Bubble Tea vs Pepsi: Rise and Fall, then Rise again or Fall instead?

Fenomena unik terjadi dalam industri makanan dan minuman di Indonesia, khususnya pada minuman. Kebangkitan tren Bubble Tea dan hengkangnya Pepsi dari pasar Indonesia


0

Minuman merupakan salah satu kebutuhan manusia dan minuman manis merupakan salah satu pilihan yang diminati. Sejak dulu, perkembangan minuman manis terus meningkat. Kepopulerannya tidak pernah surut sehingga semakin berkembang zaman, semakin berkembang pula inovasi minuman manis yang tercipta.

Tren minuman manis yang kini muncul dan menjamur adalah Bubble Tea atau Bubble Milk Tea. Kehadiran Bubble Milk Tea menjadi salah satu fenomena pertumbuhan minuman manis yang sangat pesat. Pasar yang menjanjikan dan masih dapat terus berkembang menarik bagi pebisnis untuk ikut menjadi penyedia Bubble Tea bagi masyarakat, khususnya di Indonesia. Indonesia menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang masyarakatnya paling banyak mengonsumsi Bubble Tea. Tren ini mulai muncul sekitar tahun 2011, Chatime membuka gerainya untuk pertama kali di Indonesia. Ia kemudian menjadi salah satu brand yang paling digemari masyarakat Indonesia.

Namun, Chatime bukan merupakan pionir minuman Bubble Tea di Indonesia. Ialah Quickly sebagai pelopor minuman dengan Bubble sebagai pelengkapnya. Quickly membuka gerai pertamanya di Indonesia tepatnya di Jakarta pada tahun 2000 dan telah menyediakan varian topping berupa Bubble di dalam menunya. Pada awal kemunculannya, Quickly menjadi kedai Bubble Tea yang sangat digemari oleh masyarakat. Antrean pelanggan yang banyak sempat membuat Quickly kewalahan, perkembangannya cukup pesat sehingga gerai di kota Surabaya dibuka pada tahun 2002.

Sumber: Instagram @Quickly_Indonesia

Kembali pada fenomena menjamurnya outlet Bubble Tea di Indonesia, data membuktikan bahwa Bubble Tea merupakan salah satu produk minuman yang paling digemari masyarakat Indonesia. Grab mengungkapkan data dari salah satu lini layanannya, yakni GrabFood. Jumlah pesanan Bubble Tea melalui layanan GrabFood meningkat sebanyak 8.500% hingga Desember 2018. Rata-rata pengguna layanan GrabFood mengonsumsi hingga tiga gelas Bubble Tea setiap bulannya. Hal ini menunjukkan betapa Bubble Tea menjadi pilihan yang paling banyak dipilih oleh masyarakat. 

Sumber: Grab (2018)Boba (istilah lain dari Bubble dalam Bubble Tea) pertama kali muncul di Taiwan sebagai tambahan dalam minuman. Seperti halnya cendol atau dawet di Indonesia, boba merupakan minuman tradisonal Taiwan yang marak di tahun 1980-an. Boba terbuat dari tepung tapioka dan biasanya berwarna hitam atau cokelat tua. Bubble Tea atau Boba Tea merupakan minuman teh dengan campuran susu serta diberi topping atau tambahan Bubble (Boba). Hingga saat ini Bubble Tea banyak dijual dengan berbagai varian rasa guna memenuhi variasi selera konsumen.

Membicarakan minuman manis tentu tidak dapat lepas dari salah satu pilihannya yang sangat populer, yakni soda. Soda merupakan salah satu jenis minuman yang proses produksinya melibatkan proses karbonasi. Minuman berkarbonasi memberikan sensasi berbeda ketika diminum. Hal ini menjadikan kelebihan dan alasan minuman bersoda dipilih untuk dikonsumsi. Rasanya yang manis, ringan, dan menyegarkan membuat minuman bersoda cocok dikonsumsi pada momen apapun.

Minuman bersoda telah lama hadir di Indonesia. Brand minuman bersoda yang muncul ialah minuman bersoda cap Badak. Namun, seiring perkembangan zaman dan semakin banyak brand minuman bersoda dari luar negeri yang memasuki pasar Indonesia, brand asli Indonesia tersebut mulai kehilangan peminat dan pasarnya. Beberapa brand minuman bersoda yang kini beredar di pasar adalah Coca Cola dan Pepsi.

Sumber: KataData

Baru-baru ini diberitakan bahwa Pepsi akan segera hengkang dari pasar minuman di Indonesia. Berdasarkan pernyataan juru bicara PepsiCo, anak usaha Indofood yakni PT. Anugerah Indofood Barokah Makmur dan Pepsico Inc sepakat untuk mengakhiri kontrak. Hal ini tentu merupakan berita yang cukup mengejutkan. Pepsi merupakan salah satu brand minuman bersoda yang paling populer dan memiliki banyak peminat, khususnya di Indonesia. Masyarakat Indonesia telah lama mengenal Pepsi.

Pepsi merupakan brand minuman bersoda yang berasal dari Amerika. Pertama kali dibuat dan dikenalkan sebagai minuman pelepas dahaga, Pepsi mulai dipasarkan pada tahun 1890-an. Meskipun sempat mengalami kebangkrutan sebagai imbas dari Perang Dunia, Pepsi kembali bangkit setelah melewati periode Depresi Hebat dan mampu menjadi pesaing paling berat bagi Coca Cola saat ini.

Pepsi turut menjadi pelopor munculnya tren minuman bersoda yang kemudian mendunia. Hampir setiap orang menyukai minuman bersoda. Namun, berita mengejutkan mengenai hengkangnya Pepsi dari pasar minuman Indonesia memunculkan pertanyaan:

Ada apa?

Fenomena yang terjadi pada industri minuman di Indonesia merupakan salah satu contoh kejadian yang unik. Salah satu produk telah ada sejak lama dan disukai oleh konsumen di pasar, sempat mengalami penurunan popularitas, namun mampu kembali menjadi tren dan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Sedangkan salah satu produk lainnya sudah sejak lama hadir dalam pasar dan sejak lama pula menjadi pilihan kesukaan konsumen, namun mengalami penurunan minat dan bahkan memiliki trend pertumbuhan yang negatif si pasar.

Untuk mengetahui lebih jauh apa yang terjadi, sudut pandang keilmuan marketing dapat digunakan. Ada beberapa elemen yang perlu dianalisis untuk membantu kita memahami penyebab terjadinya hal tersebut. Mula-mula kita dapat menilik pada lingkungan pemasaran produk. Lingkungan pemasaran yang dimaksud biasa dikenal dengan lingkungan makro dan lingkungan mikro. Mari kita lihat apa saja yang terjadi pada lingkungan makro dan mikro Bubble Tea dan Pepsi di Indonesia.

Komponen Lingkungan Makro dan Mikro

Bubble Tea

Pepsi

Demografi

Konsumen Bubble Tea dapat berasal dari segala kalangan dan gender. Namun kebanyakan penyuka minuman ini adalah kelompok konsumen remaja hingga young adult yang memiliki banyak aktivitas.

Konsumen Pepsi pun dapat berasal dari segala kalangan dan gender. Pada dasarnya merupakan produk yang mudah ditemui di mana saja sehingga lebih mudah diperoleh oleh segala kelompok masyarakat.

Ekonomi

Keadaan ekonomi di Indonesia cukup baik namun terdapat penurunan daya beli pada produk konsumsi rumah tangga dalam industri makanan dan minuman.

Natural/Alam

Penyediaan bahan baku yang dibutuhkan tidak terlalu bergantung pada keadaan alam Indonesia.

Politik dan Sosial

Hingga saat ini tidak ada kendala bagi penggiat usaha Bubble Tea dalam mengembangkan usahanya, politically. Terdapat beberapa peraturan yang seharusnya menjadi tantangan dapat diatasi oleh para pelaku pasar. 

Terdapat beberapa peraturan yang seharusnya menjadi tantangan dapat diatasi oleh para pelaku pasar. Tantangan masih terus ada, misalnya UU Sumber Daya Air, label dari Badan POM, kewajiban sertifikasi halal, dan aturan larangan kemasan lastic pada minuman.

Perusahaan/pelaku usaha

Inovasi produk dan ekspansi pasar terus dilakukan. Perusahaan juga melakukan banyak promosi melalui media promosi yang banyak diakses calon konsumen sehingga pemasarannya cukup efektif.

Perusahaan tidak banyak melakukan inovasi produk. 

Konsumen

Konsumennya merupakan consumer market yang mengonsumsi suatu produk untuk pribadi. Sasarannya adalah segala kelompok masyarakat.

Konsumennya merupakan consumer market yang mengonsumsi suatu produk untuk pribadi. Sasarannya adalah segala kelompok masyarakat. Selain itu Pepsi juga menyasar reseller market yang menjual kembali produk yang dibeli.

Distributor/intermediari

Penyampaian produk ke konsumen tidak melalui perantara karena penjualan masing-masing produsen langsung pada end costumer.

Pepsi dibantu pasarkan melalui pendistribusian ke supermarket atau toko-toko retail dengan bantuan distributor yang tersebar di berbagai daerah.

Kompetitor

Kompetitor pengusaha Bubble Tea kebanyakan merupakan sesame produsen Bubble Tea dari berbagai brand. Banyak brand yang hadir dari luar negeri. Minuman jenis lain juga menjadi pesaing bagi Bubble Tea mulai marak di pasaran.

Selain Coca Cola sebagai pesaing besarnya pada jenis minuman bersoda, kemunculan jenis minuman selain minuman bersoda menjadi tantangan yang tak kalah hebat. Bubble Tea merupakan salah satu contoh pesaing Pepsi.

Publik

Perkembangan Bubble Tea di Indonesia tidak lepas dari reaksi publik yang baik akan kehadirannya. Publik semakin aware dengan jenis minuman ini dan mulai ikut mengonsumsinya sehingga tumbuhlah tren minuman Bubble Tea

Minuman bersoda bukan merupakan hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Pepsipun telah lama diterima oleh publik sebagai pilihan konsumsi mereka. Hanya saja Pepsi tidak mengikuti arus tren publik yang mulai beralih dari minuman bersoda.

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa baik untuk Bubble Tea dan Pepsi sama-sama menghadapi masalah penurunan daya beli konsumen dan peraturan bagi industri makanan dan minuman. Hal tersebut cukup menjadi tantangan besar bagi kedua produk karena tentu saja mereka bergantung pada kemampuan konsumen untuk terus mengonsumsi produknya. Untuk Pepsi, industri minuman bersoda memang mengalami pertumbuhan yang lesu dan cenderung lambat. Peraturan yang diberlakukan juga dinilai sebagai salah satu pemicu hengkangnya Pepsi dari pasar minuman Indonesia. Pertimbangan mengenai keberlanjutan usaha menjadi penting dengan adanya restriksi yang harus dirasakan Pepsi.

Inovasi seharusnya menjadi senjata paling ampuh bagi para produsen untuk bertahan dalam pasarnya. Bubble Tea terus diinovasi untuk menjadi pertahanan bagi produsennya serta untuk menciptakan pasar baru. Keberhasilan inovasi ini kemudian memberikan Bubble Tea jalan pada jangkauan pasar yang lebih luas sehingga ia masih mampu bertahan di Indonesia dan bahkan menciptakan tren di masyarakat. Sedangkan Pepsi tidak banyak melakukan inovasi pada produknya. Hal ini menimbulkan lesunya pasar yang tidak disodori dengan kebaruan maupun keberbedaan dari produk minuman bersoda. Berbeda dengan kompetitornya ada jenis minuman bersoda, Coca Cola diketahui melakukan beberapa inovasi pada produknya, seperti menyediakan lebih banyak pilihan ukuran kemasan agar mampu menjangkau setiap lapisan kelompok masyarakat. Selain itu Pepsi belum banyak melakukan promosi untuk menguatkan brand awarenessnya di masyarakat. Bila diteruskan, Pepsi dapat dilupakan eksistensinya dari pasar.

Beralih kepada analisis berikutnya, yakni mengenai 4P pada masing-masing produk yang menjadi salah satu strategi pengembangan pemasarannya. 4P terdiri dari Product, Price, Place, dan Promotion. 

Telisik lebih mendalam berkenaan dengan produk itu sendiri bisa kita mulai. Untuk menganalisis produk Bubble Tea dan Pepsi, akan kita menggunakan konsep Three Level Product. Three Level Product terdiri dari level Core Customer Value atau nilai utama dari penggunaan produk untuk konsumen, Actual Product atau komponen produk yang terlihat dan langsung dapat diidentifikasi (seperti nama brand, fitur, dan kemasan), dan Augmented Product yang merupakan komponen tambahan untuk menambah nilai guna dan keunggulan produk (seperti garansi dan pelayanan paska beli).

Core customer value yang dibawa produsen baik minuman Bubble Tea dan Pepsi adalah pengalaman menghilangkan dahaga dengan minuman tersebut karena rasanya yang manis dan menyegarkan. Masing-masing produk cocok dikonsumsi sebagai penghilang rasa haus hingga saat santai sekalipun. Keduanya berhasil menyampaikan nilai yang dibawa terbukti dengan konsumen yang membelinya untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut (menghilangan dahaga).

Bubble Tea dibuat dari teh susu dan ditambah Bubble atau Boba (bola-bola tapioka). Rasanya bermacam-macam sehingga konsumen memiliki banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan selera dan keinginan rasa minuman. Susu maupun jenis Bubble dapat dipilih konsumen secara bebas. Rasa-rasa yang tersedia tersebut juga digambarkan melalui warna minuman yang mampu menarik konsumen. Ditambah dengan perpaduan isi Bubble yang berbentuk bulat seperti gelembung berwarna hitam membuat minuman ini terlihat unik dan berbeda. Bubble Tea biasanya dikemas dalam gelas plastik berukuran 500 hingga 750 ml. Untuk meminumnya dibutuhkan sedotan berukuran besar yang dapat dilewati Bubble. 

Bubble Tea dibuat tepat sebelum dikonsumsi oleh konsumen (made by order) sehingga selain dapat memilih rasa, konsumen dapat memesan kombinasi gula maupun es batu sesuai dengan yang diinginkan. Bubble Tea yang dipesan satu konsumen bisa sama sekali berbeda dengan konsumen lainnya, mulai dari rasa, hingga tingkat kemanisan dan jumlah es batu yang ditambahkan. Di Indonesia sendiri telah banyak brand Bubble Tea yang beredar dan dikenal dekat oleh masyarakat. Kebanyakan brand yang populer merupakan brand asli luar negeri. Kualitasnya tentu sudah teruji melalui testimony maupun review produk yang ada di internet. Sedangkan untuk layanan paska beli maupun garansi, tidak disediakan oleh kebanyakan produsen Bubble Tea. Namun, biasanya mereka memiliki layanan konsumen yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan konsumen berkenaan dengan masukan maupun keluhan atas produk yang disediakan.

Pepsi merupakan brand yang sudah lama hadir di Indonesia. Kepopulerannya tidak diragukan lagi, bukan hanya di Indonesia karena pada dasarnya Pepsi merupakan produk asli Amerika yang telah mendunia. Kualitas produk terjamin dengan sertifikasi dan kualifikasi yang dipenuhi pabrik dan produsen Pepsi Indonesia, terbukti dengan eksistensi produk yang lama di pasar. Pepsi merupakan minuman bersoda yang juga memiliki beberapa varian. Terdapat beberapa varian Pepsi yang dijual di pasaran seperti Pepsi Blue, Zero Sugar dan Twist dengan tambahan rasa lemon. Pilihan varian ini dapat dipilih secara bebas oleh konsumen. 

Pepsi dikemas dalam botol plastik bening maupun kaleng yang dilengkapi dengan segel untuk menjaga kualitasnya. Terdapat beberapa varian ukuran botol yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, misal untuk dikonsumsi secara personal atau untuk dinikmati bersama keluarga dan teman-teman. Ukuran yang disediakan antara lain 330 mL dalam kemasan kaleng, dan 410 mL, 500 mL dan 1500 mL dalam kemasan botol. Pepsi diproduksi oleh pabrik dalam suatu mass production. Kandungan yang terdapat dalam Pepsi yang sudah dikemas dan dipasarkan tidak dapat dibuat berdasarkan keinginan masing-masing konsumen sehingga mau tidak mau yang dapat dikonsumsi adalah yang telah tersedia di pasar. Pepsi juga tidak menyediakan garansi dan layanan paska beli, namun tersedia layanan konsumen yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan masukan maupun keluhan.

Jarang kita menemui iklan Bubble Tea di televisi maupun radio. Namun para penyedia Bubble Tea memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan dan memasarkan produknya. Mereka mengembangkan website dan menggunakan media sosial yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat. Selain itu, mengikuti perkembangan layanan pembelian maupun pembayaran yang banyak memberikan promo, turut membantu promosi Bubble Tea. Pepsi sendiri merupakan brand yang dipromosikan melalui iklan yang ditayangkan di televisi dan media masa lainnya. Sayangnya, untuk produk semacam Pepsi tidak mendapat kesempatan diberikan promo melalui aplikasi penyedia layanan pembelian dan pembayaran. Pepsi turut dipromosikan melalui kerja samanya dengan beberapa restoran seperti KFC dan Mc Donald's

Sumber: katalogpromosi.com

Sumber: tribunnews.com

Harga yang ditawarkan untuk Bubble Tea di pasar cukup bervariasi. Mulai dari harga Rp 15.000 hingga kisaran Rp 40.000, konsumen dapat menikmati segelas Bubble Tea kesukaannya. Bubble Tea dijual pada outlet-outlet yang didirikan penyedianya. Outlet-outlet ini biasanya didirikan pada mall maupun pusat perbelanjaan di kota. Sehingga Bubble Tea tidak akan ditemui di toko kelontong atau supermarket.

Pepsi dijual pada kisaran harga Rp 7.000 hingga Rp 15.000. Potongan harga mungkin diperoleh konsumen apabila toko yang menjual Pepsi sedang mengadapak promo pembelian. Pepsi biasa dijual di toko-toko kelontong hingga supermarket dan bahkan pada pedagang asongan atau kaki lima. Hal ini menyebabkan keterjangkauan produk bagi konsumen sangatlah mudah. Meski konsumen dapat dengan mudah menjangkau Pepsi dan memilihnya sebagai pelepas dahaga, Pepsi justru mengalami penurunan peminat, ya?


Apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Sumber: Pearson

Identifikasi produk secara mendetail dapat mengantarkan kita pada analisis pengembangan produk. Konsumen memutuskan suatu pembelian produk melalui proses memilih produk sesuai dengan penciptaan nilai yang akan diterimanya. Seperti yang terlihat pada gambar, alur fokus produsen dalam mengembangkan produknya harus sesuai dan cocok dengan konsumen. Penyampaian nilai kemudian dapat dilakukan dengan baik dan konsumen akan menyukai produk tersebut.

Pemilihan produk oleh konsumen didasarkan pada nilai yang ingin diperoleh konsumen. Dari data yang tersaji, penduduk Indonesia pada tahun 2018 kebanyakan terdiri dari mereka yang merupakan anak-anak hingga young adult. Kelompok masyarakat ini cenderung memiliki aktivitas yang cukup padat dan produktif bekerja. Bila diurutkan pada kategori generasinya, kelompok masyarakat ini adalah generasi milineal dan Z. 

Generasi milineal dan Z memiliki beberapa karakteristik. Generasi ini sama-sama telah mengenal internet dan familiar dengannya. Mengutip publikasi dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak pada 2018, generasi milenial memiliki tingkap pendidikan dan kesehatan yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Mereka saat ini kebanyakan merupakan pekerja yang telah memiliki penghasilan sendiri dan telah berkeluarga. Generasi milenial juga lebih memperhatikan kesehatan sehingga dalam melakukan konsumsi cenderung lebih pemilih. Generasi Z sendiri memiliki sifat konsumtif yang cenderung diakibatkan oleh pengaruh Influencer yang mereka ikuti. Mereka juga memiliki perilaku sosial yang tinggi di mana pertimbangan konsumsi mereka mengarah kepada dampak sosial juga.

Mengenali pasar yang dan sasaran pasar dapat memberikan informasi mengenai bagaimana proses keputusan pembelian produk terjadi. Adapun salah satu bentuk proses keputusan membeli produk dapat digambarkan bagan arus ini.

Sumber: Pearson

Mula-mula calon konsumen akan mengalami awareness akan kebutuhannya dan produk yang tersedia di pasar. Hal ini merupakan hasil dari proses yang bermula dari munculnya suatu motivasi konsumsi atau pemenuhan kebutuhan yang mengantarkan pada pembentukan persepsi dan terjadinya learning serta tumbuhnya beliefs atau pemahaman dalam diri konsumen. Kemudian konsumen akan mulai tertarik pada jenis produk tertentu sesuai dengan kebutuhannya dan melakukan evaluasi pada produk tersebut. Evaluasi dapat dilakukan melalui observasi, membaca review produk, serta mengamati promosi yang dilakukan sehingga muncul keputusan untuk membeli atau tidak. Bila konsumen kemudian memutuskan untuk membeli produk tersebut dan merasa nilai yang diinginkannya terpenuhi maka adopsi akan produk tersebut akan terjadi, repurchase-pun dilakukan.

Dari penjabaran proses keputusan membeli di atas dan dicocokkan dengan karakteristik konsumen di Indonesia untuk Bubble Tea dan Pepsi yang merupakan generasi milenial dan Z dapat ditarik beberapa simpulan. Bubble Tea mampu meningkatkan awareness konsumennya pada generasi milenial dan Z dengan memanfaatkan internet dengan baik. Pemanfaatan internet ini sejalan dengan karakteristik kedua generasi yang telah familiar dengan internet dan bahkan mengaksesnya setiap waktu untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Internet dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk. Bubble Tea juga dipromosikan oleh beberapa Influencer yang diikuti dan diketahui mereka dari kedua generasi tersebut. Hal-hal tersebut mampu meningkatkan awareness konsumen terhadap Bubble Tea.

Pada dasarnya Pepsi sudah lama dikenal masyarakat. Eksistensinya cukup mewarnai persaingan minuman bersoda di pasar. Namun, Pepsi tidak melakukan penguatan awareness masyarakat terhadap produknya. Akibatnya, Pepsi mungkin menjadi pilihan ke sekian bagi konsumen saat akan membeli minuman. Pepsi perlu menggunakan website dan media sosial yang banyak diakses oleh masyarakat guna menggencarkan pemasarannya. Pepsi dapat memberikan informasi mengenai produk barunya ataupun promo yang disediakan oleh supermarket yang menjualnya.

Beberapa inovasi lain dapat dilakukan, entah dengan membuat iklan yang menarik maupun turut dalam kampanye sosial (misalnya) yang akan menarik bagi generasi Z. Pepsi juga dapat menggandeng selebriti atau Influencers untuk menjadi brand ambassador mereka. Generasi milenial dan Z yang kerap mengikuti para tokoh yang terkenal akan turut mempertimbangkan untuk mengonsumsi produk yang sama. Hal ini dilakukan oleh Coca Cola di Korea yang menggaet BTS dan Pepsi di China yang bekerja sama dengan Jackson Wang.


Bubble Tea menjadi pilihan bagi konsumennya karena menawarkan kelebihan berupa dapat disesuaikan dengan selera. Meskipun Bubble Tea merupakan minuman dengan kadar gula dan kalori yang tinggi (pada rata-rata penyajian), minuman lebih dipilih oleh generasi milenial untuk dikonsumsi karena mereka bisa memesannya sesuai dengan keinginan. Di saat mereka tidak seharusnya banyak mengonsumsi kalori maka dapat dipilih menu dengan bahan dasar susu kedelai atau yang memiliki kadar kalori lebih rendah. Bila mereka hendak mengurangi konsumsi gula, maka mereka dapat meminta agar takaran gula dalam minumannya dikurangi atau bahkan dihilangkan. Konsumen tetap dapat mengonsumsi manisnya Bubble Tea dan sekaligus tetap menjaga kesehatannya.

Pepsi tidak mungkin melakukan hal tersebut karena produknya diproduksi secara masal dalam pabrik. Namun tidak menutup kemungkinan bagi Pepsi untuk berinovasi. Pepsi dapat menggencarkan kampanye sosial untuk mengurangi angka penderita diabetes dengan memasarkan produknya yang less sugar. Mereka juga dapat berinovasi dengan menyediakan varian kemasan yang lebih kecil sehingga konsumen tetap dapat menikmati Pepsi namun tidak dalam jumlah yang berlebihan. Hal ini telah dilakukan oleh kompetitornya, sesama minuman bersoda, Coca Cola . 

Sumber: Target

Untuk aspek lingkunagn pemasaran, dengan menyediakan varian ukuran yang lebih kecil, diharapkan daya beli konsumen Pepsi dapat meningkat. Harga yang lebih pas di kantong akan menarik minat konsumen untuk menaikkan daya belinya pada produk Pepsi. Selain itu Pepsi mau tidak mau harus mampu mengelola biaya dan operasinya sehingga dapat memenuhi peraturan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. Harapannya, meskipun peraturan tetap berlaku Pepsi dan pesaingnya dalam industri yang sama mampu bertahan dan kembali bangkit.


Referensi:

https://kumparan.com/@kumparanfood/cerita-boba-bubble-drink-yang-digandrungi-anak-muda-1rPinRkuKoA

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190908073556-262-428475/karena-boba-tak-pernah-mati

https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/9acde-buku-profil-generasi-milenia.pdf

https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/05/080300665/infografik--apa-itu-boba

https://kumparan.com/@kumparanfood/bincang-dengan-pemilik-quickly-pelopor-minuman-boba-di-indonesia-1rwIajzbr6F

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4077675/fakta-fakta-pepsi-hengkang-dari-indonesia

https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/04/173000065/infografik-perjalanan-pepsi-di-indonesia

https://www.cnbcindonesia.com/news/20191005062809-4-104612/pepsi-hengkang-dari-ri-kadin-beberkan-masalah-industri

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/12/18092951/selain-coca-cola-ini-7-minuman-bersoda-tertua-di-dunia?page=all

https://insight.kontan.co.id/news/ini-penjelasan-lengkap-indofood-soal-pepsi-yang-hengkang-dari-indonesia?page=2

https://id.wikipedia.org/wiki/Minuman_berkarbonasi

https://www.cnbcindonesia.com/market/20181203192659-17-44796/penggemar-minuman-soda-turun-industri-mamin-hanya-tumbuh-9

https://www.merdeka.com/uang/di-balik-hengkangnya-minuman-pepsi-dari-indonesia.html

Kotler, Phillip dan Armstrong, Gary. (2017). Principles of Marketing (edisi 17). Edinburg: Pearson


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
FirdausyaA

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format