Trading cryptocurrency vs Trading Forex : Aset digital sebagai Instrumen keuangan

Oleh : Muhammad Iqbal Handewaputra


0

Sektor keuangan saat ini tengah mengalami stagnasi, saat ini produk-produk keuangan dianggap hanya tailor made atau hanya custom dan belum banyak produk yang cukup kreatif untuk diciptakan, walaupun saat ini sudah banyak lembaga keuangan sudah memulai maraknya financial technology, namun lagi-lagi hanya sebatas produk turunan dari produk-produk keuangan lainnya. Saat ini banyak sekali perusahaan menawarkan pertukaran atau trading foreign exchange (forex) atau valuta asing yang artinya adalah jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang salah satu negara terhadap negara lainnya.

(flow trading pada umumnya, sumber [1] )

Trading forex sendiri saat ini dilakukan oleh broker yaitu orang yang dapat mewakili terjadinya transaksi tersebut. Saat ini banyak sekali perusahaan brokerage tersebut mengiklankan aplikasi trading yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan sehingga orang awam dapat melakukan trading. Namun di tahun 2019 forex trading dianggap terlalu kuno dan mengarah banyaknya penipuan. Menurut Bank of International Settlement telah merilis tingkat rata-rata turnover dari trading forex sebagai berikut :

(sumber :https://www.bis.org/statistics/rpfx19_fx.htm)

Omset pada pasar forex untuk spot naik secara keseluruhan pada survei di tahun 2019. Tetapi menurun sebagai bagian dari aktivitas forex di pasar global. Terdapat $ 2 triliun per hari untuk volume perdagangan spot pada april 2019 sekitar 20%  lebih besar dari 3 tahun yang lalu, tetapi masih menjadi nilai bawah dari yang tercatat dalam survei pada 6 tahun yang lalu [2]. Tentu saja bila dilihat berdasarkan transaksi spot yang biasa dilakukan trading forex bisa dikatakan cenderung menurun. Banyak hal yang menjadi kekurangan dalam melakukan forex trading :

  1. Ketergantungan pada modal

    Trading forex sangat memiliki ketergantungan dengan leverage yang dimana margin trading berdasarkan modal awal dimana naik sedikit bisa mendapat untung dan bila turun sedikit bisa berakibat sangat rugi hingga kehilangan modal.

  1. Volatilitas

    Pergerakan harga valuta asing pada instrumen forex sangat ketergantungan dengan pasar. Apabila adanya permintaan tinggi maka nilainya cepat naik, dan ketika permintaan turun pun nilainya juga ikut turun, perubahanya sangat dinamis dalam hitungan menit saja, sehingga dapat dikatakan lebih berisiko.

  1. Broker yang tidak profesional

    Dalam melakukan aktivitas trading forex tentunya dibutuhkan perantara yaitu broker, namun broker yang bertugas untuk membantu justru terkadang juga tidak mewakili trader. Banyak ditemukan broker yang menawarkan keuntungan tak realistis bahkan tidak melakukan trading sebagaimana mestinya yang trader harapkan.

Di masa revolusi industri 4.0 telah ada suatu instrumen keuangan baru yaitu, blockchain technology, merupakan kumpulan dari elemen-elemen data atau biasa disebut record yang dapat terus berkembang. disebut block, yang terhubung dengan pengamanan sistem yang terenkripsi atau disebut cryptography, Block tersebut berisikan data transaksi dan artinya blockchain sendiri adalah sebuah buku besar yang terdistribusi terbuka yang dapat mencatat transaksi dua pihak[3]. Karena sifat blockchain tersebut dapat ditransaksikan secara aman, maka blockchain tersebut dapat menghasilkan suatu aset digital yaitu cryptocurrency. Dimana media pertukaran menggunakan kriptografi atau enkripsi yang didesain sangat kuat untuk dapat mengamankan, mengontrol, menambahkan, dan memverifikasi seluruh transaksi atau pertukaran aset secara digital [4]. Saat ini penggunaan cryptocurrency sedang mengalami peningkatan yang cukup banyak, terdapat situs peer to peer yang menggunakan cryptocurrency untuk bertransaksi karena dianggap lebih aman dan dianggap untraceable atau tidak terlacak, karena beranggapan tidak ada intermediary dalam hal ini sehingga cryptocurrency dianggap tidak ada media penengahnya. Namun cryptocurrency sendiri memiliki audit trail sehingga dianggap dapat terlacak karena tiap block memiliki data stamp dan ip address sehingga dapat melakukan pelacakan dan kepemilikan dari cryptocurrency tersebut.

(Flow transaksi cryptocurrency [1])

Pembayaran yang terdapat dalam bitcoin atau cryptocurrency dilakukan tanpa perantara dari lembaga kliring, bank, atau bank sentral. Sehingga dalam prosesnya dimulai oleh pembayar dimana akan mengirimkan instruksi pembayaran, lalu diterima jaringan bitcoin/cryptocurrency di internet termasuk penerima pembayaran dan penambang, yang bertugas untuk memvalidasi dan mencatat transaksi. Semua file tersebut disimpan dalam file elektronik yang disebut blok.

(sumber : bitcoin.info)

Saat ini nilai pasar total bitcoin sendiri terdapat pada angka $ 20 miliar, bila dibandingkan dengan uang kertas yang beredar di Australia, Brazil, Kanada, dan Hong Kong menjadi 35%, bila dibandingkan dengan swis menjadi 25%, 1% untuk kawasan eropa dan amerika, bahkan 2,3 kali lebih tinggi dari nilai uang kertas yang diedarkan di Riksbank Swedia [5].

Perdagangan pada pasar forex adalah pasar terbesar, paling likuid di dunia, namun sebenarnya perdagangan forex adalah perdagangan yang tidak terpusat, sehingga hampir keseluruhan valuta asing di dunia dapat diperdagangkan. Sebagai pasar global, forex juga dipengaruhi oleh banyak faktor seperti politik, angka inflasi, dan angka lapangan kerja. Saat ini rata-rata volume yang diperdagangkan dalam forex adalah $ 5,3 triliun perhari.

Pasar cryptocurrency global sebelumnya telah mencapai kapitalisasi pasar lebih dari $ 700 miliar. Beberapa ahli memperkirakan jumlah itu hanya akan naik. Perdagangan cryptocurrency mirip dengan perdagangan forex karena keduanya melibatkan pertukaran mata uang dengan mata uang lain. Namun, pasar cryptocurrency dan pasar forex dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara historis, pasar crypto lebih tidak dapat diprediksi dan fluktuatif. Sebagai perbandingan, Bitcoin memiliki volatilitas sekitar 5% hingga 15% [6]. Itu sebabnya cryptocurrency dapat menarik bagi para pedagang dengan toleransi risiko tinggi dimana diharapkan memiliki tingkat pengembalian yang tinggi.

Tentunya kehadiran cryptocurrency bisa saja 10 sampai 20 tahun dapat menjadi mata uang global yang berbasis digital akan tetapi bisa saja hanya menjadi mata uang digital untuk dunia maya saja. Namun saat ini terdapat mata uang regional eropa yang kita kenal saat ini adalah euro dimana mata uang ini merupakan mata uang yang dapat melakukan transaksi di kawasan eropa. Penggunaan cryptocurrency tentu dapat menembus tradisi konservatif penggunaan mata uang tiap negara yang mempunyai nilai tukar yang berbeda-beda. Namun dalam hal ini cryptocurrency hanya dapat melakukan transaksi yang bersifat daring. Dalam hal ini mata uang digital hanya dapat dilakukan secara digital dimana cryptocurrency tidak dapat memasuki dunia nyata. Tentunya terdapat fenomena brain drain dimana suatu hal yang konservatif tidak dapat mengembangkan potensi yang terdapat dalam cryptocurrency secara khusus untuk mengembangkan revolusi industri 4.0 dimana blockchain merupakan pilar penting dimana keuangan digital merupakan inti dari industri baru tersebut.

Kompetisi

Terjadinya perubahan pada industri tersebut tentu saja akan menyimpulkan kembali bagaimana perdagangan forex sudah sangat mengakar pada seluruh kegiatan transaksi keuangan, dimana mata uang tertentu menjadi komoditas untuk melakukan transaksi. Forex trading saat ini dapat dikatakan sebagai pure competition yang dapat dilihat dari penyedia jasa broker untuk trading forex ini. Katakan hal ini forex dapat mempengaruhi banyak hal dalam seluruh kegiatan perekonomian, bisa dikatakan adalah perdagangan komoditas yang juga dapat dipengaruhi oleh pergerakan harga mata uang asing. Atau perdagangan pasar modal yang dimana harga mata uang tertentu juga turut menjadi variabel perubahan harga, secara umum forex telah mempengaruhi permintaan juga penawaran dipasar. Namun untuk kompetisi antar platform untuk trading forex saat ini sangat banyak dan terlalu banyak dan adanya broker trading forex, bahkan banyak broker asing yang sudah mulai berani memasarkan di Indonesia dan memperoleh izin dari regulator.

Sama halnya dengan cryptocurrency yang hanya merupakan produk digital yang tentu saja belum dapat melakukan penetrasi pasar seperti forex, sehingga penggunanya pun masih sangat terbatas. Namun saat ini banyak perusahaan berbasi IT seperti facebook, amazon, bahkan google, tengah mencoba mengembangkan transaksi menggunakan cryptocurrency. Untuk platform digital sendiri untuk trading juga sudah tersedia kurang lebih 16 platform yang sudah mendapatkan ijin dari OJK. Masuknya cryptocurrency sebagai instrumen keuangan tentu saja memiliki kompetisi yang agak sulit dimana forex yang saat ini masih menjadi kegiatan transaksi utama secara lokal maupun internasional dalam dunia bisnis riil. Cryptocurrency saat ini dapat dikatakan sebagai pure competition, tidak banyak mempengaruhi dan memiliki pasarnya sendiri dimana pergerakan harganya masih dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar [7].

Etika Bisnis dalam Trading

Pada dasarnya perdagangan forex sama sekali tidak mempunyai prinsip dan standar yang mencerminkan perilaku yang dapat diterima dalam bisnis, sehingga tidak memerlukan etika yang khusus, tanggung jawab sosial yang dapat dianggap hanya sekedar bagian dari filantropis dari kegiatan keuangan. Namun perdagangan cryptocurrency juga dianggap tidak lebih baik dari forex dimana hanya beberapa aktivitasnya berbeda, berikut penjabarannya sebagaimana etika bisnis dan tanggung jawab sosial untuk tahun 2000an [8]:

Aktivitas

Forex

Cryptocurrency

Transparansi dalam pasar keuangan

Diwakilkan broker sehingga pembeli dan penjual tidak pernah tertentu

Jelas, pembeli dan penjual hanya mengetahui user identity atau menggunakan IP address

Pengamanan siber

Tanggung Jawab lembaga kliring, bank atau bank sentral

Sangat terenkripsi sehingga risiko pembobolan sangat kecil

Hak Intelektual

Kepemilikan utuh dan dicatat dalam buku besar

Kepemilikan secara digital dan terdapat buku besar

Regulasi Akuntansi dan Keuangan

Diakui oleh bank sentral dan pengawas jasa keuangan sebagai alat bayar dan perdagangan

Tidak diakui sebagai alat pembayaran, namun boleh diperdagangkan

Pencurian Identitas

Terdapat risiko pencurian data oleh broker

Risiko data dicuri hanya sebatas IP address dan user saja. Karena tidak terdapat identitas lengkap

Tentu saja saat ini karena masih terbatasnya informasi mengenai cryptocurrency mempengaruhi tingkat kepercayaan, dan dianggap masih belum dapat diterima oleh pasar sehingga penggunaan cryptocurrency masih menjadi perdebatan pada regulasi karena memiliki risiko pencucian uang. Dibandingkan dengan transaksi forex yang diatur oleh Regulator dan Pengawas pada industri keuangan, mereka memberikan anonimitas yang jauh lebih besar. Bahkan meskipun buku besar cryptocurrency bersifat publik, instruksi pembayarannya hanya berisi identifikasi alfanumerik dari pihak lawan, tetapi bukan nama mereka (disebut nama samaran).

Hukum dan Regulasi 

Tentu saja adanya batasan untuk hadirnya cryptocurrency dengan adanya hukum dan regulasi pada beberapa negara, sebut saja Indonesia dimana secara khusus Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan secara tegas menolak menggunakan menjadikan cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah. BI secara tegas sudah menolak dikarenakan secara moneter cryptocurrency belum memiliki kestabilan di pasar keuangan, faktor yang mempengaruhi volatilitas juga hanya berdasarkan pasar, dan kepemilikan dianggap tidak absolut. Masih terdapat risiko yang menggunakan cryptocurrency untuk kegiatan-kegiatan ilegal seperti transaksi narkoba, pencucian uang, pendanaan teroris. Tentu saja BI menolak tapi dengan dasar tersebut agar cryptocurrency harus memastikan pengembangan ke arah prudent dan diwajibkan beragun aset agar memiliki kemampuan untuk melindungi nilai cryptocurrency itu sendiri [9]. 

Namun berbeda dengan OJK, Keputusan ini tertuang di dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019. Melalui landasan hukum tersebut, anggota bursa berjangka bisa menambahkan cryptocurrency ke deretan instrumen keuangan yang ditawarkan kepada masyarakat [10]. Bahkan membuka peluang penggunaan cryptocurrency dalam bisnis berbasis digital akan terhambat beberapa keterbatasan sehingga banyak negara mulai mengkaji dan mencoba menerapkan Central Bank Digital currency (CBDC) dan Crypto Fiat Currency yang menggunakan teknologi Blockchain (Distributed Ledger Technology) serta didukung oleh sovereign currency (diterbitkan oleh Bank Sentral) [11]. Tentu saja bagaimana dalam suatu negara terdapat aktivitas keuangan yang terjadi, hukum yang melawannya tidak akan mencukupi namun dapat ditindak karena dianggap terjadinya pelanggaran sehingga dinyatakan ilegal. Terutama bisnis yang dimana melibatkan perdagangan dengan pihak luar sangat dibutuhkan langkah yang lebih untuk menjaga tidak akan cukup untuk melakukan hal tersebut [12].

Trading Cryptocurrency vs Trading Forex

Berangkat dari keputusan OJK mengenai masuknya kategori cryptocurrency kedalam pasar komoditas berjangka, tentu saja ini merupakan angin segar untuk para penggiat dari teknologi blockchain tersebut. Para penambang dan trader tentu saja sudah mempersiapkan hal ini dengan baik khususnya Indonesia, sudah sangat siap akan masuknya cryptocurrency, bahkan menurut salah satu CEO platform cryptocurrency dari luar negeri menyatakan, Indonesia memiliki potensi menjadi pusat cryptocurrency yang lengkap untuk seluruh Asia Tenggara (ASEAN)  [13]. Tentu saja hal positif ini sudah disambut baik oleh platform lokal sebut saja salah satuny digitalexchange.id yang sudah launching dan memperoleh izin dari OJK untuk dapat menerbitkan platform trading tersebut.


Berikut perbandingan antara trading cryptocurrency dengan forex :

Cryptocurrency

Forex

Pasokan terbatas tersedia.

Pasokan yang terbatas meningkatkan  permintaan. Karena ada batasan pada berapa banyak cryptocurrency dapat dibuat, nilainya sering meningkat. contohnya Bitcoin.

Pasokan tidak terbatas. 

Karena pasar Forex terdiri dari pasar keuangan global dunia, ada pasokan mata uang tidak terbatas yang tersedia untuk diperdagangkan.


Transaksi cepat dan permanen.

Karena terdapatnya bank sentral dan pihak ketiga lainnya tidak mengenakan biaya transaksi, cryptocurrency memiliki biaya transaksi yang rendah.


Pengaruh.

memungkinkan untuk leverage 50: 1, artinya Anda dapat mengambil posisi perdagangan valas senilai $ 100 hanya dengan $ 2. Namun, ini juga berarti kerugian dapat meningkat dengan cepat.

Potensi keuntungan besar bagi investor.

Pertimbangkan ini: $ 1.000 yang diinvestasikan dalam Bitcoin pada 2013 akan bernilai lebih dari $ 400.000 kurang dari 5 tahun kemudian. Peluang untuk imbalan yang lebih tinggi juga berarti risiko potensial yang lebih besar.


Likuiditas sangat tinggi.

Forex memiliki lebih banyak peserta daripada pasar lain, sehingga cepat dan mudah untuk berdagang bahkan dalam volume besar. Satu investor tunggal tidak dapat secara besar-besaran mempengaruhi Forex seperti yang mereka dapat dengan pasar saham.

Tersedia untuk siapa saja.

Tingkatan para trader dengan memberikan peluang investasi antara pihak manapun di dunia. Hal ini memungkinkan individu bahkan di negara-negara berkembang tanpa institusi perbankan terdekat untuk menggunakan dan memperdagangkan mata uang digital.


Dipengaruhi oleh Dinamika Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya.

Ini dapat membuatnya lebih mudah untuk menemukan peluang perdagangan. Trader merencanakan acara ini sebelumnya dan dapat menggunakan teknik untuk analisis fundamental yang secara historis terbukti.


Diantara perbedaanya tersebut, terdapat kesamaan antara kedua tersebut yaitu adalah positif dan negatif. Volatilitas hadir di pasar Forex dan cryptocurrency. Namun, semakin tinggi risikonya, semakin tinggi pula hasil yang didapatkan(high risk high return). Meskipun cryptocurrency cenderung sangat berfluktuasi, baik pasar cryptocurrency dan pasar Forex dapat dikenakan variasi harga yang sangat besar dalam waktu singkat.

Penggunaan cryptocurrency saat ini memang masih banyak hambatan, namun regulator sudah memberikan lampu hijau untuk saat ini sebagai instrumen keuangan yang dimasukan dalam kategori pasar komoditas untuk selanjutnya bisa dinyatakan alat tukar. Tentu saja regulator terutama BI sudah memberikan syarat yang harus dipenuhi oleh penyelenggara agar transaksi menggunakan cryptocurrency dapat menjadi alat transaksi seperti yang saat ini sudah banyak financial technology atau fintech telah menerapkan. Saat ini sudah terdapat banyak fintech besar sebut saja Gopay dan OVO, mereka merupakan dua pemain besar dalam perkembangan fintech yang dimana sudah menjadi alat pembayaran hampir banyak merchant dari yang besar hingga kaki lima. Tentu saja tantangan cryptocurrency juga diharapkan dapat menjadi lebih seperti https://bitpay.com/ dimana seluruh transaksi sudah menggunakan cryptocurrency yaitu bitcoin untuk dapat melakukan transaksi keuangan seperti pembelian tiket, pemesanan hotel, bahkan untuk membeli barang langka yang untuk dikoleksi. Tantangan yang berasal regulator berupa harus adanya aset yang beragun juga harus diperhatikan oleh penyelenggara agar penggunaan cryptocurrency sebagai alat bayar bisa tercapai, bisa saja kedepannya dapat beragun data centre, dengan analogi mata uang dengan agunan emas batangan sebagai penjamin dari instrumen keuangan tersebut.

Sumber :

  1. https://www.piie.com/system/files/documents/pb17-13.pdf
  2. https://www.bis.org/statistics/rpfx19_fx.htm
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Blockchain
  4. https://en.wikipedia.org/wiki/Cryptocurrency
  5. https://www.piie.com/system/files/documents/pb17-13.pdf
  6. https://www.markettraders.com/blog/cryptocurrency-vs-forex-trading/
  7.  p14; Business Foundations, A Changing World 11th Edition, by O. C. Ferrell , Geoffrey A. Hirt, Linda Ferrell
  8. p38; Business Foundations, A Changing World 11th Edition, by O. C. Ferrell , Geoffrey A. Hirt, Linda Ferrell
  9. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190215130629-37-55738/bitcoin-cs-kini-legal-di-ri-ini-tanggapan-b
  10. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190214160905-37-55560/ri-baru-legalkan-bitcoin-cs-apa-masih-menarik-harganya
  11. https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Siaran-Pers-OJK-Penerapan-Mata-Uang-Digital-Masih-Perlu-Kajian.aspx
  12. hal 81; Business Foundations, A Changing World 11th Edition, by O. C. Ferrell , Geoffrey A. Hirt, Linda Ferrell
  13. https://ekbis.sindonews.com/read/1365295/178/indonesia-akan-menjadi-pusat-cryptocurrency-di-asia-tenggara-1545576087

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format