Warrior: Imitasi yang terseok-seok

Sering kita melihat sebuah brand diimitasi. Apakah nasib sang imitasi selalu baik-baik saja?


1
1 point

Warrior

Brand sepatu Warrior dilahirkan oleh perusahaan Shanghai Huayi di China tepatnya Shanghai pada tahun 1930 an. Pada awalnya, brand sepatu yang memiliki nama asli Hui Li (dalam bahasa mandarin) ini  dibuat untuk memenuhi segmen atlet yang memang mencari alas kaki yang murah, ringan, dan punya kualitas sol karet yang mumpuni untuk olahraga. Pada awal masa produksinya, sepatu Warrior digunakan oleh atlet basket, atlet pingpong, atlet badminton bahkan hingga atlet tenis lapangan. 

Brand sepatu ini sempat populer di Indonesia dari tahun 1980 an hingga 1990 an. Salah satu sebab populernya brand Warrior adalah harganya yang cukup ekonomis dibandingkan sepatu lain. Selain karena harganya yang relatif murah, sebab lain yang membuat sepatu ini populer adalah penggunaannya dalam dunia pendidikan. Pada masa itu, jika ada siswa yang mengenakan sepatu selain brand Warrior maka akan mendapatkan sanksi dari guru konseling. Dampak dari kebijakan pendidikan pada masa itu tentu membuat penjualan brand sepatu Warrior naik secara signifikan.

Brand Warrior juga mengalami masa sulit pada 5 tahun terakhir dalam tingkat kepopuleran seperti pada data dari Google Trend di bawah ini:

Dalam tingkat kepopuleran, dapat dilihat bahwa 5 tahun terakhir sepatu Warrior selalu mengalami naik turun yang drastis dan ini menggambarkan bahwa sepatu Warrior mulai tidak stabil dalam hal pemasarannya pada 5 tahun terakhir ini.

Converse

Converse adalah brand sepatu asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Marquis Mills Converse di Malden, Massachusetts pada tahun 1908. Saat awal berdiri, perusahaan ini bernama Converse Rubber Shoe Company. Pada mulanya, sepatu Converse ditujukan untuk kalangan atlet, tepatnya para atlet basket. Pemenuhan kebutuhan terhadap alas kaki yang berkualitas sekaligus menjadikan perusahaan Converse sebagai perusahaan pemicu perkembangan olahraga di Amerika Serikat.

Brand sepatu Converse kini menjadi salah satu brand sepatu terbesar dan populer di dunia. Hal tersebut bisa dilihat dengan banyaknya orang yang memakai sepatu ini dan dapat dilihat dari tingkat kepopuleran dari Google Trends dalam 5 tahun terakhir,

Dalam bagan ini menggambarkan tingkat kepopuleran brand Converse dalam 5 tahun terakhir yang selalu mengalami kenaikan. Bahkan, ada penelitian yang menyatakan bahwa hampir 50% orang di Amerika Serikat pasti memiliki sepatu dengan brand Converse ini. Salah satu penyebab laris dan terkenalnya brand Converse adalah desainnya yang simple dan harganya yang relatif masih murah.

Pertimbangan Penetapan Harga Converse

Converse merupakan merek internasional sehingga sudah tidak asing lagi di mata masyarakat. Ditambah lagi dengan strategi promosi seperti menggunakan brand ambassador terkenal salah satunya Charles Chuck Taylor yang menunjukan bahwa sepatu converse memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi.

Harga yang ditawarkan brand converse cukup variatif yaitu kisaran Rp500.000 hingga Rp2.500.000 tergantung pada desain yang ditawarkan. Converse memiliki keunggulan tersendiri yang mencakup 5 dimensi personalitas yaitu dimensi rugedness yang artinya converse memiliki kualitas dan kekuatan daya saing untuk bertahan di tengah persaingan yang ketat antara merek lain. Selanjutnya dimensi sophisticating yaitu cara brand converse menilai konsumennya. Harganya yang cukup mahal menjadikan sepatu converse sebuah produk yang berkelas. Dimensi yang ketiga yaitu sincerity, berarti brand converse mewakili sebuah merek yang layak untuk menggambarkan kebebasan, pencitraan jati diri si pengguna yang sesungguhnya. Selanjutnya dimensi competence yang artinya converse telah dipercaya, dapat diandalkan, dan sukses merambah pasar sehingga banyak konsumen yang memilih converse. Dimensi yang terakhir yaitu dimensi excitement artinya memberikan warna dan semangat muda yang ditunjukan dari desain dan pemilihan warna sepatu.

Dari segi penetapan harga awal, Brand Converse menggunakan Cost Based Pricing sebagai kebijakannya dalam menetapkan harga. Karena, brand ini mempertimbangkan biaya distribusi dan biaya produksi untuk menentukan harga dan keuntungan. Keuntungan yang diperoleh diperkirakan sebesar 45% untuk setiap pasang sepatu. Namun, dilihat dari segi persaingan, Brand ini menggunakan Value Added Pricing, karena produk ini memiliki nilai tambah yang cukup mendongkrak kualitas Brand dibandingkan dengan Brand yang lain. Keunggulan dari produk ini adalah memiliki beragam desain klasik dan warna yang unik yang membuat setiap pelanggan merasa istimewa ketika menggunakan produk Brand ini.

Pertimbangan Penetapan Harga Warrior

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa Sepatu Warrior berada di posisi low cost dan Sepatu Converse berada di posisi differentiation, sepatu warrior memiliki cukup banyak variasi dan hampir semua variasi yang ditawarkan tidak ada yang melebihi harga Rp 200.000,00 karena warrior memiliki segmen tersendiri dimana mereka mengincar konsumen kalangan bawah yang tidak memiliki budget lebih untuk dapat memiliki sepasang sepatu, berikut ini merupakan beberapa contoh produk dari warrior:

  

Gambar tersebut bersumber dari akun Instagram yang menjual sepatu warrior, dari tiga gambar diatas dapat kita lihat bahwa sepatu warrior benar-benar mengincar konsumen kalangan bawah yang tidak memiliki budget lebih, berbeda dengan sepatu Converse yang dapat menjual sepatunya hingga berharga jutaan rupiah.

Terdapat istilah umum yang sering kita dengar yaitu “ada harga ada kualitas” itulah salah satu yang membedakan antara sepatu warrior dan sepatu converse, sepatu converse memiliki ketahanan yang lebih kuat melebihi ketahanan pada sepatu warrior, seperti pada jahitan canvas sepatu ataupun seberapa kuat sol-an sepatu tersebut.

Sepatu warrior ataupun converse memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, warrior memiliki keunggulan yaitu dapat menjual produknya dengan harga yang murah, sedangkan converse memiliki keunggulan yaitu memiliki kualitas yang lebih baik, kedua sepatu tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, yang membedakan hanyalah segmen pasar yang dipilih.

Pertimbangan lain dalam penetapan harga

Dalam mempertimbangkan harga, produk sepatu Warrior juga melihat dari segi market and demand. Sepatu Warrior memiliki target pasar kepada konsumen berbudget rendah, berbeda dengan Converse yang menargetkan kepada konsumen dengan budget yang tinggi. Target yang jelas terlihat ini membuat Warrior memiliki bentuk permintaan yang elastis, dimana sedikit perubahan harga akan sangat berpengaruh terhadap perubahan jumlah permintaan produk itu sendiri.

Selain dapat diidentifikasi dalam segi market and demand, penetapan harga juga dapat dilihat dan ditentukan oleh faktor ekonomi dan faktor eksternal lainnya, seperti:

  1. Kondisi Ekonomi, kondisi ini dapat mempengaruhi harga karena berhubungan langsung dengan tingkat pendapatan dan orientasi konsumsi dari konsumen. Jika suatu wilayah memiliki kondisi ekonomi yang baik maka konsumen tidak akan terlalu berpengaruh ketika perubahan harga terjadi, begitu pun sebaliknya. Namun melihat perusahaan Warrior di Indonesia yang memiliki perekonomian yang tidak terlalu stabil maka Warrior cukup memperhatikan harga dengan memberikan harga yang dapat dijangkau oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.

  2. Respon reseller terhadap harga, respon ini menyangkut bagaimana reseller menetapkan harga pada suatu wilayah. Jika konsumen di suatu wilayah terlihat hanya membeli pada tingkat harga yang rendah maka produsen harus memberikan produk yang dapat dijual lebih murah pada reseller di wilayah tersebut, begitupun sebaliknya jika wilayah tertentu tidak masalah dengan harga yang tinggi maka produsen dapat menjual produk yang dapat dijual lebih mahal pada reseller di wilayah tersebut.

  3. Pemerintah, pemerintah dapat menjadi faktor penting dalam penetapan harga. Pemerintah dapat memberikan kebijakan bea cukai, impor, ekspor, pajak, dan kebijakan lainnya pada produk. Melalui kebijakan ini tentu mempengaruhi bagaimana produsen sebagai penetapan harga dapat mengambil keputusan bagaimana harga yang sesuai agar tetap mematuhi kebijakan tapi tetap menghasilkan profit yang diinginkan.

  4. Kepedulian sosial, kepedulian sosial dapat membuat nama baik perusahaan makin baik dan dapat mempengaruhi penetapan harga. Isu kepedulian sosial ini dapat menjadi alasan perusahaan menetapkan harga tinggi sebagai cara menggalang dana sosial atau sebagai dasar penetapan harga rendah dengan membuat produk yang lebih efektif dan ramah lingkungan sebagai jalan meraih nama baik perusahaan yang peduli akan sosial.

Berbagai faktor ini yang dapat mempengaruhi perusahaan Warrior dalam menetapkan harga di pasar yang telah ada atau sebagai strategi harga yang ingin diterapkan Warrior di masa yang akan datang.

Kesimpulan

Baik sepatu Converse maupun Warrior memiliki strategi penetapan harga produk mereka sendiri. Berdasarkan yang dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan dalam bagan Porter berikut bahwa Sepatu Warrior berada di posisi low cost atau dengan penetapan harga rendah untuk menarik target konsumen dengan budget rendah, sedangkan Sepatu Converse berada di posisi differentiation dengan penetapan harga tinggi namun memiliki perbedaan atau keunggulan lebih dalam kualitas yang tidak dimiliki kompetitor lainnya. Hal ini terlihat dari model sepatu converse yang cenderung konsisten dari waktu ke waktu menunjukkan keunikannya. 

Lalu faktor lain yang diperhatikan oleh Warrior dalam penetapan harga adalah tingkat elastisitas harga yang menunjukkan bahwa sepatu warrior berada dalam permintaan yang elastis dimana perubahan harga akan sangat berpengaruh dalam perubahan permintaan. Faktor lain yang dapat diperhatikan oleh Warrior adalah tingkat ekonomi Indonesia yang kurang stabil, keberagaman respon reseller di berbagai daerah, kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap penjualan produk, dan  tingkat kepedulian sosial yang saat ini menjadi suatu hal penting yang menentukan bagaimana reputasi perusahaan di mata konsumen. 

Saran

  1. Sampaikan value produk

Melihat website Sepatu Warrior, sepatu ini dikhususkan kepada semua kalangan, “the rich and the poor”.  Segmentasi pasar yang diarahkan kepada semua kalangan finansial, tentu mengharuskan sepatu ini untuk dapat diakses oleh kalangan ekonomi bawah. Maka dari itu, harga dari Sepatu Warrior yang sudah tergolong murah tidak perlu diubah. Akan tetapi, jauh lebih baik jika Sepatu Warrior menyampaikan value yang ingin dibawa dalam produk ini, misalkan berupa harga dan kualitas. Tampilkan value tersebut dalam setiap kesempatan promosi supaya konsumen dapat memiliki persepsi atas value yang dibawa oleh Warrior. Hal ini tentu kembali berdasar pada pernyataan bahwa harga yang diberikan oleh perusahaan harus membuat persepsi pelanggan merasa superior atas harga tersebut, bisa melalui harga, kualitas, pelayanan, dan sebagainya (Kotler, 2017)

  1. Diskon saat demand sedang meningkat

Pahami demand produk, terutama saat sekolah. Sepatu Warrior sebaiknya mengikuti program-program diskon “back to school” dan membuat strategi diskon ketika permintaan-permintaan meningkat. Pemasaran sepatu model seperti ini biasanya diadakan di mall atau toko besar lainnya baik dalam jaringan maupun luar jaringan bersamaan dengan pameran alat tulis.

  1. Segmented pricing

Melihat segmentasi Sepatu Warrior yang ditujukan untuk semua kalangan, pricing dapat disesuaikan berdasarkan customer segment, karena tema sepatu Warrior adalah kasual, dapat dibedakan harga sepatu untuk segmen anak sekolah dengan segmen orang dewasa. Dengan adanya segmen pasar ini, Warrior dapat memberi harga sepatu untuk segmen orang dewasa lebih mahal karena kemampuan finansial yang sudah lebih stabil meskipun kos yang dikeluarkan untuk membuat sepatu sama.

Sumber

https://www.mainbasket.com/r/2195/sepatu-warrior-riwayatnya-kini-dan-dulu-sejarah-sepatu-warrior-1-2

https://www.ayobandung.com/read/2017/09/24/23998/ini-sepatu-legendaris-generasi-orde-baru

https://www.sneakersholic.com/2015/08/sejarah-dan-momen-penting-sepatu-converse.html

https://www.marketing91.com/marketing-mix-converse/

Referensi

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.

Penulis

Alfi Fadhilah

Abraham Mathofano

Ahda Mujahid

Mumtaz Mahfud

Reza Noor Falaq


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format