Ojek Pangkalan Ketinggalan Zaman ?

Nasib Ojek Pangkalan setelah ada Ojek Online


0
1 share

Munculnya Ojek Online

Dulu, ojek dianggap pekerjaan yang dipandang sebelah mata dan biasa dilakukan oleh masyarakat kalangan bawah. Supir ojek biasanya melakukan pekerjaan ini karena terpaksa, daripada tidak ada pekerjaan alias menganggur. Pengojek ini hanya bermodal motor walau dengan kemampuan berkendara tidak terlalu baik, standardisasi pelayanan, bahkan tanpa surat izin mengemudi.

Adalah Nadiem Makarim yang mengubah arah persepsi tentang ojek. Maraknya penggunaan telepon pintar, kemudian dimanfaatkan untuk membentuk transportasi ojek yang dipesan secara online, bernama Go-Jek. Walaupun kemunculannya banyak pro kontra, namun layanan transportasi sejenis pun ikut bertumbuhan. Berawal dari Jakarta, kemudian meluas hingga ke beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Dua Moda Transportasi Ojek Online Utama di Indonesia

Ojek merupakan jasa kendaraan bermotor yang sudah banyak digunakan oleh orang yang tidak memiliki kendaraan agar bisa meminimalkan waktu ke tempat yang akan dituju. Dengan adanya smartphone, belakangan ini ojek telah berkembang menjadi online yang disebut ojek online. Ojek online yang aman dan ramah, identitas sopir ojek yang jelas dan cara mengemudi yang sudah terlatih, lebih cepat dan lebih praktis serta dapat dipesan melalui online, selain itu harganya yang adil dan ditentukan sehingga konsumen tidak perlu tawar menawar harga dengan pengemudi ojek.

Cukup dengan menggunakan smartphone yang memiliki koneksi internet saja sudah bisa digunakan untuk memesan ojek. Beda dengan ojek pangkalan konsumen harus datang terlebih dahulu ke pangkalan untuk menemui si pengemudi. Belum lagi tawar menawar yang berlangsung saat macet. Keamanan dan kenyamanan yang memubuat konsumen masa kini beralih dari ojek pangkalan ke ojek online. [1]

Infografis Gojek

Infografis Grab
Kehadiran ojek online ini juga berpengaruh dalam menurunkan kemiskinan di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI, angka kemiskinan di DKI menurun sekitar 0,16 persen. Bila pada September 2014 angkanya mencapai 412.790 orang, di tahun Maret 2015 turun menjadi 398.920 orang. Bisa jadi ini akibat lapangan pekerjaan di bidang transportasi online, karena di tahun 2015,ojek online telah dimasukkan kedalam ekonomi kreatif berbasis teknologi dan menyumbang investasi sebesar US$ 400 juta.

Bentuk – bentuk Perusahaan [2]

Perusahaan Ojek Online baik Gojek maupun Grab memilki perbedaan yang cukup siginifikan apabila dibandingkan dengan Ojek Pangkalan. Baik Gojek maupun Grab merupakan Badan usaha yang berbentuk korporasi / Corporation. DImana Perusahaan ini dimiliki oleh para pemegang saham dan investor, selanjutnya mereka memiliki driver – driver ojek yang disebut sebagai “Mitra”.  Dengan mejadi mitra maka para driver ojek online ini dapat berbagi hasil dengan Perusahaan ojek online

Apabila dibandingkan dengan Ojek Pangkalan mereka menjalankan usaha nya secara perorangan dan menanggung segala beban yang timbul secara perseorangan (Sole Proprietorship). Hal ini merupakan sesuatu yang sangat memberatkan ojek pangkalan mengingat rata – rata para pengemudi ojek pangkalan terhimpit dalam kesulitan ekonomi.

Penolakan dari Ojek Pangkalan

Kemunculan ojek online ini tidak dapat diterima oleh semua pihak dengan baik. Pihak yang paling kencang menolak Ojek online adalah Ojek pangkalan. Bahkan beberapa penolakan dilakukan kepada mereka dengan berbagai cara. Salah satunya adalah larangan terhadap ojek online (go-jek dan grab) memasuki kawasan yang telah dikuasai oleh perkumpulan ojek pangkalan. Keresahan muncul bukan tanpa alasan. Kemunculan ojek online dianggap menggerus penghasilan para ojek pangkalan.

Barriers to Entry [3]
Apabila dilihat dari sudut pandang Ojek Pangkalan, maka kondisi ini merupakan contoh kasus dari Barrier to Entry seperti yang disebutkan oleh Ferrel, Hirt, & Ferrel pada 3rd Chapter : Business in Borderless World. Ojek pangkalan tidak bisa masuk lagi ke dalam pangsa pasar yang biasa mereka ambil, karena mereka terhalang (Barrier) oleh Teknologi yang sudah digunakan oleh para pengemudi ojek online. Baik dari segi Economies of Scale dan Brand Loyalty membuat Ojek Pangkalan tertinggal jauh apabila dibandingkan dengan Ojek Online.  

Pro kontra kehadiran ojek online ini juga masih menimbulkan sengketa dari angkutan-angkutan umum lainnya. Salah satu kasus keributan yang disebabkan oleh munculnya Ojek Online adalah Peristiwa Penabrakan Pengemudi Ojek Online (Ichtiyarul) yang dilakukan oleh supir angkot. Penabrakan Ichtiyarul, menurut Kapolres Metro Tangerang, Komisaris Besar Harry Kuniawan memang sengaja dilakukan oleh si supir angkot berinisial SBH (22). Akibatnya, SBH terancam hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. Berdasarkan pengakuannya, SBH mengaku dendam dengan kehadiran ojek online yang mengakibatkan angkotnya sepi penumpang.

SBH yang sehari-hari bekerja sebagai supir tembak atau supir cadangan angkot ini, mengatakan kalau efek dari hadirnya ojek online sangat berpengaruh pada pendapatannya yang semakin lama semakin turun. Pada hari itu, di Tangerang memang tengah terjadi bentrokan antara supir angkot dengan ojek online. Para supir angkot tersebut memprotes keberadaan layanan transportasi melalui aplikasi online tersebut.[4]

Belakangan, kekerasan pada ojek online ini sering terjadi di mana-mana, dipicu dari semakin bertambahnya jumlah pengemudi ojek online setiap hari. Akibatnya, para supir angkot dan kendaraan umum tradisional lainnya, merasa terancam karena transportasi online ini lebih memberikan pelayanan yang memanjakan pelanggan. Selain antar jemput langsung di tempat, harganya pun relatif lebih murah.

Keributan Ojek Online dengan Angkot dan Ojek Pangkalan

Ojek Online vs Ojek Pangkalan

Meningkat nya kebutuhan masyarakat akan pelayanan yg mudah di akses menjadi salah satu faktor utama kenapa bisnis transportasi online tumbuh dengan pesat di negara berkembang seperti indonesia, hal ini menjelaskan bagaimana Go-Jek & Grab bisa tumbuh begitu cepat dan menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru di indonesia sejak diluncurkan 2015 lalu. Tentu ini baik bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi indonesia, dengan meningkat nya investasi yg masuk ke perusahaan – perusahaan nasional. Namun yg menarik adalah ketika sering timbul beberapa gesekan gesekan sosial, gesekan antar mereka yg masih bertahan sebagai ojek pangkalan dan yg sudah menjadi ojek online. Setidaknya ada 2 segmen driver ojek yg tidak terserap oleh perusahaan ojek online : 

  1. Tidak mampu menggunakan teknologi alias aplikasi yang digunakan
  2. Tidak setuju dengan tarif yang di tetapkan.

2 hal ini menggambarkan beberapa hal, diantaranya adalah bahwa kualitas sumber daya manusia di indonesia masih belum cukup berkembang, atau tidak seimbang perkembangan nya dengan perkembangan teknologi yg ada, sehingga kemudian mau tidak mau harus tertinggal. Jelas, bahwa penyakit tidak tahu teknologi ini kebanyakan menyerang generasi tua. 

Lalu, pada segmen yg kedua, adalah mereka yang tidak sepakat dengan tarif murah yg di tetapkan perusahaan ojek online, disisi lain ini adalah keunggulan dari pelayanan yang disajikan oleh perusahaan dan tentu saja menguntungkan pengguna tp disisi lain pula hal ini dianggap mengurangi pendapatan oleh beberapa kelompok ojek online. Gesekan sosial antara ojek pangkalan dan ojek online pertama terjadi disini.[5]

Bagaimana di Luar Negeri ?  

Bukan hanya Indonesia saja yang sempat menolak kehadiran transportasi online. Sebelum Indonesia ada 5 negara yang terlebih dahulu menolak keberadaan transportasi yang kini memudahkan banyak orang.[6]

Jerman

Sama seperti di Indonesia keberadaan transportasi online di Jerman terbentur permasalahan izin. Di tahun 2014 tepatnya bulan Agustus Uber pernah dilarang beroperasi di Berlin. Saat itu Uber diklaim tidak bisa memenuhi standar keamanan angkutan umum. Hal lain yang menjadi batu sandungan adalah Uber harus membayar izin mengemudi jenis taksi dan mendaftarkan perusahaannya.

Malaysia

Negara tetangga kita Malaysia juga sempat menolak keberadaan transportasi online. Maret tahun 2016 yang lalu terjadi aksi protes para supir taksi konvensional. Sama seperti yang terjadi di Indonesia, aksi ini membuat kemacetan panjang di jalan utama Malaysia.

Belgia

Negara yang juga sempat menolak keras kehadiran transportasi online adalah Belgia. April tahun 2015 Uber resmi dilarang beroperasi di Belgia. Kekerasan terjadi pada supir Uber yang beroperasi. Pemerintah akhirnya mengambil kebijakan tegas melarang operasional transportasi online. 

Perancis

Aksi protes di Perancis juga pernah terjadi, sama seperti di Jakarta aksi ini terjadi cukup besar. Bahkan aksi yang terjadi pada Juni 2015 ini diwarnai dengan pemblokiran jalan raya dan segala penjuru Paris. Parahnya akses menuju bandara dan stasiun kereta api juga diblokir.

Taiwan

Taiwan juga menolak kehadiran transportasi online di negaranya. Pada bulan Juli 2014 ribuan supir taksi konvensional menggelar demonstrasi di Taipei. Sesaat setelah demonstrasi besar-besaran, menteri transportasi dan komunikasi Taiwan menyatakan transportasi online adalah hal ilegal.

Nasib Ojek Pangkalan

Secara umum Faktor utama dari ojek pangkalan yg masih bertahan ini adalah ekonomi. Disini lah pemerintah berperan dalam menyelamatkan nasib hidup seseorang. Dimana ada segmen yg saat ini sedang terhimpit karena tak bisa ke kanan tetapi juga tak mungkin ke kiri. 

Developing the Workforce [7]

Berdasarkan teori dari Ferrel, Hirt, & Ferrel Ch 10 Managing Human Resources Ada 4 langkah yg memungkinkan untuk dilakukan dan diprioritaskan bagi mereka driver ojek pangkalan untuk mendapat manfaat dari 4 kebijakan ini. 

  1. Orientation. Para pengendara ojek pangkalan diharuskan tau perkembangan yang sedang berlangsung  pada saat ini, atau memberikan orientasi / arahan kepada mereka tentang kemajuan teknologi.
  2. Training.  Pemerintah turut serta aktif membantu memberikan pelatihan – pelatihan kepada para pengemudi ojek pangkalan yang belum bergabung dengan ojek online untuk dapat berlatih menggunakan aplikasi ojek online.
  3. Mentoring. Para pengemudi ojek pangkalan yang baru bergabung diberikan coaching / mentoring sehingga mereka dapat langsung terlatih menjadi pengemudi ojek online yang handal.
  4. Development. Tidak sebatas itu, Pemerintah juga harus aktif untuk mengembangkan masyarakat di lapisan bawah, agar kemampuan mereka bertambah baik dari hard skill maupun soft skill nya. Dengan begitu dalam jangka panjang sangat memungkinkan terjadi peralihan jenis pekerjaan sehingga ojek bukan jd opsi paling mudah bagi mereka yg terlilit urusan ekonomi.  

Salam Satu Aspal

Menurut Sudariatmo, dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Ojek Online dan ojek pangkalan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga tidak perlu untuk takut bersaing. Segmen yang berbeda dari pengemudi ojek online dan ojek pangkalan menjadi pertimbangannya. Pengguna ojek online hanya menyasar pada pengguna gadget, smartphone atau internet saja, sedangkan konsumen yang tidak biasa menggunakan gadget, smartphone, ataupun internet masih dapat menggunakan jasa ojek pangkalan. Sudariatmo menambahkan dengan adanya ojek online ini dapat memberikan momentum kepada ojek pangkalan untuk menata dan membenahi diri.[6]

Ojek tidak hanya ada di Indonesia, di negara Eropa pun ojek berkembang dengan baik. Bila di Indonesia, ojek ada yang berizin dan yang tidak berizin, di Eropa semua ojek harus memiliki izin resmi dan dikelola dengan baik layaknya bisnis lainnya. Salah satu layanan ojek di Eropa adalah Moto Taxi, yang berada di Prancis.

Menjadi pengemudi ojek di negara Eiffel ini, tidak semudah di Indonesia. Pemerintah Prancis memberlakukan peraturan yang ketat, diantaranya memberlakukan Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus. Mereka juga wajib memiliki surat dari kepolisian yang menerangkan tidak memiliki riwayat kriminalitas dan berpengalaman mengendarai motor minimal lima tahun. Motor yang digunakan pun tak boleh lebih dari 4 tahun.

Timbulnya keributan yang berujung pada tindakan kriminal, dikarenakan masyarakat belum siap menerima perkembangan teknologi dan persaingan yang sehat. Bisa dibilang, masyarakat kita masih belum sepenuh siap dengan perubahan yang terlalu drastis dan cepat di era pasar bebas ini.

Menyikapi Perubahan

Seperti kata Charles Darwin, “Bukan spesies yang paling kuat atau paling cerdas yang mampu bertahan, tapi yang bertahan adalah mereka yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan.”

Adanya ojek online memang suatu hal yang merugikan terhadap ojek pangkalan, tetapi seiring perkembangan masa ojek pangkalan perlu meningkatkan ekonominya karena ekonomi di masa mendatang mungkin tidak akan cocok dengan usaha ojek pangkalan.

Menyikapii hal tersebut, Perusahaan ojek online menawarkan kepada pengemudi ojek pangkalan untuk bergabung. Peningkatan ekonomi menjadi pertimbangan utama. Dengan adanya ojek online tidak akan mematikan usaha ojek pangkalan namun ojek online ada untuk menginspirasi dan meningkatkan ekonomi rumah tangga para pengemudi ojek pangkalan.

Daftar Pustaka

  1. https://garudasekarang.blogspot.com/2018/11/teks-editorial-ojek-online-vs-ojek.html?m=1
  2. Ferrel, Hirt, Ferrel  Business Foundations A Changing World Ch 4 : Options for Organizing Business 
  3. Ferrel, Hirt, Ferrel  Business Foundations A Changing World Ch 3 : Business in Borderless World 
  4. https://pinterpolitik.com/pro-kontra-ojek-online/
  5. https://kumparan.com/wan-muhammad-ilham/ojek-pangkalan-kenapa-masih-bertahan
  6. https://blog.shopback.co.id/transportasi-online-sempat-ditolak-di-5-negara-ini#xd_co_f=N2NjNWY0ODctNzY5Mi00ZjQ3LWIxNDEtYTk4NTIwOTM0MmEy~
  7. Ferrel, Hirt, Ferrel  Business Foundations A Changing World Ch 10 : Managing Human Resources 
  8. https://kumparan.com/wan-muhammad-ilham/ojek-pangkalan-kenapa-masih-bertahan
  9. https://garudasekarang.blogspot.com/2018/11/teks-editorial-ojek-online-vs-ojek.html?m=1

Courtesy Youtube


Like it? Share with your friends!

0
1 share

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format