Dell : Menggunakan Social Media Untuk Merekrut Pegawai

Sebagai Pionir Dalam Otomasi Proses Bisnis Human Resource Untuk Revolusi Industri 4.0


1
1 point

Hampir seluruh masyarakat di dunia ini sudah menggunakan social media sebagai alat untuk berkomunikasi secara daring. Berdasarkan hasil riset  Wearesocial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survei sebelumnya. Sementara pengguna media sosial mobile (gadget) mencapai 130 juta atau sekitar 48% dari populasi [1]. Jumlah populasi, pesatnya pengembangan infrastruktur komunikasi, sehingga semakin tingginya jaringan untuk akses internet dan telepon merupakan potensi yang besar bagi perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Untuk platform social sendiri kini ada berbagai macam- macam ada facebook, twitter, Instagram, dan lain-lain, terdapat salah satu platform yang unik yaitu adalah LinkedIn yang saat ini di branding menjadi salah satu “media sosial untuk kaum profesional”.

Rata-rata pengguna social media ini adalah masyarakat dengan pekerjaan di sektor formal atau pegawai, informasi yang terdapat dalam curriculum vitae dapat dituliskan disini sebagai informasi penggunanya, sehingga banyak head hunter atau talent acquisition menggunakan platform ini untuk mencari calon pegawai yang mereka butuhkan untuk menjalankan perusahaanya. Namun di Indonesia penggunaan LinkedIn hanya terdapat 16% dari total pengguna Internet di Indonesia [2].

Perkembangan tersebut merupakan suatu peluang untuk di dunia bisnis tentunya untuk mengembangkan model bisnis yang dahulu dapat dikatakan sangat konservatif dengan menggunakan media non daring seperti periklanan yang masih menggunakan media seperti televisi, media cetak, radio, dan billboard, yang sudah dapat dikatakan kuno untuk saat ini. Bukan hanya untuk bisnis secara periklanan, media social juga bisa dimanfaatkan untuk hal lain untuk kepentingan proses bisnis salah satunya untuk pengembangan model bisnis pada unit Sumber daya manusia.

Dell merupakan perusahaan berbasis teknologi informasi, elektronik, dan komputer yang berlokasi di  Round Rock, Texas, Amerika Serikat. Saat ini Dell memproduksi perangkat keras komputer. Sebagian pasarnya berada di komputer pribadi, juga computer untuk kebutuhan perusahaan. Pada 2005 Dell telah menjadi salah satu perusahaan yang paling dipandang. Pada Februari 2005, Dell tampil di tempat pertama di dalam urutan "Perusahaan Paling Dibanggakan" majalah Fortune[3].

Dell secara teratur aktif dalam komunitas Media Sosial sebagai salah satu Merek Sosial  terkemuka. Mereka adalah salah satu perusahaan pertama yang menghasilkan pendapatan serius dari social deddia terutama  Twitter dan terus memimpin dengan inovasi seperti Media Sosial dan komunitas dalam universitas. Tim rekrutmen Dell juga berada di garis depan dalam penggunaan Media Sosial untuk tujuan branding dan rekrutmen pekerjaan. Baru-baru ini anggota tim rekrutmen Dell juga menulis artikel yang menyoroti pentingnya Media Sosial untuk merekrut calon pegawai dengan keahlian spesifik. Untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi, hasil yang mereka capai dan rekomendasinya untuk perusahaan yang mungkin ingin melakukan proyek serupa, Empat tahun lalu tim rekrutmen dell merupakan yang pertama yang serius dengan Media Sosial. Sebelumnya, tim rekrutmen menggunakan Media Sosial tetapi mirip dengan banyak organisasi penggunaannya tidak dilatih, dikelola, atau diukur secara formal. Dalam empat tahun terakhir melalui upaya global dan regional yang berdedikasi, tim rekrutmen telah secara aktif memperjuangkan Perekrutan Sosial dalam segala hal yang mereka lakukan, menerapkan strategi media sosial yang dirancang terlebih dahulu untuk setiap wilayah, meluncurkan berbagai inisiatif sosial baru dan menggunakan empat Media Sosial untuk mencari keterampilan spesifik dan Analisis perekrutan. Hasilnya sangat luar biasa, pada 2011 Dell memiliki 265.000 pengikut Linkedin dan 70 persen dari semua karyawan memiliki Profil Linkedin. Dua setengah tahun kemudian Dell sekarang memiliki lebih dari 90 persen karyawan mereka di Linkedin, lebih dari 770.000 pengikut Linkedin dan karyawan sosial (mereka yang datang melalui saluran Media Sosial) meningkat lebih dari dua kali lipat setiap tahun[4].

Berangkat dari kasus Dell yang merupakan pionir dan keahlianya  dalam proses rekrutmen pegawai dengan ide terbaru tersebut tentu saja merupakan gebrakan besar dalam dunia Human Resource sebagai model bisnis baru, selain perekrutan tersebut rupanya juga dapat memberikan nilai ekonomis lain yaitu jumlah follower social media untuk dell yang tinggi sebagai perusahaan multinasional dengan follower terbanyak, sehingga secara tidak langsung Dell memperkuat merek dagangnya terutama pada industri teknologi. Dalam merencanakan bisnis proses untuk kebutuhan sumber daya manusia telah menggunakan alat-alat tambahan seperti kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan Analisa pekerjaan, deskripsi pekerjaan, dan spesifikasi pekerjaan. Dalam rekrutmen dan memilih tentunya banyak hal yang harus diketahui salah satunya apakah perekrutan tersebut sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan. Dengan AI ,proses penyaringan dilanjutkan secara efisien dan efektif waktu masih tetap menjadi tantangan terbesar dalam rekrutmen: 52% pemimpin rekrutmen mengatakan bagian tersulit dari perekrutan adalah mengidentifikasi kandidat yang tepat dari kumpulan pelamar yang besar [5].

Rekrutmen sendiri diartikan adalah membentuk wadah dari  sekumpulan pendaftar dimana manajer dapat memilih calon pegawainya, terdapat dua sumber dalam proses rekrutmen yaitu berasal dari internal dan external. Sumber dari Internal dari calon merupakan masih pegawai dari perusahaan tersebut, untuk sumber ini dapat dikatakan lebih murah karena dapat merekrut dari dalam dimana terdapat posisi pegawai yang dapat diberikan promosi yang tergantung dari kebijakan perusahaan tersebut. Sedangkan sumber external dapat dikatakan sangat mahal karena harus merekrut sumber diluar dengan menggunakan media periklanan, agensi atau konsultan, rekomendasi dari pegawai sendiri, pelamar yg belum pernah ditemu, dan media social [6].

Rekrutmen external yang dilakukan Dell merupakan satu paket dengan proses seleksi dimana proses bisnis pada seleksi yaitu aplikasi pelamar, tes wawancara, dan check referensi dapat dilakukan dengan menggunakan media sosial tersebut. Bagaimana bila dibandingkan dengan cara konvensional? Berikut perbandingannya :

Metode

Sosial Media

Konvensional

Mengirimkan CV/Resume

Dapat diperbaharui secara berkala dan relatif lebih cepat.

Menggunakan kertas dan data pelamar dianggap statis

Spesifikasi pekerjaan

Dapat disesuaikan dengan keahlian pelamar pekerjaan

Harus menganalisa kebutuhan dan spesifikasi melalui Analisa langsung dengan membaca CV

Informasi Pekerjaan

Bebas dan Terbuka

Terbatas dan sulit diperoleh

Persaingan

Sangat Ketat

Terbatas

Interview

Secara daring

Datang ke Lokasi

Test

Secara daring

Menggunakan paper-based test

Pemeriksaan Referensi

Sangat mudah dapat dilihat dari beberapa temanya dalam media sosial

Sangat sulit karena harus menghubungi langsung orang-orang terdekat

Penggunaan social media tentu saja memudahkan proses perekrutan namun ada yang harus dipahami lebih lebih detail mengenai kekurangan dalam merekrut pegawai menggunakan social media : 

  1. Tidak dapat bertatap muka langsung ketika interview merupakan kekurangan yang harus cukup serius, dimana masih banyak pengguna akhir dari perusahaan mempunyai kebutuhan untuk melihat langsung fisik dan perilaku dari calon pegawai. Menggunakan social media masih menjadi hal yang abu-abu karena
  2. Test untuk pelamar sangat terbatas, hanya mengandalkan test hard skill yang sebenarnya hanya untuk spesifikasi, namun pengguna utama dalam proses rekrutmen tersebut tentu saja harus memiliki psikologis yang sesuai dengan arah perusahaan, paling tidak sikap dari calon pegawai tersebut sesuai dengan arah manajemen.
  3. Apa yang dilihat terkadang tidak sesuai dengan kenyataan, ini yang menjadi kekurangan dimana penggunaan media social terkadang hanya untuk menutupi kelemahan utama dari calon pegawai tersebut. Hal ini tentu saja bisa para manajer tim rekrutmen harus berhubungan langsung dengan si calon pegawai karena apa yang terdapat dalam media sosial bisa saja dapat menipu.

 

Penggunaan Media social untuk proses perekrutan tentu saja merupakan hal yang sangat istimewa, dimana revolusi 4,0 dimana kita mengenal big data analytic dan Artificial Intelligence  yang merupakan alat penting dalam proses rekrutmen dimana perekrut dapat memanfaatkan jejak digital (cookies) untuk mendapatkan profil dan informasi penting lainnya dari calon pegawai. Dengan demikian secara efisien dapat diperoleh calon pegawai sesuai dengan deskripsi, spesifikasi dan posisi yang diharapkan perusahaan. Di lain pihak, seseorang yang sedang mencari pekerjaan atau ingin mengganti pekerjaan dengan yang baru merasa sangat terbantu dengan proses pelamaran lewat sarana media online, karena mulai dari hunting, komunikasi bahkan wawancara dapat dilakukan secara daring berbekal gadget [7]. Salah satu aplikasi yaitu LinkedIn saat ini sudah sangat membantu para perekrut dalam membantu mencari calon pegawai yang sesuai, dimana memiliki search engine atau filter parameter yang dapat ditentukan sendiri oleh manajer perekrut. Saat ini fitur tersebut sudah dapat diperoleh oleh para perekrut untuk mencari bakat-bakat terbaru untuk kebutuhan perusahaan. Didirikan sejak tahun 2002 oleh Reid Hoffman, saat ini LinkedIn telah memiliki lebih dari 30 juta profil perusahaan, 590 juta user perorangan, 122 juta user telah diundang wawancara dengan 35,5 juta diantaranya telah mendapatkan pekerjaan karena koneksi dengan LinkedIn. Terlihat jelas dampak penggunaan media sosial pada perekrutan calon pegawai [8].

Ditulis Oleh : 

  • Cherry Dewiyani Winter

  • Muhammad Alianur

  • Muhammad Iqbal Handewaputra

  • Wilma Aziza

Sumber :

  1. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/02/08/berapa-pengguna-media-sosial-indonesia
  2. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/02/01/media-sosial-apa-yang-paling-sering-digunakan-masyarakat-indonesia
  3.  https://en.wikipedia.org/wiki/Dell
  4. http://www.employerbrandnews.com/case-study-how-dell-doubled-social-hires-using-employee-branding/
  5.  https://ideal.com/ai-recruiting/
  6. Business Foundations, A Changing World 11th Edition, by O. C. Ferrell , Geoffrey A. Hirt, Linda Ferrell
  7.  https://www.businessofapps.com/data/linkedin-statistics/
  8. https://www.linkedin.com/learning/align-recruiting-with-job-requirements/how-to-find-the-best-candidates


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format