dapat memiliki pengalaman lebih di berbagai bidang lainya, sehingga dengan pengalaman yang didapatkan dari rotasi ini diharapkan dapat menjadi bekal apabila mendapatkan promosi untuk jenjang karir, pada umumnya pegawai normal akan mudah beradaptasi pada lingkungan baru dan lebih lentur untuk rotasi pegawai ini, bagi penyandang disabilitas akan lebih memakan waktu lama untuk proses ini sehingga perusahaan jarang melakukan rotasi pada disabilitas


Kekurangan Mempekerjakan Pegawai Disabilitas:

Pegawai Dengan Disabilitas

Pegawai Tanpa Disabilitas

Kurang fleksibel dalam rotasi pegawai, sulitnya menerapkan rotasi pegawai pada para penyandang disabilitas membuat perusahaan berfikir lebih untuk mempekerjakan mereka, karena biasanya mereka hanya ahli dan tekun dalam satu bidang dan sulit untuk menyesuaikan ke pekerjaan di bidang lainya, contohnya apabila mereka bagus dalam teori dan IT bukan berarti mereka dapat diandalkan apabila ada praktek kerja yang menggunakan tenaga lebih seperti di bagian operasional.

Sering meremehkan pekerjaan, biasanya pegawai normal yang sudah menganggap dirinya bisa dan di atas angin mereka akan meremehkan pekerjaan, mulai dengan menunda nunda pekerjaan, sering bermain game atau bersantai santai saat proses kerja, kurang tekun dalam satu bidang, dan lain sebagainya. Hal ini dapat menurunkan produktivitas perusahaan itu sendiri.

Dapat menjadi bahan bullying di lingkungan kerja, tak sedikit orang normal yang memiliki sifat negatif di lingkungan kerja, mereka yang tidak terima apabila para penyandang disabilitas mendapatkan tempat di perusahaan maka mereka akan mulai mengolok-olok dan bahkan menjatuhkan semangat kerja yang sudah dibangun olehnya, hal ini dapat menurunkan keharmonisan di antara para pegawai lainya.

Kurangnya loyalitas pada perusahaan, pada umumnya pegawai normal memiliki sifat tidak pernah puas, sehingga apabila mereka tidak cukup dengan perusahaan yang dijalaninya mereka akan mencari pekerjaan yang memiliki gaji lebih besar dengan gaji di perusahaan sebelumnya, sehingga mereka akan resign dari perusahaan dan akan hal itu akan membuat perusahaan mengeluarkan biaya lebih untuk rekrutmen pegawai lagi

Menambah biaya untuk sarana dan prasarana bagi para disabilitas, bagi perusahaan yang baru ingin menerapkan peraturan pemerintah tentang minimum mempekerjakan penyandang disabilitas minimal 1% akan mengeluarkan biaya lebih untuk memfasilitasi pegawai yang membutuhkan perhatian lebih untuk bekerja, seperti kursi roda, alat bantu dengar ataupun hal yang lainya, adapun fasilitas kantor yang harus memiliki lift dan lantai penunjuk jalan bagi para tuna netra, hal ini yang biasanya membuat perusahaan berpikir ulang untuk merekrut para penyandang disabilitas.

Memiliki gaji yang lebih besar dari pegawai penyandang disabilitas, pegawai normal biasanya selalu menuntut lebih untuk apa yang telah ia keluarkan, dan pegawai normal biasanya memiliki jumlah gaji yang lebih besar dibandingkan pegawai penyandang disabilitas

Penyandang disabilitas lebih rentan terhadap kecelakaan kerja, dalam dunia industri pegawai disabilitas akan mengalami kesulitan dalam penerapan prakteknya, apabila terjadi kesalahan ataupun bencana alam saat proses bekerja merekalah yang harus mengeluarkan tenaga lebih untuk proses evakuasi, hal ini akan menyebabkan bertambahnya tanggungan perusahaan apabila terjadi korban jiwa.

Lebih sulit untuk diawasi, pegawai normal memiliki berbagai macam karakteristik, dan tidak sedikit dari mereka yang tidak jujur dalam bekerja, biasanya penyandang disabilitas lebih loyal dan jujur dalam bekerja karena mereka lebih menghargai kehidupan daripada pegawai normal, hal ini adalah akar dari terjadinya penyelewengan dana dan aset dari perusahaan karena sulitnya pengawasan pada setiap orang.


Teori dan Analisa

Dalam dunia bisnis, pelanggan, produsen, karyawan dan semua pihak yang terkait didalamnya memiliki perbedaan. Perbedaan dalam hal ini terbagi menjadi dua bagian, yakni primary diversity dan secondary diversity. Primary diversity merupakan perbedaan terkait usia, jenis kelamin, ras dan etnik, agama dan berbagai hal lainnya termasuk didalamnya juga keadaan fisik seseorang. Sedangkan secondary diversity merupakan perbedaan yang berdasar atas pendidikan, tingkat pendapatan, status pernikahan dan lain sebagainya. Perbedaan-perbedaan tersebut sering kali adalah sesuatu yang seorang individual tidak mempunyai pilihan tentang perbedaan tersebut, dimana seorang individual dilahirkan dengan perbedaan tersebut.

Dengan adanya perbedaan dalam pekerja dapat menciptakan berbagai perspektif dalam memahami pelanggan yang juga berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan kerjasama, persatuan dan kesetaraan pekerja dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan akan meningkatkan produktivitas kerja untuk memberikan produk dan pelayanan optimal.

Dalam kasus ini, Dinklage termasuk kedalam keanekaragaman yang kompleks terhadap peran yang dibutuhkan di beberapa film seperti Game of Thrones, Thor: Ragnarok dan berbagai film lainya, Dinklage memiliki bakat terpendam di bidang perfilman mulai dari aktor hingga sutradara film dan juga ia memberikan motivasi kepada para penyandang dwarfisme untuk tidak menyerah kepada kehidupan. hal ini sesuai dengan pembahasan tentang beberapa keunggulan yang dimiliki disabilitas yang bahkan tidak dimiliki oleh orang normal sekalipun. Perusahaan film seperti Marvel Cinematic Universe (MCU) sangat jeli melihat bakat yang dimiliki oleh Dinklage, andai saja banyak perusahaan yang dapat memaksimalkan kekurangan yang dimiliki oleh para penyandang disabilitas, maka semakin bagus pula penerapan teori Diversity of the Workforce ini yang menekankan keberagaman akan membuat lingkungan kerja semakin positif, efektif dan efisien karena satu sama lain akan saling berkesinambungan.


Solusi

Pemerintah

Upaya pemerintah dalam hal penyetaraan kesempatan kerja dan kenyamanan di lingkungan kerja sudah baik. Melalui konvensi International Labor Organization (ILO), No. 111 tahun 1958 tentang Diskriminasi (dalam hal Pekerjaan dan Jabatan). Dan juga Konvensi ILO no. 159 tahun 1983 tentang Rehabilitasi Vokasional dan Pekerjaan (untuk penyandang cacat) dan Rekomendasi ILO No. 168, dimana mengharuskan negara anggotanya untuk mengadopsi kebijakan nasional dan melaksanakan upaya rehabilitasi vokasional hingga mempromosikan konsultasi dengan organisasi penyandang cacat. Selain itu, PBB juga turut merespon isu diskriminasi penyandang disabilitas dalam lingkungan kerja dengan mengeluarkan Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Cacat (2006).

Beberapa tindakan terkait diskriminasi disabilitas di Asia Timur dan Tenggara dilakukan dengan menghapus hambatan akses bagi penyandang cacat dalam memperoleh pendidikan dan pelatihan kerja, memerangi asumsi stereotip yang salah, menghapus diskriminasi dalam akses pekerjaan, dan membuat penyesuaian praktis di tempat kerja agar penyandang disabilitas dapat berpartisipasi (terkait bantuan yang wajar).

Hal-hal yang perlu ditingkatkan dari sisi pemerintah adalah terkait distribusi, pemberian bantuan berupa sarana akses informasi khusus terkait kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan juga pelatihan-pelatihan keterampilan, peningkatan program-program terkait peningkatan keterampilan penyandang disabilitas dalam ranah yang lebih luas, kemudian juga diperlukan pemantauan dan pengevaluasian terhadap negara-negara anggota agar target yang telah ditamatkan dapat dipenuhi dengan baik.


Perusahaan

Saat ini, perusahaan sudah mulai membuka peluang dan mengupayakan adanya kesetaraan dalam memperoleh pekerjaan. Perusahaan harus juga menyadari bahwa fungsi dari organisasi bisnis bukanlah hanya untuk laba atau keuntungan, namun juga bagaimana sebuah organisasi dapat memberikan manfaat optimal bagi kehidupan masyarakat. Penyandang disabilitas juga memiliki hak dan kebutuhan sama seperti yang bukan merupakan penyandang disabilitas. Pemerataan kesempatan kerja dapat dilakukan dengan memberikan persyaratan yang wajar terhadap proses rekrutmen dengan persyaratan kerja yang mengacu pada kemampuan, keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan terkait bidang pekerjaan misalnya untuk persyaratan untuk posisi sebagai kasir, maka tidak mengharuskan pelamar untuk berjalan-jalan, seseorang dengan gangguan mobilitas tentunya masih dapat bisa mengisi posisi tersebut.

Selain itu kenyamanan bekerja dapat dilakukan melalui upaya penciptaan lingkungan kerja yang inklusif, yakni dengan menghapus hambatan fisik, sosial maupun budaya. Sehingga kemudian dapat menciptakan lingkungan yang dapat diakses oleh semua orang tanpa memandang keterbatasan dalam fisik. Meningkatnya produktivitas yang menyeluruh, kualitas dan kerjasama di tempat kerja akan mengurangi penggantian pekerja. Hal ini pada akhirnya akan membawa keuntungan bagi perusahaan yang lebih produktif dan menghasilkan keuntungan ekonomi, organisasi dan sosial bagi perusahaan. 

Salah satu perusahaan multinasional yang melakukan perekrutan terhadap penyandang disabilitas adalah International Business Machines (IBM).

Image result for ibm

IBM merupakan sebuah perusahaan multinasional yang berasal dari Amerika serikat. Perusahaan ini sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultan dan tentunya sudah sangat familiar di kalangan para profesional dan praktisi. Perusahaan ini bahkan sangat menekankan perekrutan dan mempertahankan pekerja disabilitas, bahkan IBM juga mengharuskan seluruh karyawan perusahaannya untuk turut serta dalam program pelatihan kesadaran disabilitas. Perusahaan ini hanya salah satu dari perusahaan yang mengupayakan kesetaraan bekerja bagi seluruh karyawan, namun dapat menjadi model contoh bagi perusahaan-perusahaan lain yang belum melakukannya, sehingga kesetaraan kerja  bukan hanya impian bagi penyandang disabilitas.

Tarian Kontemporer Kaum Disabilitas (Foto: AFP/Daniel Leal-Olivas)


Pekerja Penyandang Disabilitas

Dengan berbagai regulasi dalam memerangi diskriminasi disabilitas yang dilakukan oleh pemerintah, program-program pelatihan keterampilan dan juga respon positif oleh keterbukaan perusahaan-perusahaan terhadap kesetaraan kesempatan kerja dan perlakuan kerja bagi penyandang disabilitas, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi penyandang disabilitas. Keterbatasan fisik yang dimiliki bukan merupakan penghalang untuk berkarya, justru hal tersebut semestinya menjadi keunikan tersendiri bagi orang tersebut dalam meraih impiannya.

Keputusan yang dipilih oleh Dinklage dapat menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk tidak mudah menyerah dalam meraih mimpinya. Dengan keterbatasan fisik yang ia miliki diimbangi dengan tekad yang kuat untuk meraih mimpi, Dinklage membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Terlebih kesempatan masih terbuka lebar bagi penyandang disabilitas dalam mempertajam keahlian dan kemampuannya, sehingga memberikan nilai tambah untuk dapat berpartisipasi dalam dunia kerja dan juga turut memberi kontribusi pada lingkungan sosial bermasyarakat.


Like it? Share with your friends!

5
5 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
4
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
4
Win
Won Direction

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format