HATI-HATI DALAM BERMEDIA SOSIAL, JARIMU HARIMAUMU!


1
1 point

Media Sosial. Kini penggunaan media sosial sepertinya telah menjadi aktivitas keseharian dari sebagian besar masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia di dalamnya. Media sosial saat ini dijadikan sebagai tempat untuk saling mendapatkan dan menyebarkan informasi, berkomunikasi dan saling berinteraksi di antara masyarakat dalam dunia maya (netizen).

Gambar 1: Ilustrasi Media Sosial

Sumber: www.okezone.com

Kemudahan mengakses internet menyebabkan perkembangan interaksi masyarakat dunia mengarah kepada meningkatnya interaksi dunia maya pada masyarakat luas, lintas batas, lintas komunitas, lintas usia yang selama ini menjadi dasar masyarakat berinteraksi sosial. Salah satu kelompok usia masyarakat/ generasi yang memanfaatkan kemudahan akses internet dan sangat lekat dengan media sosial adalah generasi millenial.

Generasi milenial. Seringkali kita mendengar sebutan tersebut. Sebenarnya siapa generasi milenial itu? Generasi milenial adalah generasi yang lahir di antara tahun 1982 sampai dengan tahun 2000. Generasi yang melek dengan teknologi dan selalu 'terhubung'. Generasi ini adalah generasi yang terbiasa mengoperasikan tv dengan remote, tumbuh remaja dengan bermain friendster, dan menjadi dewasa dan lekat dengan smartphone. Karena itu dikatakan bahwa mereka selalu 'terhubung'. 

Presentasi generasi milenial saat ini mencapai 27% penduduk dunia. Di Indonesia sendiri populasinya mencapai 85 juta tahun pada 2013 berdasarkan data dari BPS. Artinya tenaga kerja di Indonesia didominasi oleh generasi millenial. Peningkatan angkatan kerja milenial mendorong perusahaan untuk melakukan penyesuaian, salah satunya adalah dalam sistem perekrutan pegawai dan juga mengawasi penggunaan media sosial para pegawainya. 

Pada saat proses seleksi karyawan, pelamar pekerjaan diminta untuk mencantumkan akun media sosialnya. Konten dan perilaku kandidat dalam media sosial akan menjadi salah satu pertimbangan seorang kandidat diterima atau tidak.

Penggunaan media sosial pun bisa berpengaruh pada karir seseorang. Seorang atasan atau salah satu bagian di perusahaan terkadang memantau aktivitas karyawannya di dunia maya. Postingan yang tidak baik bisa saja berpengaruh pada keberlangsungan pekerjaan seseorang.

Jadi, meskipun penggunaan media sosial adalah ranah pribadi, namun karena hal tersebut merupakan interaksi sosial yang dapat menggambarkan diri pribadi seseorang bermasyarakat, secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap diri anda sebagai pencari kerja ataupun karyawan. Ada batasan kepatutan ataupun norma yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah contoh beberapa kesalahan penggunaan media sosial yang bisa berujung dengan rusaknya karir seorang karyawan. Hal ini terjadi pada seorang pegawai PT. Adhi Karya bernama Pandu Wijaya yang mendapat surat peringatan III (SP3) karena menghina KH Mustofa Bisri atau Gus Mus di Twitter pada 2016 lalu. Komentar yang ditutup dengan sebutan kasar pada Gus Mus tersebut menjadi viral di dunia maya sampai diketahui petinggi perusahaan. 

Gambar 2: SP3 Terhadap Karyawan PT. Adhi Karya

Sumber: www.detiknews.com

Semua berawal ketika ia membaca rangkaian cuitan KH Mustofa Bisri alias Gus Mus tentang rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang akan berunjuk rasa dengan cara menggelar sholat Jumat berjamaah di sepanjang jalan Sudirman hingga MH Thamrin pada tanggal 2 Desember 2016 yang dikenal dengan aksi 212.

Menurut Gus Mus, sholat Jumat di jalan adalah bid'ah besar. “Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada BID’AH sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran,” demikian tulis Gus Mus pada Rabu, 23 November 2016.

Gambar 3. Cuitan Gus Mus

Sumber: www.rapler.com

Pandu Wijaya kemudian merespon cuitan Gus Mus tersebut. Melalui akun twitter @panduwijaya_ ia menulis: "@gusmusgusmu Dulu gk ada aspal Gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jumat jga saat Rasullullah hijrah ke Madinah. Bid'ah ndasmu!"

Cuitan Pandu Wijaya ini langsung mendapat reaksi negatif dari netizen karena kata-kata yang digunakannya dianggap sangat menghina ulama besar. Gus Mus adalah mantan Rois Syuriah Nahdhlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di negeri ini.

Alhasil, tak lama setelah jari-jarinya mengetik kata-kata kasar tersebut, Pandu Wijaya pun langsung mendapatkan surat peringatan SP3 dari PT Adhi Karya. Bahkan Komisaris Utama PT. Adhi Karya (Persero) Fadjroel Rahman pun langsung meminta maaf kepada Gus Mus.

Gambar 4. Cuitan Komisaris Utama  PT. Adhi Karya

Sumber: www.rapler.com

Fadjroel Rahman mengatakan Pandu Wijaya adalah karyawan kontrak yang dipekerjakan dalam proyek renovasi Stadion Gelora Bung Karno. Sehingga, kata Fadjroel, "Kalau proyek GBK selesai, yang bersangkutan tidak lagi bekerja di ADHI." 

Dari kasus di atas dapat diambil pelajaran berharga bahwa media sosial dalam fungsinya sebagai media berkomunikasi antar anggota masyarakat tetap menjunjung tinggi norma dan nilai-nilai kepatutan diantara kelompok masyarakat. Memang perbedaan pendapat diantara warganet tidak dapat dihindari, namun sebagai warganet yang baik harus dapat menempatkan diri pada situasi dan kondisi serta tidak melanggar batasan norma yang dianut masyarakat. 

Pelanggaran terhadap batasan norma (etik) dalam menggunakan media sosial dapat menyebabkan yang bersangkutan mendapatkan sanksi sosial, sanksi lingkungan (Perusahaan) tempat bekerja, dan bahkan sanksi hukum apabila tergolong kepada perbuatan yang dilarang dalam UU ITE (UU.No.11 tahun 2008).  

Bentuk evaluasi dan kontrol menggunakan metode media sosial dan metode konvensional adalah: 

Media Sosial

Konvensional ( CV, referensi, dan lain-lain )

Status/ Cuitan/ Stories/ Komentar

  • Dapat dilihat apakah ada kata-kata yang kasar dan tidak senonoh 

  • Apakah ada ujaran kebencian maupun hujatan

  • Apakah ada hal-hal yang menyinggung SARA

  • Dilihat juga status/ cuitan/ stories/ komentar yang sering diunggah

Pengecekan data pribadi mengenai latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan yang dimiliki

Unggahan Foto

  • Dapat dilihat apakah ada unggahan foto yang tidak sesuai dengan norma kesopanan, mengandung unsur SARA, maupun mengandung unsur-unsur provokatif

  • Dapat dilihat juga foto diri pribadi seperti apa yang biasa diunggah

  • Dilihat juga unggahan foto aktifitas kesehariannya seperti apa

Perilaku keseharian dengan rekan kerja di tempat kerja 

Pertemanan

  • Dilihat lingkup pertemanannya bagaimana, akun apa saja yang diikuti dan yang mengikuti akunnya juga

Performance appraisal dari atasan maupun penilaian kinerja dari rekan kerja

Setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut dapat dilihat kelebihan dan kekurangan dari kedua metode di atas:

Media Sosial

Konvensional ( CV, referensi, dan lain-lain )

Kelebihan

Kelebihan

Mudah untuk diakses

Adanya ulasan dari pihak ketiga

Penyampaian yang cepat

Aman/ lebih susah untuk dipalsukan

Waktu dan tempat yang fleksibel

Bertatap muka secara langsung

Akurasi penilaian yang tinggi

Profil dan record yang terlihat jelas

Kekurangan

Kekurangan

Mudah untuk diretas/ identitas palsu

Adanya waktu dan biaya untuk penyampaian

Tidak adanya ulasan dari pihak ketiga

Waktu dan tempat yang tidak fleksibel

Adanya komentar atau tanggapan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya

Tidak tepat sasaran, dikarenakan sistem pengiriman yang kurang

Akun media sosial yang dijaga privasinya (Private Account)

Keterbatasan informasi yang disediakan

PT. Adhi Karya (Persero) selaku Perusahaan belum memiliki mekanisme untuk memonitor aktivitas media sosial karyawannya dalam kerangka pencegahan terhadap potensi pelanggaran dalam penggunaan media sosial. Saat ini pengawasan terhadap perilaku karyawan tidak hanya perilaku karyawan pada saat bekerja di kantor saja, namun dengan era digital seperti saat ini evaluasi dan pengawasan terhadap karyawan menjangkau area lebih jauh lagi yaitu aktivitas di jejaring media sosial yang dapat berpengaruh pada kinerja dan kredibilitas perusahaan.

Saran dan solusi yang dapat diterapkan oleh perusahaan maupun divisi Human Resources:

  1. Perusahaan harus menyusun kode etik perilaku bagi karyawan antara lain mengatur perilaku dalam menggunakan media sosial. 

  2. Melakukan sosialisasi agar seluruh karyawan memahami peraturan perilaku dimaksud dan secara berkala dilakukan refreshment untuk mengingatkan karyawan agar selalu berada dalam koridor etik dalam berperilaku sebagai karyawan.

  3. Divisi Human Resources berfungsi sebagai bagian yang melakukan monitoring dan penindakan terhadap karyawan yang tidak mematuhi ketentuan etik dalam rangka penegakan disiplin.

Gambar 5. Etika Bermedia Sosial

Sumber: www.rapler.com

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan media sosial :

  1. Etika dalam berkomunikasi

Dalam berkomunikasi melalui media sosial, kadangkala mengabaikan etika dalam bertutur kata. Hal ini sering kita jumpai warganet mengungkapkan dengan kata-kata kasar, ujaran kebencian, makian, kalimat bullying merendahkan dan bahkan penghinaan di media sosial. Alangkah baiknya apabila melakukan komunikasi di jejaring sosial tetap memperhatikan bahasa yang baik, sopan dan layak. Dengan mempertimbangkan dengan siapa kita berinteraksi sosial, biasakanlah dengan menggunakan bahasa yang tepat tanpa bermaksud mengurangi keakraban dalam berkomunikasi.

  1. Hindari penyebaran SARA, Pornografi, dan Aksi Kekerasan

Dengan jangkauan jejaring media sosial yang sangat luas dan cepat, sebaiknya menghindari penyebaran informasi yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan), Pornografi, dan Aksi Kekerasan pada jejaring media sosial. 

Isu SARA merupakan hal yang sangat sensitif, pertimbangkan dampak yang ditimbulkan dapat memicu konflik horizontal antar sesama masyarakat. Hindari juga mengunggah foto korban kekerasan, kecelakaan lalu lintas maupun foto kekerasan dalam bentuk lainnya. Hal tersebut akan menambah kesedihan para keluarga korban dan dengan menyebarluaskan foto kekerasan/kecelakaan mungkin saja salah satu dari keluarganya berada di dalam foto yang anda unggah.  

  1. Kroscek kebenaran berita, hindari Hoaks

Saat ini arus informasi menyebar secara masif, kadang kita tidak bisa membedakan kebenaran dari berita yang tersebar di jejaring media sosial. Tidak jarang isi berita tersebut menjelekkan salah satu pihak dengan bermacam-macam tujuan mulai dari persaingan usaha, kepentingan politik sehingga rekayasa berita dari sudah menjadi bagian dari informasi yang marak saat ini.

Alangkah bijaksananya apabila anda ingin menyebarkan informasi, sebaiknya anda melakukan kroscek terlebih dahulu dan pastikan informasi yang anda sebarkan berguna untuk warganet.  

  1. Berhati-hati terhadap informasi yang bersifat pribadi

Tanpa disadari kadangkala kita sering menyebarkan informasi tentang identitas diri kita, keluarga, teman bahkan informasi tempat kita bekerja. Hal tersebut dapat berakibat pihak lain memanfaatkan informasi bahkan bisa melakukan tindak kejahatan kepada diri, keluarga, teman yang informasinya tersebar dalam media sosial kita. Berhati-hatilah dalam mengunggah nomor telepon seluler, paspor, alamat, dan informasi lain yang bersifat pribadi.  

  1. Jangan terlalu berlebihan menceritakan kehidupan pribadi

Kadang kita ingin orang lain mengetahui kondisi kehidupan pribadi kita. Baik dalam kondisi senang ataupun sulit diharapkan tidak terlalu diungkapkan secara berlebihan. Bagi para karyawan, kadang hal ini menyebabkan konflik antara karyawan ketika itu menyangkut kepada kinerja, karir dan remunerasi, dan hal-hal sensitif lainnya. Pada saat menjumpai permasalahan pun seperti konflik dengan sesama karyawan, dengan atasan atau pun keluhan kepada perusahaan tidak jarang karyawan mengungkapkan secara berlebihan dengan menyampaikan melalui media sosial. Disamping tidak akan membantu mengatasi permasalahan, hal tersebut akan membuat penilaian negatif Perusahaan kepada yang bersangkutan.   

Daftar Pustaka: 

  1. www.detik.com

  2. https://news.okezone.com/read/2018/07/21/65/1925526/7-postingan-terlarang-di-sosial-media-untuk-pekerja

  3. https://www.rappler.com/indonesia/berita/153587-pandu-wijaya-pt-adhi-karya-menghina-gus-mus

Penulis: 

Dinda  Dwicahyarini

Galih Adzanimurti

Tri Setiadji

Windhi Pranata


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
4
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
atomicblonde

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format