Decision Making, Learning, Creativity, and Entrepreneurship


0

Pembuatan Keputusan

Dalam Kehidupan sehari-hari, kita selalu dihadapi dengan berbagai masalah ataupun pilihan sehingga kita perlu mengambil keputusan yang terbaik untuk menghadapi masalah tersebut. Demikian juga halnya dalam suatu organisasi, Pengambilan Keputusan atau Decision Making merupakan suatu hal yang hampir tidak bisa dihindari. Kegagalan ataupun Keberhasilan suatu Organisasi pada dasarnya sangat tergantung pada Keputusan yang diambil oleh pihak manajemennya. Tanpa pengambilan keputusan, Fungsi-fungsi dasar Manajemen seperti Perencanaan, Pengorganisasian, Pemimpinan dan Pengendalian tidak akan dapat dilaksanakan.

Dalam pembuatan keputusan, manajer merespon kesempatan dan tantangan yang ada dengan menganalisis berbagai pilihan dan membuat keputusan mengenai tujuan dan tindakan yang akan dilakukan.

Jenis-jenis Keputusan

1. Keputusan yang diprogram(Programmed Decisions): 

Merupakan keputusan yang bersifat rutin dan berulang-ulang, dibuat berdasarkan kebiasaan, aturan maupun prosedur tertentu.

Keputusan Terprogram ini cukup efektif dalam menangani masalah sehari-hari  pada organisasi seperti permintaan cuti karyawan, permintaan pembelian peralatan kantor maupun permintaan lembur karyawan. Begitu keputusan diambil, program menentukan proses atau prosedur yang harus diikuti ketika situasi yang sama terulang kembali.  Aturan, prosedur maupun kebijakan yang dibuat untuk menghadapi permasalahan rutin biasanya ditetapkan sebagai Standar Perusahaan.

2. Keputusan yang tidak diprogram (Non-programmed Decisions):

Merupakan keputusan yang berkenaan dengan masalah-masalah khusus, tidak dicakup oleh kebijakan tertentu sehingga memerlukan penanganan khusus. Keputusan dibuat berdasarkan informasi, intuisi & penilaian dari seorang manajer

Keputusan yang tidak diprogramkan atau Non-Programmed Decision adalah Keputusan yang diambil pada permasalahan yang unik dan belum pernah terjadi. Non-Program Decision tidak terstruktur dan tidak memiliki prosedur baku seperti pada Program Decision. Karena permasalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, maka diperlukan penilaian dan kreatifitas dalam pengambilan keputusannya.

3. Classical Model

Model pembuatan keputusan klasik (classical model of decision making) merupakan suatu model yang memberikan petunjuk bagaimana suatu keputusan seharusnya dibuat.

Model ini mengasumsikan bahwa manajer memiliki akses terhadap semua informasi yang dibutuhkan sehingga manajer dapat membuat keputusan terbaik dari semua alternatif yang ada.

Dalam kenyataannya, manajer hampir tidak mungkin memiliki semua informasi yang dibutuhkan.

4. Administrative Model

Model administratif menganggap bahwa manajer tidak memiliki semua informasi yang dibutuhkan sehingga hasil pengambilan keputusan mengandung risiko.

Asumsi yang digunakan dalam model administratif:

  • Bounded rationality : kemampuan manusia dalam menghasilkan sebuah keputusan dibatasi oleh kemampuan rasional atau kognitif orang tersebut. Dalam dunia nyata ada banyak sekali informasi dan alternatif keputusan yang tidak mungkin dipertimbangkan satu persatu keefektifannya oleh seorang menajer untuk menghasilkan keputusan yang optimal. 
  • Incomplete information atau Informasi yang tidak lengkap: sebagian manajer tidak mampu mengidentifikasi alternatif dan membuat keputusan berdasarkan informsi yang kurang lengkap. Informasi yang tidak lengkap akan menyebabkan timbulnya risiko, ketidakpastian, dan informasi yang ambigu.
  • Risiko dan ketidakpastian : suatu keputusan mungkin berhasil ataupun gagal, probabilitasnya harus ditentukan. Ketika seorang Manajer tidak memiliki informasi yang lengkap dalam mengambil suatu keputusan maka timbulah risiko (Risk). Manajer yang bersangkutan mungkin memahami permasalahan yang terjadi dan juga memiliki alternatifnya, namun manajer tidak dapat memastikan apakah alternatif-alternatif yang diberikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi sesuai dengan hasil yang diharapkannya.  Dalam situasi risiko ini, manajer harus menentukan probabilitas yang terkait dengan setiap alternatif atas dasar informasi yang tersedia dan juga berdasarkan pengalamannya
  • Ambiguous information : Informasi yang tersedia bersifat ambigu, atau memiliki pemaknaan yang berbeda tergantung dari siapa yang menilai informasi tersebut. Berbeda orang akan berbeda perpektif terhadap informasi yang ada.
  • Kendala waktu & biaya informasi : manajer tidak memiliki cukup waktu dan biaya untuk mengidentifikasi berbagai alternatif.
  • Rasa cukup atau puas : manajer menganggap alternatif yang diidentifikasikan sudah cukup mewakili semua alternatif yang ada sehingga keputusan yang diambil tidak optimal.

5. Over confidence in decision making

Terlalu percaya diri dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini terjadi ketika seorang manager melebih – lebihkan kemampuan dan pengetahuna mereka dalam pengambilan sebuha keputusan. Selain melebih – lebihkan, terkadng manager yang over confidence juga mengabaikan resiko resiko yang ada. 

Penyebab dari overconfidence ini menyakini bahwa informasi yang diperoleh mampu dimanfaatkan dengan baik karena memiliki kemampuan analisis yang akurat dan tepat, namun hal ini sebenarnya merupakan suatu ilusi pengetahuan dan kemampuan dikarenakan adanya beberapa alasan seperti pengalaman yang kurang dan keterbatasan keahlian mengintepretasi informasi

Steps of making a decision

1. Recognize the need for a decision / mengenali kebutuhan atas keputusan

Manager harus mampu mengidentifikasikan sebuah masalah yang sebenarnya, bukan hanya sebuah gejala dan dapat menentukan bagian – bagian mana masalah yang harus diselesaikan. 

Mengidentifikasi atau mengenali masalah dapat dilakukan dengan menganalisa hubungan sebab akibat terlebih dahulu, kemudian mengumpulkan informasi – informasi yang dapat mendukung. 

2. Generate alternate / mengumpulkan alternate 

Setelah mengetahui titik permasalahan dan menganalisanya, manager dituntut untuk dapat memetakan alternate – alternative yang ada dalam menanggapi peluang atau ancaman dari masalah tersebut. 

3. Assess alternative / menilai sebuah alternative

Setelah mengelompokan semua alternative yang ada, manager selanjutnya dapat mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari masing – masing alternative. Kunci dalam menentukan mana alternative yang terbaik adalah dengan mengelompokan peluan serta ancama yang berpotensi untuk timbul jika di pilih. 

Ada 4 kriteria yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari alternative 2 yang ada

  • Legalitas : apakah alternative tersebut memiliki potensi melanggar suatu hokum dalam negeri international adat atau pemerintahan
  • Ethical : harus dipastikan bahwa alternative tersebut etis dan tidak melanggar kepentingan salah satu orang penting diperusahaan. 
  • Economyc feasibility : harus dipastikan apakah alternative tersebut layak secara ekonomi perusahaan.
  • Practically / keprakstisan : Manajer harus memutuskan apakah mereka memiliki kemampuan dan sumber daya diperlukan untuk mengimplementasikan alternatif, dan mereka harus yakin alternatif tidak akan mengancam pencapaian tujuan organisasi lainnya. Sepintas mungkin alternative tampaknya secara ekonomi lebih unggul daripada alternatif lain, tetapi jika manajer menyadarinya, itu mungkin mengancam proyek penting lainnya, mereka mungkin memutuskan itu tidak praktis sama sekali.
  • 4. Choose among alternate / Pilih di antara Alternatif

Setelah serangkaian solusi alternatif telah dievaluasi secara hati-hati, tugas selanjutnya adalah menentukan peringkat berbagai alternatif dan membuat keputusan.Ketika menentukan peringkat alternatif, manajer harus yakin semua informasi yang tersedia dibawauntuk menanggung masalah atau masalah yang dihadapi. 

5. Implement the chosen alternative / Terapkan Alternatif yang Dipilih

Alternatif yang dipilih harus segera diimplementasikan. Manajer harus segera menyiapkan rencana, anggaran, skejul kegiatan, alokasi SDM, tanggung jawab dan tugas – tugas yang berkaitan.

6. Learn from feedback / Belajar dari Umpan Balik

Langkah terakhir dalam proses pengambilan keputusan adalah belajar dari umpan balik. Manajer yang efektif selalu melakukan analisis retrospektif untuk melihat apa yang dapat mereka pelajari dari keberhasilan masa laluatau kegagalan. Manajer yang tidak mengevaluasi hasil keputusan mereka tidak belajar dari pengalaman; sebaliknya mereka mandek dan cenderung membuat kesalahan yang sama lagi dan lagi.Untuk menghindari masalah ini, manajer harus membuat prosedur formal yang dapat mereka pelajaridari hasil keputusan masa lalu. Prosedur harus mencakup langkah-langkah ini:

1. Bandingkan apa yang sebenarnya terjadi dengan apa yang diharapkan terjadi sebagai akibat darikeputusan.

2. Jelajahi mengapa harapan apa pun untuk keputusan itu tidak terpenuhi.
3. Turunkan pedoman yang akan membantu dalam pengambilan keputusan di masa depan.
Manajer yang selalu berusaha untuk belajar dari kesalahan dan keberhasilan masa lalu cenderung terus meningkatkan keputusan yang mereka buat. Sejumlah besar pembelajaran dapat terjadi
ketika hasil keputusan dievaluasi, dan penilaian ini dapat menghasilkan sangat besar
manfaat. Belajar dari umpan balik sangat penting bagi pengusaha yang memulai
memiliki bisnis, sebagaimana diprofilkan dalam fitur “Wawasan Manajemen” yang menyertainya.

Manajer harus mepertimbangkan umpan balik yang dihasilkan dari implementasi keputusan sebagai bahan pembelajaran di masa depan

Cognitive biases and decision making

Empat sumber bias yang dapat mempengaruhicara manajer mengambil keputusan 

1. Confirmation Biases 

Confirmation bias (bias konfirmasi) adalah sebuah metode berpikir induksi — kebalikan dari deduksi — dimana kita cenderung untuk memperhatikan informasi yang mendukung hal-hal yang kita percaya benar dan mengacuhkan ataupun meremehkan hal-hal yang menyanggah kepercayaan kita.

2. Representative bias 

Pola piker yang menyamaratakan segala sesuatu tanpa menimbang – nimbang aspek lain. Contoh : di tipu bule, digigit kucing, kerjasama dengan brand tertentu. 

3. Illusion control

Kesalahan lain dalam pengambilan keputusan timbul dari ilusi kontrol, yang merupakan kecenderunganpembuat keputusan untuk melebih-lebihkan kemampuan mereka untukmengendalikan kegiatan dan acara. Manajer puncak tampaknya sangat rentan terhadap bias ini. Setelah berhasil mencapai puncak organisasi, mereka cenderung memiliki rasa harga diri yang berlebihan dan terlalu percaya diri tentangkemampuan mereka untuk berhasil dan mengendalikan peristiwa.

4. Escalating commitment 

sumber bias kognitif yang dihasilkan dari kecenderungan untuk melakukan sumber daya tambahan untuk suatu proyek bahkan jika bukti menunjukkan bahwa proyek gagal. 

5. Be aware of your bias

Bagaimana manajer dapat menghindari efek negatif dari bias kognitif dan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah mereka? Manajer harus menyadari bias dan merekaefek, dan mereka harus mengidentifikasi gaya pribadi mereka sendiri dalam mengambil keputusan.Banyak manajer individu cenderung mengalami kesulitan mengidentifikasi bias mereka sendiri, jadi itusering disarankan bagi manajer untuk memeriksa asumsi mereka sendiri dengan bekerja dengan orang lain

Group Decision Making

Pengambilan keputusan dapat diartikan menjadi proses pemilihan antara beberapa kemungkinan, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok. Banyak (atau mungkin sebagian besar) keputusan organisasi penting dan suatu perusahaan besar dibuat oleh kelompok atau tim manajer daripada oleh individu. Pengambilan keputusan secara kelompok lebih unggul daripada pengambilan keputusan individu dalam beberapa hal. Ketika manajer bekerja sebagai tim sebagai decision maker dan problem solver, hasil keputusan yang diambil melalui proses secara berkelompok memiliki kecenderungan lebih keci untuk menjadi bias. Selain itu manajer juga mampu memanfaatkan berbagai skill, kompetensi dan latar belakang pengetahuan yang dimiliki oleh anggota kelompok dan dengan demikian dapat menghasilkan alternatif-alternatif keputusan yang layak dan lebih baik. Pengambilan keputusan kelompok juga memungkinkan manajer untuk memproses lebih banyak informasi dan untuk saling memperbaiki kesalahan satu sama lain.

Selain memiliki kelebihan, pengambilan keputusan secara kelompok juga tidak lepas dari beberapa kelemahan. Kelompok sering kali memakan waktu lebih lama daripada individu untuk mengambil keputusan. Seringkali menjadi hal yang sulit untuk mendapatkan beberapa manajer menyetujui solusi yang sama dikarenakan pandangan  dan preferensi manajer yang berbeda. Selain itu, sama seperti pengambilan keputusan secara individual oleh manajer, walaupun kecil kemungkinannya pengambilan keputusan secara kelompok juga tetap dapat dirusak oleh bias. Sumber utama bias dalam hal ini adalah groupthink.

Groupthink adalah istilah untuk keadaan ketika sebuah kelompok membuat keputusan yang tidak masuk akal untuk menolak anggapan/ opini publik yang sudah nyata buktinya, serta bahkan menolak data yang akurat. Keputusan kelompok ini datang dari beberapa individu berpengaruh dalam kelompok yang irrasional tapi berhasil mempengaruhi kelompok menjadi keputusan kelompok. Groupthink mempengaruhi kelompok dengan melakukan aksi-aksi yang tidak masuk akal dan tidak mempedulikan pendapat-pendapat yang bertentangan.

Adanya bias kognitif dan groupthink menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana meningkatkan kualitas pengambilan keputusan kelompok dan individu sehingga manajer membuat keputusan yang realistis dan didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap alternatif-alternatif keputusan. Dua teknik yang dikenal untuk menetralkan groupthink dan bias kognitif adalah devil’s advocacy dan dialectic inquiry.

Organizational Learning & Creativity

Kualitas pengambilan keputusan manajerial pada akhirnya bergantung pada respons inovatif terhadap peluang dan ancaman. Bagaimana manajer dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang tidak terprogram yang akan memungkinkan mereka untuk beradaptasi, memodifikasi, dan bahkan secara drastis mengubah task environment mereka sehingga mereka dapat terus meningkatkan kinerja organisasi?

Organizational Learning adalah proses yang digunakan manajer untuk meningkatkan keinginan dan kemampuan karyawan untuk memahami dan mengelola organisasi dan task environment sehingga karyawan dapat membuat keputusan yang secara berkelanjutan meningkatkan efektivitas organisasi.

Learning organization adalah sebuah rangkaian organisasi di mana manajer melakukan segala hal yang mungkin untuk memaksimalkan kemampuan individu dan kelompok untuk berpikir dan berperilaku kreatif.

Inti dari organizational learning adalah creativity. Kreatifitas merupakan kemampuan untuk membuat keputusan untuk menemukan ide-ide orisinal yang mengarah pada tindakan alternatif yang feasible.

Bagaimana manajer dapat menumbuhkan sebuah learning organization? Peter Senge mengidentifikasi lima prinsip utama, yaitu :

Promoting Group Creativity

Untuk mendorong kreativitas di tingkat kelompok, organisasi dapat menggunakan teknik pemecahan masalah kelompok dengan mempromosikan ide-ide kreatif dan solusi inovatif. Teknik-teknik ini juga dapat mencegah groupthink dan membantu manajer mengungkap bias.

  1. Brainstorming : Para manajer bertemu dan tatap muka untuk menghasilkan dan memperdebatkan berbagai alternatif untuk membuat keputusan.
  2. Nominal Group Technique : Teknik pengambilan keputusan di mana anggota kelompok menuliskan ide dan solusi, mepresentasikannya untuk seluruh kelompok, dan mendiskusikan kemudian memberi peringkat alternatif.
  3. Delpi Technique : Teknik pengambilan keputusan di mana anggota kelompok tidak bertemu langsung tetapi merespons secara tertulis terhadap pertanyaan yang diajukan oleh pemimpin kelompok.

Entrepreneurship and Creativity

Entrepreneur – Seseorang yang memperhatikan peluang dan memutuskan bagaimana memobilisasi sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru dan lebih baik.

Social Entrepreneur  Seorang individu yang memiliki inisiatif dan memanfaatkan peluang serta memobilisasi sumber daya untuk mengatasi masalah dan kebutuhan sosial untuk meningkatkan masyarakat dan kesejahteraan melalui solusi kreatif

Intrapreneur – Seorang manajer, ilmuwan, atau peneliti yang bekerja di dalam organisasi dan memperhatikan peluang untuk mengembangkan suatu terobosan produk baru bagi organisasi tersebut

Karakteristik seorang entrepreneur adalah mereka sangat terbuka untuk mencoba pengalaman baru, yang berarti mereka cenderung memiliki ide orisinal dan berani mengambil risiko. Entrepreneur juga cenderung memiliki internal locus of control, yang artinya mereka bertanggung jawab atas tindakan yang mereka ambil untuk menentukan hasil penting seperti keberhasilan atau kegagalan bisnis baru.  Entrepreneur cenderung memiliki high self-esteem dan merasa kompeten serta mampu menangani sebagian besar situasi yang mereka hadapi. Entrepreneur juga cenderung memiliki keinginan tinggi untuk berprestasi dan memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan pengalaman-pengalaman baru yang menantang dan memiliki standar pencapaian yang tinggi. 

Intrapreneurship and Organizational Learning

Bagaimana organisasi dapat mempromosikan organizational learning dan intrapreneurship?

Product Champion – Seorang manajer mengambil alih “kepemilikan” dari sebuah proyek, memimpin serta memberikan visi yang membawa produk dari tahap ide ke sampai dengan ke tahap pelanggan

Skunkworks – Sekelompok intrapreneur yang sengaja dipisahkan dari keseluruhan tim atau diberi tugas khusus untuk mengembangkan suatu produk baru

Rewards of Innovation – Perusahaan memberikan penghargaan kepada para intrapreneur berdasarkan hasil dari proses pengembangan produk yang mereka capai


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format