Ramayana Kehilangan Keramaiannya

Memanggil seluruh masyarakat untuk Berkumpul di Ramayana!!!


1
1 point

Keadaan Ramayana dulu:

Keadaan Ramayana sekarang:

Keadaan tersebut memunculkan fenomena seperti ini:

Setiap orang memiliki tempat pilihan belanjanya sendiri. Ada yang lebih suka belanja online. Ada juga yang lebih suka belanja secara offline dengan pertimbangannya masing-masing. Salah satu offline marketplace yang cukup terkenal, dulu, yaitu Ramayana. Perusahaan yang didirikan pada 14 Desember 1983 ini, pernah berjaya di Indonesia pada awal 2000an. Sampai-sampai terpilih sebagai perusahaan dengan manajemen terbaik kedua di kawasan Asia Pasifik pada majalah Asia Money edisi desember tahun 2000. Namun belakangan ini, Ramayana mulai asing terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan tahun 2017 mengalami penurunan pendapatan dibanding tahun 2016. Hal itu salah satu dampak dari naiknya tren belanja online di Indonesia. Salah satu faktor terbesar penyebabnya yaitu karena adanya online marketplace yang menawarkan kemudahan dalam berbelanja.

Menurut survei Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), fashion merupakan produk yang paling banyak dibeli melalui online. Sebanyak  78% responden menyatakan mereka membeli produk fashion secara online dan sisanya secara offline. Dengan kemudahan teknologi saat ini, hal itu wajar saja terjadi. Oleh karena itu, offline marketplace dituntut untuk lebih baik lagi agar mereka tetap eksis dan dapat bersaing dengan market place online.

Selain itu, banyak brand produk fashion yang lebih memilih untuk membuka gerai sendiri atau clothing retailnya sendiri daripada menitipkannya di marketplace offline, seperti Ramayana. Hal tersebut ikut berkontribusi terhadap turunnya pendapatan dari Ramayana akhir-akhir ini. Dari penjelasan di atas, kita sebagai sudut pandang dari sebuah produsen fashion, yaitu Nevada, memandang hal ini sebagai sesuatu yang penting. Untuk memilih cara pendistribusian produknya, Nevada harus memikirkan hal ini baik-baik agar produknya dapat tersampaikan kepada calon pelanggan secara lebih efektif dan efisien. Lalu, apakah lebih baik Nevada memasarkan produknya melalui online marketplace? Membuka clothing retailnya sendiri? Atau tetap menitipkannya di Ramayana? Untuk mengetahui lebih pasti, berikut pembahasanya melalui ilmu pemasaran.

Analisa dan Perbandingan

Peran perantara pemasaran dalam menciptakan efisiensi dari sudut pandang sistem ekonomi, peran utama perantara pemasaran adalah menjembatani kesenjangan bauran produk (assortments for product), waktu (time gap), tempat (place gap), serta kepemilikan utama (possession gap) yang memisahkan barang dan jasa yang diproduksi oleh produsen dengan konsumen yang akan menggunakannya.

 

Fungsi

Departement Store

 Ramayana

Online Market Place

 Zalora

Clothing Retail

PT Mitra Adi Perkasa (MAP)

Assortments for product

Menyediakan berbagai macam jenis produk yang beraneka ragam yang dibutuhkan oleh konsumen.

Menyediakan berbagai macam jenis produk yang beraneka ragam yang dibutuhkan oleh konsumen.

Menyediakan berbagai macam jenis produk yang beraneka ragam yang dibutuhkan oleh konsumen.

Major time

Adanya departement store ini dapat mengatasi kesenjangan waktu antara produsen dan konsumen

Adanya online market place ini dapat mengatasi kesenjangan waktu antara produsen dan konsumen

Adanya clothing retail ini dapat mengatasi kesenjangan waktu antara produsen dan konsumen

Place

Memiliki gerai-gerai yang banyak yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Tidak memiliki wujud gerai fisik yang dapat didatangi oleh konsumen. Hanya berupa virtual market place

Memiliki gerai-gerai yang banyak dengan persebaran di 71 kota di Indonesia

Possession gap

Pengalihan hak kepemilikan dapat dilakukan secara langsung kepada konsumen setelah telah melakukan transaksi

Pengalihan hak kepemilikan tidak dapat dilakukan secara langsung kepada konsumen. Barang dapat menjadi milik konsumen setelah barang tersebut dikirimkan dan telah sampai ke tangan konsumen

Pengalihan hak kepemilikan dapat dilakukan secara langsung kepada konsumen setelah telah melakukan transaksi

 

Assortments for product

Merupakan situasi dimana produsen umumnya memproduksi produk tertentu, sedangkan konsumen menginginkan varian produk yang beraneka ragam.

Major time

Major time atau kesenjangan waktu merupakan kesenjangan yang terjadi karena adanya kenyataan bahwa konsumsi dilakukan hanya pada waktu-waktu tertentu sementara proses produksi dilakukan secara terus-menerus sepanjang waktu.

Place

Merupakan kesenjangan yang disebabkan oleh tempat produksi dan lokasi konsumen yang tersebar di mana-mana.

Possession gap

Merupakan kesenjangan yang terjadi apabila pengalihan hak kepemilikan atas suatu barand dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

Fungsi Utama untuk membantu menyelesaikan transaksi

Terdapat 2 alternatif saluran distribusi sebagai pengganti Ramayana. Yang pertama adalah Zalora, sebuah online marketplace yang khusus menawarkan produk fashion dan kecantikan. Zalora memiliki kantor pusat di Singapura dan sudah melakukan ekspansi ke Indonesia sejak 2012. Merek-merek global dijual di situs ini, seperti Levi’s, Vans, Nike, dan Fjallraven. Zalora merupakan online marketplace terbesar di Indonesia untuk kategori fashion. Alternatif kedua yaitu clothing retail di bawah naungan PT Mitra Adiperkasa Tbk atau biasa disebut dengan MAP. MAP merupakan toko ritel fisik terbesar di Indonesia dengan 2.600 outlet. Perusahaan ini merupakan pemegang hak distribusi beberapa merek terkenal, seperti Puma, Converse, dan Zara. MAP juga memegang hak untuk mendirikan toko dengan nama merek tersebut.

Fungsi

Departement Store

 Ramayana

Online Market Place

 Zalora

Clothing Retail

PT Mitra Adi Perkasa (MAP)

Information

Ramayana tentu menyediakan informasi tertentu bagi produsen, namun hanya terbatas. Hal ini dikarenakan Ramayana merupakan sebuah department store yang menampung produk dari banyak produsen, sehingga waktu mengolah informasi juga terbatas. Jenis informasi yang dapat diperoleh adalah jumlah penjualan dan produk dengan pembelian terbanyak.

Zalora dapat dengan mudah memanfaatkan big data untuk mendapatkan informasi. Tidak hanya penjualan dari data penjualan, informasi dapat diperoleh dari interaksi yang dilakukan dari situs Zalora. Dapat diketahui produk apa saja yang sering diakses oleh pelanggan, juga mengenai tren fashion apa yang sedang berjalan. Selain itu, terdapat fitur review yang dapat menilai produk dari sisi pelanggan.

MAP akan berfokus pada penjualan satu produk saja per tokonya. Dengan hal ini, setiap toko ritel akan berfokus pada produk Nevada. Informasi yang didapatkan tentu saja lebih baik daripada yang dihasilkan department store. Saluran distribusi dapat mengetahui sifat pembeli yang datang, mendapat data penjualan beserta siklusnya.

Promotion

Selain display di toko sebagai media promosi, Ramayana sering menyebarkan brosur atau leaflet mengenai produk-produknya dan penawaran menarik. Untuk pengurangan harga sebagai strategi pemasaran, sering dilakukan di hari raya besar dan akhir tahun.

Promosi di Zalora menggunakan laman internet sebagai medianya. Mereka juga menaruh iklan di situs-situs lain (dengan big data tentunya) dan memampang produk-produk yang dijual. Selain itu, mereka juga mengirimkan surat elektronik ke pelanggannya dalam rangka promosi. Zalora cukup sering memberikan diskon atau voucher belanja untuk promosi.

Media promosi yang biasa dilakukan MAP biasanya cukup terbatas. Penawaran biasa disebarkan melalui poster yang ada di depan setiap toko. Terkadang, mereka juga melakukannya di sosial media seperti Twitter. Untuk potongan harga, MAP cukup sering memberlakukannya.

Contact

Untuk mendapat pembeli potensial, Ramayana sering memberikan katalog produk di dekat pintu masuk mall/toko atau dekat eskalator.

Zalora mencari pelanggan dengan menggunakan iklan di situs lainnya. Selain cara kontak ini, Zalora juga mengirim surat elektronik kepada pelanggannya.

Pelangannya kebanyakan sudah mengetahui produk apa yang akan dibelinya. Dengan demikian, toko ritel MAP tidak terlalu keluar tenaga dalam menerapkan hal ini.

Matching

Karena mengincar masyarakat dengan ekonomi menengah, Ramayana biasa menaruh tokonya di kawasan perkotaan atau pusat perbelanjaan.

Zalora melakukan proses matching dengan menggunakan bantuan big data. Sebagai contoh, seseorang menggunakan situs pencari untuk melihat situs penjual kaos pantai. Dengan bantuan big data, Zalora akan memberikan iklan mengenai kaos pantai kepada orang tersebut.

Kebanyakan produk naungan MAP mengincar kalangan ekonomi menengah ke atas. Toko-toko ritelnya biasa terletak di pusat perbelanjaan besar. 

Negotiaton

Pembeli tidak bisa melakukan tawar-menawar. Pengurangan harga biasanya dilakukan melalui pemberian diskon.

Pembeli tidak bisa melakukan tawar-menawar. Pengurangan harga biasanya dilakukan melalui pemberian diskon.

Pembeli tidak bisa melakukan tawar-menawar. Pengurangan harga biasanya dilakukan melalui pemberian diskon.

Information

Informasi merupakan hal yang didapatkan oleh saluran distribusi dan dapat diserahkan kepada produsen. Informasi dapat berupa penjualan, sifat pelanggan, serta tren fashion. Informasi yang didapatkan akan membantu produsen dalam melakukan perencanaan dan pengembangan produk.

Promotion

Promosi merupakan cara yang dilakukan saluran distribusi untuk menyampaikan produk dari produsen kepada konsumen serta memberi tahu penawaran yang ada.

Contact

Kontak dilakukan saluran distribusi untuk mencari pelanggan potensial serta mendapatkan kesepakatan untuk melakukan transaksi

Matching

Saluran distribusi harus mencocokkan produk yang ada dengan kebutuhan pelanggan sehingga produk bisa tepat sasaran.

Negotiation

Negosiasi disini berhubungan dengan pencapaian kesepakatan harga antara penjual dan pembeli. Untuk Ramayana, Zalora, dan MAP, semuanya mempunyai sistem di mana para pembeli tidak dapat melakukan tawar-menawar harga. Pengurangan harga terhadap suatu produk dapat dilakukan dengan pemberian diskon ataupun penawaran promo-promo menarik lainnya. 

Fungsi lain yang membantu memenuhi transaksi

Fungsi

Departement Store 

Ramayana

Online Market Place

Zalora

Clothing Retail

PT Mitra Adi Perkasa (MAP)

Physical distribution

Pendistribusian dilakukan secara langsung. Pembeli dapat menerima produk yang dibeli pada saat saat melakukan transaksi.

Pendistribusian barang dilakukan secara tidak langsung. Produk yang dibeli akan dikirim setelah transaksi selesai dilakukan

Pendistribusian dilakukan secara langsung. Pembeli dapat menerima produk yang dibeli pada saat saat melakukan transaksi

Financing

Tidak ada biaya tambahan untuk pendistribusian barang

Terdapat biaya khusus untuk pendistribusian. Atau yang sering di kenal dengan ongkos kirim

Tidak ada biaya tambahan untuk pendistribusian barang.

Risk Taker

Harus menyediakan stock yang banyak, karena pada saat itu barang harus ada ketika akan dibeli.

Dapat terjadi resiko produk yang dikirimkan, tidak sampai ke tangan konsumen.

Harus menyediakan stock yang banyak, karena pada saat itu barang harus ada ketika akan dibeli.

 

Fungsi lain untuk memenuhi transaksi ini lebih mengacu kepada pendistribusian produk setelah dibeli oleh konsumen. Terdapat 3 fungsi yakni physical distribution, financing, risk taker. Dari perbandingan diatas dapat diketahui bahwasannya penerapan fungsi-fungsi tersebut pada dasarnya memiliki kemiripan. Terlebih bagi penerapannya pada department store dan clothing retail yang notabene nya ada offline store. Kedua nya memiliki penerapan fungsi-fungsi yang sama. Sedangkan untuk online market place memiliki penerapan fungsi yang berbeda. Berikut adalah analisis dari fungsi-fungsi tersebut :

Physical Distribution

Distribusi fisik ini berkaitan dengan pengiriman barang. Pengiriman barang dilakukkan secara langsung pada saat transaksi terjadi pada department store dan clothing retail. Jadi, pembeli dapat langsung membawa pulang produk yang dibelinya saat itu juga ketika transaksi telah selesai dilakukan. Berbeda halnya dengan online market store, yang harus menunggu beberapa hari untuk menerima produk yang dibeli oleh konsumen.

Financing

Pendanaan ini mengacu pada biaya distribusi produk tersebut. Ramayana dan MAP merupakan offline store sehingga konsumen yang membeli produk mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pendistribusian produk yang dibelinya. Sedangkan Zalora yang merupakan online store mengharuskan pembeli untuk menanggung ongkos kirimnya apabila tidak ada promo gratis ongkir.

Risk Taker

Risiko yang muncul pada Ramayana sebagai Departement store dan MAP sebagai clothing retail terletak pada biaya untuk persediaannya. Offline store harus memiliki persediaan yang banyak untuk menunjang kebutuhan konsumen saat itu juga. Persediaan yang banyak tersebut, dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan. Adapun risiko yang banyak dihadapi oleh online marketplace seperti Zalora ialah kesalahan pendistribusian produk ke konsumen yang dapat mengakibatkan barang yang dibeli mengalami keterlambatan sampai ketangan konsumen atau bahkan tidak sampai ke tangan konsumen. 

Ramayana memang perlu sebuah gebrakan besar untuk berubah. Sebuah kutipan untuk menggambarkan marketing "yang abadi adalah perubahan". Pemasaran memang memiliki banyak sekali bentuk dan perlu dilakukan perubahan secara terus menerus agar produk tetap bertahan hidup. Terbukanya pintu digital sebagai ladang "tambang emas" baru merupakan satu peluang yang paling besar untuk mengembalikan para pelanggannya yang berpaling. Dari analisis yang telah dilakukan di atas, Ramayana rasanya perlu mencicipi dunia digital. Melalui digital segala keperluan dapat menjadi lebih mudah, selain itu penekanan biaya overhead bisa dilakukan. Membuka departemen store baru membutuhkan gedung, biaya listrik, biaya pegawai, dan lainnya. Ramayanalebih baik mencoba merambah ke dunia online yang membutuhkan usaha yang lebih hemat dengan cangkupan yang lebih luas.

Penulis : Rendy Okta Vieri, Vika Asri Amanda, Nurul Chasanah C,  M. Hafidz Ramadhan, Aditya Prasetya

Referensi :

https://www.cnbcindonesia.com/market/20180328140904-17-8884/online-shop-marak-laba-ramayana-turun-jadi-rp-40658-m 

https://www.kompasiana.com/tugasmanajemen/56ffba0f7797735e07033488/analisa-manajemen-perusahaan-ramayana-lestari-sentosatbk?page=all 

https://ekonomi.kompas.com/read/2014/10/13/084300126/Ketika.Orang.%09%09%09%09Indonesia.Lebih.Senang.Belanja.Online?page=all 


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
wehunthead

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format