AirBnb, Implementasi Perkembangan Teknologi yang Meresahkan Industri Hotel Indonesia

Sudah saatnya industri hotel Indonesia melakukan transformasi digital.


2
2 points

Perkembangan Industri Hotel Di Indonesia
Keberadaan industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang semakin naik daun dewasa ini. Tidak hanya itu, hal – hal yang menjadi penunjang proses dan pengembangannya pun turut merasakan efeknya . Seperti halnya transportasi, agen perjalanan dan juga akomodasi. Semakin banyaknya fasilitas pendukung pariwisata dengan berbagai fitur – fitur menarik yang ditawarkan memberikan kemudahan kepada para penggunanya untuk bebas menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan masing- masing.

Keberagaman penikmat wisata yang datang dari berbagai kalangan dan daerah, baik dalam maupun luar negeri tentunya menjadi PR tersendiri kepada para pebisnis di bidang ini untuk dapat terus berinovasi memberikan produk yang sesuai dengan selera para pengunjung agar tidak kalah dengan pesaing. Khususnya pada industri perhotelan, sebagai rumah singgah sementara  keberadaan hotel merupakan hal penting yang perlu disiapkan jika ingin berpergian. Tingginya angka pariwisata dan semakin banyaknya objek wisata baru di daerah – daerah ternyata tidak hanya memberikan dampak positif bagi industri hotel, namun juga menghadirkan banyak kekhawatiran baru dengan mulai bermunculannya marketplace yang memanfaatkan perkembangan teknologi dengan memberikan banyak kemudahan dan penawaran menarik kepada calon tamu.

Gambar.1 : https://www.pinterest.com/pin/536069161868424724/

Masifnya perkembangan teknologi telah mengubah perilaku dan gaya hidup manusia dalam menjalankan aktivitasnya, termasuk dalam berwisata. Cukup dengan sejumlah klik di ponsel pintar atau layar komputer, wisatawan sudah bisa mengantongi tiket perjalanan, kamar hotel, hingga tiket atraksi wisata sesuai dengan keinginan.
Kehadiran aplikasi penyewaan akomodasi Airbnb, misalnya, membuat gaduh industri pariwisata yang bergerak di sektor pariwisata. Aplikasi ini memungkinkan para pengguna memesan online akomodasi penginapan nonhotel yang disediakan oleh pemilik rumah atau apartemen. Konsep bisnis bersama shared ini juga memberikan manfaat bagi pemilik rumah atau apartemen yang memiliki kelebihan kapasitas. (1) Adapun konsekuensi dari hal tersebut adalah mulai terjadinya penurunan angka pengunjung hotel terutama hotel-hotel kelas menengah yang biasanya menjadi sasaran para backpacker.

Hotel vs AirBnb?
Semakin banyaknya hotel yang memakai jasa online travel agent sebagai sarana pemasaran tentu akan berimbas kepada semakin ketatnya persaingan yang ada. Belum lagi adanya fakta bahwa untuk beberapa kasus pengunjung yang butuh menginap dalam waktu yang cukup lama dalam kelompok besar atau untuk para backpacker yang butuh akomodasi penginapan sekedar untuk beristirahat saja tanpa membutuhkan fasilitas ekstra, kecenderungan untuk memilih rumah tinggal yang ditawarkan oleh marketplace seperti airbnb atau sejenisnya menjadi masalah tersendiri bagi penurunan peminat hotel.

AirBnB, singkatan dari air bed and breakfast atau kasur angin dan sarapan pagi, adalah pionir marketplace akomodasi asal Amerika Serikat (AS) yang berdiri sejak 2008. Model bisnisnya mirip seperti Uber, AirBnB menawarkan fungsi broker bagi pemilik hunian yang ingin menyewakan kamar, rumah, apartemen, losmen, atau tempat menginap lainnya dalam jangka waktu tertentu. Sejak awal, kehadiran AirBnB menghadirkan tantangan bagi bisnis hotel. Meski belum secara resmi hadir di Indonesia, sudah banyak pemilik properti yang menawarkan penyewaan huniannya lewat AirBnB, terutama di daerah wisata seperti Yogyakarta dan Bali. Industri hotel pun sudah mulai merasakan pukulan disruptor marketplace penginapan ini.
Sekarang AirBnB sudah menawarkan akomodasi di 34.000 kota dan 191 negara. Yang ditawarkan sekarang tidak hanya kamar tidur, rumah, atau apartemen semata, tetapi juga menawarkan layanan bermalam di perahu yacht, kastil, pulau pribadi, iglo, mobil, tempat kerja bersama, rumah pohon, rumah mikro, galeri seni, dan hingga tenda di alam terbuka.(2)

Meski belum mengantongi izin edar resmi di indonesia, namun keberadaan bisnis ini cukup meresahkan para pebisnis hotel belakangan ini.

Gambar.2 : https://www.moneyunder30.com/hotels-vs-airbnb

Disebutkan Bali menjadi salah satu daerah dengan dampak terbesar yang terganggu dengan bisnis persewaan kamar ini. AirBnB yang menjadi “musuh” besar industri perhotelan di Amerika Serikat tampaknya juga akan menjadi “musuh” untuk industri perhotelan Indonesia.
Di sampaikan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani permintaan sewa hotel menurun hingga 35 persen. Indikasi utamanya banyak vila yang dimiliki individual dan disewakan melalui AirBnB
“Demand turun hingga 35%. Mungkin banyak vila yang dimiliki individual dan disewakan melalui AirBnB. Sejak tahun 2010, terjadi penurunan yang signifikan di Bali. Angkanya belum jelas karena kamar hotel juga terus bertambah,” ujar Hariyadi. (3)

Data dan Regulasi Terkait

Gambar.3 : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/08/19/di-asean-kunjungan-wisatawan-mancanegara-indonesia-urutan-ke-4

Beradanya Indonesia di posisi ke 4 sebagai negara yang menjadi tujuan wisata para wisatawan mancanegara di tahun 2018 harusnya bisa menjadi suatu peluang bagi industri hotel dalam meningkatkan pencapaiannya. Namun di sisi lain, kehadiran airbnb yang menawarkan banyak kemudahan dalam prosesnya dan juga harga yang cenderung lebih murah dengan target market yang menyasar pada mereka yang hemat budget atau berpergian dengan keluarga besar menyebabkan banyak terjadinya oversupply pada persediaan kamar hotel yang terus ditambah namun tamu justru berkurang.

Gambar.4 : https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/tingkat-hunian-hotel-berbintang-di-indonesia-2017-2018-1549942227

Berdasarkan data jumlah pengunjung hotel dari 2017-2018, meski secara garis besar trend yang ada cenderung naik namun tidak stabil,  misalnya terjadi penurunan pengunjung sebesar 11 % pada September 2018.

Faktor lain yang membuat airbnb bisa menawarkan kompromi harga yang lebih murah karena belum adanya izin resmi airbnb sehingga tidak ada kewajiban pembayaran pajak dan peraturan yang mengikat sehingga pemiliki airbnb dapat meminimalisir cost operasionalnya, sedangkan berdirinya hotel tentu didasarkan pada sejumlah regulasi terkait yang ada yang beberapa dinilai kurang menguntungkan bagi pengusaha hotel.

Gambar.5 : https://www.busbud.com/blog/airbnb-vs-hotel-rates/

Gambar.6 : https://trends.edison.tech/research/airbnb-vs-hotels

Beberapa peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dinilai menghambat pertumbuhan industri pariwisata dan perhotelan. Untuk itu, para pelaku industri mendesak pemerintah untuk segera melakukan deregulasi. Tujuannya agar bisa mendorong kemajuan bisnis di industri penghasil devisa kedua di negeri ini. 

Maulana Yusran, Wakil Ketua Umum Perhimpinan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan, ada beberapa kebijakan dan perundang-undangan yang selama ini menghambat daya saing industri pariwisata. Di antaranya adalah kebijakan pajak dan retribusi daerah, bentuk perizinan yang tidak lagi sesuai dengan dinamika industri, pemanfaatan sumber daya air, tingginya biaya untuk sertifikasi usaha, dan masalah hak cipta. Pengusaha perhotelan mengeluhkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 55 tahun 2016 tentang Pajak Daerah dan Detribusi Daerah (PDRD), yang menetapkan bahwa complimentary/free of charge di hotel dan restoran juga dikenakan pajak. Mereka juga mengeluhkan Undang-Undang nomor 28 tahun 2009 tentang ketentuan umum dan tata cara pemungutan pajak daerah, yang notabene dasar hukum yang mengatur tentang pajak hiburan, dengan tarif pajak daerah maksimal mencapai 75 persen. (4)

Konsep Manajemen bisnis terkait isu penurunan daya minat hotel vs airbnb di Indonesia
Dalam pendiriannya, industri hotel tentunya perlu mempertimbangkan banyak hal seperti bagaimana keadaan pasar dan permintaan pasar. Mengenal terlebih dahulu jenis persaingan yang mungkin terjadi dalam industri ini juga merupakan faktor penting untuk penentuan strategy kedepan. Khususnya untuk dapat berinovasi lebih dalam hal penyesuaian permintaan pasar.

Jenis-jenis  kompetisi pasar
Menurut O.C. Ferrell dalam bukunya “Business foundation a changing world eleventh edition” Dalam sistem bebas, ada empat jenis lingkungan kompetitif:

1. Pure Competition

Terdapat banyak pelaku small business yang menjual satu produk yang terstandarisasi, penentuan harga produk hanya berdasarkan kekuatan penawaran dan permintaan

2. Monopolistic competition

Keadaan pasar dimana terdapat beberapa pelaku usaha dengan produk yang hanya memilki sedikit perbedaan, namun penentuan harga dapat dilakukan sendiri. Konsumen dapat menilai sendiri kelebihan yang ditawarkan produk dibanding kompetitor

3. Oligopoly

Keadaan pasar yang didominasi oleh sekelompok kecil  pelaku usaha yang memiliki power terhadap harga dan keadaan pasar. Potongan dan kenaikan harga yang terjadi akan memicu perusahaan sejenis melakukan hal yang sama

4. Monopoly

Hanya terdapat satu penjual dan satu standar harga, dan barang yang dijual tidak memiliki substistusi

Berdasarkan jenis persaingan tersebut, industri hotel masuk kedalam jenis pure competition, mengingat banyaknya bisnis serupa dengan satu standardized product yang sama, penentuan harga pun didasarkan pada kekuatan permintaan pasar. Sedangkan untuk AirBnb sendiri masih masuk kedalam jenis Oligopoly, sehingga persaingan untuk usaha sejenis masih sangat kecil.


Type ownership

Dalam pendiriannya hotel  juga memiliki bentuk ownership yang berbeda – beda, berikut jenis- jenis ownership menurut O.C. Ferrell dalam buku “Business Foundations A Changing World Eleventh Edition “ :

•Sole Proprietorships

•Partnerships

•Corporations

•S corporation

•Limited Liability Company

Kepemilikan pada industri perhotelan bisa dalam bentuk perseorangan , partnership ataupun korporasi. Hotel – hotel bintang lima seperti ayana hotel yang berada dibawah naungan midplaza group sudah dalam bentuk korporasi mengingat korporasi memiliki banyak kemudahan seperti mudah untuk dipindah tangankan dan akses bisnis yang lebih luas dan lebih aman secara hukum.

Developing the workforce

Setiap perusahaan tentu saja memiliki divisi yang bertanggung jawab untuk pengembangan sumberdaya manusia yang ada didalamnya yang ditujukan untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Menurut O.C. Ferrell developing the workforce terdiri dari :

  • Training and Development

Sama halnya dengan industri lain, pada dunia perhotelan pun proses pengembangan karyawan akan dilakukan langsung setelah proses rekrutmen dan selection selesai melalui beberapa cara:

1. Training 

Training yang dimaksudkan bisa melalui on the job training yaitu karyawan dapat belajar secara langsung mengenai tugas- tugas yang harus dijalankannya atau melalui classroom training yang di fasilitasi dengan pengajar , konferensi, studi kasus , dll.

2. Mentoring

mentoring memberi karyawan lebih banyak interaksi satu lawan satu dengan seseorang di organisasi yang tidak hanya mengajar mereka tetapi juga bertindak sebagai pendukung mereka saat mereka maju dalam pekerjaan mereka.

3. Development

Merupakan pelatihan yang menambah keterampilan dan pengetahuan manajer dan profesional.


  • Assesing Performance

Performance Appraisal merupakan penilaian prestasi kerja yaitu feedback yang diberikan kepada employee sebagai ukuran hasil kinerjanya dalam kurun waktu tertentu dan informais tersebut dapat digunakan sebagai tolak ukur peningkatan kinerja di masa yang akan datang. Dalam hal ini management hotel dapat menggunakan appraisal ini untuk memacu semangat karyawannya dalam bekerja karena hasil appraisal tersebut dapat digunakan oleh pihak management dalam pengambilan keputusan tentang promosi, PHK, kenaikan gaji, dll.

  • Turnover

Turnover merupakan kondisi yang mungkin saja terjadi tidak hanya pada perhotelan namun pada suatu perusahaan dibidang apapun. Tidak hanya menyoal tentang karyawan yang berhenti atau dipecat, namun bisa juga seperti :

1. Promotion : adalah kemajuan ke pekerjaan tingkat yang lebih tinggi dengan peningkatan otoritas, tanggung jawab, dan gaji

2. Transfer : pindah ke pekerjaan lain di dalam perusahaan yang pada dasarnya memiliki tingkat dan upah yang sama.

3. Separation : terjadi ketika karyawan mengundurkan diri , pensiun atau diberhentikan.

Beberapa cara pengembangan tersebut tentunya juga dilakukan oleh manajemen hotel  untuk dapat memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Hal- hal yang mungkin dilakukan sebagai alat kontrol diantaranya training dan mentoring untuk pegawai yang baru saja diterima untuk bergabung dan development program melalui pelatihan-pelatihan untuk para profesional yang sudah lama bergabung di dalamnya agar lebih menambah wawasan dan pengetahuan dibidangnya. Cara-cara ini mungkin tidak perlu ditempuh oleh pemilik airbnb karena tidak memerlukan jumlah karyawan tertentu dalam operasionalnya.

Compensating The Workforce

Menurut O.C. Ferrell compensating the workforce meliputi:

  • Financial Compensation seperti halnya upah, komisi, gaji, bonus dan profit sharing.
  • Benefit yaitu nonfinansial kompensasi yang diberikan kepada pegawai seperti rencana pensiun.

Dalam hal ini, hotel yang memililki struktur organisasi yang lebih kompleks dibanding airbnb tentu memerlukan pertimbangan akan ukuran financial compentation dan benefit yang ditawarkan pada pegawai sehingga dapat menjadi salah satu sarana mencapai profit dan value melalui kinerja dan konstribusi pegawai yang optimal.

Gambar.7 : https://thorpebenefits.com/makes-employee-benefit-packages-great/

Strategy marketing yang mungkin di tempuh
Marketing adalah perpaduan berbagai aktivitas yang saling terkait dimana tujuannya untuk mengetahui kebutuhan konsumen atau pasar. Dengan adanya informasi tersebut maka perusahaan dapat menciptakan atau mengembangkan suatu produk, harga, pelayanan, dan promosi agar kebutuhan pasar tersebut terpenuhi dan perusahaan mendapatkan keuntungan. (5)
Meskipun customer satisfaction merupakan tujuan utama dari marketing, namun suatu bisnis harus memiliki ukuran pencapaiannya sendiri seperti meningkatkan kreativitas, mengurangi biaya atau mencapai persentase pasar tertentu. Dalam hal ini, Hotel dan airbnb tentu sama sama memiliki suatu strategy marketing dalam pengembangan bisnisnya meski dalam penerapannya mungkin berbeda mengingat komposisi pembangun bisnisnya pun berbeda.

Menurut O.C. Ferrel dalam buku “Business Foundation A Changing World Eleventh Edition” pemasaran berfokus pada serangkaian kegiatan kompleks yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan menghasilkan pertukaran. Adapun aktifitas yang termasuk didalamnya adalah :
1. Membeli
2. Jual
3. Transportasi
4. penyimpanan (warehousing)
5. Grading
6. Pembiayaan
7. Riset pemasaran
8. Pengambilan risiko

Dalam konsepnya menurut O.C. Ferrel , marketing merupakan suatu cara pendekatan yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk dapat mengerti lingkungan market yang akan menjadi sasaran bisnisnya, beberapa hal yang perlu untuk diketahui mengenai konsep marketing antara lain:

1. Orientasi produk
Dalam hal industri hotel, produk yang dimaksud adalah sejumlah fasilitas penunjang, service dan kenyamanan kamar yang ditawarkan kepada pengunjung.

2. Orientasi penjualan
Sebagai sarana utama peningkatan laba. Secara perspektif, personal selling dan advertising merupakan hal yang sangat menunjang proses dari sales itu dapat berkembang.

3. Orientasi pasar
Orientasi pasar merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan suatu bisnis, pelaku bisnis harus mengerti betul apa yang customer butuhkan dan inginkan sebelum mengeluarkan suatu output. Dalam industri hotel, pemilik bisnis harus mengerti akan selera kamar dan fasilitas seperti apa yang dicari dan diinginkan oleh pengunjung sehingga dapat membuat mereka nyaman saat menggunakannya.


Menurut O.C. Ferrel dalam buku “Business Foundation A Changing World Eleventh Edition” Dalam pengimplementasian konsep marketing dan customer relationship mangement, suatu bisnis perlu untuk mengembangkan dan mempertahankan strategi marketingnya. Cara- cara yang dapat di tempuh antara lain :
1. Penentuan target market
Target market dapat disegmentasikan lebih jauh menjadi business market dan consumer market.

Target market

definisi

Implementasi pada industri hotel

Business-to-Business (B2B) marketing


Pemasaran yang melibatkan pemasaran produk kepada konsumen yang akan digunakan untuk dijual kembali, penggunaan langsung dalam operasi sehari-hari, atau penggunaan langsung dalam membuat produk lain

Target marketnya adalah bisnis lain atau perusahaan lain.


Melakukan kerja sama dengan agen tour and travel, melakukan penawaran kerjasama kepada perusahaan lain untuk memfasilitasi acara gathering rutin atau event-event tertentu yang membutuhkan akomodasi, dll

Business-to-Customer (B2C) marketing

Merupakan penjualan yang dilakukan langsung kepada konsumen.

Target marketnya perorangan dan group

Memanfaatkan website,media social, iklan dan brosur sebagai sarana pemasaran langsung kepada calon pelanggan yang membutuhkan.

     Gambar.8 : https://postcron.com/en/blog/b2b-marketing-and-b2c-marketing/

Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap penentuan segmentasi pasar suatu perusahaan, yaitu :
1. Demographic : usia, jenis kelamin , ethnicity, pendidikan, occupation, family size, religion, social class. Dalam industri hotel faktor tersebut akan sangat berpengaruh bagi customer dalam menentukan jenis hotel yang akan dipilihnya. Misalkan, hotel syariah tentunya akan menyasar kepada masyarakat muslim yang membutuhkan akomodasi saat sedang berpergian.
2. Geographic : iklim, medan, sumber alam, kepadatan populasi, nilai-nilai subkultur. Contoh : hotel yang berlokasi di daerah pantai tentu akan sangat terpengaruh pada iklim karena terdapat kemungkinan pengunjung akan menurun disaat musim penghujan.
3. Psychographic : karakteristik kepribadian, motif, gaya hidup
4. Behavioristic : beberapa karakteristik perilaku konsumen terhadap produk. Benefit segmentation merupakan jenis behavioristic. Contohnya, orang yang menyukai gaya hidup sehat, tentu akan lebih mempertimbangkan hotel yang menyediakan tempat gym sebagai fasilitas tambahannya.

Gambar.9 : https://www.hotelsclick.com/auberges/indonesie/bali/66546/hotel-ayana-resort-and-spa-photographies.html

Pemahaman marketing strategy yang baik mengenai segmentasi pasar oleh pelaku bisnis tentunya akan sangat berpengaruh terhadap profit yang akan dicapai, begitu juga pada industri hotel. Jika ingin menaikkan pemasaran dibanding airbnb tentunya harus dilakukan penerapan konsep manajemen bisnis yang sesuai dalam baik dalam hal operasional, sumberdaya manusia maupun marketing strategy nya.


Tahap selanjutnya  dalam pengembangan marketing strategy adalah menciptakan dan mempertahankan kepuasaan pelanggan melalui marketing mix.

product

Tangible / intangible yang  di create sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi  customer.

Dalam hal industri hotel, product adalah kamar dan pelayanan beserta semua fasilitas penunjangnya.

price

Nilai yang diberikan pada suatu objek yang dipertukarkan antara penjual dan pembeli.


Dalam hal industri hotel, price adalah harga sewa kamar yang ditawarkan

Distribution

Membuat produk tersedia untuk pelanggan dalam jumlah yang diinginkan, bisa secara langsung dari produsen ke konsumen maupun melalui perantara

Dalam industri hotel, salah satu contoh saluran distribusi adalah perusahaan tour dan travel

Promotion


adalah bentuk komunikasi persuasif yang berupaya mempercepat pertukaran pemasaran dengan memengaruhi individu, kelompok, layanan, dan gagasan.

Bentuknya dapat berupa 
iklan, personal selling, publisitas, dan promosi penjualan

Dalam hal industri hotel mengingat perkembangan era digital, promosi banyak dilakukan melalui media sosial seperti instagram, facebook dan iklan di youtube.

Hal selanjutnya yang perlu menjadi perhatian pelaku bisnis adalah melakukan market research.
Menurut O.C. Ferrel dalam buku “Business Foundation A Changing World Elevent Edition”, marketing research adalah sistematis dan objektif proses untuk mendapatkan informasi mengenai potential customer untuk membuat marketing decisions. Informasi terkait mengenai usia, pendapatan, ethnicity, jenis kelamin, level pendidikan, dll.


Dalam prosesnya, perkembangan teknologi banyak mempengaruhi cara suatu bisnis dalam menggali informasi customer dan target marketnya. Saat ini, research market banyak dilakukan melalui online market research yaitu menggunakan media digital dan situs jejaring social dalam mengumpulkan informasi untuk keperluan business decisions. Online surveys juga sudah banyak dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasaan pelanggan sebagai alternatif pengganti old school ways seperti telepon atau personal interview.


Dalam industri hotel, online surveys merupakan sesuatu yang sangat diperlukan mengingat product yang ditawarkan bergerak dibidang jasa dimana kepuasaan pengunjung terhadap fasilitas dan service yang ada akan menjadi faktor penentu apakah pengunjung tersebut akan melakukan repeat order dan memberikan rekomendasi ke orang lain atau justru merasa kurang puas dengan fasilitas dan service yang ada.

Solusi
Dari pemaparan dan kasus yang ada, keberadaan airbnb yang dirasa sebagai ancaman pada industri hotel bisa dihadapi dengan melakukan berbagai pembaruan pada sistem management dan  strategi pemasaran hotel. Beberapa cara yang dapat ditempuh diantaranya :

1. Pemilihan konsep hotel yang disesuaikan dengan kebutuhan milenial dan trend saat ini atau selera pasar namun tetap mempertahankan ciri khas sehingga akan lebih mudah untuk diingat oleh pengunjung atau calon pengunjung. Seperti halnya konsep – konsep tradisional yang menyesuaikan dengan daerah dimana hotel tersebut beroperasi. Misal :  hotel di Bali akan cenderung menonjolkan ciri khas daerah yang berbeda dengan hotel di Padang.

2. Digital advertising, yaitu menyediakan informasi lengkap yang mudah diakses oleh pengunjung atau calon pengunjung melalui smartphone atau gadget lain seperti integrated professional website. Atau melalui media sosial seperti twitter, instagram dan youtube.

3. Memberikan benefit tambahan kepada tamu yang mempromosikan hotel tersebut melalui unggahan foto saat menginap atau testimoni di media sosial pribadinya.

4. Memanfaatkan jasa online marketplace sebagai salah satu media pemasaran.

5. Mempermudah akses komunikasi.

6. Melakukan survey kepuasaan pelanggan seperti kuisioner yang sifatnya paperless agar dirasa lebih mudah misalnya dapat dilakukan melalui website setelah menginap.

7. Menerapkan sistem kompensasi pada staff jika bisa mereferalkan pengunjung untuk menggunakan jasa hotel di tempat mereka bekerja. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi marketing untuk meningkatkan sales.

8. Adanya performance appraisal berkala sebagai bentuk kontrol kinerja pegawai sehingga pegawai dapat memaksimalkan pelayanan dan mengoptimalkan jam kerjanya.

Best practice yang sudah ada
Berdasarkan beberapa solusi yang ditawarkan tersebut, salah satu hotel yang bisa menjadi best practice karena pelayanan dan fasilitasnya yang sudah memilki reputasi bagus di masyarakat, target market yang sesuai yaitu menyasar kepada mereka yang ingin menikmati akomodasi mewah dari hotel bintang lima. Ayana Resort Spa Bali dapat menjadi salah satu contoh yang apik bagi industri perhotelan di Indonesia. Penggunaan teknologi dalam operasionalnya seperti adanya profesional website dan media social yang memudahkan pengunjung untuk mencari informasi.

Gambar.10 : https://www.altechomega.com/portfolio-posts/ayana-resort-bali/

Gambar.11 : https://postcron.com/en/blog/b2b-marketing-and-b2c-marketing/



DAFTAR PUSTAKA
1. https://banten.bisnis.com/read/20171228/448/721632/digitalisasi-industri-pariwisata-ancaman-yang-jadi-peluang
2. https://katadata.co.id/berita/2017/10/12/airbnb-mulai-mengancam-bisnis-hotel-di-indonesia
3. https://dailysocial.id/post/airbnb-mulai-ganggu-bisnis-perhotelan-di-bali
4. https://www.jawapos.com/jpg-today/10/11/2018/phri-banyak-aturan-hambat-industri-pariwisata-dan-perhotelan/
5. https://www.maxmanroe.com/vid/marketing/pengertian-marketing.html











Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format