Mobile Legends VS AOV: Baratayuda dalam Dunia Game

Baratayuda adalah perang besar pewayangan antara keluarga Pandhawa dan Kurawa. Agaknya, perang tersebut kini hadir kembali dalam wujud yang lebih... milenial?


3
3 points

Dewasa ini, telepon genggam hampir merupakan hal yang ‘wajib’ dimiliki. Telepon genggam kini juga melebarkan sayap dari segi kegunaannya, yang awalnya merupakan alat komunikasi dua arah, kini telepon genggam melengkapi fiturnya, melalui aplikasi – aplikasi buatan, menjadi alat penyebar informasi, pengambil gambar, perekam suara, kalkulator, bahkan media untuk bermain game. 

Bagi para pengguna telepon genggam, permainan yang satu ini tentulah tidak asing. Mobile Legends: Bang Bang. Ya, permainan yang sangat candu dan sering dimainkan dari kalangan anak muda (bahkan anak kecil) hingga para orang dewasa. Game yang dikembangkan dan diluncurkan oleh Moonton pada tanggal 11 Juli 2016 ini dapat dimainkan di telepon genggam android maupun iOS. 

Bagaimana cara memainkannya? Mobile Legends bisa dimainkan secara tim dengan masing – masing tim terdiri dari 5 orang selama 15 menit untuk satu ronde. Permainan akan dimulai dengan setiap pemain memilih satu hero dari daftar hero yang bisa diakses oleh pemain. 

Apa itu hero? Hero adalah karakter unik yang hanya dapat dimainkan oleh satu pemain (player) pada setiap ronde permainan. Setiap hero memiliki empat skill, dengan satu passive skill dan tiga active skill. Hero terbagi menjadi dua jika menurut jarak serangnya, hero ranged, yang memiliki jangkauan lebih panjang daripada hero melee. Dan berdasarkan karakteristiknya, hero terbagi menjadi beberapa tipe lagi dengan kemampuannya masing – masing. Para pemain hanya dapat mengakses hero yang telah dibeli dan hero yang sedang ‘dipinjamkan’ secara gratis kepada pemain oleh sistem. Untuk membeli hero tersebut, pemain bisa melakukannya dengan Top Up Diamond, atau dengan menggunakan ticket dan Battle Point. 

Lalu, apa tujuan dari permainan ini? Tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan base lawan. Dalam permainan, akan terdapat tiga lane utama dalam map, yaitu middle, top, dan bottom lane. Masing – masing lane yang dijaga oleh Turret yang akan menyerang unit musuh secara otomatis, memiliki bangunan ‘barrack’ yang jika dihancurkan akan membuat creep/minion lawan menjadi semakin kuat. Oleh sebab itu, jika semua ‘barrack’ hancur, maka tim lawan akan memiliki super minion yang jauh lebih kuat dibanding minion biasa. Diluar jalur lane setiap tim, juga terdapat jungle yang berisi jungle creep yang akan memberikan buff pada unit yang mengalahkan creep tersebut. Di luar jalur lane setiap tim, juga terdapat jungle yang berisi jungle creep yang akan memberikan buff pada unit yang mengalahkan creep tersebut. Permainan berakhir ketika base salah satu tim hancur (1). 

Menariknya lagi, menurut databoks.katadata.co.id, Mobile Legends menempati urutan ketiga sebagai aplikasi game online dengan rating tertinggi setelah Garena Free Fire dan PUBG mobile dengan rating sejumlah 13,5 juta.

Tidak hanya seru di permainan, Mobile Legends juga mengadakan beberapa event untuk menggaet penggemar Mobile Legends seperti Mobile Legends Carnival. Mobile Legends Carnival pertama akan diselenggarakan di 10 kota di Indonesia pada tanggal 7 September 2019 sampai 8 Desember 2019. Dalam Mobile Legends Carnival ini, pengunjung dapat mengikuti kegiatan seperti panahan,  mini tournament, cosplayer, serta berbagai aktivitas lain yang dilengkapi dengan berbagai hadiah dari Mobile Legends (2).

Dari bidang yang sama, terdapat pesaing dari Mobile Legends yang berasal dari pengembang game dengan rating tertinggi versi databoks.katadata.co.id diatas, Garena. Berbeda dengan Garena Free Fire, permainan yang menjadi pesaing konsep Mobile Legends ini tidak masuk ke rating versi databoks.katadata.co.id. Permainan tersebut tak lain adalah Garena AOV atau Arena of Valor. Permainan yang dirilis tidak lama setelah perilisan Mobile Legends, yaitu pada tanggal 14 Oktober 2016. 

Jadi, apa itu Arena of Valor? Konsep permainan Arena of Valor adalah 5v5 Grand Battle dalam sebuah perang bernama Antaris Battlefield. Permainan ini dilengkapi dengan background story yang dapat dilihat melalui official website https://aov.garena.co.id/desktop/news/all/

Arena of Valor, tak berbeda jauh dengan Mobile Legends, mengambil konsep permainan yang mengharuskan adanya kerjasama tim. Pemain bersama dengan empat pemain lainnya akan melawan lima pemain lain dari tim yang berbeda. Setiap pemain bebas memilih hero apa saja tapi tidak ada yang dapat memilih hero yang sama karena satu hero hanya bisa digunakan oleh satu orang saja. Berbeda dengan Mobile Legends, setiap karakter hero mempunyai passive skill yang selalu aktif, dilengkapi dengan dua skill normal dengan cooldown pendek, dan ultimate ability dengan cooldown yang paling lama.

Semua pemain juga dipersilahkan untuk memilih role-nya masing – masing dengan memilih hero yang memiliki role yang diinginkan. Dalam permainan AOV terdapat beberapa role yang bisa dipilih, mulai dari tank, warrior, assasin, mage, marksman, dan support. Akan tetapi, tidak semua hero tersebut murni murni hanya menjalankan satu role saja, ada juga hero yang memegang lebih dari satu role (3). 

MOBILE LEGENDS LEBIH LAKU?

Mengusung genre yang sama, Mobile Legends dan AOV merupakan rival ketat di pasar game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena). Namun, Mobile Legends terbukti lebih unggul. Mobile Legends telah diunduh oleh lebih dari 14 juta pengguna ponsel android dan lebih dari 200 ribu pengguna ponsel iOS. Sedangkan, AOV hanya diunduh oleh lebih dari 900 ribu pengguna android dan 58 ribu pengguna iOS.

 

Jumlah pengunduh Mobile Legends pada Android dan iOS

Jumlah pengunduh AOV pada Android dan iOS

Di Indonesia, Mobile Legend memimpin dari segi jumlah pengguna, yaitu sebanyak 50 juta orang di tahun 20184, jumlah ini jauh bila dibandingkan pemain AOV yang hanya menyentuh angka 75 ribu orang pada tahun yang sama. Keunggulan Mobile Legends dibanding AOV ini membuat kami penasaran, dengan substansi game yang identik, apa yang membuat Mobile Legends lebih diminati di Indonesia? 

Dalam menelisik popularitas AOV, kami menggunakan konsep yang dikemukakan oleh penulis favorit kami (dan dosen kami – Ibu Rina Herani) (Kotler dan Armstrong, 2017), yaitu Three Level Product. Konsep ini memecah produk menjadi tiga level, yaitu tingkat dasar berupa core product yang mewakili pertanyaan: “apa yang sebenarnya ingin dibeli oleh konsumen?” Tingkat berikutnya adalah actual product atau produk yang sebenarnya, di tingkat ini perusahaan mengembangkan produk berdasarkan jawaban dari pertanyaan tingkat dasar. Aspek-aspek yang harus dikembangkan adalah fitur dari produk, desain, tingkatan kualitas, merek, dan pengemasan. Pada tingkatan terakhir, perusahaan harus mengembangkan augmented product, yaitu tambahan layanan dan keuntungan yang bisa dinikmati konsumen. Contoh augmented product adalah garansi dan layanan purna jual yang disediakan oleh Apple untuk perangkat-perangkatnya.

Ilustrasi konsep three product level

Dari level dasar, yang dibeli (dicetak miring karena sebenarnya konsumen tidak mengeluarkan uang sepeserpun saat mengunduh kedua game ini) oleh konsumen adalah pengalaman bermain game strategi bersama dengan pemain lainnya dalam sebuah tim. Pengalaman mengkoordinasikan strategi kepada anggota tim yang merupakan pemain asli (bukan bot atau komputer) adalah hal utama yang menjadi barang dagangan game bertema MOBA. Dari sisi ini, baik Mobile Legends dan AOV sudah menyediakan pengalaman yang mumpuni karena secara substantif cara memainkan kedua game ini sama. Oleh karena itu kami akan mencoba masuk ke tingkat selanjutnya: Actual Product.

Ilustasi orang-orang yang sedang asik bermain MOBA

Tingkat actual product dapat dipecah menjadi:

1. Fitur

Dari sisi fitur, Mobile Legends dan AOV tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Sistem dan tata cara bermain dari kedua game ini sama, meskipun dengan pengemasan yang berbeda. Yang kami soroti dari sisi fitur adalah AOV yang lebih memanjakan pemainnya yang loyal, meskipun tidak membayar. Dalam sistem permainannya, AOV dan Mobile Legends sama-sama mengadopsi sistem skin atau item-item tertentu yang bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan dari karakter kita. Skin dapat membantu pemain memenangkan sesi permainan.


AOV menyediakan lebih banyak skin gratis bagi pemainnya, skin gratis ini selain disediakan di awal, juga akan diberikan semakin sering seorang pemain memenangkan sesi permainan ranked. Semakin sering seorang pemain berpartisipasi dalam sesi permainan ranked dan menang, semakin besar kesempatannya untuk mendapat skin cuma-cuma. Sedangkan pada Mobile Legends, skin gratis ini hanya bisa didapatkan di awal atau melalui undian yang murni mengandalkan keberuntungan. Meminjam istilah yang familiar di dunia game, Mobile Legends lebih condong ke arah pay-to-win (bayar untuk menang).

AOV juga lebih ramah ke pemain pemula, karena di awal permainan disediakan tutorial yang tidak hanya dalam teks bahasa Indonesia (seperti Mobile Legends, tetapi audio yang muncul tetap dalam bahasa Inggris) tetapi juga dalam audio bahasa Indonesia.

2. Desain dan tingkat kualitas

Kami memilih untuk menggabungkan kedua aspek ini karena perbedaan yang mencolok dari segi kualitas antara kedua game ini adalah pada aspek desain atau grafis dalam permainan. Dari segi grafis, AOV unggul dibandingkan Mobile Legends, perbedaan antara grafis keduanya dapat dilihat sebagai berikut:

Dengan substansi permainan yang serupa, AOV menawarkan tampilan grafis yang lebih mumpuni, meskipun hal tersebut juga menjadi salah satu kerugian karena kinerja handphone menjadi lebih berat pada saat menjalankan AOV dibandingkan pada saat menjalankan Mobile Legends.

3. Merek
Poin ini yang menurut kami menjadi kelemahan terbesar dari AOV. Pertama, meskipun sebenarnya AOV telah rilis sejak 26 November 2015, permainan ini terlambat melakukan ekspansi ke Indonesia. AOV masuk ke Indonesia pada Juni 2017, setahun setelah Mobile Legends membuka server Indonesia pada Juli 2016. Kedua, AOV tidak memiliki merek yang kuat (selain nama yang berbeda) dibandingkan Mobile Legends saat itu. Tidak ada hal lain yang dapat menjadi wajah dari AOV selain grafisnya yang lebih mumpuni, grafis yang mumpuni tersebut pun tidak sepenuhnya disambut positif karena tidak semua ponsel dapat memainkannya dengan lancar. Akibatnya, AOV kerap dianggap sebagai game yang meniru Mobile Legends.

4. Pengemasan

Untuk kemasan, kami ingin menyoroti dari segi ukuran game. Dari ukuran secara total, Mobile Legends sebenarnya memiliki ukuran yang lebih besar, yaitu 1,20 GB.

Ukuran Mobile Legends

Sedangkan, AOV memiliki ukuran total yang relatif lebih kecil, yaitu 930 MB atau kurang dari 1GB. 

Ukuran AOV

Meskipun begitu, Mobile Legends lebih pandai dalam mengemas ukurannya yang besar ini dengan rapi. Mobile Legends hanya mencantumkan ukuran sebesar 100MB pada halaman unduhnya di Playstore, sedangkan AOV langsung mencantumkan ukuran aslinya. Hal ini mengakali pengguna untuk berpikir bahwa Mobile Legends memiliki ukuran yang lebih kecil. Padahal, ketika dijalankan, Mobile Legends akan melakukan pengunduhan data internal yang jauh lebih besar dari 100MB. Namun, pengguna sudah terlanjur fokus pada ukuran 100MB yang tercantum di halaman awal dan memunculkan persepsi bahwa Mobile Legends lebih ringan secara ukuran. 

AOV BISA LEBIH LAKU?

Memiliki fitur hingga pengemasan yang sangat mirip, kedua game tersebut seperti tidak ada bedanya. Dengan kata lain tidak ada diferensiasi yang diupayakan oleh pihak AOV. Dan dilihat dari perkembangannya, dampak tidak adanya diferensiasi tersebutlah yang membuat pasar AOV di Indonesia menjadi sangat kecil bila dibandingkan Mobile Legends. Langkah konkrit yang harus dilakukan oleh AOV jika ingin meningkatkan pasar tentu saja dengan memberikan sentuhan-sentuhan yang berbeda untuk produknya. Berdasarkan telisik yang sudah kami lakukan dengan menggunakan three level product, kami akan lebih berfokus pada level kedua, yaitu actual product terutama pada desain, tingkat kualitas, dan pengemasan untuk memberikan pandangan diferensiasi yang dapat dilakukan AOV. Dalam mengemukakan solusi ini, kami menggunakan konsep dalam (Kotler dan Armstrong, 2017) yaitu Product and Service Decisions. 

Dari langkah-langkah tersebut kami akan fokus kepada branding, karena menurut kami aspek tersebut masih belum dilakukan secara maksimal oleh AOV

1. Desain dan Karakter yang lebih relate ke pemain Indonesia

Bisa dikatakan bahwa AOV sebenarnya memiliki desain grafis yang sudah lebih baik daripada Mobile Legends. Efek-efek yang disertakan dalam game membuat kesan yang lebih real dan apik. Secara keseluruhan tingkat kualitas AOV juga dapat dikatakan unggul dari Mobile Legends, walaupun tidak signifikan. Dua faktor ini menjadi poin plus bagi AOV sebagai pendatang baru yang memiliki kemiripan dengan pioneernya. 

Kemudian, untuk mengatasi ‘kemiripan’ tersebut, sebenarnya AOV dapat memberikan sentuhan yang lebih kreatif pada desain karakter hero-heronya termasuk dengan skill masing-masing hero. Salah satu karakter hero yang menurut kami unik adalah karakter Batman, yang tidak dapat ditemukan di Mobile Legends. Akan lebih baik, jika karakter-karakter pembeda seperti itu diperbanyak, seperti dengan menambahkan karakter yang lebih relate dengan Indonesia. Untuk hal ini, AOV dapat memanfaatkan gimik pemasaran Gundala dan Bumilangit Cinematic Universe karya Joko Anwar yang berencana mengusung banyak pahlawan fiksi lokal. Setelah berhasil bekerjasama dengan DC untuk memunculkan Superman, Batman, dan Wonder Woman pada gamenya, bekerjasama dengan Bumilangit Cinematic Universe seharusnya bukan sesuatu yang sulit bagi AOV. Dengan adanya karakter yang lebih relate ke pemain Indonesia ini, diharapkan AOV dapat lebih baik dalam meraup pasar pemain game Indonesia.

Pahlawan fiksi lokal di Bumilangit Cinematic Universe

  1. Pengemasan soal ukuran

Dari segi pengemasan, menurut kami, AOV sudah melakukan langkah yang benar dengan mengemas game MOBA-nya dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan Mobile Legends dan dengan desain grafis yang lebih baik. Hanya saja trik yang dilakukan kurang pas karena langsung mencantumkan ukuran total (aplikasi dan data internal) pada google play store. Hal tersebut menimbulkan persepsi bahwa AOV memiliki ukuran yang lebih besar, sehingga membuat konsumen enggan untuk mengunduhnya. Sedangkan, Mobile Legends sendiri hanya mencantumkan ukuran dari aplikasinya saja dan menurut kami itu merupakan trik yang cerdas dalam membaca pola pikir konsumen Indonesia. AOV dapat mengadopsi trik yang dilakukan Mobile Legends. Namun, adopsi ini juga harus diperhatikan dengan matang karena dapat memunculkan persepsi negatif di mata pemain bahwa AOV berusaha mengakali para pemain hanya dengan mengubah ‘kemasan’ tanpa mengubah substansi gamenya. 


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format