Kandasnya Impian Matahari.com menjadi Alibaba milik Indonesia

Bukan karena pemasaran yang salah, melainkan pembangunan sistem yang kurang menarik bagi masyarakat Indonesia.


5
5 points

Sumber : Detik.com

PT Matahari Department Store Tbk bergerak dalam dunia ritel Indonesia, Matahari Department Store dimulai sejak tanggal 24 Oktober 1958, gerai pertama Matahari Department Store adalah toko mode anak-anak yang berada di daerah Pasar Baru Jakarta. Department Store modern pertama di Indonesia dibuka pada tahun 1972 dan pada tahun ini juga, Matahari menyebutkan produknya sebagai merek asli nasional.

PT Matahari Department Store Tbk telah memiliki 155 gerai yang tersebar di 74 Kota di seluruh Indonesia, dimana di setiap gerai, mereka memiliki lebar ruangan hampir satu juta meter persegi. Matahari Store juga telah berinovasi dengan membuka melalui online store yang dapat dijangkau semua orang dimanapun masyarakat berada.

Matahari sudah berumur 60 tahun lamanya, dan telah mengalami pasang-surut dalam bisnis, Matahari memiliki banyak pilihan fesyen, mulai dari produk kecantikan, keperluan rumah tangga yang tersedia di Matahari.com yang awalnya bernama Mataharimall.com.

Sumber : Rangkuman dari Annual Report  PT Matahari Department Store Tbk 
Mataharimall.com merupakan anak perusahaan dari Matahari Department Store yang mendapatkan pendanaan dana dari Lippo group sebesar $500 juta (atau sekitar Rp 6.94 Triliun) yang mana dengan dana tersebut Lippo group mengakuisisi situs deal aggregator dengan nama All Deals Asia karya Goh Yihping dan saudaranya Wayne. Lippo group juga mengundang beberapa pemain lama dunia e-commerce Indonesia seperti Hadi Wenas, mantan CEO dari Zalora dan aCommerce, Komang Arthayasa, mantan technical lead di Tokobagus (sekarang diakuisisi OLX), Adrian Suherman, pendiri Dealkeren yang kini telah diakuisisi oleh LivingSocial, dan Rudy Ramawi selaku mantan country director di Google Indonesia.

Mataharimall.com dibangun dengan tujuan untuk menjadi salah satu omni-channel­ Matahari Department Store dimana konsumen dapat memilih pakaian secara online dan membeli barangnya di toko fisikal milik Matahari Department Store. Sistem yang digadang-gadangkan dapat menaikkan hasil penjualan dan juga trend dari Matahari Department Store ini nyatanya tidak memberikan hasil penjualan dan juga trend sesuai ekspektasi terhadap apa yang diharapkan oleh Matahari Department Store, dikarenakan customer cenderung lebih memilih mendapatkan kenyamanan berbelanja secara online dengan menunggu barang yang dibeli untuk sampai kerumah dengan sendirinya dibandingkan harus mengambil langsung ke toko fisikal

Berdasarkan Annual Report, laporan laba rugi milik Matahari Department Store dari tahun 2016 hingga tahun 2017 tidak mengalami kerugian namun di tahun 2018 Matahari Department Store mengalami kerugian sebesar Rp 769,800,000,000 yang terjadi pada PT. Global Ecommerce Indonesia (GEI) selaku pemillik Mataharimall.com dan tepat pada hari Selasa tanggal 20 November 2018 lalu, layanan situs Mataharimall.com secara resmi ditutup dan dileburkan menjadi satu dengan situs Matahari.com.


ANALISIS SWOT MATAHARI.COM

Matahari.com resmi hadir di dunia pada tahun 2017 dan menyediakan berbagai macam produk moda pria dan wanita. Matahari.com didukung oleh salah satu perusahan ritel multi format terbesar di Indonesia yaitu Lippo Group, yang juga mengelola Matahari Department Store dan Hypermart. Kondisi Industri mencerminkan peluang dan ancaman yang akan dihadapi. Untuk kelangsungan usaha dan meningkatkan persaingan pasar, identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman diperlukan berikut adalah analisi SWOT dari Matahari.com

Kekuatan (Strength)

Matahari.com memiliki kekuatan dengan menyediakan info produk secara jelas dan terperinci dibandingkan dengan platform e-commerce lain sehingga memudahkan konsumen untuk mencermati barang yang ingin mereka beli. Situs web Matahari.com menyediakan layanan pelanggan seperti info pembayaran, info pengiriman, info pengembalian, panduan ukuran, cara berbelanja, dan customer service dengan pengetahuan produk yang cukup memuaskan. Panduan mengakses Matahari.com juga tidak perlu repot untuk mengharuskan registrasi akun, cukup dengan akun facebook atau google dengan sekali klik tanpa hitungan menit konsumen bisa menikmati berbelanja di Matahari.com. Mereka mengadopsi layanan O2O (Online to Offline) dimana konsumen dapat mengambil barang yang sudah dibeli di beberapa tempat yang sudah disediakan oleh Matahari.com atau bisa langsung diantar ke tujuan konsumen. Jadi konsumen tidak perlu khawatir terkena penipuan karena Matahari.com tidak memakai pengiriman pihak ketiga sehingga semua supply chain dibawahi langsung oleh mereka. Darimula mengurus hingga mengirim semua barang yang dijual pada situs tersebut dengan kurir yang telah disediakan. Walaupun Matahari.com masih tergolong pendatang baru pada dunia e-commerce, mereka berani melakukan terobosan baru dengan menangani semua produk penjualan mereka mulai dari gudang hingga sampai di tangan konsumen.

Kelemahan (Weakness)

Sebagai e-commerce yang dimulai dengan adanya toko fisik terlebih dulu, Matahari.com terlihat belum mampu untuk menangani pesanan dalam skala besar yang nantinya akan berkaitan dengan supply chain digital. Menurut beberapa review pengalaman berbelanja konsumen di Matahari.com, mereka sering kali mengalami keterlambatan barang pesanan di waktu tertentu, seperti libur lebaran dan akhir tahun. Kejadian ini sangat mengganggu pengalaman berbelanja konsumen di Matahari.com sehingga mereka tentu akan berpikir dua kali untuk berbelanja di Matahari.com karena masih banyak pilihan platform e-commerce lainnya. Selain permasalahan tersebut yang paling fatal adalah perencanan aplikasi Matahari yang masih sangat prematur dan kurangnya developer untuk memaksimalkan fitur digital ini. Pada tahun 2016 Matahari.com meluncurkan aplikasi perdananya namun hingga di tahun ini fitur aplikasi ini masih sangat jauh dari kata ramah konsumen.

Dari komentar konsumer diatas seharusnya Matahari.com memahami kekurangan vital mereka karena jika dilihat dari data penjualan dan behavioral konsumen di e-commerce hampir semua transaksi besar terjadi pada aplikasi dan bukan dari web

Monthy Transaction

App

Desktop

Jan 19

2,400,000 apx

340,000 apx

Feb 19

2,100,000 apx

290,000 apx

Mar 19

2,340,000 apx

324,000 apx

Apr 19

2,360,000 apx

314,000 apx

May 19

2,800,000 apx

351,000 apx

Jun 19

2,150,000 apx

248,000 apx

Jul 19

2,600,000 apx

304,000 apx

Sumber: Jumlah data transaksi di salah satu e-commerce terbesar di Indonesia berdasarkan platform

Jika Matahari.com belajar dari data diatas seharusnya mereka mulai fokus menyempurnakan aplikasi mereka karena hampir dari delapan puluh persen transaksi penjualan berhasil dilakukan melalui aplikasi telepon genggam bukan dari web atau desktop. Jika sampai saat ini Matahari.com masih belum bisa mengalokasikan sumberdaya manusianya untuk berinvestasi di riset dan teknologi aplikasi dan tetap fokus di permasalahan ritel manajemen maka mereka hanya akan mengulangi kesalahan yang sama pada kasus mataharimall.com.

Peluang (Opportunities)

Matahari.com muncul karena adanya Matahari Department Store sebagai toko fisik yang lahir terlebih dulu. Dengan mengandalkan toko fisik dan online seperti ini, Matahari semestinya dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan dengan mengambil pangsa pasar offline dan online.  Sebagai salah satu tempat perbelanjaan terbesar di Indonesia, Matahari.com berhasil bekerja sama dengan banyak merek busana seperti Nevada, Eprise, Bodytalk, dan lain-lain untuk pakaian wanita. Sedangkan untuk pria terdapat brand Fila, D&F, Greenlight, Emba, dan lain semacamnya. Dengan menggandeng merek busana mode yang sudah mempunyai nama ini tentunya akan menciptakan peluang besar untuk bisa menjadi salah satu retailer busana mode terpercaya di Indonesia. Semakin meningkatnya jumlah pengguna internet juga menjadi peluang besar bagi Matahari.com untuk mencari pasar baru. Menurut Kompas.com, pada April tahun 2019, tercatat pengguna internet di Indonesia menyentuh 171 juta jiwa. Kenaikan jumlah pengguna internet di Indonesia juga disebabkan oleh semakin murahnya harga paket internet di Indonesia. Terbukanya analisis data pengguna internet berdasarkan umur, pekerjaan, hingga penghasilan melalui data registrasi dapat memudahkan eksekusi digital marketing dengan tepat. Dalam dunia digital marketing promosi untuk barang yang tepat, ke orang yang tepat, dan di waktu yang tepat menjadi kunci kesuksesan startup unicorn di Indonesia. Ditambah tersebarnya gudang Matahari Department Store di seluruh Indonesia juga bisa memudahkan atau bahkan memotong waktu supply chain pengiriman barang secara daring ke seluruh Indonesia. Jadi tidak menutup kemungkinan jika Matahari.com bisa mengambil peluang yang mereka punya, dalam kurun waktu beberapa tahu akan menjadi salah satu e-commerce besar di Indonesia dengan konsep omni-channel mereka.

Ancaman (Threat)

Rivalitas antar platform e-commerce lain tentu menjadi ancaman terbesar mereka. Dalam hal ini jika dilihat dari sudut mata konsumen tentu mereka tidak berurusan apakah platform tersebut berbentuk Business to Customer ataupun Customer to Customer selama produk yang mereka jual itu sama. Yang konsumen lihat adalah harga, biaya pengiriman, dan waktu pengiriman ke tempat tujuan. Jadi cukup wajar jika persaingan e-commerce sedikit berdarah karena konsumen bisa dengan mudah berpindah platform dengan cepat apabila mereka tidak menemukan kesesuaian dengan platform yang mereka gandrungi. Adapun dengan e-commerce lain yang berperan sebagai wadah belanja konsumen di bidang busana mode seperti Zalora, Shopee, Tokopedia memiliki produk yang lebih bervariatif dibanding Matahari.com, sehingga konsumen bisa memiliki lebih banyak pilihan produk mode yang ingin dibeli. Karena pertumbuhan e-commerce yang cepat pemerintah sedikit ketinggalan untuk menjaga pasar yang memiliki perputaran uang yang cukup cepat. Dalam hal ini pemerintah masih memberatkan sebelah untuk platform Business to Customer dimana perusahan retail masih dibebankan PPn dan faktur pajak untuk barang retail terlepas itu online maupun offline sehingga cukup susah untuk bersaing harga dengan mereka penjual marketplace walaupun dalam kontek stock matahari.com lebih aman. Jika diulik lebih dalam lagi masih banyak ancaman trivia kecil yang bisa berimplikasi besar ke Matahari.com sebagai pendatang baru dunia e-commerce seperti jaringan pengiriman yang masih belum tercukupi ke semua wilayah Indonesia ataupun User Interface dan User Experience yang perlu diriset lebih dalam agar cocok untuk market Indonesia. Mudahnya konsumen untuk berpindah pindah ke platform lain membuat detail bisnis di e-commerce menjadi penting dari segala sisi.


PERSAINGAN DI BISNIS E-COMMERCE MODE

Menurut hasil riset Merchant Machine tahun 2018, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan aktivitas e-commerce paling cepat di dunia. Dari tinjauan responden, rata-rata masyarakat Indonesia membelanjakan sebesar Rp3,19 juta dimana 11.9% diantara responden tersebut merupakan konsumen produk pakaian/mode. Secara keseluruhan, pasar e-commerce mode menyerap minat pembeli yang tinggi setelah produk agensi perjalanan seperti tiket transportasi dan penginapan. Bahkan dalam situs belanja Shopee.com tingkat transaksi mode mencapai 70% dari keseluruhan belanja dari top kategori lainnya. [2][1]

Analisis dari Kekuatan Porter pada tingkat persaingan dengan kompetitor untuk memahami dimana letak kekuatan perusahaan kita dalam menghadapi situasi persaingan di dunia bisnis mode. Dengan mengunakan Analisis ini, kita dapat memahami kekuatan posisi persaingan saat ini dan kekuatan posisi persaingan pada bisnis yang sedang direncanakan. Persaingan semakin ketat akan terjadi apabila banyak pesaing yang merebut pangsa pasar yang sama, loyalitas pelanggan yang rendah, produk dapat dengan cepat digantikan dan banyak kompetitor yang memiliki kemampuan yang sama dalam menghadapi persaingan.

Merujuk laporan Peta Persaingan E-commerce dari iPrice, sebuah situs meta-search yang melakukan riset terhadap perilaku belanja di Indonesia, berikut adalah pemain besar e-commerce mode pada kuartal ketiga tahun 2019 ini:

Sumber : Laporan iPrice Q2 2019

Dari laporan tersebut Zalora yang telah memulai bisnisnya sejak 2012 telah mampu menguasai 45% pangsa pasar e-commerce mode Indonesia dengan estimasi total pendapatan sebesar $367.7juta. Pada peringkat kedua dan ketiga terdapat Sophie Paris yang menyerap pasar sebesar 16%, dan Mapemall sebesar 11%. Selain ketiga platform tersebut platform lainnya hanya mampu menyerap pasar di bawah angka 5%. 

Sebagai e-commerce retail pakaian ketiga platform tersebut memiliki karakter yang sangat berbeda. Perbedaan karakter tersebut adalah:

Brand

Zalora

Sophie Paris

Mapemall

Produk

Pakaian Wanita dan Pria

Tas Wanita dan Kosmetik

Pakaian, Olahraga, Wisata, dan anak-anak

Strategi Pemasaran

Online

Offline to Online

Online to Offline

Target Market

Dewasa 

Dewasa dan Anak

Semua segmen menengah ke atas

Oleh karena penawaran produk dan target pasar yang berbeda, karakter interface dari tiap-tiap website juga menjadi unik. Berikut adalah tampilan halaman utama dari ketiga platform tersebut :

Sumber : Website Zalora

Sumber : Website Sophie

Sumber: Website Mapemall

Peluang penyerapan potensi pasar e-commerce mode Matahari.com cukup tinggi dilihat dari nilai serapan, layanan, dan variasi produk platform yang belum mampu mewadahi konsumen. Untuk melihat kekuatan Matahari.com, perusahaan ini  tergolong pendatang baru pada dunia e-commerce. Semakin banyak perusahaan saingan (kompetitor) yang bersaing pada market yang sama maka profit atau laba akan semakin menurun. Sebaliknya, semakin tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru maka posisi perusahaan kita yang bergerak di industri tersebut akan semakin diuntungkan. Tantangnya adalah bagaimana bisa mengejar saingannya yang sudah menguasai pangsa pasar yang lebih besar seperti Zalora sekitar 45% atau saingan lainnya.


TINDAKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN MATAHARI.COM 

Melihat kondisi dan analisis tentang bagaimana keadaan Matahari.com melalui analisis SWOT dan Five Porter’s Forces, kita dapat berfokus pada apa yang dimiliki Matahari.com seperti kekuatan dan juga kesempatan. Jika dapat melakukan pivot, ada beberapa hal yang mungkin menjadi solusi agar start-up ini bisa ikut bertahan dalam bersaing dengan platform sejenis lainnya. Dalam bisnis manajemen, yang pertama kali harus dilakukan adalah menentukan strategi perencanaan di tiga level yang berbeda yaitu corporate level, business level, dan functional level. Masing-masing dari setiap tingkatan memiliki porsinya  khususnya dalam perencanaan. Seperti dalam corporate level menunjukkan bagaimana mereka menentukan tujuan yang harus perusahaan capai. Lalu ada business level yang melakukan formulasi perencanaan agar tujuan yang dicita – citakan perusahaan dapat terwujud. Kemudian functional level yang merencanakan bagaimana implementasi setiap level – level sebelumnya. Dengan matangnya perencanaan, perusahaan menjadi lebih terarah dan bisa menentukan strategi mana yang tepat untuk dieksekusi.

Selain perencanaan, perusahaan perlu mengubah target pasar agar bisnis dapat bertahan tanpa harus menutup bisnis yang telah dibangun. Salah satu contoh start-up yang berhasil melewati fase kegagalan adalah Pinterest, aplikasi pengelola koleksi gambar yang dapat kita kategorikan. Awal kemunculannya, sebelum adanya pinterest adalah Tote merupakan website yang didirikan oleh Ben SIlbermann. Di bawah ini merupakan video kisah Ben Sllbermann mengenai tentang proses membangun Pinterest :

Ben Silbermann (Pinterest) - Pivoting and Silicon Valley

Tote yang memungkinkan para penggunanya dapat berbelanja toko favorit mereka dan akan mendapatkan notifikasi bila toko tersebut sedang mengadakan sale. Sayangnya, platform ini gagal di pasaran dan akhirnya merubah target serta produk mereka secara drastis dan lahirlah Pinterest.


Sumber : https://producthabits.com/how-pinterest-became-an-11-billion-company-by-organizing-the-worlds-hobbies/


Daftar Pustaka :

  1. Annual Report PT Matahari Department Store Tbk Tahun 2015-2018
  2. Tech in Asia : https://id.techinasia.com/Mataharimall-ambisi-lippo-group-mendirikan-alibabanya-indonesia
  3. Data Boks : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/04/25/indonesia-jadi-negara-dengan-pertumbuhan-e-commerce-tercepat-di-dunia 
  4. Kompas : https://money.kompas.com/read/2019/07/12/193100126/fashion-jadi-produk-terlaris-dan-menguntungkan-bagi-e-commerce
  5. Kompas : https://tekno.kompas.com/read/2019/05/16/03260037/apjii-jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-171-juta-jiwa
  6. CNBC Indonesia : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190112103302-37-50331/toko-online-sudah-bagaimana-aturan-pajak-jualan-di-medsos

Like it? Share with your friends!

5
5 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
1
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
3
Genius
Love Love
3
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
2
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format