Kurang peminat, Trans Jogja kalah bersaing dengan Go-Ride


1
1 point

Masyarakat lokal Yogyakarta tidak asing dengan nama Trans Jogja. Trans Jogja merupakan sebuah transportasi umum di tengah denyut  nadi keramaian Kota Yogyakarta yang berupa bus dan telah beroperasi sejak sepuluh tahun silam. Di awal kehadirannya, Trans Jogja meluncurkan sekitar 48 bus ke jalan. Masyarakat merespon positif transportasi ini. Buktinya, di tahun 2009 saja Trans Jogja digadang-gadang mampu meraih pendapatan hingga 15,3 miliar, pendapatan ini diakui melebihi target yang telah ditetapkan. Pendapatan ini bahkan diprediksi akan terus naik. Melihat potensi ini, pemerintah gencar mengucurkan dana untuk Trans Jogja. Seperti di tahun 2012, pemerintah meluncurkan kredit sebesar 6,6 miliar untuk 20 unit bus Trans Jogja.

Akan tetapi, potensi Trans Jogja kian meredup beberapa tahun selanjutnya…

Net. Biro Yogyakarta

Trans Jogja kian sulit mendapat penumpang. Bahkan, pendapatan Trans Jogja menurun drastis sebesar 2,4 miliar rupiah.

Namun, semakin bertambah tahun, harapan besar terhadap Trans Jogja tidak terwujud. Trans Jogja mulai mengalami kesulitan untuk memenuhi target pendapatan di tahun-tahun berikutnya, bahkan cenderung menurun.  Keadaan tersebut semakin diperparah ketika transportasi online bernama Go-Jek mulai hadir di Yogyakarta. Seperti halnya transportasi online yang terus menerus mengembangkan fasilitas, Trans Jogja juga melakukan hal yang sama sebagai bentuk asa menyelamatkan eksistensi Trans Jogja. Contohnya saja peremajaan bus Trans Jogja dan penyediaan fasilitas untuk penyandang difabel agar pengguna lebih nyaman. Pemerintah juga terus berusaha menaikkan jumlah bus dan jalur dengan mengucurkan dana sebesar 16 miliar untuk 29 unit trans jogja di tahun 2017 hingga di tahun 2019 pun terdapat penambahan 6 unit yang memakan biaya Rp3,6 miliar. Semua upaya ini diharapkan mampu mempermudah pengaksesan dan pelayanan yang lebih cepat. Mirisnya, tindakan ini tidak juga menambah ketertarikan masyarakat untuk menggunakan Trans Jogja. Kendala semakin bertambah dengan kenaikan kuantitas kendaraan pribadi. Cita-cita pemerintah untuk menjadikan Trans Jogja sebagai solusi untuk mengurangi pemakaian kendaraan pribadi hanya menjadi angan-angan belaka.  

Kita harus menyadari keresahan pemerintah, Trans Jogja seakan-akan kehilangan peminatnya. Bahkan tak jarang penulis mengamati bus Trans Jogja mengalami kekosongan penumpang. Penulis mencoba menggali soal penurunan minat pengguna Trans Jogja  yang beralih menggunakan Transportasi online dengan cara melakukan perbandingan antara kedua transportasi ini dengan konsep three level product.

Kita harus menyadari keresahan pemerintah, Trans Jogja seakan-akan kehilangan peminatnya.

Three Level Product

Trans Jogja

GoRide pada Go-Jek

Core Customer Value

Trans Jogja menyediakan jasa transportasi untuk mengantarkan para penumpang ke masing-masing destinasi yang ingin dituju berdasarkan rute yang telah ditentukan oleh pihaknya.

Go-Jek menyediakan beragam jasa salah satunya adalah GoRide. GoRide merupakan salah satu fitur pada Go-Jek yang digunakan untuk mengantarkan konsumen dengan kendaraan roda dua sesuai dengan orderan yang tertera dalam aplikasi.

Actual Product



Feature

Trans Jogja dapat kita nikmati dengan membeli tiket secara on the spot atau langsung seharga Rp 3.500,00 untuk umum dan Rp 2.000,00 untuk pelajar. Pembayaran tiket dapat menggunakan e-money (BCA, Mandiri, dan BRI)dan tiket elektronik yang bisa diisi ulang di halte portable maupun permanen. Salah satu kartu yang bisa digunakan konsumen untuk pembayaran adalah Indomaret Card. Dengan Indomaret Card akan mendapat potongan harga menjadi Rp 2.700,00 untuk umum dan Rp 1.800,00 untuk pelajar1. Fitur yang lainnya adalah bus ini dilengkapi pendingin atau AC (Air Conditioner).

Pemesanan GoRide dapat dilakukan dengan cara mengakses aplikasi Go-Jek secara online dan memilih layanan GoRide. Driver akan secara otomatis menjemput kita di posisi penjemputan atau pick up points. Kita dapat memberitahu perjalanan kita bersama driver kepada teman atau keluarga kita melalui fitur Share Trip. Fitur ini bisa dimanfaatkan untuk melacak dan menghilangkan rasa khawatir bagi teman ataupun keluarga kita. Selain itu untuk mencegah tindakan kriminal oleh driver kepada pelanggan dapat dilakukan pengaduan melalui fitur tombol darurat. Fitur ini siap melayani selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan akan mengirim pihak keamanan langsung ke posisi pelanggan2. Pembayaran pada GoRide dapat dilakukan dengan cash atau menggunakan e-money berupa GoPay. Jika GoPay habis maka dapat dilakukan pengisian ulang melalui driver, Alfamart, pegadaian, BCA OneKlik, Mobile Banking, Internet Banking, ATM, dan SMS banking. Go-Jek terkadang memberikan voucher kepada pelanggan berupa potongan tarif GoRide sekali jalan. 

Design

Armada bus berwarna biru dan berkapasitas 41 penumpang dengan tatanan tempat duduk saling berhadapan. Tempat duduk yang digunakan didesain agar nyaman bagi lansia, ibu hamil, anak-anak, dan orang yang berkebutuhan khusus atau difabel. Selain itu di dalam bus tersedia kertas panduan seperti panduan keselamatan berkendara dan panduan doa saat berkendara menurut masing-masing agama. Untuk desain pada halte sudah cukup ramah dengan disediakan ruang untuk penumpang kursi roda masuk dan turun dari halte. Namun ruang tersebut kurang luas sehingga masih sulit digunakan untuk mobilitas penumpang kursi roda. Beberapa halte sudah diberi kanopi untuk melindungi penumpang yang menunggu dari panas matahari dan hujan3.

Go-Jek menerapkan User Centered Desaign yang berarti proses yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Pada layanan GoRide konsumen dapat memilih lokasi pengantaran melalui daftar riwayat perjalanan, secara manual melewati peta, dan menuliskan alamat, nama gedung, nama stasiun, nama bandara, dan lain-lain4. Desain ini dapat mengurangi kesalahan konsumen dalam memilih lokasi pengantaran dan mempermudah driver untuk mengantarkan penumpang sesuai dengan rute yang ditetapkan secara otomatis oleh navigation dalam aplikasi tersebut. 

Quality Level

Nyaman dengan harga yang murah karena ada AC, aroma ruangan, anti maling, ada kondektur bus, dan ada halte khusus pemberhentian trans jogja. Namun ada juga kelemahannya yaitu kendaraan bus berasap tebal, pada waktu tertentu (jam berangkat kerja atau pulang kerja) overload, ada supir yang ugal-ugalan, bus terlambat datang.

Driver dari GoRide ramah dan komunikatif dengan pelanggan, waktu penjemputan cepat dan tepat, driver memiliki skill berkendara yang mumpuni, pick up dan drop point tepat, dan driver memiliki surat kendaraan yang lengkap. Selain itu ada juga kelemahannya yaitu fasilitas fisik seperti kendaraan masih ada yang kurang layak dengan umur kendaraan lebih dari 5 tahun, terkadang ada beberapa driver yang tidak menaati aturan lalu lintas, dan ada beberapa driver yang melakukan tindakan criminal kepada pelanggan.

Brand Name

Semakin menjamurnya transportasi online seperti Go-Jek atau Grab membuat Trans Jogja tidak lagi menjadi pilihan utama bagi para konsumen terutama anak muda generasi Millenial dan generasi Z.

Go-Jek menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat dalam hal transportasi online selain Grab. Hal ini diyakinkan dengan semakin besar perkembangan kualitas Go-Jek seperti kemudahan, kenyamanan, dan keamanan sesuai dengan identiitas perusahaan.

Augmented Product



After Sales Service

Setelah menikmati fasilitas jasa dari Trans jogja tidak ada lagi keberlanjutan service dari pihak Trans Jogja

Setelah penggunaan fasilitas GoRide penumpang akan mendapatkan point. Point tersebut dapat ditukarkan dengan beberapa voucher untuk fitur lainnya.

Warranty

Tidak ada asuransi bagi penumpang Trans Jogja

Penumpang GoRide mendapatkan asuransi kecelakaan secara gratis5

Product Support

Halte-halte khusus yang disediakan untuk pemberhentian bus Trans Jogja

GoPay menjadi produk tambahan untuk melakukan pembayaran secara cashless.

Pada pembahasan kali ini penulis akan menggunakan teori Three Level Product yang terdiri dari 3 aspek yaitu Core Customer Value, Actual Product dan Augmented Product. Di dalam Core Customer Value dibahas mengenai apa yang bisa ditawarkan sebuah produk dan apa yang dicari oleh konsumen dalam produk tersebut.  Mengenai Core Customer Value dari Trans Jogja ialah untuk menyediakan jasa transportasi ke berbagai rute. Trans Jogja sebagai salah satu angkutan publik diharapkan dapat membantu masyarakat dalam berpindah dari satu titik jemput ke titik pengantaran yang telah disediakan. Core Customer Value dari GoRide yaitu suatu fitur yang bisa mengantarkan konsumen menggunakan kendaraan roda dua dari satu titik penjemputan yang ditentukan oleh konsumen ke titik pengantaran yang ditentukan oleh konsumen juga. Pengguna dan driver terhubung melalui aplikasi Go-Jek dimana dalam aplikasi tersebut mereka bisa berkomunikasi dan melakukan transaksi pembayaran. 

Dalam aspek Actual Product akan dibagi lagi menjadi beberapa segmen yaitu feature, design, quality level dan brand name. Feature yang dibahas dalam perihal Trans Jogja ialah mengenai metode pembayaran yang dapat memudahkan konsumen karena terdapat berbagai macam cara. Bisa dengan membeli tiket on the spot ataupun dengan menggunakan e-money dan bisa juga menggunakan tiket elektronik yang dapat diisi ulang di halte portable. Hal ini akan memudahkan konsumen dalam berpergian menggunakan Trans Jogja karena fleksibilitas metode pembayaran yang ditawarkan.  Tidak seperti angkutan public lain yang mengharuskan pembayaran secara tunai, Trans Jogja sudah bisa menawarkan berbagai pilihan. Melihat animo masyarakat dalam menggunakan Trans Jogja terutama pelajar maka mereka memberi potongan harga bagi pengguna Indomaret Card. Fitur lain yang ditawarkan oleh Trans Jogja ialah dalam perihal fasilitas. Bus sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan sehingga para penumpang tidak akan merasa gerah dan panas di dalam bus. Membahas mengenai actual product dari GoRide dimulai dari feature yang ditawarkan kepada konsumen. Pengguna dapat melakukan pemesanan via aplikasi lalu driver akan menjemput kita di lokasi yang sudah disetujui. Ada berbagai fitur yang ditawarkan dalam layanan GoRide ini seperti Share Trip, Tombol Darurat dan lainnya. pembayaran dalam layanan GoRide bisa menggunakan tunai maupun e-money berupa GoPay yang bisa diisi dengan berbagai cara. Layanan GoRide dalam menarik pelanggan juga menawarkan banyak promo yang menggiurkan berupa potongan tarif sekali jalan.

Dalam segmen design menjelaskan mengenai desain bus dari tampak luar maupun dalam dan juga dari desain halte bus. Bus bisa mengangkut sekitar 40 orang sekaligus dalam sekali perjalanan dan kursi bus dibuat senyaman mungkin untuk mengakomodasi penumpang lansia, ibu hamil maupun anak anak. Membahas mengenai desain dari halte Trans Jogja yang sudah menyediakan ruangan bagi penumpang yang menggunakan kursi roda dan sudah dilengkapi dengan kanopi sehingga penumpang bisa terhindari dari panas matahari. Mengenai segmen design, Go-Jek menerapkan User Centered Design yang merupakan suatu proses yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Oleh sebab itu Go-Jek menawarkan banyak sekali layanan servis seperti GoRide, GoFood, GoPulsa, GoClean, GoMassage dan lainnya. mengenai GoRide konsumen bisa mengatur rincian perjalanan sedetail mungkin untuk mengurangi kesalahan dalam pemberian layanan. 

Dalam segmen Quality Level menjelaskan mengenai tingkat kualitas yang ditawarkan oleh Trans Jogja dimana dengan harga murah kita bisa mendapatkan fasilitas yang sangat baik. Bus sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan pengharum ruangan. Namun asap yang dikeluarkan bus bisa dibilang tebal sehingga akan mengganggu pengguna jalan lainnya. Dalam segmen quality level, driver GoRide diharuskan untuk berperilaku ramah dan komunikatif kepada pelanggan sehingga pelanggan bisa merasa puas. Driver juga diharuskan untuk memiliki surat surat kendaraan yang lengkap. Dari segi kelemahannya masih banyak driver yang menggunakan kendaraan tidak layak pakai dan juga masih banyak driver yang melakukan tindakan kriminal kepada penumpang. 

Dalam segmen Brand Name membahas mengenai tingkat pamor atau nama baik dari suatu produk. Trans Jogja dirasa sudah kurang diminati oleh masyarakat karena masih ada kemungkinan keterlambatan jadwal dan banyak nya pilihan alternatif seperti transportasi online. Dari segmen Brand Name, nama Go-Jek sudah sangat dikenali oleh konsumen terutama generasi milenial dan Gen Z. Selain karena kemudahan akses nya, layanan dari Go-Jek dianggap mempermudah dan sangat membantu kehidupan sehari hari.

Lalu kita akan membahas mengenai aspek Augmented Product yang merupakan pelengkap dari teori Three Level Product. Augmented Product artinya menawarkan servis dan benefit tambahan seperti garansi dan lain-lain. Augmented Product terdiri dari tiga segmen yaitu after-sale service, warranty dan product support. Dalam after-sales service Trans Jogja, tidak ada lagi keberlanjutan service. Dalam segmen warranty, kita sebagai penumpang tidak disediakan asuransi gratis dari Trans Jogja sehingga apabila terjadi sesuatu akan ditanggung oleh penumpang secara pribadi. Dan dalam segmen product support, Trans Jogja sudah menyediakan banyak halte khusus yang dapat mengakomodasi penumpang tertentu di seluruh Jogja. Dari aspek Augmented Product GoRide yang pertama yaitu after-sales services, kita akan mendapatkan poin setelah menggunakan layanan GoRide. Poin-poin tersebut dapat kita gunakan untuk mendapatkan promo maupun hadiah menarik yang ditawarkan oleh pihak Go-Jek. Dari segmen warranty, seluruh penumpang GoRide mendapatkan asuransi kecelakaan secara gratis. Sehingga apabila terjadi sesuatu kepada kita akan ditanggung oleh pihak Go-Jek. Dalam segmen Product Support, Go-Jek menawarkan layanan GoPay untuk segala macam layanan nya terutama GoRide. Layanan ini ditujukan untuk memudahkan pengguna dan mempercepat transaksi.

Sudah selayaknya Trans Jogja berbenah diri dan bangkit kembali.

Dari segi penjualan, Trans Jogja masih kalah unggul dibanding GoRide milik Go-Jek. Oleh karena itu, untuk meningkatkan penjualan, Trans Jogja perlu dilakukan pengembangan terkait dengan Three Level Product yang mereka miliki. Dari analisis di atas, Trans Jogja jelas unggul dalam berbagai hal terhadap produk GoRide: 1. Trans Jogja memasang tarif yang lebih murah ketimbang GoRide, Rp3.500 untuk jarak jauh dekat, sedangkan GoRide memungut tarif sesuai dengan jarak yang ditempuh pada saat melakukan perjalanan, dan 2. Trans Jogja memiliki armada dengan desain yang nyaman dan memungkinkan untuk mengangkut penumpang dengan kebutuhan khusus (i.e kursi roda). Selain itu, tiap armada dilengkapi dengan fasilitas AC sehingga penumpang dapat berkendara dengan lebih nyaman. Namun, kedua keunggulan itu belum mampu untuk menggeser GoRide dari minat konsumen. 


  1. Jika kalian bisa memilih, kalian akan memilih Trans Jogja atau Go-Ride?

    1. Trans Jogja
    2. Go-Ride
    2 votes
    Share Your Result

Konsumen GoRide dimanjakan dengan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh GoRide: 

1. Dari sisi Core Customer Value, GoRide menawarkan penjemputan dan pengantaran dengan titik yang spesifik yang ditentukan sendiri oleh konsumennya. Hal ini memberikan kenyamanan yang ekstra ketimbang menggunakan TransJogja yang titik penjemputan dan pengantarannya terbatas. 

2. Dari segi Feature, penumpang layanan GoRide dapat menggunakan produk tanpa harus menunggu. 

3. GoRide juga memberikan Waranty berupa ganti rugi apabila terjadi kecelakaan ketika konsumen sedang menggunakan jasa layanan yang mereka sediakan sebagai bentuk Augmented Productnya.


Trans Jogja harus berbenah dengan memfokuskan pengembangan terhadap 3 keunggulan komparatif yang dimiliki oleh GoRide untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Penjemputan dan pengantaran ke titik yang spesifik sesuai dengan permintaan konsumen mungkin akan memberatkan Trans Jogja mengingat ukuran armada dan besarnya biaya pembuatan halte. Hal ini dapat disikapi oleh pihak Trans Jogja dengan memperbanyak jumlah halte di titik-titik yang dinilai memiliki tingkat permintaan yang tinggi terhadap transportasi publik. Setidaknya, ini akan membantu meningkatkan pengunaan konsumen terhadap layanan Trans Jogja. Hal kedua yang perlu dipersiapkan adalah meningkatkan jumlah armada dalam rangka mengurangi waktu tunggu (lead time) konsumen. Seperti disebutkan dalam pembahasan di atas, GoRide mampu merespon permintaan pelanggan secara real-time. Oleh karena itu, Trans Jogja harus mampu untuk setidaknya mengurangi waktu tunggu penjemputan konsumen untuk dapat bersaing dengan GoRide. Ketiga, sudah selayaknya Trans Jogja melakukan digitalisasi. Digitalisasi yang dimaksud bisa bermacam-macam, bisa dilakukan pembuatan aplikasi yang dapat memantau jadwal keberangkatan Trans Jogja melalui perangkat mobile, layanan pembayaran melalui Dana dan OVO, serta lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi pesaing GoRide milik Go-Jek yang mengedepankan digitalisasi teknologi. Yang terakhir adalah garansi. Sebaiknya, Trans Jogja meningkatkan rasa aman konsumennya dengan memberikan garansi keselamatan kepada penumpang. Dengan mengasuransikan konsumennya, diharapkan hal ini meningkatkan minat konsumen potensial akan layanan Trans Jogja karena dinilai lebih aman dan lebih memperhatikan konsumennya. Tentu saja perlu dilakukan feasibility study yang cukup sebelum melakukan keempat hal ini.


Authors:

Rahmat Hidayat 

Indra Bagus K 

Amalia Wikandari

Fahrian Ghiffari

Hario Wicaksono



Sumber

  1. Hartono, Jaya Tri. (2018, Desember 12). TRANS JOGJA, Cara Naik dan Contekan Rute Trans Jogja 2019. Retrieved from Yogyes:https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-transportation/public/trans-jogja/
  2. (2018, April 19). GOJEK Luncurkan Fitur Baru untuk Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Pelanggan. Retrieved from Tribunnews: https://www.tribunnews.com/techno/2019/04/15/gojek-luncurkan-fitur-baru-untuk-tingkatkan-keamanan-dan-kenyamanan-pelanggan
  3. Nadine. (2016, Juni 08). Trans Jogja yang Baru Hadir dengan Berbagai Fitur Baru. Retrieved from Koranyogya:https://koranyogya.com/trans-jogja-yang-baru-hadir-dengan-berbagai-fitur-baru/
  4. Purba, Ivani Firous. (2019, Februari 24). Aplikasi GOJEK Menerapkan Prinsip USER CENTERED DESIGN. Retrieved from Medium:https://medium.com/@ivanipoerba/aplikasi-gojek-menerapkan-prinsip-user-centered-design-2e57d9be8448
  5. (2019, Februari 21). Ketahui Informasi Lengkap Asuransi Kecelakaan GO-RIDE. Retrieved from Go-Jek:https://www.gojek.com/blog/asuransi/

Sumber tambahan

  1. Gusti. (2008, Juni 25). Jumlah Pengguna Trans Jogja Menurun. Retrieved from UGM Website: https://ugm.ac.id/id/berita/345-jumlah-pengguna-trans-jogja-menurun
  2. (2019, Maret 4). Sejak 2007, BPD DIY Telah Kucurkan Rp 39,6 Miliar untuk PT Jogja Tugu Trans. Retrieved from Jogja Tribunnews: https://jogja.tribunnews.com/2019/03/04/sejak-2007-bpd-diy-telah-kucurkan-rp-396-miliar-untuk-pt-jogja-tugu-trans
  3. Ferdian, Johan. (2017, Juni 17). Seberapa Efektifkah TransJogja, dan Bagaimana Strategi yang Tepat untuk Mengekspansi Kebermanfaatannya?. Retrieved from Jejak Republika: https://medium.com/jejak/seberapa-efektifkah-transjogja-3cc41ded348b
  4. (2008, September 24). Bus Trans-Jogja Tambah Durasi Operasi dan Armada. Retrieved from Kompas: https://nasional.kompas.com/read/2008/09/24/19401218/bus.trans-jogja.tambah.durasi.operasi.dan.armada




Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win
OVERACHIEVERS

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format