Sony vs Apple : Xperia terbunuh oleh Maha Karya Steve Jobs

Perusahaan teknologi informasi dan komunikasi raksasa dunia bersaing habis-habisan di pasar global untuk memenuhi permintaan baru yang melonjak yaitu smartphone.


3
3 points

Semakin majunya teknologi informasi dan taraf hidup  masyarakat mengakibatkan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan dan produk yang digunakan. Ponsel bukan lagi hanya sebuah pelengkap, di zaman ini ponsel sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan. Semakin berkembangnya teknologi terutama informasi dan komunikasi terlebih lagi dengan ditemukannya internet, kebutuhan akan akses cepat dimanapun dan kapanpun meningkat drastis. Orang-orang menuntut kepada perusahaan-perusahaan teknologi untuk semakin mengembangkan inovasinya. Perusahaan teknologi informasi dan komunikasi raksasa dunia bersaing habis-habisan di pasar global untuk memenuhi permintaan baru yang melonjak yaitu permintaan akan smartphone (ponsel pintar). 

Kebutuhan smartphone telah menjadi kebutuhan gaya hidup yang dianggap penting bagi sebagian masyarakat modern saat ini. Fenomena tersebut mendukung munculnya banyak perusahaan smartphone yang menawarkan produknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan teknologi komunikasi. Terdapat beberapa merek smartphone yang bersaing di Indonesia antara lain Samsung, Apple, Nokia, BlackBerry, Sony, LG, Lenovo, dan lain-lain. Pasar smartphone yang semakin meluas menyebabkan persaingan yang ketat diantara para kompetitor perusahaan di bidang telekomunikasi.

Banyaknya jenis dan merek smartphone yang ditawarkan di pasar membuat konsumen memiliki banyak pilihan dan hal ini sangat mendorong para produsen untuk menjual produknya dengan kualitas yang baik dan harga yang komptetitif. Perusahaan Smartphone yang melihat sebuah fenomena bahwa semakin meningkatnya pengguna smartphone di Indonesia, membuat mereka berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan para konsumennya dan juga terus berusaha untuk menguasai pangsa pasar yang ada. Faktor-faktor yang menjadi alasan bagi konsumen untuk melakukan pembelian terus ditingkatkan, seperti fitur, harga, citra merek, promosi, garansi, kualitas produk, dan lain-lain. Dari sekian banyak perusahaan teknologi komunikasi, tidak semua dapat bertahan dalam persaingan. Salah satu merek Smartphone yang tidak lagi berada di pasaran dan sudah terhenti produksinya yaitu merek Sony.

Hasil gambar untuk lambang merek sony

Karir perusahaan Sony di bidang teknologi komunikasi diawali dengan melakukan Joint Ventura membuat sebuah perushaan bernama Sony Ericsson. Sony ericsson merupakan perusahaan patungan yang didirikan pada tanggal 1 oktober 2001 oleh perusahaan elektronik Jepang Sony Corporation dan perusahaan telekomunikasi Swedia Ericsson untuk memproduksi ponsel. Alasan lain untuk usaha ini adalah untuk menggabungkan keahlian elektronik konsumen Sony ericsson dengan pengetahuan teknologi di sektor komunikasi.

Pada bulan Agustus 2001, kedua perusahaan (Sony dan Ericsson) telah merampungkan persyaratan merger mengumumkan pada bulan April. Perusahaan ini memiliki tenaga kerja awal 3.500 karyawan. Penggabungan kedua Perusahaan tersebut tidak berjalan mulus, pangsa pasar ericsson benar-benar jatuh dan pada bulan Agustus 2002, Ericsson mengatakan akan berhenti membuat ponsel dan mengakhiri kemitraan dengan Sony jika bisnis terus mengecewakan. 

https://mmc.tirto.id/image/2017/02/01/SejarahSONY-01.jpg

Strategi Sony Ericsson adalah merilis ponsel model baru yang memiliki kemampuan seperti foto digital serta kemampuan multimedia lainnya seperti mendownload dan melihat klip video dan kemampuan manajemen informasi pribadi. Untuk tujuan ini merilis beberapa model baru yang sudah built-in kamera digital dan layar warna adalah hal yang baru pada saat itu. Perusahaan ini mengalami kegagalan dalam misalnya untuk menjadi top seller hanset multimedia dan berada di tempat ke lima dan berjuang pada tahun 2005. Konsentrasi sony Ericsson saat ini dalam memproduksi ponsel meliputi : musik, kamera, bisnin (Web dan Email), Desain, eco-friendly, dan anggaran telepon terfokus.

Namun penjualan ponsel Sony ericsson kian hari kian melemah, terutama pada segmen mid-high end, menyebabkan pendapatan perusahaan ponsel nomer lima di dunia tersebut turun hingga 92 persen dibandingkan tahun 2004 di semester yang sama. Dilaporkan informationweek, pendapatan bersih sony ericsson anjlok menjadi sekitar USD9,5 juta dari sekitar USD348 Juta di semester yang sama tahun 2004. Penjualan sony ericsson pun tercatat menurun, dari sekitar USD4,9 Miliar unit menjadi USD4,46 miliar unit. Hal ini disinyalir menjadi pertimbangan besar bagi Sony Ericsson untuk memberhentikan sejumlah 2000 karyawannya untuk menyelamatkan anggaran belanja perusahaan tahunan sekitar USD474 Juta. Secara umum perusahaan ponsel yang merupakan leburan dua perusahaan Sony dan Ericsson ini merugi USD 3,1 juta pada kuartal dua tahun 2005, dan hanya berhasil menjual sekitar 122 juta unit. Meskipun mengalami kerugian, kedua perusahaan tersebut tetap memutuskan untuk meneruskan kerjasamanya.

Seiring berjalanya waktu, pasar ponsel mengalami pergesaran besar-besaran ke arah smartphone. Pada tahun 2007, merupakan tahun emas bagi Sony Ericsson karena produk mereka diminati oleh masyarakat seperti seri Walkman dan cybershotnya. Namun pada tahun 2008, Sony Ericsson mulai dikalahkan Apple dengan merilis iPhone dan mengubah wajah smartphone serta Blackberry. Hingga pada tahun 2009 Sony Ericsson kembali mengalami banyak kerugian dan memutuskan untuk mengakhiri kerjasamanya.

Salah satau faktor yang menyebabkan kedua perusaaan ini berpisah adalah kalah saing dengan adanya android. Karena pada saat itu Sony Ericsson masih mengadopsi sistem operasi Symbian dari nokia dan saat itu juga, customer banyak yang beralih mengunakan android. Hal ini lah merupakan awal dari kegagalan Sony Ericsson. Pada Oktober 2011, kedua perusaaan secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah berpisah, banyak yang memberikan spekulasi bahwa mereka sudah berbeda pandangan dan tujuan. Kini Ericsson sudah tidak lagi membuat ponsel dan berfokus sebagai produsen perangat jaringan telekomuniasi, Ericsson akan berkonsentrasi pada pasar nirkabel secara penuh. Sedangakan Sony mengembangkan produk smartphone-nya sendiri dibawah nama Sony Mobile.

Awal tahun 2012 ini menjadi titik penting bagi Sony. Per tanggal 15 Februari 2012, Sony Mobile Communications telah menjadi 100 persen anak perusahaan Sony. Sebagai bagian dari Sony Group, Sony Mobile Communications berharap berada dalam posisi yang semakin kuat dalam memberikan pengalaman hiburan terkoneksi kepada konsumen. Mengawali keberadaannya, Sony Mobile Communications hadir dengan penuh gebrakan. Melalui Portfolio Xperia, Sony menggabungkan teknologi terbaik dari Sony, konten dan layanan premium.

Hasil gambar untuk sony xperia

Akan tetapi, dengan penguasaan pasar smartphone oleh Iphone, Samsung, Oppo, dan Xiaomi, Sony tetap tidak berhasil dalam penguasaan pasar smartphone dengan produknya. Hasil gambar untuk infografik penjualan smartphone

IDC (International Data Corporation) pada 2018 meluncurkan laporan terbarunya terkait pengapalan smartphone di Indonesia. Penjualan smartphone di Indonesia mampu mencapai 9,4 juta unit pada kuartal kedua 2018 dengan pertumbuhan 22 persen dari kuartal sebelumnya, dan 18 persen jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu. Dengan demikian, penjualan unit smartphone pada kuartal ini diklaim menjadi yang paling tinggi di Indonesia. Adapun penjualan smartphone didominasi oleh lima vendor paling teratas (Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Advan) dengan total 85 persen pasar smartphone lokal. Bahkan di Indonesia Sony hanya mendapatkan market share kurang dari 15 persen. 

Bisnis smartphone Sony Mobile semakin seret. Dalam laporan keuangan untuk kuartal fiskal kedua 2018, perusahaan Jepang tersebut melaporkan pengapalan smartphone sebesar 1,6 juta unit. Angka itu turun jauh, sebesar 1,8 juta unit atau tak sampai setengah dari pengapalan smartphone Sony Mobile di periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 3,4 juta unit. 

Grafik penjualan smartphone Sony kuartal-III 2018

Sony turut memproyeksikan bisnis ponsel pintarnya akan terus merugi hingga awal 2020. Pada kuartal fiskal kedua 2018 yang berakhir pada 30 September lalu, bisnis smartphone Sony Mobile membukukan kerugian sebesar 265 juta dollar AS dari pendapatan 1 miliar dollar AS. Kerugian yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya ini menurut Sony Mobile disebabkan oleh turunnya penjualan smartphone besutannya di wilayah Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Untuk tahun fiskal 2019 yang berakhir pada Maret 2019, Sony Mobile kembali memangkas proyeksi pengapalan smartphone menjadi 7 juta unit, setelah sebelumnya dipotong dari 10 juta unit menjadi 9 juta unit pada Juli lalu. Kerugian diprediksi mencapai 841 juta dollar AS.

Tahun terakhir Sony bekerjasama dengan Ericsson berbuah 100 juta unit penjualan perangkat seluler. Di awal kelahiran Xperia, hasil penjualan pun tak buruk. Xperia, merujuk pemberitaan Techradar, sukses menempatkan Sony sebagai perusahaan pemilik 9 persen pangsa pasar smartphone dunia.

Namun, lambat laun Xperia tak bisa bersaing dengan kompetitornya, khususnya Samsung dan pemain-pemain asal Cina. Pada 2012, Sony rugi $6,4 miliar dan pada pertengahan 2014, kerugian pun tidak kunjung bisa ditebus. Kala itu, hanya dari bisnis mobile, yang menaungi Xperia, perusahaan merugi $1,6 miliar. Akibat kerugian itu, perusahaan menjual Vaio, unit bisnis laptop Sony kepada Japan Industrial Partners senilai $490 miliar.

Ada beberapa faktor penyebab kehancuran Sony. Pertama, Sony dan juga pabrikan asal Jepang lain, ditekan oleh para kompetitornya khususnya dari Cina. Perusahaan seperti Xiaomi, Oppo, hingga Vivo sanggup memberikan produk dengan kualitas bersaing namun dengan harga yang jauh lebih kompetitif. Kedua, strategi fiskal Sony dianggap salah. Yen Jepang terlalu kuat sehingga produk-produk yang keluar dari negeri tersebut sukar bersaing dengan perusahaan asal negeri-negeri lain yang kurs mata uangnya lebih lemah. Terakhir, Sony dianggap kurang gagasan. Sony memang dikenal perusahaan yang kaya akan inovasi dan sangat sering berinovasi, hanya saja arah inovasi mereka tidak sesuai dengan permintaan pasar pada saat ini.

APPLE

Apple dengan produk Iphone-nya merajai pasar smartphone di dunia termasuk Indonesia. Saham Apple melonjak lebih dari 207 dollar AS (sekitar Rp 3 juta) per lembar saham dari ketika awal didirikan. Seperti kebanyakan perusahaan kelas kakap lain, perjalanan Apple tidak selalu menuai keberhasilan.

Apple didirikan oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne pada tahun 1976 di sebuah bagasi. Ketiga inovator tersebut mempunyai angan-angan mendirikan sebuah perusahaan teknologti dengan misi menjadi pionir perusahaan pembuat komputer dan merevolusi mesin industri yang besar serta rumit menjadi lebih kecil, sederhana dan murah sehingga bisa menjadi produk masal. Bisnis Apple mulai tersendat tahun 1985 dikarenakan turunnya Steve Job dari jabatan CEO dan digantikan oleh John Scolley. Karena konflik manajemen tersebut, bisnis Apple semakin terpuruk, eksistensinya terhimpit di pasa komputer pribadi disebabkan tidak adanya inovasi terhadap produknya sedangkan produk lamanya gagal dipasaran.

Pada kuartal akhir 1985, Apple mencataan kerugian sebesar 867 dollar AS pada saat itu, di mana total valuasi sahamnya tak lebih dari 3 miliar dollar AS. Tahun 1996, Gil Amelio didapuk menjadi CEO Apple menggantikan Michael Spindler. Karena masih dalam krisis, Amelio melakukan pemecatan karyawan besar-besaran dan memotong biaya di beberapa sektor. 

90 hari menuju kebangkrutan Bisnis Apple masih terombang-ambing tahun 1997.Tahun tersebut menjadi titik kritis Apple. Dominasi perusahaan Microsoft milik Bill Gates di pasar komputer personal khususnya di Amerika menghantam stabilitas bisnis Apple di Sillicon Valley. 

Titik balik Apple terjadi di tanggal 15 Agustus 1998, Apple memperkenalkan terobosan komputer all-in-one bernama iMac G3 setelah posisi CEO kembali berada di tangan Steve Jobs. iMac menggabungkan teknologi modern dan desain yang unik. Debut “pertama” Jobs di Apple ini menuai hasil positif. Hanya dalam lima bulan setelah dirilis, iMac terjual hampir 800.000 unit. Inovasi lain mulai dikembangkan, seperti ditelurkannya iPod pada 2001 yang terjual lebih dari 400 juta unit. Hadirnya iPod mengkuhkan posisi Apple yang tak hanya menjadi perusahaan kompter semata. Langkah Apple menjadi perusahaan yang tak hanya memproduksi komputer saja dipertegas pada tahun 2007. Dalam acara Macworld Expo 2007, Jobs mengumumkan Apple Computer, Inc berubah nama menjadi Apple Inc. Tahun tersebut menjadi tahun bersejarah bagi pasar ponsel genggam ketika Apple secara resmi mengumumkan produk smart phone yaitu iPhone. 

Image result for first iphone hd

iPhone memecahkan rekor penjualan yang mencapai 270.000 unit hanya dalam waktu 30 jam setelah dirilis. Saat Jobs mengumumkan iPhone pertama kali, nilai Apple naik mencapai angka 73,4 miliar saat itu. Sampai sekarang iPhone berhasil menguasai pasar dengan market share sebesar 22 persen meskipun bermunculan berbagai macam kompetitor seperti Samsung, dan beberapa merek smart phone dari perusahaan Cina yang terkenal dengan harganya yang murah seperti Oppo dan Xiaomi. Dari kesuksesan iPhone ini, sebuah situs statistik bernama Statista.com membuat satu infografis perjalanan iPhone. Menurut analisa Statista, sampai mulai diluncurkan pertama kali sekarang, Apple telah berhasil menjual perangkat iPhone sebanyak 218 juta buah.

Image result for infografik apple

Sony VS iPhone

Baik Sony maupun Apple sama-sama memulai bisnis di bidang smartphone pada tahun 2007 dimana Apple dengan meluncurkan iPhone mengubah wajah ponsel genggam kepada dunia yang kemudian diikuti oleh perusahaan komunikasi raksasa lainnya termasuk Sony dari Jepang. Keduanya juga sama-sama mengubah cara orang-orang berkomunikasi. Sony dimulai dari tahun 1946 mengubah dunia dengan Walkman dan Playstation sedangkan Apple mulai tahun 1998 mengubah bagaimana orang-orang menggunakan komputer dan pada tahun 2007 menggeser cara pemakaian telefon genggam dengan meluncurkan smartphone. Dua perusahaan ini pernah menjadi raja teknologi di era yang berbeda. Meskipun Sony masih menjadi raksasa perusahaan teknologi tetapi tetap tidak bisa bersaing di pasar smartphone dengan projek Xperia-nya. 

Sony Xperia

iPhone

Strenght

Diversitas Produk 

Berada dalam naungan 

Inovatif 

Kualitas 

Mudah 

Weakness

Kurangnya pemahaman terhadap permintaan konsumen 

Nama Sony Xperia tidak mendapat perhatian dari konsumen smartphone 

Targeting 

Harga 

Opportunity

Pasar smartphone terus berkembang  

Meningkatkan permintaan dan penjualan karena mempunyai image dan prestigate dari konsumen atas produknya yang dikenal dimiliki oleh kalangan upper-class.

Produk iPhone berada dalam naungan Apple Inc. 

Partnership 

Threath

 Persaingan pasar smartphone sangat intens

 Sulit menguasai pasar Asia 

Strenght

Sony

Diversitas – Produk smartphone keluaran Sony yaitu Sony Xperia memiliki diversitas produk yang dapat memenuhi kriteria permintaan segmen konsumen yang beragam.

Berada dalam naungan Sony – Sony Xperia merupakan produk keluaran Sony yang dikenal akan keawetannya dan sudah tidak asing bagi konsumen terutama di Asia.

iPhone

Inovatif – iPhone merupakan telfon genggam pertama yang menyajikan fitur touch screen yang baik.

Kualitas – iPhone dinilai tahan banting dan tidak mudah lecet

Mudah digunakan – Karena fitur touch screen yang baik membuat pengguna telfon genggam lebih mudah ketika menggunakannya dan setuju dengan anggapan “smartphone”

Weakness

Sony

Kurangnya pemahaman terhadap permintaan konsumen – Pengguna smartphone sekarang kebanyakan merupakan generasi millenial dan Sony dianggap tidak mampu membaca kriteria permintaan dari generasi ini. Meskipun selalu melakukan inovasi, produknya tidak laku di pasaran karena tidak sesuai dengan konsumen terbesar pasar smartphone.

Nama Sony Xperia tidak mendapat perhatian dari konsumen smartphone – Sony memang terkenal sebagai perusahaan teknologi raksasa, namun bukan berarti mempunyai nama yang besar dan terkenal akan memastikan sukses di bidang smartphone.

iPhone

Targeting – iPhone tidak menargetkan secara khusus produk mereka untuk sebuah segmentasi, padahal saat itu kebanyakan orang yang menggunakan telfon genggam berasal dari kalangan karyawan perkantoran. 

Harga – iPhone tidak menawarkan smartphone versi lain dengan harga yang lebih rendah. Harga semua produk iPhone merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kompetitornya.

Opportunity

Sony

Pasar smartphone terus berkembang – Meskipun penguasaan pasar saat ini dimiliki oleh iPhone, akan tetapi tipikal pasar teknologi komunikasi terus berkembang. Nokia yang merupakan raja telfon genggam pada era awal tahun 2000 sekarang mengalami kebangkrutan. Hal tersebut bisa terjadi kepada perusahaan smartphone manapun dan Sony dapat mengembangkan inovasinya.

iPhone

Meningkatkan permintaan dan penjualan karena mempunyai image dan prestigate dari konsumen atas produknya yang dikenal dimiliki oleh kalangan upper-class.

Produk iPhone berada dalam naungan Apple Inc. Yang sangat berkonsentrasi terhadap inovasi dan pembaruan produk.

Partnership – iPhone dengan penguasaannya akan pasar dapat membuka peluang yang besar untuk dapat bekerja sama dengan para produsen perangkat keras serta mobile app founder dalam pengembangan fitur untuk menarik konsumennya.

Threath

Sony

Persaingan pasar smartphone sangat intens – Perebutan penguasaan pasar smartphone baik di Amerika, Eropa maupun Asia sangatlah intens. Bahkan hanya beberapa merek terenama dengan jumlah modal miliaran dollar yang mempu bertahan karena suatu produk sangat mudah mengalami kegagalan disebabkan kalah dengan produk pesaingnya.

iPhone

Sulit menguasai pasar Asia – Karena memiliki harga yang tinggi dibandingkan dengan perusahaan kompetitornya yang kebanyakan berasal dari Asia dimana mereka menyediakan smartphone dengan harga yang relatif jauh lebih murah dengan fitur yang memadai membuat iPhone sulit masuk kedalam pasar Asia padahal potensi konsumennya sangat besar.

Business Market Planning


Sony

Apple

Visi

Perlakuan adil terhadap tenaga kerja, pelestarian lingkungan yang proaktif dan keterlibata langsung dalam komunitas perusahaan.

Memadukan etika yang baik ke dalam semua aspek perusahaan, termasuk manajemen SDM, desain produk, persyaratan pemasok dan program penjangkauan komunitas konsumen.

Membantu membangun dunia lebih bersih, aman dan mencerdaskan seluruh aspek social dalam komuniti yang lebih luas dan mendunia.

Apple di setiap meja. 

Misi

Menjadi penyedia produk-produk consumer electronic berbasis jejaring yang mendunia dan terdepan. Dan memantapkan Sony sebagai merek yang paling menarik dan inovatif dalam industri elektronik . Kegiatan operasionalnya adalah untuk memperoleh keuntungan maksimum dari penjualan-penjualannya dan sebagai perusahaan yang alat-alat elektroniknya digunakan oleh masyarakat umum.

Apple memicu revolusi komputer pribadi pada tahun 1970an dengan Apple II dan diciptakankembali komputer pribadi pada tahun 1990 dengan Macintosh. Apple berkomitmen untuk membawa pengalaman komputasi personal terbaik kepada siswa, "pendidik" profesional, kreatif dan konsumen di seluruh dunia melalui inovatif software,  hardware, dan persembahan internet.



Dapat dilihat bahwa visi dan misi Sony dan Apple mempunyai arah tujuan yang berbeda dimana Apple lebih fokus terhadap distribusi produknya agar semua rumah bahkan semua orang memiliki produk iPhone didalamnya sedangkan Sony selain memiliki arah visi dan misi tersebut hanya saja lebih luas yaitu di bidang elektronik sedangkan iPhone memiliki produk yang terkonsentrasi di bidang teknologi komunikasi. 

Business Portfolio


Saat ini Sony Xperia berada dalam posisi Dog dimana memiliki perkembangan pasar yang rendah dan penguasaan pasar yang rendah dibanding dengan pesaingnya. Sedangkan iPhone berada di posisi Star dimana perkembangan pasarnya meyakinkan dan penguasaan atas pasarnya sangat tinggi, bahkan tertinggi di dunia. 


Analisis Three Level Product


Three Level Product

Sony Xperia

iPhone

CORE COSTUMER VALUE

Integrity – Sony Xperia menawarkan produk yang dapat dipakai dengan mudah oleh konsumen untuk menunjang kebutuhan akan komunikasi dan informasi dengan kualitas perangkat yang stabil dan tahan banting.

Integrity and Affinity - iPhone mangangkat Core Costumer Value sebagai produk yang menjunjung tinggi intregitas dan akan selalu memfasilitasi bukan hanya kebutuhan komunikasi konsumen tetapi juga kreativitas dengan fitur yang menarik.

ACTUAL PRODUCT



Feauture

Touch Screen, Berbagai macam pilihan produk dalam berbagai rentang harga, kamera ponsel yang baik, menggunakan OS Andriod

Touch Screen, Berbagai macam pilihan produk dalam berbagai rentang harga, kamera ponsel yang baik, menggunakan OS Andriod, terhubung dengan aplikasi khusus keluaran Apple

Design

Minimalis dan memiliki warna gelap yang beragam.

Futuristik dengan warna soft, layar yang lebih lebar dari ponsel genggam biasa.

Packaging

Berada dalam box yang minimalis berdesain standar dan berukuran besar.

Box berukuran kecil dengan desain minimalis dalm satu warna.

Quality Level

Tahan banting dan tahan terhadap goresan. Memiliki daya baterai yang bertahan cukup lama dan perangkat keras yang awet.

Tahan terhadap goresan. Memiliki daya baterai standar dan perangkat keras yang terbilang cukup awet tetapi tidak terlalu tahan banting (layar mudah pecah).

Brand Name

Berada dalam naungan Sony yang memiliki reputasi merek keawetan dalam bidang elektronik. 

Berada dalam naungan Apple yang memiliki reputasi brand high-class, inovatif, dan futuristik.

AUGMENTED PRODUCT



After Sales Service

Service centre yang tidak tersebar merata di setiap kota di setiap negara.

Terdapat garansi selama satu tahun dari hari pembelian namun service centre yang cukup tersebar merata di setiap kota di setiap negara.

Warranty

Terdapat garansi selama satu tahun dari hari pembelian apabila terjadi malfungsi pada smartphone.

Terdapat garansi selama satu tahun dari hari pembelian apabila terjadi malfungsi pada smartphone.

Delivery and Credits

Perlengkapan produk tidak pasti tersedia dimanapun dan pengiriman dari belanja online cukup lama.

Perlengkapan produk cukup pasti tersedia dimanapun khususnya di kota besar di berbagai negara dan pengiriman dari belanja online cukup lama akan tetapi produk tersedia di outlet yang tersebar di kota-kota.

Product Support

Mengandalkan sistem android dan google.

Menggunakan sistem buatan iPhone.



Apa yang harus dilakukan Sony Xperia.

Seperti yang disebutkan diatas bahwa keadaan pasar smartphone sangatlah tidak menentu, Sony bisa tetap mempertahankan produknya diiringi dengan penelitian pasar lebih lanjut. Sony perlu membuat divisi pembuat smartphone Xperia lebih berinovasi dan menambahkan berbagai fitur khusus dank has. Kedua produk baik Sony maupun Apple memiliki kualitas ketahanan yang sama baiknya hanya saja iPhone memiliki ciri khas yang menimbulkan prestigate kepada konsumennya. 

Untuk sekarang ini Sony dapat mengubah target segmentasinya menjadi high-upper-class daripada menyediakan produk yang beragam seperti produk Huawei karena sulit bersaing dengan Samsung, Oppo, dan Xiaomi yang menawarkan smartphone dengan harga terjangkau tetapi tetap memiliki fitur yang memadai. Sony tetap melanjutkan divisi pembuatan smartphone dan menekan biaya produksi untuk mengantisipasi penjualan produk kurang dari yang ditargetkan dan mengubah kebanyakan biayanya ke variable cost daripada fix cost. Sony perlu memperlajari lebih lanjut mengenai kemampuan volume penjualan dan meningkatkan promosi selain inovasi dan fitur produk dengan menjalin kerjasama dan berinvestasi kepada developer-developer aplikasi dan OS sehingga memiliki ke-khas-an dalam produk


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
3
Genius
Love Love
3
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
3
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format