Kata Siapa Kartun Tontonan Anak Kecil?


5
5 points

SpongeBob SquarePants adalah sebuah serial animasi yang paling terpopuler di Nickelodeon. Pada awalnya serial kartun animasi ini ditayangkan pada tahun 1999 di Amerika Serikat dan dicipta oleh Stephen Hillenburg, seorang animator dan ahli biologi laut, dan diterbitkan oleh perusahaannya, United Plankton Pictures Inc. Di indonesia sendiri kartun ini juga banyak menarik perhatian karena kartun sangat menarik dan cocok untuk disaksikan bersama keluarga.

Pada awalnya Spongebob  dirancang untuk usia 2 sampai 11 tahun dengan bimbingan orang tua. Namun faktanya diluar dugaan Spongebob justru lebih banyak menyedot atensi orang-orang dewasa usia 18 sampai 50 tahun. Film Spongebob memang terbilang sangat unik dan berbeda dengan film kartun untuk anak-anak pada umumnya. Sesekali dalam film ini disajikan percakapan-percakapan lucu dan konyol dengan kata-kata yang bisa dibilang sulit untuk dipahami bagi anak-anak, tapi dapat dipahami oleh orang dewasa, sebut saja kata dramatis, ironis, munafik, egois, mitos, dan lain-lain.

Serial animasi ini walaupun memiliki kesalahan segmen pemasaran namun masih disukai oleh banyak orang karena serial kartun ini menyajikan hal-hal yang lucu dan konyol yang menghibur jika ditonton baik oleh anak kecil walaupun orang dewasa, walaupun memiliki kesalahan segmen kartun ini tetap menarik untuk disaksikan dan sukses menarik perhatian masyarakat.

Dalam rangka mengembangkan nilai untuk memenuhi kebutuhan konsumen, perusahaan perlu merencanakan dari sisi internal perusahaan dan eksternal perusahaan. Strategi marketing ini menjadi penting agar produk dapat diterima di masyarakat. Akan tetapi, anomali kerap terjadi. Salah satu produk yang termasuk anomali adalah kartun spongebob squarepants yang menurut survei justru 40% dari total penonton adalah masyarakat usia 18 tahun ke atas (Suriawati, 2019). Padahal, sasaran dari perusahaan produser spongebob squarepants adalah untuk usia 2-11 tahun (Indozone, 2019). Berbeda dengan kompetitor-kompetitornya yang telah berhasil menarik konsumen anak-anak untuk menggunakan produknya, seperti kartun shiva dan masha and the bear (Kurniawan, 2017).

Penonton dari kartun spongebob dapat dicermati dari jam tayang kartun ini dari dua stasiun televisi yang menayangkan yaitu GTV (Senin – Jumat, 11.00 WIB | Sabtu – Minggu, 06.00 & 12.30 WIB) dan MNC Vision (Minggu 18:00 – 19:00 WIB).

Gambar 1.1 jam tayang spongebob di GTV

Gambar 1.2 jam tayang spongebob di MNC Vision (Nickelodeon)

Dari kedua stasiun televisi, kita dapat melihat bahwa kartun spongebob yang ditayangkan oleh GTV diputar pada hari senin-jumat pukul 11.00 WIB jelas tidak dapat ditonton oleh anak-anak yang sedang bersekolah pada jam tersebut. Berbeda lagi dengan tayangan kartun shiva yang memiliki jam tayang di ANTV (selasa-jumat pukul 7.00 dan sabtu-senin pukul 07.30) dan kartun masha and the bear (setiap hari pukul 06.30) yang sempat tayang di tahun 2016-2018.

Gambar 1.3 Jam tayang shiva hari selasa-jumat (atas) sabtu-senin (bawah)

Lalu bagaimana suatu kartun dalam sistem pemasarannya? Sudah tepatkah stasiun televisi dalam menetapkan jam tayangnya? Hal ini yang perlu kita tinjau dari segi marketingnya untuk memberi saran kepada kartun spongebob squarepants agar tetap dapat bertahan. Terlebih, pada akhir-akhir ini spongebob squarepants mendapat teguran KPI pada beberapa adegannya (Primastika, 2019). Perlukah spongebob squarepants melakukan reposisi atau let the flower bloom? 

              

  1. Segmenting

Melalui tahap segmenting, perusahaan membagi pasar yang begitu besar ke beberapa segmen yang lebih kecil. Harapannya, perusahaan dapat meninjau segmen manakah yang dapat dicapai secara lebih efisien dan efektif dengan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan unik mereka (Kotler dan Armstrong, 2017). Pada tahap ini, segmen perusahaan kartun akan sama, perbedaan terletak pada tahap targeting, differentiating, dan positioning. Secara garis besar, segmenting dibagi menjadi empat, yaitu geografi, demografi, psikografi, dan perilaku. 

  1. Geografi

Pada segmentasi geografi, segmen pasar dibagi berdasarkan perbedaan demografis. Berhubung tiga produk merupakan produk yang dipasarkan secara internasional, segmentasi produk dibagi berdasarkan lokasi geografis yang berdekatan. Mereka dapat melakukan segmentasi berdasarkan penggunaan bahasa pada setiap lokasi geografis, seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan lain-lain. 

  1. Demografi

Variabel demografi dapat diukur dengan usia dan tahap siklus hidup, jenis kelamin, dan pendapatan. Usia penonton dapat dikategorikan usia dan tahap siklus hidup menjadi anak-anak (5-12), remaja (13-17), dan dewasa (18+). Jenis kelamin dibedakan menjadi pria dan wanita. Pendapatan akan dihilangkan kategorinya karena penonton dapat mengakses secara gratis. 

  1. Psikografi

Dalam psikografi, terdapat segmentasi terhadap lifestyle dan personalities pengguna. Sebagai produk entertainment, produk-produk ini memiliki segmentasi pengguna yang memiliki genre komedi, petualangan, aksi. Hal ini karena produk-produk ini merupakan serial kartun sehingga setiap serial dapat dibentuk sehingga pengguna merasa terhibur sesuai selera penonton. Sedangkan pada segmentasi personalities, pengguna dapat dibagi berdasarkan alasan menyukai film, apakah pengguna menyukai karena karakter pemain atau alur cerita.

  1. Perilaku

Dalam segmentasi perilaku, penonton dapat dibagi berdasarkan jam menonton. Apakah jam menonton pagi, siang, sore, atau malam. Hal ini juga berkaitan dengan keluangan waktu pengguna karena sifatnya yang produk hiburan, melepas penat di waktu senggang. Perilaku penonton juga dapat disegmentasikan berdasarkan media untuk menonton, apakah penonton menggunakan media internet atau televisi. Termasuk dapat disegmentasikan, bagaimana tingkat keloyalan pelanggan, apakah pelanggan merupakan penonton baru, lama, atau sudah tidak lagi menonton.

  1. Targeting

Setelah melakukan tahap segmentasi, perusahaan dapat menargetkan segmen pasar yang terbaik. Untuk menargetkan segmen pasar terbaik, perusahaan perlu mengevaluasi masing-masing tiga faktor yaitu ukuran segmen dan karakteristik pertumbuhan, daya tarik struktural, dan kesesuaian dengan tujuan dan sumber daya perusahaan. Setelah itu perusahaan memilih salah satu dari empat strategi penetapan sasaran pasar mulai dari lingkup yang luas hingga lingkup yang sempit (Kotler dan Armstrong, 2017).

  1. Undifferentiated Marketing

Pada strategi ini, perusahaan menargetkan pasar secara luas/massal. Perusahaan hanya berfokus pada ketertarikan yang sama pada setiap penonton dan mengabaikan perbedaan yang ada dari setiap segmen. 

  1. Differentiated Marketing

Pada strategi ini, perusahaan melakukan diferensiasi atas perbedaan yang terjadi dalam beberapa segmen. Hal ini dilakukan perusahaan dengan memberikan bahasa yang sesuai pada masing-masing geografi dengan cara mengganti pengisi suara (dubbing). Dalam beberapa episode juga disuguhi dengan aksi petualangan maupun komedi yang sesuai dengan personaliti penonton. Pemberian rated pada kartun seperti istilah BO (Bimbingan Orangtua) untuk membatasi umur penonton.

  1. Concentrated Marketing

Pada strategi ini, perusahaan hanya berfokus pada satu atau beberapa segmen pasar yang paling berpotensi. Hal ini dapat terjadi untuk mengurangi biaya maupun sumber daya yang dikeluarkan seperti biaya produksi, biaya promosi, dan biaya distribusi. Contohnya bila penyiaran di kanal Youtube lebih menguntungkan daripada televisi, maka perusahaan hanya memilih menyiarkannya di Youtube saja. 

  1. Micromarketing

Pada strategi ini, perusahaan menghantarkan produk dan pemasaran khusus untuk memenuhi kebutuhan/ selera individu ataupun kebutuhan lokal saja. Dalam industri animasi anak-anak, jarang sekali yang menggunakan strategi mikromarketing

Spongebob Squarepants

Shiva

Masha and The Bear

Segmenting

-Geografi

    Bahasa

Segmentasi lokasi berdasarkan bahasa yang digunakan (Inggris, Arab, Indonesia, dan sebagainya)

-Demografi

    Usia dan Tahap Siklus

anak-anak (5-12), remaja (13-17), dan dewasa (18+).

    Jenis Kelamin

Laki-laki dan Perempuan

-Psikografi

    Genre

Komedi, Petualangan, Aksi

    Personalities

Karakter pemain atau alur cerita

-Perilaku

    Jam Menonton

Pagi, siang, sore, malam

    Media menonton

Internet, Televisi

    Tingkat Keloyalan

Penonton baru, penonton lama, mantan penonton

Targeting

Undifferentiated Marketing

Semua orang yang senang menonton film animasi di televisi maupun platform lainnya (internet) tanpa memandang umur, jenis kelamin, dan bahasa. Dilihat dari jam tayang film spongebob dan masha and the bear sangat cocok di lihat oleh semua kalangan karena ditayangkan di pagi hari sebelum jam kerja dan jam sekolah, dan ditayangkan di sore hari setelah jam kerja dan seusai sekolah. Untuk jam tayang film animasi shiva di Televisi hanya difokuskan ke anak-anak yang belum sekolah, namun film tersebut dengan mudah dilihat di platform video/film seperti Youtube, jadi tidak membatasi penonton untuk  melihat tayangan tersebut.  Dengan menggunakan strategi Undifferentiated Marketing ini tentu akan mempermudah akses semua kalangan untuk menikmati film animasi ini, dan rating film akan naik dengan mudah dan dikenal masyarakat banyak. Sehingga mengurangi biaya iklan. 

Differentiated Marketing

Concentrated Marketing

Mikromarketing

3. Differentiation 

Differentiation adalah cara untuk membuat produk yang kita miliki berbeda dengan produk yang dimiliki oleh kompetitor. Sebuah perusahaan bisa melakukan differentiation terhadap fitur, performa, ataupun style dan desain. Selain melakukan differentiation terhadap produk fisiknya, sebuah perusahaan juga bisa membedakan dirinya melalui jasa yang mendampingi produk yang ia jual (Kotler dan Armstrong, 2017). Differentiation yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dapat juga disebut sebagai competitive advantage. Competitive advantage adalah keunggulan atas kompetitor yang didapatkan dengan menawarkan nilai lebih kepada konsumen, entah melalui harga yang lebih rendah ataupun menyediakan manfaat lebih.

Spongebob Squarepants

Shiva

Masha and the Bear

Kartun ini mudah ditangkap maknanya, ringan, dan lucu sehingga menyenangkan dan dapat diterima oleh semua kalangan termasuk kalangan dewasa. Kartun ini mengajarkan untuk selalu ceria dalam menjalani

Kartun ini memiliki visual yang bagus dan variasi kasus yang berbeda-beda. Kartun ini mengajarkan bahwa kebaikan pasti akan menang melawan kejahatan. 

Kartun ini tidak memiliki tokoh antagonis sehingga tidak ada adegan kelahi. Kartun ini menampilkan dunia anak-anak yang masih polos.

4. Positioning

Positioning adalah cara untuk menempatkan produk yang kita miliki di pasar yang tepat sehingga dapat menyasar target yang diinginkan. Positioning penting untuk dilakukan supaya kita tidak salah dalam menempatkan produk.

Kesimpulan

Tayangan kartun selalu identik dengan target penonton dari segmen anak-anak usia 5-18. Kartun shiva dan masha and the bear yang memiliki jam tayang sesuai (pagi jam 6.00-7.30) sehingga target penonton sudah tepat kepada anak-anak sebelum berangkat sekolah. Beda dengan 2 kartun tersebut, kartun Spongebob memiliki beberapa jam tayang yang tidak tepat bagi target penonton anak-anak usia 5-18 tahun yaitu pukul 11.00 dimana pada jam tersebut anak-anak usia 5-18 tahun masih dalam kegiatan sekolah. Hal ini menggambarkan bahwa kartun spongebob sudah tidak tepat sasaran dalam menargetkan konsumen penontonnya.

Kartun spongebob memiliki alur cerita yang ringan, visualisasi menarik, dan cerita yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat diterima oleh semua umur penonton. Kartun spongebob yang awalnya memiliki target konsumen penonton anak-anak usia 5-18 tahun, lalu bertambah segmentasi penonton yang berasal dari usia 18 tahun ke atas. Bertambahnya segmentasi pasar dari kartun spongebob menjadikan segmentasi pasar yang terlalu luas sehingga target pemasaran kartun ini yang semakin tidak jelas dalam memfokuskan pemasarannya.

Saran

Karena segmentasi pasar dari kartun spongebob yang semakin meluas, maka diperlukan target pasar yang jelas. Maka keputusan pemasaran yang dapat digunakan adalah melakukan  “repositioning”. Repositioning dilakukan dengan cara mengubah target utama pasar yang awalnya kepada anak-anak usia 5-18 tahun menjadi menargetkan kepada penonton usia 18 ke atas. Hal ini dilakukan agar fokus target utama berubah kepada target baru tanpa menutup pada target sebelumnya. Hal ini dilakukan karena kartun spongebob sendiri disenangi oleh penonton yang berasal dari generasi yang lahir pada sekitar tahun 2000, dan hal ini sangat berpotensi jika fokus target pemasaran berubah menjadi menargetkan kepada penonton di atas 18 tahun. 

Sumber

Kotler, Philip dan Gary Armstrong, 2012,Principles of Marketing 15th edition, Essex: Pearson

http://hiburan.rakyatku.com/read/149686/2019/05/02/spongebob-squarepants-sekarang-sudah-berusia-20-tahun

https://www.indozone.id/fakta-dan-mitos/N4spbq/spongebob-squarepants-kartun-anak-anak-yang-disukai-orang-dewasa

https://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/kabar/read/57324/shiva-meraih-sukses-antv-siapkan-serial-animasi-terbaru

https://tirto.id/kpi-tegur-spongebob-gundala-dan-12-program-siaran-lainnya-eh8G

https://id.wikipedia.org/wiki/SpongeBob_SquarePants

Author

Alfi Fadhila

Ahda Mujahid

Abraham Mathofano

Mumtaz Mahfud

Reza Noor Falaq


Like it? Share with your friends!

5
5 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
4
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
5
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format