Inez: Tidak Perlu Mundur di tengah Bisnis Makeup yang Menjamur

Di tengah brand makeup yang menjamur, tanda industri kosmetik sedang berkembang, apakah salah satu perusahaan senior kita, Inez, masih bisa bertahan?


2
2 points

“Kami menargetkan pada tahun ini, industri kosmetik dapat tumbuh hingga 9%,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (10/4). (Ekarina, 2019)

Adanya peningkatan tren industri kosmetik berdampak pada optimisme produsen produsen kosmetik. Peluang ini dilihat banyak pihak sehingga muncul merk-merk kosmetik baru baik untuk lini produk periasan (makeup) maupun perawatan (skincare), seperti Mizzu, Avoskin, Elsheskin, Beauty by Lizzie Parra (BLP), ESQA, Luxcrime, dan lain-lainMenperin menyebutkan, industri kosmetik di dalam negeri bertambah sebanyak 153 perusahaan pada tahun 2017, sehingga saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 760 perusahaan. Dari total tersebut, sebanyak 95 persen industri kosmetik nasional merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM) dan sisanya industri skala besar (Kemenperin,  2018).

Gambar 1. Prediksi Penjualan di Indonesia

     Berikut adalah faktor yang mempengaruhi berkembangnya pasar kosmetik di Indonesia (Indonesia Investment, 2017).

  • Orang Indonesia menjadi semakin sadar akan kesejahteraan mereka.
  • Make-up semakin menjadi bagian dari gaya hidup wanita.
  • Populasi wanita Indonesia sekarang berjumlah lebih dari 130 juta.
  • Semakin banyak pria Indonesia, khususnya di daerah perkotaan, sekarang membeli dan memakai produk kosmetik dan perawatan kulit.
  • Indonesia memiliki populasi besar yang mengalami peningkatan PDB per kapita, sehingga ada peningkatan jumlah konsumen berpendapatan menengah dan makmur.
  • Di saat perlambatan ekonomi, wanita Indonesia terus membeli produk kecantikan.

     Persaingan ketat dengan munculnya perusahaan-perusahaan baru, mengancam eksistensi perusahaan lama, seperti Pixy (PT Mandcom Indonesia), Inez (PT Kosmetikatama), Mustika Ratu (PT Mustika Ratu), Sariayu (PT Martina Berto), dan lain-lain. Berdiri sejak puluhan tahun lalu dan sudah mengalami naik turun-nya tren pasar kosmetik Indonesia, kini perusahaan-perusahaan senior tersebut harus berjuang untuk mempertahankan eksistensinya. Tidak semua perusahaan senior lalu ciut dalam pangsa pasar kini. Menurut kumparan, perusahaan seperti Wardah, Pixy, Sariayu, dan Martha Tilaar masih ramai di pasaran (Kumparan,  2017). Akan tetapi, Inez sebagai salah satu merk yang sudah cukup lama berdiri tidak sanggup meramaikan pasar kosmetik Indonesia.

     Dalam artikel ini, kami bertujuan untuk membantu Inez menganalisis strategi marketing dari pesaing pesaing yang telah sukses di era kini dan menyarankan apa yang dapat Inez lakukan untuk meramaikan pasar kosmetik Indonesia. Kami akan membatasi hanya perusahaan Pixy dalam analisis strategi marketing dengan pertimbangan Pixy juga merupakan salah satu perusahaan senior di Indonesia, tetapi juga tidak menutup kemungkinan untuk menambah saran tambahan berdasarkan best practice dari merk-merk baru yang muncul. 

Gambar 2. Logo Pixy

     Sebelum membahas lebih jauh, mari kita berkenalan dengan Pixy dan Inez. PIXY merupakan merek kosmetik yang di produksi oleh PT Mandom Indonesia Tbk yang merupakan bagian dari Mandom Coorporation Japan. Seluruh produk PIXY dibuat dengan standarisasi kualitas dan teknologi terkini dari Jepang.

Gambar 3. Logo Inez

     PT. Kosmetikatama Super Indah dengan produk bermerk Inez berdiri pada tahun 1998 di Singosari Malang. Pada awal pendiriannya dibantu oleh konsultan kosmetik yang telah lebih dari 44 tahun berpengalaman dalam bidang kosmetika di Eropa. Sampai saat ini sudah terdapat 256 produk inez yang telah beredar di pasaran yang meliputi wilayah Indonesia.

     Kami menggunakan tiga metode untuk menganalisis strategi pemasaran Inez, yaitu strategy marketing mix, consumer buying decision, dan product services and brand. 

  • Strategy Marketing Mix

Strategi ini menunjukkan bagaimana taktik pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan dalam merespon apa yang dimau konsumen target

Pada strategi ini, terdapat empat poin yang harus diperhatikan, yaitu product, price, place, promotion. Strategi ini menunjukkan bagaimana taktik pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan dalam merespon apa yang dimau konsumen target

Gambar 4. Strategy Marketing Mix

Product

–Jenis Produk

Seperti diketahui, tren makeup berubah sepanjang masa. Barang yang akan dibeli oleh konsumen pun akan mengikuti tren tersebut. Merk Pixy merupakan merk yang produk-produknya berhasil mengikuti tren, seperti cushion dan primer. Sedangkan produk-produk Inez cenderung belum berinovasi sesuai tren, belum banyak berubah dari produknya di beberapa tahun lalu, seperti bedak padat, lipstik, dan eyeshadow. Kedua merk ini cukup update di produk lip cream.

Gambar 5. Produk Pixy dan Inez

–Pilihan warna

Sebuah merk atau brand harus bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Apa saja pertimbangan pengguna atas produk sehingga mereka mau membeli? Berdasarkan Sigma Research (2017), konsumen cenderung memilih produk yang formulanya cocok pada wajah, tahan lama, dan formula yang ringan di wajah. Tema riasan nude atau natural juga banyak diminati oleh konsumen.  Pixy memiliki jangkauan warna nude atau natural, sedangkan jangkauan warna yang dimiliki Inez terbilang nyentrik dengan warna ungu dan fuschia.

Gambar 6. Swatches lipcream Pixy dan Inez

Price

Secara harga, dua merk ini memiliki harga yang bersaing. Sebagai contohnya, bedak Inez dan Pixy memiliki harga Rp60.000,- dan Rp75.000,- . Sedangkan untuk produk lip cream, Inez memiliki harga Rp72.000,- dan Pixy memiliki harga Rp41.500,-. Dalam dunia make up, produk-produk ini termasuk tidak terlalu mahal karena di bawah harga Rp100.000,-. 

Gambar 7. Perbandingan harga Pixy dan Inez

Place

Tempat ini menunjukkan aktivitas perusahaan yang membuat produk bisa tersedia untuk konsumen target. Hal ini bisa berupa penempatan di offline store dan online store. Dua produk ini telah berhasil memasuki pasar offline dan online sehingga konsumen dapat mengakses dua produk ini dengan mudah. Untuk menjangkau kemudahan akses, produk-produk dari dua brand ini juga dijual bebas oleh para reseller.

Promotion  

Aktivitas promosi berfungsi untuk mengkomunikasi dan mengajak konsumen untuk bersedia membeli suatu produk. Cara yang bisa dilakukan juga bisa melalui online dan offline. Di bidang promosi, Pixy jauh mengungguli Inez dengan menggunakan word of mouth dan membangun kedekatan dengan konsumen. Pixy menggandeng beauty influencer yang lebih banyak dan lebih berpengaruh dibandingkan dengan Inez. Gencarnya dibuktikan dengan lebih banyak produk pixy yang diulas oleh beauty influencer dibandingkan Inez dan produk Pixy yang diulas oleh Tasya Farasya, salah satu top beauty influencer dengan 2,4 juta subscribers.  Adanya kepercayaan dari konsumen meningkatkan kemungkinan pembelian oleh konsumen (Kotler dan Armstrong, 2017)

     Pixy dan Inez mencoba untuk mendekatkan diri kepada konsumen dengan memberikan informasi melalui instagram dan website. Melalui instagram, tidak ada perbedaan signifikan karena baik Pixy maupun Inez cukup baik dalam memberikan informasi terbaru kepada para konsumen. Akan tetapi tampilan website Pixy lebih unggul daripada Inez melalui tampilan website yang lebih profesional, informatif, dan komunikatif. Terlihat dari tampilan website Pixy yang tersusun rapih dengan kontras warna yang jelas. Di website Inez pilihan tidak terlalu jauh berbeda dengan Pixy, tetapi gambar yang tidak penuh, susunan tidak rapih, dan font yang tidak terlalu kontras dengan latar belakang warna sehingga tulisan sulit terbaca.

Gambar 8. Tampilan website Pixy

Gambar 9. Tampilan website Inez

  • Consumer Buying Decision

Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan adalah “menjadi konsumen”. Dengan melihat dari sudut pandang konsumen, perusahaan dapat memposisikan diri untuk bisa sesuai dengan apa yang konsumen butuhkan. Merk dapat menyesuaikan dengan karakteristik konsumen dan dengan tahapan konsumen memutuskan pembelian.

Characteristic Affecting Behavior

Pada tahap ini, akan dianalisis bagaimana konsumen bersedia membeli suatu produk. Berdasarkan data konsumen kosmetik Indonesia (Pratiwi, 2017), konsumen bisa dibagi menjadi 3 generasi, yaitu Generasi X,Y, dan Z. Sebagai gambaran umum, generasi X saat ini berada di kisaran umur 35-55, sudah mapan secara finansial dan sosial, dan memiliki sifat konsumtif. Generasi Y yang juga sering disebut millenials saat ini berada di kisaran umur 25-34, tidak mapan secara finansial, dan memperhatikan penampilan. Generasi Z saat ini berada di kisaran umur 15-24, spontan, merupakan generasi yang paling akrab dengan teknologi, dan mementingkan popularitas.

     Dari industri kosmetik, tiga generasi dapat dibedakan karakteristiknya berdasarkan budaya, sosial, personal, dan psikologis sebagaimana berikut.

Gambar 10. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Generasi Z

Generasi Y

Generasi X

Kultural

Budaya

Mereka menyukai popularitas yang dapat ditunjukkan melalui makeup

Mereka menyukai eksplorasi tata rias.

Mereka menyukai tata rias seperti tren pada era muda mereka. Mereka dikenal resisten menerima perubahan

Sosial

Kelompok dan Jaringan Sosial

Opinion leaders. Mereka menyukai makeup yang direkomendasikan oleh beauty influencer dan idola mereka.

Word of mouth. Mereka menyukai makeup yang jelas direkomendasikan orang terdekat

Opinion leaders. Mereka menyukai makeup yang direkomendasikan oleh beauty influencer.

Word of mouth. Mereka menyukai makeup yang jelas direkomendasikan orang terdekat.

Online social networks. Mereka menyukai makeup yang direkomendasikan oleh teman satu forum, seperti female daily.

Word of mouth. Mereka menyukai makeup yang jelas direkomendasikan orang terdekat

Keluarga

Bergantung pada status sosial dan status ekonomi orang tua

Mereka cenderung untuk memilih make up yang akan mereka tonton berdasarkan keinginan mereka sendiri, baik yang sudah berkeluarga maupun belum

Mereka memilih make up berdasarkan jenis make up yang pantas ditonton untuk dirinya beserta keluarganya

Peran dan Status

Sebagai pelajar dan mahasiswa, banyak peran yang melekat berdasarkan ekstrakurikuler. Banyak kegiatan yang melekat mempersuasi generazi Z untuk membeli perawatan kulit yang melindungi, misal pembelian tabir surya.

Mereka berperan sebagai pembuat keputusan dan mengambil keputusan untuk menggunakan make up yang mereka inginkan sesuai status dan peran, misal sebagai teman, bridesmaid, atau karyawan.

Mereka berperan sebagai pengambil keputusan berdasarkan status social dan peran, misal sebagai Ibu, istri, atau pejabat. Pembelian makeup disesuaikan dengan citra mereka.

Personal

Pekerjaan

Mereka umumnya memiliki pekerjaan sebagai pelajar sehingga mencari makeup no makeup

Mereka umumnya memiliki pekerjaan variasi. Banyak dari mereka yang menuntut pekerjaan dengan berpenampilan menarik. Mereka banyak mencari make up natural.

Mereka umumnya memiliki pekerjaan dengan reputasi senior. Tren make up di masa lalu masih terbawa, yaitu makeup bold dengan lipstick berwarna merah terang.

Usia dan Siklus Kehidupan

Berusia anak-anak dan remaja sehingga tidak ingin terlihat tua dalam ber-makeup.

Berusia pekerja muda sehingga ingin terlihat kulit di kondisi optimal, biasanya diasosiasikan dengan tampilan kulit bercahaya

Berusia pekerja senior dengan jabatan tinggi sehingga ingin terlihat superior dengan tampilan lipstik merah.

Situasi Ekonomi

Mereka mengikuti situasi ekonomi keluarga. 

Mereka baru memulai karir sehingga budget pengeluaran untuk makeup tidak terlalu banyak. Dengan kata lain, mencari makeup yang murah

Mereka biasanya sudah mapan. Pengeluaran cukup besar untuk makeup. Harga bukan masalah besar bagi mereka

Gaya Hidup

Mereka cenderung untuk berhemat karena jumlah uang mereka tidak banyak untuk hiburan dan bergantung pada budget orang tua.

Mereka cenderung untuk berhemat karena jumlah uang mereka tidak banyak untuk hiburan

Mereka cenderung konsumtif karena mereka memiliki uang yang banyak untuk hiburan

Kepribadian dan Konsep Diri

Mereka lebih memilih untuk menggunakan makeup yang mereka anggap sangat unik dan menarik

Mereka lebih memilih untuk menggunakan makeup yang mereka anggap sesuai dengan diri dan pekerjaan mereka

Mereka memilih makeup yang dapat menunjukkan citra mereka

Psychological

Motivasi

Sebagian besar mereka menggunakan produk makeup agar seperti idola mereka atau yang menurut mereka keren

Motivasi mereka bisa datang dari pihak internal dan eksternal ketika ingin menggunakan makeup karena mereka memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap per-makeup-an dengan harga yang tetap terjangkau.

Motivasi banyak didapat dari rekomendasi kerabat

Persepsi

Sebagian besar mereka memandang bahwa menggunakan make up merupakan suatu kegiatan yang trendy dan up to date, terlebih jika mirip dengan idola mereka

Sebagian besar mereka memandang bahwa menggunakan make up merupakan suatu hiburan dan suatu kegiatan yang trendy dan up to date

Sebagian besar mereka memandang bahwa menggunakan makeup merupakan kebutuhan untuk menutupi kekurangan, seperti flek hitam tanda penuaan

Kepercayaan dan Sikap

Mereka percaya bahwa makeup adalah perawatan diri dan mengikuti tren

Mereka percaya bahwa makeup adalah tren

Mereka percaya bahwa makeup adalah kebutuhan untuk menutupi kekurangan

Contoh

Dengan melihat dari sudut pandang konsumen, perusahaan dapat memposisikan diri untuk bisa sesuai dengan apa yang konsumen butuhkan.

Buying Decision Behavior

Pembelian makeup bukan sesuatu yang kerap dilakukan. Akan tetapi, industri kosmetik merupakan industry yang cukup unik karena perilaku pembeli dapat bersifat high involvement atau low involvement dilihat dari tingkat risiko. Ada produk makeup yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi karena berdampak langsung ke wajah, tetapi ada juga produk yang tingkat risikonya cukup rendah karena sifatnya hanya sebagai penghias sementara. 

Gambar 11

Gambar 11. Perilaku keputusan pembeli

     Contohnya seperti bedak dan foundation, yaitu produk yang langsung menempel di wajah. Apabila tidak cocok, dapat berdampak langsung ke wajah dalam waktu yang cukup panjang, seperti jerawat, beruntusan, kusam, dan lain-lain. Hal ini sangat dihindari oleh sebagian besar pengguna makeup. Maka dari itu, untuk membeli suatu produk makeup, dibutuhkan proses pembelajaran atas suatu produk yang cukup panjang. Di sisi lain, produk pewarna bibir tidak memiliki keterlibatan yang cukup tinggi pada konsumen sehingga konsumen akan mencari variasi pada produk pewarna bibir. Dapat dikatakan bahwa industri produk makeup memiliki keberagaman perilaku konsumen, yaitu complex buying behaviour dan variety -seeking behaviour. Ada produk makeup yang membutuhkan proses pembelajaran dan ada produk makeup yang membutuhkan banyak variasi.

Buyer Decision Process

Dari rangkaian proses tersebut, tahapan yang menurut kami paling mungkin untuk dipengaruhi adalah tahap need recognition dan information research. Hal ini disebabkan pada tahap evaluation of alternatives, purchase decision, dan postpurchase behaviour bersifat sangat personal bergantung penggunanya.

Gambar 12. Tahap keputusan pembeli

     Pada tahap need recognition, Pixy berhasil untuk memikat konsumen dengan memahami apa yang konsumen butuhkan saat ini. Melalui lini produk Make it Glow, Pixy berhasil memahami keinginan konsumen untuk mendapatkan tampilan wajah yang glowing atau bercahaya. Selanjutnya, pada tahap information research, Pixy berhasil menggandeng beauty influencer untuk mengulas produk. Menurut prinsip word of mouth, konsumen akan lebih rela mengeluarkan uang untuk membeli suatu produk yang sudah jelas dampaknya (Kotler dan Armstrong, 2017). Ulasan dari beauty influencer berpengaruh signifikan pada pencarian youtube sebagai berikut.

Gambar 13. Tren Pencarian Youtube

     Meninjau dari apa yang dilakukan Inez, Inez belum memaksimalkan tahap pemahaman kebutuhan konsumen. Hal ini terlihat dari kurangnya inovasi pada produk-produk Inez. Pada tahap information research, hanya sedikit konten yang mengulas produk Inez. Hal ini menyebabkan konsumen kurang informasi terhadap produk-produk dan merk Inez.

Bahkan ketika suatu bangunan hancur, brand akan tetap bertahan karena brand akan tetap tinggal di benak konsumen (Kotler dan Armstrong, 2017).

Credit
  • Building Strong Brands

Dalam membangun kepercayaan konsumen, perlu adanya merk atau brand yang kuat. Bahkan ketika suatu bangunan hancur, brand akan tetap bertahan karena brand akan tetap tinggal di benak konsumen (Kotler dan Armstrong, 2017). Untuk mencapai brand yang kuat di benak masyarakat, berikut tahapannya.

Gambar 14. Membentuk brand yang kuat

Positioning

Gambar 15. Perubahan logo dan tagline Pixy

Dalam positioning, suatu produk dapat melekatkan sesuatu terhadap brand, bisa dapat berupa produk, manfaat, atau nilai. Brand pixy memiliki tagline “my beauty, my energy”. Pixy mencoba menyampaikan bahwa dengan beauty yang dimiliki konsumen akan memberikan energi. Ketika seorang perempuan merasa cantik, dia akan terlihat percaya diri, merasa baik, nyaman, dan berenergi. Perlu diketahui bahwa positioning sebuah merk dapat direvisi. Sebelumnya, Pixy menggunakan tagline "truly asian beauty", kini berubah menjadi "my beauty, my energy". Adanya perubahan logo dan tagline ini menjadi wajah baru untuk Pixy dan mulai dari sini lah Pixy mulai melangkah lagi. Sedangkan Inez tidak memiliki tagline, dan sejauh ini tidak ada value yang coba disampaikan melalui promosi promosinya. 

Name Selection

Pemilihan nama biasanya dilakukan sebelum memulai usaha. Apabila sudah ada nama merk, yang perlu dilakukan adalah proteksi nama tersebut dan bagaimana agar konsumen mengetahui bahwa suatu brand identik dengan suatu produk. Banyak contoh yang kita ketahui, seperti IKEA yang identik dengan furniture dan Aqua yang identik dengan air mineral. Menjamurnya brand makeup menjadikan persaingan sangat ketat sehingga untuk mencapai proteksi juga akan lebih sulit.  

Sponsorship

Suatu produsen dapat memilih empat opsi untuk menjadikan produknya menjadi sebuah merk, yaitu national brand, store brand, licensing, atau co-branding.  National brand adalah brand yang memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. Store brand adalah brang yang memasarkan produk yang diproduksi pihak lain. Licensing adalah brand yang meminjam brand lain secara kontrak untuk mendapatkan popularitas yang sama. Co-branding terjadi ketika dua brand dari perusahaan berbeda bergabung untuk menciptakan produk baru. 

     Baik Pixy maupun Inez memilih opsi sponsor national brand. Akan tetapi, Inez memilih opsi lebih jauh, yaitu juga melisensi artis Ivan Gunawan untuk menjadi brand. Produk licensing ini cukup diterima baik oleh konsumen. Dapat dikatakan, Inez kini memiliki brand Inez yang berdiri sebagai national brand dan brand Ivan Gunawan Cosmetics by Inez. Akan tetapi, fokus dalam penelitian mini adalah produk Inez yang merupakan national brand karena Inez sebenarnya memiliki potensi yang sangat kuat dengan keberadaannya yang sudah cukup senior.

     Dalam co-branding, sebuah brand dapat berkolaborasi dengan brand lain untuk menambah competitive advantage. Baik Pixy maupun Inez belum ada yang pernah melakukan konsep co-branding ini. Di merk lain, bisa diambil contoh Goban x Molita Lin, Elshe Skin x Tasya Farasya, atau untuk merk korea seperti Innisfree x Toy Story, The Face Shop x Disney. Kolaborasi ini dapat memikat dua segmen pasar.


Development

Gambar 16. Perkembangan brand

Pixy menggunakan line extension dengan menambah lini produk dengan tema baru, seperti seri Make It Glow. Melihat berkembang pesatnya industri kosmetik di Indonesia, sepertinya merk makeup masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan bisnisnya dengan mengembangkan lini produk



Dari seluruh analisis tersebut, diketahui bahwa masalah yang dimiliki Inez adalah kurangnya produk yang sesuai dengan tren masa kini, promosi yang kurang terjangkau oleh konsumen, dan brand yang belum melekat di hati konsumen. Oleh karena itu, ada beberapa yang dapat dipertimbangkan oleh Inez untuk dilakukan ke depannya, yaitu sebagai berikut. 

MasalahSolusi
Produk yang kurang sesuai dengan tren masa kini
Membuat lini produk yang sesuai tren dengan kualitas yang baik
Promosi yang kurang terjangkau oleh konsumen
Melakukan embenahan Web site
Bekerja sama dengan Beauty Influencer
Kolaborasi produk dengan beauty influencer atau brand lain
Mengikuti acara pameran-pameran makeup
Brand yang belum melekat di hati konsumen
Membuat tagline dari Inez


     Untuk menanggapi masalah kurangnya produk yang sesuai dengan tren masa kini, kami menyarankan Inez untuk membuat lini produk yang sesuai tren dengan kualitas yang baik. Inez dapat melihat tren yang sedang berlangsung saat ini dan menganalisis apakah tren tersebut bertahan lama atau tidak. Dengan membentuk lini produk sesuai tren dengan kualitas yang baik, masyarakat akan penasaran dengan produk baru dari Inez dan kemudian mulai mempelajari apakah produk Inez cukup baik dan pantas untuk dibeli. Pada saat ini, banyak sekali pilihan tren yang belum Inez coba, seperti Korean Beauty dan Glass Skin. Untuk produk, Inez bisa mencoba primer, cushion, foundation, dan liptint. 

     Untuk menanggapi masalah promosi yang kurang terjangkau oleh konsumen Inez, kami menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, melakukan pembenahan website. Web site merupakan salah satu media komunikasi brand dengan konsumen. Inez perlu untuk merombak tampilan website menjadi lebih komunikatif, informatif, profesional, dan nyaman dipandang. Hal ini akan memberikan citra yang baik di masyarakat bahwa brand Inez cukup memperhatikan detail. Kedua, bekerja sama dengan beauty influencer. Belajar dari Pixy dan banyak best practice lain, signifikan bagi suatu brand untuk bekerjasama dengan beauty influencer. Ulasan yang baik dari beauty influencer akan sangat mempengaruhi perilaku konsumen. Melihat dari yang sudah dilakukan, biasanya brand akan mengirimkan barang kepada beauty influencer untuk diulas. Timbal balik positif atas penggunaan produk akan berdampak positif pada pembelian. Ketiga, Kolaborasi produk dengan beauty influencer atau brand lain. Seperti lini produk Goban X Molita Lin, Elsheskin X Tasya Farasya, Innisfree X Toy Story, The Face Shop X Disney, Inez dapat mencoba hal serupa untuk memikat hati konsumen pada dua segmen pasar yang berbeda yaitu segmen pasar Inez sebelumnya dan segmen pasar beauty influencer  atau brand tersebut. Keempat, Mengikuti acara-acara pameran makeup. Beberapa waktu lalu, terdapat acara Jakarta X Beauty yang diadakan oleh salah satu forum kecantikan dan perawatan diri terbesar di Indonesia, yaitu Female Daily Network. Pada acara itu, banyak brand-brand baru yang memperkenalkan produknya. Hal ini juga dapat dilakukan oleh Inez untuk memperkenalkan produk barunya atau bahkan memperkenalkan kembali produknya. Melalui acara ini, Inez juga dapat meningkatkan tingkat pengetahuan konsumen akan produk dan brand dari Inez

    Untuk menanggapi masalah brand yang belum melekat di hati konsumen, kami menyarankan Inez untuk membuat taglineInez perlu melihat ulang perusahaan, apa nilai yang sebenarnya ingin dibawa kepada konsumen. Dengan pertimbangan yang jelas dan matang, konsumen pun akan memiliki persepsi yang jelas kepada Inez, untuk siapa produk ini dituju, apa nilai yang akan dibawa, dan mengapa Inez ada. Lebih jauh, Inez tentu akan dilihat lebih dari hanya sekedar makeup.



Sumber:

Ekarina. (2019). Tren  Perawatan Kecantikan Naik, Industri Kosmetik Dipatok Tumbuh 9%. Retrieved  Oktober 5, 2019, from  https://katadata.co.id/berita/2019/04/10/tren-perawatan-kecantikan-naik-industri-kosmetik-dipatok-tumbuh-9

Indonesia  Investment. (2017). Cosmetics Indonesia: Rising Demand for Beauty &  Personal Care Products. Retrieved 2019 Oktober, 2019, from 5

Kemenperin.  (2018). Kian Kinclong, Industri Kosmetik Nasional Tumbuh 20 Persen. Retrieved Oktober 5, 2019, from https://kemenperin.go.id/artikel/18954/Kian-Kinclong,-Industri-Kosmetik-Nasional-Tumbuh-20-Persen

Kotler, Phillip dan Armstrong, Gary. (2017). Principles of Marketing (edisi 17). Edinburg: Pearson. 

Kumparan. (2017). Industri  Kosmetik di Indonesia Semakin Cantik . Retrieved Oktober 2019, 2019, from  https://kumparan.com/@kumparannews/industri-kosmetik-di-indonesia-semakin-cantik

Pratiwi, Winda Mizwar (2017). Studi Pemasaran Produk Kosmetik di Indonesia. Retrieved Oktober 2019, from https://www.slideshare.net/WindaMizwarPratiwi/studi-pemasaran-produk-kosmetik-di-indonesia



Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
alfifadhila99

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format