IPTN : Icon Hilangnya Otak Negara

Jika Brain drain di IPTN menjadi icon hilangnya otak negara, Brain gain di Morowali menjadi icon hilangnya wibawa anak bangsa.


4
4 points

Industri Pesawat Terbang Indonesia VS Industri Pertambangan Morowali Indonesia  

Perkembangan industri pesawat terbang di indonesia sempat mengalami masa jayanya pada era kepemimpinan presiden B.J. Habibie,  seperti yang kita ketahui bersama pria yang kerap dijuluki sebagai Mr. Crack ini merupakan putra bangsa yang sukses menginisiasi industri pesawat terbang di indonesia hingga menjadi sesuatu yang diakui di industri pesawat terbang dunia. Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan keadaan industri pesawat terbang indonesia saat ini. Hilangnya putra-putri terbaik bangsa dibidang industri pesawat terbang yang memilih meninggalkan tanah air tercinta menjadi salah satu fenomena yang perlu menjadi perhatian bersama. Fenomena ini dikenal dengan sebutan brain drain.

Brain drain merupakan suatu aksi oleh Sumber Daya Manusia berkualitas yang memilih untuk meniti karir di negara lain dibandingkan negaranya sendiri. Istilah tersebut pertama kali dikemukakan oleh British Royal Society pada tahun 1950-1960. Brain drain memiliki arus migrasi yaitu dari negara berkembang ke negara maju. Brain drain dapat terjadi karena beberapa faktor. Faktor klasik penyebab terjadinya brain drain adalah faktor ekonomi, serta faktor sarana dan prasarana. Dibalik alasan-alasan tersebut, brain drain menimbulkan beberapa masalah bagi negara yang ditinggalkan. Permasalahan yang pertama yaitu negara menjadi kekurangan tenaga ahli (1). 

Gambar 1

Dilema brain drain di Indonesia

Hingga saat ini fenomena brain drain di Indonesia belum atau tidak terdapat data empiris, diperkirakan telah mencapai angka 5%. Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Pengawasan Tenaga Kerja Indonesia (BN2PTKI) kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada 2018 turun 30,71% menjadi 173.452 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penempatan PMI meningkat 7,89% menjadi 283.640 pekerja. Data tersebut menyimpulkan jumlah tenaga kerja indonesia yang keluar tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja indonesia yang kembali pulang ke tanah air. Hal tersebut turut menyumbang alasan terjadinya fenomena brain drain di negara kita ini.

Gambar 2

Brain drain di Industri pesawat terbang di Indonesia.

Berbicara tentang brain drain di Indonesia, sebut saja sektor Industri pesawat terbang di Indonesia. Industri ini menjadi salah satu pencetak tenaga ahli yang diakui di kancah dunia. Terbukti dengan banyaknya tenaga ahli dibidang industri pesawat terbang yang di minati oleh negara lain, baik negara tetangga maupun negara maju. Sebut saja salah satu legendanya B.J Habibie, Yum Soemaesono, Wiwoko Soepono, dan tenaga ahli lainnya.

Gambar 3

Mantan Presiden BJ Habibie adalah salah satu putra terbaik Bangsa Indonesia yang sempat bekerja dan mengembangkan industri penerbangan Jerman. Tidak dipungkiri, selain Habibie, ribuan orang tenaga ahli Indonesia terpaksa hengkang dari Indonesia dan memilih bekerja di berbagai industri penerbangan di luar negeri. 

Saat ini Jumlah SDM di Industri pesawat terbang indonesia berkisar antara 4500 orang dengan komposisi yang tidak berimbang dimana 35% dengan usia > 50 tahun. Dalam 5 tahun mendatang karyawan dengan golongan usia > 50 tahun (1509 orang) akan pensiun yang sebagian besar merupakan key personel yang memiliki pengalaman pengembangan dan pembuatan pesawat secara utuh. Untuk Divisi Teknologi dan Pengembangan, 27% karyawan tetap akan memasuki masa pensiun, dimana 2/3 adalah dengan kompetensi engineering. Juga tidak adanya program pengembangan produk baru sejak 1999 mengakibatkan utilisasi SDM rendah. (3)

Saat ini sekitar 60 diaspora indonesia lulusan dari sejumlah universitas di indonesia, as, dan eropa bekerja di boeing company pada program pesawat terbang 737, 747, 757, 767, 777, 787 dan 25-30 orang diantaranya memegang jabatan middle management. Sebagian besar dari diaspora indonesia itu pernah bekerja dan mendapatkan bekal pengalaman bekerja di PT Dirgantara Indonesia. “kami patut berterima kasih kepada Bapak BJ Habibie yang telah membesarkan serta memberikan kesempatan untuk berkarya dan menimba pengalaman di IPTN/PTDI dahulu,” ujar gautama. (4)

Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar RI untuk Malaysia Agus Triyanto pernah menuturkan hal itu. “Saat ini memang banyak tenaga kerja eks PT DI yang bekerja di malaysia. Bahkan baru baru ini ada sekitar 100 orang yang datang kesana.Malaysia memang membutuhkan tenaga ahli untuk pengembangan industri pesawat terbang. Semisal untuk pembuatan service center untuk pesawat terbang di Malaka dan Tanjung Kupang” ujar Agus. 

Legenda pesawat terbang Indonesia juga turut mengomentari hal tersebit “Ini bukti nyata Indonesia memiliki kualitas SDM yang unggul. Tapi kemana lagi setelah itu.  Dari 48 ribu tenaga ahli kita kemudian berkurang jadi 16 ribu. Sekarang yang ahli dirgantara kurang dari 3 ribu. Bila terus turun hingga nol ini memprihatinkan” (5)

Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama Ahmad Kalla ikut angkat bicara soal banyaknya tenaga ahli Indonesia yang memilih bekerja di luar negeri daripada mengabdi di tanah air. Menurut Kalla, hal itu wajar karena tenaga ahli lebih dihargai dari sisi pendapatan. Mereka digaji rata rata 5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan jika bekerja di Indonesia.”Kalau bagus ya kerja di luar negeri, itu gajinya 5 kali lipat kita,” ucap Kalla di Gedung Kementerian Perindustrian. (6)

Tak sedikit tenaga ahli tersebut yang memutuskan meninggalkan status kewarganegaraan Indonesia karena memperoleh tempat dan fasilitas dari negara tempat mereka bekerja, seperti Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Mereka juga memperoleh perlindungan dari negara, tempat tinggal, dan pekerjaan. “Pertemuan saya dengan pegawai Boeing asal Indonesia di Seattle (markas Boeing). Kebanyakan engineer eks PT DI. Ada 20 lebih orang terlacak. Sebagian besar sudah ganti warga negara. Saya sangat sedih,” kata Kepala Program Pesawat Terbang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Agus Aribowo kepada detikFinance di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Jawa Barat). Insinyur asal Indonesia yang beralih kewarganegaraan, kata Agus, merupakan tenaga ahli yang sangat dibutuhkan di industri penerbangan nasional. Mereka memiliki kemampuan membuat dan merancang komponen utama di pesawat terbang. (7)

Karena masih dilakukannya pendataan jumlah tenaga ahli dan ilmuan Indonesia yang berada diluar negeri, hal ini menjadi sebuah kendala belum adanya sebuah data konkrit yang menjabarkan berapa banyak tenaga ahli di bidang industri pesawat terbang yang beralih ke negara lain. Namun pengakuan dari B.J Habibie dan Dubes Indonesia untuk Malaysia menjadi sebuah pertanda besar bahwa benar adanya tenaga ahli di industri pesawat terbang Indonesia lebih memilih negara lain di bandingkan negaranya sendiri.

Seakan menjadi sebuah rahasia umum yang ditutupi negara kita tercinta, banyaknya tenaga kerja ahli yang dulunya pernah bekerja di industri pesawat terbang Indonesia nyatanya lebih memilih untuk bekerja di negara lain dan meninggalkan tanah airnya. Alasannya tidak lain karena perekonomian negara maju yang lebih meyakinkan, membuat para tenaga ahli lebih suka berkarya di negara tersebut. Tak dapat dipungkiri, gaji yang didapatkan juga lebih besar. Dengan demikian, faktor ekonomi mempengaruhi kesejahteraan yang merupakan tujuan seluruh umat manusia. Faktor kedua yang mempengaruhi terjadinya brain drain adalah sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana atau fasilitas menjadi penunjang utama seseorang dalam bekerja. Fasilitas yang lebih canggih dapat mempermudah seseorang untuk berkarya. Faktor ketiga adalah alasan politik. Kebanyakan dari mereka pelaku brain drain mengatakan bahwa negara asal menolak diri mereka untuk berkarya. Faktor ketiga adalah perhatian dari pemerintah yang minim. Mereka berkata tentang sulitnya mendapatkan surat izin apabila mereka bukan bagian dari orang dalam suatu pemerintahan. (8)

Kendati demikian, seakan menjadi sesuatu yang berlawanan, di era industri teknologi 4.0 saat ini tenaga kerja indonesia harus siap dengan tantangan baru, realita bahwa meningkatnya jumlah TKA yang masuk ke indonesia menjadikan adanya persaingan baru di dunia industri. Hal tersebut memperkuat fakta bahwa saat ini tenaga kerja dalam negeri sedang merasa terancam dengan gempuran dari tenaga kerja asing (TKA). 

Gambar 5

Meningkatnya jumlah TKA memicu terjadinya fenomena brain gain. Brain gain adalah istilah yang dinamakan Brain Gain. Isitilah brain gain berarti ketika sebuah negara menerima para emigrant intelijen dari berbagai negara yang ingin mencari kehidupan yang lebih baik seperti mencari pekerjaan yang dimana mereka bisa mendapat gaji yang lebih tinggi ataupun mencari fasilitas kehidupan yang lebih baik. 


Dilema Brain Gain di Indonesia 

Seakan bertolak belakang tenaga kerja indonesia dirasa kalah bersaing dengan tenaga kerja asing. Menurut survei IMD World talent daya saing tenaga kerja indonesia mengalami perbaikan peringkat pada 2018. Namun dari sisi daya tarik dan kesiapan tenaga kerja mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. 

Gambar 6

Minimnya daya tarik dan kesiapan tenaga kerja indonesia sangat berdampak pada isu perbedaan penghasilan antara TKI dan TKA.Hal ini berpengaruh terhadap remitansi atau kiriman uang yang dihasilkan TKI maupun TKA. Total remitansi yang dihasilkan TKI pada 2017 sebesar US$ 8,79 miliar, jauh di atas remitansi yang dikirimkan TKA ke negara asal mereka sebesar US$ 3,48 miliar. Namun jika dihitung rata-rata per kepala, remitansi yang dihasilkan TKI hanya sebesar US$ 2.513 per individu. Jumlah ini 10 kali lebih rendah dibandingkan remitansi TKA yang mencapai US$ 27.524 per individu. (9)

Gambar 7


Brain Gain di Industri Pertambangan Morowali Indonesia 

Industri pertambangan Morowali Indonesia atau lebih sering dikenal dengan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) merupakan perusahaan yang bergerak di industri pertambangan nikel. Kabupaten Morowali memiliki potensi sumber daya nikel yang cukup besar sehingga punya prospek untuk mengembangkan industri berbasis nikel. PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP). PT IMIP ini didirikan oleh PT Shanghai Decent Investment (Group) Co., Ltd, perusahaan afiliasi dari Tsingshan Steel. PT, IMIP ini juga membawahi beberapa perusahaan salah satunya PT. Sulawesi Mining Investment yang juga berada si Morowali Sulawesi. 

Gambar 8

Kawasan Industri Morowali menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini, karena banyaknya TKA asal Tiongkok yang diisukan mencapai jutaan. Padahal, data IMIP mencatat pekerja Tiongkok yang bekerja di kawasan tersebut hanya 3.121 orang atau hanya 10,9% dari total 28.568 pekerja per 31 Juli 2018 (10). Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 75 Tahun 1995 tentang penggunaan tenaga kerja warga negara asing pendatang adalah mewajibkan pengutamaan penggunaan tenaga kerja Indonesia di bidang dan jenis pekerjaan yang tersedia kecuali jika ada bidang dan jenis pekerjaan yang tersedia belum atau tidak sepenuhnya diisi oleh tenaga kerja Indonesia, maka penggunaan tenaga kerja warga negara asing pendatang diperbolehkan sampai batas waktu tertentu (Pasal 2) (11).  Meskipun memiliki jumlah tenaga kerja indonesia yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja asing, namun pada kenyataannya perbedaan upah penghasilan antara TKA dan TKI terbilang cukup mencolok di PT. IMIP. CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus mengatakan perhitungan upah ini sudah berdasarkan tabel gaji yang dibuat sejak kawasan industri ini berdiri. Ini menjadi patokan bagi setiap perusahaan yang masuk dalam kawasan tersebut (12)


Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyebut, tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Indonesia mendapat upah bayaran lebih besar dari pekerja asal Indonesia dalam pekerjaan yang sama. Bahkan, perbedaan upah gaji pekerja lokal dan TKA bisa mencapai sepertiga kali lipat.Temuan tersebut berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan ORI pada bulan Juni-Desember 2017 di tujuh provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau. "Orang Indonesia hanya menerima sepertiga, paling besar hanya sepertiga dari gaji TKA," kata Komisioner Ombudsman Laode Ida dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018). (13)

Seolah mengamini isu tersebut, berdasarkan aturan pedoman standar gaji minimum karyawan asing dapat dapat diperhatiakan adanya perbedaan upah yang cukup signifikan. Sebut saja untuk industri pertambangan umum/ non oil drilling company dengan level crew pendapatan gaji pokok rata-rata TKA sebesar 5-6 juta hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan Upah minimum Daerah sulawesi tengah tahun 2019 sebesar 2,1 juta.

Gambar 10


Gambar 11


Berdasarkan data yang didapatkan dari salah satu tenaga kerja lokal bagian crew di Industri Pertambangan Morowali Indonesia , total pendapatan yang di dapat adalah Rp.3.003.500,- didapatkan dari Rp.2.050.000,- (gaji pokok), Rp.500.000,- (tunjangan tetap), Rp.230.000,- (tunjangan tidak tetap), 300.000 (Insentif skill) dan Rp.76.500,- (potongan). memang besaran gaji tersebut masih masuk dalam UMP daerah Sulawesi Tengah, namun sangat jauh berbeda dengan pedoman gaji karyawan asing tahun 2002 yang sampai saat ini masih digunakan.

Gambar 12


Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa indonesia krisis tenaga ahli dikarenakan tenaga ahli di indonesia lebih memilih bekerja di luar negeri sedangkan pada faktanya dari arah berlawanan indonesia banyak menerima tenaga tenaga ahli buruh luar  negeri masuk ke industri di  indonesia. 

Hal tersebut semakin memperkuat fakta bahwa Indonesia kekurangan tenaga ahli karena minimnya gaji yang diterima oleh tenaga ahli tersebut, namun berlebih tenaga buruh asing dengan upah 3x lipat dibandingkan tenaga buruh lokal.  


Konsep 

1.Managing Human Resources

Industri pesawat indonesia memiliki beberapa kendala salah satunya kesulitan mempertahankan tenaga kerja yang sudah ada, selain itu kurangnya Financial compensation, minimnya training development, minimnya benefit yang diberikan oleh Indistri pesawat terbang indonesia menjadi salah satu alasan mengapa begitu banyaknya tenaga ahli Industri pesawat terbang indonesia yang memutuskan untuk meninggalkan negara indonesia dan berpindah berpindah ke negara lain, dimana tenaga ahli indonesia yang mengabdikan diri untuk negara lain mendapatkan penghasilan, benefit, dan kompensasi yang jauh lebih baik dari pada di negara asal. Sedangkan yang terjadi di Industri pertambangan morowali TKA yang masuk ke indonesia justru mendapatkan penghasilan yang jauh berkali-kali lipat dibandingkan tenaga kerja lokal. Dengan jenis pekerjaan yang sama, waktu kerja yang sama, jabatan yang sama (crew) TKA bisa memperoleh penghasilan sampai dengan 3x lipat dari tenaga kerja lokal


2. Role of Ethics and Social Responsibilities 

Etika dan tanggung jawab sosial tidak hanya dapat meningkatkan reputasi perusahaan tetapi juga dapat menggambarkan image perusaahaan tersebut. Aturan tanggung jawab sosial di indonesia mengacu pada Pasal 4 ayat (1) PP No. 47 Tahun 2012 dan Nomor 23 Tahun 2010. (14) Melakukan bisnis dengan cara yang etis dan bertanggung jawab secara sosial yang mempertimbangkan kepentingan semua pemangku kepentingan baik kepentingan perusahaan, masyarakat maupun kepentingan pekerja di yakini dapat menciptakan kinerja yang unggul.

Dalam hal kesenjangan upah antara tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal, industri pesawat terbang indonesia yang merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tentunya memiliki aturan yang mengatur perbedaan dalam hal upah setiap tenaga kerjanya. Selain itu pernyataan menteri BUMN yang menyatakan belum akan merekrut tenaga asing dikarenakan tenaga kerja lokal masih memiliki kualitas yang diharapkan seakan menolak adanya isue tersebut. Sedangkan yang terjadi di industri pertambangan morowali, fakta bahwa gaji tenaga kerja asing lebih besar 3x lipat dibandingkan tenaga kerja lokal menjadi sebuah tanda tanya besar mengingat salah satu tujuan social responsibilities adalah pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.


3.Managing Operation 

Untuk mencapai suatu managing operation yang baik dibutuhkan input, dan output yang baik juga di dalam suatu perusahaan. Input berasal dari tenaga kerja, keuangan, material, dan energy. Sedangkan output berasal dari barang, jasa, dan ide. 

Industri pesawat terbang indonesia memiliki kendala pada proses input salah satunya tenaga kerja yang memahami proses engineering rata-rata memiliki usia >50tahun yang diperkirakan sudah tidak bekerja lagi 5 tahun kedepan, sedangkan Industri pesawat terbang indonesia masih kesulitan mecari tenaga kerja pengganti yang kompeten. Selain itu kurang dukungan negara menjadikan kurangnya biaya pada Industri penerbangan indonesia. Hal lain yang menjadi masalah adalah material dan peralatan yang digunakan sudah cukup tua. Alasan juga menjadi salah satu pencetus mengapa terjadi fenomena brain drain di Industri Pesawat Terbang indonesia  

Berbeda dengan Industri Pertambangan Morowali adanya investor dari negara lain yang memberikan suntikan dana menjadikan minat tenaga kerja asing untuk bekerja di indonesia semakin tinggi.


Kesimpulan :

Berdasarkan konsep diatas dapat dianalisis bahwa fenomena brain drain yang terjadi pada sektor Industri pesawat terbang Indonesia dan brain gain yang terjadi di industri pertambanagan morowali salah satunya terjadi karena adanya masalah pada managing human resources, social responsibilities, dan managing operation. 


Solusi dari masalah tersebut :

  1. Melakukan pengawasan dan memaksimalkan tenaga kerja indonesia (TKI) atau tenaga kerja lokal dibandingkan dengan tenaga kerja asing dapat menurunkan fenomena brain darain dan brain gain.
  2. Mengurangi import dan memaksimalkan komponen dalam negeri sehingga peran tenaga ahli dapat dimaksimalkan dan menurunkan brain drain di industri pesawat terbang indonesia.
  3. Merubah fenomena brain drain menjadi brain gain, hal tersebut pernah terjadi di negara india, tingginya angka brain drain di india membuat negara tersebut kehilangan tenaga ahlinya sehingga dibuatlah suatu aturan baru oleh pemerintah india salah satunya dengan menawarkan tenaga ahli india untuk kembali bekerja di india dengan mendapatkan upah dan fasilitas yang sama seperti saat tenaga ahli tersebut bekerja di negara lain.
  4. Membuat project baru yang sepenuhnya didukung oleh pemerintah. Contohnya adanya project pembuatan pesawat temour antara indonesia – korea, hal dapat menarik kembali tenaga ahli industri pesawat terbang indonesia untuk kembali ke negara tercinta.
  5. Mendukung kebijakan pemerintah terkait pengembangan Industri Pesawat terbang Indonesia, hal tersebut dapat menurunkan fenomena brain drain dikarenakan salah satu alasan  tenaga ahli indonesia meninggalkan negaranya senidiri karena kurangnya perhatian pemerintah.


Daftar Pustaka 

  1. https://www.kompasiana.com/natasya58951621615/59abafda45539336241794e4/brain-drain-tinta-hitam-sebuah-negara
  2. https://panmohamadfaiz.com/2007/09/15/pemanfaatan-siklus-brain-drain-indonesia/
  3. http://www.bumn.go.id/ptdi/halaman/134 
  4. https://www.indonesian-aerospace.com/berita/detail/73_kami+rindu+kembali
  5. https://m.detik.com/news/berita/1560780/habibie-48-ribu-tenaga-ahli-indonesia-dipanen-negara-lain
  6. https://www.merdeka.com/uang/5-fakta-seputar-insinyur-indonesia-pilih-kabur-ke-luar-negeri.html 
  7. https://m.detik.com/finance/industri/d-2761670/minim-perhatian-banyak-insinyur-pesawat-ri-pindah-kewarganegaraan 
  8. https://www.kompasiana.com/natasya58951621615/59abafda45539336241794e4/brain-drain-tinta-hitam-sebuah-negara
  9. https://katadata.co.id/infografik/2018/05/07/tka-vs-tki-fakta-dan-data 
  10. https://www.liputan6.com/bisnis/read/3612660/menaker-jumlah-tka-yang-bekerja-di-morowali-masih-ideal 
  11. http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/hukum-bisnis/1427-tenaga-kerja-asing-di-indonesia-kebijakan-dan-implementasi.html
  12. https://katadata.co.id/berita/2018/08/08/gaji-pekerja-tiongkok-setara-dengan-pekerja-lokal-di-morowali
  13. https://m.tribunnews.com/nasional/2018/04/27/temuan-ombudsman-gaji-tka-lebih-besar-sepertiga-dari-pekerja-lokal 
  14. https://kliklegal.com/mengenal-sejumlah-regulasi-yang-mengatur-csr-di-indonesia/ 


Gambar :

  1. https://www.imd.org/contentassets/29511407db914a0eb7d28ff8d0d7bbb1/braindrain2014.jpg
  2. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/07/30/sebanyak-173-ribu-pekerja-migran-pulang-pada-tahun-lalu 
  3. https://www.kompasiana.com/natasya58951621615/59abafda45539336241794e4/brain-drain-tinta-hitam-sebuah-negara 
  4. (Video Youtube)
  5. http://www.bnp2tki.go.id/uploads/statistik/images/data_17-09-2019_Laporan_Pengolahan_Data_BNP2TKI_AGUSTUS_Rev-3.pdf 
  6.  https://economy.okezone.com/read/2018/08/02/20/1931056/pacu-ekspor-pesawat-terbang-demi-raup-devisa 
  7. https://katadata.co.id/infografik/2018/05/07/tka-vs-tki-fakta-dan-data 
  8. http://imip.co.id 
  9. (Video Youtube)
  10. http://www.pajak.net/info/kep173pj2002.htm
  11. https://gajimu.com/garmen/gaji-pekerja-garmen/gaji-minimum/ump-umk-sultra 
  12. http://ytm.or.id/kondisi-dan-dinamika-buruh-tambang-morowali/ 


Created by :

Qoradenisa 

Eks B kelas E - MM UGM Jakarta



Setelah kamu baca artikel di atas, tes kemampuan kamu dengan jawab pertanyaan di bawah ini yaa. jangan lupa berikan tanggapan kamu untuk polling di bawah

  1. 1. Apa itu brain drain ?

    1. Kelihangan Sumber Daya Manusia di suatu negara
    2. Bertambahnya tenaga asing ke dalam suatu negara
    Correct!
    Wrong!

Created on
  1. Quiz result

    You scored
    Correct!
    Share Your Result
  1. 2. Menurut kamu tujuan Brain Gain apasih ?

    1. biar bisa jadi youtuber keliling dunia
    2. untuk mencari kehidupan yang lebih baik
    Correct!
    Wrong!

Created on
  1. Quiz result

    You scored
    Correct!
    Share Your Result
  1. Berdasarkan artikel di atas, kalau kalian jadi seorang tenaga ahli lebih pilih stay di negara asal atau hijrah ke negara lain

    1. Pilih stay di negara tercinta donggg
    2. Hijrah lah, biar bisa keliling dunia
    3 votes
    Share Your Result

Like it? Share with your friends!

4
4 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
1
Win
Qoradenisa

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format