No More Angkie Yudistia Please: The Phenomena in Recruitment for Disabilities

Masalah pekerjaan menjadi salah satu momok bagi para penyandang disabilitas. Angkie Yudistia, tunarungu yang ditolak kerja karena alasan tidak bisa menjawab telepon


8
8 points

Masalah pekerjaan menjadi salah satu momok bagi para penyandang disabilitas. Dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas disebutkan bahwa Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak(1).

Data Disabilitas yang diolah dari hasil SUPAS 2015 meliputi kesulitan melihat, mendengar, menggunakan tangan/jari, mengingat/berkonsentrasi, gangguan perilaku/emosional, berbicara, serta mengurus diri sendiri. Menurut data SUPAS 2015 terdapat 8,56 persen penduduk yang memiliki disabilitas.

Keterbatasan akses memperoleh pekerjaan bagi penyandang disabilitas merupakan masalah lama yang belum terselesaikan. Hambatan ini berpotensi mempengaruhi tingkat kesejahteraan bagi para penyandang disabilitas. Berdasarkan hasil studi Lembaga Studi Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia tahun 2017, distribusi penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas dapat dilihat pada gambar berikut:

Proporsi penyerapan tenaga kerja didominasi oleh penyandang disabilitas berat pada sektor pekerjaan informal dengan persentase 75,8 persen. Sedangkan untuk penyandang disabilitas ringan sektor informal  dengan jumlah persentase sebesar 64,93 persen.

Di Indonesia menurut Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia pada akhir 2016, penyandang disabilitas yang memiliki pekerjaan hanya sekitar 51,12 Persen(2). Jika diasumsikan bahwa penyandang disabilitas sekitar 10% dari total populasi Penduduk Indonesia, artinya ada sekitar 5 Persen Penduduk Indonesia(3) atau setara dengan 13 Juta jiwa, yang secara tidak langsung tidak bisa memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia. Tingginya angka tersebut disebabkan oleh adanya tindakan diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas seperti yang dialami oleh Angkie Yudistia dan penyandang disabilitas lainnya.

Angkie Yudistia, adalah salah satu penyandang disabilitas tuna rungu. Perempuan cantik kelahiran Medan, 5 Juni 1987 ini mengalami tunarungu sejak berusia 10 tahun. Pada awalnya Angkie terlahir sebagai anak yang normal dan sehat, hingga pada usia 10 tahun Angkie terkena malaria yang entah karena efek obat ataupun dampak yang disebabkan dari penyakit malaria sehingga menyebabkan pendengaran Angkie rusak hingga saat ini.

Angkie Yudistia adalah salah satu diantara sekian banyak penyandang disabilitas yang mengalami hal diskriminatif pada saat melamar pekerjaan dimana dia selalu ditolak karena alasan tidak bisa menjawab telepon(3). Padahal yang bersangkutan bisa berkomunikasi dengan cara yang lain yang tidak menjadi pertimbangan oleh perusahaan/ penerima.

Saat ini Angkie Yudistia adalah CEO dari Thisable Enterprise yang bersama dengan 7.000 penyandang disabilitas yang siap bekerja dan membuktikan bahwa penyandang disabilitas adalah bagian yang tidak butuh dikasihani melainkan dibutuhkan keberadaannya atas karya berupa produk atau jasa yang mereka ciptakan.

Aspek Legal Rekrutmen Calon Pekerja Disabilitas 

Permasalahan terkait legalitas dalam perekrutan karyawan disabilitas kerap kali dikemukakan oleh Pemerintah. Tidak hanya Angkie, masih banyak disabilitas yang mengalami diskriminasi saat perekrutan pegawai baik di Pemerintahan maupun Swasta. Pemerintah kerap kali mengingatkan Pasal 53 ayat (1) Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menyebutkan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja. Pasal 53 ayat (2) UU yang sama menyebutkan, perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1% (satu persen) penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja Pengusaha wajib mempekerjakan tenaga kerja penyandang cacat minimal 1% dari pekerja yang ada di perusahaannya(7). Merujuk pada UU tersebut, maka secara jelas dan tegas Pemerintah menjamin pemenuhan dan kesamaan hak bagi para penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya(8).  

Diskriminasi terhadap disabilitas dalam memperoleh pekerjaan merupakan bentuk pelanggaran HAM, dimana seharusnya setiap warga Negara Indonesia berhak untuk memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Penyandang disabilitas pun merupakan Warga Negara Indonesia yang layak memperoleh pekerjaan sebagaimana mestinya(9). Penyandang disabilitas dianggap kurang kompeten dibanding orang pada umumnya, padahal kompetensi yang dimiliki oleh disabilitas pun tidak kalah dengan yang lain, mereka hanya memiliki keterbatasan dalam beberapa hal yang seharusnya dapat dicari jalan keluarnya dengan sangat mudah oleh suatu perusahaan. Penyandang disabilitas pun kedepannya dapat lebih loyal terhadap suatu perusahaan, sehingga memungkinkan mereka memberikan kemampun terbaik mereka untuk menunjang perkembangan perusahaan. 

Keleluasaan yang diberikan pemerintah kepada perusahaan dalam menerapkan kuota 2% pekerja penyandang disabilitas dapat dimanfaatkan perusahaan dengan mengalokasikan posisi pada tempat-tempat khusus yang memungkinkan untuk dikerjakan penyandang disabilitas tertentu ataupun secara bertahap membuka peluang untuk pekerjaan yang bersifat kompetitif dan core business pada suatu perusahaan bagi penyandang disabilitas dengan kualifikasi pendidikan dan keahlian tertentu(10).


Berbagai Bentuk Diskriminasi Calon Pegawai Dengan Disabilitas

Analisa Masalah - Perencanaan Kebutuhan Human Resource

Menurut Ferrel, O.C., dkk dalam buku Business Foundation: A Changing World (5). menyatakan bahwa dalam merencanakan dan mengatur strategi untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan, dibutuhkan pemetaan kebutuhan Human Resource perusahaan yang memadai. Bagian HR harus menentukan berapa banyak employee yang akan dipekerjakan dan skill/kemampuan apa yang dibutuhkan untuk memuluskan pencapaian target perusahaan tersebut. Seorang manager harus menggunakan informasi yang didapatkan melalui Job Analysis (suatu metode dalam menentukan apa saja yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan, biasanya terkait tugas khusus, keahlian, pengetahuan atau skill tertentu) untuk membentuk Uraian Tugas atau Job Description dan Job Specification.


Sebuah Job Description haruslah berupa penjelasan tertulis mengenai suatu pekerjaan tertentu, yang biasanya berisi judul pekerjaan, hal apa yang akan dikerjakan, hubungannya dengan pekerjaan lain, kemampuan fisik dan mental yang dibutuhkan, jabatan, tanggung jawab, dan kondisi lapangan pekerjaan. Hal tersebut kemudian dilanjutkan dengan sebuah Job Specification, yang menjelaskan kualifikasi calon pekerja yang dibutuhkan, tingkat pendidikan, pengalaman, karakter personal, dan karakteristik fisik.

Jadi, dalam menentukan Job Analysis, Job Description dan Job Specification, perusahaan seharusnya tidak menuliskan syarat-syarat yang bersifat diskriminasi yang membedakan antara non-disabilitas dengan penyandang disabilitas. Namun, bagai pungguk merindukan bulan, kenyataan yang terjadi di lapangan tidaklah seindah keinginan. Berikut ini adalah beberapa contoh rangkuman tindakan diskiriminasi terhadap Calon Pegawai Dengan Disabilitas yang umum terjadi pada saat pembentukan persyaratan rekrutmen dan seleksi.

Calon/ Pegawai Dengan Disabilitas
Calon/ Pegawai Tanpa Disabilitas
Syarat penerimaan pegawai yang cukup berat (ex. Surat kesehatan jasmani & Rohani,dll)
Tidak menjadi hal yang umum
Masih banyak perusahaan yang tidak memiliki fasilitas umum untuk disabilitas
Dapat bebas menggunakan seluruh fasilitas umum tanpa kesulitan
Disabilitas hanya diberikan tanggung jawab pekerjaan yang kurang penting dan hanya sebatas memenuhi kewajiban terhadap Peraturan Pemerintah atau corporate image
Seluruh pegawai non-disabilitas memiliki kesempatan untuk berkembang dan memiliki tanggung jawab lebih
Posisi jabatan yang akan dilamar oleh disabilitas dibatasi khusus untuk pekerjaan yang sangat mudah
Posisi jabatan yang akan dilamar dibuka seluruhnya untuk semua posisi
Pemberian dispensasi persyaratan sebagai salah satu bentuk tidak percayanya perusahaan akan kompetensi dari disabilitas dan dipandang lebih rendah dari orang pada umumnya(ex. Tdk perlu menyertakan hasil toefl, dll dibandingkan non-disabilitas)
Non-disabilitas diwajibkan menyerahkan seluruh persyaratan sebagai bukti kompetensinya
Tidak memperoleh alat bantu yang diperlukan dalam menjalankan pekerjaannya(ex.Tuna netra sebagai Operator Telepon tapi tidak dibekali braile ataupun penunjang lainnya)
Tidak mengalami kendala dalam bekerja

Diskriminasi Terhadap Penyandang Disabilitas dalam Rekrutmen

Menurut Ferrel O.C., dkk dalam buku Business Foundation: A Changing World(5).Rekrutmen berarti mengumpulkan pelamar yang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan pemberi kerja/perusahaan, yang dapat berasal dari external dan internal perusahaan. Rekrutmen karyawan merupakan suatu proses yang dilakukan oleh organisasi/perusahaan untuk mendapatkan tambahan karyawan melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat untuk mendapatkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang berkualitas. 

Prinsip non-diskriminasi harus dihargai selama proses perekrutan, untuk menjamin manfaat maksimal bagi pengusaha dan peluang yang setara bagi semua calon pegawai baik para penyandang disabilitas atau tidak. Para pengusaha dapat, misalnya, menyelipkan pernyataan tentang komitmen atas kesetaraan peluang dalam prosedur perekrutan dan dalam iklan lowongan kerja, menggunakan logo untuk menunjukkan bahwa kebijakan demikian berlaku di perusahaan, secara khusus meminta lamaran dari para penyandang disabilitas, dan menyatakan bahwa semua calon akan dipertimbangkan semata-mata berdasarkan kemampuan mereka.

Setiap perusahaan dalam merekrut karyawan pasti memiliki kriteria atau persyaratan masing-masing. Namun, lagi-lagi hampir semua perusahaan tidak menerima penyandang disabilitas dan ini banyak sekali jumpai, salah satu contoh mengenai hal ini terlihat pada kasus seleksi CPNS yang dinilai mendiskriminasi penyandang disabilitas yang dilansir oleh republika.co.idTindakan diskriminasi pada Calon Pegawai dengan disabilitas seringkali diawali pada saat proses Seleksi Calon Pegawai/ Karyawan, sehingga mereka tidak bisa ikut apply pada saat proses seleksi

http://www.memojatim.com/2018/02/bintang-xpress-surabaya-job-vacancy.html

https://infolowkerpekanbaru.blogspot.com/2018/11/informasi-lowongan-kerja-pekanbaru_975.html

Jika anda melihat kedua gambar diatas mengenai syarat umum, maka anda akan melihat hal diskriminatif sejak awal dimana dipersyaratkan harus Berbadan Sehat dan tidak Cacat. Yang sudah menghentikan secara dini potensi mereka bahkan sebelum proses seleksi dimulai.

Diskriminasi Aplikasi Lamaran

Tahapan selanjutnya adalah proses pengisian atau pembuatan lamaran pekerjaan (Application) dimana proses ini  adalah tahapan awal sebelum tahapan selanjutnya. Para pelamar pekerjaan biasanya mengisi formulir aplikasi, mengirim atau datang langsung untuk menyampaikan aplikasi permohonan lamaran pekerjaan. Pada tahapan ini juga seringkali terjadi diskriminasi oleh  perusahaan atau instansi yang pada akhirnya menghambat kaum disabilitas untuk masuk ke tahapan seleksi berikutnya.

Sumber: youtube.com 

Diskriminasi pada Tahapan Wawancara.

Wawancara adalah tahapan selanjutnya yang bertujuan untuk melakukan pendalaman kepada pelamar pekerjaan. Pada tahap ini biasanya dilakukan secara bertatap muka, yang memungkinkan perwakilan suatu perusahaan atau instansi bertemu pertama kalinya dengan para pelamar yang sudah berhasil masuk pada tahap ini. Pada tahap ini sering terjadi Bias Diskriminasi, dimana ketika mereka melakukan wawancara mereka cenderung untuk menolak calon pegawai yang memiliki keterbatasan/disabilitas. Termasuk pada kejadian Angkie Yudistia, dimana dia ditolak karena alasan tidak bisa menjawab telepon(3). Padahal yang bersangkutan bisa berkomunikasi dengan cara yang lain yang tidak dipertimbangkan oleh perusahaan/pemberi kerja.

https://www.grid.id/read/04143031/ditolak-puluhan-perusahaan-lantaran-tak-bisa-angkat-telepon-wanita-ini-kini-punya-perusahaan-sendiri?page=all#


Problem Solving : There's a way out ! Win-win solution !


Banyak kelebihan-kelebihan yang dimiliki para penyandang disabilitas yang bahkan tidak dimiliki oleh non-disabilitas. Contohlah Stephen Hawking yang menghabiskan sebagian besar hidupnya diatas kursi roda. Ia merupakan salah satu fisikiawan terdepan di dunia, dikenal terutama karena hasil kerjanya mengenai lubang hitam di antariksa dan buku laris “A Brief History of Time" (Sejarah Pendek Waktu). Berikut ini adalah kelebihan calon pegawai dengan disabilitas dibandingkan pegawai tanpa disabilitas yang seharusnya bisa menjadi perhatian bagi para pemberi kerja/ perusahaan untuk membuka diri terhadap para Calon Pegawai dengan Disabiltas saat proses rekrutmen. 

Calon/Pegawai Dengan Disabilitas
Calon/ Pegawai Tanpa Disabilitas
Memiliki rasa loyalitas dan dedikasi yang sangat tinggi kepada Perusahaan
Umumnya memiliki rasa loyalitas yang biasa-biasa saja
Dapat memberikan efek psikologis yang positif bagi karyawan lainnya bila berprestasi
Efek psikologis tidak terlalu berdampak bagi karyawan lainnya bila berprestasi
Meningkatkan corporate image bagi perusahaan dimata masyarakat bila mempekerjakan disabilitas
Menjadi hal yang umum bila mempekerjakan non-disabilitas
Banyak disabilitas yang memiliki bakat terpendam bila diberikan kepercayaan
Pegawai non-disabilitas umumnya lebih mudah untuk mengasah bakat mereka sehingga lebih tampak unggul dibandingkan disabilitas
Dengan menerima disabilitas untuk bekerja, Perusahaan dapat memenuhi Peraturan Pemerintah
Perusahaan masih banyak yang belum mengetahui terkait kewajiban mempekerjakan disabilitas

Dukungan pemerintah dalam bentuk Undang-Undang sudah cukup memadai dan patut diancungi jempol. Pemberi kerja/ perusahaan hendaklah tidak menutup mata atas kondisi masyarakat yang ada. Tidak ada penyandang disabilitas yang menginginkan diri mereka memiliki kekurangan yang menghambat mereka dalam bersosialisasi dan berkontribusi dalam masyarakat dan negeri. Berikut beberapa solusi yang bisa dijadikan jalan keluar sehingga para penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebelah mata:

1. Memanfaatkan situs pemberi kerja online dalam memasukkan Aplikasi Lamaran pekerjaan

Tujuan dari tahapan aplikasi lamaran seharusnya adalah untuk mendapatkan pelamar yang sesuai dengan kebutuhan dan memisahkan dari para pelamar yang tidak sesuai dengan kualifikasi pekerjaan(5) . Jadi tahapan ini bukanlah merupakan tahap untuk mengeliminasi kaum disabilitas yang memiliki kemampuan dan kecocokan dengan kualifikasi pekerjaan.

Berbagai situs online bagi para pencari kerja, sangat membantu para penyandang disabilitas dalam mendapatkan pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan kualifikasi yang dimilikinya. Salah satu situs terkenal adalah https://kerjabilitas.com/. Kerjabilitas.com adalah sebuah jaringan sosial karir yang menghubungkan penyandang disabilitas dengan penyedia kerja inklusi di Indonesia. Kerjabilitas.com menjembatani para penyedia kerja untuk memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas sekaligus menggenapi aturan hukum yang berlaku bagi perusahaan untuk mempekerjakan mereka. Selain ketersediaan informasi pekerjaan dan forum komunikasi,

salah satu contoh Job Description dan Job Specification kerjabilitas.com 

Pada situs Kerjabilitas.compemberi kerja telah menguraikan Job Description dan Job Specification yang jelas sehingga penyandang disabilitas tidak ragu untuk memasukkan lamaran kerja. Kerjabilitas.com juga menampung berbagai konten baik visual, audio, dan video, tentang kecakapan hidup (life skill) dan pengembangan diri untuk membantu penyandang disabilitas meningkatkan kemampuan mereka dalam persaingan dunia kerja.

Mekanisme Kerjabilitas.com cukup sederhana. Dalam proses rekrutmen pelamar tinggal melakukan registrasi, melengkapi profil, mengunggah CV dan foto. Setelah itu, pelamar bisa aktif mencari lowongan yang sesuai dan menulis beberapa kalimat tentang diri pelamar. Keuntungan dari Kerjabilitas.com ini adalah pelamar juga akan mendapatkan notifikasi atau pemberitahuan lewat akun email yang terdaftar setiap ada lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kriteria pelamar.

2. Kerja sama dengan Lembaga Penyedia Jasa Khusus Penyandang Disabilitas

Perusahaan dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia jasa perekrutan pekerja penyandang disabilitas untuk memastikan bahwa jasa yang diberikan secara efektif memenuhi kebutuhan pengusaha. Dalam mempertimbangkan calon pekerja penyandang disabilitas, pengusaha harus terbuka dalam mengadakan penyesuaian di tempat kerja, ruang kerja dan kondisi kerja, apabila diperlukan untuk memaksimalkan kemampuan sang calon pekerja ini melaksanakan pekerjaannya. Nasihat dan bimbingan tentang penyesuaian yang diperlukan dapat diminta dari perusahaan jasa tenaga kerja atau lembaga pakar di bidang penyandang disabilitas, termasuk organisasi atau orang penyandang disabilitas. Penyesuaian, apabila diperlukan, perlu disusun dengan berkonsultasi dengan para pekerja penyandang disabilitas atau non-disabilitas, dan dilakukan dengan perjanjian dengan wakil pekerja dan pekerja penyandang disabilitas yang bersangkutan.

https://pictaram.nocensor.casa/hashtag/disabilitas

Contoh diatas adalah contoh mengenai kesempatan yang sama untuk seluruh pelamar sesuai dengan kebutuhan instansi atau perusahaan.

3. Menyediakan Fasilitator bagi Penyandang Disabilitas ketika Tahapan Rekrutmen.

Pada proses seleksi dan wawancara, karena goal-nya adalah melakukan pendalaman kepada pelamar pekerjaan, maka proses seleksi dan wawancara/interview pun harus dilakukan dengan menggunakan metode yang sesuai untuk digunakan kepada masing-masing pelamar, untuk pelamar dengan keterbatasan tapi lolos tahapan aplikasi lamaran dan masuk ke dalam tahap interview, tentunya perusahaan atau instansi perlu mempersiapkan secara khusus metode yang sesuai tersebut sehingga tetap menggunakan cara yang bisa dipahami dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

https://idnews.co.id/disabilitas-ikuti-bursa-kerja/

Para pelamar diuji kemampuan dan kapabilitasnya, sehingga bisa diketahui apakah yang bersangkutan memiliki kemampuan yang penting dan sesuai dengan pekerjaan. Jika semua orang memiliki kesempatan yang sama, maka seharusnya kaum disabilitas pun memiliki kesempatan yang sama dengan yang lainnya selama memang sesuai kebutuhan, memiliki kemampuan, kapabilitas dan memenuhi persyaratan untuk melakukan pekerjaan tersebut dan memberikan nilai lebih kepada perusahaan.

https://edukasi.kompas.com/read/2018/12/05/21334761/menepis-kesenjangan-disabilitas-lewat-sertifikasi-ic3?page=all

Tahapan ini juga seharusnya memberikan ruang kepada kaum disabilitas untuk melakukan ujian atau test dengan cara yang bisa mereka kerjakan secara optimal. Hal ini penting untuk memberikan rasa keadilan. Tes pra-pekerjaan dan kriteria seleksi harus difokuskan pada keterampilan, pengetahuan dan kemampuan khusus yang dianggap penting untuk fungsi-fungsi pekerjaan yang lowong. Perlu diusahakan agar memilih tes yang formatnya dapat diakses oleh pelamar penyandang disabilitas. Proses wawancara disabilitas harus setara dengan pelamar lainnya, misalnya dengan mengizinkan mereka menggunakan juru bahasa isyarat atau dengan kehadiran pendamping(6).

https://www.kartunet.com/masih-khawatir-ikut-seleksi-cpns-2018-ini-jaminan-pemerintah-buat-formasi-disabilitas-12630/


“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid" - Albert Einstein


DAFTAR PUSTAKA

(1)https://www.solider.id/baca/4280-membaca-data-disabilitas-iindonesia-supas-2015-penyandang-disabilitas-orang-beragam Diakses pada 18 September, 2019.

(2)https://www.moneysmart.id/angkie-yudistia-penyandang-disabilitas-yang-sukses-jadi-ceo/ Diakses pada 18 September, 2019.

(3)https://www.idntimes.com/life/women/wimala-nisitasari/kerap-dibully-dan-ditolak-bekerja-perempuan-tuna-rungu-ini-membuktikan-bahwa-ia-bisa-sukses-c1c2/full  Diakses pada 18 September, 2019.

(4) https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_jumlah_penduduk

(5) Ferrel, O.C; Hirt, Georffrey A; Ferrell, Linda: Business Foundations A Changing Worls; Mc Graw Hill Education; 2019

(6)https://www.beritasatu.com/ekonomi/487612/perusahaan-kembali-diingatkan-pekerjakan-penyandang-disabilitas. Diakses pada 18 September, 2019.

(7)https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo-jakarta/documents/publication/wcms_218055.pdf Diakses pada 18 September, 2019.

(8)https://www.tribunnews.com/nasional/2018/10/30/mennaker-hanif-perusahaan-wajib-pekerjakan-1-persen-penyandang-disabilitas. Diakses pada 18 September, 2019.

(9)https://www.kompasiana.com/ipradipta29/584037b4a623bd4e0ac402f9/mempekerjakan-penyandang-disabilitas-kenapa-tidak?page=all. Diakses pada 18 September, 2019.

(10)https://analisis.kontan.co.id/news/menyoal-diskriminasi-di-tempat-kerja Diakses pada 18 September, 2019.

(11)https://www.kompasiana.com/lukkihariando5692/5ce589a26b07c53a0814713f/diskriminasi-terhadap-penyandang-disabilitas Diakses pada 18 September, 2019.

(12)https://tirto.id/menjembatani-akses-kerja-penyandang-disabilitas-bH6M Diakses pada 18 September, 2019.

(13)https://www.kompasiana.com/christiesuharto/592b86ff62afbdf40be309e3/akses-kaum-disabilitas-untuk-bekerja-di-indonesia?page=all Diakses pada 20 September, 2019.

(15) https://www.voaindonesia.com/a/ilmuwan-stephen-hawking-dukung-euthanasia/1751974.html Diakses pada 20 September, 2019.


CONTRIBUTOR :

  1. TOGA PERDANA;
  2. FADEL KHALIF MUHAMMAD;
  3. CHITRA ANNISA RAHMANINGTYAS; 
  4. ADITYA JOKO PAMBAYUN;
  5. BRIGITTA TITA GILDANIA; 
  6. VELLA WANI NUZHA; 
  7. RIZZA DWI NUSITA

Like it? Share with your friends!

8
8 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
5
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
6
Win
Goaldigger

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format