The Untouchables (1987)

"Fortes Fortuna Adiuvat" - Keberuntungan akan berpihak kepada mereka yang berani


1
1 point

Film ini disutradarai oleh Brian De Palma, diproduksi oleh Art Linson, film ini diangkat dari kisah nyata dan berdasarkan pada buku yang berjudul “Untouchable” yang ditulis sendiri oleh pelaku yaitu Eliot Ness dan  (1957). Film ini dibintangi Kevin Costner, Charles Martin Smith, Andy García, Robert De Niro, dan Sean Connery. Film ini menceritakan kisah Eliot Ness ketika ia membentuk tim Untouchable untuk membawa Al Capone ke pengadilan selama Larangan peredaran minuman keras atau dikenal dengan masa Prohibition Era di Amerika Serikat yang berlangsung pada tahun 1920 sampai 1933. Film ini masuk dalam nominasi untuk empat kategori dari Academy Awards, dan Sean Connery memenangkan Academy Award untuk Aktor Pendukung Terbaik.

Sinopsis

Pada tahun 1930, selama Prohibition Era, raja mafia Chicago Al Capone mendistribusikan minuman keras secara ilegal dan menguasai hampir seluruh kota Chicago. Agen Prohibition Eliot Ness telah ditugaskan untuk melakukan penggerebekan ke lokasi kegiatan peredaran minuman keras namun gagal karena polisi korup yang membocorkan informasi tersebut kepada Al Capone. Ketika mengalami tekanan karena kegagalan tersebut, Eliot bertemu dengan seorang perwira veteran berdarah Irlandia yang bernama Jim Malone yang sudah muak dengan korupsi yang merajalela dan menawarkan untuk membantu Ness, menyarankan bahwa mereka menemukan seorang pria dari akademi kepolisian yang belum datang di bawah pengaruh Capone. Mereka merekrut trainee Italia-Amerika George Stone yang memiliki nama asli Giuseppe Petri untuk keahlian menembak dan integritasnya yang superior. Lalu bergabung juga seorang akuntan yang bernama Oscar Wallace yang didatangkan dari Washington D.C. untuk melacak kegiatan Al Capone dari pembukuan keuangan. Lalu mereka memulai penggerebekan yang pertama yang berlokasi di kantor pos, dan sukses karena tidak direncanakan dan sebenarnya bukan rahasia umum, atas keberhasilan tersebut pers menjuluki mereka "The Untouchables." Capone kemudian membunuh orang yang bertanggung jawab atas penggerebekan tersebut sebagai peringatan kepada bawahannya yang lain agar bekerja lebih baik.

Wallace menemukan bahwa Capone belum mengajukan pengembalian pajak penghasilan selama empat tahun dan menyarankan bahwa tim mencoba membangun kasus penggelapan pajak terhadapnya (karena Capone terisolasi dengan baik dari kejahatannya yang lain). Seorang anggota dewan kota mencoba menyuap Ness untuk menghentikan penyelidikannya, tetapi Ness dengan marah menolaknya. Salah satu orang kepercayaan Capone yaitu Frank Nitti mengancam keluarga Ness, Ness segera memindahkan istri dan putrinya ke rumah persembunyian. Dalam serangan berikutnya di perbatasan Kanada, Ness dan timnya mencegat pengiriman minuman keras yang masuk. Mereka membunuh beberapa gangster dan menangkap seorang pemegang buku besar atau keuangan dari Capone yang bernama George, yang akhirnya mereka bujuk untuk berkolaborasi. Kembali di Chicago, ketika Wallace mengawal George dari kantor polisi ke rumah persembunyian, Frank Nitti yang menyamar menembak dan membunuh mereka berdua. Ness mengkonfrontasi Capone di Hotel Lexington setelah pembunuhan, tetapi Malone menahanya dan mendesak Ness untuk fokus pada membujuk jaksa agar tidak membatalkan tuntutan terhadap Capone.

Menyadari bahwa kepala polisi Mike Dorsett telah mengorbankan Wallace dan George, Malone mengkonfrontasi Dorsett hingga berkelahi untuk dapat memaksanya mengungkap keberadaan kepala keuangan dari Capone yaitu Walter Payne. Malam itu Malone diserang oleh Frank Nitti dan bawahan Capone Lainya yang membuatnya terluka sangat parah di apartemennya.  Ketika Ness dan Stone tiba di apartment, Malone menginformasikan mereka mengenai kereta yang membawa Payne ke luar kota sebelum dia menghembus kan nafas terakhir. Ness dan Stone berhasil menangkap Payne hidup-hidup dan membunuh seluruh pengawalnya.

Ketika Payne bersaksi di persidangan Capone, Ness mengamati bahwa anehnya Capone tampak tenang dan bahwa Nitti dapat membawa senjata di ruang persidang. Petugas pengadilan memindahkan Nitti dan menggeledahnya, menemukan dia memiliki izin dari walikota Chicago yang memungkinkannya untuk membawa senjata secara legal. Ketika hendak merokok, Ness menemukan korek api milik Nitti yang tertulis alamat Malone dan menyadari bahwa Nitti adalah pembunuh Malone. Karena panik, Nitti menembak petugas pengadilan sebelum melarikan diri ke atap gedung pengadilan. Ness mengejar dan menangkap Nitti, namun karena emosinya terpancing Ness melempar Nitti dari atap hingga tewas.

Stone memberi Ness kertas diambil dari mantel Nitti, yang menunjukkan bahwa anggota juri dalam persidangan telah disuap. Atas permintaan Ness, hakim kemudian memerintahkan agar juri dalam persidangan Capone diganti dengan persidangan perceraian yang tidak terkait di ruang sidang yang berdekatan. Ini mendorong pengacara Capone untuk mengajukan pembelaan bersalah meskipun kliennya marah. Capone dinyatakan bersalah karena menghindari pajak dan dijatuhi hukuman sebelas tahun penjara. Pada hari Capone mulai menjalani hukumannya, Ness menutup kantornya dan memberikan medali St Jude dan kunci kotak milik Malone kepada Stone sebagai hadiah perpisahan. Ketika Ness meninggalkan kantor polisi, seorang reporter menyebutkan kemungkinan pencabutan Prohibition dan bertanya kepada Ness apa yang akan dia lakukan dalam kasus itu. Ness menjawab, "Kurasa aku akan minum."

Eliot Ness

Adalah seorang agen Prohibition dibawah biro investigasi (sekarang FBI) di Amerika Serikat, dikenal karena upayanya untuk menjatuhkan Al Capone dan menegakkan Prohibition di  kota Chicago, Negara Bagian Illinois. Sebagai Pemimpin tim agen penegak hukum terkenal dari Chicago, dijuluki The Untouchables. Untuk cerita ini sangat kontras masing-masing role dimana Ness menjadi kepala tim yang hanya beranggotakan 3 orang yaitu : 

  1. Jimmy Malone sebagai polisi veteran berdarah Irlandia yang sudah berpengalaman dan sudah sangat mengetahui korupsi yang terdapat dalam tubuh Departemen Kepolisian Kota Chicago. 

  2. George Stone atau Giuseppe Petri yang merupakan trainee dari akademi kepolisian dimana memiliki kemampuan akurasi tembakan yang sangat baik, Stone ditunjuk dikarenakan dianggap bersih ketika menunjukan emosinya keturunan Italia dihina oleh Malone, sehingga Stone dianggap bersih atau tidak berpotensi menjadi korupsi.

  3. Oscar Wallace adalah seorang akuntan biro investigasi yang dikirim dari Washington D.C. dari departemen kebendaharaan(treasury) yang bertugas sebagai pelacak kejahatan keuangan yaitu pengemplang pajak. Wallace tidak memiliki fisik seperti yang lain, namun Wallace rupanya memiliki bakat sebagai penegak hukum dan sangat bersemangat dalam menjalankan setiap tugasnya. 

Alphonse Capone

Adalah seorang gangster dan pebisnis Amerika Serikat yang terkenal selama Prohibition Era sebagai pendiri dan bos besar dari mafia yang dikenal dengan nama “Chicago Outfit”. Al Capone berasal dari keluarga imigran italia, ia lahir di New York, dan merupakan  pekerja keras dimana masa kecilnya dia habiskan dengan menjadi anggota geng jalanan, karena keahlianya dalam berkelahi Capone bekerja sebagai tukang pukul salah satu rumah bordil di New York. Pada usia 20 dia pindah ke Kota Chicago dan bekerja kepada Vincenzo Colosimo dan Johnny D Torrio sebagai pembunuh bayaran. Karena kerja kerasnya akhirnya pada usia  26 tahun ia menjadi bos besar dari mafia yang sekarang dikenal dengan “Chicago Outfit”. 

Four Task Management

Berdasarkan 2 karakter tersebut, kita akan berangkat bagaimana dua pemimpin tersebut mengelola organisasinya, dimana Eliot Ness memimpin tim kecil sedangkan Al Capone yang mempunyai organisasi yang sangat besar. Menurut buku contemporary management karya Jones dan George terdapat 4 tugas utama manajer yaitu planning, organizing, Leading, dan Controlling. Berikut perbandingan Eliot Ness dan Al Capone :

Task

Eliot Ness

Al Capone

Planning

Ness mempunyai tujuan utama dimana dia harus dapat menjebloskan Al Capone ke dalam penjara. dengan tujuan tersebut Ness harus mencari cara bagaimana dapat melakukan tersebut dengan membentuk tim dimana berisi orang-orang yang bersih dan berpengalaman. Masukan dari timnya tersebut Ness dapat di peroleh cara untuk dapat menjebloskan Al Capone ke dalam Penjara.

Capone selalu memiliki tujuan yang sama yaitu memperkaya anggotanya agar dapat terus berkuasa di Kota Chicago sehingga dirinya sudah bekerjasama dengan seluruh stakeholder termasuk kepolisian, anggota dewan, hingga pengadilan. cara kerja Capone sudah sangat rapih dan hampir tidak tersentuh oleh hukum sehingga bisnisnya dapat berjalan secara berkelanjutan

Organizing

The Untouchable tidak memiliki hirarki yang besar, karena merupakan tim kecil yang anggotanya dipilih dengan kualifikasi tertentu, namun masing-masing punya perannya sendiri. Malone sebagai melakukan advisory dalam keseluruhan tindakan tim, Wallace bertugas sebagai pelacak dari jurnal-jurnal janggal, dan terakhir Stone memiliki keahlian sebagai penembak jitu ketika terjadi baku tembak maka Stone selalu menjadi jagoannya.

Chicago outfit merupakan organisasi kriminal yang besar dan sangat terstruktur. Capone memiliki tangan kanan khusus yang juga sebagai pembunuh yaitu Frank Nitti. karena organisasi yang sangat organis, bahkan setiap pihak lain selain Chicago Outfit yaitu kepolisian, kejaksaan, pengadilan, hingga pemerintah negara bagian merupakan jaringan dari Chicago Outfit itu sendiri.


Leading

Ness tidak memiliki cara khusus untuk meleading, tapi pembagian porsi kerja sudah sangat jelas, karena tim kecil tersebut sudah memiliki tujuan. Ness yang dibantu oleh Malone bahkan meyakinkan Wallace yang sebenarnya tidak pernah memegang senjata dengan kata-kata yang sangat baik yaitu "bila memegang lencana, maka pegang-lah senjata!". dan ketika penggerebekan kedua di perbatasan wallace memperlihatkan potensinya sebagai penegak hukum.

Capone merupakan pemimpin yang berdarah dingin. Dia memerintah bawahanya dengan sangat tegas bahkan tidak segan membunuh bawahanya yang melakukan kesalahan. Capone sangat tidak suka jika orang lain membantah, dan Capone sangat berharap setiap anak buahnya dapat melakukan tugas dengan baik sehingga semua kejahatan yang dilakukan berjalan dengan normal. Capone memimpin penuh dengan teror sehingga seluruh jajaran Chicago Outfit sangat patuh dengan perintahnya.


Controlling

Ness tidak memiliki cara khusus untuk mengevaluasi setiap aksinya, namun Ness selalu mereview aksinya ketika mencari petunjuk selanjutnya yang akan membawa pada anak buah Capone yang memegang kepala pembukuan keuangan. Ness juga tidak pernah mengevaluasi bagaimana capone akan menghabisinya, bisa dilihat bagaimana Wallace dan Malone harus meregang nyawa karena selalu tidak sadar akan pergerakan Nitti yang selalu mencoba menghabisi semuanya.

Capone selalu mengevaluasi setiap kejadian yang dialaminya karena tindakan-tindakan "The Untouchables" sehingga dirinya akan selalu berpikiran apa yang akan selanjutnya dilakukan. Setiap kesalahan yang dibuat anak buahnya juga akan ditanggapi secara serius agar terus melakukan pembenahan. Dalam hal ini Capone sangat menjaga organisasinya sehingga bisnisnya dapat berjalan aman.


Managerial Roles

Roles

Eliot Ness

Al Capone

Decisional

Disturbance Handler

Ness rupanya selalu dapat menangani kejadian yang terjadi secara reaktif, setiap aksinya selalu dipublikasikan oleh pers untuk mencari dukungan. Setiap permasalahan yang terdapat dari luar seperti adanya kesalahan atau informasi yang bocor, Ness selalu dapat mengatasinya dengan cara yang cukup baik dibantu pula oleh sang advisor Malone.

Entrepreneur

Capone merupakan salah satu mafia yang visioner dan mengembangkan bisnis ilegalnya menjadi berkelanjutan, terlihat dari bisnisnya yang sudah memiliki jaringan hingga Kanada. Untuk membuatnya berkelanjutan pada Prohibition Era, dia memberikan pelayanan pada seluruh stakeholder termasuk juga kepolisian, pengadilan, kejaksaan, hingga pemerintah kota itu sendiri dapat dikendalikan olehnya.

Interpersonal

Liaison

Ness bukan tipikal pemimpin yang sangat terstruktur, tugasnya sebagai kepala tim kecilnya hanya mengawal rekan-rekan lainya untuk mengembangkan kasus yang dapat menjerat Al Capone. Hal tersebut terlihat bagaimana keputusan yang dibuatnya hanya menindaklanjuti dari hasil nasihat Malone dan pelacakan Wallace.

Figurehead

Al Capone merupakan bos besar, selain menjadi bos dia juga merupakan salah satu tokoh dalam pendirian organisasi Chicago Outfit. Setiap kali rapat besar, Capone selalu menempatkan diri sebagai orang yang sangat mengarahkan dan harus dihormati, dapat dilihat bagaimana nasib salah satu anak buahnya yang melakukan kesalahan bahkan tidak taat harus meregang nyawa.

Informational

Spokesperson 

Ness selalu berhubungan dengan pers untuk memberitahukan bagaimana timnya bekerja dan selalu di perlihatkan di koran harian kota Chicago. Walaupun Ness tidak terlalu banyak berbicara pada media seperti capone yang selalu cari muka pada media, dengan aksinya Ness mengkampanyekan programnya untuk menjebloskan Capone kedalam Penjara

Monitor

Melihat setiap aksi yang dilakukan oleh The Untouchables tentu saja selalu membuat Capone emosinya meledak-ledak, setiap kegagalan yang dilakukan oleh anak buahnya maka capone langsung melakukan corrective action dengan membunuhnya. tentu saja setiap kegagal Capone selalu mencoba untuk mencari solusi yang akan dilakukan kedepannya, salah satunya dengan menjaga kepala pembukuan keuangan atau membunuh dan mengancam Eliot Ness.


Management Thought

Menurut Douglas McGregor terdapat 2 kelompok asumsi mengenai pekerja, yaitu dengan Theory X dan Theory Y yang menggambarkan asumsi negatif - positif dari ilmu manajemen, sehingga pendekatan yang paling masuk logis dalam hal ini. Theory X sangat menggambarkan “Chicago Outfit” yang merupakan gembong kriminal milik Al Capone. Berbeda dengan The Untouchable yang dinilai sangat positif tersebut sangat menggambarkan bagaimana Theory Y.

Chicago Outfit - Theory X

  • Pekerja pada organisasi ini pada umumnya diasumsikan malas dikarenakan memang pekerjaan kriminal seperti ini merupakan pekerjaan yang sangat sederhana.

  • Biasanya seluruh kegiatan dari organisasi ini sangat diawasi oleh anak buah langsung dari Al Capone dikarenakan pekerjaan harus dilakukan dengan cepat dan acak.

  • Pemimpin sangat membuat aturan-aturan yang sangat ketat dimana diwajibkan zero mistake, karena memiliki reward dan punishment yang sangat jelas dan kejam

The Untouchables - Theory Y

  • Pekerja pada tim ini dianggap tidak malas dan sangat aktif dan akan melakukan apapun untuk dapat menyeret Al Capone kedalam penjara. 

  • Setiap anggotanya wajib memiliki kemampuan dasar dan kemampuan khusus sehingga memiliki kesempatan untuk berkembang.

  • Ness tidak menggunakan otoritasnya sebagai pemimpin tim, dia hanya memastikan anggotanya untuk dapat bekerja sebagaimana porsinya dan bekerja dengan tujuan untuk menyeret Al Capone kedalam penjara.


Al Capone - Chicago Outfit

Organisasi yang dipegangnya sangatlah besar dan merupakan salah satu organisasi kriminal terbesar dalam sejarah Amerika Serikat dimana sangat kejam dan sudah sangat dekat dengan pemerintah kota Chicago. Pada film ini kita melihat bagaimana organisasi ini bekerja, dan yang salah satu yang kami sukai bagaimana Chicago Outfit memiliki birokrasi dimana nilai-nilai dari ciri khas mafia italia masih sangat dipegang, sehingga seluruh tindakan yang dilakukan sangat efisien dan efektif, yang tentu saja organisasi ini dapat berjalan terus secara berkelanjutan dan menguasai perekonomian dari kota Chicago itu sendiri.

Bila berangkat dari four task of managers, apa yang sudah dilakukan oleh Capone sudah sangat mencerminkan bagaimana task cycle tersebut dijalankan, namun ada hal yang seharusnya diingat ketika melakukan re-planning dimana pemilihan langkah selanjutnya dianggap salah karena Kesalahan pengambilan keputusan Al Capone adalah tidak fokus pada masalah utamanya yaitu Eliot Ness yang merupakan agen Biro Investigasi (sekarang FBI) yang tentu saja akan mengganggu kelancaran usahanya. Yang dilakukan oleh Capone yaitu mengincar teman-teman Ness karena ingin memberikan efek traumatis yang justru memabngkitkan semangat balas dendam Ness yang bisa dilihat dari bagaimana Ness melempar Nitti dari atas gedung pengadilan. Dengan Konsep permainan catur dengan membunuh Raja tentunya akan lebih efektif dan efisien ketimbang membunuh kuda atau menterinya. Begitu pemimpinya terbunuh, bisa saja the untouchables akan sulit melawan Al Capone karena yg punya kemampuan strategi dan otoritasnya adalah Ness yang merupakan agen kebendaharan federal.

Selanjutnya yaitu bagaimana managerial roles yang harus bersikap, sebagai bos organisasi kriminal besar Capone tidak dapat mengontrol emosinya dan selalu ingin menjadi orang yang katakanlah sangat “politically exposed” karena sebagai figur yang sangat disegani di Kota Chicago, tentu saja itu sangat bodoh ketika anda melakukan kejahatan dan anda tampil menjadi artis di tengah masyarakat seolah anda robin hood. Maka dari itu tidak sedikit agen federal yang sangat ingin mengincarnya. Seharusnya Capone lebih low profile dan fokus sebagai leader karena bisnis ilegal yang dijalankan tentu saja harus mendapat perhatian lebih ketimbang menjadi public figure.

Kembali lagi berdasarkan teori X dimana organisasi yang dijalankan oleh Capone yang merupakan sudah sangat terstruktur sehingga sangat sulit untuk menempatkan orang baru untuk lebih kreatif sepertinya agak kaku. Para pekerja yang diatur oleh orang kepercayaan Capone dianggap terlalu mengikuti aturan yang telah dibuat sehingga setiap penggerebekan selalu terlihat sangat terkejut dan tidak dapat berbuat banyak, bahkan keputusan hanya selalu mengarah “membunuh atau dibunuh” tentu saja ini yang sangat diharapkan oleh Ness.

Sumber :

  1. PPT Sesi 7_20191025.pdf .  Materi Kuliah BMN EKS JKT 39E
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/The_Untouchables_(film)
  3. https://www.youtube.com/watch?v=YbzkK06MJjE

Ditulis Oleh :

  • Cherry Dewiyani Winter

  • Muhammad Alianur

  • Muhammad Iqbal Handewaputra

  • Wilma Aziza


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format