Musim Gugur Qlapa: Jatuhnya Sang Pengrajin Mimpi

Qlapa, pernah menjadi sebuah start-up paling menjanjikan, namun pada tahun 2018 menggulung tikar. Simak bagaimana kita bisa belajar dari Qlapa.


2
2 points

Kata start-up bukan lagi asing bagi orang-orang di Indonesia, biasanya orang-orang akan teringat Gojek, Tokopedia, Traveloka dan lain-lainnya bila memikirkan startup, namun masih banyak yang belum mengetahui apa arti kata startup itu sendiri. Kata “startup” itu sendiri diambil dari bahasa inggris yaitu “start-up” yang berarti “memulai” dan merujuk pada pengertian dari suatu perusahaan yang baru mulai beroperasi atau suatu perusahaan yang baru saja merintis.

Pada dasarnya startup tidak harus selalu identik dengan dunia digital. Start-up didefinisikan sebagai sebuah perusahaan yang memiliki karakteristik seperti:

  • Usia perusahaan yang muda

  • Jumlah karyawan yang sedikit

  • Sumber daya manusia yang diarahkan untuk multitasking

  • Karyawan banyak dari kaum milenial

  • Internet atau website menjadi sarana utama 

  • Gempar mencari investor


Sumber: Qlapa.com


Bagi para entrepreneur yang membuat startup, mereka akan menemukan bagai macam rintangan. secara spesifik, ada tiga rintangan yang akan dilalui oleh startup :

Teknologi

Pada era global ini perkembangan teknologi sangatlah pesat. penemuan teknologi akan menjadi inovasi untuk kedepannya. dengan adanya internet banyak startup yang bertumbuh dengan cepat dan tingkat persaingannya pun juga menjadi lebih ketat. jika startup ingin selamat di tahap awal ini maka startup harus bisa berkembang dan berinovasi dalam era pertumbuhan teknologi ini.

Bisnis

Uang merupakan hal yang sangat penting dari bisnis, startup harus memikirkan berapa uang yang masuk dan juga mengatur uang yang dikeluarkan. pemilik startup dan tim manajemen harus bertanggung jawab kepada karyawan, pelanggan, pemegang saham dan stakeholder lainnya agar startup tersebut baik secara hukum, etika dan moral. faktanya, kelalaian dalam mengelola keuangan menjadi penyebab gagalnya startup. kesalahan besar dan umum adalah ketika suatu startup mendapatkan dana baru lalu langsung menghabiskannya.

Kepemimpinan

Seiring dengan berkembangnya startup, komunikasi antara karyawan akan menjadi rumit. dengan faktor perbedaan latar belakang, pengalaman, budaya dan lainnya yang berbeda. pemimpin dan tim manajer harus mengetahui bahwa perusahaan akan sukses bila karyawan dan pelanggannya merasa puas. dengan memenuhi kebutuhan karyawan akan membuat mereka fokus pada pekerjaannya dan hasilnya pelanggan akan terpuaskan.


Planning

Produk kerajinan tangan (handmade) memiliki posisi tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini dapat menjadi peluang bagi kalangan pebisnis nusantara. Tidak dapat dipungkiri bahwa industri dalam bidang ini dapat menjadi salah satu sektor dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Segala bentuk perlindungan dan upaya pemberdayaan UMKM dimuat dalam UU No. 20/2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Khususnya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) bidang kerajinan pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) melakukan program pendanaan dan pembinaan untuk meningkatkan daya saing UKM.

Peluang usaha kerajinan tangan ini terbukti dengan hadirnya platform online yang menawarkan beragam produk tersebut, salah satunya Qlapa.com yang mulai beroperasi pada 1 November 2015 dengan misi pemberdayaan pengrajin lokal.

Qlapa didirikan oleh Benny Fajarai (yang juga tercatat sebagai Founder Kreavi), dan Fransiskus Xaverius yang merupakan lulusan dari perusahaan teknologi asal Silicon Valley, seperti Google. Startup ini hadir untuk menjawab keinginan pasar e-commerce akan kebutuhan barang kerajinan tangan lokal berkualitas dan menyediakan lapak bagi produk kerajinan lokal. Melalui platform marketplace mereka, konsumen dapat membeli produk langsung dari pengrajinnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Startup ini menjual berbagai macam produk handmade unik seperti baju batik, kain tenun, tas kulit, sepatu kulit, dompet kulit, perhiasan, serta dekorasi rumah. Semua produk yang dijual adalah produk handmade yang dibuat oleh para pengrajin asal Indonesia.

Kehadiran Qlapa bertujuan untuk membuka peluang bagi produk-produk asli Indonesia dalam menjangkau pasar yang lebih luas, baik skala nasional maupun internasional. Di tahun 2018, Qlapa mendapatkan penghargaan sebagai Aplikasi Unik Terbaik dari Google Play Awards. Founder Qlapa Benny Fajarai bahkan masuk ke dalam daftar LinkedIn Power Profiles 2017 untuk kategori entrepreneur muda Under 30. Sebelumnya, pada bulan Maret 2017, Qlapa sempat mengumumkan  perolehan pendanaan Seri A dari Aavishkaar, perusahaan investasi asal India.

Melalui strategi pemasaran digital, yang merupakan kegiatan pemasaran yang dimulai dengan explorasi pasar, mengikat dan selanjutnya dilakukan eksekusi menggunakan media digital sebagai platform utama. Qlapa merupakan salah satu bentuk dari perubahan paradigma konsumen dalam berinteraksi dengan produk atau brand yang sebelumnya dilakukan melalui alur AIDA (Awareness – Interest – Desire – Action) menjadi AISAS (Attention – Interest – Search – Action – Share).

Qlapa berupaya menarik konsumen dengan memasang pesan atau iklan pada berbagai media sosial, televisi maupun radio yang menarik perhatian pangsa pasar yang telah ditargetkan. Sehingga kemudian konsumen dapat memiliki rasa ingin tahu lebih dalam terkait produk yang ditawarkan. Dengan kemudahan teknologi saat ini, konsumen dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka perlukan sebelum mengambil keputusan, informasi yang dicari tentunya terkait review dari produk, harga, dan lain sebagainya. Setelah mendapat berbagai informasi yang diperlukan, konsumen akan membuat keputusan untuk membeli atau tidak produknya. Ketika konsumen memutuskan untuk membeli produk tersebut maka tahap ini tidak akan berhenti sampai sini saja, perkembangan teknologi saat ini turut merubah pola hidup masyarakat, kepuasan dan juga kekecewaan yang didapat melalui pembelian produk tersebut akan dibagikan ke media sosial melalui sebuah review yang selanjutnya akan menjadi marketing funnel baru bagi orang lain.

Fitur dalam platform ini disajikan sedemikian rupa agar memungkinkan para pengguna dapat melakukan proses jual beli barang handmade dengan nyaman, misalnya dengan adanya penghitungan ongkos kirim, hingga fitur kustomisasi yang memungkinkan konsumen memesan produk sesuai dengan keinginannya. Sistem pembayaran dalam Startup ini sendiri diproyeksikan akan menggunakan rekening bersama.

Hasil gambar untuk qlapa epilog

Sumber: Qlapa.com 

Hasil gambar untuk qlapa epilog

Sumber: Qlapa.com

Namun, didirikan pada tahun 2015 dan berhasil menyalurkan puluhan miliar rupiah hasil penjualan kepada para pengrajinnya, Qlapa menyatakan diri bangkrut setelah berjalan selama 4 tahun, layanannya tidak lagi tersedia mulai tahun 2019. Pernyataan pengunduran diri dari dunia bisnis online tersebut disampaikan oleh manajemennya dan juga dirilis melalui tulisan berjudul “Sebuah Epilog”. Sebab utamanya disinyalir karena Qlapa tidak mampu bersaing dengan startup lain seperti Tokopedia dan Bukalapak. 


Kenapa Start-Up Gagal

Di industri start-up atau industri teknologi ada beberapa masalah atau isu yang menggugurkan sebuah start-up ketika sedang pesat bertumbuh. Salah satu sebab utama bangkrutnya sebuah start-up adalah penyebab paling umum jatuhnya sebuah bisnis, kurangnya penghasilan. Start-up dinilai dengan potensial produk mereka, bukan penghasilan aktuil produk. Potensial ini diukur melalui berapa banyak pengguna produk yang bisa menjadi potensi penghasilan. Namun, jika potensi ini tidak terpenuhi ataupun tidak terealisasi, perusahaan start-up akan gagal mendapatkan penghasilan yang mampu menopang bisnis mereka.

Industri start-up adalah industri yang berbasis pengevaluasian nilai potensi perusahaan tersebut di waktu mendatang ketika semakin matang. Ketika evaluasi dinilai sangat tinggi, semakin banyak investor berbondong-bondong berinvestasi di perusahaan tersebut, semakin meroket juga evaluasi perusahaan tersebut. Disini sebuah cycle atau bubble terbentuk, dimana evaluasi semakin meningkat, investasi semakin banyak, namun potensi perusahaan tersebut belum terealisasi, ini merupakan sebuah kasus overvaluation. Overvaluation terjadi ketika perusahaan yang dievaluasi sangat tinggi namun pada kenyataannya tidak berkeuntungan setinggi evaluasi mereka. Ketika para investor menyadari bahwa evaluasi potensi start-up tersebut tidak sesuai dengan realitas start-up tersebut, investor akan mencabut pendanaan mereka dan kestabilan finansial start-up tersebut akan langsung menunjam ke arah kebangkrutan. 

Pergerakan dan inovasi di dunia teknologi bergerak sangat cepat. Produk yang inovatif saat ini, bisa menjadi kuno atau ketinggalan jaman dalam waktu sangat cepat ketika kompetitor mampu membuat produk yang lebih inovatif dalam jangka waktu yang lebih cepat. Jika start-up tidak mampu melakukan diversifikasi produk maupun memperbarui produk secara konstan, produk akan menjadi usang dan berdampak ke penghasilan. 

Namun, jika start-up melakukan ekspansi terlalu cepat untuk memenuhi permintaan pasar dan melakukan scale up secara tidak efisien, dengan berinvestasi tanpa memiliki penghasilan yang mampu mendukung investasi tersebut. 

Kembali ke diskusi tentang inovasi di dunia teknologi, dengan ada nya inovasi baru, akan lebih banyak start-up yang berkejaran untuk mengembangkan inovasi tersebut. Semakin banyak start-up mengembangkan sebuah inovasi, semakin tegang kompetisi di industri tersebut. Jika sebuah start-up tidak bisa cepat mengembangkan sesuatu fitur baru dari inovasi tersebut, atau menarik investasi untuk menjaga kesinambungan produk mereka, startup tersebut akan dihancurkan oleh kompetisi yang sangat keras. 


Kegagalan Qlapa dari Sudut Pandang Sosial

Hengkangnya Qlapa dari dunia bisnis online bukan satu-satunya kasus yang pernah terjadi, sebelumnya pernah ada kasus serupa, yaitu Sociopreneurship, sebuah perpaduan antara entrepreneurship dengan unsur sosial. Bisnis yang mengangkat unsur sosial dapat menjadi sebab suatu bisnis tidak dapat berumur panjang, karena pengusaha membangun perusahaan dengan unsur sosial, bukan entrepreneurship. Dalam hal ini Qlapa tertarik dengan produk kerajinan tangan yang dibuat langsung oleh pengrajin Indonesia, dengan melihat potensi pasar yang ada, Qlapa mulai membuat sebuah platform untuk mempromosikan produk tersebut. Qlapa melakukan pemasaran dengan video atau demo yang dikemas semenarik mungkin dengan mengangkat fakta bahwa kerajinan tangan ini akan membantu para pengrajin daerah Indonesia. Namun karena kurangnya antusiasme dari konsumen Qlapa akhirnya memutuskan untuk menutup bisnisnya. Kita menyimpulkan terdapat beberapa sebab terjadinya hal tersebut, diantaranya: 

Pertama, yaitu konsumen tidak peduli produk itu dihasilkan oleh pengrajin tradisional maupun dari pabrik modern, yang konsumen pedulikan yaitu apakah produk tersebut bisa menyelesaikan masalah mereka atau tidak. Ada pun yang membeli produk tersebut karena unsur iba ataupun kagum dengan semangat dari pengrajin tersebut, namun itu hanya sedikit dan kurang signifikan, karena biasanya tidak ada unsur retention atau pembelian ulang. Padahal untuk menilai produk itu memuaskan atau tidak berasal dari indikator pembelian ulang.

Yang kedua biasanya perusahaan yang mengandalkan unsur sosial entrepreneurship lebih mengutamakan menolong pengrajin dan tertarik dengan visi pemberdayaan, namun awam dalam bisnis dan startup digital, akibatnya bisnis itu mayoritas dijalankan dengan unsur pemberdayaan sosial, bukan bisnis. Qlapa terlalu berfokus dengan pemberdayaan sosial pengrajin sehingga kurang memperhatikan pasar dan keuntungan dari perusahaan itu sendiri, sehingga pemberdayaan bisnis itu tidak jalan dan perusahaan terseok-seok dan mereka pun tersingkir dari panggung.


Analisis SWOT

Secara lebih terperinci, analisis SWOT Qlapa dapat dilihat pada tabel berikut:


Analisa Porter’s Five Forces

Level of Rivalry In an Industry

Aplikasi mobile Qlapa dianugerahi sebagai “Hidden Gem” oleh Google Play. Qlapa juga pernah dianugerahi sebagai salah satu start up dengan pertumbuhan paling menjanjikan oleh majalah Forbes Asia. Namun Qlapa memiliki pesaing yang juga menjual similar produk sebut saja Etsy Indonesia dimana Etsy tidak hanya menjual produk handmade dari pengrajin Indonesia namun juga produk-produk khas Indonesia lainnya yang seperti kecap manis, kopi robusta dari Jawa Barat dan juga tas pinggang yang kekinian.

Potential for New Entrants 

Kekuatan ini menentukan seberapa mudah atau sulit untuk masuk ke industri tertentu. Jika Industri tersebut bisa mendapatkan profit yang tinggi dengan sedikit hambatan maka pesaing akan segera bermunculan, contohnya start-up seperti Bukalapak, Tokopedia, Shope dll, awalnya hanya ada 1 atau 2 start-up berjenis marketplace di indonesia, namun karena industri ini memiliki sedikit hambatan dan profit yang tinggi maka semakin banyak marketplace lain yang bermunculan, bahkan aplikasi facebook yang mulanya sebagai sosial media untuk berteman kini sudah terdapat fitur jual beli di dalamnya. Semakin banyak perusahaan saingan (kompetitor) yang bersaing pada market yang sama maka profit atau laba akan semakin menurun, pada kasus Qlapa, hambatan yang sangat kental yaitu mereka berusaha dengan keras untuk menjadi pembeda dan khusus dari beberapa pesaing yang ada, dengan hanya menyajikan beberapa produk yang kurang menjadi minat dari konsumen, mereka terlalu percaya diri dengan apa yang ditawarkan, dan menutup mata bahwa yang diinginkan masyarakat khususnya di Indonesia yaitu produk-produk yang dapat menyelesaikan masalah mereka, bukan produk yang malah menuntut mereka untuk mengapresiasi suatu kerajinan dari para pengrajin, karena kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan budaya sendiri dan sedikitnya apresiasi masyarakat terhadap produk lokal. Disisi lain marketplace seperti shopee, Bukalapak, Tokopedia dll, mereka menyediakan banyak fitur, produk mulai dari yang barang primer hingga tersier, mereka tidak terlalu mengkhususkan produk mereka, sehingga sangat fleksibel, bahkan banyak produk impor yang ditawarkan, karena mereka sadar bahwa untuk pasar Indonesia barang impor adalah barang yang di agung-agung kan, dan memiliki pangsa pasar yang sangat besar, faktor ini juga yang menjadi penghambat bagi Qlapa. Semakin tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru maka posisi perusahaan yang bergerak di industri tersebut akan semakin diuntungkan.

Beberapa hambatan bagi para pendatang baru diantaranya adalah seperti :

Skala Ekonomi (Economies of Scale), faktor ini untuk melihat apakah produk bisa dibuat dalam jumlah kecil atau harus dalam jumlah yang besar. Pada kasus Qlapa, perusahaan sudah memproduksi dan memasarkan dalam jumlah besar sehingga seharusnya mereka mendapatkan keuntungan yang lebih, dat akan menyulitkan pesaing apabila ingin bersaing melalui industri berskala kecil, namun sepertinya bukan faktor inilah yang menjadi masalah di dalam Qlapa.

Kurva Pembelajaran (Learning or Experience Effect). Dalam proses produksi, semakin lama akan semakin diperoleh tingkat efisiensi yang semakin tinggi. Sehingga dengan demikian akan didapat biaya yang semakin murah dalam memproduksi. Sehingga perlu dipertimbangkan apakah hal ini dapat dicapai dalam waktu yang cepat atau lama karena akan mempengaruhi biaya produksi secara keseluruhan. Pada kasus Qlapa seharusnya dalam kurun waktu lebih dari 2 tahun berkecimpung di bidang E-commerce mereka dapat mempelajari apa saja yang menghambat dalam proses produksi, entah itu dari pengrajin ataupun dari pabrik, mereka kurang mampu memenuhi permintaan konsumen, salah seorang pelanggan Qlapa bernama Efan Ferdianto Wibowo membeberkan kekurangan yang dimiliki oleh aplikasi tersebut yaitu pihak Qlapa tidak pernah atau jarang mengupdate keaktifan merchant sehingga konsumen tidak mengetahui apakah produk itu masih tersedia atau tidak, kemudian pihak Qlapa juga tidak menyediakan kontak dari merchant tersebut sehingga untuk menanyakan ketersediaan barang harus melalui admin Qlapa dan balasan dari admin sangatlah lama, Qlapa juga memberikan fee yang cukup besar di setiap produknya yaitu berkisar 20% hingga 30% padahal pihak Qlapa tidak terlalu gencar dalam promosi, karena sosial media yang dimilikinya hanya untuk showcase dari produknya, jadi mereka hanya promosi melalui sosial media mereka sendiri, tidak dengan kampanye sama hlnya dengan yang dilakukan oleh startup lain yang sukses di Indonesia. 

Cost Disadvantages Independent of Scale. Adalah keuntungan yang tidak terkait dengan skala produksi. Qlapa sendiri sudah mendapatkan izin dari pemerintah karena secara tidak langsung Ecommerce ini sudah mengkampanyekan untuk menggunakan handicraft buatan lokal dan agar konsumen tidak selalu menggunakan produk impor saja. Dengan persetujuan dari pemerintah ini Qlapa seharusnya sudah memiliki keuntungan selain dari faktor produksi.

Diferensiasi Produk. Adalah keunikan yang dimiliki baik dalam bentuk fisik produk atau positioning produk yang membedakannya dari produk pesaing yang berada dalam industri yang sama. Perlu dipertimbangkan pula oleh new entrant untuk mengantisipasi loyalitas merek dari produk yang telah ada. Karena Qlapa terlalu berambisi dengan keunikan yang dia percaya, ia sampai lupa dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen, sehingga keunikan yang dimiliki malah menjadi bumerang bagi perusahaan dan tersingkir dari panggung.

Kebutuhan Modal (Capital Requirement). Adalah biaya yang dibutuhkan untuk memasuki bisnis ini. Untuk industri dengan skala yang massif maka dibutuhkan modal yang luar biasa besar. Sama halnya Qlapa yang membutuhkan modal besar untuk pembentukan hingga menjadi startup yang mendapatkan berbagai penghargaan walaupun akhirnya kalah dalam persaingan.

Antisipasi Pertumbuhan (Anticipated Growth). Perlu diantisipasi pula dalam kerangka five forces model ini kemungkinan pertumbuhan industri yang dapat terjadi dengan melihat data-data pendukung yang ada. Karena, bagi pemain yang baru memasuki bisnis tersebut dapat besar sekali pengaruhnya atau malah sangat kecil. Pengaruhnya akan besar bisa pertumbuhan industri kecil dan pemainnya banyak sehingga kue yang sedikit akan dibagi menjadi bagian yang lebih kecil. Semantara jika baru ada sedikit pemain dan pasarnya cukup besar maka pengaruhnya akan kecil terhadap pendatang baru.

Power of Large Suppliers

Qlapa diinisiasi oleh sekelompok anak muda dan resmi beroperasi pada 1 November 2015. Setidaknya ada 4000 perajin yang menjadi suplier barang-barang kerajinan tangan, namun tentunya jika dibandingkan dengan suppliers start-up company yang lain jumlah ini bisa dikatakan masih sangat sedikit. 

Disini mereka menjual produk handmade menarik seperti kemeja batik, tenun, tas dan sepatu kulit, dompet, perhiasan, dekorasi rumah, dan produk buatan tangan lainnya. Semua produk tersebut dapat ditemukan di Qlapa yang punya keunikan dan tidak dijual di tempat lain. Semua produk tersebut mulai dari kerajinan tradisional sampai dengan produk rancangan modern. 

Threat of Substitute Products

Seperti yang didiskusikan di analisis SWOT, produk kerajinan lokal tersubstitusi dengan produk kerajinan yang lebih murah dari China dan Thailand. Selain itu, produk kerajinan juga bukan produk primer yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat, produk kerajinan seperti di Qlapa memiliki niche market tersendiri, dimana konsumen mencari dan menghargai estetika produk, bukan hanya utilitas produk tersebut. 


Pivot Story: Etsy Sebagai Contoh Handmade Marketplace 

Etsy merupakan sebuah e-commerce kerajinan tangan yang dimulai pada tahun 2005 di Amerika Serikat dan sekarang memiliki kantor pusat di Brooklyn, New York. Pada awal nya, Etsy dimulai ketika co-founder Rob Kalin memerlukan lapak untuk menjual komputer rakitan dengan casing kayu hasil kerja tangannya. Namun dari situ, para pendiri Etsy bertemu dengan sebuah komunitas pengrajin tangan di sebuah forum online dan melakukan sebuah proyek dengan mereka untuk membangun marketplace online produk kerajinan. Komunitas merupakan sebuah kunci utama kesuksesan Etsy hingga saat ini.

Dengan mengutamakan kepentingan komunitas pengrajin, Etsy bisa mengekspansi bisnis mereka hingga ke level global. Etsy membantu membangun komunitas ini dengan beridealisme anti-konsumeris dan mendukung komunitas pengrajin dengan mengadakan workshop dan kelas di kantor pusat mereka. Etsy juga mendiversifikasi produk yang mereka jual, bukan hanya produk handmade namun Etsy juga menjadi marketplace untuk barang-barang vintage. 

Hal berikut merupakan peluang yang dilupakan oleh Qlapa. Qlapa fokus menjadi marketplace, namun tidak membangun dan mendukung komunitas kerajinan tangan secara langsung. Qlapa juga tidak melakukan ekspansi ke pasar global, walaupun kerajinan Indonesia mempunyai pasar diluar. Qlapa juga tidak mendiversifikasi produk yang mereka jual, menjadi kelemahan terbesar mereka ketika kompetitor seperti Tokopedia dan Bukalapak masuk ke pasar.


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
5
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
1
Win
Won Direction

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format