Action Figure: Beda Harga, Beda Sasarankah?

“Sekali kau membuka segelnya, action figure itu telah kehilangan nilainya.” Leonard, Big Bang Theory


2
2 points

Siapa yang tidak pernah melihat action figure? Tentunya mainan ini sudah menjadi suatu hal yang umum kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Lazimnya, mainan ini sering kita jumpai dimainkan oleh anak laki-laki. Jenis mainan ini tak jarang dijadikan alat untuk mengembangkan imajinasi mereka ketika bermain perang-perangan dengan karakter yang mereka sukai di suatu animasi televisi misalnya.

Berangkat dari ide dari Hasbro untuk membuat suatu mainan yang maskulin untuk melengkapi pengalaman bermain anak laki-laki Amerika pada rentang masa 1960-1979, action figure pertama yang mengangkat karakter G.I. Joe akhirnya diproduksi. Mainan ini terjual laris dan Hasbro pun menerapkan lisensi global atas action figure ini. Akhirnya, bukan hanya G.I. Joe saja yang dijadikan mainan berukuran tinggi 11,5 inchi ini. Karakter-karakter lain seperti Transformers dan Stars Wars pun laris di pasaran. 

Namun, seiring berkembangnya zaman, action figure kini memiliki fungsi lain. Sejak peluncuran action figure Transformers pada tahun 1980-1994, orang-orang memiliki hobi baru. Action figure sengaja tidak dikeluarkan dari kotaknya dengan tujuan agar tidak terjadi sedikitpun kerusakan pada action figure tersebut. Hal ini masih menjamur hingga saat ini. Tidak hanya itu, harganya yang selangit juga menjadi salah satu pertimbangan mengapa action figure ini kini jarang dimainkan. 

Naiknya harga action figure ini dilatarbelakangi juga dengan ambisi para produsen action figure untuk membuat berbagai bentuk-bentuk langka dan detail luar biasa pula. Sebut saja mainan action figure kenamaan milik Hot Toys yang memiliki harga selanngit pula. Action figure ini akhirnya pada umumnya menjadi koleksi para kolektor yang sudah tidak dapat dibilang sebagai “anak-anak” lagi. Berikut dalam infografik yang dikutip dari tirto.id, disajikan pula harga-harga fantastis action figure yang tentunya akan membuat  kita terkejut dan terheran-heran.

Lantas, apakah kejadian ini merupakan suatu kejadian yang salah atau sebenarnya sah-sah saja? Apa yang harus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan action figure untuk mengatasi pergeseran sasaran action figure ini?

Costumer Driven Marketing Strategy: Hot Toys vs Hasbro

Berdasarkan konsep pemasaran, terdapat dua pertanyaan yang perlu dijawab pemasar untuk meningkatkan nilai produk ke konsumen, yakni: 1) konsumen mana yang akan dilayani?, serta 2) bagaimana cara melayani konsumen tersebut? Untuk menjawab kedua pertanyaan ini, pemasar perlu melakukan STDP (segmenting, targeting, differentiation, serta positioning.

Pada kasus Hot Toys vs Hasbro, keduanya membagi pasar (segmenting) secara utama berdasarkan umur dan pendapatan. Lalu, keduanya melakukan targeting pasar dengan mengutamakan konsumen anak-anak. Perbedannya adalah Hot Toys lebih menargetkan penjualan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga berpendapatan tinggi, sedangkan Hasbro mentargetkan konsumen anak-anak dari keluarga berpendapatan menengah ke bawah. Hal tersebut terlihat dari perbedaan harga yang ditawarkan hasbro dan Hot Toys. Karena itu, diferensiasi yang dilakukan Hasbro berupa harga yang lebih murah dibanding pesaing lain. Namun, walaupun harganya lebih terjangkau, Hasbro juga memiliki lisensi dari merek terkenal seperti Star Wars dan Marvel. Sedangkan diferensiasi yang dilakukan Hot Toys yakni kualitas dan fitur yang lebih unggul dibanding pesaing lain. Contohnya adalah wajah dan bentuk action figure dibentuk semirip mungkin dengan aslinya.

Berdasarkan hal tersebut, posisi yang didapatkan Hasbro di mata konsumen yakni mainan anak dengan harga lebih terjangkau, sedangkan posisi Hot Toys di mata konsumen yakni mainan anak dengan kualitas terbaik.

Tabel STDP antara Action figure yang murah dan mahal

Action Figure Murah (Hasbro)

Action Figure Mahal (Hot Toys)

Segmenting

Action figure dari Hasbro membagi-bagi kelompok pembelinya dari berbagai macam segmen kebutuhan dan keinginan. Dalam segmen bisnisnya, Hasbro membagi jenis mainannya menjadi mainan untuk laki-laki, mainan untuk perempuan, mainan untuk balita, dan games serta puzzle. 

Untuk pembagian geografis, Hasbro membagi secara garis besar menjadi penjualan di US dan internasional. 

Action figure mahal dari Hot Toys tidak menyesuaikan diri dengan pasar mana yang akan dituju. Tapi menurut kami, dalam segmentasi pasar Hot Toys mempertimbangkan demografi income dan psikografi (lifestyle). Karena hobi dan komunitas Hot Toys di seluruh dunia sudah seperti gaya hidup di lingkungan masyarakat tertentu. 

Targeting

Target pasar (fokus utama) yang dituju oleh action figure murah ini adalah anak-anak dengan usia 6-16 tahun. Action figure dari Hasbro ini dijual dibanyak sekali tempat mulai dari pasar mainan sampai di mall-mall seperti Kids Station. Action figure ini masih biasa disebut mainan oleh orang kebanyakan. Anak usia 6-15 tahun menggunakan action figure ini sebagai sarana saling adu, jadi kemungkinan besar akan saling ditabrakan antara action figure satu dengan lainnya. Karena yang dituju adalah anak-anak yang belum mengerti betul soal detail dan kualitas bahan dari mainan, jadi harga yang ditawarkan pasti akan lebih murah.

Target pasar action figure mahal dari Hot Toys ini mulai dari mahasiswa, orang dewasa bahkan sampai orang tua (usia 18-50 tahun) yang biasanya sudah punya pendapatan tetap dan menyisihkan uangnya untuk membeli action figure ini. Pasar yang dituju adalah penghobi dan pengkoleksi action figure berbagai jenis yang tau akan detail, kualitas bahan, dan langka atau tidaknya action figure tersebut. Penjualan action figure mahal ini tidak di sembarang tempat, biasanya di toko khusus hobi atau via website yang biasanya harus pre order terlebih dahulu. 

Differentiation

Action figure murah dari Hasbro memang untuk detail dan bahan kurang berkualitas. Di sisi lain, karena tidak perlu detail yang khusus, maka bisa diproduksi secara masal sehingga bisa menekan biaya dan bisa dijual murah. Action figure dari Hasbro sangat up-to-date dan inovatif, setiap akan ada film atau kartun yang muncul, Hasbro pasti langsung muncul dengan mainan baru yang sedang trend dengan inovasi teknologi baru dalam setiap mainannya. Diferensiasi dalam produknya

Action figure mahal dari Hot Toys benar-benar memperhatikan bahan-bahan yang dipakai untuk membuat karakternya, detail dan warnanya biasanya sangat mirip dengan tokoh aslinya. Untuk memenuhi itu tidak jarang action figure mahal dibuat dengan tangan yang menyebabkan biaya produksi menjadi lebih mahal dan stok yang terbatas mengangkat harga action figure mahal ini. Karena harga yang mahal serta kemiripan dengan tokoh aslinya sangat tinggi maka action figure mahal ini hanya digunakan untuk pajangan di dalam lemari kaca serta untuk objek fotografi saja.

Positioning

Action figure dari Hasbro ini adalah sebuah gambaran dari mainan yang biasa ada dalam pikiran kita. Harga yang tidak terlalu mahal, kualitas mainan yang biasa saja serta jangkauan pasar yang luas. 

Action figure mahal dari Hot Toys yang harganya jutaan rupiah ini menempatkan dirinya pada kelompok barang koleksi, bukan pada kelompok mainan. Harga yang mahal untuk sebuah barang pajangan kecil yang tidak semua orang mau dan mampu untuk membelinya maka ini termasuk barang mewah. Seni yang dibutuhkan untuk membuat action figure ini tinggi maka penempatan posisinya sudah seperti barang seni layaknya patung atau ukiran. Karena terbatasnya stok barang dan banyaknya permintaan, maka action figure ini juga bisa menjadi sarana investasi karena harga untuk beberapa jenis yang laris naik terus menerus.

Product Positioning Hot Toys

Product positioning adalah salah satu strategi yang biasanya digunakan oleh para perusahaan untuk menempatkan produk mereka di pasaran, dengan tujuan utama agar produk tersebut dapat dengan mudah dijumpai oleh calon pembeli. Hot Toys memposisikan dirinya sebagai action figure dengan harga mahal, dan kualitas yang tinggi, bahkan salah satu dari produk mereka mempunyai bandrol lebih dari lima juta rupiah, angka yang sangat besar untuk sebuah ‘mainan’. Berikut tabel positioning Hot Toys beserta kompetitor terbaiknya :

Melihat dari positioning map diatas, terlihat Hot Toys memposisikan dirinya sebagai action figure kelas atas, jika dibandingkan 5 kompetitor utamanya. Diambil dari shopee.co.id, terdapat produk dari Hot Toys seharga Rp23.500.000, nilai yang sangat fantastis jika dibandingkan dengan pesaingnya, Hasbro yang berkisar dibawah Rp500.000. 

Nah, jika dilihat dari dua gambar diatas, bisa diperhatikan bahwa Hot Toys(kiri) memiliki harga 180 kali lebih mahal dari produk Hasbro(kanan). Hot Toys seharga Rp23.500.000 di laman shopee.co.id tersebut terlihat belum terjual sama sekali, sedangkan produk Hasbro seharga Rp124.000 sudah terjual sebanyak 3 unit dalam bulan ini. Hal ini menunjukkan bahwa  Hot Toys ditujukan oleh kalangan elit, berbeda dengan Hasbro yang produknya masih bisa dijangkau oleh masyarakat biasa. 

Hasbro: Pemilihan Target Pelanggan yang Selaras dengan Tujuan

Jika menilik arti dan tujuan dari action figure yang diciptakan untuk anak laki-laki, maka menurut kami produk dari Hasbro paling tepat sasaran. Hasbro merupakan merk dari Amerika dengan sasaran konsumen yaitu anak-anak. Dengan harga yang terjangkau serta rincian karakter yang mirip dengan kartun membuat anak-anak menyukainya. Pun anak-anak juga akan memainkan karakter ini bukan untuk dipajang dan dikoleksi sebagai barang yang bernilai tinggi melainkan sebagai pelengkap mainan yang lain. Jangkauan pasar yang luas dan diproduksi secara masal sehingga mainan dari Hasbro dapat dibeli di banyak toko, berbeda dengan action figure seperti Hot Toys yang dijual tidak di semua toko mainan karena memproduksi barang yang sedikit.

Salah Sasaran Bukanlah Suatu Kerugian

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada dasarnya action figure merupakan mainan anak-anak. Action figure kemudian berkembang menjadi barang koleksi bagi para kolektor dewasa. Dalam hal ini, mainan berubah fungsi yang awalnya dimainkan oleh anak-anak menjadi hanya untuk dipajang. Action figure pun ketika dipajang, tidak semua orang tahu akan keunikan dan tingkat kerumitan karakter tersebut. Mulai dari bahan yang digunakan, serta detail dari karakter yang membuat mainan action figure kini menjadi mahal.

Menurut kelompok kami, strategi “let 100 flowers bloom” merupakan pilihan yang tepat. Let 100 flowers bloom dari Guy Kawasaki ini mempunyai arti menabur benih di banyak pasar, melihat apa yang mengakar, dan memanen apa yang mekar. Banyak perusahaan yang merasa resah ketika pelanggan yang tidak diinginkan membeli produk mereka. Banyak juga perusahaan yang ketakutan ketika pelanggan yang dituju membeli produk mereka tetapi cara menggunakannya salah.

Ketika action figure ini salah sasaran menjadi kepada orang dewasa, itu merupakan sebuah keuntungan bagi perusahaan karena akan menambah daya beli dan memperluas pasar ke semua umur. Mainan yang sebelumnya hanya dianggap remeh bagi sebagian orang, kini menjadi mempunyai nilai yang lebih misalnya nilai historis yang tinggi maupun barang yang sangat langka sehingga bernomor seri. Action figure kini menjadi diminati di semua kalangan dengan berbagai sasaran pembeli. Merk-merk action figure pun mempunyai sasaran yang berbeda ditunjukan dari bahan yang digunakan, tingkat terperincinya suatu karakter dan teknologi-teknologi yang semakin bervariasi. Jadi, tidak menjadi suatu masalah apabila action figure kini menjadi diminati oleh banyak orang yang tidak terikat oleh umur walaupun awal diciptakan action ini sebagai mainan anak-anak.

Referensi

Kotler, Philip dan Gary Armstrong, 2012,Principles of Marketing 15th edition, Essex: Pearson

https://shopee.co.id/

https://review.bukalapak.com/hobbies/5-merek-action-figure-yang-perlu-kamu-ketahui-25945

https://tirto.id/di-balik-kegemaran-mengoleksi-action-figure-b5Hx

https://www.moneysmart.id/hobi-koleksi-action-figure-itu-menguntungkan-gak-sih/

https://jabar.tribunnews.com/2019/04/07/ternyata-ini-alasan-di-balik-mahahnya-harga-action-figure 

http://www.schoolpouringrights.com/unik/sudah-tahu-apa-itu-action-figure-yuk-ketahui-selengkapnya-disini/

https://guykawasaki.com/the_art_of_rain/

Author

Shafira Jessenia Jasmine

Kevin Syahmenan

Yohanes Reza Nada S.

Faiz Shodiq Nurrahim

Maheswari Vania


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
5
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
4
Win
Faizshodiq

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format