BISNIS RITEL MAKIN PRETEL

Usaha ritel di Indonesia berguguran, dampak dari perkembangan teknologi yang pesat.


1
1 point

Perkembangan teknologi yang pesat membuat berbagai perangkat kini terkoneksi dengan jaringan online. Aktivitas manusia pun kini berorientasi pada digitalisasi. Cara-cara konvensional mau tak mau mulai ditinggalkan, termasuk untuk urusan bisnis. Para pelaku usaha kini bisa dengan mudah mempromosikan produknya melalui media online baik via e-commerce, marketplace, ataupun media sosial. Begitupun para pelanggan, mereka semakin dimanjakan karena dengan mudahnya akses berbelanja tanpa harus ke mengunjungi took secara langsung.

E-Commerce secara terpisah didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya. 

Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan mengembangkan usahanya dalam menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon terhadap dinamika perkembangan teknologi ini. Penggunaan E-Commerce dirasa menjadi alternatif paling efektif bagi usaha retail dimana E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.

E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan publik. Dengan berkembangnya E-Commerce di Indonesia, muncul pertanyaan, lantas bagaimana dengan toko retail offline? Terbukti cukup banyak toko retail yang tidak mampu bertahan ditengah persaingan era digital ini. Seperti tutupnya semua gerai 7-eleven di Jakarta, kemudian Lotus, Debenhams, bahkan beberapa cabang Ramayana dan Matahari Dept Store juga telah menutup operasional tokonya. Hal tersebut merupakan sebagian dari nama – nama perusahaan besar, dan masih banyak lagi perusahaan retail dalam skala kecil yang ikut menutup tokonya karena tidak mampu bersaing.

Matahari Dept Store (MDS) dibawah Perusahaan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) sebagai produk asli negeri sendiri ikut terkena dampaknya. Usaha retail yang sudah ada sejak tahun 1958 itu menutup 4 gerainya dari total 155 gerai yang dimiliki pada tahun 2018. Penutupan gerainya disebabkan oleh menurunnya potensi gerai untuk terus bertumbuh dan berkontribusi secara komersial terhadap perusahaan. 

Tren pertumbuhan pendapatan LPPF sejak 2013-2017 juga mengalami perlambatan yang cukup dalam. Pada 2013, pertumbuhan LPPF masih 27 persen senilai Rp4,04 triliun. Pertumbuhan penjualan justru makin melambat pada tahun berikutnya semenjak 2014-2015, masing-masing menjadi 21 persen, 17 persen. Titik terendah pertumbuhan terjadi pada tahun 2016 lalu, hanya tumbuh 12 persen tahun lalu dengan pendapatan Rp6,43 triliun.

Pada tahun 2018, laba bersih yang dicetak LPFF turun 42,46% menjadi Rp 1,1 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,91 triliun. Laba yang anjlok ini disebabkan oleh adanya kerugian atas penurunan nilai investasi pada instrumen ekuitas sebesar Rp 769,77 miliar.[1]

Kelesuan penjualan dialami sejumlah department store baik yang menyasar segmen masyarakat bawah semacam Ramayana, yang menengah seperti Matahari dan Lotus, bahkan juga toko ritel untuk kalangan atas seperti Debenhams.

Penurunan laba pada MDS salah satunya disebabkan karena faktor pergeseran tren bisnis secara global oleh persaingan usaha retail MDS dengan usaha retail online melalui bisnis E-Commerce. Penutupan gerai MDS sangat disayangkan oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), mengingat MDS adalah pioneer usaha retail di Indonesia. Penetrasi sektor online yang luar biasa membuat perubahan yang terjadi berada pada faktor penurunan daya beli masyarakat. 

Tak mengherankan jika Aprindo menurunkan target pertumbuhan ritel di tahun 2017. Dari semula mematok angka 9%, menjadi 7-8%. “Dari mulai kuartal I-2017 dan kuartal II-2017, pertumbuhan industri ritel anjlok dibanding kuartal yang sama di tahun sebelumnya. [2]

Foto : Kumparan.com

Disisi lain, E-Commerce sebagai penanding ritel konvesional semakin bergerak maju dan berkembang beberapa tahun kebelakang ini. 10 besar E-Commerce yang paling berkembang di Indonesia adalah, Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli.com, JD.id, Salestock, Elevania, Bhinneka, dan Zalora. Kesepuluhnya memiliki keunggulan masing – masing dimata pelanggannya.

Tidak bisa dipungkiri jika saat ini e-commerce telah menjelma sebagai salah satu motor penggerak utama transformasi menuju ekonomi digital. Hal tersebut disebabkan e-commerce berhasil menghadirkan beragam daya tarik, seperti pengalaman belanja online menyenangkan, promosi menarik, hingga jutaan varian produk.

Foto : Iprice.co.id

Pada gambar, Shopee berhasil menunjukkan posisinya sebagai E-Commerce paling diminati masyarakat dan perkembangan dramatis di pasar e-commerce di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Meski harus bersaing dengan Lazada dan Tokopedia yang tercatat telah lebih dulu masuk ke pasaran. Sepak terjang Shopee yang luar biasa di Asia Tenggara tersebut tentu saja berkat dukungan dari adanya aplikasi Shopee versi lokal di beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Taiwan, dan Filipina. Hal ini cukup berbeda dengan konsep one-app milik Lazada yang memiliki satu aplikasi yang digunakan di berbagai negara berbeda. 

Adapun Shopee Indonesia sendiri resmi diperkenalkan di Indonesia pada Desember 2015 di bawah naungan PT Shopee International Indonesia. Keunggulan E-Commerce seperti Shopee adalah menyediakan fitur live chat yang memudahkan para penjual dan pembeli untuk saling berinteraksi dengan mudah dan cepat, yang mana kemudahan ini sangat membantu para pembeli dari jarak jauh. 

Shopee berhasil unjuk gigi dengan memanfaatkan kesempatan dan celah – celah yang ada dengan melakukan pendekatan kepada konsumen melalui Koin Shopee (Cashback), Gratis Ongkir (Ongkos kirim), Flash sale (penjualan dengan harga murah dalam waktu tertentu), penawaran diskon dll. 

Berkat strategi tersebut, Shopee terus mengibarkan kiprah baik dalam ombak persaingan e-commerce di Asia Tenggara, terlebih lagi di Indonesia. Sebagai gambaran, saat momen Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) pada tanggal 12 Desember 2018 lalu, Shopee sukses memecahkan rekor dengan mencatat lebih dari 12 juta transaksi di tujuh negara. Catatan tersebut tentu menjadi bukti jika shopee telah mengalami perkembangan yang amat pesat.

No

Shopee

Matahari

1

Penjualan Online tanpa harus datang ke toko.

Barang yang di inginkan dapat langsung dicoba. 

2

Mudah dalam membandingkan harga dengan toko lain.

Beragam promo bagi member Matahari Club Card

3

Pilihan barang lebih banyak dan beragam.

Pilihan barang terbatas pada display yang ada

4

Fitur Live Chat memudahkan pembeli untuk berkomunikasi

Dapat berkomunikasi langsung dengan SPG

5

Gratis biaya pengiriman

6

Promo koin Shopee (Cashback)

7

Stok produk terupdate setiap ada penjualan. 

Stok terupdate setiap hari setelah closing

8

Fitur Garansi Shopee dimana uang kembali 100% jika barang tidak sampai.

9

Fitur reputasi toko dan feedback pembeli memberikan kemudahan bagi pembeli baru untuk menilai kualitas layanan dan produk

10

Fitur dropship, membantu bagi yang ingin berbisnis dengan system reseller. 

11

Beragam fitur pembayaran, debit dan kredit online juga cicilan kartu kredit

Beragam fitur pembayaran, debit dan kredit online juga cicilan kartu kredit

12

Semua barang ada di shopee tidak hanya terbatas pada salah satu kategori

Terbatas pada Fashion

13

Harga lebih murah karena tidak ada sewa tempat 

Harga lebih mahal karena biaya sewa tempat dan gaji karyawan

Data perbandingan shopee dan matahari dikelola oleh penulis

Dalam table diketahui, selain kemajuan teknologi yang memberikan kemudahan bagi pembeli dan penjual di era digitalisasi ini, Shopee juga memiliki beragam keunggulan yang tidak dimiliki oleh Matahari Dept Store. Berangkat dari hal tersebut, kita menyadari bahwa kompetisi semakin sengit dalam pasar global, inovasi produk serta ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi memaksa seluruh perusahaan untuk kreatif dalam pengembangan produk mereka. 

Foto : rashmiairan.com

Analisa bentuk bisnis Shopee vs Matahari Dept Store 

Pengertian perusahaan adalah organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia. Kegiatan produksi dan distribusi dilakukan dengan menggabungkan berbagai faktor produksi, yaitu manusia, alam dan modal. Kegiatan produksi dan distribusi umumnya dilakukan untuk memperoleh laba.

Shopee dan Matahari Dept Store merupakan perusahaan besar yang sudah dinaungi badan hukum yang dikelola secara professional. Namun keduanya memiliki tipe yang berbeda, dimana Matahari Dept Store merupakan perusahaan terbuka yang sudah mencatatkan sahamnya kondisi terbalik pada shopee. 

Matahari Dept Store mendirikan perusahaannya dengan membuka gerai pertamanya pada tahun 1958 sebagai toserba (toko serba ada) Matahari di pasar baru Jakarta. Seiring berjalannya waktu, Matahari mengembangkan bisnisnya secara serius dan professional, sehingga pada tahun 1972 Matahari resmi menjadi pioneer Departement Store pertama di Indonesia. Sebagai perusahaan ritel di Indonesia yang terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk berekspansi, pada tahun 1992 Matahari melakukan IPO atau penawaran saham pertama di Bursa Efek Jakarta. Hal ini turut menandakan bahwa Lippo Group sebagai paying perusahaan Matahari ini serius menggarap bisnis ritel pertama di Indonesia. 

Adapun Matahari Dept Store merupakan bisnis ritel konvensional yang terus berinovasi untuk tetap mempertahankan keeksistensiannya meskipun dideru oleh bisnis online seperti e-commerce. Sedangkan pada bisnis E-Commerce seperti shopee, mendirikan perusahaannya di era digitalisasi dengan kemajuan teknologi yang saat ini sudah di serap masyarakat dunia. Shopee mengungguli dari sudut kemudahan transaksi jual beli yang memberikan kenyamanan, kecepatan dan kemudahan kepada masyarakat. Shopee mengawali usahanya pada tahun 2009 dan 2015 di Indonesia.

Shopee pertama kali dimulai sebagai pasar Customer to Customer (C2C) tetapi telah beralih ke Business to Customer (B2C).  Shopee bermitra dengan lebih dari 70 penyedia layanan kurir di seluruh pasarnya untuk menyediakan dukungan logistik bagi penggunanya. Shopee berkolaborasi dengan berbagai jasa logistik lokal, serta penyedia jasa transportasi daring. 

Analisa Supply Chain Management bisnis Shopee vs Matahari Dept Store 

Pertumbuhan perdagangan online yang sangat tinggi itu berkaitan dengan beberapa komponen penting di dalamnya, salah satunya adalah logistik. Logistik lebih dari sekedar pengiriman barang ke konsumen. Istilah logistik mencakup aspek yang jauh lebih luas seperti pergudangan, manajemen inventori, penagihan, pengemasan, label, pengiriman, cash on delivery, pembayaran, dan masih banyak lagi.

Kinerja bisnis ecommerce ini berkaitan dengan sistem logistik dan manajemen supply chain. Logistik e-commerce erat kaitannya dengan e-logistik. Di Indonesia, sistem perpindahan logistik dalam bisnis e-commerce sebagian besar sudah menggunakan Supply Chain lebih sederhana daripada ritel offline yang memerlukan gudang. Dalam platform dagang e-logistik, penjual dapat menyederhanakan supply chain mereka dengan hanya menjadi sarana pemasaran, mendata barang yang masuk dan ke luar, serta bekerja sama dengan perusahaan logistik untuk pengiriman. 

Sedangkan pada ritel offline masih menggunakan Supply Chain Management yang lebih kompleks sehingga memerlukan lebih banyak penyerapan tenaga kerja, waktu dan berimbas pada besaran biaya. [3]Supply Chain Matahari dilaksanakan berdasarkan sistem ‘just in time’ dimana barang tidak disimpan di pusat distribusi karena pusat distribusi melayani fasilitas flow-through, dimana pemasok mengantar barang secara rutin ke pusat, kemudian mendistribusikan secepatnya ke gerai-gerai dengan jalur darat. Hal ini lebih kompleks dan memakan biaya lebih dibandingkan Supply chain pada E-Commerce. 

Foto : qureta.com

Analisa sumber daya manusia Shopee vs Matahari Dept Store 

Sebagai perusahaan jasa, Matahari dan Shopee menyadari pentingnya peran sumber daya manusia terhadap kesuksesan bisnis. Dengan pesatnya perkembangan E-Commerce Shopee dan banyaknya jaringan gerai pada Matahari Dept Store, sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menarik dan mempertahankan karyawan yang memadahi di setiap daerah dan bagian bisnis. Dalam memenuhi tantangan ini, perusahaan secara konsisten berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, serta memastikan bahwa Matahari Dept Store dan Shopee memberikan suasana kerja yang menarik dan kompetitif. Perkembangan dan pertumbuhan perusahaan mempersyaratkan ketersediaan sumber daya manusia yang andal. Upaya menyediakan sumber daya tersebut dapat diperoleh melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualifikasi menurut kebutuhan perusahaan dapat diperoleh melalui program pelatihan dan pengembangan karyawan. Pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan faktor yang mendorong tercapainya kompetensi karyawan sehingga dapat memberikan kinerja terbaik pada perusahaan. Pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan faktor yang mendorong tercapainya kompetensi karyawan sehingga dapat memberikan kinerja terbaik pada perusahaan.

Matahari Dept Store memiliki jumlah tenaga kerja yang sangat tinggi  mencapai angka 13.000 tenaga kerja yang tersebar diseluruh Indonesia. Angka tersebut berbanding lurus dengan besaran biaya yang dibutuhkan Matahari Dept Store untuk dapat menjalankan usahanya. Hal ini menjadikan biaya operasioanl Matahari Dept Store menjadi besaryang berdampak pada besarnya harga jual produk.

Foto : Matahari.com

Sedangkan Shopee Indonesia hanya memiliki 1500 tenaga kerja, dimana angka ini merupakan angka yang kecil untuk menjalankan bisnis sebesar Shopee di Indonesia. Besar kecilnya angka tenaga kerja pada perusahaan mempengaruhi keuangan perusahaan tersebut. Bisnis E-Commerce saat ini berkembang dengan pesat karena dapat memanfaatkan dan menjalankan bisnis besar dengan jumlah tenaga kerja yang kecil, sehingga nilai keuntungan perusahaan dapat dibukukan secara maksimal. Ini kaitannya dengan kemajuan teknologi dimana shopee menjadi wadah berkumpulnya para penjual di sebuah platform tanpa harus merekrut penjual tersebut untuk menjadi tenaga kerja Shopee. 

Kaitan pengembangan Sumber Daya Manusia di masing – masing perusahaan, diperlukannya dukungan dan upaya untuk mempertahankan talenta terbaiknya melalui jalur pengembangan karir, seperti mengedepankan kepuasan karyawan dalam bentuk motivasi karyawan untuk melakukan yang terbaik dalam pengembangan karir, menjaga hubungan baik karyawan dengan membangun sense of belonging yang tinggi terhadap perusahaan. 

Selain itu, pemetaan tenaga kerja Shopee dan Matahari Dept Store berdasarkan latar belakang Pendidikan sangat berbeda. Matahari Dept Store didominasi oleh karyawan dengan background pendidikan SMA, hal ini disebabkan oleh kebutuhan perusahaan akan tenaga Sales Promotion yang tinggi di setiap gerainya. Sedangkan untuk Shopee di dominasi oleh karyawan dengan background Pendidikan S1. Dengan background Pendidikan yang berbeda, diperlukan pendekatan yang berbeda pula kepada SDM nya. 

Karyawan dengan background Pendidikan SMA akan mudah bertahan pada perusahaan dikarenakan lapangan pekerjaan semakin susah ditemukan, sedangkan karyawan dengan background S1 lebih mudah berpindah – pindah perusahaan untuk menemukan tempat kerja terbaik versi karyawan itu sendiri. Sehingga hal ini menjadi tantangan bagi Manager SDM shopee untuk menelurkan metode – metode terbaik untuk mempertahankan karyawannya. 

Analisa keseluruhan 

Matahari Dept Store sebagai pioneer ritel di Indonesia telah Berjaya selama lebih dari 60 tahun. Bisnis ritel konvensional ini lambat laun ditinggalkan pelanggan karena adanya kemajuan teknologi yang memberikan kemudahan kepada para pelanggan. Sebagai perusahaan go public, MDS dituntut untuk terus berinovasi agar tidak ditinggalkan dan gugur perlahan dimakan teknologi. Selain berkompetisi dengan bisnis secara kemajuan teknologi, MDS juga harus dapat menyederhanakan Supply Chain produk yang dimiliki, imbasnya adalah pada besaran biaya yang dibutuhkan dalam rantai produk yang ada hingga sampai kepada konsumen. Selain itu, MDS sebagai perusahaan yang memiliki lebih dari 13.000 karyawan memiliki tantangan tersendiri untuk dapat memberdayakan SDM yang ada. Gerai MDS tersebar diberbagai kota di Indonesia sehingga setiap gerai mewajibkan managernya untuk menerapkan metode terbaiknya. 

Shopee sebagai E-Commerce unggul dari segi kemudahan berbelanja karena shopee hadir di era digitalisasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Selain itu shopee memiliki supply chain yang lebih sederhana disbanding bisnis offline, dimana produk dapat langsung sampai pada konsumen tanpa melewati proses yang banyak. Hal ini memiliki keuntungan dari segi biaya yang lebih ringkas. Adapun pada SDM nya, shopee hanya memiliki tidak lebih dari 1500 karyawan dimana anka tersbut merupakan angka yang kecil dalam menjalankan bisnis yang besar, sehingga laba usaha sangat maksimal yang berimbas pada besaran gaji karyawan. 

Beberapa gerai MDS yang tutup disinyalir karena tidak mampu bersaing dengan adanya perkembangan teknologi pada bisnis E-Commerce, Shopee. Selain harga yang lebih murah, shopee tidak memerlukan sewa lokasi untuk menjual barangnya karena semua transaksi dilakukan secara online dengan bekerja sama dengan para penjual di seluruh Indonesia. Hal lain yang menjadi keunggulan bisnis online adalah berbagai kemudahan yang ditawarkan kepada masyarakat. Traksaksi dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, berbelanja apa saja, garha kompetitif dan tinggal menunggu di rumah. 

Foto : (kiri) kompastv.com dan kanan (kanan) mataharimall.com

Pemecahan masalah pada MDS adalah dengan ikut melirik bisnis online. Hal ini sudah di lakukan oleh MDS dengan membuka mataharimall.com sebagai alternative belanja online dibawah naungan PT LPPF. Didirikan pada tahun 2015, mataharimall.com kurang dapat bersaing dikarenakan metode penjualan melalui website dan penawaran ragam barang kurang maksimal. Selain itu biaya kirim yang tinggi juga menjadi kendala. Hal ini menyebabkan mataharimall.com ikut redup karena inovasi yang dilakukan kurang maksimal. 

Untuk itu matahari diharapkan terus mengembangkan bisnis e-commerce sejalan dengan tujuan untuk menjadi omnichannel retailer dengan jalan menerapkan berbagai inisiatif strategis, seperti :

  • Mengembangkan bisnis online dengan meningkatkan infrastruktur dan memperluas ragam produk yang dijual di online store.
  • Meningkatkan pemasaran untuk pelanggan online dalam bentuk penawaran gratis ongkir dan cashback yang saat ini diminati masyarakat.
  • Mengembangkan kemampuan dalam memenuhi pesanan.
  • Focus pada upaya berkelanjutan untuk memaksimalkan online store dengan memangkas supply chain untuk efisiensi operasional, pengendalian biaya, optimalisasi asset untuk tujuan meningkatkan keuntungan.
  • Mengembangkan visual online store agar lebih menarik dan mudah digunakan serta menyediakan mobile apps sehingga dapat diakses dengan mudah.

[1]https://investasi.kontan.co.id/news/ada-kerugian-investasi-ini-alasan-matahari-department-store-lppf-bagi-dividen

[2]https://kumparan.com/@kumparanbisnis/tahun-tekor-buat-bisnis-department-store

[3] http://supplychainindonesia.com/new/penerapan-e-logistik-dalam-e-commerce/

https://khususspemula.blogspot.com/2014/11/makalah-tentang-e-commerce.html

https://kumparan.com/@kumparantech/shopee-raih-peringkat-pertama-e-commerce-terpopuler-1546822929521844417

https://ukirama.com/en/blogs/cara-toko-retail-menghadapi-persaingan-di-era-digital

https://turboly.com/blog/2018/03/Strategi-Toko-Retail-Menghadapi-Persaingan-eCommerce.html

https://katadata.co.id/berita/2019/08/23/cetak-penjualan-rp-54-t-shopee-e-commerce-terpopuler-di-asia-tenggara

https://www.merdeka.com/uang/ungguli-tokopedia-dan-lazada-shopee-jadi-e-commerce-terbesar-di-asia-tenggara.html

http://sdmberkualitas.blogspot.com/2015/09/training-development-pt-matahari.html

http://jbsystem1617.blogspot.com/2016/11/pt-matahari-department-store-tbk-jelly.html

http://chalouiss.blogspot.com/2012/09/pengertian-dan-bentuk-perusahaan-atau.html

http://niakyu993.blogspot.com/2015/05/makalah-tentang-perkembangan-e-commerce.html


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
riezafebianti

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format