Perusahaan Kertas Dalam Era Digitalisasi, Akankah Bertahan?

Perkembangan teknologi telah membuat penggunaan kertas dalam kehidupan berkurang, mampukan perusahaan kertas bertahan dalam menghadapinya? By:Windhi Pranata


0

Sejarah Singkat Kertas

Sejak dahulu kala kertas sudah menjadi komoditas penting dalam peradaban manusia. Jika dilihat dari sejarah di masa lampau, kertas sudah ada sejak zaman mesir kuno  pada masa bangsa firaun, kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, hingga Cina[1]. Di Indonesia sendiri kertas pertama kali di buat di Ponorogo pada abad ke 7 yang terbuat dari kulit kayu pohon setempat. Hingga saat ini kertas  beserta produk turunan nya masih menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Kertas membutuhkan proses yang cukup panjang dalam pembuatan nya. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kertas adalah kayu yang memiliki kadar air yang rendah, bambu, papirus, serta kulit binatang. Proses pembuatan kertas dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :

1. Pembuatan Pulp ( Bubur Kertas)

  • Kayu diambil dari hutan produksi kemudian dipotong – potong atau lebih dikenal dengan log. Log disimpan ditempat penampungan beberapa bulan sebelum diolah dengan tujuan untuk melunakan log.

  • Setelah itu dibuang kulitnya dengan mesin pengupas kulit kayu atau yang sering juga dikenal dengan istilah De – Barker.

  • Kayu dipotong – potong menjadi ukuran kecil (chip) dengan mesin chipping. Pada proses ini Chip yang sesuai ukuran diambil dan yang tidak sesuai diproses ulang.

  • Chip dimasak didalam digester untuk memisahkan serat kayu (bahan yang diunakan untuk membuat kertas) dengan lignin. Proses pemasakan ini ada dua macam yaitu Chemical Pulping Process dan Mechanical pulping Process. Hasil dari digester ini disebut pulp (bubur kertas). Pulp ini yang diolah menjadi kertas pada mesin kertas (paper machine).

2. Proses Pembuatan Kertas

  • Pulp diolah dibagian Stock Preparation. Bagian ini berfungsi untuk meramu bahan baku seperti: menambahkan pewarna untuk kertas (dye), menambahkan zat retensi, menambahkan filler (untuk mengisi pori – pori diantara serat kayu), dll. Bahan yang keluar dari bagian ini disebut stock (campuran pulp, bahan kimia, dan air)

  • Dari stock preparation masuk ke pembersihan dengan alat yang disebut Cleaner.

  • Dari cleaner stock masuk ke Headbox (pemanas) yang berfungsi untuk membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas Fourdinier Table.
    Fungsinya untuk membuang air yang berada dalam stock (dewatering). Hasil yang keluar disebut dengan web (kertas basah). Kadar padatnya sekitar 20 %.

  • Kemudian masuk ke Press Part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar padatnya mencapai 50 %. Cara kerja mesin press part ini adalah kertas masuk diantara dua roll yang berputar. Satu roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web.

  • Terakhir ke Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6 %.

3. Tahap Finishing.

kertas yang kering dililitkan pada gulungan besar (paper roll), di mana akan diproses lebih lanjut tergantung penggunaannya akhir. Kertas diratakan dan dipadatkan lebih jauh dengan melewati rol logam yang disebut dengan calenders.[2]

Video 1 : Proses Pembuatan Kertas 

Source: https://www.youtube.com

Kertas dan Indonesia

Indonesia saat ini sudah masuk kedalam 10 besar negara penghasil kertas di dunia. Dari catatan Kementerian Perindustrian, sampai saat ini, sudah ada 84 perusahaan pulp dan kertas di Indonesia. Produsen pulp dan kertas terbesar di Tanah Air di antaranya April Group dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper dan Sinar Mas Group yang membawahi beberapa perusahaan, seperti PT Tjiwi Kimia Tbk., PT Indah Kiat Pulp & Paper, dan PT OKI Pulp and Paper.Sinar Mas Group, yang didirikan oleh Eka Tjipta Widjaja, melalui linis bisnis Asia Pulp and Paper disebut sebagai produsen kertas dan bubur kertas terbesar kedua di dunia.[3]


Gambar 1 : Kegiatan di pabrik kertas

( source : https://docplayer.info/docs-images/79/80409609/images/1-0.jpg )

Seiring berkembangnya teknologi dan era internet dan digitalisasi, menyebabkan munculnya produk-produk digital baru seperti smartphone, tablet, hingga perangkat e-reading lain nya. Perangkat-perangkat ini memudahkan masyarakat dalam mendapatkan dan berbagi informasi. Hal ini membuat adanya penurunan penggunaan kertas grafis dalam kehidupan masyarakat, di tambah dengan adanya isu mengenai pemanasan global (global warming) yang membuat munculnya tren hemat kertas (paperless)  di seluruh dunia. Dalam dunia perkantoran jika kertas grafis dibandingkan dengan produk digital, kertas memiliki kekurangan sebagai berikut : 

  1. Biaya pembelian kertas untuk jangka panjang

  2. Dokumen kertas yang membutuhkan tempat penyimpanan yang cukup besar

  3. Keamanan yang kurang, kertas cenderung mudah hilang

  4. Kertas yang sudah tidak terpakai menyisakan sampah

Kertas juga memiliki dampak yang kurang baik terhadap lingkungan, dikarenakan bahan baku pembuatan kertas adalah pohon. Pohon memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan iklim terjadi karena padatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi akibat produksi gas rumah kaca berlebih dan penyerapan karbon yang tidak maksimal. Hutan adalah penyerap karbon yang paling utama.[4]



Video 2 : Dampak Kertas Terhadap Lingkungan

Source : https://www.youtube.com

Paperless Trend

Seiring berkembangnya teknologi sistem informasi maka terciptalah sistem -sistem baru untuk menggantikan kehadiran kertas di dunia perkantoran. Dengan penghematan biaya yang cukup besar, banyak perusahaan telah mengurangi pemakaian kertas secara significan, hal ini turut menjadi salah satu faktor berkurangnya pemakaian kertas grafis.

Video 3 : Software Yang Dikembangkan Untuk Menggantikan Kertas

Source : https://www.youtube.com

Selain di perkantoran, pengurangan penggunaan kertas juga dilakukan di bidang-bidang lain, seperti penggantian resi pembayaran melalui surat elektronik (email), media cetak yang mulai berevolusi menjadi media online, penerbit buku yang mulai beralih menjadi buku elektronik ( e-book), dll.

Penurunan penggunaan kertas juga dapat dilihat dari menurunnya penjualan dan nilai ekspor barang dari kertas.Penurunan ini dapat dilihat dari data Kementrian Perindustrian tahun 2012 - 2016 mengenai ekspor produk dan barang dari kertas[5].



Gambar 2 : Ekspor Indsutri Kertas dan Barang dari Kertas 

(source : https://forbil.org/id/article/122/mengenal-dan-memahami-ekspor-hasil-hutan-di-masa-industri-40)


Kompetisi dan Oversupply

Industri kertas berada pada ruang lingkup International Business dan Pure Competition Environments sehingga menambah kesulitan antar perusahaan untuk bersaing, ditambah lagi dengan harga kertas yang mengikuti standar internasional, serta perbedaan nilai mata uang antara harga penjualan kertas dengan kurs tertentu dengan harga produksi kertas yang menggunakan rupiah.Salah satu contohnya adalah penurunan harga kertas pada tahun 2018 yang diakibatkan olehkondisi supply kertas yang berlebihan, terutama di wilayah eropa sehingga menyebabkan turun nya harga kertas.

Gambaer 3 : Indeks Harga Kertas (source : https://www.risiinfo.com/service/prices/ )


Industri Kertas dan Social Responsibility

Industri Kertas sangat sensitif dengan isu mengenai social responsibility, terutama mengenai sustainability issue. hal ini disebabkan oleh bahan baku utama kertas adalah pohon, dan pohon menghirup CO2 dan menurunkan suhu panas bumi serta menyerap polusi udara dan menghasilkan oksigen, penebangan pohon terus menerus akan berdampak terhadap pemanasan global, hingga pengikisan kadar air didalam tanah. Sehingga hal ini menyebabkan adanya sentimen negatif dari masyarakat terhadap produk kertas.

Gambar 4 : Save Papper Save Earth Source : https://medium.com/linkcardsapp/saving-paper-easier-than-you-thought-c3a7b19ee523


Product Life Cycle, Marketing dan Buyers Behavior

Jika dilihat dari Product Life Cycle nya, kertas sudah melewati maturity stage nya. Karna kampanye mengenai global warming dan hemat kertas yang begitu mendunia, membuat adanya perubahan terhadap Buyer’s Behavior produk kertas. Konsumen cenderung meninggalkan produk-produk kertas grafis. Hal ini ikut mempersulit strategi marketing dan promosi dalam meningkatkan penjualan kertas grafis yang cenderung menggunakan total market approach dalam pendekatannya terhadap konsumen.

Gambar 5 : Product Life Cycle 



McKinsey Dalam Menghadapi Penurunan Penjualan

McKinsey Papers & Forest product Company, mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh industri kertas di indonesia. Penjualan kertas grafis terus menurun, namun McKinsey menemukan kesempatan lain yang tersedia dengan fokus pada produk kertas non grafis seperti tissue dan kertas packaging. Perusahan ini mampu bertahan dengan kenaikan penjualan dari produk-produk lain diluar kertas grafis.[6]

Gambar 6 : Prospek Pertumbuhan Pada Perusahaan McKinsey Company

Source : https://www.mckinsey.com/industries/paper-forest-products-and-packaging/our-insights/how-the-paper-and-forest-products-industry-thrives-in-the-digital-age


Hal-Hal Yang Dapat Dilakukan Untuk Mempertahankan Industri Kertas

Untuk menjaga sustainability dari dari industri kertas, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut 


1. Kampanye Untuk Melawan Isu Global Warming Dan Menjaga Supply Chain

Dalam menghadapi isu mengenai social responsibility dan sustainability menyangkut global warming. Perusahaan Kertas dapat melakukan kampanye mengenai Recycle dan Plant. Recycle dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan sisa-sisa produksi kertas dan juga sampah kertas dari masyarakat sehingga pemakaian bahan baku langsung dari pohon dapat berkurang. Plant adalah gerakan menanam kembali pohon secara rutin agar dapat digunakan sebagai bahan baku dimasa depan. Kampanye ini harus dipromosikan agar sampai ke masyarakat.

Gambar 7 : Gerakan Menanam Pohon

Source : https://revolusimental.go.id/galeri/ayo-menanam-pohon


Gerakan menanam pohon juga akan berdampak terhadap terhadap supply bahan baku di masa datang, dengan semakin banyak pohon yang ditanam akan semakin terjaga ketersediaan pohon di masa yang akan datang.


2.Meningkatkan Ekspor Dan International Agreement

Opsi lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan kertas dapat ditingkatkan dengan meningkatkan nilai ekspor ke negara-negara yang memiliki demand yang tinggi terhadap kertas. Selain itu dapat dilakukan juga kerjasama dan perjanjian dengan organisasi dan aliansi internasional.


3.Marketing Strategy Dan Inovasi Produk Kertas.

Perubahan zaman telah berhasil merubah buyer’s behavior dari produk kertas grafis. Karna produk kertas grafis sudah melewati maturity stage nya maka perusahaan dapat berinovasi dengan melakukan pergeseran produk akhir yang awalnya merupakan kertas grafis menjadi berbagai produk lain nya. Produk lain itu seperti kantung makanan kertas, kertas konstruksi, fiber kertas, kertas toilet, lap kertas, tissue, dll.

Gambar 8 : Produk Bungkus Makanan Kertas

Source : http://www.lemonifoodpackaging.com/kraft-paper-food-boxes-p00012p1.html


Selain dari inovasi produk, dapat juga dilakukan strategi marketing Business To Business ( B2B) dan Business To Costumers (B2C), serta melakukan pendekatan pasar pada setiap segmen yang ada sehingga semua produk dapat mengisi segala kebutuhan masyarakat.


Gambar 9 : Multisegment Approach Marketing Strategy


4.Horizontal Merger Untuk Menurunkan Kompetisi

Salah satu opsi lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan merger dengan perusahaan yang memiliki produk serupa (Horizontal Merger). Hal ini dilakukan untuk mengurangi kompetisi pada pasar kertas. Dengan semakin seidkitnya pesaing, maka akan lebih mudah perusahaan dalam mengontrol pasar.


Dengan menerapkan hal-hal diatas maka industri kertas akan tetap sustain walaupun berkurangnya penggunaan kertas grafis dalam kehidupan sehari-hari, serta dengan adanya isu mengenai global warming, go green, dan paperless trend.

Windhi Pranata


Daftar Pustaka :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kertas

2https://www.berwirausaha.net/2017/11/proses-pembuatan-kertas.html/

3https://ekonomi.bisnis.com/read/20190127/257/882862/industri-pulp-dan-kertas-indonesia-masuk-10-besar-dunia

4http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/inovasi/343-minimalkan-penggunaan-kertas

5https://forbil.org/id/article/122/mengenal-dan-memahami-ekspor-hasil-hutan-di-masa-industri-40

6https://www.mckinsey.com/industries/paper-forest-products-and-packaging/our-insights/how-the-paper-and-forest-products-industry-thrives-in-the-digital-age

7Contemporary Management, Gareth R. Jones-Jennifer M.George

8Business Foundations-A Changing World, O.C. Ferrell-Geoffrey Hirt-Linda Ferrel 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
atomicblonde

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format