Sundul! Sundul!

agan untuk laki-laki, dan sista untuk perempuan.


1
1 share, 1 point

Bagi orang yang sering menggunakan internet pasti sudah tidak asing dengan nama Kaskus. Kaskus merupakan singkatan dari kasak-kusuk. Penggunanya akrab memanggil satu sama lain agan untuk laki-laki, dan sista untuk perempuan. Kaskus merupakan salah satu situs yang paling banyak diakses di Indonesia. Kenapa bisa menjadi situs besar, semua tertuang dalam film Sundul Gan. Jeri payah seorang Andrew Darwis, penggugah kaskus, serta rekan barunya Ken menemui pasang surut.

 Kaskus sempat dicurigai menjadi situs porno karena beberapa pengguna tak bertanggungjawab sering mengunggah konten tujuh belas tahun ke atas, hampir tamat riwayatnya karena hampir diblokir di Indonesia. Sepak terjang Kaskus memang tidak biasa. Untuk membuatnya besar dan dapat bertahan hingga kini tentu diperlukan ketepatan target pasar yang luar biasa karena perlu memastikan bahwa penggunanya tetap menggunakan situs tersebut.

Sumber : media.com

Kotler berpendapat bahwa terdapat delapan proses pada pengembangan produk baru. Delapan proses tersebut mencakup idea generation, idea screening, concept development and testing, marketing strategy development, business analysis, product development, market testing, and commercialization. Dengan dibentuknya proses ini, pihak manajemen perusahaan akan mengetahui apakah pengembangan produk akan dilanjutkan atau dihentikan.

 Dalam Film Sundul  Gan : The Story of Kaskus ini juga menceritakan bagaimana product development  yang dilakukan oleh Kaskus. Untuk mengetahui selengkapnya, mari sama-sama kita simak penjelasan dibawah ini.

Idea Generation

Munculnya gagasan ini dimulai ketika Andrew Darwis, bersama kedua temannya Ronald dan Budi mendapatkan tugas kuliah saat berada di Seattle, Amerika Serikat. Mereka menceri ide untuk dapat membuat platform layaknya media social yang dapat mengobati kerinduan mahasiswa Indonesia yang tinggal diluar negeri terhadap Indonesia.

Idea Screening

Awalnya tugas kuliah tersebut menugaskan Andrew Darwis dan kedua temannya untuk membuat website yang bersifat website pribadi. Andrew tidak memiliki keberanian yang lebih dalam membuat website pribadi. Ia pun memiliki ide lain, yakni membuat website yang berisikan berita. Namun, hal tersebut memiliki kendala seperti tidak adanya wartawan untuk mencari berita.

Concept Development and Testing

Setelah melakukan penyaringan terhadap beberapa ide yang ada, akhirnya Andrew dan kedua temannya bersepakat untuk membuat website yang berbentuk seperti forum online. Dimana setiap orang dapat sharing tentang berbagai hal didalamnya, dan tentunya bisa langsung mendapatkan tanggapan dari pengguna yang lain.

Marketing Strategy Development

Produk ini menyasar anak-anak muda yang memiliki minat lebih terhadap social media. Sebagai forum online. Website ini tidak memungut biaya kepada para penggunanya. Biasanya proses pemasarannya sendiri terjadi dari mulut ke mulut antar penggunanya karena ketika itu masyarakat Indonesia masih masif terhadap perkembangan dunia online.

Business Analysis

Pendanaan produk ini mengalami kesulitan diawal-awal tahun pembentukannya. Namun, sang pemilik terus optimis dalam mengembangkan produk tersebut. Berawal dari modal awal sebesar $7 untuk membeli domain ternyata mampu membawa Kaskus terus berkembang. Sang pemilik pada mulanya hanya  membayar $15 untuk biaya setiap bulannya dan terus bertambah hingga $30, $40, dan seterusnya.

Product Development

Berawal dari hanya sebatas situs forum online saja, produk ini dapat berkembang menjadi suatu situs jual beli juga. Selain itu yang mulanya situs ini menggunakan sharing domain , karena banyaknya masyarakat yang menggunakan situs ini. Akhirnya membuat sang pemilik memutuskan untuk membeli server seharga $1500 guna menunjang pengembangan produk tersebut.

Market Testing

Website ini diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia sebagai situs forum online. Dan tidak disangka-sangka masyarakat Indonesia banyak yang tertarik dengan produk ini.  Saat itu, dapat diperkirakan juga bahwa produk ini akan bertahan lama dipasar Indonesia karena perkembangan jaman yang sudah mulai memasuki dunia digital.

Komersialisasi

Produk ini diperkenalkan kepada masyarakat secara resmi pada 6 November 1999  dengan nama Kaskus yang memiliki kepanjangan Kasak-Kusuk. Kaskus diperkenalkan sebagai situs forum online yang dapat digunakan sebagai wadah sharing penggunanya. Situs ini juga dapat digunakan sebagai situs jual beli.   

Siklus Hidup Kaskus

4P Kaskus

Pengenalan (1999-2001)

Pertumbuhan

(2002-2008)

Dewasa

(2009-2016)

Penurunan

(2017-skrg)

Produk

Kaskus dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah

Menambah forum-forum yang informatif dan atraktif

Tambahan FJB, Kaspay, menghilangkan thread BB 17++

Menambah Kaskus TV,  Podcast, Battleground, Hobbyground

Harga

Belum ada harga untuk iklan dan biaya keanggotaan

Menerapkan biaya iklan dan keanggotaan yang rendah

Menarik biaya iklan dan fitur premium dengan harga yang menarik dan kompetitif

Masih menarik biaya iklan dan fitur premium dengan rate yang relatif sama

Distribusi

Mahasiswa Indonesia di AS

Masyarakat Indonesia, terutama anak muda pengguna internet

Masyarakat Indonesia, yaitu penikmat internet, penjual dan pembeli barang, dan hobiis

Penikmat internet seperti sebelumnya, dengan tambahan gamers dan fokus pada kaum millenial

Iklan

Menciptakan suatu forum komunikasi antar mahasiswa Indonesia di AS

Forum atau komunitas masyarakat Indonesia yang dapat saling berbagi bermacam hal

Forum diskusi warganet dan tempat transaksi jual beli

Forum diskusi, terutama bagi kaum milenial dan menyasar para gamer

Promosi Penjualan

Tidak ada promosi

Populer dengan sendirinya, iklan sebatas di halaman Kaskus

Sudah dalam masa keemasan, sedikit pesaing sehingga promosi tidak gencar

Menggencarkan promosi melalui saluran media sosial, baliho, dll

Kaskus pada awalnya hanya dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah 3 orang mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat. Bahkan, hanya satu pendiri yang bertahan (Andrew), karena 2 pendiri lain tidak percaya bahwa Kaskus dapat menghasilkan laba. Kaskus pada awalnya hanya digunakan sebagai forum komunikasi antar mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, sehingga tidak memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Kemudian, sepupu dari Andrew, Ken datang mengabarkan bahwa Kaskus sudah populer di Indonesia. Di sini forum ini mulai berkembang. Mereka menambahkan forum-forum interaktif, seperti forum hobi, Fight Club, BB 17++, hingga sekadar mendiskusikan hal yang sedang ngetren. Kepopuleran Kaskus didapat hanya dari mulut ke mulut. Forum seperti ini masih sangat jarang di Indonesia, sehingga kehadirannya disambut masyarakat. Sekarang, segmentasi pasarnya berada di Tanah Air. Untuk mendanai pengembangannya, Andrew rela bekerja tambahan di Amerika. Selain itu, mereka menerapkan biaya iklan bagi siapapun yang ingin memasangnya di halaman Kaskus. Ada juga biaya keanggotaan untuk anggota yang menginginkan fitur lebih.

Di tahun 2008, UU ITE diterapkan di Indonesia. Ini artinya, thread BB 17++ bisa menyalahi aturan. Thread ini berisi konten pornografi untuk pembaca 17 tahun ke atas. Maka, Andrew pun menutupnya. Meskipun demikian, anggota Kaskus justru melonjak. Kebanyakan datang dari kaum hawa. Ini merupakan awal dari kejayaan Kaskus. Andrew membawa server Kaskus dari Amerika ke Indonesia. Kantor pertamanya juga didirikan di Mangga Besar, Jakarta karena Kaskus mulai berfokus sebagai sebuah entitas bisnis. Mereka menambahkan forum jual beli, yang berhasil meningkatkan reputasi Kaskus di kancah nasional. Forum ini, biasa disingkat FJB, merupakan yang terbesar pada saat itu. Penjual dan pembeli banyak bertemu sehingga menghasilkan ribuan transaksi setiap harinya. Ada juga Kaspay yang berfungsi sebagai alat pertukaran yang sah di FJB. Pendapatan utama masih didapat dari iklan, ditambah dengan iuran keanggotaan premium dan pendapatan administrasi lainnya (cth: Kaspay).

Hingga sekitar tahun 2016, Kaskus masih ramai dikunjungi anggota setianya. Namun, setelah itu, makin hari pengunjungnya makin menurun. Hal ini tidak mengagetkan, mengingat adanya fenomena disrupsi yang sedang terjadi. Orang-orang mulai mencari konten di media sosial lain seperti Instagram dan Twitter. Forum Jual Beli mulai tergantikan dengan situs e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Meskipun demikian, Kaskus tetap berupaya berinovasi dengan menambah fitur baru. Ada Kaskus TV bagi penikmat tayangan visual, Kaskus Podcast yang menyajikan siaran lisan yang bertema, Battleground bagi penikmat gaming, serta Playground sebagai produk atau fitur fisik Kaskus yang terletak di kantornya. Mereka paham bahwa sekarang sasarannya merupakan kaum millenial. Selain itu, terdapat saingan baru yang lebih besar. Maka, mereka mulai melakukan iklan di sosial media, baliho, dan media lainnya. Desain situs dan fitur disesuaikan dengan preferensi millenial. Meskipun pengunjungnya anjlok, mereka tetap berusaha meraih ‘cuan’ dari biaya iklan dan iuran keanggotaan. 

Kaskus pada awalnya tidak berorientasi bisnis sepenuhnya, melainkan untuk memenuhi tugas mata kuliah dan berkembang menjadi suatu forum komunikasi antar mahasiswa Indonesia yang berada di Amerika. Namun setelah menyadari Kaskus dapat menjadi suatu bisnis yang menghasilkan profit, Andrew mulai mengembangkannya.  Karena sudah viral di Indonesia pada sekitar tahun 2002, Andrew mengembangkan Kaskus dengan menambah forum-forum informatif dan atraktif tetapi tidak mengiklankan Kaskus di tempat-tempat umum karena sudah dianggap popular dan diketahui oleh banyak orang.  Namun pada tahun 2010-an Kaskus mulai tergusur oleh platform sosial media lainnya yang bermunculan. Salah satu penyebabnya adalah Kaskus masih belum mengiklankan dirinya di tempat-tempat umum, misalnya melalui baliho atau melalui televisi sedangkan platform sosial media yang baru gencar melakukan iklan sehingga wajar saja jika Kaskus mulai tergusur dan kurang mendapatkan pengunjung baru. 

sumber :

https://kasusmanajemen.wordpress.com/2011/09/02/proses-pengembangan-produk-baru/

https://m.kaskus.co.id/thread/51a4220b631243a056000007/sejarah-berdirinya-kaskus/


Like it? Share with your friends!

1
1 share, 1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
wehunthead

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format