Motor Honda Ini Membuktikan Harga Murah Bukan Jaminan Produk Laku Keras

Produk-produk murah memang menjadi incaran para konsumen, namun Honda CS 1 yang murah kenapa tidak diincar ?


1
1 point

Sekilas Honda dan Vespa

Dari segi popularitas, mungkin hampir tidak ada yang tidak mengenali Honda dan Vespa. Keduanya sama-sama merupakan merek produsen otomotif terkenal. Honda dengan nama perusahaan Honda Motor Company, Ltd. adalah produsen mobil, truk, sepeda motor dan skuter asal Jepang, sedangkan Vespa merupakan merek skuter yang diproduksi Piaggio & C. SpA dari Italia.

Iklan Honda CS 1


Tipe dan jenis produk sepeda motor yang dimiliki Honda dan Vespa terdiri dari macam-macam varian. Vespa sendiri cenderung memasarkan produknya dengan harga cukup tinggi, tipe terbawah saja dapat dipasarkan hingga Rp30 jutaan (IDN Times). Berbeda dengan Honda yang memasarkan produknya dengan aneka variasi fitur dan harga. Contohnya adalah motor Honda CS 1 yang merupakan jenis motor sport, namun hanya dipasarkan sekitar Rp17.300.000 pada awal peluncurannya (Kompas). Untuk jenis motor sport, dapat dikatakan harga CS 1 cukup murah. Bandingkan dengan jenis motor sport Honda yang mahal seperti CBR250RR, jenis tersebut bahkan dipasarkan pada level harga Rp70-an juta (Otoflik).

Walaupun begitu, tidak berarti motor murah Honda yang dipasarkan ternyata laku di pasaran. Buktinya saat ini harga CS 1 anjlok hingga Rp2,5 juta dan tetap belum memiliki kejayaan di pasarnya (Otomotifnet). Pada tahun 2013, tipe CS 1 bahkan hanya terjual 6 unit (TribunNews). Padahal, motor ini memiliki fitur lebih yang ditawarkan dengan harga bersaing dengan kompetitornya.



Sangat miris apabila dibandingkan dengan Vespa Sprint. Jenis motor ini sudah terkenal dengan keiritan fiturnya namun tetap meledak di pasaran.. Vespa Sprint sendiri dibanderol dengan harga Rp33,75 juta (IDN Times).

Lalu, mengapa ketersediaan fitur pada produk yang murah tidak menjamin tingginya permintaan pada produk tersebut?

Penulis akan mencoba menganalisis fenomena ini melalui pendekatan pemasaran terkait pricing: understanding and capturing customer value. Penjabaran tersebut terdiri atas penjelasan consideration setting price, customer value-based pricing, serta overall marketing strategy, objectives, and mix.

Consideration in Setting Price


Jika konsumen berpikir bahwa harga produk lebih tinggi dari value dari barang tersebut yang akan mereka dapatkan, mereka tidak akan membeli produk tersebut. Jika perusahaan menetapkan harga jual dibawah cost-nya maka perusahaan tidak akan mendapat keuntungan. Diantara dua contoh ekstrem tersebut, pricing strategy yang dianggap paling tepat adalah yang menghadirkan value untuk konsumen tapi juga profit untuk perusahaan. 

Dalam hal ini yang penulis akan bahas adalah perbandingan antara Honda CS 1 dan Vespa Sprint. Vespa yang dijual dengan harga yang cukup tinggi untuk kelas skuter matic 150cc dengan fitur yang biasa saja tetap bisa menarik konsumen untuk membeli produk Vespa tersebut, karena konsumen merasa mendapatkan value yang sesuai dari uang lebih dari 30 juta yang konsumen bayarkan. Secara umum, produk skutic Vespa sangat populer dikalangan anak muda dan penampilan klasik yang diberikan dari Vespa memberi nilai tambah bagi para pembelinya. Mungkin hal-hal itulah yang dirasakan konsumen sehingga value yang dirasakan saat akan membeli produk tersebut.

Honda CS 1 yang dijual dengan harga setengah dari Vespa Sprint. Honda CS 1 juga memberikan berbagai fitur serta tampilan sporty yang biasanya akan disukai laki-laki terutama anak muda. Namun penjualan Honda CS 1 sangat sedikit. Walaupun fitur dan harga yang ditawarkan cukup baik, namun value yang dirasakan konsumen kurang sehingga konsumen enggan untuk membeli produk tersebut. Pengaruh tinggi rendahnya penjualan selain yang didasarkan pada value tapi juga dipengaruhi berbagai faktor eksternal.

Value Based Costing

Pada value based costing, penetapan harga didasarkan pada nilai lebih yang dijual kepada konsumen terhadap barang tersebut. Contohnya Vespa, kendaraan ini sangat populer dari dulu hingga sekarang. Meskipun bentuk dan mesin yang berubah, tetapi Vespa selalu memiliki pelanggan yang setia terhadap produk yang mereka jual. Hal ini disebabkan karena Vespa menjual lebih dari sekadar motor atau kendaraan tetapi nilai historis yang tidak dapat tergantikan. Dapat dikatakan motor Vespa merupakan legenda dan motor ini merupakan rakitan Italia atau dapat dikatakan CBU sehingga mempunyai sentuhan dan prestige tersendiri yang memberikan pengalaman berbeda dari motor biasanya. Sedangkan untuk CS 1 kurang diminati karena kurang memberikan fitur dan model yang diinginkan oleh konsumen. Sekarang ini sedang diminati motor-motor yang bergaya modern dan praktis yang tidak ditemukan di CS 1 ini.

Dalam memberikan harga pada Vespa, konsumen yang akan menjadi target dari motor ini telah ditetapkan. Konsumen tersebut adalah konsumen yang bukan hanya mencari kendaraan untuk mobilisasi tetapi gaya hidup dan tampilan yang bergaya. Harga motor ini juga tidak murah karena untuk menjaga agar tidak banyak orang yang dapat membeli atau dapat dikatakan menjaga prestige motor ini. Pada CS 1, harga motor ini dapat dikatakan lebih terjangkau dibandingkan Vespa karena harganya yang hampir setengah dari harga Vespa. Tetapi lagi-lagi konsumen memilih produk yang mempunyai nilai lebih dari sekadar kendaraan. CS 1 tidak mampu memberikan nilai lebih seperti Vespa, melainkan hanya sebuah kendaraan biasa yang tidak memberikan pengalaman tersendiri pada penggunanya.

Biaya yang dikeluarkan oleh motor Vespa dapat dikatakan tidak murah mengingat motor ini sebagian besar bahan terbuat dari besi dan mesin juga memiliki sentuhan khusus bernama i-Get sehingga motor berjalan halus minim getaran.  Biaya yang dikeluarkan untuk membuat CS 1 ini relatif murah karena mengusung mesin berkapasitas rendah yaitu 125CC dan body-body yang cenderung lebih banyak plastik, hanya pada bagian sasis yang menggunakan besi.

Desain yang diberikan agar selaras dengan konsep value based price adalah memberikan kesan prestisius dan fitur yang dibutuhkan saat ini. Desain yang kokoh karena sasis dan body terbuat dari besi, mesin yang minim getaran karena memakai teknologi i-Get dan tampilan penuh gaya yang sesuai dengan kehidupan modern. Hal ini tidak ditemukan dalam CS 1 karena pelanggan kurang berminat dengan desain yang aneh dan kurang memiliki arah diproduksinya motor ini, apakah untuk bergaya sport atau compact yang praktis.

Overall Marketing Strategy, Objectives, and Mix

Walaupun harga menjadi unsur penting dalam penjualan sebuah produk, tentu saja perusahaan harus mempertimbangkan hal-hal lain walaupun memang terkadang secara keseluruhan harga menjadi titik pusat pengembangan strategi pemasaran produk. Namun, kita juga tidak boleh lupa untuk tetap menyebarkan nilai (value) yang dimiliki oleh barang kita. Hal ini agar barang yang kita pasarkan dapat bersaing di pasar yang tepat dan juga dapat digunakan dengan fungsi yang tepat pula.

Dalam kasus Honda CS-1, Honda memang menawarkan produk yang bergaya tetapi tetap berada dalam budget yang murah. Namun, salah satu daya tariknya malahan bukan dikarenakan oleh faktor-faktor diatas. Mengejutkannya, Honda CS-1 ini sempat booming dahulu karena dianggap motor pertama keluaran anak bangsa oleh PT. Astra Honda Motor. Branding ini ternyata tidak bertahan lama dan akhirnya menyebabkan turunnya popularitas dari motor ini. Tidak hanya itu, Honda CS-1 juga memiliki banyak kekurangan. Contohnya karena jarum vakumnya yang sering bermasalah. Hal ini tentunya akan mempengaruhi performa dari jalannya motor. Memang, Honda menggunakan strategi yang tepat dengan cara menyasar pasar dengan kelas ekonomi yang berbeda-beda menggunakan produk-produknya, salah satunya Honda CS-1 ini. Tetapi, seharusnya pemberian harga murah ini bukan berarti penurunan performa yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam pemakaian motor anak bangsa ini. 

Vespa di lain sisi, menawarkan branding yang ekslusif. Semua tentang Vespa menjadi suatu pengalaman prestisius yang menjadi santapan nikmat sendiri bagi para penggemarnya. Dengan nilai ini, Vespa bahkan melakukan ke-ekskulsif-an sampai ke kunci motornya. Berbagai cara dan inovasi dilakukan dengan tujuan yang sama,  eksklusif. Target pasar yang disasar oleh vespa lalu menjadi jelas, orang-orang yang memang ingin memiliki motor yang eksklusif. Dengan begitu, Vespa dapat dengan mudah memasang harga tinggi karena yakin produknya masih akan laku.

Lalu, Bagaimana Honda CS 1 Dapat Bersaing ?

Inti masalah yang ada dalam Honda CS 1 adalah kurangnya value yang ada dalam motor tersebut. Jika dilihat dari teori consideration in setting price, Honda CS 1 kurang diminati oleh pasaran karena value yang mereka bawa lebih rendah dibandingkan dengan bandrol harganya. Selain itu, harga yang terlalu murah diantara para pesaing motor tersebut menyebabkan stigma negatif di kalangan konsumen, konsumen akan berpikiran bahwa Honda CS 1 adalah produk ‘murahan’ . Bagaimana cara mengatasinya? Honda dapat meningkatkan value  dari CS 1 , misalkan yang dulunya body dari CS 1 berbahan plastik, bisa diubah menjadi berbahan besi atau bahan lain yang menggambarkan kemewahan. Selain itu, Honda CS 1 dapat melakukan re-costing terhadap produknya, yang awalnya CS 1 di-branding dengan motor murah meriah, bisa diubah branding-nya, menjadi motor lelaki yang megah. 

Jika kita mengambil kesimpulan dari konsep marketing strategy, objectives, and mix . Kita bisa mengetahui perbedaan strategi dari Vespa dan CS 1, Vespa sangat memegang kuat value dari produknya,sedangkan CS 1 memegang kuat prinsip low costing-nya, hal ini jelas sangat berbeda. Perbedaan yang ada dalam Vespa dan CS 1 terletak pada value yang dibawakan oleh masing-masing produk, jika CS 1 ingin bertahan di pasar motor, maka setidaknya mereka harus menciptakan/ menguatkan value dari Honda CS 1 ini, dengan begitu Honda CS 1 akan dapat bersaing dipasar motor. 

Referensi

Kotler, Philip dan Gary Armstrong, 2012,Principles of Marketing 15th edition, Essex: Pearson

https://www.idntimes.com/automotive/motorbike/aditya-perdana-putra-1/kenapa-vespa-irit-fitur-tapi-harganya-mahal-ini-jawabannya

https://nasional.kompas.com/read/2010/10/15/16260547/tampilan.baru.honda.blade.dan.cs1

https://www.otoflik.com/motor-sport-terbaru/

https://otomotifnet.gridoto.com/read/231156871/pengen-nangis-dijual-rp-25-juta-honda-cs1-masih-belum-laku-salah-apa-ini-motor#!%2F

https://www.oto.com/berita-motor/kenapa-fitur-vespa-tidak-semewah-motor-jepang-ini-jawabannya-21112153

https://www.motorplus-online.com/read/251859051/walau-dulu-jadi-motor-sultan-nebus-honda-cs1-bekas-jangan-buru-buru-cek-ini-dulu-bro?page=all#!%2F

Authors

Faiz Shodiq N.

Shafira Jessenia

Kevin Syahmenan

Vania Maheswari

Yohanes Reza N.


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Faizshodiq

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format