300: Leonidas and the Bloody, Yet Effective Management of Sparta


3
3 points

Sumber: www.tribunnews.com 

Manusia adalah makhluk sosial, kemampuan berorganisasi dan mengatur sesama menjadi salah satu kunci keberlanjutan umat manusia. Suatu organisasi didefinisikan sebagai kumpulan orang-orang yang bekerja bersama dan mengkoordinasikan tindakan mereka untuk mencapai berbagai tujuan atau hasil masa depan yang diinginkan.  Menurut ilmu sosiologi munculnya organisasi didasarkan oleh beberapa faktor, diantaranya kesamaan nasib dan kesamaan tujuan.

Kehidupan bermasyarakat merupakan salah satu contoh utama berorganisasi, hal ini dapat dilihat dari film “300” tentang peperangan yang terjadi antara Sparta dan Persia. Film 300 merupakan film perang yang rilis pada tahun 2006. Film ini diadopsi dari serial komik dengan nama yang sama oleh Frank Miller dan Lynn Varley, yang merupakan cerita fiksi dari pertempuran Thermopylae (Battle of Thermopylae) dalam Perang Persia.


Sekilas Film

Film 300 menceritakan perjuangan seorang Raja bernama Leonidas dari Sparta dengan hanya 300 pasukan yang merupakan pengawal pribadinya dapat menahan serangan “Raja-Dewa” Xerxes dari Persia dengan lebih dari 30.000 pasukan. Perang ini terjadi sebagai bentuk keinginan Xerxes untuk menaklukan dan menjajah Yunani.

Dalam film tersebut diceritakan bahwa Xerxes mengaku sebagai “Raja Para Tuhan” dan disembah-sembah oleh masyarakat Persia. Ambisinya sangat kuat untuk menaklukan Yunani dibawah kekuasaannya. Untuk itu, Xerxes mengirimkan orang kepercayaannya ke Sparta untuk menyampaikan pesan agar Sparta mengakui ketuhanan Xerxes dan segera tunduk kepadanya tanpa ada pertumpahan darah. Namun, Sparta dikenal sebagai Bangsa yang mempunyai harga diri yang tinggi sehingga menganggap pesan tersebut sebagai sebuah hinaan dan memilih untuk berperang demi mempertahankan wilayahnya.

Masalah awal datang dari Leonidas yang tidak mendapatkan persetujuan demokrasi untuk berperang melawan Persia sehingga Ia hanya dapat membawa 300 pengawal pribadinya untuk melawan dan menahan Persia. Hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya, Leonidas meyakini bahwa pengorbanan yang Ia lakukan sebagai seorang raja dapat menyalakan api semangat Sparta dan melihat Persia sebagai sebuah ancaman.


Resources

Spartan adalah masyarakat yang dibentuk dalam peperangan, orang-orang Spartan dibentuk untuk bertahan hidup dalam situasi yang berat dan menantang. Sumber daya kaum Spartans adalah kemampuan pertarungan dan strategi perang mereka. Sebagai sebuah negara militeristik, kunci planning Spartans adalah mempersiapkan masyarakat mereka untuk selalu siap berperang dan melawan, dimana mereka melakukan pengembangan sumber daya manusia dengan pelatihan bertarung dan bertahan hidup dalam semua kondisi yang minim dan berat seperti yang dijelaskan di bab sebelumnya. Di film ini, sumber daya utama negara Sparta adalah sumber daya manusia mereka melalui tentara-tentara nya yang sangat terlatih dan amat tangguh, walaupun tidak banyak. Dengan menggunakan sumber daya manusia mereka dengan sangat efektif dan efisien, mereka mampu menaklukan serangan tentara yang jauh lebih besar.

Di balik ini, kerajaan Persia dibawah pemerintahan raja Xerxes I, merupakan sebuah kerajaan yang sangat besar dan sangat kaya yang mampu memiliki beratus ribu tentara dengan persenjataan dan perlengkapan yang lebih sempurna dibandingkan tameng dan tombak prajurit Sparta. Namun, walaupun memiliki sumber daya yang lebih, mereka tidak memiliki planning seperti Spartans. 


Planning

Perencanaan tentunya memerlukan tujuan dan ruang lingkup maksud yang jelas, pengukuran tingkat keberhasilan yang tepat, target dapat tercapai sesuai dengan kemampuan sumber daya yang ada dan juga memiliki batas waktu yang jelas. Dalam film, keunggulan perencanaan ini direfleksikan pada bagaimana Raja Leonidas dan prajuritnya dalam mengatur strategi untuk memenangkan peperangan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Strategi utama yang disusun oleh Sparta dalam perang ini adalah dengan menahan pasukan Persia di celah tebing Thermopylae atau dapat dikatakan sebagai “The Hot Gates” menggunakan strategi Phalanx, yakni strategi bertahan dengan mengandalkan tameng besar untuk melindungi diri dan tombak yang panjang untuk menusuk musuh yang menyerang secara langsung seperti yang dapat dilihat pada gambar ilustrasi berikut:


Strategi Phalanx Pada Celah Tebing Thermopylae atau “Hot Gates”


Sementara Xerxes, dalam menyikapi perang ini hanya mengandalkan kuantitas dan kekuatan dari pasukan yang Ia miliki. Satu-satunya strategi yang digunakan adalah mengirimkan pasukan yang termasuk didalamnya orang-orang terkuat dan juga orang-orang pilihannya untuk mengintimidasi Leonidas agar menyerah secepat mungkin. Strategi ini dapat dilihat pada cuplikan film dimana pada awal perang Xerxes mengirimkan 10,000 tentara Immortals.


Organizing

Setelah melakukan perencanaan, tahap selanjutnya adalah pengorganisasian, dimana dilakukan penugasan untuk setiap aktivitas untuk menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan tugasnya.

Sparta, melakukan didikan yang berbeda pada anak muda dengan didikan yang umumnya dilakukan pada negara Yunani lain. Sejak kecil anak-anak Sparta telah dididik untuk menjadi prajurit Sparta yang cinta kepada negaranya dengan disiplin yang keras. Proses diawali dengan mengutus tentara datang ke rumah penduduk yang memiliki anak bayi untuk meneliti ketangguhan bayi tersebut dengan berbagai jenis tes. Bayi tersebut dilihat kondisi fisiknya bila ia mempunyai kecacatan fisik lalu dimandikan dengan anggur untuk dilihat reaksinya. Jika reaksinya bayi tersebut lemah maka bayi tersebut akan dibuang atau dijual untuk dijadikan budak. Pada umur 7 tahun para lelaki Sparta dimasukan ke asrama untuk dilatih menjadi tentara. Tidak hanya melalui fisik, tentara juga di doktrin melalui cerita kisah-kisah keberanian dan ketabahan dari pahlawan-pahlawan sebelumnya untuk meningkatkan kecintaan terhadap negara. Lalu mereka juga diajarkan mencuri untuk bertahan hidup dan bila diketahui mencuri, Ia akan dihukum fisik yang sangat sakit agar mempelajari agar tidak diketahui mencuri. Dan dalam hukuman fisik tersebut, pemuda sparta tidak boleh melihatkan reaksi kesakitan atau dia gagal dalam tes tersebut. dan dianggap diakui menjadi masyarakat Sparta ketika mereka lulus dari berbagai tes diumur 20 tahun. 

Pengorganisasian di negara sparta sangat lah berbeda dibandingkan dengan negara yunani lainnya, para pria sparta yang lulus dari sekolah akan difokuskan untuk mempelajari ilmu beladiri dan militer. pekerjaan bertani dikerjakan oleh para budak-budak sparta agar masyarakat mereka dapat fokus mengerjakan yang lainnya. mereka yang dianggap masyarakat sparta adalah golongan tertinggi.

Di bawah golongan masyarakat tersebut dinamakan dengan golongan perioeci atau dapat dikatakan dengan golongan menengah. mereka terdiri dari petani dan perajin keturunan dari kaum-kaum yang pertama kali ditaklukan oleh sparta. mereka wajib membayar pajak dan dapat untuk mengikuti kelas milliter tetapi mereka tidak mempunyai hak politik. Dan golongan terbawah dari masyarakat Sparta dinamakan helots. mereka adalah budak-budak yang dulunya pernah menentang penaklukan sparta. mereka lah budak budak yang berkerja keras untuk sparta.


Management

Leonidas menggunakan sumber daya yang seadanya menjadi maksimal. Leonidas yang hanya mempunyai 300 prajurit bisa menaklukkan ribuan prajurit dari Xerxes dan menggunakan senjata dari prajurit Xerxes yang gugur serta mayatnya digunakan untuk membuat dinding pertahanan. Xerxes menggunakan sumber dayanya dengan menghabiskan seluruhnya tanpa ada rencana dan berkorban dalam jumlah besar dari sisi pasukannya. Xerxes hanya mengerahkan jumlah tanpa adanya taktik sehingga jumlah tersebut berakhir dengan sia-sia.

Leonidas hanya ingin mempertahankan daerah kerajaannya sehingga akan melakukan apapun demi kerajaannya. Leonidas ingin mengusir Raja Xerxes dan pasukannya dalam memasuki wilayah kerajaannya melalui pintu masuk satu-satunya yaitu Hot Gates. Strategi yang digunakan Leonidas yaitu bertahan pada satu tempat dan memaksimalkan pertahanan dan menggunakan formasi perang Phalanx dan formasi Testudo. Sumber daya yang digunakan oleh Leonidas yaitu 300 orang prajuritnya dan sisa-sisa senjata dan mayat dari pasukan Persia. 

Sementara, Xerxes ingin menaklukkan kerajaan Yunani agar tunduk kepadanya dan menguasai isinya. Tujuannya hanya ingin menguntungkan dirinya sendiri dengan merugikan pihak kedua. Strategi yang digunakannya yaitu pengiriman kurir pesan yang menyampaikan kepada Leonidas agar tunduk kepadanya. Strategi tersebut gagal dan Leonidas lebih memilih perang daripada memberikan kerajaannya. Xerxes menggunakan strategi mengirimkan pasukan secara terus menerus tanpa rencana dalam menghabisi 300 orang prajurit Leonidas. Xerxes menggunakan sumber dayanya secara asal-asalan dan tidak memikirkan apa yang akan terjadi. 

Leonidas sangat dekat kepada pasukannya dan bersikap ramah kepada seluruh pasukannya. Hal ini menjadikan seluruh pasukannya tidak kaku dan hormat kepada Leonidas sehingga tidak ada jarak antara bawahan dan atasan. Sedangkan Xerxes memperlakukan seluruh bawahannya seperti anak buah dan budak. Seluruh prajuritnya harus tunduk dan setia kepadanya karena faktor kekerasan. Hal ini membuat Xerxes dan bawahannya tidak dekat dan ada jarak antara atasan dan bawahan.


Actualization

Aktualisasi adalah sebuah bentuk akan keinginan yang dimana dimiliki oleh seseorang guna untuk dapat memanfaatkan segala macam bentuk dari kemampuan dirinya untuk mencapai sebuah bentuk hal yang dimana ingin mereka lakukan.

Dalam film 300 perang berlangsung secara bertahap dan berhari-hari. Skema perang berlangsung lama karena para spartan berhasil mempertahankan satu-satunya pintu masuk ke kerajaan mereka yaitu Hot Gates. Prajurit yang dikirim oleh Xerxes tidak dapat menembus pertahanan dari para prajurit Leonidas sehingga Xerxes mengirimkan pasukan secara terus menerus. Prajurit dari Persia yang telah mati, digunakan oleh para sparta sebagai pengganti mortar dalam membangun dinding pertahanan dari Hot Gates. Dinding tersebut dibuat menggunakan batu dan mayat dari prajurit persia yang ditumpuk meninggi. 

Leonidas dan pasukannya yang berjumlah 300 menaklukkan prajurit persia yang jumlahnya mencapai 100 kali lipat dari mereka tetapi tetap berhasil melindungi Hot Gates. Pada akhirnya, Raja Xerxes datang membawa seluruh pasukan beserta dirinya ke dalam medan perang untuk menghabisi sisa prajurit Leonidas. Leonidas dan sisa prajuritnya mati dihujani panah dari pasukan Raja Xerxes. Beberapa prajurit Leonidas kembali ke kerajaan untuk menyampaikan pesan. Pesan tersebut beriringan dengan disetujuinya proposal pengiriman pasukan oleh para petinggi Yunani. Ribuan prajurit Persia yang telah melewati Hot Gates telah siap menyerbu kerajaan Yunani. Prajurit Leonidas yang membawa pesan ke kerajaan telah menunggu dengan pasukan tambahan yang jumlahnya lebih dari 40000.


Controlling

Tujuan dari controlling adalah menciptakan aktivitas manajemen yang dinamis, efektif dan efisien sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan hirarki organisasi yang sudah ditentukan. Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.

Secara umum, fungsi dari controlling adalah :

  1. Menghindari terjadi penyimpangan di dalam organisasi

  2. Memperbaiki setiap kesalahan atau kelemahan yang ada di dalam perusahaan

  3. Meningkatkan tanggung jawab setiap orang dalam menjalankan tugas.

  4. Melakukan koreksi apabila pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan

Dalam kasus film “300” proses controlling dari sisi raja Spartan yaitu Leonidas sangat percaya diri dengan apa yang ia punya, walaupun begitu dengan 300 pasukan yang ia bawa di medan perang, ia berhasil memaksimalkan hasil dan sukses menjalankan visi dan misi, karena pada awalnya Leonidas hanya ingin menjaga lembah yang terhimpit 2 tembok besar sebagai pintu awal masuk ke negri spartan, walaupun hampir seluruh pasukan mati dan menyisakan satu orang yang bertahan untuk menyampaikan pesan ke para pasukan Sparta yang masih hidup. 

Leonidas juga berhasil membuat pasukan persia kewalahan dengan 30.000 pasukanya, dan sukses membuat raja Persia yaitu raja Xerxes segan terhadap para spartan, dari sisi raja Xerxes strategi yang diterapkan sudah efektif namun kurang efisien, karena mereka membutuhkan banyak pasukan hingga sepuluh kali lipat dari pasukan spartan untuk mengalahkan pasukan raja leonidas, sebaliknya raja leonidas memiliki strategi yang sangat efisien namun kurang efektif karena seluruh pasukan mati dan hanya menyisakan 1 pasukan saja. 

Dalam penerapan fungsi controlling raja Leonidas berhasil menghindari penyimpangan di dalam pasukan kecilnya, namun hal itu tidak diikuti oleh pasukan besarnya yang tidak ikut turun dalam berperang, karena terjadi penghianatan di dalam pasukan spartan tanpa Leonidas tau, kemudian apa yang telah dilakukan oleh 300 pasukan Leonidas membuat koreksi bahwa pasukan persia tidaklah kuat namun memiliki jumlah yang sangat banyak, dan kekurangan itulah yang harus ditutupi oleh spartan, hal ini sudah di analisis oleh raja leonidas sebelum gugur saat perang dengan mengirim pasukan yang masih hidup untuk menyampaikan pesan tentang pasukan persia, dengan informasi itu pasukan Spartan mendapatkan bantuan tambahan pasukan dari Yunani sehingga spartan dapat memenangkan perang. 

Raja Leonidas sangat cerdik terhadap penerapan strateginya, ia tak gentar dengan jumlah pasukan lawan yang sangat banyak, ia berhasil memaksimalkan peran dari seluruh anggota nya di dalam perang, pada fase awal perang, barisan pertama berperan sebagai perisai, dan barisan kedua sebagai penyerang dengan menancapkan tombak ke arah musuh, dan strategi ini berhasil dengan baik, dan tidak ada 1 korban pun dari sisi pasukan Spartan, kemudian Raja Leonidas memberikan peran kepada salah satu anggotanya sebelum ia mati untuk menyampaikan pesan, hal ini menunjukan Raja Leonidas sangat pintar dalam melakukan penempatan peran di dalam pasukanya. 

Saat satu persatu dari 300 pasukan spartan gugur, raja Leonidas mulai tahu kesalahan utama yang ada di dalam pasukannya yaitu adalah jumlah, meskipun apa yang telah dilakukan sudah sangat efisien dengan hanya 300 pasukan ia hampir menghabisi seluruh pasukan dari Persia, namun ternyata pasukan dari Persia masih banyak lagi, hal ini membuat raja Leonidas melakukan koreksi dan mengirimkan pesan kepada pasukan yang masih hidup di kerajaan spartan bahwa persia memiliki pasukan yang banyak najun daya perangnya lemah, sehingga sebelum ia mati, ia berhasil melakukan analisis untuk melakukan perbaikan dalam perang berikutnya walaupun ia sudah gugur terlebih dahulu.

Saat ini kita sering merujuk ke perusahaan untuk menunjukkan contoh struktur seperti ini. Tetapi juga di zaman kuno, pembagian kerja yang serupa dapat ditemukan. Sudah ribuan tahun yang lalu raja bertindak seperti manajer dan mengendalikan populasi mereka (dan sumber daya) untuk mencapai tujuan tertentu. Teladan, kami ingin membahas kasus dari mitologi Yunani yang diilustrasikan dalam film hollywood: kisah dinasti prajurit Yunani kuno yang disebut "Spartan" dan keterlibatan mereka dalam perang persia, terutama pertempuran Thermopylae. Film ini disebut "300" dari 2007 dan disutradarai oleh Zack Snyder. Dalam cerita raja Leonidas (Gerard Butler), pemimpin Spartan, bertarung dengan 300 prajuritnya melawan Xerxes "Raja-Dewa" Persia. Berikut ini kami ingin membahas peran manajemen, cara kepemimpinan, penggunaan sumber daya dan kinerja organisasi secara umum dari dua rekan.


Saran dan Kritik

Spartan membuktikan bahwa kemampuan berperang yang mereka miliki tidak dapat diragukan lagi, tidak hanya mengandalkan kekuatan namun juga berdasar pada kematangan strategi yang telah disusun. Dengan hanya beranggotakan 300 pasukan, Sparta mengalahkan lawannya yakni Persia yang menggunakan puluhan ribu pasukan pada peperangan pertama. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sumber daya yang dimiliki juga menjadi sumber kekuatan dan keterbatasan sumber daya Spartan dapat menjadi faktor penghambat kemenangannya.

Kekalahan Sparta dikarenakan adanya pengkhianat yang dilakukan oleh seseorang dari bangsanya sendiri yang bernama Ephialtes dari Sparta.

Sumber: www.pinterest.com 

Ephialtes merasa kecewa ketika Ia tidak diijinkan untuk membantu dalam peperangan karena keterbatasan fisik yang Ia miliki. Ia datang kepada Xerxes untuk memberi informasi tentang adanya jalan rahasia yang dapat digunakan Persia untuk mengepung pasukan Sparta. Sebagai seorang raja, Leonidas sebaiknya tidak menganggap remeh semua sumber daya yang ada pada negaranya.

Disisi lain, dalam peperangan ini, Sparta sangat berfokus dan mematangkan strategi hanya pada satu sisi saja dan bertaruh agar persia tidak mengetahui jalan lainnya. Sparta tentunya juga memerlukan rencana cadangan bila terjadi kemungkinan terburuk.

Dari sisi kerajaan Persia, jelas terbukti bahwa memiliki sumber daya yang jauh lebih banyak namun masih terkalahkan dengan planning, actualization dan controlling yang lebih cermat dengan menggunakan sumber daya yang jauh lebih sedikit. Membuktikan bahwa kinerja organisasi yang baik dan efisien walaupun dengan sumber daya yang lebih sedikit mampu membawa kesuksesan.


Sources

https://www.pbs.org/empires/thegreeks/background/8b_p1.html

https://www.historywiz.com/didyouknow/spartanfamily.htm


Won Direction

  • A. Anandyanto
  • G. Budiono
  • M. Nikawa
  • M. Noerrahman
  • M. Padriano
  • S. Singgih
  • K. Wiedemann

Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
1
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
3
Win
Won Direction

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format