The Manager as a Planner and Strategist

Menjadi Manajer Susah ? Ah masa sih ? Mudah kok, asal tau caranya. Let's Check it Out !!


2
2 points

OVERVIEW

"If You Fail to Plan, You Are Planning to Fail" - Benjamin Franklin


Dalam lingkungan yang kompetitif dan sangat cepat berubah, manajer harus terus mengevaluasi seberapa baik produk mereka dapat memenuhi kebutuhan konsumen, dan mereka harus terlibat secara menyeluruh, dan melakukan perencanaan yang sistematis untuk menemukan strategi baru guna menyesuaikan produk mereka agar lebih memenuhi kebutuhan konsumen yang akan terus bertambah. Kedepannya kita akan membahas peran penting Manager dalam merencanakan dan menyusun strategi : 

  1. Sifat dan pentingnya perencanaan, Jenis rencana pengembangan oleh manager, dan level dimana perencanaan berlangsung 
  2. Membahas 3 langkah utama dalam perencanaan : 
  • Menentukan Visi dan Misi Organisasi 
  • Merumuskan strategi untuk mencapai Visi dan Misi 
  • Menentukan cara yang paling efektif untuk mengimplementasikan dan merealisasikan strategi tersebut 

            Akan dibahas juga terkait perencanaan skenario dan analisis SWOT, yang dapat membantu manajer meningkatkan kualitas perencanaan mereka; dan berbagai strategi yang dapat digunakan untuk memberikan perusahaan mereka keunggulan kompetitif atas saingan mereka. Pada akhir bab ini, Anda akan memahami peran penting Manager dalam merencanakan, mengembangkan, dan menerapkan strategi untuk mencapa tujuan perusahaan.

PERENCANAAN DAN STRATEGI

Perencanaan adalah Proses yang digunakan manager untuk mengidentifikasi dan memilih tujuan dan tindakan yang tepat bagi organisasi. 

3 Tahap dalam Perencanaan 

  1. Menentukan Visi dan Misi Organisasi (Mendefinisikan Bisnis tsb dan Menetapkan Tujuan Utama). 
  2. Merumuskan Strategi (Menganalisis Situasi dan Mengembangkan Strategi) 
  3. Implementasi Strategi (Mengalokasikan Sumber Daya dan Kemungkinan untuk Mencapai Strategi)

PROSES PERENCANAAN

  1. Menetapkan dan Mengetahui Posisi Perusahaan Saat ini 
  2. Menentukan Perusahaan Tersebut Kedepannya dan Apa yang Ingin dicapai Kedepannya 
  3. Memutuskan Apa yang Harus dilakukan Untuk Mencapai Tujuan Kedepan 

Mengapa Perencanaan Penting?

  • Memberi Arah dan Tujuan Organisasi 
  • Perencanaan adalah langkah yang tepat agar manager berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang tujuan dan strategi baru dalam organisasi. 
  • Adanya Perencanaan membantu mengoordinir manager dari fungsi dan divisi yang berbeda untuk bekerja dalam arah yang sama dan bekerja untuk mencapai tujuan kedepan yang diinginkan 
  • Adanya Perencanaan dapat mengendalikan Manager dalam Organisasi 

Menurut Henri Fayol, Rencana yang Efektif Harus Memiliki 4 Kualitas :  

  1. Kualitas 
  2. Kuantitas 
  3. Akurasi
  4. Fleksibilitas

Levels of Planning


Dalam organisasi besar, perencanaan biasanya terjadi pada tiga tingkatan manajemen: perusahaan, bisnis atau divisi, dan departemen atau fungsional. Pada tingkat perusahaan adalah CEO Immelt, tim manajemen puncak, dan staf dukungan perusahaan mereka. Bersama-sama mereka bertanggung jawab untuk perencanaan dan strategi untuk organisasi secara keseluruhan. Di bawah tingkat perusahaan adalah tingkat bisnis. . Setiap divisi atau unit bisnis telah menetapkan sendiri manajer divisi yang mengendalikan perencanaan dan strategi untuk divisi khusus mereka. Sebagai contoh, manajer divisi GE Aviation merencanakan bagaimana untuk beroperasi secara global untuk mengurangi biaya sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai negara. Turun satu tingkat lebih, masing-masing divisi memiliki seperangkat fungsi atau departemen, seperti manufaktur, pemasaran, manajemen sumber daya manusia (SDM), dan penelitian dan pengembangan (R & D). Misalnya, pemasaran GE Lighting bertanggung jawab untuk meningkatkan efektivitas iklan dan kampanye penjualan di negara-negara yang berbeda untuk meningkatkan penjualan berbagai solusi pencahayaan.

Tingkat dan Jenis Perencanaan

Gambar 8.3 menunjukkan hubungan antara tiga tingkat ini. Rencana oleh Corporate Lever berisi keputusan manajemen puncak mengenai misi dan tujuan organisasi, secara keseluruhan (corporate level) strategi. Strategi tingkat Corporate menentukan di mana industri dan pasar nasional organisasi akan bersaing bersaing. Pada tingkat bisnis, manajer dari masing-masing divisi membuat rencana bisnis tingkat yang merinci tujuan divisi jangka panjang (1) yang akan memungkinkan divisi untuk memenuhi tujuan perusahaan dan (2) strategi bisnis tingkat divisi dan struktur yang diperlukan untuk mencapai tujuan divisi. Pada Level Fungsional, manager membuat strategi yang dapat memperkuat bisnis guna mencapai tujuan perusahaan.


Time Horizons of Plans

1. Pembagian Perencanaan Berdasarkan Waktu

  • rencana jangka panjang : biasanya mempunyai jangka waktu lima tahun atau lebih.
  • rencana jangka menengah: biasanya mempunyai jangka waktu satu dan lima tahun.
  • rencana jangka pendek: biasanya mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun.
  • rencana bergulir — rencana yang diperbarui dan diubah setiap tahun, perubahannya disesuaikan dari kondisi lingkungan eksternal.

Standing Plans and Single-Use Plans

  • Standing plans (Rencana tetap)

Di kembangkan untuk aktivitas yang berulang secara teratur selama suatu periode waktu tertentu.Seperti manajer mengembangkan kebijakan, aturan, dan prosedur operasi standar (SOP). Contoh : Perilaku etis karyawan dalam menjalin hubungan dengan supplier dan customer.

  • Single-Use Plans (Rencana sekali pakai)

Rencana sekali pakai dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dan tidak digunakan kembali bila tujuan telah tercapai. Contoh : perencanaan perusahaan untuk membangun gudang baru atau pemasangan internet di kantor cabang.


Scenario Planning / Perencanaan skenario

Perencanaan Skenario (scenario planning) (juga dikenal sebagai perencanaan kontingensi) yaitu penentuan serangkaian tindakan alternatif jika suatu rencana / tindakan yang tidak diharapkan dapat terjadi sehingga membutuhkan aksi yang cepat.

Determining the Organization’s Mission and Goals/ Menentukan Misi dan Tujuan Organisasi

  • Visi = Tujuan yang akan di capai suatu organisasi
  • Misi = cara cara untuk mencapai visi

Visi dan Misi dapat diubah, saat visi dan misi telah tercapai atau pun belum tercapai.

Defining the Business/ Mendefinisikan Bisnis

Untuk mendefinisikan bisnis, manajer harus mengajukan tiga pertanyaan terkait tentang produk perusahaan: 

  1. Siapa pelanggan kami?
  2. Apa kebutuhan pelanggan puas? 
  3. Bagaimana kami memuaskan kebutuhan pelanggan?

Manajer mengajukan pertanyaan ini untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, dan bagaimana organisasi memenuhi dan memuaskan kebutuhan tersebut. Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini membantu manajer mengidentifikasi tidak hanya kebutuhan pelanggan yang memuaskan mereka sekarang tetapi juga kebutuhan yang harus mereka coba puaskan di masa depan dan siapa pesaing sejati mereka. Semua informasi ini membantu manajer merencanakan dan menetapkan sasaran yang tepat.


Establishing Major Goals / Menetapkan Tujuan Utama

Penetapan tujuan pada organisasi haruslah menantang dan harus realistis. Tujuan Penetapan yaitu untuk :

  1. Memberi arah dan panduan bagi para manajer pelaksana Hal ini untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan pada unit unit kerja yang ada dalam perusahaan.
  2. Alokasi sumber daya Penggunaan sumber daya diutamakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang mendukung tercapainya sasaran perusahaan.
  3. Membangun budaya perusahaan Dalam mencapai sasaran bisnis perlu dibangun budaya perusahaan untuk menjadi yang terbaik melalui pemberian penghargaan atas suatu keberhasilan.
  4. Membantu manajer menilai kinerja Kinerja manajerial suatu bagian dinilai dari tercapai tidaknya sasaran yang ingin dicapai. Contohnya, bila sasaran barang yang laku di pasaran sebanyak 1000 unit/tahun dicapai berarti kinerja unit pemasaran sukses, demikian pula sebaliknya.

kepemimpinan strategis merupakan proses memberikan arah dan inspirasi yang diperlukan untuk membuat dan melaksanakan visi, misi, dan strategi dapat tercapai.

Perumusan Strategi

Perumusan strategi adalah membangun kumpulan dari Strategi-strategi Korporat, Bisnis dan Fungsional yang membuat organisasi dapat memenuhi misi dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Perumusan strategi dimulai dengan melakukan analisa secara sistematis faktor-faktor yang berada dari dalam dan luar lingkungan organisasi yang dapat mempengaruhi jalannya organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Perumusan Strategi dapat menggunakan tools-tools yang paling terkenal sebagai berikut:

  1. SWOT Analysis
  2. Five Forces Model

A. SWOT Analysis

Adalah dengan melakukan identifikasi dan analisa faktor-faktor yang berasal dari Luar dan Dalam Lingkungan Perusahaan. SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threat. Yang termasuk analisa faktor-faktor yang berasal dari dalam perusahaan adalah:

  1. Strengths
  2. Weaknesses

Yang termasuk analisas factor-faktor yang berasal dari luar lingkungan perusahaan adalah:

  1. Opportunities 
  2. Threat

Setelah melakukan analisa faktor-faktor dalam SWOT tersebut, hal berikutnya yang dilakukan adalah dengan merencanakan proses dan menentukan strategi-strategi untuk memenuhi misi dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Bagaimana cara memulai membangun analisa SWOT yang baik? Sebagai alternatif Untuk melakukannya anda dapat memulai dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Setelah melengkapi Analisis SWOT, Para Manajer dapat melanjutkan untuk membuat proses perencanaan dan menentukan strategi-strategi yang spesifik untuk memenuhin dan mencapai tujuan organisasi melalui:

  1. Menciptakan keuntungan melalui Peluang yang ada
  2. Melawan ancaman
  3. Membangun kekuatan yang ada di dalam Organisasi
  4. Memperbaiki kelemahan yang ada di dalam Organisasi.

B. Five Forces Model

Adalah model analisa yang digunakan untuk membantu Para Manajer untuk dapat fokus pada lima (5) hal kompetitif yang paling memberikan pengaruh paling penting, atau ancaman yang paling beperngaruh karena hal-hal tersebut dapat mempengaruhi seberapa besar organisasi berkompetisi dalam industi yang sama yang mungkin dapat terjadi.

Lima (5) hal kompetitif yang dimaksud dalam Five Forces adalah:

  1. The Level of Rivalry among Organizations in an Industry
  2. The Potential for Entry Into an Industry
  3. The Power of Large Suppliers
  4. The Power of Large Customers
  5. The Threat of Substitute Product

Fungsi Manajer pada level Korporat, Bisnis dan Fungsional adalah untuk merumuskan strategi untuk melawan ancaman, sehingga sebuah organisasi dapat mengelola lingkungan dan tugas-tugasnya, meningkatkan level performa dan mendorong peningkatan keuntungan.

Formulating Business Level Strategies

According to Porter, to obtain these higherprofits managers must choose between twobasic ways of increasing the value oforganization of product ;

  • Differentiating the product to increase its value customer 
  • Lowering the cost of making the product

Managers choose to pursue one of four business level strategies : low-cost, differentiation, focused low-cost or focused differentiation 

  • Low cost strategy: According to porter, companies pursuing a low-cost strategy can sell a product for sell then their rivals sell it and yet still make a good profit because of their lower costs. Example : BIC offers customers razor blades priced lower than gilletes. 
  • Differentiation strategy: Distinguishing an organizations products from the products of competitors on dimensions such as product design quality, or after sales service. Example : Coca-Cola, PepsiCo, and Procter & Gamble. They spend enormous amount of money to advertising to differentiate and create unique image for their products.
  • Focused low cost strategy: Serving only one segment of the overall marketand trying to be the lowest – cost organization serving that segment 
  • Focused differentiation strategy: Serving only one segment of the overall market and trying to be the most differentiated focused low cost or focused differentiation organization serving that segment. 

​FORMULATING CORPORATE- LEVEL STRATEGIES

Prinsip dari formulating level strategies adalah untuk membantu corporate tumbuh dan berkembang serta menjaga sebuah corporate tersebut agar tetap berada dipuncak dari industri dan mencegah perusahaan mengalami penurunan, serta mengenali keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh corporate agar siap bersaing dengan industri lain. Penciptaan keunggulan bersaing ini mengacu pada pemain baru yang memasuki industri ini, kekuatan daya beli konsumen, kekuatan pemasok, serta produk substitusi sejenis lainnya.

KONSENTRASI PADA INDUSTRI TUNGGAL

Konsentrasi pada industri tunggal ialah konsentrasi pada satu industri untuk menginvestasikan kembali keuntungan perusahaan untuk menguatkan posisi kompetitifnya didalam industri saat ini.

Contoh :McDonald yang dimulai sebagai satu restoran di California, Apple yang terus menerus memperkenalkan serta mengembangkan mobile wireless seperti pada perangkat iPhone dan iPad

INTEGRASI VERTIKAL

Penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi suatu perusahaan yang aktivitasnya berhubungan secara vertikal. Hubungan vertikal meliputi pengadaan barang baku dan sumber daya lainnya serta memperluas operasi perusahaan baik itu mundur keindustri yang memproduksi input untuk suatu produk atau meneruskan keindustri yang menggunakan, mendistribusikan atau menjual produk tersebut.

Contoh : Tesla motors memproduksi mobil eletrik dan akan dijual dengan harga $ 35.000 pada tahun 2017, tesla juga menjadi pemasok batre mobilnya sendiri dengan membangun pabrik batre.

DIVERSIFIKASI

  • Related Diversification : Strategi ekspansi bisnis perusahaan kedalam lini bisnis baru dengan tujuan untuk menciptakan keunggulan kompetitif pada existing divisi atau lini bisnis perusahaan, yg pada akhirnya akan meningkatkan value perusahaan. 
  • Ada sinergi didalam Related Diversification, sinergi yang berarti kalo barengan nih 2 divisi (divisi lama dan divisi baru) atau lini bisnis lama dan lini bisnis baru, jika mereka berkerja sama, maka value akan lebih besar daripada kalau jalan sendiri-sendiri. Banyak hal yang bisa disinergikan, mulai dari skill, resource, fasilitas, distribusi, bahkan advertising.
  • Contoh : Suzuki dan Honda yang terkenal sebagai produsen motor, juga memiliki lini bisnis sebagai produsen Mobil dengan merk yang sama.


  • Unrelated Diversification : Strategi ekspansi bisnis perusahaan kedalam lini bisnis baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan lini bisnis perusahaan yang ada.
  • ada Portfolio Strategy didalam Unrelated Diversificationyaitu untuk membagi financial resource yg bertujuan meningkatkan financial return, atau membagi risiko. Tetapi terlalu terdiversifikasi malah jadi bencana, seperti agency theory, manager tidak bisa berfokus untuk semua lini bisnis yang ada, akhirnya ada yg dianaktirikan, strategi dan performa setiap divisi tidak dapat dievaluasi dengan maksimal, sehingga bukannya creating value, malah akan reducing value.
  • Contoh : General Electric yang terkenal di bidang Power and Water, Energy Management juga bergerak di bidang jasa keuangan bernama GE Capital.

INTERNATIONAL EXPANSION

Global Strategies

  • Menjual produk atau jasa yang terstandarisasi secara worldwide, seperti TV, kulkas, HP dan lain-lain. Contohnya Iphone, Ipad, Smartwatch, dll
  • Keuntungannya, biaya rendah karena barangnya diproduksinya cukup sekali tanpa perlu ada modifikasi, atau hanya modifikasi minor
  • Kelemahannya, agak susah penetrasi ke pasar baru terutama jika sudah ada kompetitor lokal yang produknya memang sudah disesuaikan dengan selera masyarakat lokal.

Multidomestic Strategies

  • Menjual produk atau jasa yang berbeda-beda, menyesuaikan dengan selera lokal, seperti Mc'D, Mc'D di indonesia menggunakan nasi, Mc'D di Singapore menggunakan burger, Saos Mc'D di Indonesia menggunakan sambal dan tomat. Kalau di Malaysia atau Singapore menggunakan Sambal bawang, menyesuaikan dengan selera lokal.
  • Keuntungan: Sesuai dengan selera lokal, sehingga bisa diterima masyarakat lokal yang berujung pada mendapatkan market share pada bisnis tersebut.
  • Kelemahan: Biaya agak tinggi karena mesti modifikasi produk sehingga sesuai dengan selera masyarakat lokal.

4 cara untuk ekspansi secara internasional

Berdasarkan gambar diatas, terdapat 4 cara untuk ekspansi secara internasional. Importing & exporting memiliki cara paling mudah, memiliki resiko paling kecil dan membutuhkan tingkat investasi paling kecil. Resiko dan tingkat investasi paling besar adalah ketika perusahaan memutuskan untuk mendirikan atau memiliki anak usaha baru di negara yang akan di ekspansi. Namun secara profitabilitas, hal ini yang men-generate income terbesar.

  • Importing & Eksporting

Importing 

adalah cara mendatangkan produk yang diproduksi diluar negeri untuk dijual didalam negeri. Contoh: Produk Mobil atau motor CBU dan Consumer goods 

Eksporting 

adalah membuat produk di dalam negeri dan menjual produk tersebut di luar negeri. Contoh: Komoditas CPO, Karet, Hasil laut, dll


  • Licensing & Franchising

Licensing

Adalah memberikan izin kepada perusahaan asing untuk memproduksi, mendistribusikan atau menjual produk kita di luar negeri atau dunia dengan imbalan berupa sejumlah fee yang telah disepakati. Contoh: Disney, Marvel, dll

Franchising

Hampir sama dengan licensing namun dalam hal ini memperbolehkan perusahaan asing untuk menggunakan brand dan men-share cara membuat produk kita dengan imbalan sejumlah pembayaran diawal dan pembagian keuntungan setiap tahunnya


  • Strategic Alliances, Joint Venture

Strategic Alliances

Adalah sebuah perjanjian antara perusahaan asing dengan lokal untuk untuk berbagi pengetahuan dan resources untuk mencapai sebuah tujuan dengan pembagian keuntungan dan resiko untuk memulai sebuah usaha baru

Joint Venture

Adalah sebuah langkah strategis yang dilakukan oleh 2 perusahaan yang sepakat untuk bersama-sama mendirikan dan membagi kepemilikan atas usaha baru yang dibangun


  • Wholly Owned Foreign Subsidiary

Adalah memiliki atau mendirikan anak perusahaan di negara asing tanpa keterlibatan perusahaan asing lainnya.

Planning and Implementing Strategy

Langkah – langkah dalam merencanakan dan meng-implementasikan strategi:

  1. Mengalokasikan tanggung jawab untuk mengimplementasikan strategi-strategi tertentu kepada grup/individu
  2. Menyusun rencana action plan yang menjelaskan bagaimana strategi tersebut nanti di aplikasikan
  3. Membuat timetable implementasi yang memuat kapan project tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan action plan
  4. Mengalokasikan sumber daya yang sesuai untuk individu atau kelompok yang sudah disusun berdasarkan tanggungjawab nya
  5. Memonitoring dan memastikan grup/kelompok2 tersebut bertanggungjawab atas pencapaian tujuan-tujuan tersebut


DAFTAR PUSTAKA:

Jones, Gareth R, Jennifer M. George: Contemporary Management Tenth Edition, Mc Graw Hill Educaton International Editions, New York, 2018

CONTRIBUTOR :

  1. TOGA PERDANA;
  2. FADEL KHALIF MUHAMMAD;
  3. ADITYA JOKO PAMBAYUN;
  4. RIZZA DWI NUSITA
  5. BRIGITTA TITA GILDANIA; 
  6. VELLA WANI NUZHA; 
  7. CHITRA ANNISA RAHMANINGTYAS;

Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
2
Win
Goaldigger

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format