Matinya Sang Penguasa Pasar Kamera

1 abad lebih menguasai pasar kamera, namun kini mati tak berdaya


1
1 point

Sejarah Kodak

Kodak merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri fotografi, khususnya kamera film atau biasa disebut kamera analog. Perusahaan Kodak berdiri pada tanggal 4 September 1888 di kota Rochester, New York dengan nama Eastman Kodak Company. Pemberian nama Eastman mengacu pada salah satu nama pendirinya yakni George Eastman. Pendiri lain dari Eastman Kodak Company adalah Henry Strong. Selain memproduksi kamera film/analog, perusahaan Kodak juga menghasilkan mesin percetakan dan segala hal yang berkaitan dengan fotografi. Kehadiran The Kodak, kehadiran kamera pertama Kodak membawa angin segar bagi dunia fotografi modern. 

Kodak mampu mengubah kesulitan-kesulitan orang dalam menghasilkan sebuah foto yang pada akhirnya menyebabkan Kodak menguasai pasar kamera analog selama lebih dari 1 abad dengan membawa tagline “Kodak Moment” dan “You press the button, We do the rest” yang berarti “Kamu pencet tombol, maka kami lakukan sisanya”. Laman Metropolitan Museum of Art mendefinisikan Kodak sebagai “teman kamera”. Saat itu, Kodak memang sudah mendarah daging di kalangan pecinta kamera analog. Bahkan di Indonesia, sebutan Kodak merujuk pada kamera analog yang menandakan bahwa sudah kuatnya brand power dari Kodak sampai-sampai masyarakat Indonesia menganggap kamera Kodak sebagai representasi dari kamera analog, walaupun saat itu sudah ada beberapa brand lain. Kala itu, muncul juga istilah-istilah kodaking, kodakers, dan kodakery yang memiliki arti seperti googling pada masa kini. 

Kamera analog kodak

Sejarah Fujifilm

Fujifilm merupakan perusahaan yang bergerak di bidang film fotografi. Ia merupakan spin off dari perusahaan dari divisi film fotografi perusahaan, Dainippon Celluloid Company. Perusahaan yang bernama lengkap Fuji Photo Film Co., Ltd. ini didirikan pada tanggal 20 Januari 1934 di Jepang dengan tujuan untuk menjadi produsen film fotografi pertama. Selain memproduksi film-film fotografi, Fuji Photo juga memproduksi film-film bergerak dan film-film X-ray. Tahun 1940, perusahaan ini juga turut memproduksi lensa, alat optic, dan juga kacamata. 

Pasca Perang Dunia Kedua, Fuji Photo mulai merambah ke bisnis lain yakni menembus pemeriksaan medis (diagnosis sinar X), percetakan, pencitraan elektronik, dan medan bahan magnet. Pertengahan 1950-an, Fuji Photo mempercepat pembentukan dan penjualan produk ke luar negeri. Tahun 1962, Fuji Photo dan Rank Xerox Limited (saat ini bernama  Xerox Limited) yang berbasis di Inggris meluncurkan Fuji Xerox Co., Ltd. melalui perusahaan patungan. Tahun 1980-an, Fuji Photo memperluas produksi dan basis lain di luar negeri serta  meningkatkan laju globalisasi bisnisnya. Selain itu, Fuji Photo juga mengembangkan teknologi digital untuk bisnis terkait foto, medis dan percetakan. 

                                         

                     Kamera mirrorless Fujifilm                                                             Kamera retro  Fujifilm

Persaingan Kodak dan Fuji

Persaingan antara perusahaan Kodak dan perusahaan Fujifilm tidak dapat dihindari karena fokus mereka yang sama-sama menargetkan pasar kamera analog/film. Kodak yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat dan sudah menguasai hampir 90% pasar kamera analog di negara asalnya harus bersaing dengan Fujifilm yang mulai merambah pasar Amerika Serikat setelah berhasil menguasai pasar negara asalnya yakni Jepang. Menanggapi hal tersebut, Kodak pun tak mau kalah dan turut mengusik pasar Fuji di negeri Sakura tersebut. 

Walaupun sama-sama berusaha untuk menyerang dan mengganggu pasar pesaing nya, hal yang sebaliknya justru terjadi. Kehadiran Fuji diterima dengan baik oleh pasar Amerika Serikat dengan meningkatnya market share sebanyak 10% pada tahun 1990 sementara kehadiran Kodak di pasar Jepang justru kurang diterima. Hal ini tentu semakin membuat panas persaingan di antara dua perusahaan raksasa kamera analog tersebut. IBISWorld, sebuah perusahaan riset menyatakan bahwa hingga tahun 2012, Fujifilm menguasai hampir 40% dari pasar photofinishing di Amerika, sedangkan Kodak hanya 15%. Dapat dilihat bahwa semakin lama, perusahaan Kodak semakin kalah bersaing dengan Fujifilm.

Runtuhnya Kodak dan Bangkitnya Fujifilm

Persaingan yang terus menerus dilakukan oleh perusahaan Fujifilm terhadap perusahaan Kodak pada akhirnya membawa dampak bagi penjualan Kodak secara keseluruhan, tidak hanya di Amerika Serikat saja. Sejak kedatangan Fujifilm ke Amerika Serikat, produk-produk yang dijual oleh Kodak semakin lama semakin menurun penjualannya. Hal yang sebaliknya berlaku bagi Fujifilm dimana justru ekspansi mereka luar negeri umumnya dan ke Amerika Serikat khususnya menjadi keberhasilan mereka dalam menjual produk kamera Fujifilm. Fujifilm justru mengalami peningkatan penjualan.

Akhirnya pada tahun 2012, Kodak secara resmi mengumumkan bahwa mereka bangkrut dan keluar dari pasar. Fujifilm juga terancam untuk bangkrut andai saja Fujifilm tidak berinovasi dan membuka diri terhadap perubahan yang terjadi di pasar. Fujifilm sudah memprediksi bahwa pasar akan menuntut hal yang berbeda dari industri fotografi untuk menyesuaikan zaman. Karena itulah, Fujifilm berusaha merambah bisnis di bidang lain dan tetap konsisten di industri kamera namun melakukan sejumlah inovasi. Inovasi yang hingga saat ini mampu membuat Fujifilm tetap bertahan dan menjadi perusahaan yang besar adalah inovasi mereka untuk menghadirkan seri kamera mirrorless, yakni kamera dengan kemampuan seperti kamera DSLR namun memiliki bodi yang lebih kecil dan kompak sehingga lebih mudah untuk dibawa.

 

Data penjualan Fujifilm

Analisis 4P Marketing Mix

Kodak

Fujifilm

Product

Produk yang dijual oleh Kodak berupa kamera analog dengan desain retro. Untuk dapat melihat hasil jepretan dari kamera ini harus melakukan proses cuci cetak.

Produk yang dijual oleh Fujifilm berupa kamera retro/klasik. Perlu dilakukan proses cuci cetak untuk dapat melihat hasil foto yang dihasilkan dari kamera ini. Sedangkan produk kamera Fujifilm mirrorless masih berbentuk retro/klasik namun tidak perlu melakukan proses cuci cetak karena sudah digital.

Price

Harga yang ditawarkan untuk kamera Kodak mulai dari Rp150.000 hingga Rp1.400.000 dimana semua kamera yang ditawarkan tersebut merupakan karena Kodak sudah tidak produksi kamera lagi karena bangkrut.

Harga yang ditawarkan untuk kamera Fujifilm analog mulai dari Rp234.000 hingga Rp2.000.000 yang mana kamera tersebut adalah second. Sedangkan untuk harga kamera fujifilm mirrorless mulai dari Rp7.500.000 hingga Rp90.000.000 untuk harga baru dan bisa jauh lebih murah untuk kamera second.

Place

Pada awalnya, kamera analog yang dijual oleh Kodak berpusat di Amerika Serikat. Seiring bertambahnya peminat dan penggiat fotografi analog, Kodak merambah pasar di luar Amerika Serikat.

Fujifilm merupakan perusahaan asal Jepang yang pada mulanya hanya menjual produknya di negara Jepang. Seiring bertambahnya peminat dan peluang pasar dari luar Jepang, Fujifilm merambah pasar di luar Jepang. 

Promotion

Untuk promosi produk kameranya, Kodak mengandalkan mouth to mouth karena era tersebut belum ada website dan sosial media. Selain itu, Kodak juga mendirikan spanduk dan baliho di beberapa titik di berbagai negara yang sekiranya dapat menjadi pasar mereka. Kodak juga mendistribusikan kamera-kamera mereka ke perusahaan yang mereka percayai di berbagai negara.

Untuk melakukan promosi produk kamera analognya, Fujifilm mendirikan beberapa baliho dan spanduk yang dipasang di beberapa titik di berbagai negara yang sekiranya dapat menjadi target pasar mereka. Selain itu, Fujifilm juga mendistribusikan kamera-kamera mereka ke berbagai perusahaan yang mereka percayai di berbagai negara. Untuk melakukan promosi produk kamera mirrorless, Fujifilm  menggaet fotografer-fotografer dan memberi mereka kamera gratis agar digunakan dan hasilnya dipajang di website maupun sosial media Fujifilm

The Buyer Decision Process

  1. Need recognition

Pada tahap ini, konsumen dari Kodak dan Fujifilm menyadari bahwa peralatan fotografi yang ada saat itu tidak efektif dan efisien karena terlalu berat, terlalu banyak, dan terlalu mahal. Untuk menghasilkan sebuah foto, perlu biaya dan waktu yang tidak sedikit. Hal tersebut menyebabkan tidak semua dapat mengakses dan dengan mudah melakukan fotografi. 

Kehadiran Kodak dan Fujifilm ibarat angin segar di tengah padang pasir. Inovasi dan terobosan yang dibawa oleh kedua brand tersebut mampu menjadikan fotografi sebagai sebuah hal yang dapat diakses oleh semua orang. Alat berupa kamera yang ditawarkan oleh Kodak maupun Fujifilm lebih ringan dan tentu lebih murah dibandingkan dengan alat-alat fotografi yang pada saat itu sudah tersedia di pasar.

  1. Information search

Pada tahap ini, konsumen kamera maupun orang yang tertarik di bidang fotografi terus melakukan pencarian untuk mendapatkan alternatif dari alat-alat fotografi yang sudah ada. Pada akhirnya mereka menemukan dan mendapatkan brand Kodak dan Fujifilm. Tidak berhenti sampai disitu, konsumen juga harus menggali informasi lebih dalam mengenai Kodak dan Fujifilm. Hasil jepretan mana yang lebih bagus, lebih tahan mana antara mereka berdua, maupun lebih nyaman di antar kedua brand tersebut adalah beberapa hal yang perlu dicermati, dicari dan diteliti lebih dalam lagi calon konsumen. 

  1. Evaluation of alternatives

Pada tahap ini, konsumen melakukan evaluasi terkait pilihan-pilihan yang sudah mereka cari dan dapatkan dari tahap sebelumnya. Mereka membandingkan di antara kamera Kodak dan Fujifilm, manakah yang sekiranya lebih cocok bagi kebutuhan mereka. Apakah kamera Kodak lebih tahan lama dibandingkan kamera Fujifilm adalah satu dari beberapa yang seharusnya mereka tanyakan kepada diri mereka dan kepada orang lain sebelum memutuskan akan membeli kamera yang mana.

  1. Purchase decision

Pada tahap ini, konsumen harus memutuskan manakah produk yang akan dibeli. Ada 2 hal yang dapat mempengaruhi pembelian konsumen yaitu attitude of others dan unexpected situational factors. Attitude of others dapat berupa pengaruh dari teman, kenalan, maupun keluarga yang mendukung ataupun melarang untuk membeli suatu produk. Contohnya adalah ibu dari konsumen berpikiran bahwa seharusnya konsumen membeli produk Kodak maka konsumen cenderung akan mengikuti perkataan ibu nya tersebut karena ibu adalah orang dianggap penting oleh konsumen. Unexpected situational factors berupa faktor dari luar yang tidak terduga, misal ada teman, kenalan, atau pun keluarga yang tiba-tiba cerita bahwa produk Kodak tidak bagus maka konsumen bisa saja tidak jadi beli.

  1. Postpurchase behavior

Pada tahap ini, konsumen akan mengevaluasi terhadap barang maupun produk yang sudah mereka beli. Jika mereka puas dengan hasil dari barang atau produk tersebut, mereka cenderung akan menyebarkannya dan memberikan ucapan positif serta merekomendasikan kepada teman-teman nya yang lain. Namun jika konsumen

Individual Product Decision

  1. Product Attributes

Kualitas yang ditawarkan oleh Kodak maupun Fujifilm sudah yang terbaik di kelasnya pada era itu. Kehadiran dua brand tersebut memudahkan konsumen yang memang memiliki hobi di bidang fotografi untuk semakin menekuninya.

  1. Branding

Kodak merupakan brand asal Amerika Serikat dan sudah mendunia, sedangkan Fujifilm adalah brand asal Jepang dan juga sudah mendunia.

  1. Packaging

Kodak dan Fujifilm sama-sama memiliki packaging beruba wadah yang berisi kamera ketika membelinya.

  1. Labelling and Logos

Logo yang dimiliki oleh Kodak berwarna merah cetar dan kuning agak orange, sedangkan logo Fujifilm lebih simple dengan background putih dan tulisan berwarna hitam dan ada sedikit aksen merah.

  1. Product Support Services

Kodak tidak memiliki website yang hingga sekarang masih aktif sehingga konsumen akan kesulitan untuk mengadukan terkait layanan perusahaan, sedangkan Fujifilm memiliki website yang hingga sekarang masih aktif sehingga konsumen mudah untuk menyampaikan aduan.

Kesimpulan dan Saran 

Belajar dari kesalahan Kodak yang tidak mau untuk berinovasi dan fleksibel terhadap perkembangan serta permintaan pasar, sebuah brand seharusnya lebih terbuka terhadap berbagai perkembangan yang ada. Fujifilm sudah mampu membuktikan bahwa inovasi dan penyesuaian terhadap tuntutan zaman itu memang perlu dilakukan agar dapat bertahan di bisnis. Saran bagi Kodak adalah seharusnya ia berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman.

Referensi

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd

Sumber 

https://tirto.id/sejarah-tragis-george-eastman-pencipta-kodak-yang-mati-bunuh-diri-cDRV

https://hargafujifilm.wordpress.com/2018/07/17/sejarah-singkat-perusahaan-fujifilm/

https://marketeers.com/36-duel-kodak-vs-fuji-di-amerika-dan-jepang/

https://mix.co.id/corcomm-pr/corporate-news/gilasan-perubahan-kenapa-fujifilm-mampu-bertahan-sementara-kodak-bangkrut/

https://tekno.kompas.com/read/2017/01/17/19050077/fujifilm.dulu.dan.sekarang?page=all

https://swa.co.id/swa/trends/marketing/kamera-fujifilm-melawan-guncangan-digital

https://edukasi.kompas.com/read/2012/03/12/07403289/Jangan.Remehkan.Pesaing

Kodak vs Fujifilm


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format