EXPRESS TAXI TERANCAM BANGKRUT KARENA GEMPURAN TAKSI ONLINE

Kehadiran taksi berbasis online menghantam angkutan konvensional, banyak perusahaan taksi sekarat karena kalah bersaing. Ribuan kendaraan terpaksa dikandangkan.


1
1 point

Taksi merupakan salah satu transportasi umum jenis premium dengan harga yang masih agak mahal dibandingkan dengan transportasi umum lainnya. kata Taksi diambil dari kata “taximeter” yang merupakan sebuah alat yang berfungsi mengukur jarak atau waktu tempuh sebuah taxi sehingga supir dapat menentukan harga yang harus dibayar oleh penumpang. Di Indonesia, taksi resmi dioperasikan sebagai transportasi umum pada tahun 1971 oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu yakni Ali Sadikin. Taksi pertama yang mulai berjalan di Indonesia adalah Blue Bird. Hingga kini perkembangan taksi di Indonesia sudah sangat berkembang dan memunculkan perusahaan-perusahaan taksi baru antara lain Taksi Express, Taksi Kosti, Taksi Gamya, Taksi Taxiku, Taksi Trans Cab, Taksi White Horse, Dian Taksi, dll.

Selama ini taksi beroperasi dengan cara berkeliling mencari penumpang atau mangkal dilokasi2 yang banyak calon penumpang seperti pasar, stasiun, bandara, dll. Namun sejak tahun 2015 industri transportasi taksi tanah air kedatangan pemain/pesaing baru dengan konsep bisnis yang jauh berbeda, yaitu taksi online. Bisnis taksi online adalah usaha di bidang jasa transportasi yang menawarkan layanan mengangkut dan mengantarkan orang dan atau barang dimana proses pemesanan jasa transportasi ini digunakan dengan aplikasi di smartphone, sehingga supir taksi tidak lagi harus berkeliling untuk mencari penumpang. 

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, taksi online yang bermunculan tentu saja menjadi pesaing terberat taksi konvensional, kehadirannya membuat banyak perusahaan taksi sekarat karena kalah bersaing. “Taksi online semakin menggeser taksi konvensional,” kata Ketua DPD Organda DKI Jakarta, Safruhan Sinungan, Selasa (10/10). Dari 32 perusahaan taksi, hanya tinggal beberapa saja yang bertahan antara lain Blue Bird, Express, Gamya, Taxiku, Gading.  Meski tetap bertahan, perusahaan taksi tersebut mengurangi armadanya. Misalnya taksi Express yang tadinya memiliki 12 ribu unit kini, kini sekitar 9.600 unit termasuk armada taksi Eagle dan Tiara yang termasuk dalam grup Express. Taxiku dari 2.500 sekarang tinggal 100 yang beroperasi. “Ini situasi yang sangat menyedihkan,” kata Safruhan. Salah satu penyebab bangkrutnya perusahaan taksi konvensional, karena mereka harus mengikuti penetapan tarif seusai amanah UU No 22/2009 dan Peraturan Pemerintah No 74/2014. Sedangkan taksi online, kata Safruhan, mengenakan tarif tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan, terlebih pasca putusan Mahkamah Agung. “Dia (taksi online) tentukan tarif sendiri dan menurut logika bisnis tidak masuk akal,” sambung Safruhan.[1]

Dari ilustrasi diatas dengan jarak tempuh yang sama taksi konvensional memiliki tarif yang lebih mahal dibanding dengan taksi online. Bahkan dengan kemajuan teknologi terjadi pergeseran minat serta perilaku para penumpang taksi, penumpang saat ini tidak lagi bekenan menunggu dipinggir jalan dan melakukan pemesanan hanya melalui smartphone miliknya. Sehingga peminat taksi konvensional makin berkurang dari tahun ketahun, dan tentunya akan berdampak pada kinerja keuangan perusahaan-perusahaan taksi konvensional.

Salah satu perusahaan taksi yang terimbas adalah Express Taxi atau Express Transindo Utama Tbk (TAXI) yang didirikan 11 Juni 1981 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1989. Kantor pusat TAXI berlokasi di Gedung Express, Jl. Sukarjo Wiryopranoto No.11, Jakarta 11160 – Indonesia. telp : (62-21) 2650-7000 (Hunting), Fax : (62-21) 2650-7001. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Express Transindo Utama Tbk adalah PT Rajawali Corpora (induk usaha), dengan persentase kepemilikan sebesar 51%.  Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan TAXI adalah berusaha dalam bidang pengangkutan darat. Kegiatan usaha TAXI memiliki keterkaitan dengan Anak Usaha (Express Group) yaitu sama-sama menjalankan kegiatan usaha jasa transportasi darat. Express Group merupakan perusahaan yang mengoperasikan taksi merek Express dan Eagle untuk wilayah Jadetabek, Surabaya, Semarang, Medan dan Padang. Pada tanggal 22 Oktober 2012, TAXI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TAXI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.051.280.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp560,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 02 Nopember 2012. [2]

Kemunculan taksi online berdampak pada kinerja keuangan perusahaan Express Taxi, hal ini tercermin dari kondisi laporan keuangan perusahaan yang menurun sejak tahun 2015 hingga saat ini. Bahkan tidak saja menurun melainkan mengalami kerugian sejak tahun 2016. Berikut kondisi laba rugi Express Taxi dari tahun 2014 [3]

Terlihat bahwa express taxi hingga saat ini masih mengalami kerugian. Padahal pada Juni tahun 2019 berdasarkan data di laman Kustodian Sentral Efek Indonesia, diketahui pada 24 Juni 2019, obligasi korporasi TAXI di tahun 2014 akan jatuh tempo, dengan nilai pokok Rp 1 triliun. Untuk melunasi utang obligasi tersebut, perusahaan menambah modal melalui penerbitan saham baru tanpa melalui rights issue. Seperti diketahui, pada Januari 2019, TAXI juga menyerahkan aset tanah milik anak usahanya, PT Ekspres Jakarta Jaya senilai Rp 43,44 miliar, kepala BCA. Aset dua bidang tanah yang diserahkan itu berada di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Tanah tersebut merupakan bagian dari jaminan atas utang bank Grup Express kepada BCA.[4]
Dari sisi harga saham Express taxi juga diketahui mengalami penurunan yang signifikan, bahkan harga per lembar saham Express taxi tahun 2018 sebesar Rp90,- berada dibawah harga pada saat pertama kali melantai di bursa saham yaitu sebesar Rp560.
Berikut pergerakan harga saham express taxi

Namun anehnya kondisi serupa tidak terjadi pada perushaan taxi Blue Bird selaku market leader di industry transportasi taxi. Blue bird mampu bertahan bahkan menunjukan kinerja keuangan yang semakin positif. Dalam laporan keuangan tahun 2018 yang dipublikasikan pada laman Bursa Efek Indonesia, emiten berkode saham BIRD tersebut meraih pendapatan Rp4,21 triliun, meningkat tipis 0,2% dari 2017 yakni Rp4,2 triliun.

Beban pendapatan pada 2018 dapat ditekan oleh perseroan, tercatat pada tahun tersebut beban pendapatan BIRD Rp3,03 triliun, menurun 0,9% dari tahun sebelumnya Rp3,06 triliun.

Emiten yang berfokus pada bisnis taksi itu mendapatkan laba kotor Rp1,17 triliun pada 2018, tumbuh 3,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,13 triliun.

Sementara itu, beban usaha BIRD pada 2018 sebesar Rp621,3 miliar, meningkat 8,95% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp570,23 miliar.

Alhasil, BIRD berhasil mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp457,3 miliar, tumbuh 7,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp424,86 miliar.[5].

Menurut penulis ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa express taxi tidak dapat memperbaiki kinerja keuangan semenjak adanya persaiangan dengan taxi online

Teknologi

perusahaan gagal melakukan antisipasi tehadap perkembangan teknologi , penggunaan teknologi dan aplikasi telah ada sejak lama, bahkan sebelum adanya model transportasi online. Namun hal ini kurang dimanfaatkan oleh angkutan konvensional sehingga saat penggunaan teknologi ini meledak saat ini angkutan konvensional ‎jauh tertinggal. Bandingkan dengan Taksi Bluebird yang telah membuat aplikasi MyBlueBird serta bekerjasama dengan startup Gojek, kedua perusahaan itu telah bersinergi meluncurkan fitur bersama: Go-Blue Bird, yang memungkinkan konsumen memesan taksi si Burung Biru melalui aplikasi Go-Jek. Sebelumnya, keduanya juga telah bekerjasama: sebagian armada taksi Blue Bird disiapkan untuk mendukung aplikasi Go-Car sehingga pemesan Go-Car sangat dimungkinkan dijemput taksi Blue Bird dengan tarif Go-Car

Produk

Perusahaan gagal membuat produk produk jasa yang sesuai dengan keinginan customer atas perkembangan teknologi. Dengan taksi online pelanggan akan merasa aman dan efisien dalam memanfaatkan waktu karena tidak perlu mencari taksi lagi dijalanan, pelanggan akan terhindar dari polusi jalanan dan cuaca yang buruk, seperti terik matahari dan hujan.Bahkan secara tarif taksi online memberikan kepastian tarif yang harus dibayar oleh konsumennya saat memesan. Hal ini dinilai yang menjadi daya tarik masyarakat untuk menggunakan transportasi berbasis online. Sedangkan Bluebird memiliki layanan mulai dari taksi, kontainer dan alat berat, hingga logistik, Bagi banyak warga Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia, Blue Bird Group bukan hanya sekadar perusahaan taksi tapi menjadi bagian dari gaya hidup. Jika New York terkenal dengan yellow taxi dan London dengan black cab, maka Jakarta dengan Blue Bird armada taksi biru yang selalu menghiasi jalan-jalan Ibukota yang sibuk setiap waktu

Image

Image express taxi belum dapat mengalahkan blue bird dalam hal keramahan para drivernya. Blue Bird selalu mengedepankan pelayanan, memang jika dibandingkan dengan perusahaan taksi lainnya, citra dari taksi yang berlambang burung biru ini paling harum. Bahkan tidak sedikit dari pengguna taksi yang setia dengan Blue Bird dengan alasan merasa nyaman dan aman. BahkanTransportasi online punya keunggulan dalam hal tampilan kendaraan, lantaran yang dipergunakan adalah kendaraan pribadi atau rental, maka tidak terkesan sebagai angkutan umum. Hal ini menjadi nilai tambah sebagai daya tarik bagi penumpang dari kalangan tertentu

Terkait kondisi tersebut penulis menyarankan beberapa solusi berdasarkan buku “Business foundation a changing world eleventh edition”oleh O.C. Ferrell, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan

Management Operasi

Manajemen operasi dapat didefinisikan sebagai pengaturan dan pembangunan terhadap aktivitas bisnis yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa pada sebuah perusahaan.

Taksi merupakan contoh dari industri pelayanan/jasa transportasi, dengan demikian input pada jenis usaha ini lebih banyak didominasi oleh tenaga kerja dan mobil sedangkan outputnya adalah layanan transportasi. Berbeda dengan industri manufaktur, dimana output yang dihasilkan berupa barang

Menurut penulis express taxi belum optimal melakukan management operasi perusahaan sehingga perusahaan minim innovasi terhadap produk yang dapat memenuhi keinginan pelanggan. Dalam teori bisnis, perusahaan seharusnya dapat menerapkan value chain ketimbang supply chain. Jika pada teori supply chain disebutkan bahwa pengelolaan dan pengintegrasian seluruh komponen distribusi dimulai dari supplier ke consumer, namun sebaliknya dengan value chain justru dimulai dari keinginan customer perusahaan dapat membuat perencanaan dan menciptakan innovasi produk yang kemudian dilanjutkan kepada pemenuhan kebutuhan dari pelanggan itu sendiri.
Untuk memberikan produk yang lebih menarik dan diinginkan oleh customer perusahaan harus mencari dan mengetahui keinginan dari customer terhadap jasa transportasi taksi. Dari analisa penulis keinginan customer yang dapat dikumpulkan antara lain kenyamanan, keamanan, keramahan, akses internet, dan yang paling penting adalah didgitalisasi (industri 4.0.) dengan kata lain customer menginginkan kemudahan akses (anywhere, everywhere).

Innovasi produk yang kami usulkan untuk memenuhi keinginan customer serta meningkatkan pendapatan perusahaan, antara lain:

  1. Membuat tarif taksi menjadi flat, namun tetap tidak melanggar undang-undang yang berlaku. Dengan tarif flat diharapkan 

  2. Membuat produk jasa layanan korporasi, yaitu dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang kekurangan kendaraan operasional.

  3. Menstandarisasi interior taksi menjadi lebih mewah dan melengkapi setiap kendaraan dengan GPS, jaringan internet gratis, perangkat listrik yang mampu men-charge handphone ataupun notebook, untuk meningkatkan kenyamanan customer dalam menggunakan layanan transportasi.

  4. Membuat program-program promosi yang berisfat periodic atau pada saat hari-hari besar nasional, misal: bebas biaya tol, discount 17% pada saat tanggal 17 Agustus

Managing Human Resources

Untuk dapat memberikan layanan yang maksimal kepada pelanggan perusahaan harus dapat mengelola sumber daya manusia dengan baik sejak dari proses reqruiment sampai dengan development. Dalam industri layanan (services) peran SDM sangat penting untuk membentuk image perusahaan yang tentunya akan berdampak langsung pada kinerja perusahaan.

Reqruitement dan seleksi SDM adalah proses membentuk/mengumpulkan para pelamar yang telah memenuhi kualifikasi serta proses mengumpulkan informasi tentang pelamar sbagai bahan/dasar perusahaan untuk menentukan/memilih pegawainya. Secara teori tahapan seleski antara lain aplikasi lamaran, Interview, test, dan refferensi cheking.

Developing the workforce

Pengembangan pegawai dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu:

  1. Training, belajar secara langsung atau melalui classroom training.
  2. Mentoring, karyawan diberi kesempatan untuk mengembangkan diri melalui mentor, dimana seorang mentor merupakan karyawan yang telah expert dan diharappkan lebih banyak interaksi satu sama lain.
  3. Developmentpelatihan yang menambah keterampilan dan pengetahuan manajer dan profesional.

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui image, kami menyarankan perusahaan untuk melakukan perbaikan dalam mengelola SDM khususnya driver selaku frontliner dari industri transportasi taksi, antara lain:

  1. Melakukan reqruitment dan seleksi driver dengan menggunakan test psikotes dan wawancara, dan mengutamakan penerimaan driver yang memiliki karakter ramah dan membantu. saat ini keahlian dirver tentang jalan-jalan menjadi tidak penting karena saat ini telah ada aplikasi googlmaps.
  2. Melakukan training secara rutin dan berkala untuk para driver lama dan baru mengenai standar layanan perusahaan pada saat melayani customer.
  3. Membuat standar layanan 3S, Senyum Sapa Salam.
  4. Memberikan development kepada driver-driver yang memiliki potensi untuk dijadikan duta layanan express taxi, yang nantinya akan memperkenalkan kepada masyarakat terkait standar layan para driver express taxi.
  5. Membuat program insentif sebagai motivasi kepada para driver yang dapat menjaga standar layanannya kepada customer.

Kerjasama Operasi

Sehubungan dengan teknologi faktanya memang cenderung sulit melawan secara frontal gelombang perusahaan aplikasi seperti Go-Jek, Grab, dan Uber karena kehadirannya sedang menjadi tren. Dan bukan cuma itu, ketiga pemain digital tersebut sungguh punya kekuatan yang tak mudah dihadang. Pertama, mereka didukung modal yang sangat besar yang berani membakar uang, bahkan hingga triliunan rupiah, dan siap rugi di tahun-tahun awal untuk menyubsidi serta memberikan gimmick ke para mitra pengemudinya.

Kedua, mereka juga sedang menunggangi gelombang industri kreatif yang kalau dibatasi justru pihak yang membatasi dikritik habis-habisan sebagaimana pernah diwacanakan Pemerintah Indonesia yang dianggap tak mengikuti kemajuan modern. 

Ketiga, gelombang animo konsumen sendiri memang makin deras berpaling ke aplikasi online karena dipandang praktis dan murah

Kami menyarankan express taxi sebaiknya melakukan hal-hal:

  1. Melakukan kerjasama operasi dengan perusahaan startup transportasi seperti Gojek dan Grab untuk memudahkan customer menggunakan layanan express taxi.
  2. Membuat sistem pembayaran melalui e-money, sehingga customer memiliki opsi metode pembayaran jika tidak membawa uang cash.
  3. Melakukan kerjasama dengan startup tarvel seperti tarveloka dan tiket.com untuk menggarap pasar transportasi wisata.

Demikian yang dapat penulis sampaikan semoga bermanfaat, mohon maklum jika terdapat kesalahan

Penulis

Rohmat Agung Jaya Kumara

Daftar Pustaka

  1. https://poskotanews.com/2017/10/11/perusahaan-taksi-terancam-bangkrut/

  2. https://britama.com/index.php/2013/01/sejarah-dan-profil-singkat-taxi/

  3. https://www.google.com/search?q=kinerja+keuangan+taxi+express&tbm=isch&ved=2ahUKEwjD_d20_PjkAhWMVisKHamMCU4Q2-cCegQIABAC&oq=kinerja+keuangan+taxi+express&gs_l=mobile-gws-wiz-img.3…21912.36562..38491…4.0..0.201.3797.6j24j1……0….1…….5..35i362i39j35i39j0j0i67j0i13j0i13i10j0i5i30j0i30j0i24j33i10.6zDY4AmhdHs&ei=Ay6SXYPwCIytrQGpmabwBA&bih=633&biw=360&client=ms-android-asus-tpin&prmd=inmv&safe=strict#imgrc=TNECEqmGiU5vCM:

  4. https://www.cnbcindonesia.com/market/20190208140425-17-54498/inikah-senja-kala-taksi-express-2020-tak-punya-armada-lagi

  5. https://market.bisnis.com/read/20190328/192/905701/laba-blue-bird-bird-tumbuh-76

  6. https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-3671506/strategi-blue-bird-bertahan-di-tengah-serbuan-taksi-online


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Rohmatagung

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format