The Founder : Kecerdasan Marketing Raja Burger

The Founder adalah kisah pendiri McDonnald's


1
1 point

Trailer “The Founder”

Sinopsis Film “The Founder”

Film The Founder ditulis oleh Robert Siegel yang menceritakan tentang perjalanan Ray Kroc membangun usaha McDonald restoran cepat saji paling sukses di seluruh dunia. Diperankan oleh Michael Keaton menceritakan kisah awal Ray Kroc sebagai sales mixer yang sering mendapatkan penolakan saat ia menawarkan produknya. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Maurice dan Richard McDonald yang menjalankan usaha burger yang sukses pada saat itu. Ray Kroc tertarik pada ide McDonald bersaudara dan tertarik untuk menjalankan kerjasama dalam bentuk franchise. Ia membayangkan bahwa usaha tersebut bisa berkembang di seluruh amerika seperti banyak nya gereja yang ada di seluruh Amerika. Dalam menjalankan kerjasama antara keduanya banyak terjadi perdebatan dan konflik kepentingan. Ray Kroc dengan ide-ide gila nya berseberangan dengan McDonald bersaudara yang sangat mempertahankan standar dari usaha yang mereka jalankan. Disutradarai oleh John Lee Hancock film tersebut menggambarkan bagaimana perjuangan seseorang dalam membangun usaha dimulai dari titik terendah hingga sukses seperti sekarang lengkap dengan konflik yang terjadi. Film The Founder sendiri tayang di seluruh Amerika pada tanggal 20 Januari 2017.

New Product Development Process

Idea Generation

Idea Generation atau pemunculan ide adalah suatu proses pemunculan ide dan gagasan yang bertujuan untuk mengembangkan produk baru. Pemunculan ide tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yang pertama faktor internal di mana faktor ini dipengaruhi oleh perusahaan itu sendiri seperti dari staf, pihak manajemen maupun dari tim riset dan pengembangan. Berikutnya faktor external di mana faktor ini dipengaruhi oleh kompetitor, penggan, distributor dan pemasok. Dalam film The Founder munculnya ide untuk mengembangkan suatu produk baru itu ketika Kroc mendapatkan orderan mesin milkshake sebanyak 6 mesin di restoran burger bernama McDonald. Sesampainya di lokasi Krock terkejut karena ramainya pengunjung, setelah menganalisa dan berdiskusi dengan Mac dan Dick selaku pemilik McDonald ternyata sistem dapur pada restoran tersebut mereka atur seefisien mungkin untuk mempercepat proses produksi guna menghasilkan hasil yang memuaskan.

Idea Screaning

Idea Screaning atau penyaringan ide ini adalah tahapan yang terdiri dari beberapa aktivitas yang dirancang untuk mengevaluasi suatu konsep untuk produk baru. Informasi ini digunakan untuk membantu pihak manajemen untuk mengidentifikasi suatu produk  serta memproyeksikan tingkat permintaan yang berpotensi.

Dari potensi yang dimiliki dari produk tersebut Krock berusaha untuk mengajak Mac dan Dick untuk mengembangkan produknya ke tingkat nasional.

Concept Development and Testing

Concept Development and Testing adalah suatu ide atau gagasan yang lolos setelah tahapan penyaringan yang kemudian di kembangkan menjadi beberapa variabel dan alternatif produk. Untuk pengujian konsep itu sendiri mengacu pada pengujian konsep produk baru dari target grup konsumen itu sendiri.  

Market Strategy Development

Marketing Strategy Development adalah upaya untuk mengembangkan pemasaran berdasarkan konsep yang telah diproyeksikan.

Penelitian menunjukan bahwa anak-anak memiliki pengaruh yang kuat dalam proses pengambilan keputusan. Dari situ McDonald kemudian memunculkan program happy meal.

Business Analysis

Tahapan business analysis adalah tinjauan proyeksi penjualan, biaya, dan laba produk baru untuk mengetahui apakah faktor-faktor ini memenuhi tujuan perusahaan. Dalam film The Founder, tahapan ini dilakukan oleh Maurice dan Richard McDonald bersaudara ketika mereka awalnya menjual banyak produk dan akhirnya memutuskan untuk hanya menjual tiga produk saja yaitu burger, kentang goreng, dan cola. Keputusan itu mereka ambil karena produk dengan penjualan terbesar adalah tiga produk tersebut. Tiga produk tersebut menyumbang sebesar 87% dari total penjualan McDonald’s. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat ketiga produk tersebut tidak terlalu besar karena tidak membutuhkan alat yang banyak dan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Berdasarkan proyeksi penjualan dari McDonald’s tiga produk tersebut menyumbang sebagian besar dari laba yang didapatkan oleh McDonald’s

Product Development

Tahapan product development adalah pengembangan konsep produk menjadi produk fisik untuk memastikan bahwa ide produk dapat diubah menjadi penawaran pasar yang bisa diterapkan. Setelah melewati tahapan business analysis, dapat diambil kesimpulan bahwa burger, kentang goreng, dan cola adalah produk yang memiliki potensi besar laku di pasaran. McDonald’s mengembangkan produknya dari segi layanan. McDonald’s menggunakan sistem layanan yang bernama “Speedy Service System”. Speedy Service System adalah konsep menyajikan makan dengan cepat yang hanya membutuhkan waktu 30 detik hingga makanan siap dihidangkan kepada konsumen untuk kemudian siap disantap.

Test Marketing

Tahapan test marketing adalah tahap pengembangan dimana produk dan program pemasaran yang dibuat diuji di pasaran. Setelah produk yang diputuskan dijual dan sudah melalui tahap pengembangan produk, selanjutnya produk tersebut melalui tahapan test marketing. Test marketing yang dilakukan oleh McDonald’s dilakukan secara langsung dengan menjual produk mereka di gerai McDonald’s. Awalnya sistem servis yang mereka tawarkan tidak disukai oleh konsumen karena pada saat itu umumnya restoran lain melayani konsumen dengan mengantarkan makanan ke mobil konsumen, sedangkan McDonald’s menggunakan sistem antrian yang mengambil langsung pesanan di gerai. Namun lama kelamaan sistem tersebut disukai oleh konsumen karena menawarkan suasana baru yang membuat konsumen dapat bercengkerama dengan keluarga atau teman-temannya di mobil atau di tempat duduk yang disediakan oleh McDonald’s.

Commercialization

Tahapan commercialization adalah memperkenalkan produk ke pasaran. McDonald’s melakukan tahapan ini bersamaan dengan tahap test marketing. McDonald’s memperkenalkan produknya sekaligus mengobservasi apakah produknya akan laku di pasaran.

  1. Analisis lebih lanjut proses pengembangan produk dalam film “The Founder” 

Setelah sebelumnya dibahas tahapan proses pengembangan produk secara umum, dalam bagian ini kita akan coba bahas lebih dalam lagi apakah ada tahapan yang sebenarnya tidak sesuai atau apakah ada tahapan yang tidak dilakukan oleh Ray Kroc dalam film The Founder. Kemudian lebih dalam lagi apakah hal tersebut berpengaruh terhadap pengembangan produk tersebut baik pengaruh positif maupun negatif.

Dari tahapan yang pertama yaitu Idea Generation sebenarnya Ray Kroc tidak melewati hal tersebut, dalam artian ia tidak mendorong dirinya untuk menemukan ide usaha yang ia kembangkan. Ide awal dari Maurice dan Richard McDonald bersaudara yang menemukan ide yang mereka namakan “Speedee Service System” yang menyajikan pesanan konsumen dalam 30 detik. Dalam film diceritakan bagaimana mereka beberapa kali gagal dalam menemukan ide dan layout yang tepat untuk produk mereka. Ray Kroc hanya seorang salesman mesin milkshake yang kemudian tertarik dengan ide yang dimiliki oleh McDonald bersaudara dan tertarik untuk bekerja sama dengan mereka hingga pada akhirnya membeli franchise McDonald. 

Dalam kisah Ray Kroc ini memang menimbulkan pro kontra dari berbagai kalangan. Ada yang berpendapat bahwa Ray Kroc merupakan orang yang jahat yang mengikuti ambisinya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain. Akan tetapi tak sedikit pula yang mendukung bahwa yang dilakukan oleh Ray Kroc merupakan sesuatu yang sah-sah saja terutama dalam dunia bisnis. Dampak positif dari tindakan Ray Kroc tersebut adalah ia tidak perlu mencari ide untuk usahanya, ia hanya perlu menggunakan ide tersebut dan mengembangkan ide tersebut sesuai dengan ambisi dan keinginannya, sedangkan dampak negatifnya yaitu ia harus mendapatkan kritik sebagai seseorang yang jahat dan tidak tahu berterima kasih, terlebih lagi ia harus kehilangan dua orang yang berperan dalam kisah suksesnya demi menuruti impian dan ambisi bisnisnya.

Jika tahap pertama tidak ia lakukan otomatis tahap kedua yaitu Idea Screening juga tidak ia lewati. Selanjutnya pada tahap Concept Development and Testing sebenarnya sudah dilakukan terlebih dahulu oleh Maurice dan Richard McDonald, ide tersebut yaitu untuk membuka restoran serupa di tempat lain. Akan tetapi tidak berjalan dengan mulus karena orang yang dipercaya untuk menjalankan usaha tersebut tidak mengelolanya sesuai standar yang mereka miliki, akibatnya mereka tidak melanjutkan ide tersebut. Selanjutnya Ray Kroc datang dan berusaha untuk meyakinkan mereka bahwa ia bisa membuat ide tersebut sukses dan usaha tersebut nantinya akan sesuai dengan standar yang ada. Dengan diskusi yang panjang akhirnya ia mendapatkan kepercayaan untuk mengembangkan ide tersebut dan buktinya ia berhasil untuk mengembangkan konsep franchise tersebut. 

Dampak positif dari keputusan tersebut yaitu ia bisa mengembangkan idenya melalui usaha tersebut sedangkan dampak negatifnya yaitu ia tidak bisa menghindari konflik kepentingan dengan McDonald bersaudara. Tak jarang perdebatan yang alot terjadi diantara mereka dikarenakan ide-ide yang dimiliki Ray Kroc dianggap tidak sesuai dengan prinsip yang dimiliki oleh McDonald bersaudara.

Dalam tahap pengembangan produk ini Ray Kroc secara tidak langsung sudah langsung pada tahap Commercialization tanpa menjalankan tahap Marketing Strategy Development, Business Analysis, Product Development, maupun Test Marketing. Sebaliknya keempat tahapan tersebut dilakukan disaat McDonald berada di puncak dengan banyak cabang yang sudah berdiri. Hal tersebut tergambar dari bagaimana Ray Kroc berusaha membujuk McDonald bersaudara untuk menaikkan upahnya, ia merasa upahnya terlalu kecil padahal cabang ia kembangkan sudah banyak. McDonald bersaudara menolak permintaan tersebut, tapi Ray Kroc tidak kehilangan akal sampai akhirnya ia bertemu dengan Harry J Sonneborn yang memberikan ide bahwa Ray Kroc tidak hanya sekedar mengembangkan franchise tetapi ia menyewakan lahan serta bangunan tempat McDonald tersebut sehingga uang yang didapatkan lebih banyak. 

Selanjutnya tahapan Product Development tergambar pada saat Ray Kroc bertemu dengan sepasang suami istri yang menawarkan produk milkshake yang menurutnya dapat menaikkan keuntungan karena lebih mudah dan praktis dengan rasa yang enak. Tidak jauh berbeda dengan ide-ide nya sebelumnya, ide tersebut juga ditolak oleh McDonald bersaudara karena tidak sesuai dengan tujuan perusahaan mereka. Mereka sangat ketat dalam menjaga standar produk mereka berbeda dengan Ray Kroc yang penuh dengan ide-ide dan terbuka sekali dengan inovasi. Bagian ini merupakan tahap dimana mulailah terjadi perpecahan dalam kerjasama mereka. Ray Kroc tetap melakukan Test Marketing tidak hanya dalam skala kecil tapi secara luas di semua cabang walaupun tidak disetujui oleh McDonald bersaudara. Dari keputusan tersebut lah memicu putusnya kontrak antara Ray Kroc dan McDonald bersaudara hingga akhirnya ia membeli merek McDonald dengan harga 2,7 juta US Dollar. Dari keputusan Ray Kroc tersebut dampak positifnya ia bisa secara bebas mengembangkan ide-ide yang ia miliki tanpa perlu terhalang oleh McDonald bersaudara. Melalui kebebasan tersebut ia berhasil membangun kesuksesan usahanya tersebut dengan membuka lebih dari 37.000 cabang di lebih dari 100 negara, melayani 69 juta lebih konsumen setiap harinya. 

Secara umum dapat disimpulkan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh Ray Kroc menghasilkan dampak positif terhadap pengembangan produk yang ia miliki walaupun dalam mengembangkan usaha tidak semua tahap dilalui oleh Ray Kroc. Kunci utama dari kesuksesan usahanya tersebut adalah percaya, ia percaya bahwa semua ide dan inovasi yang ia lakukan akan membawa perusahaannya mencapai kesuksesan. Menurutnya dengan kepercayaan tersebut maka akan mendorong kita untuk menggunakan semua kemampuan yang kita miliki hingga akhirnya tujuan yang kita miliki dapat tercapai.

              2. Saran mengenai Strategi Daur Hidup Produk

Characteristics

Introduction

Growth

Maturity

Decline

Sales

Volume penjualan rendah dikarenakan customer belum mengetahui produk McDonald.

McDonald perlu meningkatkan volume penjualannya ketika waralabanya juga mengalami peningkatan.

Volume penjualan stagnan, dilakukan peningkatan ketika mulai membuka waralaba baru.

Hingga hari ini, perusahaan McDonald belum memasuki fase penurunan karena McDonald dapat mempertahankan bisnisnya.

Costs

Biaya yang dikeluarkan pada tahapan ini tinggi, hal ini dikarenakan McDonald masih melakukan banyak percobaan dalam mengelola bisnisnya dan perlu banyak dana untuk modal awal perusahaan.

Di tahapan ini, biaya yang dikeluarkan oleh McDonald juga mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan dalam menumbuhkan bisnisnya, McDonald menggunakan cara waralaba sehingga semakin banyak waralaba dibangun, biaya pun akan meningkat.

Biaya pada tahapan ini relatif rendah dibanding dua tahapan sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya faktor economies of scale dan learning cost sehingga McDonald dapat menyiasati bagaimana cara menghemat biaya mereka.

Biaya yang dikeluarkan jika McDonald mengalami fase ini adalah relatif rendah sebanding dengan terjadinya penurunan volume penjualan.

Profits

Diceritakan di film, pada tahapan ini McDonald sempat mengalami kerugian dengan arus kas negatif, bahkan berpikir hendak menutup restorannya.

Peningkatan keuntungan terjadi di tahapan ini. Walaupun di film diceritakan bahwa perusahaan sempat mengalami kekurangan dana akibat tidak adanya cash on hand. Hal ini dikarenakan pengelolaan pendapatan yang diterima kurang baik sehingga tidak dapat mengimbangi biaya yang dikeluarkan untuk memperbanyak waralaba.

Keuntungan yang didapatkan pada tahapan ini tinggi. Hal ini disebabkan pengelolaan McDonald telah dilakukan secara stabil dan perusahaan telah mampu mengestimasi pengeluaran kebutuhannya dengan tepat.

Keuntungan perusahaan akan menurun diakibatkan oleh jumlah dollar yang masuk relatif lebih sedikit karena penjualan yang juga sedikit.

Customers

Pelanggan McDonald pada tahapan ini diketahui melalui film masih mencoba-coba produk perusahaan, bahkan masih mencoba cara baru perusahaan dalam memberi layanan fast food. Hal ini dikarenakan cara mereka dalam memberi pelayanan berbeda dengan restoran lain pada umumnya di masa tersebut.

Pada tahap ini, pelanggan-pelanggan baru McDonald mulai bermunculan dan semakin banyak jumlahnya. Hal ini dikarenakan nama McDonald telah cukup terkenal dan beberapa orang penasaran untuk mencoba merasakan produk dan euforia pelayanan McDonald.

Pelanggan merupakan orang-orang yang telah mengetahui produk-produk McDonald dan merupakan pelanggan lama yang datang kembali, bahkan beberapa pelanggan merupakan pelanggan tetap yang telah menjadikan makan di McDonald sebagai bagian dari lifestyle mereka.

Pelanggan akan berkurang dikarenakan terjadinya kejenuhan pada produk McDonald. Untuk itu, perusahaan perlu terus berinovasi dalam menciptakan sesuatu yang baru pada perusahaannya agar tidak tenggelam dan tersingkir dari industri restoran cepat saji.

Competitors

Pesaing pada tahapan ini sedikit, bahkan untuk McDonald yang merupakan restoran cepat saji dengan waktu penyajian 30 detik pada saat itu belum memiliki saingan.

Di dalam pertumbuhannya, sempat diceritakan bahwa beberapa restoran mengikuti McDonald dalam menyediakan makanan sehingga McDonald mendapatkan beberapa pesaing.

McDonald yang hari ini tengah berada pada tahap ini menemui beberapa pesaing dan terus bertambah banyak. McDonald perlu menata strategi dan mempertahankan kualitasnya agar tetap unggul dari pesaingnya.

Pada tahap ini, pesaing dari McDonald akan mengalami penurunan dikarenakan industri restoran cepat saji tidak lagi dianggap menguntungkan. Atau sebaliknya, perusahaan menemui masa kejenuhan diakibatkan pesaing yang bertebaran dimana-mana.




 

Introduction

Growth

Maturity

Decline

Strategies

 

 

 

 

Product

Menjual burger dan makanan fast food pendampingnya dengan positioning yang tepat.

Meningkatkan kualitas makanan dan minuman maupun pelayanan restoran

Mengembangkan jenis menu yang dianggap mampu bersaing di pasar.

Menghapus menu yang tidak lagi dapat bersaing dan tidak sesuai dengan keinginan konsumen.

Price

Harga dengan margin keuntungan tinggi.

Harga untuk penetrasi pasar

Menurunkan harga.

Memotong harga

Distribution

Distribusi selektif

Sakuran distrubusi lebih luas karena memasuki segmen baru.

Saluran distribusi semakin luas dan beragam.

Menghapus saluran distribusi yang tidak menguntungkan.

Advertising

Membangun kesadaran produk kepada investor dan konsumen awal.

Penggeseran tujuan iklan dari membangun kesadaran produk ke membangun keyakinan dan pembelian produk.

Tujuan iklan yaitu menekankan kekhasan burger McDonnald’s.

Tujuan periklanan untuk menjaga minat konsumen loyal.

Sales Promotion

Promosi penjualan yang besar.

Pengeluaran yang besar untuk promosi.

Promosi penjualan yang agresif.

Promosi penjualan dikurangi ke level minimal

Intoduction – Product Life Cycle Strategies

McDonald's harus memilih strategi peluncuran yang konsisten dengan positioning produk yaitu burger dan fast food pendamping. McDonnald’s harus menentukan apa yang konsumen akan dapatkan apabila membeli makanan di McDonnald’s. Karena konsumen biasanya tidak siap untuk perbaikan atau penyempurnaan produk pada tahap ini, perusahaan memproduksi versi dasar produk yang sesuai dengan ide awal tanpa adanya inovasi atau tambahan. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kesadaran konsumen restoran fast food yang pada saat itu trendnya adalah pramusaji mengantarkan pesanan ke mobil konsumen diubah dengan makan di tempat duduk yang disediakan di sekitar restoran serta uji coba apakah produk fast food dan metode makan yang ditawarkan diterima oleh konsumen.

Untuk harga makanan dan minuman dalam restoran McDonnald’s sendiri dijual dengan harga yang dapat menutup biasa produksi supaya kerugian perusahaan pada tahap ini akibat adanya produk yang tidak terjual bisa diminimalisir. Harga produk paling mahal pada tahap ini walaupun masih dalam taraf wajar hanya saja margin keuntungan per unit produknya dibuat tinggi.  

Distribusi selektif pada awalnya membantu memfokuskan upaya pada distributor yang paling penting. McDonnald’s mengandalkan cabang sebagai sumber pendapatannya. Cabang dibuka di tempat-tempat yang dianggap memiliki jumlah penduduk yang besar dan belum terdapat restoran fast food yang menggunakan metode serupa dalam penyajian makanannya. 

Periklanan harus bertujuan membangun kesadaran produk di kepada investor karena dalam perkembangannya McDonnald’s memerlukan investor-investor yang bersedia menginvestasikan uangnya dengan membuka usaha restoran fast food. Dengan semakin banyaknya cabang maupun franchise yang dibuka, maka keuntungan yang didapatkan McDonnald’s semakin besar dan kesadaran konsumen akan adanya restoran tersebut semakin luas.

Untuk menarik perhatian, diperlukan promosi penjualan yang besar seperti memasang baliho dan mengiklankan melalui radio dan televisi. Selain itu promosi berupa diskon atau kupon juga penting dilakukan. Pada tahap ini promosi mulut ke mulut masih dianggap penting adanya untuk memperkenalkan restoran McDonnald’s kepada publik. 

Growth – Product Life Cycle Strategies

Tahap pertumbuhan adalah tahap di mana penjualan mulai naik dengan cepat. Alasannya adalah konsumen awal akan terus membeli, dan orang lain kemudian akan mulai mengikuti jejak mereka, khususnya jika mereka mendengar dari mulut ke mulut pada tahap awal. Peningkatan penjualan ini juga menarik lebih banyak pesaing yang memasuki pasar. Pesaing akan memperkenalkan fitur produk baru, persaingan akan menjadi sangat ketat dan pasar akan berkembang dengan pesat pula.

Tujuan utama dalam tahap pertumbuhan adalah untuk memaksimalkan pangsa pasar. Kualitas makanan dan minuman yang ditawarkan oleh McDonnald’s harus ditingkatkan demikian pula mengenai pelayanannya seperti waktu pelayanan yang lebih cepat, tempat makan yang nyaman dan luas, serta kebersihan restoran yang terjaga. Fitur dan model baru perlu ditambahkan pada makanan, minuman, dan restoran McDonnal’s seperti menambah variasi ukuran minuman, menambah variasi burger maupun menambah menu baru seperti spageti.

Harga tetap seperti ketika McDonnald’s pertama kali membuka restoran atau menurun untuk menembus pasar, tergantung pada elastisitas permintaan dan harga yang ditawarkan pesaing.

McDonnald’s dapat memasuki segmen pasar baru baik secara geofrafis, seperti membuka cabang atau franchise di distrik atau kota besar lainnya, dan karena itu saluran distribusinya juga semakin luas. Volume distribusi bertambah besar kepada masing-masing cabang atau franchisenya.

Tujuan iklan harus digeser dari membangun kesadaran produk ke membangun keyakinan dan pembelian produk. Perusahaan harus menjaga iklan tetap sesuai dengan nilai-nilai produk serta adanya iklan tambahan untuk mempromosikan produk baru.

Promosi pada tingkat yang sama atau bahkan lebih tinggi karena tujuan terdapat lebih dari satu tujuan utama yaitu menjaga penjualan di segmen pasar sebelumnya dan menambah promosi kepada segmen pasar baru, serta untuk memenangkan persaingan. Pada tahap pertumbuhan, perusahaan harus memilih antara pangsa pasar yang tinggi dan laba yang tinggi. Dengan mengeluarkan banyak uang untuk promosi, perusahaan dapat mencapai posisi dominan. Namun, untuk itu perlu melepaskan keuntungan maksimun dan mengalihkannya kepada promosi.

Maturity stage – Product Life Cycle Strategies

Tahap kematangan adalah tahap di mana pertumbuhan penjualan produk melambat atau turun setelah mencapai puncaknya. Ini akan terjadi di beberapa titik, karena pasar menjadi jenuh kepada menu yang disajikan McDonnald’s. Secara umum, tahap kematangan berlangsung lebih lama dari dua tahap sebelumnya. Hal itu menimbulkan tantangan kuat bagi manajemen pemasaran McDonnal’s untuk menjaga eksistensi menu yang mereka tawarkan. 

Perlambatan pertumbuhan penjualan disebabkan oleh banyak restoran fast food dengan banyak produk untuk dijual. Demikian juga, kelebihan kapasitas ini menghasilkan persaingan yang lebih besar. Karena pesaing mulai menurunkan harga, meningkatkan iklan dan promosi penjualan, serta meningkatkan anggaran pengembangan produk fast food mereka untuk menemukan versi produk yang lebih baik. Akan terjadi penurunan laba. Dalam tahap ini beberapa restoran fast food yang lemah akhirnya bangkrut dan keluar dari persaingan,  hanya menyisakan pesaing restoran fast food lainnya yang juga mapan dan mempunyai pangsa pasar yang juga besar. Tujuan utama perusahaan pada fase ini adalah untuk memaksimalkan laba sambil mempertahankan pangsa pasar.

Pada tahap ini dianjurkan untuk meningkatkan kualitas menu yang ditawarkan McDonnald’s yang dinilai dapat bertahan dengan menambahkan inovasi seperti mengeluarkan burger dengan rasa tertentu yang hanya tersedia di musim tertentu, tetapi tidak menambah jenis menu. Alasannya adalah bahwa perusahaan tidak bisa begitu saja mempertahankan produk walaupun dinilai sudah matang karena selera konsumen terus berubah akan tetapi McDonnald’s tidak bisa dengan mudah menabahkan jenis menu baru karena konsumen sudah menilai menu apa yang menggambarkan McDonnald’s. Oleh karena itu, McDonnald’s harus mempertimbangkan untuk memodifikasi pasar dan produk. Memodifikasi pasar berarti berusaha meningkatkan konsumsi dengan mencari pengguna baru dan segmen pasar baru untuk produk tersebut. McDonnald’s dapat memulai menjual tidak hanya di Amerika Utara tetapi juga bisa memasuki pasar Amerika Selatan, Eropa, bahkan Asia. Memodifikasi produk mengacu pada perubahan karakteristik seperti kualitas, fitur, gaya atau kemasan untuk menarik pengguna baru dan menginspirasi lebih banyak penggunaan. McDonnald’s bisa membuat burger versi rendah lemak untuk menarik segmen orang-orang yang memperhatikan kesehatan mereka sehingga tetap bisa membeli burger McDonnald’s tanpa takut akan kadar lemaknya. 

Harga dapat dipotong untuk menarik minat konsumen tetap maupun konsumen pesaing dengan cara memberikan diskon atau kupon. McDonnald’s dapat mengpromosikan promo Buy 1 Get 1 atau promo paket tertentu. Untuk perusahaan yang sudah memasuki tahap ini, kupon dan diskon sangatlah efektif untuk menarik minat pasar yang sudah jenuh. 

Saluran distribusi McDonnald’s semakin luas dan beragam karena membuka cabang atau franchise di luar negeri bahkan di benua yang berbeda. McDonnald’s harus mempelajari dan memahami saluran distribusi di negara tersebut karena mustahil untuk menyediakan bahan dari pabrik dari Amerika.

Perusahaan juga dapat meluncurkan kampanye iklan yang lebih menekankan kekhasan dan keunikan McDonnald’s yaitu sebagai fast food yang menawarkan burger dan perbedaan menu burgernya dari pesaing-pesaingnya.  

Promosi  penjualan yang meningkat menjadi lebih agresif untuk menyeimbangkan kejenuhan pasar dengan memotong harga, memberikan promo tertentu, serta memberikan kupon maupun promosi yang tujuannya bukan untuk mempromosikan menu McDonnald’s secara langsung akan tetapi kampanye-kampanye baru mengenai kepedulian lingkungan dan sosial yang dilakukan McDonnald’s.

Decline stage – Product Life Cycle Strategies

Tahap penurunan adalah tahap di mana penjualan produk menurun. Ini terjadi pada sebagian besar bentuk dan merek produk pada saat tertentu. Penurunan bisa lambat atau cepat. Penjualan mungkin turun ke nol, atau ke tingkat yang rendah secara berangsur-angsur terus selama bertahun-tahun.

Untuk tahap penurunan, pemilihan strategi siklus hidup produk yang cermat diperlukan. Alasannya adalah bahwa membawa produk perushaan yang lemah bisa sangat mahal bagi perusahaan. Ada juga banyak biaya tersembunyi. Misalnya, produk yang lemah mungkin menghabiskan terlalu banyak waktu manajemen. Ini membutuhkan upaya periklanan dan tenaga penjualan yang bisa lebih baik digunakan untuk produk lain yang lebih menguntungkan di tahap lain. Hal yang bisa dilakukan adalah me-remake produk. Namun, hal itu memerlukan biaya yang mahal dan produk tidak terjamin akan bisa bersaing di pasar.

McDonnald’s perlu lebih memperhatikan produk-produk yang mengalami penurunan permintaan secara drastis. Kemudian, McDonnald’s harus mengambil keputusan: tetap mempertahankan atau menghapus produk yang menurun dari menu.

Strategi umum untuk tahap penurunan meliputi pemotongan harga, memilih distribusi selektif dengan menghapus outlet yang tidak menguntungkan dan mengurangi iklan serta promosi penjualan ke tingkat yang diperlukan untuk mempertahankan hanya jenis konsumen yang paling loyal.


Referensi :

https://www.layar.id/film/sinopsis-film-founder-meniti-kisah-sukses-gerai-mcdonald/

https://en.wikipedia.org/wiki/McDonald%27s

https://stunningmotivation.com/17-best-lessons-and-inspirational-quotes-from-ray-kroc-of-mcdonalds/

https://www.brilio.net/creator/karyawan-makan-tuan-ternyata-pemilik-mc-donald-bukanlah-pendiri-asli-mc-donald-10286.html

https://www.idntimes.com/hype/entertainment/puteri-daulay/the-founder-sejarah-berdirinya-mcdonalds-c1c2/full

Pembuat Artikel

Rifal Mulyadi M

Elsania Pasilla

Wiwit Subagio

Ahmad Rosis Fanani Hakim

Prabandari Nur Fauziah


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format