VALADOO, startup atau kuliah? Kok cuma 5 tahun?

VALADOO yang dihadirkan sebagai startup travel yang memudahkan orang Indonesia untuk berpergian di negara sendiri tapi tidak dilirik sampai masa akhir operasinya.


3
3 points

Perusahaan rintisan atau yang lebih dikenal dengan startup yang ada di Indonesia pada tahun 2018 telah mencapai 992 perusahaan rintisan. Menurut Yusuf Wijanarko (2019) dalam artikelnya pada laman Kominfo, 992 perusahaan rintisan di Indonesia menyerap 55.903 tenaga kerja. Banyaknya jumlah perusahaan rintisan di Indonesia harus saling bersaing dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat agar tetap unggul dalam pasar. Terdapat  tingkatan-tingkatan perusahaan rintisan berdasarkan nilai valuasinya. Level Cockroach adalah level terendah, Level Ponies memiliki nilai valuasi Rp140 Miliar, Level Centarus memiliki nilai valuasi Rp 1,40 Triliun, Level Unicorn memiliki nilai valuasi Rp 14 Triliun, Level Decacorn memiliki nilai valuasi Rp 140 Triliun, dan Level Hectocorn adalah level tertinggi dengan nilai valuasi sebesar Rp 1,400 Triliun yang saat ini dinobatkan pada perusahaan Apple, Microsoft, Google, dan Facebook. 

Gambar 1

Sumber Gambar: Mapping & Database Startup Indonesia 2018 oleh BEKRAF

Menurut grafik pada Gambar 1, perusahaan rintisan terbanyak ada pada bidang lainnya. Perusahaan rintisan pada bidang lainnya salah satunya adalah pada bidang travel. Perusahaan rintisan VALADOO bergerak dibidang travel yang berdiri sejak tahun 201 0, namun sayang nya VALADOO tidak bertahan lama. Pada tahun 2015 VALADOO menutup usahanya. Jaka Wiradisuria mengatakan bahwa perusahaan rintisan buatannya tutup dikarenakan masalah pendanaan yang bergantung pada investor. Menurut Data yang dikeluarkan oleh BEKRAF dalam Mapping & Database Startup Indonesia 2018, persentase permasalahan tertinggi adalah modal. 

Gambar 2

Sumber Gambar: Mapping & Database Startup Indonesia 2018 oleh BEKRAF

Gambar 2 menunjukkan persentase tertinggi masalah yang dihadapi adalah modal. Permasalahan yang terjadi terkait dengan modal adalah perusahaan perintis saat ini sangat bergantung pada investor-investor untuk pendanaan awal. Sehingga, perusahaan rintisan akan tidak berkembang apabila mereka tidak memiliki cukup modal dan hanya bergantung pada investor saja.

Gambar 3

Sumber Gambar: Mapping & Database Startup Indonesia 2018 oleh BEKRAF

Menurut data BEKRAF Indonesia (Gambar 3), sebanyak 44,32% perusahaan rintisan berekspektasi untuk memperoleh modal dari pemerintah. Hal ini yang membuat perusahaan rintisan akhirnya banyak yang tidak berumur panjang karena masih mengharapkan kucuran dana dari pemerintah maupun investor. 

Perusahaan rintisan saat ini banyak yang mengalami kegagalan juga disebabkan oleh inovasi yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan yang sudah ada, sehingga mereka kalah bersaing dengan perusahaan rintisan yang sudah cukup dikenal dengan inovasi yang sama. Pengamat ekonomi digital yang merupakan CEO PT Duta Sukses Dunia, Yudi Candra, menyatakan bahwa perusahaan rintisan yang dibangun di Indonesia tidak memberikan inovasi dan solusi yang baru dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia namun hanya menjadi pengikut dari perusahaan yang sudah berhasil. 

Salah satu pendiri perusahaan rintisan VALADOO, Jaka Wiradisuria, memaparkan penyebab tutupnya VALADOO pada tahun 2015. VALADOO yang berdiri pada tahun 2010 sudah menjadi perusahaan rintisan dibidang travel yang awalnya sudah pendanaan tahap awal (seed funding) dari Wego. Namun setelah setahun VALADOO dibangun, Jaka dan tim melihat adanya kekeliruan yang terjadi, dimana bisnis model yang dibangun tidak memiliki arah yang jelas. Masalah selanjutnya muncul saat VALADOO melakukan merger dengan perusahaan Burufuly dengan tujuan menekan biaya marketing perusahaan dan ingin melakukan pendekatan kepada konsumen muda. Burufuly merupakan layanan yang sama seperti Pinterest. Adanya perbedaan kultur dan teknologi yang digunakan membuat fitur sosial yang direncanakan akhirnya tertunda hingga akhir masa operasinya. Masalah lainnya adalah travel di Indonesia masih berada di area “abu-abu”. Perusahaan rintisan dibidang travel susah untuk memahami keinginan konsumen lokal. 

Tutupnya VALADOO bisa menjadi sebuah indikasi belum matangnya startup atau perusahaan rintisan yang ada di Indonesia. Startup yang ada tidak menghadirkan inovasi dan solusi baru yang bisa menyelesaikan permasalah pada masyarakat. Kebanyakan perusahaan rintisan hanya mengikuti inovasi yang sudah dibuat dan berhasil, dengan cara mengikuti perusahaan rintisan yang sudah ada membuatnya tidak bertahan lama. Apalagi dengan pendanaan yang minim dan yang hanya bergantung dengan investor membuat perusahaan rintisan tidak bisa mengembangkan bisnisnya menjadi lebih unggul dibanding dengan pesaing-pesaing yang sudah lama bermain dalam bidang travel. 

Jatuhnya VALADOO dalam dunia startup bisa jadi dikarenakan perusahaan tidak mengenali lingkungan bisnisnya, tantangan apa yang dihadapi, siapa yang dilawan, dan kekuatan apa yang dipunya oleh  VALADOO. Cara untuk mengenali itu semua bisa dilakukan dengan cara menganalisis SWOT atau Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats. Analisis SWOT merupakan alat untuk memformulasikan strategi dengan cara mengidentifikasikan berbagai faktor secara sistematis dengan tujuan untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini berdasarkan faktor internal (strengths & weaknesses) dan faktor eksternal (opportunities & threats) (Freddy Rangkuti, 2006).

Analisis SWOT untuk VALADOO bisa diuraikan sebagai berikut;

  • Strengths: pada saat awal dibangunnya, VALADOO bisa menjadi produk yang inovatif pada masa itu. Belum banyak produk inovasi seperti VALADOO yang dijual secara online. Kemudahan masyarakat untuk mengakses VALADOO, menjadikan hal ini sebagai kekuatan dari VALADOO dalam dunia bisnis startup bidang travel.

  • Weakness: kelemahan yang ada pada VALDOO, tidak adanya competitive advantage. VALADOO belum bisa menjual hal yang berbeda dengan pesaing bisnisnya. Kemudian  dikatakan bahwa VALADOO mendapatkan dana awal dari Wego, yang pada akhirnya membuat VALADOO hanya bergantung pada satu sumber pendanaan saja. Berdasarkan dari apa yang dikatakan oleh Jaka sebagai pemilik, perkembangan VALADOO tidak seperti yang dibayangkan oleh tim pendiri. Perkembangan VALADOO di tahun pertama dan kedua membuat tim pendiri menjadi tidak siap karena tidak sesuai dengan ekspetasi mereka dan pada akhirnya manajemen yang tidak bisa menangani perkembangan VALADOO membuat VALADOO tidak bisa bertahan. Serta kurangnya riset pasar, sehingga kehadiran VALADOO ternyata bukan sebagai kebutuhan masyarakat pada saat itu. VALADOO sebagai perusahaan rintisan dibidang travel tidak menjadi solusi yang baik karena kurangnya riset pasar akan kebutuhan masyarakat pada saat itu. 

  • Opportunities: sebagai startup dengan model tour and travel yang dihadirkan secara online membuat kesempatan yang bagus bagi VALADOO untuk memulai bisnis pada saat itu.

  • Threats: Pada saat itu, masyarakat belum terlalu mengenal mengenai tour and travel secara online. Sehingga ini menjadi tantangan bagi VALADOO agar bisa mengenalkan bisnisnya. Masyarakat belum menjadikan tour and travel sebagai gaya hidup mereka membuat VALADOO tidak berdampak baik bagi masyarakat pada saat itu. Adapun masyarakat ingin melakukan perjalanan liburan, mereka akan lebih memilih paket tour and travel secara offline karena pada saat itu startup bidang ini belum terlalu dikenal oleh masyarakat. 

Selain SWOT sebagai alat bantu yang dapat menganalisis perusahaan dalam menentukan strategi bisnisnya, Porter’s Five Forces atau Lima (5) Kekuatan Porter juga bisa menjadi sebuah alat untuk menganalisis secara mendalam dalam struktur kompetitif industri yang nantinya juga bisa berhubungan dengan analisis SWOT (Paulus Kurniawan dan Made Kembar, 2017). Lima (5) kekuatan Porter dalam analisis industri adalah ancaman pendatang baru, daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, ketersediaan produk pengganti, dan pesaing yang ada. 

  • Ancaman pendatang baru: peraturan pemerintah yang mengharuskan VALADOO dan pendatang baru lainnya harus mengeluarkan dana untuk membuat usahanya berbadan hukum dan juga memerlukan modal yang tinggi untuk menjalankan bisnis yang baru.

  • Daya tawar pemasok: rendahnya daya tawar pemasok dikarenakan banyaknya pelaku pasar yang membuat harga yang ditawarkan tidak bisa maksimal.

  • Daya tawar pembeli: pada saat awal berdiri masih tinggi, karena banyaknya pelaku pasar sedangkan pembeli masih sedikit. Masyarakat pada zaman berdirinya VALADOO belum menjadikan tour and travel sebagai gaya hidupnya.

  • Ketersediaan produk pengganti: pada saat itu konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih murah dari yang ditawarkan oleh VALADOO, sehingga perusahaan rintisan susah untuk bersaing.

  • Pesaing yang ada: pada saat VALADOO berkembang, posisi perusahaan tidak terlalu kuat sedangkan pasar offline dan online relatif ketat sehingga setiap produk yang ditawarkan dapat dengan cepat digantikan oleh produk kompetitor. 

VALADOO sudah melakukan cara untuk menyelamatkan perusahaan rintisannya dengan cara melakukan merger dengan perusahaan rintisan Burufuly dengan tujuan untuk menekan biaya marketing dan membidik konsumen muda. Namun cara ini juga tidak bisa membantu VALADOO untuk bertahan pada dunia startup bidang travel. Pada saat ini VALADOO sudah tidak bisa melakukan pivot atau merubah arah bisnisnya, karena salah satu dari 3 pendiri VALADOO sudah bergabung dengan startup Ruma dan pendiri dari VALADOO menginginkan untuk membangun startup dibidang lain.

Perusahaan rintisan bidang travel yang sejenis dengan VALADOO adalah Hidden Retreats, adalah sebuah stratup dibidang travel yang sudah bediri selama lebih dari 2 dekade atau 20 tahun dan sudah membangun hubungan dengan ribuan travel, rekreasi, kenyamanan, hiburan, pengalaman dan penyedia olahraga. Hidden Retreats memiliki tim yang berpengalaman dan berpengetahuan sebagai langkah untuk menyediakan produk dan jasa yang tidak tertandingi bagi setiap konsumen.  Hidden Retreats menawarkan tim yang berpengalaman dan memiliki minat dibidang travel,  layanan yang bisa memberikan kepuasan atas apa yang disukai oleh konsumen, tim yang bisa dipercaya untuk mengelolah keuangan dan keamanan karena memiliki lisensi ATOL dan ABTA, dan memberikan nilai pada setiap perjalanan yang menggunakan Hidden Retreats. 

VALADOO bisa melihat bagaimana Hidden Retreats memberikan pilihan dari 5 benua dan kepulauan. Layanan yang diberikan mulai dari tiket pulang-pergi dan hotel selama pilihan hari yang ditentukan sendiri oleh konsumen. Layanan dalam hotel juga disediakan seperti layanan makanan dalam satu hari. VALADOO bisa melihat bagaimana Hidden Retreats memberikan layanan secara penuh sehingga konsumen tidak perlu khawatir saat tiba dikota tujuan karena sudah ada tempat penginapan dan layanan yang lengkap. 

Perusahaan rintisan yang memiliki layanan lengkap salah satunya adalah Tripal yang memberikan layanan untuk memudahkan wisatawan berlibur tanpa harus terikat dengan paket agen perjalanan dan Tripal memastikan bahwa memiliki jaringan lokal sebagai modal ditengah ketatnya persaingan startup dibidang travel. Kevin sebagai founder dari Tripal mengatakan pada tim id.techniasia.com bahwa sebelum membangun perusahaan rintisan Tripal, Kevin mencoba melakukan riset tentang kebiasaan berwisata masyarakat tanah air dan menemukan bahwa banyak orang Indonesia enggan mengikuti paket wisata yang disediakan oleh agen perjalanan. Alasan yang membuat orang Indonesia tidak menyukai paket wisata ang disediakan oleh agen perjalanan adalah akan bergabung bersama orang-orang yang tidak dikenal dan waktu yang dibatasi oleh agen perjalanan. Tripal menghadirkan layanan paket wisata dimana wisatawan akan melakukan traveling bersama dengan warga lokal sesuai dengan slogan yang dimiliki oleh Tripal “Authentic Trip with Locals”. 

VALADOO bisa melihat model bisnis yang dikembang kan oleh Tripal. Mengajak wisatawan yang berlibur ke destinasi pilihannya dan dipandu oleh masyarakat lokal agar wisatawan bisa merasakan menjadi orang lokal dan dari sisi warga sekitar juga menumbuhkan tingkat ekonomi masyarakat. Pemilihan warga lokal sebagai pemandu akan menumbuhkan rasa percaya pada wisatawan yang belum yakin pada paket wisata yang ditawarkan secara online. Namun sebelumnya, VALADOO harus melakukan riset pasar sehingga tau apa yang dibutuhkan oleh orang Indonesia saat ingin berlibur dan masalah apa yang dihadapi selama ini sehingga VALADOO bisa mendapatkan celah agar bisa menjadi perusahaan rintisan yang memberikan solusi pada masalah yang terjadi bagi wisatawan lokal maupun internasional dibidang travel. 

Terdapat 12 kategori  yang bisa dipilih saat merencanakan perjalanan dengan Tripal. Kategori bisa disesuaikan dengan kebutuhan saat akan melakukan perjalanan, sehingga bisa memuaskan wisatawan. VALADOO bisa menerapkan kategori-kategori berdasarkan riset pasar yang harusnya dilakukan. Sehingga kebutuhan masyarakat Indonesia akan perjalanan terpenuhi sesuai dengan kebutuhan. 

Kontributor: Kelompok Gone With The Win

(Briyan Reynaldo D. Iddo, Hafiz Syahreva A., Ivana Elysia Sinarso, Kartika Natasha DH, Maulana Riski N, Muhammad Ali Rois, Richard Chandra)

Daftar Pustaka

Kurniawan, Paulus dan Made Kembar Sri Budhi.2017.Smart Leadership – Being a Decision Maker #2.Yogyakarta:ANDI

Rangkuti, Freddy.2006.Business Plan: Teknik Membuat Perencanaan Bisnis & Analisis Kasus. Jakarta:Gramedia Pustaka

Wijanarko, Yusuf.Jumlah Startup di Indonesia Ratusan atau Ribuan? Diambil dari:https://kominfo.go.id/content/detail/17233/jumlah-startup-di-indonesia-ratusan-atau-ribuan/0/sorotan_media (24  Oktober 2019)

Zaky, Muhammad Andy. dkk. Mapping & Databse Startup Indonesia. Jakarta:KOMINFO


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format