Adios, Disc Tarra!

Kenapa ya kita jarang melihat toko kaset seperti Disc Tarra belakangan ini? Apa yang terjadi?


0

Bagi para penikmat musik di Indonesia, membeli CD atau kaset album musisi kesayangan mereka adalah suatu keharusan. Tak heran jika toko CD musik pun berjamuran di Indonesia, lantaran permintaan yang tinggi. Salah satu pemain dalam pasar penjualan CD dan kaset musik di Indonesia adalah Disc Tarra, yang memiliki 100 cabang di seluruh Indonesia. Disc Tarra menjual CD musik dari berbagai artis dan label rekaman, baik besar maupun kecil, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tak heran jika berbagai label rekaman besar Indonesia mempercayakan Disc Tarra untuk menjual CD dan kaset produksi mereka.

Namun, peminat CD dan kaset musik semakin menurun, sehingga penjualan pun berkurang. Puncaknya adalah Desember 2015, saat Disc Tarra menutup 40 outletnya. Sebelumnya, dua toko CD terkenal asal Jakarta, Aquarius dan Duta Suara, sudah terlebih dahulu menutup outletnya. Penutupan outlet ini sekaligus menandai akhir dari sebuah era, dimana orang-orang mendengarkan musik menggunakan CD player.

Tutupnya toko CD ini memukul  industri musik Tanah Air. Di tengah upaya industri musik untuk melawan pembajakan, justru akses konsumen untuk mendapatkan CD asli tutup. Dampak yang langsung terasa saat itu adalah para pelaku industri musik kesulitan menjual CD musik asli dan semakin merajarelanya CD musik bajakan.

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi tutupnya Disc Tarra. Pertama, angka penjualan CD yang terus menurun, sehingga pengunjung Disc Tarra juga menurun drastis. Kedua, maraknya peredaran CD bajakan. Bahkan, dalam video di atas disebutkan bahwa pelaku CD bajakan menguasai 95% pasar CD musik Indonesia. Ketiga, yaitu kehadiran aplikasi penyedia layanan streaming musik legal, yang dipelopori oleh iTunes. Setelah iTunes, para pemain lain pun bermunculan, seperti Spotify, JOOX, dan SoundCloud. Kehadiran platform-platform digital berbentuk aplikasi tersebut langsung mengubah cara untuk menikmati musik, yang awalnya mendengarkan lewat Walkman, lalu bergeser ke pemutar music digital (contohnya Apple iPod), lalu kini cukup melalui streaming sehingga dapat dinikmati dengan perangkat apapun.

Pada 2016, diungkapkan bahwa terjadi penurunan pembelian musik dalam bentuk fisik (kaset dan CD) sejak tahun 2012, dalam konferensi Data For Life 2016 di Jakarta, dan diperkirakan akan terus menurun hingga 2020. Sementara, layanan musik streaming seperti Spotify semakin bertambah dengan pesat. Pada tahun 2015, pendapatan dari layanan tersebut mencapai 15 miliar dolar AS dan sekitar 45 persen berasal dari musik digital. Di Indonesia sendiri, Spotify digunakan lebih dari 1,1 miliar menit di lima bulan pertama.

Tabel berikut ini menunjukkan perbandingan antara Disc Tarra, Spotify, dan Joox sebagai distribution channel yang dapat digunakan produsen musik untuk mendistribusikan produknya (lagu dan produk-produk musik lainnya). Perbandingan dilakukan untuk melihat bagaimana kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki ketiga distribution channel ini. Distribution channel ini dibandingkan berdasarkan value yang diberikan pada produsen dalam membantu memasarkan produknya serta dengan fungsi utama yang dilakukannya.

Channels

DISC TARRA

SPOTIFY

JOOX

Assortment of products

Penataan CD maupun kaset

kurang menarik karena sangat biasa dan tidak dapat menarik konsumen yang lalu lalang karena tidak cukup terlihat dari luar toko.

Berdasarkan kategori atau nuansa musik.


Berdasarkan genre atau jenis aliran musik yang ada.


Time

Terpaku dengan waktu buka. Konsumen harus terlebih dahulu datang ke outlet untuk memiliki produk musik yang diinginkan.

Tidak terpaku karena berdasarkan internet yang selama 24 jam selalu beroperasi. Konsumen dapat memiliki produk musik dengan mendaftar menjadi pelanggan premium. Pembelian paket premium mudah dilakukan karena dapat melalui daring.

Pada dasarnya sama juga dengan sistem yang digunakan oleh spotify.

Place

Walaupun berada di daerah yang strategis, namun dengan berjalannya zaman, strategi ini tidak bisa bertahan lebih lama.

Tidak memerlukan tempat fisik atau di dunia nyata, sehingga bisa lebih menjangkau masyarakat yang sibuk dengan kegiatannya sehari-hari.

Sama dengan Spotify yang juga tidak memerlukan tempat karena berdasarkan pada software atau aplikasi.

Possession Gaps




Information

Informasi hanya bisa didapatkan minim, karena hanya memiliki beberapa akun yang terhubung dengan internet.

Informasi bisa didapatkan melalui aplikasinya sendiri atau melalui iklan yang mereka lakukan.

Informasi yang diberikan juga mirip dengan Spotify yaitu melalui iklan dan juga aplikasinya itu sendiri.

Promotion 

Promosi yang dilakukan cenderung kurang. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penelusuran di google.

Memiliki berbagai promo menarik. Selain itu juga sering kali mengiklankan produknya di televisi.

Memiliki promo yang bisa menggugah konsumen untuk berlangganan. Dan juga mirip dengan Spotify yang menggunakan iklan di acara televisi.

Contact

Musisi dan pengamat musik yang kemudian semakin meningkatkan pamor toko tersebut.

Bekerjasama dengan perusahaan lain, seperti dengan brand samsung.

Menjadi sponsor dalam berbagai acara yang berhubungan dengan segmen pasar mereka.

Matching 

Produk yang dijual berbentuk fisik dengan tampilan yang mencirikan artisnya.

Produk digital dengan tampilannya menarik dan dewasa ini hampir semuanya mempunyai smartphone yang bisa dipasang Spotify.

Produk ini hampir sama dengan produk Spotify, Bedanya, kita sudah di-plotting akan banyak memberikan hal-hal baru.

Negotiation

Harga produk di sini tidak bisa dinegosiasikan karena sudah harga pas.

Harganya juga tidak bisa dinegosiasikan tetapi yang dijual di sini bukan produk, tetapi jasa berlangganan.

Hampir mirip dengan sistemnya Spotify, Tetapi JOOX lebih murah dibanding saingannya.

Physical Distribution

Harus didistribusikan ke semua Disc Tarra Indonesia.

Produk digital yang tidak perlu ada distribusi fisiknya.

Produk digital yang tidak perlu ada distribusi fisiknya.

Financing




Risk Taking

Jika menggunakan konsep ini, kosnya akan bertambah besar karena memakai packaging yang bagus dan layak,serta harganya pun lebih mahal.

Risiko jika menggunakan Spotify adalah lagu kita dapat dengan mudahnya dibajak karena akses yang sangat mudah.

JOOX adalah produk digital, dengan akses yang sangat mudah akan rawan dibajak.

Dari model penataan produk yang dijual berupa kaset dan CD, Disc Tarra kurang dapat menarik minat konsumen. Penataan ini kurang menarik atau kurang kreatif karena hanya ditata biasa saja di rak-rak yang mereka miliki. Sedangkan pada Spotify, begitu pengguna masuk ke aplikasi maupun lamannya akan langsung dihadapkan dengan pilihan jenis musik dan playlist yang direkomendasikan. Hal ini tentu mempermudah penikmat musik untuk memilih musik yang ingin didengarkan. JOOX menawarkan user interface yang juga mudah digunakan dan menarik. Begitu ada musik baru yang hadir di pasar maka akan terpampang di laman Home-nya.

Dalam hal waktu dan tempat, Disc Tarra tidak lagi memiliki kelebihan karena tidak langsung dapat dijangkau konsumen secara instan. Hal ini tentu merugikan produsen karena produknya tidak dapat dengan cepat sampai ke konsumen. Selain itu untuk dapat mengakses toko, konsumen harus menunggu toko buka terlebih dahulu. Pembukaan outletnya, misalnya untuk di Yogyakarta, berada di lantai 3 yang mana merupakan lantai paling atas di Mall Ambarukmo Plaza. Hal ini dapat menjadi kelemahan karena berarti konsumen harus naik terlebih dahulu ke lantai yang cukup tinggi untuk membeli kaset maupun CD. Sedangkan Spotify dan JOOX menawarkan pembelian musik secara online dengan fitur pengguna premium. Pembelian dilakukan dengan sederhana, yakni mendaftar secara online. Kedua channel distribution ini juga dapat diakses secara mudah, kapan dan di mana saja.

Promosi toko tidak banyak dilakukan oleh Disc Tarra, yang mana menyebabkan ketidaktahuan konsumen akan keberadaan channel distribution ini.Promosi hanya berpatok pada produsen yang mana tentu membutuhkan channel distribution untuk membantu pengenalan produknya. Informasi mengenai produk juga tidak dapat diberikan melalui website secara lengkap sehingga konsumen harus datang ke toko untuk mendapatkan penjelasan. Spotify memberikan kemudahan akses informasi mengenai lagu maupun produk musik lainnya, informasi yang diberikan pun cukup lengkap dan sesuai kebutuhan konsumen. Untuk menarik minat konsumen agar mengaksesnya, Spotify melakukan banyak promosi di media sosial maupun advertisement yang muncul di Youtube. Berbeda dengan JOOX, channel distribution ini melakukan promosi yang cukup banyak di media sosial. Selain itu promosi mengenai kemudahan berlangganan juga diberikan sehingga konsumen dapat tertarik. Pemberian informasi mengenai produk musik dapat cukup mengobati rasa penasaran konsumen. Namun tidak banyak penjelasan mengenai produk musik tersebut. Hal ini kemudian diatasi dengan adanya fitur lirik lagu.

Disc Tarra tidak memiliki brand ambassador untuk membantu promosi tokonya. Hal ini berbeda dengan Spotify yang melakukan kerjasama dengan brand Samsung sehingga penggunanya dapat meningkat dan produk musik dapat diakses oleh lebih banyak konsumen. JOOX sendiri memberikan bentuk kerjasama berupa sponsorship kepada acara-acara yang memiliki target konsumen yang sama dengannya. 

Disc Tarra menjual produk yang mencirikan produsennya. Hal ini mengarahkan konsumen yang memang tertarik pada produk dengan tampilan terkait untuk membeli produk. Spotify dan JOOX dengan tampilan user interface yang menarik juga memiliki fitur pilihan genre dan artis yang dapat disesuaikan dengan pilihan konsumen. Kedua channel distribution ini juga memanfaatkan data pilihan konsumen saat mengaksesnya untuk memberikan pilihan yang lebih tepat yang sesuai dengan kesukaan konsumen.

Konsumen tidak dapat menegosiasikan harga produk yang dijual, baik oleh Disc Tarra, Spotify, dan JOOX. Ketiganya memiliki harga yang sudah ditetapkan. Namun untuk keterjangkauan harganya, JOOX lebih unggul. Pendistribusian produk juga berbeda karena Disc Tarra hanya menjual produk yang memiliki bentuk fisik sedangkan Spotify dan JOOX mendistribusikan produk digital yang dapat disimpan dan diakses melalui gawai. Hal ini menjadi kelebihan di zaman sekarang karena produk dengan bentuk digital lebih diminati saat ini.

Ketiga distribution channel memiliki risiko pembajakan yang sama besarnya. Disc Tarra dapat lebih diandalkan karena pembelian produk fisik yang original dari produsen musik merupakan tindakan paling benar dalam menikmati musik. Namun sebatas itu, setelahnya musik dapat dibagikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Begitu juga dengan Spotify dan JOOX yang memberikan kemudahan untuk mengunduh berbagai produk musik bagi pengguna premiumnya. Namun dalam hal biaya, Disc Tarra memiliki risiko yang lebih besar karena mengharuskan adanya outlet fisik dan membutuhkan produk fisik yang menambah biaya produksi untuk dijual. 

Dari berbagai aspek yang dibandingkan pada ketiga distribution channel di atas, Spotify menawarkan value yang lebih banyak bagi produsen musik yang didistribusikan produknya. Begitu pula bagi konsumen. Sehingga untuk menyampaikan produk dan value yang ditawarkan, produsen musik lebih baik menggunakan Spotify sebagai distribution channelnya.


Penulis: Ega Yudhadibroto, Farras Hidayatullah, Firdausya Aghnia C, Mahestya Tasya R A, Panji Saputro Hadi

Referensi:

- https://www.solopos.com/disc-tarra-tutup-disc-tarra-bakal-tutup-40-outlet-besar-di-indonesia-658826

- https://marketing.co.id/disc-tarra-tetap-eksis-di-tengah-gempuran-era-digital/

- http://musicalprom.com/2016/01/05/disc-tarra-bubar-akibat-rendahnya-kelincahan-bisnis/

- https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20151106130232-227-89875/siapa-yang-masih-mau-beli-cd

- https://tirto.id/bangkrutnya-toko-kaset-dan-cd-disc-tarra-bn5K

- https://kumparan.com/kumparanhits/musik-era-digital-dan-makin-langkanya-album-fisik

- https://gadgetren.com/2019/04/20/cara-membayar-langganan-spotify-premium-dengan-menggunakan-pulsa/

- https://howto4.com/img/como/537/como-ouvir-podcasts-no-spotify-4.jpg

- Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format