What if Thanos Win End War ? Alternate Ending Story Based On Organizational Management Theory.

Bagaimana jika Thanos cukup bersabar dan benar-benar memenangkan End War versus Avengers ? Alternatif Ending Story based on Organizational Management Theory !


8
8 points

Sinopsis Avengers: Endgame

Keberhasilan Thanos menggunakan enam Infinity Stones mengakibatkan hilangnya separuh makhluk hidup di alam semesta, termasuk keluarga Hawkeye. Setelah pertarungan dahsyat The Avenger melawan Thanos, Iron Man dan Nebula yang terkatung-katung dan hampir mati di angkasa karena pesawat mereka mengalami kerusakan diselamatkan oleh Captain Marvel. Mereka bergabung dengan Black Widow, Hulk, Captain America, Rocket, Thor, Pepper Potts, dan War Machine di Bumi. Mereka berkumpul untuk menemukan keberadaan Thanos. Mereka berencana merebut dan menggunakan Infinity Stones untuk mengembalikan separuh kehidupan alam semesta yang telah dilenyapkan oleh Thanos. Namun, saat mereka menemukan Thanos di sebuah planet terkecil ternyata keenam Infinity Stones tersebut telah dihancurkan oleh Thanos agar tidak ada yang menggunakan batu itu kembali. Kenyataan itu membuat Thor marah dan langsung memenggal kepala Thanos.

Lima tahun pun berlalu, makhluk hidup yang tersisa berusaha melanjutkan hidup mereka, para Avengers masih terus berusaha mencari cara untuk mengembalikan mereka yang hilang. Di sebuah gudang penyimpanan, seekor tikus menekan sebuah alat yang membuat Ant-Man keluar dari quantum realm, setelah terjebak di sana selama lima tahun. menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi selama ia menghilang, ia pergi ke markas Avengers untuk memberi tahu gagasan tentang time travel. Dengan melakukan time travel, mereka bisa mengambil Infinity Stones dari masa lalu dan menggunakannya di masa sekarang untuk menghidupkan mereka yang lenyap. 

Setelah berbagai percobaan, akhirnya mereka berhasil berkat bantuan Iron Man, yang awalnya menolak untuk ikut membantu karena tidak ingin kehilangan anaknya, Morgan Stark. Iron Man berkerja sama dengan Hulk menyatukan kepintarannya dan kekuatan Hulk mendesain hardware untuk melakukan perjalanan waktu. Ia dan Rocket pergi ke rumah baru pengungsi Asgard di Norwegia - New Asgard - untuk merekrut Thor, yang kini menjadi pemabuk gemuk, putus asa karena kegagalannya dalam menghentikan Thanos. Di Tokyo, Black Widow merekrut Hawkeye, yang kini menjadi seorang vigilante setelah keluarganya menghilang.

Hulk, Ant-Man, Captain America dan Iron-Man ke Kota New York di tahun 2012. Hulk mengunjungi Sanctum Sanctorum untuk mendapatkan Time Stone dari Ancient One. Captain America berhasil mendapatkan Mind Stone. Karena Iron-Man dan Ant-man tidak sengaja membiarkan Loki dari tahun 2012 untuk kabur dengan Batu Angkasa, sehingga Captain America dan Iron Man pergi ke markas S.H.I.E.L.D. di tahun 1970, dimana Stark mengambil versi awal dari Space Stone. Rocket dan Thor pergi ke Asgard di tahun 2013, mengekstrak Reality Stones dari Jane Foster dan mengambil palu Thor, Mjolnir. Nebula dan War Machine pergi ke Morag di tahun 2014 dan mencuri Power Stone. War Machine kembali ke masa kini dengan Power Stone, namun Nebula tidak sadarkan diri ketika  cybernetic implant-nya berhubungan dengan dirinya dari masa lalu. Melalui hubungan ini, Thanos 2014 mempelajari mengenai keberhasilannya di masa depan dan keinginan Avengers untuk membalikkannya. Thanos menangkap Nebula 2023 dan mengirim Nebula 2014 ke masa kini untuk menggantikannya. Hawkeye dan Black Widow pergi ke Vormir, dimana sang penjaga Soul Stone, bernama Red Skull, memberitahu mereka bahwa batu tersebut hanya dapat diambil dengan mengorbankan seseorang yang mereka cintai. Black Widow mengorbankan dirinya agar Hawkeye mendapatkan Soul Stone.

Kembali ke masa kini, para Avengers memasangkan Infinity Stones tersebut ke sarung tangan yang dibuat oleh Iron Man, dimana Hulk menggunakannya untuk mengembalikan semua yang Thanos hilangkan. Nebula 2014 menggunakan mesin waktu untuk membawa Thanos 2014 dan kapal perangnya ke masa kini, dan menyerang markas Avengers. Nebula 2023 meyakinkan Gamora 2014 untuk mengkhianati Thanos dan membunuh Nebula 2014. Iron-Man, Captain America, dan Thor bertarung melawan Thanos namun kewalahan. Thanos memanggil pasukannya untuk menghancurkan Bumi, namun Doctor Strange yang kembali datang dengan penyihir lainnya, para Avengers, dan Guardians of the Galaxy yang hilang, pasukan Wakanda dan Asgard, dan para Avengers untuk melawan Thanos dan pasukannya bersama Danvers, yang menghancurkan kapal Thanos ketika ia tiba. setelah mengalahkan para pahlawan, Thanos merebut sarung tangan tersebut, namun Iron Man mencuri batunya dan menggunakannya untuk menghilangkan Thanos dan Pasukannya, lalu Iron Man mati karena energi yang dikeluarkan oleh batu tersebut.

Setelah pemakaman Iron Man, Thor menunjuk Valkyrie sebagai penguasa Asgard Baru dan bergabung dengan Guardians of the Galaxy, dimana Quill mencari Gamora 2014. Captain America mengembalikan Batu Infinity dan Mjolnir ke waktunya masing-masing dan menetap di masa lalu untuk hidup bersama Peggy Carter. Di masa kini, Captain America yang sudah tua memberikan perisai dan nama Captain America kepada The Falcon.


Iron Man VS Thanos, Big Bang Battle of Greatest Managers

Iron Man, A Manager, A Hero and 3000 Loved

Iron Man, Tokoh Iconic Pada Karakter MCU (Marvel Cinematic Universe) dalam film Avengers: End Game merupakan salah satu tokoh kunci/ key character. Karakter Iron Man adalah sebagai protagonist yang memiliki peran penting dalam menyelesaikan goals dari Film tersebut dimana tujuan akhirnya adalah mengalahkan Thanos dan mengembalikan keadaan Dunia seperti seharusnya.

Iron Man dalam film tersebut dikisahkan berhasil selamat dari kekalahan di seri film sebelumnya yaitu Avengers: Infinity War. Iron Man yang terombang-ambing di luar angkasa dalam keadaan lemah pasca kekalahan, diselamatkan oleh Captain Marvel dan berhasil kembali ke Bumi. Iron Man akhirnya memilih menjadi Tony Stark sebagai orang biasa, memiliki keluarga yang bahagia, menjadi seorang ayah bagi seorang anak perempuan yang mencintainya lebih dari apapun.  

Iron Man will always be Iron Man, ketika didatangi anggota Avengers yang lain di tempat tinggalnya. Tony Stark mendapatkan informasi bahwa masih ada peluang untuk mengalahkan Thanos dan mungkin mengembalikan Bumi beserta isi di dalamnya seperti kondisi sediakala, Mengembalikan semua manusia dan keluarga yang hilang akibat batu Infinity Stones yang dimiliki Thanos. Dengan sedikit informasi yang dimiliki dan peluang yang ada, membuat jiwa Iron Man dalam diri Tony Stark kembali bergemuruh. Dia menilai bahwa peluang tersebut dapat dilakukan dengan keahlian dan sumber daya yang dimiliki. Namun dengan kondisi saat ini, dimana dia sudah memiliki keluarga yang bahagia dengan seorang puteri kecil membuat pilihan untuk kembali menjadi hal yang berat, kata-kata Puterinya “I Love you 3000” adalah mantra yang melemahkan dan sekaligus pada akhirnya menguatkan untuk mengambil kesempatan untuk mengalahkan Thanos dan mengembalikan kondisi Bumi seperti sediakala. Baginya Iron Man adalah Manager yang dapat merancang, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan banyak hal untuk memenangkan peperangan dan Super Hero yang menjadi orang biasa, dan harus kembali menjadi super hero, so Iron Man will always be Iron Man.


Iron Man dengan kemampuan managerial dan sumber daya yang dimiliki berhasil membangun rencana untuk mengembalikan kondisi seperti sediakala. Bersama dengan Tim Avengernya, didasari Ide dari Ant-Man, mereka membuat rencana untuk mendapatkan dengan menciptakan Nano Technology, Quantum Phasing dan lain-lain, tujuannya adalah mengambil infinity stones dari masa lalu, untuk digunakan saat ini dengan tanpa mengganggu kondisi keseimbangan dunia. Misi tersebut dilakukan dengan perencanaan yang sangat detil dengan beberapa skenario, tentunya dengan rencana improvisasi jika terjadi perubahan kondisi dalam misi.

Iron Man dan Tim Avenger selanjutnya melakukan Organizing berupa pembagian tugas kepada seluruh anggota Avengers, dimana setiap tim mendapatkan tugas untuk mencari masing-masing infinity stones di setiap masa lalu yang berbeda agar lebih efektif. Setiap anggota tim mendapatkan tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Maka, keberhasilan menyelesaikan tugas merupakan syarat mutlak agar infinity stones dapat terkumpul.

Secara umum semua anggota Tim Avenger adalah anggota potensial, tetapi Iron-Man membuatnya spesial, karakternya yang kuat membuat Iron Man menjadi penentu sukses atau tidaknya misi dalam End Game, selain sumber daya yang dimiliki, adalah keyakinan dan keinginan kuat untuk memenangkan pertarungan dan membalikkan keadaan dari kekalahan menjadi kemenangan dengan tujuan akhir mengembalikan kondisi dunia seperti sediakala. Pada akhirnya, dia memberikan keyakinan pada tim Avenger yang sebelumnya tidak yakin bahwa Quantum Phasing dan Nano Technology sulit dilakukan menjadi peluang terbesar untuk memenangkan pertarungan dan penentu utama langkah sukses hal tersebut, kemampuan memimpin (leadership) tim tersebut menjadi hal yang spesial.

Setelah misi mendapatkan seluruh Infinity Stones berhasil, langkah Iron Man adalah melakukan evaluasi dan controlling, dimana walaupun dengan pengorbanan yang besar termasuk dengan matinya tokoh Black Widow, misi tersebut harus terus menuju ke tahap selanjutnya, dia menciptakan sebuah alat berupa sarung tangan yang bisa menampung seluruh Infinity Stones yang akan digunakan dan akan digunakan untuk mengalahkan Thanos.

So This is the end for Iron Man, Pada akhirnya Iron Man harus berjuang mempertaruhkan semuanya, termasuk dengan nyawanya untuk kepentingan yang lebih besar. Iron Man, dimana ia tewas setelah memenangkan pertarungan melawan Thanos, menyadari bahwa untuk memenangkan pertarungan adalah dengan berusaha mengerahkan seluruh sumber daya yang ada termasuk nyawanya sendiri untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu umat manusia. 

So Iron Man,you are a Trully Manager, A Hero and I Love U 3000


Iron Man Way to Win the War Vs Thanos, It’s all About Management Thought.

Iron Man bersama Tim Avenger menggunakan Organizational Environment Theory sebagai Management Thought untuk dapat memenangkan pertarungan dengan Thanos dan seluruh anak buahnya. Dengan memperhatikan Organizational Environment, yaitu kumpulan tekanan dan kondisi yang ada di luar kendali Avengers sehingga menyebabkan mereka menggunakan berbagai cara dan sumber daya yang ada, IronMan dan Avenger dapat mengalahkan Thanos dan pasukannya seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satunya adalah melalui Quantum Phasing dan Nano Technology.


Dengan mengadopsi Contigency Theory, yaitu ide bahwa Avengers memilih sistem pengendalian yang adaptif terhadap perubahan lingkungan eksternal, baik pada saat rencana dan misi pengumpulan Infinity Stones maupun saat pertarungan sengit melawan Thanos. Hal tersebut dilakukan agar dapat melakukan improvisasi jika terdapat hal lain yang terjadi di luar rencana sebelumnya.  Organic Structure digunakan Avengers dalam hal tersebut, dimana kewenangan didesentralisasikan kepada kelompok-kelompok kecil pada saat pengumpulan Infinity Stones, misalnya Hawkeys yang mengambil plihan pada saat bersama dengan Black Widow, atau Captain America, bersama dengan Hulk dan lain-lain pada saat kembali ke New York Tahun 2012. Tugas masing-masing kelompok adalah bekerja sama mendapatkan Infinity Stones pada masa lalu dan menyesuaikan dengan keadaan jika ada hal-hal yang bekerja di luar rencana. Hal tersebut juga dilakukan pada saat Final War antara Avengers versus Thanos. 

Dengan organic structure dimana kewenangan didesentralisasikan dan tidak hanya menunggu keputusan dari 1 orang  yaitu IronMan, maka Avengers dapat memenangkan pertarungan dengan Thanos, karena hanya dengan cara tersebutlah Thanos dapat dikalahkan. Iron Man adalah manager yang sebenarnya, dia menciptakan cara dan pemikiran Management, membuat Avengers sebagai Struktur Organik dan memenangkan pertempuran. 

Thanos, Manager that Creating Competitive Advantages with Infinity Stones

Thanos merupakan tokoh antagonis dalam MCU yang merupakan musuh para Avengers, Dalam kisah Avengers: Endgame, Thanos memiliki rencana untuk memusnahkan separuh populasi untuk menciptakan keteraturan dan keseimbangan, dengan kekuatan dari Infinity stones. Misi tersebut juga adalah untuk memuluskan niatnya untuk meraih ambisinya sebagai penguasa di alam semesta dan menjadi yang paling kuat. Thanos memiliki kekuatan seperti telekinesis, telepati dan dapat memanipulasi makhluk lain. Thanos memiliki sumber daya untuk mengontrol semua kejadian berkat kemampuannya tersebut.

Seperti IronMan dan Avengers-nya, Thanos pun tak sendiri dalam menjalankan rencananya tersebut, thanos memiliki pasukan yang tak kalah hebat dari pahlawan Avengers, Thanos menggerakkan pasukan Black Order yang merupakan pasukan yang setia kepada Thanos. Dengan Thanos sebagai pemimpin, Black Order membantu Thanos dalam mewujudkan keinginannya yakni menguasai alam semesta, dimana keberhasilan Thanos pun tentu saja tak terlepas dari andil para pasukan setianya tersebut.

Thanos juga memiliki karakter yang kuat dan mirip dengan IronMan, dalam upaya mengalahkan para pahlawan avengers, Thanos rela mengorbankan segalanya, termasuk putri angkatnya Gamora. Gamora dikorbankan oleh Thanos untuk mendapatkan soul gem, satu dari 6 Infinity Stones.

Thanos memang memiliki alasan yang berbeda yaitu motivasi untuk menyeimbangkan dan melestarikan alam semesta. Thanos memiliki pemikiran bahwa makhluk lain akan menghancurkan tempat tinggalnya karena over populasi dan dunia kekurangan sumber daya untuk menghidupi populasi tersebut. Motivasi yang dimiliki Thanos ini merupakan pengalaman pribadi yang cukup panjang ketika Thanos pada awalnya meminta pemusnahan dilakukan di planet tempat tinggalnya karena ia melihat kehancuran di masa depan yang disebabkan dunia kehabisan sumber daya untuk menghidupi mahluk hidup di seluruh dunia.

Ditinjau dari sisi Managerial, Thanos merupakan manajer yang hebat, kemampuannya menghadapi kompetitor dari luar yaitu Avengers, merupakan kemampuan managerial yang luar biasa meskipun pada akhirnya mengubah situasi menjadi lebih buruk bagi dirinya. Dengan kemampuan mengelola sumber daya yang dimiliki yaitu kemampuan mengontrol waktu, Thanos juga memiliki keterampilan tinggi untuk berada dan mengolah proses dengan cukup baik untuk menyelesaikan segala sesuatu, yaitu untuk melihat keadaan dimasa depan atau dimasa sebelumnya terkait peperangannya melawan pasukan Avangers sehingga bisa memiliki Competitive Advantage untuk melawan Avengers.

Kemampuan inti dalam Managerial Tasks juga dilakukan Thanos untuk berusaha memenangkan pertarungan melaan Avangers, mulai dari merencanakan, mengorganisasi, memimpin serta mengontrol para pasukannya. Walau berakhir dengan kematiannya sendiri, Thanos berhasil membuktikan bahwa ia merupakan seorang yang ambisius dan mempunyai motivasi yang jelas dalam mencapai keinginannya. Dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki berupa Infinity Stones,membuat dia memiliki competitive advantage sehingga sulit terkalahkan, bahkan sempat memenangkan pertarungan pada Infinity War, Thanos berhasil menghapus separuh dari umat manusia melalui jentikkan jari saja bahkan beberapa diantaranya adalah pahlawan Avengers. Thanos sejatinya memiliki niat yang baik untuk menyeimbangkan alam semesta, tetapi rencana baiknya tersebut berbanding terbalik dengan cara yang dilakukannya yang memusnahkan sebagian dari populasi manusia.

Thanos Management thought, Right or Wrong?

Management Thought yang digunakan Thanos dalam Film Avengers: End Game untuk memenangkan pertarungan melawan Avengers adalah Organizational Management Theory. Walaupun kemampuan yang dimiliki Thanos sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan semua lawannya, Thanos merupakan sosok yang sangat strategis, ia tahu bagaimana mengelola tekanan dan kondisi yang berada di luar kemampuannya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk mengelola sumber daya yang dimiliki. Selain itu, secara kontras Thanos berupaya agar sumber daya utama yang dimilikinya yaitu Infinity Stones bersifat entropy yang memiliki tendensi tertutup, dengan menghilangkan sumber daya yang dimilikinya tersebut agar tidak dimiliki oleh orang lain sehingga kehilangan kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri yang pada akhirnya tidak dapat diselesaikan dan dipisah.

There is no best way to organize an organizational structure, mungkin itu kata yang tepat untuk menutup kisah Thanos. Dia menentukan cara untuk memenangkan Pertarungan Terakhir melawan para Avengers dengan memilih Mechanistic Structure (Centralized Authority) yaitu berupa perintah vertikal dari Thanos langsung kepada pasukannya. Perintah yang jelas dan dapat mengobarkan semangat dan kemampuan pasukan Black Order. Apakah cara itu yang akhirnya justru membuat Thanos dan Pasukannya kalah? Mungkin Struktur Mekanis adalah yang paling ekonomis bagi Thanos dalam mengelola pasukannya, meskipun bukan yang terbaik.

Thanos can win the War versus Avenger For Sure

Sebenarnya, sumber daya yang dimiliki oleh Thanos yang apabila dikelola dengan baik dapat menjadikannya Competitive Advantage, sehingga sulit dikalahkan oleh Avengers, bahkan seharusnya Thanos-lah yang dapat mengalahkan Avengers. Hanya ada sedikit perbedaan strategi yang justru membuat Thanos dan Pasukan Black Ordernya mengalami kekalahan. Dapat dikatakan bahwa Thanos seharusnya memiliki Managerial Thoughts Organic Structure sejak awal dimana kekuasaan atau perintah berpusat hanya pada Thanos tetapi dapat dibagi per kelompok sehingga benar-benar dapat terstruktur dan masing-masing pasukan dapat mengerjakan tugasnya dengan baik, tidak seperti saat akhir yakni dengan melakukan Mechanic Structure karena yang dibutuhkan bukan hanya semangat membara melainkan kesadaran masing-masing pihak untuk berjuang menggapai tujuan awal yang telah direncanakan. 

Thanos memiliki Kemampuan Perencanaan (Planning) yang baik, dia sudah memikirkan rencana jangka panjang, agar Competitive Advantage  yang dimiliki berupa Infinity Stones tidak dimiliki oleh orang lainIa pun menghancurkannya Infinity Stones, walaupun ada hal yang tidak terpikirkan yaitu dia tidak mampu memprediksi bahwa Avengers mampu bereaksi dengan membangun sumber daya lain berupa kemampuan menciptakan mesin waktu yang dapat mengembalikan Infinity Stones dan menjadikannya senjata pamungkas untuk menghancurkan Thanos. Kesalahan Thanos adalah dia menjadikannya sebagai rencana tunggal sehingga tidak mampu mengoreksi dan menangkap peluang-peluang yang tidak diprediksi. Seharusnya dia mampu membangun perencanaan secara tim sehingga perencanaan yang dibuat semakin presisi.

Kemampuan Organizing Thanos pun tidak perlu diragukan sebetulnya, dia memliki kemampuan untuk mengelola seluruh sumber daya yang dimilikinya, hanya Thanos yang dapat mengendalikan Infinity Stones tanpa membuatnya mati, bahkan tidak ada 1 pun anggota Avengers yang sanggup melakukannya. Tapi sekali lagi dia mengendalikan semua strateginya sendiri tanpa bekerja sama dengan anggotanya. 

Dalam memimpin Pasukan Black Order, kemampuan Leading Thanos tidak perlu diragukan, tetapi hal besar yang mengawali kekalahan Thanos adalah 1 hal yang luput yaitu dia gagal mengendalikan Tokoh Nebula dan Gamora yang akhirnya membelot dan tidak mau bekerja sama. Seharusnya Thanos bisa mengendalikan seluruh anggota timnya sebagai faktor kunci untuk memastikan tujuannya berjalan sesuai rencana. 

Controlling menjadi salah satu masalah dari Thanos, setelah memenangkan perang pada Episode Avengers: Infinity War, Thanos memilih untuk menikmati hidupnya di sebuah taman yang indah, dia merasa semua sudah selesai, tanpa melakukan evaluasi hal-hal yang telah dia lakukan. Hal ini menjadi salah satu kunci kekalahan Thanos, sehingga dia terlambat bereaksi terhadap kemungkinan-kemungkinan peluang yang dapat menggagalkan rencananya. Seharusnya dia tahu bahwa proses tersebut adalah proses terus menerus dan berkelanjutan dan selalu waspada.

Dari sudut Management Thought, sesuai penjelasan sebelumnya, Thanos berupaya agar sumber daya utama yang dimilikinya yaitu Infinity Stones bersifat entropy yang memiliki tendensi tertutup. Dengan menghilangkan sumber daya yang dimilikinya tersebut agar tidak dimiliki oleh orang lain, menyebabkan Thanos kehilangan kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri yang pada akhirnya tidak dapat diselesaikan dan dipisahkan, seharusnya dia selalu bersifat terbuka dengan berusaha mengendalikan Competitive Advantage yang dimiliki. Thanos juga memilih Mechanic Structure (Centralized Authority) yaitu berupa perintah vertikal dari Thanos langsung kepada pasukannya. Perintah yang jelas dan dapat mengobarkan semangat dan kemampuan pasukan black order. Hanya saja dia gagal memprediksi Avengers yang menggunakan Organic Structure yang lebih dinamis. Seharusnya dia juga merubah strateginya dengan menggunakan Organic Structure sehingga bisa memenangkan perang dan pertarungan End War, karena ketika dievaluasi dari banyak aspek, maka seharusnya Thanos-lah yang seharusnya menang pada End War.

DAFTAR PUSTAKA 

https://id.wikipedia.org/wiki/Avengers:_Endgame diakses 17 Okt 19

https://jalantikus.com/tips/nonton-download-gratis-avengers-endgame/ diakses 17 Okt 19

Jones, Gareth R, Jennifer M. George: Contemporary Management Tenth Edition, Mc Graw Hill Educaton International Editions, New York, 2018

https://youtu.be/9Xb7N1S7Wyo -- Avengers: Endgame - SPOILER Talk 


CONTRIBUTOR :

  1. TOGA PERDANA;
  2. FADEL KHALIF MUHAMMAD;
  3. ADITYA JOKO PAMBAYUN;
  4. RIZZA DWI NUSITA
  5. BRIGITTA TITA GILDANIA; 
  6. VELLA WANI NUZHA; 
  7. CHITRA ANNISA RAHMANINGTYAS;

Like it? Share with your friends!

8
8 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
5
Genius
Love Love
3
Love
OMG OMG
4
OMG
Win Win
1
Win
Goaldigger

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format