Kartu Transportasi Untuk Indonesia dari Peruri

Ke depannya mungkin orang tidak pakai uang kertas. Diperkirakan pada 2025 transaksi keuangan Indonesia akan lebih banyak menggunakan digital dibanding uang kartal.


1
1 point

Gajian tiba, notifikasi masuk, jari jemari pun mulai bermain di handphone. Buka aplikasi mobile banking, membereskan berbagai urusan keuangan mulai dari kartu kredit, tagihan telepon, listrik, tv berlangganan dan lainnya. Tak lupa juga mengisi saldo dompet elektronik (Tcash, Gopay, OVO) dan Prepaid Card (BNI TapCash, Brizzi, E-money). Kegiatan ini menjadi hal yang biasa bagi karyawan khususnya diperkotaan. Dompet fisik sudah tidak setebal dulu lagi, sudah jarang kita lihat uang kartal. Semua sudah dapat dilakukan secara elektronik. Kadang penulis berpikir, cukup bawa ktp dan SIM (sebagai identitas diri) dan Handphone, kita sudah bisa berpergian. Uang kartal kini masih bisa dilihat pada saat ada dangdutan, maaf, saat ‘nyawer’ ataupun saat lebaran eid.

Uang digital, kami tidak berpikir bahwa ke depan orang tidak pakai uang kertas. Di negara-negara lain uang kertas masih dipakai tapi lama-lama proporsinya memang berkurang sehingga bentuk penggunaan uangnya bergeser. Ini lah bentuk konsekuensinya, banyak policy, stabilitas sistem keuangan,” sesuai penjelasan Direktur Kebijakan Sistem Pembayaran BI Erwin Haryono. Diperkirakan pada 2025 transaksi keuangan Indonesia akan lebih banyak menggunakan digital dibanding uang kartal.

Adanya pergeseran uang kartal ke uang elektronik tentunya akan berdampak pada salah satu BUMN, Perum Peruri. Hal ini harus segera di antisipasi dengan masuk ke lini bisnis yang baru.

Sejak berkembang dan berlaku beberapa waktu lalu, kini sudah ada 37 uang elektronik baik dari dua jenis berbasis server ataupun berbasis chip yang beredar di Indonesia. Berikut ini daftar uang elektronik yang sudah terdaftar di Bank Indonesia: 

1. PT Artajasa Pembayaran Elektronis (MYNT E-Money) 

2. PT Bank Central Asia Tbk (Sakuku dan Flazz) 

3. PT Bank CIMB Niaga (Rekening Ponsel) 

4. PT Bank DKI (Jakarta One/JakOne dan JakCard) 

5. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri e-Cash dan Mandiri e-Money) 

6. PT Bank Mega Tbk (Mega Virtual dan Mega Cash) 

7. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (UnikQu dan TapCash) 

8. PT Bank Nationalnobu (Nobu e-Money) 

9. PT Bank Permata (BBM Money) 

10. PT Bank Rakyat Indonesia (T bank dan Brizzi) 

11. PT Finnet Indonesia (FinnChannel) 

12. PT Indosat Tbk (PayPro/Dompetku) 

13. PT Nusa Satu Inti Artha (DokuPay) 

14. PT Skye Sab Indonesia (Skye Mobile Money dan SkyeCard) 

15. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Flexy Cash dan iVas Card) 

16. PT Telekomunikasi Seluler (T-Cash dan Tap Izy) 

17. PT XL Axiata Tbk (XL Tunai) 

18. PT Smartfren Telecom Tbk (Uangku) 

19. PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay) 

20. PT Witami Tunai Mandiri (TrueMoney) 

21. PT Espay Debit Indonesia Koe (Dana) 

22. PT Bank QNB Indonesia Tbk (Dooet) 

23. PT BPD Sumsel Babel (BSB Cash) 

24. PT Buana Media Teknologi (Gudang Voucher) 

25. PT Bimasakti Multi Sinergi (Speed Cash) 

26. PT Visionet Internasional (OVO Cash) 

27. PT Inti Dunia Sukses (iSaku) 

28. PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) 

29. PT Solusi Pasti Indonesia (KasPro) 

30. PT Bluepay Digital Internasional (Bluepay) 

31. PT Ezeelink Indonesia (Ezeelink) 

32. PT E2Pay Global Utama (M-Bayar) 

33. PT Cakra Ultima Sejahtera (DUWIT) 

34. PT Airpay International Indonesia (SOPEEPAY) 

35. PT Bank Sinarmas (Simas E-Money) 

36. PT Transaksi Artha Gemilang (OttoCash) 

37. PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja)

Pertumbuhan pembayaran non tunai (ATM Debit, Kartu Kredit dan Uang Elektronik) mencapai 17.1 persen sampai dengan Februari 2019. Dimana pertumbuhan tertinggi ada di UE (uang elektronik) 77.6 persen (yoy). Transaksi uang eletronik sepanjang 2018 melonjak 281.39% (yoy) dibandingkan 2017. Sampai dengan Agustus 2019 telah mencapai Rp 12,88 triliun. Disisi lain pertumbuhan uang kartal yang beredar, meski sempat pengalami penurunan pada Januari 2019, namun pada Februari 2019 telah mengalami pertumbuhan positif 7,4% (yoy)

Berdasarkan nilai transaksi, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, uang digital OVO keluaran PT Visionet Internasional ini menguasai 37% pangsa pasar. Di posisi kedua ada GoPay. Uang elektronik milik Gojek ini mencaplok 17% pangsa pasar. Dan, di tempat ketiga adalah Bank Mandiri dengan pangsa 13%. Berikutnya berturut-turut adalah Dana (10%), Shoope Pay (6%), BRI (5%), BCA (4%), LinkAja (3%), iSaku (2%) dan lainnya 1%

Perum Peruri, satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat mandat pencetakan uang, menyadari bahwa digitalisasi pembayaran di Indonesia cepat atau lambat akan menggerus lini bisnis utamanya. Di 2017 dari total pendapatan sebesar Rp 3,48 triliun, sebanyak 71 persen dari pencetakan rupiah. dan 29 persen dari pencetakan paspor, pita cukai, materai, dan buku pertanahan. Dengan dicanangkannya Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) pada 14 Agustus 2014, maka diprediksi pendapatan terbesar Perum Peruri tidak lagi berasal dari percetakan uang rupiah.

Guna menutupi penurun pendapatan dari sektor percetakan uang kartal rupiah, Perum Peruri telah merubah strategi bisnisnya dan mencoba untuk masuk ke lini bisnis digital security. Lini bisnis baru ini beroperasi melalui anak usaha, PT Peruri Digital Security (PDS) yang mulai beroperasi sejak 2011 dengan produk keamanan sistem informasi, salah satunya adalah New Pelni Ticketing System yang diorder oleh BUMN Pelni (salah satu sinergi BUMN). Untuk semakin mengembangan lini bisnis baru ini dan mengecap manisnya transaksi non tunai (uang elektronik) yang terus berkembang pesat, PDS, baru – baru ini membeli 55 persen saham PT Cardsindo Tiga Perkasa dengan nilai Rp 35.3 miliar. Cardsindo merupakan produsen smart card yang memiliki beberapa fitur sekuriti digital, seperti RFID card hingga PVC Cards. Selain itu perusahaan ini juga mampu memproduksi finance card (ATM, Kartu Kredit) dan transaction card (uang elektronik berbasis chips).

Uang elektronik merupakan salah satu kemajuan teknologi yang tidak dapat dihindari. Dengan segala kemudahan yang telah dibuat akan semakin membuat nyaman penggunanya. Untuk apalagi membawa dompet yang tebel dengan segala resiko yang ada, dengan uang elektronik kita dapat mengantisipasi resiko dengan pemblokiran atas sarana uang elektronik tersebut ataupun melakukan pembatasan top up. Hampir semua lini bisnis, mulai dari transportasi, makanan, barang, e-commerce dan lainnya. Hal ini tentu akan semakin meningkatkan komsumer penggunanya. Dari data yang ada, kebanyakan uang elektronik digunakan untuk transportasi, kemudian belanja dan parkir atau toll.

Trennya yang semakin meningkat tentunya harus diimbangi dengan peningkatan jaminan keamanan. Keamanan ini sendiri dapat dimulai dari diri sendiri, misalkan untuk tidak meletakan uang elektronik di sembarang tempat, karena uang elektronik tidak dilengkapi dengan PIN, sehingga mudah disalahgunakan. Konsumen juga sebaiknya membatasi diri dalam melakukan top up atau perhatikan selalu saldo yang ada dan proses  transaksi, karena seringkali konsumen tidak menyadari uang elektronik ditempelkan dua kali pada reader untuk satu transaksi yang sama, sehingga nilai uang elektronik berkurang lebih besar dari nilai transaksi. Menurut riset dari perusahaan keamanan Kaspersky, mereka memprediksikan uang elektronik menjadi salah satu target kejahatan siber global di tahun 2017. Berikut ini adalah faktor resiko keamanan dalam penggunaan Uang Elektronik.

1. Pencurian

Bentuk kejahatan E-Money yang paling sederhana adalah dengan mencuri Kartu E-Money milik orang lain untuk kemudian menggunakan dana yang masih tersisa. Pencurian juga dapat dilakukan oleh oknum penyelenggara E-Money, misalnya dengan melakukan pengisian dana secara tidak legal. 

2. Duplication of devices

Resiko kejahatan ini merupakan upaya untuk membuat duplikasi dari kartu asli, sehingga dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran sebagaimana kartu asli. Jenis kejahatan ini cukup rumit dan dilakukan oleh oknum yang memiliki tingkat keahlian teknis tinggi. Karena pelaku harus memiliki berbagai tipe chip serta operating system yang persis sama dengan kartu asli.

3. Alteration or duplication of data/software

Resiko ini merupakan Resiko kejahatan melalui upaya perubahan atau modifikasi data atau aplikasi yang ada pada kartu asli, sedemikian rupa sehingga pelaku memperoleh keuntungan finansial. Misalnya menambah dana E-Money atau merubah sistem internal aplikasi, sehingga prosedur perhitungannya tidak bekerja sebagaimana mestinya. Bisa juga melalui ‘physical attacks’ terhadap chip itu sendiri.

4. Alteration of message

Resiko ini melalui upaya perubahan/intervensi ketika data elektronis/message dikirim, pada saat transaksi berlangsung. Potensi resiko ini, lebih mungkin terjadi ketika E-Money digunakan untuk pembayaran melalui internet.

5. Penyangkalan transaksi (repudiation)

Penyalahgunaan lainnya dalam penyelenggaraan E-Money adalah penyangkalan transaksi. Potensi resiko adalah pada E-Money berbasis software dan menggunakan pengiriman message saat transaksi melalui jaringan internet.

6. Malfunction

Resiko malfunction dapat berupa data corrupt atau hilang, tidak berfungsinya aplikasi atau kegagalan dalam pengiriman message. Resiko malfunction ini dapat diakibatkan oleh gangguan fisikal maupun elektronis pada instrumen atau karena adanya interupsi saat pengiriman message antara para pihak yang bertransaksi.

Bilamana tingkat keamanan dan kenyamanan telah dinikmati banyak kalangan, tentunya pertumbuhan uang elektronik baik chip maupun server akan terus meningkat. 

Perum Peruri telah mempersiap strategi guna menghadapi kemungkinan adanya penurunan produksi uang kartal akibat semakin meningkatnya transaksi uang elektronik. salah satunya adalah membuat anak usaha dibidang digital security. Dari sisi task environment Perum Peruri telah siap. Demikian juga dari sisi value dan supply chain.

Dari sisi supplier, PT Cardsindo, yang kepemilikan sahamnya adalah anak usaha Peruri, PT Peruri Digital Security sudah dapat mencetak uang elektronik. 

Dengan distributor melalui perbankan dan minimarket, tentunya penjualan uang elektronik peruri ini dapat menjangkau seluruh masyarakat indonesia. 

Sebagai target customernya adalah para konsumen yang kebanyakan memiliki uang elektronik sebagai sarana pembayaran transportasi atau toll. Dengan kondisi saat ini, sebagai contoh tiket kereta bandara tidak bisa menggunakan uang elektronik, saat naik feeder transjakarta uang elektronik yang digunakan harus disesuikan dengan mesin reader yang pegang oleh petugas, atau menggunakan uang eletronik perbankan di moda Kereta Commeter Line, -kata seorang teman, menyusahkan diri sendiri saja-, karena proses tap in / out memakan waktu lama jika dibandingkan dengan kartu yang dibuat oleh moda tersebut. Keadaan ini membuka perluang yang besar untuk Perum Peruri dengan mengintegrasikan seluruh sistem reader moda transportasi di Indonesia, khususnya darat, dan terintegrasi dengan uang elektronik yang diterbitkan oleh Perum Peruri. Mereka ini lah yang disasar sebagai target utama penjualannya. 

Marketing lini bisnis baru Perum Peruri dapat dilakukan melalui channel yang sangat luas. Diantaranya bisa melalui jaringan perbankan, mini market, loket penjualan di lokasi sarana transportasi (bandara, stasiun, terminal).

Pastinya ada kompetitor, mereka adalah para pemain yang telah eksis sebelumnya. Kalau regulator dan otorisasi dapat memberikan mandat khusus kepada peruri dalam hal mencetak uang kartal, kenapa mereka tidak melakukan hal yang sama dengan menunjuk Perum Peruri sebagai satu-satu nya pemain uang elektronik berbasis chip di Indonesia. Dengan kompensasi kepada para perbankan adalah dalam bentuk penyediaan alat reader dan top up uang elektronik. Karena kartu ini bersifat nasional tentunya juga harus mempertimbangkan pembagian keuntungan untuk masing-masing provinsi atau daerah. 

Munculnya produk baru ini, tentu akan menjadikan pasar uang elektronik berbasis chip di monopoly oleh Perum Peruri. Mungkin hal ini dapat di “maaf” kan karena menyangkut sarana pembayaran transportasi sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat Indonesia. Diharapkan pemerintah dapat meningkatkan sarana transportasi sehingga berdampak dari penurunan kendaraan dan polusi udara. Selain itu juga sebagai penambah pendapatan negara ataupun daerah.

Disini penulis dapat melihat bahwa Perum Peruri dapat segera masuk ke lini bisnis barunya yang tidak hanya bermain di sekurity digital tapi juga dapat bermain di uang elektronik berbasis chip / kartu. Kartu dapat di design untuk konsumer umum, lanjut usia, anak – anak dan pelajar dengan membedakannya dari sisi biaya yang dibebankan saat menggunakan sarana transportasi

Saran yang disampaikan penulis diatas dapat dilihat dari kesukseskan Octopus card Hongkong sebagai kartu transportasi dan belanja, tentuny dengan nominal yang dibatasi. Selain octopus, nol card Dubai, EzLink Singapore dan Oyster Inggris. Harapannya adalah muncul single card transportasi Indonesia, Garuda Card dari Perum Peruri 

Contoh Kartu MRT Hongkong Octopus bisa digunakan untuk apa saja ?. Bisa untuk naik MTR (Mass Transit Railways), KCR (Kowloon Canton Railways), light rail, bus umum, kapal star ferry. Ferry dari Kowloon daratan ke pulau hongkong, Tram, Peak Tram. Selain itu Octopus juga dapat digunakan untuk berbelanja di toko, restoran, supermarket, Vending machine, bayar parkir, photo box, telepon umum (yang ini di Indonesia sudah tidak ada).

Video dibawah ini, bisa menjelaskan bagaiman mudah dan simple nya dengan single card, ga perlu gonta ganti kartu tinggal top up and go


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Samanhudi

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format